Maulid Nabi Muhammad

Top PDF Maulid Nabi Muhammad:

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Akhirnya para ulama yang hadir bersama Al-Malik Mudhaffaruddin dalam pertemuan itu memutuskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad itu boleh. Kemudian Al- Malik Mudhafar sendiri langsung menyumbang 100 ekor unta dan sekian ton gandum untuk mengadakan peringatan maulid Nabi muhammad SAW. Setiap daerah diundang penyair untuk membuat syair pujian dan shalawat kepada Nabi muhammad. Kitab-kitab yang tersisa hingga sekarang di antaranya yang dikarang oleh Syeikh al-Bearzanji dan Syeikh Addiba’i.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pertanyaan tentang penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw seperti yang saudara sampaikan pernah ditanyakan dan telah pula dijawab oleh Tim Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah. Untuk itu, kami sarankan saudara membaca kembali jawaban-jawaban tersebut, yaitu terdapat dalam buku Tanya Jawab Agama terbitan Suara Muhammadiyah Jilid IV, Cetakan Ketiga, halaman 271-274, Majalah Suara Muhammadiyah No. 12 Tahun Ke-90 16-30 Juni 2005 dan juga di Majalah Suara Muhammadiyah No. 1 Tahun Ke-93 1-15 Januari 2008. Namun demikian, berikut ini akan kami sampaikan ringkasan dari dua jawaban yang telah dimuat sebelumnya tersebut.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

 Contoh Format Proposal Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Contoh Format Proposal Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tempat : Masjid Besar Al-Mukhlashin Desa Bulurejo – Benjeng – Gresik Maka untuk kelancaran kegiatan tersebut kami mohon bantuan dana untuk kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

10 Baca lebih lajut

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

2.1. Pengertian Memperingati dan Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Bulan Rabiul Awal ini merupakan bulan yang istimewa. Bagaimana tidak istimewa?, pada bulan tersebut manusia terbaik, hamba Allah dan utusan Allah termulia dilahirkan di dunia. Pada 1400 abad yang lalu, tepatnya pada hari Senin 12 Rabiul Awal 576 M, baginda Nabi Muhammad Saw dilahirkan dari pasangan Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah Radliya Allahu ‘anhuma.

12 Baca lebih lajut

Surat Undangan Maulid Nabi Muhammad Saw

Surat Undangan Maulid Nabi Muhammad Saw

Sehubungan dengan akan diadakanya Peringatan Hari Besar islam, Isro Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Mengingat acara tersebut membutuhkan dana yang cukup besar,oleh karena itu kami selaku panitia mohon infaq dan sodaqoh seikhlasnya dan demi terlaksananya acara tersebut.

13 Baca lebih lajut

Trilogi Maulid Nabi Muhammad

Trilogi Maulid Nabi Muhammad

b) Terkadang dalam beberapa upacara perayaan hari ulang tahun atau maulid kebanyakan melahirkan pula berbagai macam keharaman lain seperti: bercampur laki-laki dan perempuan, penggunaan lagu- lagu dan biduan, minuman keras dan mengkomsumsi obat terlarang, bahkan terkadang muncul syirik akbar seperti minta pertolongan (istighotsah) kepada Rasulullah atau kepada ulama, dan merendahkan kitab Allah úÍAªKð é KAjJ.ƒ dengan merokok di majelis Al Qur'an. Tidak jauh dari itu, terkadang dalam acara seperti ini melahirkan sikap foya-foya dan menyia-nyiakan harta, dan melakukan forum dzikir mistik di dalam masjid pada hari kelahiran dengan disertai suara keras dan dilagukan dengan dipandu tepukan yang kuat dari pemimpin dzikir.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

dan egalitarian yang dibingkai dalam figura al Quran dan al Hadits. Dengan demikian, 12 Rabiul Awal merupakan tonggak sejarah yang memotivasi masyarakat untuk merayakan maulid Nabi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kehadiran beliau di tengah-tengah masyarakat dunia. Situasi dan kondisi umat yang semakin terpuruk akibat kontak budaya dan peradaban yang ‘menggila’, juga turut mengundang motivasi masyarakat untuk merayakan kelahiran Nabi sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya oleh Shalahuddin al Ayyubi pada abad ke XII. Kedua: motivasi teologis, aspek teologis ternyata juga memiliki peran yang cukup strategis dalam memotivasi masyarakat merayakan maulid Nabi. Hal ini dapat dilihat dari fatwa-fatwa yang dikemukakan oleh para ulama madzhab Hanafi dan Maliki yang mengemukakan bahwa “diktum hukum yang ditetapkan dengan diktum tradisi sama dengan diktum hukum yang ditetapkan berdasarkan hukum syar’i”. Hal yang senada pernah juga diungkapkan oleh Syarakhsyi yang menyebutkan bahwa “menetapkan hukum dengan tradisi seolah-olah menetapkan hukum dengan nash”. Namun hukum yang ditetapkan berdasarkan tradisi tersebut sejatinya harus memiliki relevansi dan senafas dengan nilai-nilai al Quran dan al Hadits. Ketiga: motivasi filosofis-sosiologis, masyarakat merupakan sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan sekian banyak individu kecil maupun besar yang terikat oleh satuan adat, tradisi, hukum dan hidup bersama. Masyarakat akan dapat hidup tegak berdiri jika instrumen dalam masyarakat tersebut dapat berinteraksi dengan harmonis, tanpa adanya ketimpangan-ketimpangan sosial yang dapat menyuburkan benih-benih pertikaian. Dengan demikian, secara filosofis-sosiologis, perayaan maulid Nabi dapat dijadikan sebagai suplemen yang akan menggugah semangat serta sebagai pondasi yang akan memperkokoh bangunan ukhuwah masyarakat yang diwujudkan dalam sebuah kebersamaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

11 Baca lebih lajut

MAULID NABI MUHAMMAD SAW INDONESIA

MAULID NABI MUHAMMAD SAW INDONESIA

Muhammad (SAW) kepada kaum jahil yang selalu terdorong oleh nafsu dan keberpihakan sia- sia serta tergoda oleh kehidupan dunia. Sebab itu, mereka tidak dapat melihat kebenaran atau tidak dapat dituntun ke jalan yang benar. Allah SWT berfirman [Dan kalian berada di tepi jurang Neraka, dan Ia menyelamatkan kalian darinya]. Pengutusan Nabi Muhammad (SAW) telah menghidupkan era baru di mana manusia telah dituntun ke jalan yang lurus dan tidak menyimpang serta segala kesalahan dan kesesatan telah dihapuskan. [Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BUKU PEDOMAN Maulid Nabi Muhammad 1439H

BUKU PEDOMAN Maulid Nabi Muhammad 1439H

Untuk menyambut dan memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW. PHM DKM Lukmanul Hakim akan menyelenggarakan berbagai acara sebagai rangkarian perlombaan dari Peringatan Hari Besar Islam yang akan meningkatkan nilai-nilai spiritual dan ibadah yang sangat bernilai pahala bagi jama’ah. Sehingga jam’ah masjid Lukmanul Hakim akan senantiasa bernaung dan berada dalam lingkungan masjid.

19 Baca lebih lajut

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Al-Hafizh Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah (11\172) bahwa Daulah Fathimiyyah ‘Ubaidiyyah nisbah kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Alqadah Alyahudi yang memerintah Mesir dari tahun 357 H-567 H. Merekalah yang pertama-tama merayakan perayaan-perayaan yang banyak sekali diantaranya perayaan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Keterangan ini ditulis juga oleh Al-Maqrizy dalam kitabnya Al- Mawa’idz wal I’tibaar (1\490), dan Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i mufti Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam fiima Yata’allaqu bissunnah wal Bid’ah minal Ahkam [halaman 44- 45], dan Syaikh ‘Ali Mahfudz menyetujui mereka dalam kitabnya yang baik Al-Ibdaa’ fii Madhaarr Al-Ibtidaa’ [halaman 251] dan selain mereka masih banyak lagi. Jadi yang pertama- tama mensyariatkan perayaan ini mereka adalah orang-orang Zindiq (menampakkan keislaman untuk menyembunyikan kekafiran) Al-‘Ubaidiyyun dari Syi’ah Rafidhah keturunan Abdullah bin Saba Al-Yahudi. Mereka tidak mungkin melakukan yang demikian karena cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi karena ada maksud lain yang tersembunyi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

setiap tindakan Nabi Muhammad SAW. Peringatan Malid Nabi Muhammad SAW salah satunya dapat dijumpai di Kota Pekalongan. Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Pekalongan yang diselenggarakan oleh Habib Luthfi bin Yahya Ra‟is „Am Jam‟iyah Ahlu Thariqah al Mu‟tabarah an Nahdiyah (ba dan otonom Nahdhatul Ulama‟) sering disebut dengan Maulid Kanzus Sholawat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diisi dengan tausiyah-tausiyah yang disampaikan oleh para kyai dan habaib khususnya Habib Luthfi bin Yahya berisi tentang anjuran untuk meniru Nabi Muhammad SAW dan cinta kepada tanah air. Puji-pujian (sholawat) kepada Nabi Muhammad SAW serta sholawat cinta Indonesia dikumandangkan dalam setiap pengajian tersebut. Selain itu, jama‟ah Maulid juga mengibarkan
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Assalamualaikum Wr

Assalamualaikum Wr

Edhelem papanghian saat samangken ka’ dinto bhadhan kaule bedhi nyampe’aghiye tentang peringatan maulid nabi Muhammad SAW, seka’dhimma, Nabi Muhammad SAW lahir teppak eyareh senin robiul awal tahun geje sekak dimmah beberreh kanjheng Nabi dhak bumi kak dinto sanget enantos sareng sadheje mahlo torjugen sadhaja malaikat se ampon anantos karena bekal bedhe seorang pemimpin, se bhakal ge jee kajemberan katentraman ben kajumamberan e muka bumi ka’ dinto beberre kanjeng nabi ka’ dinto kabbhi senneng saengha sakabbinah mahlok bersholawat dhak ka nabi Muhammad malaikat maus sholawat, hewan bersholawat, tumbuhan bersholawat sadhajanah maus sholawat parmilah dhari ka’ dinto para bapak bhan ebu tor tantretan sadhaje ngireng bedhen kaule sadhaja minangka umate nabi Muhammad jek gek pegek asokkor dhak Allah SWT se ampon dhadhi umatha nabi Muhammad SAW, jek gek pegek maus sholawat kaangguy ngamali manfaat epon kanjheng nabi Muhammad SAW.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hukum Memeperingati Maulid Nabi saw

Hukum Memeperingati Maulid Nabi saw

Sebagian umat Isalam tentunya mafhum bahwa Nabi Muhammad saw di lahirkan pada tanggal 12 Robi'ul Awwal tahun Gajah. Berpedoman dengan hal itu, umat Islam memperingati maulid Nabi Muhammad saw. Oleh orang jawa, bulan Robi'ul awwal di sebut juga dengan bulan mulud, sedangkan tradisi peringatan maulid di sebut juga dengan Muludan.

5 Baca lebih lajut

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

sholawaat” Hal: 138-139. Dalam fasal: membicarakan bulan Robi’ul awal dan bid’ah melakukan maulid pada waktu itu. “tidak boleh mengkhususkan bulan ini (Rabi’ul awal) dengan berbagai macam ibadah seperti sholat, zikir, sedekah, dll. Karena musim ini tidak termasuk hari besar Islam seperti hari jum’at dan hari lebaran yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw, bulan ini memang bulan kelahiran Nabi Muhammad saw, tapi juga merupakan bulan wafatnya nabi Muhammad saw, kenapa mereka berbahagia atas kelahirannya tapi tidak bersedih atas kematiannya?, menjadikan hari kelahirannya sebagai perayaan maulid adalah bid’ah yang mungkar dan sesat, tidak diterima oleh syara’ dan akal, kalau sekiranya ada kebaikan dalam melakukannya tentu tidak akan lalai dari melakukannya Abu bakar, Umar, Ustman dan Ali serta para sahabat yang lainnya, dan para tabi’iin serata para ulama yang hidup setelah mereka, maka tidak ragu lagi yang pertama melakukannya adalah kelompok sufisme yang tidak punya kesibukan yang senang melakukan bid’ah kemudian diikuti oleh manusia-manusia lainnya, kecuali orang yang diselamatkan Allah serta di beri taufiq untuk memahami haqiqat agama Islam.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Perlarangan memperingati hari besar I slam yang dimotori Arifin di mediamassa menurut Dalail karena Arifin menganggap bahwa peringatan tersebut adalah bagian dari ibadah dan ia tidak setuju dengan pendapat ini. Menurutnya memperingati hari besar I slam merupakan salah satu sarana dakwah. Peringatan hari besar I slam dibenarkan sepanjang tidak bertentangan dengan Alquran dan Hadis yang sahih, misalnya pada peringatan maulid Nabi Muhammad saw. ada marhabannya, di mana ketika mengatakan “ ¢alla All±h ‘Al± Mu¥ammad” hadirin berdiri dan menganggap bahwa roh nabi Muhammad hadir. Contoh lain, seperti amalan Nisfu Sya’ban tiga kali surah Y±s³ n dan doa tiga kali untuk panjang umur, rezeki agar dapat taat kepada Allah dan dikuatkan iman. Karena ketiga doa tersebut bisa kita baca setelah selesai salat. Amalan yang benar sesuai hadis seperti puasa Nisfu Sya’ban. 31
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Maulid Nabi Dalam Mazhab Shafi i

Maulid Nabi Dalam Mazhab Shafi i

Taqiyuddin subki adalah ulama besar dalam mazhab shafi’i. pengarang kitab takmilah almajmu’ sambungan majmu’ syarah muhazzab karangan an- nawawi. Wafat 657 H. mengikut beliau berdiri ketika mendengar kisah nabi dilahirkan adalah pekerjaan yang baik demi menghormati nabi.

11 Baca lebih lajut

Show all 7619 documents...