ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

Top PDF ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN:

ANALISIS RESIKO ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (Pest Risk Analysis) PADA POLONG KEDELAI (Glycine max L.) IMPOR DARI JEPANG

ANALISIS RESIKO ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (Pest Risk Analysis) PADA POLONG KEDELAI (Glycine max L.) IMPOR DARI JEPANG

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul ”Analisis Resiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (Pest Risk Analysis) Pada Polong Kedelai (Glycine max L.) Impor dari Jepang”. Penyusunan

10 Baca lebih lajut

ANALISIS RESIKO ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (Pest Risk Analysis) PADA POLONG KEDELAI (Glycine max L.) IMPOR DARI JEPANG

ANALISIS RESIKO ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (Pest Risk Analysis) PADA POLONG KEDELAI (Glycine max L.) IMPOR DARI JEPANG

PRA (Pest Risk Analysis) merupakan suatu faktor penting dalam menunjang keberadaan suatu komoditi, masuk maupun keluar dari suatu negara. Tujuan diadakannya PRA ini adalah untuk mengantisipasi suatu introduksi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang keberadaannya illegal, dengan kata lain terlarang untuk berada di suatu wilayah. PRA ini dilakukan pada tiga puluh OPT dari lima puluh satu OPT pada polong kedelai dari Jepang. Analisis ini bersifat deskripsi kuantitatif dengan mendata laporan lembaga-lembaga yang terkait dengan perlindungan tumbuhan internasional, berdasarkan data akurat yang dianulir dari Commonwealth Agriculture Bureau International (CABI) 2003. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS RESIKO ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (Pest Risk Analysis) PADA POLONG KEDELAI (Glycine max L.) IMPOR DARI JEPANG

ANALISIS RESIKO ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (Pest Risk Analysis) PADA POLONG KEDELAI (Glycine max L.) IMPOR DARI JEPANG

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul ”Analisis Resiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (Pest Risk Analysis) Pada Polong Kedelai (Glycine max L.) Impor dari Jepang”. Penyusunan

10 Baca lebih lajut

Pedoman surveilensi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau OPT Karantina (OPTK)

Pedoman surveilensi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau OPT Karantina (OPTK)

Baik untuk survei umum maupun spesifik, gambar dan kunci diagnosis OPT serta gejala serangan tanaman inang sangat berguna dalam pembuatan laporan. Buku catatan atau bahan lain yang dapat digunakan di lapangan akan sangat membantu dalam identifikasi, khususnya untuk OPT yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh anggota tim surveilensi. Koleksi referensi herbarium tumbuhan, tumbuhan terserang, atau koleksi kecil berisi hewan invertebrata yang dibawa ke lapangan terbukti sangat membantu selama tidak menganggu dan koleksi tersebut dapat dijaga agar tidak rusak. Gambar elektronik dapat dikumpulkan dari internet, gambar dari kamera digital, kolega atau jejaring surat elektronik. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk menyusun daftar informasi OPT.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

urgensi penerapan daerah prevalensi rendah organisme pengganggu tumbuhan/Area of Low Pest Prevalence (ALPP) di Indonesia

urgensi penerapan daerah prevalensi rendah organisme pengganggu tumbuhan/Area of Low Pest Prevalence (ALPP) di Indonesia

RUANG LINGKUP IPPC 1997 mendefinisikan yang dimaksud dengan Daerah Prevalensi rendah OPT atau Area of Low Pest Prevalence ALPP adalah "suatu daerah, apakah semua negara, bagian dari s[r]

14 Baca lebih lajut

PEMANTAUAN KEHILANGAN HASIL PADI SAWAH MELALUI PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

PEMANTAUAN KEHILANGAN HASIL PADI SAWAH MELALUI PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

Untuk membandingkan hasil antar perlakuan dalam rangka melihat potensi kehilangan hasil karena akibat serangan organisme pengganggu tanaman, kehilangan hasil di lapang masih terjadi dan kemampuan petani dalam menekan kehilangan hasil, dari tiap bagian petak contoh dipanen secara ubinan dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m. Hasil panen dari petak contoh tersebut dianalisis dengan rumus sebagai berikut :

15 Baca lebih lajut

Pedoman diagnosis organisme pengganggu tumbuhan karantina golongan cendawan

Pedoman diagnosis organisme pengganggu tumbuhan karantina golongan cendawan

Untuk pemeriksaan tidak langsung dilakukan desinfeksi jaringan tanaman/ bibit/ plantlet dengan mengusap permukaan jaringan menggunakan sodium hipoklorit NaOCl 1% atau etanol 70% denga[r]

120 Baca lebih lajut

Index of /ProdukHukum/Sekneg PP No 14 th 2002

Index of /ProdukHukum/Sekneg PP No 14 th 2002

(1) Apabila dari hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) ternyata Media Pembawa tersebut tidak bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan, atau berada dalam keadaan busuk atau rusak, atau merupakan jenis-jenis Media Pembawa yang dilarang pemasukannya ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia atau Area yang bersangkutan, maka terhadap Media Pembawa tersebut dilakukan penolakan dan harus segera dibawa keluar dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia atau Area transit yang bersangkutan.

28 Baca lebih lajut

Peraturan Perundangan « Indonesia Biosafety Clearing House

Peraturan Perundangan « Indonesia Biosafety Clearing House

Ketentuan ini pada dasarnya sama dengan ketentuan huruf d tetapi bersifat lebih khusus yaitu hanya diberlakukan terhadap jenis-jenis Media Pembawa tertentu. Media Pembawa tersebut hanya dapat dimasukkan di tempat-tempat pemasukan yang telah ditunjuk/ ditetapkan, dan tidak berlaku bagi tempat-tempat pemasukan lainnya. Pengkhususan ini dilakukan dengan pertimbangan yang bersifat teknis, misalnya tidak tersedianya sarana untuk mendeteksi Organisme Pengganggu Tumbuhan tertentu.

31 Baca lebih lajut

uu no 16 th 1992 ttg karantina hewan ikan dan tumbuhan

uu no 16 th 1992 ttg karantina hewan ikan dan tumbuhan

12. Tempat pemasukan dan tempat pengeluaran adalah pelabuhan laut, pelabuhan sungai, pelabuhan penyeberangan, bandar udara, kantor pos, pos perbatasan dengan negara lain, dan tempat-tempat lain yang dianggap perlu, yang ditetapkan sebagai tempat untuk memasukkan dan/atau mengeluarkan media pembawa hama dan penyakit hewan, hama dan penyakit ikan, atau organisme pengganggu tumbuhan;

14 Baca lebih lajut

Strategi Pengendalian Hama

Strategi Pengendalian Hama

Karantina Pertanian Pengertian • Tempat pengasingan dan/atau tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan dari luar neg[r]

5 Baca lebih lajut

Direktorat Perlindungan Hortikultura | hortikultura

Direktorat Perlindungan Hortikultura | hortikultura

Pada saat ini yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Seksi Kelembagaan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan OPT Direktorat Perlindungan Hortikultura sejak 3 Maret 2016.. Sebel[r]

1 Baca lebih lajut

Peraturan Perundangan PP0142002

Peraturan Perundangan PP0142002

Ketentuan ini pada dasarnya sama dengan ketentuan huruf d tetapi bersifat lebih khusus yaitu hanya diberlakukan terhadap jenis-jenis Media Pembawa tertentu. Media Pembawa tersebut hanya dapat dimasukkan di tempat-tempat pemasukan yang telah ditunjuk/ ditetapkan, dan tidak berlaku bagi tempat-tempat pemasukan lainnya. Pengkhususan ini dilakukan dengan pertimbangan yang bersifat teknis, misalnya tidak tersedianya sarana untuk mendeteksi Organisme Pengganggu Tumbuhan tertentu.

0 Baca lebih lajut

Produk Hukum • Info Hukum perpres 32 2007

Produk Hukum • Info Hukum perpres 32 2007

(2) Sejak mulai tanggal pemberian tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bagi Pegawai Negeri Sipil yang telah menerima tunjangan Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Pengawas Benih Tanaman, Pengawas Bibit Ternak, Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Perikanan, Pengendali Hama dan Penyakit I kan, dan Pengawas Benih I kan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2006 tentang tunjangan jabatan fungsional Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Pengawas Benih Tanaman, Pengawas Bibit Ternak, Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Perikanan, Pengendali Hama dan Penyakit I kan, kepadanya hanya diberikan selisih besarnya tunjangan Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Pengawas Benih Tanaman, Pengawas Bibit Ternak, Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Perikanan, Pengendali Hama dan Penyakit I kan, dan Pengawas Benih I kan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERPRES NO 32 TH 2007

PERPRES NO 32 TH 2007

Pemberian tunjangan Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Pengawas Benih Tanaman, Pengawas Bibit Ternak, Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Perikanan, Pengendali Hama dan Penyakit Ikan, dan Pengawas Benih Ikan, dihentikan apabila Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, diangkat dalam jabatan struktural atau jabatan fungsional lain atau karena hal lain yang mengakibatkan pemberian tunjangan dihentikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

9 Baca lebih lajut

01. Pengumuman OPT Disbun

01. Pengumuman OPT Disbun

Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan : Belanja Bahan Dan Barang Non Operasional Lainnya Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan OPT Tanaman Rempah Penyegar Kopi Dan Kakao Pada Dina[r]

1 Baca lebih lajut

Keputusan Presiden no 16 th 2003

Keputusan Presiden no 16 th 2003

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan mutu, prestasi, pengabdian dan semangat kerja bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam jabatan fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Pengawas Benih Tanaman, Pengawas Bibit Ternak, Medik Veteriner, dan Paramedik Veteriner, dipandang perlu memberikan Tunjangan Jabatan Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Pengawas Benih Tanaman, Pengawas Bibit Ternak, Medik Veteriner, dan Paramedik Veteriner dengan Keputusan Presiden;

13 Baca lebih lajut

Show all 6362 documents...