keterampilan menulis paragraf argumentasi

Top PDF keterampilan menulis paragraf argumentasi:

Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Mahasiswa Universitas Putera Batam

Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Mahasiswa Universitas Putera Batam

penelitian. Itu artinya data yang diperoleh dari penelitian dengan desain ini berupa data yang menggambarkan bagaimana tingkat pemahaman mahasiswa Universitas Putera Batam dalam menulis paragraf argumentasi dalam kondisi yang sebenarnya. Data keterampilan menulis paragraf argumentasi mahasiswa Universitas Putera Batam diperoleh melalui tes. Bentuk tes yang diberikan berupa tes menulis. Mahasiswa diminta untuk menulis sebuah paragraf argumentasi. Topik argumentasi yang boleh ditulis oleh mahasiswa terlebih dahulu ditentukan dan disepakati. Hal ini dilakukan untuk menyeragamkan tema, gagasan, ide, dan juga untuk memudahkan penilaian terkait keterampilan penguasaan kosa kata mahasiswa. Data tes tersebut cukup untuk menggambarkan bagaimana keterampilan menulis argumentasi mahasiswa Universitas Putera Batam secara alamiah. Adapun alasan pemilihan Universitas Putera Batam karena di kampus ini mata kuliah bahasa Indonesia diajarkan pada semester genap 2017/2018 dan salah satu materi mata kuliah bahasa Indonesia adalah keterampilan menulis. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (semester dua) tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian berjumlah 42 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling . Teknik ini dilakukan karena seluruh populasi dianggap homogen. Data penelitian ini adalah data hasil tes yang dilakukan untuk
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Abstrak: Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan menemukan langkah-langkah pembelajar- an dengan pola Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yang tepat, yang dapat meningkatkan kete- rampilan menulis paragraf argumentasi pada siswa kelas XI Jurusan Bahasa SMA Negeri 4 Singara- ja. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Jurusan Bahasa SMA Negeri 4 Singaraja yang berjumlah 15 orang dan objek penelitian dalah keterampilan menulis, aktivitas belajar siswa dan respons siswa. Data dikumpulkan dengan tes, observasi, dan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil peneliti- an menunjukkan bahwa penerapan PBM dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf argumentasi siswa. Siswa belajar dengan aktivitas yang baik yang didukung dengan respons siswa yang positif terhadap penerapan PBM. Penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah pengelo- laan pembelajaran menggunakan PBM untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraft argu- mentasi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pembelajaran Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Bahasa Bugis dengan Menggunakan Media Video Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Sinjai

Pembelajaran Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Bahasa Bugis dengan Menggunakan Media Video Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Sinjai

Email: nurwahidahidha777@gmail.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis paragraf argumentasi bahasa Bugis dengan menggunakan media video siswa kelas X SMA Negeri 12 Sinjai. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 dan X IPS 2 SMA Negeri 12 Sinjai yang berjumlah 150 orang yang terbagi ke dalam 6 kelas. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik random sampling yaitu mengundi kelas. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tenik tes. Secara khusus hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek 1) Kesesuaian isi dengan video, dikategorikan tidak terampil karena 26 responden atau (57,78%) tidak mencapai 80%, 2) Struktur paragraf, dikategorikan tidak terampil karena 26 responden atau (57,78%) tidak mencapai 80%, 3) Isi gagasan yang dikemukakan, dikategorikan tidak terampil karena 29 responden atau (64,44%) tidak mencapai 80%, 4) Ketepatan merangkai kalimat, dikategorikan tidak terampil karena 16 responden atau (35,56%) tidak mencapai 80%, 5) Penggunaan tanda baca, dikategorikan tidak terampil karena 17 responden atau (37,78%) tidak mencapai 80%. Secara umum hasil penelitian ini ini menunjukkan bahwa keterampilan menulis paragraf argumentasi bahasa Bugis dengan menggunakan media video siswa kelas X SMA Negeri 12 Sinjai dikategorikan tidak terampil karena 29 responden atau (64,44%) tidak mencapai 80%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Model Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis melalui Media Berita Foto pada Siswa Kelas X-4 SMA PGRI 01 Kendal.

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Model Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis melalui Media Berita Foto pada Siswa Kelas X-4 SMA PGRI 01 Kendal.

iii iii SARI Rahmawati, Diah. 2012 . “Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Model Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis melalui Media Berita Foto pada Siswa Kelas X-4 SMA PGRI 01 Kendal ” . Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Wagiran, M.Hum.

3 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Model Pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial pada Siswa Kelas X5 SMA Negeri 1 Subah, Kabupaten Batang

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Model Pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial pada Siswa Kelas X5 SMA Negeri 1 Subah, Kabupaten Batang

disimpulkan jika model pembelajaran inkuiri jurisprudensial dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis paragraf argumentasi. 4.2 Pembahasan Setelah dilakukan analisis data tes dan nontes diperoleh kenyataan bahwa penggunaan model inkuri jurisprudensial dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf argumentasi siswa kelas X5 SMA Negeri I Subah, Kabupaten Batang tahun ajaran 2010/2011. Pembahasan hasil penelitian ini didasarkan pada hasil prasiklus, hasil siklus I, dan hasil siklus II. Pembahasan hasil tersebut meliputi hasil tes dan nontes. Pemerolehan hasil penelitian mengacu pada pemerolehan skor yang dicapai siswa ketika diminta untuk menulis paragraf argumentasi. Aspek-aspek yang dinilai dalam keterampilan menulis paragraf argumentasi meliputi 10 aspek penilaian, yaitu 1) pemilihan kata/diksi, 2) ejaan dan tanda baca, 3) kohesi dan koherensi, 4) keefektifan kalimat, 5) kesesuaian judul dengan isi, 6) kerapian tulisan, 7) keutuhan paragraf, 8) kebenaran bentuk, 9) kekritisan menganalisis masalah, dan 10) penyelesaian masalah. Pembahasan hasil nontes berpedoman pada tiga bentuk instrumen penelitian, yaitu 1) observasi 2) angket, dan 3) wawancara.
Baca lebih lanjut

193 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKNIK PEMBELAJARAN RAMU PENDAPAT (BRAINSTORMING) DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS XI SMA AL-ULUM MEDAN.

PENGARUH TEKNIK PEMBELAJARAN RAMU PENDAPAT (BRAINSTORMING) DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS XI SMA AL-ULUM MEDAN.

1. Hendaknya dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu pada kompetensi menulis khususnya menulis paragraf argumentasi di SMA khususnya SMA Al-Ulum Medan tidak hanya sekadar menyampaikan pengenalan bentuk-bentuk paragraf saja, tidak hanya menyuruh mereka menyalin tulisan yang sudah ada di buku dan dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi perlu proses dalam pelaksanaannya bukan hanya penyampaian materi dan hasil tulisan yang diperoleh siswa. Namun diharapkan dapat membantu siswa dalam melatih keterampilan menulis paragraf argumentasinya dengan proses pengenalan, penulisan, pemeriksaan, memperbaiki tulisan dan mempublikasikan tulisan siswa yang baik sebagai motivasi dan contoh tulisan bagi siswa lainnya karena dalam hal ini melatih keterampilan menulis paragra argumentasi siswa bukanlah hal yang mudah hanya dengan penjelasan, pemberian contoh lalu siswa sudah memiliki keterampilan menulis paragraf argumentasi yang baik tanpa sebuah proses dalam teknik pembelajaran menulis paragraf argumentasi
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN METODE BRAINSTORMING PADA SISWA KELAS X 9 MAN PURWOKERTO I TAHUN AJARAN 20102011

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN METODE BRAINSTORMING PADA SISWA KELAS X 9 MAN PURWOKERTO I TAHUN AJARAN 20102011

vii KATA PENGANTAR Asalamu’alaikum wr.wb Dengan mengucapkan puji syukur alhamdulilah kehadirat Alloh SWT, yang telah memberikan berkah dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Dengan Mengunakan Metode Brainstorming Pada Siswa Kelas X 9 Man Purwokerto I.

12 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Model Pembelajaran Berpikir Berbicara Menulis melalui Media Foto Jurnalistik pada Siswa Kelas X.2 SMA N 1 Welahan Jepara

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Model Pembelajaran Berpikir Berbicara Menulis melalui Media Foto Jurnalistik pada Siswa Kelas X.2 SMA N 1 Welahan Jepara

68 pada siklus I semakin berkurang. Siswa semakin semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Siswa sudah aktif dalam mengemukakan pendapat dan bertanya ketika mengalami kesulitan. Mereka sudah berani mengacungkan jari mereka ketika guru memberi pertanyaan atau pada saat mereka bertanya. Siswa lebih kritis dalam menganalisis isi foto jurnalistik dan kebiasaan mencontek pun semakin berkurang. Mereka sudah jujur dalam menulis paragraf argumentasi secara individu dan tidak mengganggu teman mereka. Siswa yang datang terlambat juga sudah tidak ada. Mereka sudah duduk rapi di tempat duduk mereka masing-masing pada saat guru masuk ke kelas. Selain itu, siswa juga bisa melaksanakan diskusi dengan kelompoknya dengan baik. Mereka saling bertukar informasi mengenai isi foto jurnalistik dengan kelompoknya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sudah bisa berbagi dengan baik. Peningkatan keterampilan menulis paragraf argumentasi dan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sudah berhasil. Masalah-masalah yang terjadi pada siklus I sudah bisa diatasi oleh peneliti.
Baca lebih lanjut

273 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Teknik Tutorial dengan Media Film Pendek pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Majenang, Kabupaten Cilacap.

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Teknik Tutorial dengan Media Film Pendek pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Majenang, Kabupaten Cilacap.

ii SARI Purnomo, Pajar. 2012. Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Teknik Tutorial dengan Media Film Pendek pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Majenang, Kabupaten Cilacap. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Suparyanto, Pembimbing II: Drs. Hari Bakti M., M. Hum.

3 Baca lebih lajut

Hubungan Media Sosial dengan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Mahasiswa di Politeknik Negeri Batam

Hubungan Media Sosial dengan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Mahasiswa di Politeknik Negeri Batam

Keterampilan menulis pengalaman yang memadai. Tarigan (1981:4) menyDWDNDQ ³.HJLDWDQ PHQXOLV haruslah merupakan proses untuk membentuk suatu komunikasi tidak langsung (tidak dengan tatap muka). Kehidupan modern sekarang ini, sulit bagi orang mempercayai sesuatu apabila disampaikan secara lisan. Setiap kegiatan perlu adanya bukti tertulis (dokumen). Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif, sebab dalam prosesnya penulis barusaha mengungkapkan ide-ide atau gagasan (konsep) tertentu dengan teknik dan gaya tersendiri. Aktivitas menulis merupakan suatu aktivitas yang terencana dan membutuhkan keterampilan khusus serta menuntut pengalaman terampil menggunakan struktur kata dan kosa kata. Keterampilan menulis tidak datang dengan sendiri, melainkan latihan yang banyak dan teratur´ Maka dari itu seorang penulis (mahasiswa) harus banyak berlatih, banyak menggunakan kosa kata, dan dapat menempatkan struktur kata yang baik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB II KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DAN METODE GROUP INVESTIGATION. dengan media tulis. Dengan menggunakan lambang-lambang bahasa.

BAB II KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DAN METODE GROUP INVESTIGATION. dengan media tulis. Dengan menggunakan lambang-lambang bahasa.

Beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah keterampilan seseorang dalam melukiskan lambang grafis yang dimengerti oleh penulis bahasa itu sendiri maupun orang lain yang mempunyai kesamaan pengertian terhadap symbol-simbol bahasa tersebut dan menulis adalah proses penyampaian pikiran, angan-angan, perasaan dalam bentuk lambang, tanda, tulisan yang bermakna. Dalam menulis juga harus diperlukan adanya suatu bentuk ekspresi gagasan yang berkesinambungan dan mempunyai urutan logis dengan menggunakan kosa kata dan tata bahasa tersebut atau kaidah bahasa yang digunakan, sehingga dapat menggambarkan atau dapat menyajikan informasi yang diekspersikan secara jelas. Itulah sebabnya untuk terampil menulis diperlukan latihan dan praktik yang terus menerus dan teratur. 2. Tujuan menulis
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Peningatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Menggunakan Model Cooperative Think Pair Share Pada Siswa Kelas X C SMA Negeri 5 Singkawang

Peningatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Menggunakan Model Cooperative Think Pair Share Pada Siswa Kelas X C SMA Negeri 5 Singkawang

[10] yang mengemukakan bahwa “Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain”. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran atau gagasan dan untuk menyampaikan pesan (komunikasi) melalui bahasa tulis sebagai alat atau medianya, sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang dianggap paling sulit untuk dikuasai penutur asli dikarenakan kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan unsur di luar bahasa yang sesuai dengan isi tulisan. Kedua unsur tersebut harus terjalin dengan baik untuk mengahasilkan karangan yang runtut dan padu [7]. Dapat juga diartikan bahwa menulis adalah berkomunikasi mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kehendak kepada orang lain secara tertulis [9]
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRAINSTORMING

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRAINSTORMING

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, keterampilan menulis argumentasi dalam mata kuliah bahasa Indonesia menunjukkan hasil yang jauh dari yang diharapkan mengingat keterampilan menulisan argumentasi sudah dipelajari pada tingkat satuan pendidikan yang lebih rendah yaitu pada tingkat menangah pertama dan menengah atas. Berkaca dari hasil observasi, dilakukan penyelidikan lanjutan untuk mencari tahu penyebab rendahnya keterampilan menulis paragraf argumentasi mahasiswa tersebut. Dari hasil investigasi diperoleh beberapa alasan yaitu, pertama penggunaan metode belajar yang tidak tepat karena materi bahasa Indonesia selama ini cenderung dijelaskan menggunakan metode ceramah, kedua mahasiswa kurang tertarik menulis karena mereka merasa kegiatan menulis sangat sulit dan membosankan, ketiga argumentasi harus didukung fakta sementara mahasiswa kurang mengikuti fenomena yang sedang berkembang.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA SMA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA SMA

10 Kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam proses pembelajaran keterampilan menulis paragraf argumentasi pada silkus III secara umum sudah dapat diatasi sesuai harapan dan target pencapaian. Meskipun demikian, masih ada beberapa siswa yang masih terlihat kurang dalam aktivitas pembelajaran. Motivasi belajar dan ketekunan dalam memahami materi masih belum maksimal. Kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas- tugas yang diberikan guru masih perlu peningkatan. Selain beberapa siswa yang masih kurang dalam aktivitas pembelajaran, sebagian besar siswa sudah terlihat termotivasi dan sangat bersemangat, serta dengan ketekunan dapat memahami materi sehingga dapat menyelesaikan tugas yang diberikan. Siswa juga dapat bekerja sama dengan siswa lain, berdisiplin dan bertanggung jawab dalam mengikuti aktivitas pembelajaran.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengembangan materi menulis paragraf argumentasi berperspektif logika Toulmin pada mata kuliah keterampilan menulis ilmiah

Pengembangan materi menulis paragraf argumentasi berperspektif logika Toulmin pada mata kuliah keterampilan menulis ilmiah

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang mengacu pada Borg dan Gall (dalam Sugiyono, 2015). Tahapan penelitian ini meliputi enam tahapan, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, pengembangan produk, uji validasi, revisi produk tahap 1, uji coba produk, dan revisi produk tahap 2. Enam tahapan tersebut menemukan hal-hal sebagai berikut: (1) mahasiswa masih kesulitan untuk menuangkan idenya dalam bentuk paragraf argumentasi yang baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku; (2) penyajian materi dalam bentuk modul dikembangkan melalui penentuan judul, tujuan, pemilihan bahan, penyusunan kerangka, dan pengumpulan bahan yang relevan dengan materi menulis paragraf argumentasi berperspektif Logika Toulmin; (3) Kelayakan modul dinilai dari aspek isi/materi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan. Kelayakan ini berdasarkan penilaian dari dosen ahli, dosen pengampu dan mahasiswa peserta mata kuliah Keterampilan Menulis Ilmiah di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma; (4) Revisi tahap 1 yakni (a) perbaikan capaian akhir pembelajaran, (b) penambahan contoh, (c) perbaikan bahasa agar lebih komunikatif, (d) perbaikan ejaan sesuai PUEBI, serta (e) perbaikan latihan agar lebih mengarah pada keterampilan; (5) hasil tulisan tes akhir mahasiswa lebih baik dibandingkan dengan hasil tulisan tes awal; (6) Hasil revisi tahap 2 yaitu (a) penambahan contoh, (b) penambahan gambar/ilustrasi, (c) memperbaiki gambar agar tidak mengganggu desain modul, dan (d) memperbaiki batas kiri/kanan agar tidak terpotong ketika dicetak.
Baca lebih lanjut

432 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SMAN 1 WAYLIMA

KEEFEKTIFAN MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SMAN 1 WAYLIMA

Berdasarkan pembahasan dan simpulan, penulis mengajukan saran (1) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri efektif meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi siswa sehingga guru dapat menjadikan model ini sebagai alternatif untuk mengatasi rendahnya kemampuan menulis siswa. (2) Guru hendaknya memberikan perhatian yang lebih terhadap ketrampilan menulis siswa karena keterampilan menulis merupakan dasar bagi penguasaan keterampilan berbahasa lainnya. (3) Penggunaan suatu model dapat mempengaruhi kegiatan pembelajaran, dalam memilih model pembelajaran sebaiknya guru menyesuaikannya dengan materi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (4) Guru hendaknya dapat menciptakan suasana yang akrab dengan siswa saat pembelajaraan berlangsung sehingga tercipta suasana interaksi yang baik dan komunikatif antara guru dan siswa. (5) Penulis menyarankan kepada peneliti lain agar membuat kajian yang lebih dalam
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI)  DALAM PEMBELAJARAN  MENULIS   PARAGRAF ARGUMENTASI (Eksperimen Kuasi)

KEEFEKTIFAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI (Eksperimen Kuasi)

Meskipun keterampilan menulis itu sulit, tetapi peranannya dalam kehidupan manusia sangat penting. Kegiatan menulis dapat ditemukan dalam aktivitas manusia setiap hari, seperti menulis surat, laporan, buku, artikel, dan sebagainya. Bahkan, hal ini diperkuat dengan pendapat Tarigan (1994: 44) yang menyatakan bahwa indikasi kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari maju atau tidaknya komunikasi tulis bangsa itu. Di tingkat perguruan tinggi, menulis merupakan hal yang sangat erat dengan kegiatan sehari-hari mahasiswa dalam perkuliahan. Hampir dalam setiap mata kuliah menugaskan mahasiswa untuk menulis makalah, laporan, penelitian laboratorium, bahkan penelitian pustaka. Berkaitan dengan hal tersebut agar dapat menulis dengan baik, mahasiswa memerlukan keterampilan berbahasa yang kompleks. Agar mahasiswa menghasilkan tulisan yang baik, mahasiswa dituntut untuk menguasai tata bahasa, tata kalimat,
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kemampuan Menulis Paragraf Argumentasi pada Siswa Kelas X Asma Negeri 1 Menyuke

Kemampuan Menulis Paragraf Argumentasi pada Siswa Kelas X Asma Negeri 1 Menyuke

Menurut Keraf (1994:3) “Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk komunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain”. Menurut Yunus (2004:1.3),”Menulis adalah suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai medianya”. Selanjutnya menurut Semi (2007:14), “Menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk komunikasi dengan menggunakan lambang- lambang tulis sebagai medianya. Oleh karena itu keterampilan menulis ini harus menjadi perhatian serius karena keterampilan menulis merupakan keterampilan yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran bukan saja pada saat siswa belajar bahasa Indonesia tetapi keterampilan menulis juga diperlukan pada saat siswa mempelajari mata pelajaran lainnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI POLA SEBAB-AKIBAT SISWA KELAS XI IPS SMAN 5 JEMBER

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI POLA SEBAB-AKIBAT SISWA KELAS XI IPS SMAN 5 JEMBER

Menulis paragraf argumentasi pola sebab-akibat merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Hal ini dikarenakan keterampilan tersebut merupakan dasar fundamental dalam ilmu pengetahuan. Dengan berargumentasi sebab-akibat siswa mampu menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan yang kritis dan logis. Penuangan ide atau gagasan argumentasi pola sebab-akibat dapat dituangkan dengan 3 bentuk yakni sebab ke akibat, akibat ke sebab dan akibat ke akibat. Permasalahan yang dikaji terdiri atas 2 yaitu: 1) bagaimanakah kemampuan siswa dalam mendaftar gagasan-gagasan pokok untuk dituangkan dalam bentuk paragraf argumentasi pola sebab-akibat, 2) bagaimanakah kemampuan siswa dalam mengembangkan gagasan-gagasan pokok paragraf argumentasi dengan pola pengembangan sebab-akibat. Tujuan penelitian yaitu: 1) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mendaftar gagasan-gagasan pokok untuk dituangkan dalam bentuk paragraf argumentasi pola sebab-akibat, 2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengembangkan gagasan-gagasan pokok paragraf argumentasi dengan pola pengembangan sebab-akibat.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI BERBASIS SAITIFIK PADA PESERTA DIDIK SDN SUNGAI PINYUH ARTIKEL PENELITIAN

STRATEGI PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI BERBASIS SAITIFIK PADA PESERTA DIDIK SDN SUNGAI PINYUH ARTIKEL PENELITIAN

3 mana suka, ujar, manusiawi, dan komunikatif (Santosa, 2009 : 1.2-1.3). Pada hakikatnya pembelajaran bahasa bahwa belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Pelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik secara lisan maupun secara tertulis serta menimbulkan penghargaan terhadap hasil cipta manusia Indonesia (Martono, 2016:91-92). Pembelajaran bahasa mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. (Mulyati, 2007 : 3.8 ). Pembelajaran bahasa khususnya menulis di sekolah dasar kelas tinggi, setelah peserta didik menguasai teknik menulis kata, kemudian dilanjutkan dengan latihan merangkai kata-kata menjadi kalimat, dan kalimat-kalimat ini dirangkai menjadi paragraf dan yang terakhir paragraf-paragraf disusun menjadi sebuah wacana (Solchan, dkk., 2009:9.4).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...