KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI

Top PDF KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI:

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGETAHUAN SISTEM PERNAPASAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGETAHUAN SISTEM PERNAPASAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terstruktur terhadap keterampilan proses sains pada materi sistem pernapasan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta, (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terstruktur terhadap pengetahuan pada materi sistem pernapasan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta, dan (3) mengetahui hubungan antara keterampilan proses sains dengan pengetahuan pada materi sistem pernapasan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA YP UNILA BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA YP UNILA BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

Adapun proses pembelajaran pada kelas eksperimen, Proses pembelajaran pada pertemuan pertama di kelas eksperimen membahas pengertian (definisi) sistem gerak manusia. Kelas eksperimen belajar berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Model inkuiri terbimbing adalah suatu pembelajaran dengan mengkaitkan antara konsep, keterampilan, kerja individu yang bertujuan agar setiap peserta didik mengembangkan keterampilan dasar dalam dirinya masing-masing dan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan kemampuannya sendiri. Model inkuiri terbimbing jelas sangat membantu dalam meningkatkan proses mental dan keterampilan-keterampilan yang ada pada diri seseorang karena model pembelajaran ini mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data serta menarik kesimpulan. 7
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING KOOPERATIF JIGSAW TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP

PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING KOOPERATIF JIGSAW TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP

Dari Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan proses sains di kelas eksperimen yang menggunakan inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah bervariasi. Hal ini didukung oleh Brickman, et al. (2009) dalam jurnalnya bahwa keterampilan proses sains dapat berkembang apabila siswa ikut berperan aktif dalam kegiatan laboratorium dengan pembelajaran inkuiri. Keterampilan proses sains yang diukur dalam penelitian ini meliputi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terintegrasi. Keterampilan proses dasar terdiri atas mengamati, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan. Dari hasil penilaian siswa melalui lembar observasi terhadap pelaksanaan dari tiap-tiap aspek keterampilan proses sains, diperoleh hasil seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa pada Materi Pokok Hukum Newton di SMP NU Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa pada Materi Pokok Hukum Newton di SMP NU Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka

Keterampilan proses merupakan keterampilan yang digunakan peserta didik untuk menyelidiki di dunia sekitar dan untuk membangun konsep ilmu pengetahuan. Siswa tidak hanya mengetahui, memahami, menghayati dan mengamalkan tentang sesuatu, melainkan mengetahui, memahami dan melakukan pula tentang cara-cara untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman tersebut. Para siswa bukan hanya tahu dan dapat menikmati sebuah informasi tentang sesuatu, melainkan mengetahui dan terampil dalam mendapatkan sesuatu. Keterampilan proses bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak didik menyadari, memahami dan menguasai rangkaian bentuk kegiatan yang berhubungan dengan hasil belajar yang telah dicapai anak didik. 5
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penerapan keterampilan proses sains dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi tekanan terhadap hasil belajar - Digital Library IAIN Palangka Raya

Penerapan keterampilan proses sains dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi tekanan terhadap hasil belajar - Digital Library IAIN Palangka Raya

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) aktivitas guru saat penerapan keterampilan proses sains pada pembelajaran fisika secara keseluruhan dengan menggunakan model inkuiri terbimbing dalam kategori baik dengan persentase nilai rata-rata sebesar 77, 7 % (2) aktivitas siswa saat penerapan keterampilan proses sains pada pembelajaran fisika secara keseluruhan dengan menggunakan model inkuiri terbimbing termasuk dalam kategori cukup baik dengan persentase nilai rata-rata sebesar 75,2%, (3) nilai peningkatan (N-gain) hasil belajar siswa kognitif setelah penerapan keterampilan proses sains pembelajaran fisika pada materi tekanan dengan menggunakan model inkuiri terbimbing termasuk dalam kategori sedang dengan N-gain nilai rata-rata sebesar 0,43.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

View of Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa

View of Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu ( Quasi experimental research) . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 10 Mataram yang berjumlah 380 siswa. Sampel yang diambil adalah 2 kelas yaitu kelas VIII-I sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-H sebagai kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing sedangkan pada kelas kontrol diberikan perlakuan model pembelajaran konvensional. Teknik pengambilan sampel secara Cluster Random Sampling.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi

Pada suatu hari Jono membeli 2 susu cair botol di supermarket. Sesampainya di rumah, Jono memberikan 1 botol kepada adiknya yang bernama Toni. Toni sangat gemar minum susu. Ketika diberi susu oleh Jono, Toni langsung meminumnya, begitu juga Jono. Karena susu cair botol itu berukuran sedang, Jono dan Toni tidak dlangsung menghabiskannya, mereka berniat menyimpannya untuk diminum kembali. Jono menyimpan susu di dalam lemari es sementara Toni menyimpan di kamarnya. Keesokan harinya, Toni melihat Jono meminum susu yang kemarin disimpan di lemari es, Tonipun bergegas mengambil susu miliknya di kamar. Ketika diminum, Toni merasakan susu tersebut sudah tidak enak dan terasa agak asam. Padahal susu milik Jono masih terasa segar dan enak. Akhirnya Toni mengetahui bahwa, temperatur yang sangat rendah akan memperlambat proses pembusukan yang disebabkan oleh bakteri-bakteri. Ternyata temperatur atau suhu mempengaruhi cepat atau lambatnya proses pembusukan susu tersebut.
Baca lebih lanjut

209 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERVISI SETS PADA KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERVISI SETS PADA KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran model inkuiri terbimbing bervisi SETS pada keterampilan proses sains dan hasil belajar. Pengambilan sampel penelitian diambil dua dari lima kelas XI IPA populasi SMAN 1 Pemalang tahun ajaran 2014/2015 menggunakan teknik cluster sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data penelitian diambil dengan instrumen tes dan nontes. Instrumen tes digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif berupa tes objektif sedangkan, insrumen nontes digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains dari pengamatan psikomotor dan afektif. Analisis keterampilan proses sains diuji secara deskriptif dari perolehan rata-rata hasil belajar ranah psikomotor dan hasil belajar afektif. Rata-rata hasil keterampilan proses sains kelas eksperimen 86 dan kelas kontrol 80. Rata-rata hasil belajar psikomotor kelas eksperimen meningkat dari percobaan pertama 82 ke percobaan kedua 88 sedangkan, kelas kontrol meningkat dari 73 ke 78. Rata-rata hasil belajar afektif kelas eksperimen 85 dan kelas kontrol 80. Peningkatan keterampilan proses sains siwa yang diamati antara lain keterampilan mengamati, berhipotesis, merencanakan percobaan, menafsirkan data, menerapkan konsep dan berkomunikasi. Peningkatan aspek yang paling tinggi tampak dari perolehan nilai berkomunikasi dan menafsirkan data. Hal ini disebabkan oleh pengalaman siswa secara mandiri belajar dan menemukan konsep sains serta penerapan keterkaitan antar unsur SETS. Analisis hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji statistik student (uji t) dan normalized-gain.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING INTEGRASI PEER INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING INTEGRASI PEER INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS

Penelitian ini didalamnya juga terdapat indikator keterampilan proses sains yang diukur menggunakan tes praktik. Tes tersebut dilakukan perindividual, yang mana setiap siswa diminta untuk melakukan pengukuran dan tes mengukur ini dilaksanakan bersamaan dengan tes keterampilan proses sains berupa soal dan tes hasil belajar kognitif siswa. Agar tidak mengganggu siswa lain yang sedang mengerjakan soal, maka tes praktik dilakukan di bagian belakang pada ruang kelas dan siswa dipanggil secara acak dengan pertimbangan siswa yang paling dekat dengan tempat pengambilan data diminta untuk terlebih dahulu melakukan tes praktik. Pencapaian indikator mengukur pada saat pre-test adalah sebesar 29,09% dan pada saat post-test mengalami peningkatan hingga 60,00%. Dapat diketahui bahwa peningkatan indikator mengukur adalah sebesar 30,91% yang merupakan indikator tertinggi kedua dalam tes keterampilan proses sains. peningkatan tersebut dikarenakan siswa telah terlatih dalam melakukan pengukuran, sebab setiap pertemuan pada pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction pada materi elastisitas selalu terdapat aspek menguji hipotesis yang mana dalam kegiatan tersebut dilaksanakan percobaan dengan melakukan pengukuran.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya berfungsi dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan memberikan kemungkinan pada siswa untuk memperoleh kesempatan, harapan, dan pengetahuan agar dapat hidup secara lebih baik. Besarnya kesempatan dan harapan sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang ditempuh.

31 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Kelas VII Pada Pengetahuan Awal Berbeda | Hairani | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP) 10166 14499 1 PB

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Kelas VII Pada Pengetahuan Awal Berbeda | Hairani | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP) 10166 14499 1 PB

Keterampilan proses sains dan prestasi belajar IPA pada pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping menunjukkan perbedaan yang signiikan dibandingkan pembelajaran langsung. Walaupun tidak signiikan, rata-rata keterampilan proses sains dan prestasi belajar IPA pada pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping lebih tinggi dibandingkan pembelajaran inkuiri terbimbing. Hal ini didukung oleh fakta bahwa kegiatan pembuatan mind mapping yang dilakukan siswa pada beberapa sintaks inkuiri terbimbing membantu pola pikir siswa. Mind mapping yang dibuat siswa di awal pembelajaran membantu siswa siap untuk belajar. Evrekli dkk. (2009) menjelaskan bahwa mind map efektif digunakan untuk membantu siswa, meski dengan beragam latar belakang, mengkontruksi pemahaman mereka terhadap sains dan teknologi. Mind map di awal pembelajaran juga dapat untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Hal ini sejalan dengan pernyataan Hilger dkk (2012) yang menyatakan bahwa pengetahuan awal siswa lebih baik diveriikasi menggunakan mind map.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ARTIKEL PENELITIAN

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ARTIKEL PENELITIAN

Kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang diajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan pembelajaran ilmu kimia di SMA adalah agar siswa memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitanya serta penerapanya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi. Menurut Chang (2010), dibandingkan dengan bidang yang lain, kimia sering terkesan lebih sulit, paling tidak pada tingkat dasar. Beberapa konsep kimia bersifat abstrak. Hal inilah yang membuat pelajaran kimia di sekolah dipandang siswa sebagai suatu pelajaran yang sulit dan siswa kurang mampu memahaminya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA.

This study aims: To determine whether there was an diversification of guided inquiry learning model and conventional learning on students 'critical thinking skills, there is the diversification of guided inquiry learning model and conventional learning model for students' science process skills. The sample in this study conducted by random sampling of two classes, where first class as a class experiment applied guided inquiry learning model and the second class as a class of conventional learning control applied. The instrument used in this study is the critical thinking skills test instrument in the form of descriptions of 4 questions and insrumen science process skills test in the form of a description as much as 9 questions that have been declared valid and reliable. From the results of this study concluded that there is the effect of guided inquiry learning model and conventional learning on students' critical thinking skills, critical thinking skills students are taught with guided inquiry learning model is better than the conventional learning’. There is the effect of guided inquiry learning model and conventional learning models for process skills science students, science process skills of students who were taught with guided inquiry learning model is better than conventional learning’.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

ENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

ENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul ” Penerapan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dengan Strategi Pembelajaran Aktif Menggunakan Media Card Sort Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Penggunaan Tes Keterampilan Proses Sains (KPS) Siswa dalam Pembelajaran Konsep Kalor dengan Model Inkuiri Terbimbing

Penggunaan Tes Keterampilan Proses Sains (KPS) Siswa dalam Pembelajaran Konsep Kalor dengan Model Inkuiri Terbimbing

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua karena berkat rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Penggunaan Tes Keterampilan Proses Sains (KPS) Siswa dalam Pembelajaran Konsep Kalor dengan Model Inkuiri Terbimbing sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, baginda pejuang Islam Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman kebodohan menuju jaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Begitu juga kepada seluruh keluarganya, para sahabatnya, serta pengikut ajarannya yang setia hingga akhir jaman.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

t ipa 0602858 chapter5

t ipa 0602858 chapter5

Penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep hasil kali kelarutan telah menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Perlu dikembangkan lebih lanjut model pembelajaran sejenis. Untuk itu, disarankan:

3 Baca lebih lajut

S TE 1104142 Chapter5

S TE 1104142 Chapter5

1. Pembelajaran dasar dan pengukuran listrik melalui model inkuiri menggunakan media software circuitmaker lebih baik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan pembelajaran dasar dan pengukuran listrik melalui model inkuiri tanpa menggunakan media software circuitmaker dilihat dari nilai gain rata-rata kelompok eksperimen yang mendapatkan kategori sedang dan nilai rata-rata gain kelompok kontrol yang mendapatkan kategori rendah

2 Baca lebih lajut

Nasution

Nasution

Keberhasilan implementasi model inkuiri terbimbing ini tidak terlepas dari kendala-kendala yang dihadapi saat melakukan penelitian. Kendala- kendala tersebut diantaranya pertama, penataan ruang laboratorium yang jarang dipakai sehinga sehari sebelum penelitian peneliti harus mengecek perlengakapan dalam kelas seperti meja, kursi, spidol, pengahapus. Kedua, siswa belum pernah melakukan pembelajaran yang diterapkan peneliti. Ketiga, tidak semua siswa mempunyai buku paket fisika ataupun bahan ajar lainnya, sehingga informasi atau pengetahuan yang diperoleh siswa hanya dari pembelajaran saja. Apabila semua faktor yang ada dalam pembelajaran ini dapat dikelola dan dipersiapkan secara baik maka tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Pembahasan di atas menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dengan mengunakan model inkuiri terbimbing dapat digunakan sebagai informasi dan alternatif dalam pembelajaran fisika guan meningkatkan keterampilan proses sains siswa, keterampilan berpikir kritis fisika siswa. 5. Kesimpulan dan Saran
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LITERASI SAINS UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK - UNS Institutional Repository

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LITERASI SAINS UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK - UNS Institutional Repository

Based on the result of research, it can be concluded that the development of learning device product is done by 4D model stages, including requirement analysis done with literature study and field study, designing to produce draft of initial product or draft I, then product I validated by two UNS biology lecturers and done revisions according to the advice of experts to produce product II. After obtained the product II conducted a limited trial to determine the readybility of the instrument and prerequisite test questions, the results of this test used for the revision so that obtained product III to be tested to the broad group (field trial) to 34 students class VII C SMP Negeri 2 Purwokerto. The results of the experiments show that learning tools are rated in the "excellent" category so they are worthy of use in the learning process. Product learning tools are effective to empower the skills of the science process when applied.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN TERMOKIMIA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING.

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN TERMOKIMIA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING.

Keterampilan proses sains dimaksud dapat dikembangkan melalui praktikum (Susiwi, 2007),sehingga selain menekankan pada sikap dan penguasaan konsep siswa, pembelajaran kimia juga harus menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa agar dapat mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Berdasarkan studi pendahuluan di salah satu SMA di Kota Bandung, proses pembelajaran kimia yang dilakukan di sekolah masih bersifat konvensional dengan guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered). Siswa hanya diberi beban untuk membaca dan menghafal materi, tanpa melibatkan mereka untuk menemukan konsep melalui proses sains, sehingga keterampilan proses sains siswa tidak berkembang dengan baik.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects