Kinerja Perusahaan

Top PDF Kinerja Perusahaan:

Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard

Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard

Pengukuran kinerja perusahaan digunakan untuk membandingkan kondisi perusahaan yang sebenarnya dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sebelumnya alat pengukuran yang digunakan oleh kebanyakan perusahaan adalah alat pengukur kinerja tradisional. Alat ukur kinerja ini mengacu pada keadaan keuangan perusahaan. Pengukuran kinerja yang hanya dilakukan pada sektor keuangan ada berbagai kekurangan yang harus diperhitungkan antara lain tidak bisa menggambarkan kondisi suatu dunia usaha atau perusahaan secara keseluruhan sehingga tidak ada informasi mengenai kebijakan atau upaya-upaya yang harus diambil saat ini dan dimasa yang akan datang dalam upaya meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas dibutuhkan dukungan manajemen internal yang efektif dan efisien. Namun, jika dilihat lebih lanjut pada kondisi internal perusahaan, sistem manajemen belum diterapkan dengan baik dalam kehidupan organisasi. Hal ini ditunjukan dari lemahnya pengembangan sistem manajemen untuk mengevaluasi hasil-hasil strategi dan program- program yang telah diimplementasikan. Apabila hal ini tidak segera ditangani bahkan diabaikan, maka keadaan dan kinerja perusahaan akan sangat menurun, bahkan terancam keadaannya. Dalam menghadapi era yang kompetitif, maka PT. KTI divisi particle board dituntut untuk mampu menyusun manajemen strategis dalam rangka mengembangkan organisasinya agar mampu bertahan dan memenangkan persaingan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH DIVERSIFIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN  PENGARUH DIVERSIFIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan di Bursa Efek Indonesia).

PENGARUH DIVERSIFIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PENGARUH DIVERSIFIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan di Bursa Efek Indonesia).

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan karuniaNya yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis mampu menghadapi segala hambatan dan dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh Diversifikasi Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan di Bursa Efek Indonesia” dengan baik.

13 Baca lebih lajut

Board Independence, Kinerja Supply Chain Dan Kinerja Perusahaan COVER

Board Independence, Kinerja Supply Chain Dan Kinerja Perusahaan COVER

Puji syukur kepada Tuhan atas segala berkat dan kasih karunia-Nya sehingga peneliti bisa menyelesaikan Tesis dengan judul “Board independence, Kinerja Supply Chain dan Kinerja Perusahaan” ini. Tesis ini disusun untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Magister Sains pada program studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

17 Baca lebih lajut

CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh modal intelektual terhadap kinerja bank. Untuk mengukur kinerja modal intelektual, penelitian ini menggunakan value added intellectual coefficient (VAIC) yang terdiri value added capital, human capital, danstructural capital. Sedangkan kinerja perusahaan diukur dengan ROA dan ROE. Penelitian ini menggunakan regresi berganda untukmenguji hipotesis. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI pada periode 2009-2012. Menggunakan purposive sampling, sampel akhir dari penelitian ini adalah 119 bank. Hasil analisis menunjukkan bahwa value added capital, human capital, danstructural capitalmemiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja perusahaan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

DIVERSIFIKASI, KINERJA PERUSAHAAN DAN PELAPORAN  PENGARUH DIVERSIFIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan di Bursa Efek Indonesia).

DIVERSIFIKASI, KINERJA PERUSAHAAN DAN PELAPORAN PENGARUH DIVERSIFIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan di Bursa Efek Indonesia).

Untuk setiap segmen dilaporkan, perusahaan harus mengungkapkan jumlah keseluruhan beban depresiasi dan amortisasi aset segmen yang tercakup dalam hasil segmen. Perusahaan diharuskan mengungkapkan karakteristik dan jumlah unsur pendapatan, dan beban segmen yang ukuran, karakteristik atau kejadiannya relevan untuk diungkapkan dalam rangka menjelaskan kinerja tiap segmen yang dilaporkan pada satu periode. Untuk setiap segmen dilaporkan, perusahaan harus mengungkapkan jumlah keseluruhan beban non kas yang signifikan. Perusahaan sangat dianjurkan untuk mengungkapkan arus kas segmen. Untuk setiap segmen dilaporkan, perusahaan harus mengungkapkan jumlah bagian laba (rugi) bersih pada perusahaan asosiasi, usaha patungan (joint venture), atau investasi lain yang dilaporkan berdasarkan metode ekuitas. Pengungkapan tersebut dilakukan, jika seluruh operasi perusahaan asosiasi tersebut secara substansi berada dalam satu segmen. Perusahaan harus menyajikan rekonsiliasi antara informasi yang diungkapkan untuk segmen dilaporkan dan informasi agregat disajikan pada laporan konsolidasian atau perusahaan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

STRATEGI BERSAING PERUSAHAAN DAN KINERJA PERUSAHAAN

STRATEGI BERSAING PERUSAHAAN DAN KINERJA PERUSAHAAN

Diferensiasi produk lebih menekankan keunggulan produk, pengembangan serta pengenalan produk baru ke pangsa pasar dengan tujuan untuk menemukan keunikan tersendiri terhadap produknya. Pencapaian strategi ini ditekankan pada keunikan produk, tambahan features, kenyamanan, dan tambahan lainnya pada produk agar sulit ditiru oleh pesaing. Menurut Kartajaya (2004), terdapat tiga syarat acuan penentu diferensiasi produk seperti menciptakan excellent value kepada pelanggan sehingga perbedaan tersebut memiliki makna dimata pelanggan, keunggulan bersaing yang menimbulkan perbedaan dengan pesaing dan perbedaan tersebut mencerminkan keunggulan dari penawaran perusahaan, serta memiliki keunikan agar perusahaan mampu bertahan dan tidak mudah untuk ditiru oleh pesaing lainnya. Porter (1980) mengemukakan bahwa strategi diferensiasi harus tersusun atas sekumpulan aktivitas yang saling berhubungan dan saling menunjang konstruktif dengan yang lainnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS  PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

perusahaan (direktur dan komisaris). Jika kepemilikan perusahaan yang dimiliki oleh direksi semakin meningkat maka keputusan yang diambil oleh direksi akan lebih cenderung untuk menguntungkan dirinya dan secara keseluruhan akan merugikan perusahaan sehingga kemungkinan nilai perusahaan akan cenderung mengalami penurunan. Struktur kepemilikan akan memiliki motivasi yang berbeda dalam memonitor perusahaan serta manajemen dan dewan direksinya. Struktur kepemilikan dipercaya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi jalannya perusahaan yang nantinya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Struktur kepemilikan berpengaruh terhadap nilai perusahaan dikarenakan kinerja manajer dan monitoring institusi dalam mengelola perusahaan menentukan nilai perusahaan tersebut (Mutiya, 2012).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengukuran Kinerja Produktivitas Perusahaan Dengan Metode Objective Matrix (Omax)

Pengukuran Kinerja Produktivitas Perusahaan Dengan Metode Objective Matrix (Omax)

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di industri baja. Perusahaan ini memiliki tipe produksi make to order, yaitu melakukan produksi berdasarkan permintaan dari konsumen. Selama ini, pengukuran kinerja produktivitas pada PT. XYZ belum dilakukan secara maksimal, hanya berdasarkan dari segi finansial yang dianggap sudah memenuhi kebutuhan para konsumen dan dianggap berkinerja bagus. Oleh karena itu, pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Pengukuran kinerja produktivitas perusahaan dan usulan yang harus dilakukan agar kinerja perusahaan untuk masa yang akan datang dapat meningkat Dalam mengukur kinerja produktivitas perusahaan yang menggunakan metode Objective Matrix(OMAX), hal pertama yang dilakukan adalah menentukan kriteria kinerja (rasio) yang berpengaruh pada pengukuran kinerja di perusahaan tersebut, kemudian melakukan perhitungan nilai kriteria kinerja (rasio) aktual, perhitungan nilai kinerja standar perusahaan, penentuan target kinerja perusahaan, pengisian kinerja minimum, penentuan bobot tiap kriteria, penentuan skor, perhitungan nilai kinerja tiap periode. Setelah itu, melakukan evaluasi kriteria kinerja dengan Traffic Light System. Terakhir, melakukan usulan rancangan perbaikan dengan diagram fishbone dan 5W + H. Dari hasil penelitian pengukuran kinerja produktivitas PT. XYZ, didapat bahwa nilai produktivitas keseluruhan untuk 12 periode yang dimulai dari Januari 2011 sampai Desember 2011 yaitu 335, 150, 290, 495, 370, 520, 325, 585, 595, 255, 760, 310, dengan Indeks Performansi tiap periode dari Januari 2011 sampai Desember 2011 yaitu 11,67% , -55,22% , 93,33% , 70,69% , -25,25% , 40,54% , -37,50% , 80% , 1,71 % , -57,14%, 198,03%, -59,21%. Berdasarkan hasil tersebut, langkah perbaikan yang dilakukan yaitu memperbaiki keriteria kinerja yang paling banyak mendapat skor dibawah kinerja standard yang dilihat dari hasil Traffic Light System.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

USULAN PENDEKATAN METODE BALANCED SCORECARD UNTUK MENGUKUR KINERJA CV. SINTA LESTARI - Binus e-Thesis

USULAN PENDEKATAN METODE BALANCED SCORECARD UNTUK MENGUKUR KINERJA CV. SINTA LESTARI - Binus e-Thesis

Pengukuran kinerja merupakan hal yang esensial bagi perusahaan. Untuk memenangkan persaingan global yang semakin ketat ini, kinerja sebuah organisasi haruslah mencerminkan peningkatan dari satu periode keperiode berikutnya. Pengukuran kinerja perusahaan tidak hanya dari aspek keuangan saja, tetapi ada aspek lain yang perlu dipertimbangkan, yakni aspek non keuangan. Balanced Scorecard sebagai suatu alternatif dalam mengukur kinerja, selain mempertimbangkan faktor finansial juga faktor non finansial. Dengan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan diharapkan dapat memberikan penilaian yang komprehensif kepada manajemen. Dengan objek penelitian CV. Sinta Lestari maka diperoleh hasil pengukuran pada perspektif keuangan sebesar 3,67 yang artinya kinerja perusahaan baik untuk perspektif ini , perspektif pelanggan sebesar 2.67 yang berarti kinerja perusahaan cukup untuk perspektif ini, perspektif proses bisnis internal sebesar 3 yang berarti kinerja perusahaan baik dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 3 yang berarti kinerja perusahaan baik dan hasil pengukuran kinerja keseluruhan sebesar 3,09 yang berarti kinerja perusahaan secara keseluruhan baik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Pengaruh Net Profit Margin Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Pengaruh Net Profit Margin Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013

Terdapat beberapa proksi yang dapat digunakan untuk mengukur good corporate governance dalam suatu perusahaan yaitu struktur kepemilikan manajerial, struktur kepemilikan institusional dan proporsi dewan komisaris independen. Harapan dari penerapan sistem good corporate governance adalah tercapainya nilai perusahaan. Jadi, jika perusahaan menerapkan sistem good corporate governance diharapkan kinerja perusahaan tersebut akan meningkat menjadi lebih baik, dengan meningkatnya kinerja perusahaan diharapkan juga dapat meningkatkan harga saham perusahaan sebagai indikator dari nilai perusahaan sehingga nilai perusahaan akan tercapai. Lebih lanjut, penerapan good corporate governance dimungkinkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan terhadap net profit margin yang menjadi sinyal yang direspon para investor mempengaruhi nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penentu Struktur Modal dan Struktur Moda

Penentu Struktur Modal dan Struktur Moda

Mereka umumnya lebih cenderung menggunakan modal sendiri dari utang, terutama pada tahun 2009. Total utang adalah Rp. 2.111.080 juta dibandingkan dari modal sendiri dengan Rp.2.420.036 juta (data diolah dari Capital Indonesia Direktori pasar 2010). Kondisi ini bertentangan dengan teori [21] yang menyatakan bahwa penggunaan utang tambahan akan meningkatkan nilai perusahaan karena penghematan pajak dari beban bunga utang perusahaan. Bagaimana manajer memberikan sinyal positif untuk menunjukkan kinerja perusahaan dalam bentuk porsi utang yang tinggi dari struktur modal. investor bisa membedakan kinerja perusahaan dengan melihat struktur modal dan investor akan memberikan nilai tinggi pada perusahaan dengan porsi utang besar [25]. Industri manufaktur di Indonesia masih terlalu banyak utang digunakan. Oleh karena itu, penggunaan timbal utang untuk menurunkan nilai perusahaan [29]. penggunaan tambahan akan mengurangi nilai utang perusahaan. utang perusahaan yang melebihi batas optimal akan menyebabkan kesulitan keuangan dan lembaga biaya lebih besar dari pajak tabungan dari pembayaran bunga utang.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, LEVERAGE, PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, LEVERAGE, PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Profitabilitas mempunyai dampak negatif terhadap perusahaan, apabila perusahaan tersebut tidak mengelola dana utang secara produktif maka akan menurunkan profitabilitas perusahaanya. Jika perusahaan dapat mengolah utang dengan sangat baik dan rapih dalam melakukan investasi, hal itu akan memberikan dampak yang positif terhadap profitabilitas. Semakin besar profitabilitas perusahaan semakin baik perusahaan tersebut, karena profitabilitas dapat menghasilkan laba yang tinggi dengan menggunakan asetnya. Apabila manajemen mampu mencapai target dari principal, maka manajemen dianggap mempunyai kinerja baik, dan profitabilitas akan mempengaruhi manajer dalam melakukan tindakan manajemen laba, (Rahmawati, 2008). Penelitian sebelumnya Guna dan Herawaty (2010) mendapatkan hasil bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba dengan tujuan agar kinerja perusahaan terlihat baik. Hal ini sejalan dengan penelitian Amertha (2013) bahwa profitabilitas mempunyai hubungan positif signifikan terhadap manajemen laba dengan tujuan meningkatkan kinerja perusahaan terlihat baik. Sedangkan menurut Herni dan Susanto (2008) semakin baik kinerja perusahaan maka tindakan manajemen laba semakin menurun, artinya perusahaan dengan kinerja perusahaan yang baik akan melakukan opportunistic dari pihak manajemen sehingga pihak manajemen tidak termotivasi untuk melakukan tindakan manajemen laba karena kinerja perusahaannya telah sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Maka dari itu hasil yang didapat profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. H 3 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Manajemen Laba
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015) - UNS Institutional Repository

PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015) - UNS Institutional Repository

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi berjudul “ Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015) ” adalah betul-betul karya saya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya, dalam skripsi ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam Daftar Pustaka.

Baca lebih lajut

1264 1 2415 1 10 20150211

1264 1 2415 1 10 20150211

Akuisisi adalah pembelian sebagian atau seluruh kepemilikan peusahaan lain (biasanya perusahaan yang mengalami kesulitan-kesulitan) baik dibidang manajemen maupun keuangan). Oleh karena itu ada satu perusahaan yang akan memegang kendali atas aset netto dan operasional perusahaan. Pada merger terjadi penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan cara pengalihan aktiva dan kewajiban satu perusahaan ke perusahaan yang lain sehingga satu perusahaan tetap bertahan dengan namanya sementara perusahaan yang lain berhenti sebagai entitas legal. Penggabungan usaha baik merger atau akuisisi dilakukan oleh perusahaan dengan maksud untuk memperoleh sinergi, efisiensi, diversifikasi, penghematan pajak, tujuan pengendalian atau untuk maksud yang lain seperti memperluas segmen pasarnya bahkan juga monopoli (Barnes 2002). Sinergi adalah keadaan dimana jumlah nilai dari perusahaan yang bergabung lebih besar daripada nilai-nilai perusahaan sebelum digabung.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA  Pengaruh Lingkungan Kerja,Motivasi Kerja Dan Disiplin kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Syariah Mandiri Surakarta (Mikro).

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA Pengaruh Lingkungan Kerja,Motivasi Kerja Dan Disiplin kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Syariah Mandiri Surakarta (Mikro).

Menurut Rivai (2005) disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer unruk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk menigktkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Disiplin kerja pada perusahaan akan meningkatnya ketepatan waktu dalam bekerja sehingga karyawan akan bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Baca lebih lajut

S PEA 1005477 Chapter1

S PEA 1005477 Chapter1

yang bersifat “ Intellectualy Intensive ” (Kamath,2007). Alat yang digunakaan untuk mengukur intellectual capital mengacu pada penelitian Afroze (2011) dan Fathi, et al (2013) yaitu metode Pulic ( ). Menurut pernyataan Ulum (2009: 87) didesain untuk menyajikan informasi tentang value creation efficiency dari asset berwujud ( tangible asset) dan asset tidak berwujud ( intangible asset ) yang dimiliki perusahaan. Penggunaan dikarenakan pendekatan ini relatif mudah dan sangat mungkin untuk dilakukan, karena dikonstruksi dari akun-akun dalam laporan keuangan perusahaan (neraca dan laba rugi). Sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan yaitu Return On Asset (ROA). Penggunaan ROA dikarenakan mudah untuk dihitung dan menerapkan prinsip transparansi serta merefleksikan keuntungan bisnis dan efesiensi perusahaan dalam pemanfaatan total asset ( Chen et al, 2005).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, KINERJA LINGKUNGAN DAN PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP REAKSI PASAR

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, KINERJA LINGKUNGAN DAN PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP REAKSI PASAR

Hasil pengujian terhadap risiko sitematik (beta) memberikan informasi bahwa dalam jangka pendek (di sekitar tanggal pengumuman laporan tahunan perusahaan), investor masih belum menjadikan risiko sistematik sebagai preferensi dalam menentukan perubahan strategi berinvestasi. Dalam pembuatan keputusan investasi, investor memerlukan ukuran risiko sistematik yang akurat dan tidak bias. Hal ini sangat penting bagi investor, sebagai dasar untuk memperkirakan besarnya risiko maupun return investasi dimasa depan. Dengan melihat perilaku koefisien beta dari waktu ke waktu, investor akan memperkirakan besarnya risiko sistematik pada masa yang akan datang. Berdasarkan pertimbangan tersebut, secara umum menjadi sangat tidak mungkin apabila perilaku koefisien beta yang merupakan data historis yang membutuhkan waktu pengamatan yang panjang, bisa digunakan sebagai preferensi dalam event window yang relatif pendek, hanya di sekitar tanggal publikasi laporan tahunan perusahaan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

MERGER DAN AKUISISI DAMPAKNYA PADA KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

MERGER DAN AKUISISI DAMPAKNYA PADA KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Salah satu strategi ekspansi perusahaan adalah dengan cara penggabungan usaha untuk pengendalian atas aktiva maupun operasional perusahaan-perusahaan yang bergabung. Ekspansi eksternal melalui penggabungan usaha dikenal dalam tiga bentuk, yaitu merger, akuisisi dan konsolidasi. Tidak hanya itu, perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi memberikan banyak keuntungan lain bagi perusahaan, antara lain peningkatan kemampuan dalam pemasaran, riset, skill manajerial, transfer tekhnologi, dan efisiensi berupa penurunan biaya produksi. Ada juga alasan lain merger dan akuisisi yang sering dimunculkan adalah sinergi, pertimbangan pajak, membeli aset dibawah penggantian, diversifikasi,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1 212011614 Full text

T1 212011614 Full text

Pada beberapa persyaratan di atas, dikatakan sanggup bekerja di ruangan dingin dan tidak memiliki gangguan pernapasan karena kondisi lingkungan kerja yang terdapat di perusahaan pengguna lebih banyak tempat bersuhu dingin untuk proses produksinya. Syarat lainnya yang ikut disertakan diantaranya surat lamaran kerja, daftar riwayat hidup, fotocopy ijasah dan daftar nilai, surat keterangan kesehatan, fotocopy SKCK, fotocopy KTP, foto berwarna ukuran 4x6 (2 lembar) dan 3x4 (2 lembar). Dari persyaratan yang ditentukan oleh PT. SWP Salatiga bisa terlihat bahwa pada dasarnya yang dibutukan adalah untuk usia pekerja yang produktif yakni minimal berusia delapan belas tahun. Selain itu juga yang memiliki pendidikan minimal SLTA. Adapula kondisi fisik yang sehat karena lingkungan kerja yang bersuhu dingin, dibutuhkan pekerja yang sehat dan kondisi fisik yang kuat. Oleh karena itu, pekerjaan tidak terlalu mengutamakan knowledge worker, sehingga yang dibutuhkan adalah ketahanan fisik yang kuat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

PENDAHULUAN PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

Penelitian yang dilakukan oleh Ariyanto dan Setyorini (2013) menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian Sukirni (2012) menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian Wongso (2012) menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan sedangkan kebijakan dividen yang diukur dengan dividend payout ratio berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian yang berbeda-beda maka penelitian ini akan meneliti kembali pengaruh struktur kepemilikan dan dividend payout ratio terhadap nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...