pekerja harian

Top PDF pekerja harian:

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.

Nuryanti, Ariani Endah. 2005. Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Program Studi Ilmu Hukum Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Drs. Sugito,S.H dan Tri Sulistiyono,S.H. 103 h.

2 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Pelaksanaan perlindungan hukum tersebut berarti membahas mengenai hak-hak pekerja setelah melaksanakan kewajibannya serta kepastian hukum yang ada didalamnya. Permasalahan yang dikaji adalah: 1) Bagaimanakah pelaksanaan perlindungan hukum terhadap pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel? 2) Apakah faktor penghambat dalam pelaksanaan perlindungan hukum tersebut dan bagaimana cara penyelesaiannya?.

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN WAKTU KERJA DAN UPAH BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS.

PENDAHULUAN KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN WAKTU KERJA DAN UPAH BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS.

Selain permasalahan tidak terpenuhinya hak-hak pekerja yang terjadi pekerja harian lepas Kapal Isap Produksi (KIP) PT. Timah Tbk yang berlokasi di Airkantung, Sungailiat, Bangka, kasus ketidakjelasan juga terjadi pada pekerja harian lepas pabrik triplek PT. Erwan Superwood Tbk, Pekanbaru. Pada tanggal 30 November 2010, pekerja harian lepas meminta PT. Erwan Superwood Tbk memberikan status yang jelas pada pekerja harian lepas tersebut, karena sudah bekerja belasan tahun lamanya di perusahaan tersebut. Ketidakjelasan juga terletak pada perjanjian kerja yang berlaku bagi pekerja harian lepas tersebut. Waktu kerja yang berlaku bagi pekerja harian lepas pabrik selama 12 (dua belas) jam dari pagi sampai malam namun tidak dihitung lembur. Selain itu, para pekerja harian lepas di pabrik tersebut tidak diperbolehkan untuk membawa makanan maupun minuman padahal di dalam pabrik tersebut tidak ada yang berjualan makanan ataupun minuman. Waktu istirahat bagi pekerja sangat terbatas. Apabila ada pekerja yang kelelahan kemudian duduk sebentar pada waktu istirahat, pengawas langsung menyiram dengan air dan pekerja harian lepas diperintahkan pulang tanpa dihitung jam kerjanya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Bagi pengurus perusahaan memanfaatkan tenaga pekerja harian lepas selain memperoleh tenaga yang murah, mereka mudah diatur dan tidak banyak menuntut. Keadaan dan kondisi yang demikian menyebabkan kesulitan bagi pihak pekerja harian lepas dan pengusaha untuk menyelenggarakan perjanjian perburuhan, walaupun terbentuknya perjanjian hal tersebut tidak menjamin adanya kepastian hukum akibatnya tidak dapat diharapkan sebagaimana yang telah dicantumkan didalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Apalagi pekerja harian lepas tersebut tidak mempunyai organisasi serikat pekerja yang dapat menyalurkan aspirasi para pekerja sehingga nasibnya menjadi manifestasi dari hukum primitive, kalaupun sudah ada tentunya kebebasan mereka dibatasi (Lasswel dalam T.O Ihromi 2000:80).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Saran peneliti, untuk lebih meningkatkan perlindungan hukum terhadap pekerja harian lepas, maka perlu diupayakan oleh pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung untuk menyelenggarakan pengawasan ketenagakerjaan secara langsung kepada para pihak yaitu pihak pekerja harian lepas dan pengusaha.

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

PENDAHULUAN Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

Hubungan pengusaha/majikan dengan pekerja harian lepas memang berbeda dengan pekerja tetap ataupun pekerja kontrak (outsourcing). Hal ini karena tidak ada kontrak dan peraturan tertulis yang dilakukan pekerja harian lepas. Walaupun ada kesepakatan itu terjadi antara pihak yang kuat sebagai penentu syarat dan pihak yang lemah sebagai penerima syarat. Hubungan pengusaha dengan pekerja Harian Lepas biasanya merupakan relasi kerja berdasarkan perjanjian/kontrak tidak tertulis (lisan). Jenis kontrak seperti ini jelas dapat merugikan pihak-pihak yang memiliki posisi yang rendah, yakni para pekerja.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERIMAAN UPAH PEKERJA HARIAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi Kasus Para Pekerja Toko Pakaian di Pasar Tengah Bandar Lampung ) - Raden Intan Repository

PENERIMAAN UPAH PEKERJA HARIAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi Kasus Para Pekerja Toko Pakaian di Pasar Tengah Bandar Lampung ) - Raden Intan Repository

Upah merupakan salah satu hal paling penting bagi para pekerja dalam suatu perusahaan. Hal ini tidaklah berarti bahwa tingkat upahlah yang merupakan pendorong utama, tingkat upah hanya merupakan dorongan utama hingga pada tarif dimana upah itu belum mencukupi kebutuhan hidup para kerja sepantasnya. Dalam menentukan upah biasanya akan di buat penjanjian diawal, dan disetujui oleh kedua belah pihak. Menentukan upah tidak boleh keluar dari aturan-aturan Islam, namun telah berkembang di Pasar Tengah Bandar Lampung adanya perbedaan upah baik itu upah pekerja harian maupun pekerja bulanan. Penyusun sangat tertarik untuk melakukan penelitian di toko pakaian Pasar Tengah ini, yang mana akan ditinjau dari segi Hukum Islam.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEKERJA HARIAN LEPAS DI CV. INDOJATI SURAKARTA  Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEKERJA HARIAN LEPAS DI CV. INDOJATI SURAKARTA Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil penelitian Terkait Hukum Ketenagakerjaan di CV. Indojati Surakarta 44 1. Perjanjian dan Peraturan yang Diberlakukan Terhadap Pekerja Harian Lepas di CV. Indojati Surakarta .................................. 44

12 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI  KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN WAKTU KERJA DAN UPAH BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN WAKTU KERJA DAN UPAH BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS.

Puji dan syukur, penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan penulisan hukum / skripsi yang berjudul :“KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN WAKTU KERJA DAN UPAH BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS”.

13 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjanjian pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel dibuat secara lisan yang disepakati kedua belah pihak, upah kerja untuk pekerja harian lepas masih dibawah upah minimum kota dan tunjangan lain berupa Tunjangan Hari Raya, fasilitas pelayanan kesehatan, dan cuti hanya untuk hari besar. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum mengalami hambatan- hambatan yang ditimbulkan baik dari pekerja harian lepas, pengusaha dan pemerintah. Hambatan yang timbul dari pekerja harian lepas adalah: menejemen dari serikat pekerja, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hambatan yang timbul dari pengusaha adalah: rendahnya kesadaran pengusaha terhadap peraturan perundang-undangan. Sedangkan, hambatan yang timbul dari pemerintah adalah pemerintah tidak segera merespon permasalahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Harian L

Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Harian L

Berdasarkan penjelasan yang penyusun bahas diatas, upaya hukum bagi pekerja harian lepas yang tidak mendapatkan upah adalah dengan melalui cara non litigasi dan litigasi. Cara non litigasi terbagi menjadi dua yaitu perundingan bipartit dan perundingan tripartit. Perundingan bipartit yang lebih mengutamakan musyawarah dan mendapat hasil yang maksimal untuk para pihak. Sedangkan perundingan tripartit adalah perundingan yang ditengahi oleh fasiliator yang bisa disebut mediator, konsiliator dan arbiter. Sebagai penengah yang bersifat netral dalam perundngingan tersebut. Lebih dari banyak penyelesaian perselisihan pekerja harian lepas yang tidak mendapatkan upah adalah dengan melalui proses bipartit dan dilanjutkan proses tripartit jika tidak mendapat kesepakatan. Karena pastinya pekerja tersebut juga harus berpikir jika perselisihan masuk ke dalam pengadilan akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu mau tidak mau perselisihan tersebut dapat diakhiri dan mencapai kesepakatan pad acara non litigasi tersebut.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS PT. KARUNA YANG TELAH BEKERJA SELAMA 3 (TIGA) BULAN BERTURUT TURUT ATAU LEBIH DIKAITKAN DENGAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS PT. KARUNA YANG TELAH BEKERJA SELAMA 3 (TIGA) BULAN BERTURUT TURUT ATAU LEBIH DIKAITKAN DENGAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK.

Didalam dunia ketenagakerjaan, pekerja dan pengusaha dihadapkan pada beberapa faktor yag memicu maraknya perselisihan ketenagakerjaan. Faktor yang memicu maraknya perselisihan ketenagakerjaan ini berupa masalah perjanjian kerja dan hak pekerja khususnya bagi pekerja harian lepas. Perushaan yang dijadikan objek penelitian adalah PT Karuna di bekasi dengan tujuan mengetahui kedudukan pekerja harian lepas di PT Karuna dan Perlindungan hukum para pekerja harian lepas di PT Karuna.

1 Baca lebih lajut

Pengoptimuman Masalah Penjadwalan Empat Hari Kerja Dalam Seminggu Secara Siklis Berbasis Dual

Pengoptimuman Masalah Penjadwalan Empat Hari Kerja Dalam Seminggu Secara Siklis Berbasis Dual

Berdasarkan teorema dual dan struktur masalah (4,7), nilai minimum total pekerja dapat diperoleh dari hasil substitusi solusi optimal dual , , … , ke fungsi objektifnya, sehingga � = � . Fungsi objektif dual melibatkan banyaknya kebutuhan pekerja harian � , � , … , � dan variabel dual , , … , . Nilai � , � , … , � adalah nilai parameter yang tidak tentu nilainya, yaitu bergantung pada permasalahan yang diinginkan, sehingga solusi optimal yang diperoleh tidak bersifat universal untuk semua jenis masalah (4,7). Semua solusi yang termasuk dalam daerah fisibel akan dipilih salah satu di antaranya sebagai solusi optimal. Solusi yang menghasilkan nilai terbesar dari hasil susbtitusinya ke fungsi objektif merupakan solusi optimal dalam kasus maksimisasi (Winston 2004). Berikut ini akan ditentukan solusi-solusi variabel dual ( , , … , yang termasuk dalam daerah fisibel sistem pertidaksamaan (5).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

T2 752014011 BAB III

T2 752014011 BAB III

Klasis lewat kedua Pendeta Porto dan Haria sehingga membutuhkan kekreatifan dari peserta, ada arahan, bimbingan tentang apa penyebab konflik, isu kunci dalam konflik, ceramah, bacaan, video, drama, musik dan gambar. GPM memberikan bimbingan khusus yang berhubungan dengan konflik komunal, melatih majelis dan semua simpul pelayanan (organisasi perempuan, laki-laki dan lain-lain). Bimbingan ini dilakukan dengan mengadakan pendekatan-pendekatan dari atas, di mana para pendeta berusaha membangun kesadaran dari bawah (bottom up) karena GPM menganut paham Presbiterial Sinodal. Gereja melihat bahwa sesuatu yang datang dari atas dan bersifat memaksa, tidak akan tertanam dalam hati tiap orang, dan konflik bisa tetap meletup sewaktu-waktu. Gereja membangun kesadaran bahwa konflik adalah sesuatu yang tidak baik dan hanya menimbulkan kerugian pada kedua pihak yang berkonflik. Bimbingan ini merupakan inisiatif Majelis Porto-Haria yang kemudian bekerja sama dengan Klasis dan meminta petunjuk dari Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode. 6 Yang dibimbing adalah seluruh sekmen bina umat, misalnya: pengasuh, Wadah Pelayanan Perempuan (WAPEPE), Wadah Pelayanan Laki-laki (WAPELA), Angkatan Muda (AM), anak-anak sekolah (SMP dan SMA), supir mobil, ojek, pembawa speed boat, orang-orang yang rentan (kelompok pemabuk, penjudi, orang yang malas beribadah), Majelis Jemaat dan Pemerintah Negeri. 7 Prosesnya dilakukan lewat khotbah, ceramah, diskusi, bimbingan, pastoralia pendekatan bagi mereka yang rentan, mengisi pikiran-pikiran mereka dengan hal-hal
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KOMPENSASI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN kar

KOMPENSASI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN kar

Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodek kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti sedangkan upah adalah balas jasa yang dibayarkan kepada pekerja harian denga[r]

14 Baca lebih lajut

Kuesioner Survei Konstruksi Tahunan 2013

Kuesioner Survei Konstruksi Tahunan 2013

65 500.000,- semuanya disediakan Lokasi Proyek Nama Pekerjaan Nilai Kontrak Persentase Pekerjaan Biaya Pekerja Harian BLOK II : PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PEKERJAAN KONSTRUKSI Dat[r]

7 Baca lebih lajut

Kuesioner Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan Tahun 2016

Kuesioner Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan Tahun 2016

NILAI PEKERJAAN DAN REALISASI FISIK PEKERJAAN Nilai Kontrak / Pekerjaan Jumlah Upah Pekerja Harian Nilai Pekerjaan yang Disubkontrakkan ke Pihak Lain Kumulatif Realisasi Fisik Pekerj[r]

6 Baca lebih lajut

ProdukHukum RisTek

ProdukHukum RisTek

1939 UNTUK PARA PEKERJA HARIAN DAN JAM-JAMAN DARI PENATARAN ANGKATAN LAUT DAN JAWATAN-JAWATAN ANGKATAN LAUT LAINNYA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT, Menimbang : bahwa untuk para p[r]

2 Baca lebih lajut

ddi documentation bahasa 253

ddi documentation bahasa 253

Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan 2013 (SKTr-2013) bertujuan untuk mengetahui perkembangan sektor konstruksi secara umum dengan referensi waktu yang lebih pendek. Karakteristik yang diteliti meliputi jumlah pekerja tetap, pekerja harian, balas jasa/ upah, nilai pekerjaan konstruksi yang diselesaikan, bahan/material yang digunakan, kondisi dan prospek usaha, serta masalah bisnis konstruksi dalam periode triwulanan.

50 Baca lebih lajut

Kuesioner VKT I 2012

Kuesioner VKT I 2012

Biaya Bahan Bangunan yang Digunakan: Jumlah biaya bahan bangunan yang digunakan oleh satu proyek pada periode triwulan survei Upah Pekerja Harian Lepas: Nilai upah yang dibayarkan perusahaan kepada pekerja harian lepas yang bekerja pada proyek konstruksi. Pekerja Tetap: Tenaga kerja yang secara Administrasi tercatat sebagai pekerja tetap dan biasanya memperoleh gaji bulanan secara tetap dari perusahaan sepanjang tahun.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...