"Pembelajaran Seni Lukis Anak untuk Mengembangkan Imajinasi, Ekspresi, dan Apresiasi"

Top PDF "Pembelajaran Seni Lukis Anak untuk Mengembangkan Imajinasi, Ekspresi, dan Apresiasi":

TINJAUAN UMUM FASILITAS APRESIASI SENI GRAHA APRESIASI SENI LUKIS ANAK DI YOGYAKARTA.

TINJAUAN UMUM FASILITAS APRESIASI SENI GRAHA APRESIASI SENI LUKIS ANAK DI YOGYAKARTA.

2. Teori ungkapan atau ekspresi bertumpu pada teori bahwa seni adalah ungkapan perasaan manusia (art is an expression of human feeling). Leo Tolstoy (1826-1910), novelis dan filosof kelahiran Rusia, menganggap seni sebagai transmission of felling (penyaluran perasaan) dengan maksud bahwa seni ialah membangun perasaan yang dialami, lalu dengan perantaraan garis, warna, bunyi atau bentuk, mengungkapkan apa yang dirasakan sehingga orang lain tergugah perasaanya secara sama. Teori ini juga dianut oleh filosof Italia Benedetto Croce (1866-1952), yang beranggapan bahwa seni adalah pengungkapan kesan-kesan (art is an expression of impressions). teori ekspresi atau ungkapan menyatakan bahwa seni dapat dirumuskan sebagai kegiatan mengungkapkan perasaan dan kesan-kesan imajinatif penciptaannya.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN GRAHA APRESIASI SENI LUKIS ANAK DI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN GRAHA APRESIASI SENI LUKIS ANAK DI YOGYAKARTA.

“Yang terjadi kemudian, meskipun panitia atau penyelenggara lomba lukis anak menyodorkan berbagai tema yang bervariasi, tetapi karya yang dihasilkan dalam berbagai lomba adalah karya lukis bersifat paritas. Artinya, obyek visual dan teknis finishingnya seragam. Antara karya yang satu dengan peserta lain terlihat sama atau hampir sama. Jarang sekali ditemukan keunikan dan kepolosan sebuah gambar yang dibuat oleh seorang anak yang bebas merdeka mengungkapan narasi batin dan pikirannya dalam bentuk goresan-goresan spontan yang tersusun seiring dengan perkembangan usia sang anak tersebut. Pendek kata, dalam karya lomba menggambar itu, ekspresi jiwa anak telah hilang atau ‘’sengaja dihilangkan”. 6
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GRAHA APRESIASI SENI LUKIS ANAK DI YOGYAKARTA.

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GRAHA APRESIASI SENI LUKIS ANAK DI YOGYAKARTA.

Permasalahan pada “Graha Apresiasi Seni Lukis Anak di Yogyakarta”, yaitu Bagaimana wujud rancangan Graha Apresiasi Seni Lukis Anak di Yogyakarta yang dapat memberikan stimulasi imajinatif melalui pengolahan elemen arsitektural dengan pendekatan filosofi gambar anak?. Oleh karena itu, proses pembelajaran menggunakan metode stimulasi imajinatif untuk merangsang kreativitas anak-anak dalam menyalurkan ide maupun gagasannya melalui rangsangan visual, dan fisik, diantaranya gerakan, rabaan dan sense of place. Metode pembelajaran tersebut didukung dengan pengolahan elemen arsitektural yang dapat mendukung terlaksananya stimulasi imajinatif. Diharapkan dengan pengolahan ruang dan elemen arsitektural tersebut anak semakin memahami dan menguasai kompetensi dalam melukis dengan pendekatan 3 kata kunci: imajinasi, pengalaman sehari-hari, dan presentasi yang merupakan 3 dasar dalam penguasaan seni lukis anak-anak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

SANGGAR SENI LUKIS BALE SENI BARLI SEBAGAI PUSAT MINAT BELAJAR ANAK-ANAK: kajian model pembelajaran seni lukis dan analisis karya lukis anak-Anak usia 7-12 tahun.

SANGGAR SENI LUKIS BALE SENI BARLI SEBAGAI PUSAT MINAT BELAJAR ANAK-ANAK: kajian model pembelajaran seni lukis dan analisis karya lukis anak-Anak usia 7-12 tahun.

Dalam penelitian ini penulis memilih kategori anak-anak sebagai objek penelitian hal tersebut dikarenakan masa anak-anak (usia 7-12 tahun) merupakan tahap “operasi konkrit” (Piaget: 1 950) dimana penanaman pendidikan dan pelatihan pada periode ini sangat penting untuk masa depan anak itu sendiri. Menurut Piaget dalam Meggit (2013, hlm. 164) mengatakan “anak -anak mulai mampu berpikir logis dan abstrak pada usia 7 tahun”. Piaget juga meng atakan bahwa dalam tahap operasi konkret ini “mereka mengembangkan kemampuan untuk menyortir objek atau situasi menurut beberapa karakteristiknya, seperti ukuran, warna, bentuk atau tipe”. Penyortiran ini maksudnya adalah kemampuan mengatur benda, bentuk, warna dalam urutan yang logis.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

S SRP 1103594 Chapter1

S SRP 1103594 Chapter1

Imajinasi dalam istilah seni bisa disebut langkah awal untuk berkarya seni lukis, tanpa imajinasi sebuah karya seni lukis tidak akan tercipta. Ide sejenis yang telah ditulis dalam skripsi penciptaan di Departemen Pendidikan Seni Rupa UPI yaitu: Danar Bakti (Ekspresi Wajah Anak sebagai Gagasan Berkarya Seni Lukis) 2012 dan Kiki Rahmat Hidayat (Piranti Teknologi sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis) 2012, yang ditulis dalam kajian faktual.

4 Baca lebih lajut

KUCING : EKSPRESI KUCING SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS.

KUCING : EKSPRESI KUCING SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS.

Dalam kehidupan alam semesta, manusia, fauna dan flora adalah suatu lingkaran ciptaan Tuhan yang saling mengisi. Diantara berjuta-juta fauna, kucing adalah mahluk hewan yang sudah menjadi peliharaan hampir di seluruh dunia, bahkan dari penemuan sejarah yang sudah berlangsung berabad-abad silam kucing merupakan hewan yang istimewa. Tidak dapat dipungkiri, kucing merupakan hewan yang menarik, baik secara fisik maupun tingkah laku, tidaklah heran apabila banyak yang menyukainya. Diantara golongan manusia, yang sering antusias dengan keberadaan kucing adalah anak-anak kecil. Demikian juga dengan penulis, sejak penulis sadar dengan lingkungan, hewan pertama yang penulis sukai adalah kucing, dan berlangsung sampai sekarang. Rasa suka penulis terhadap kucing, melahirkan suatu gagasan untuk membuat suatu karya lukis. Rumusan masalah yang terdapat dalam penciptaan ini, adalah mengembangkan gagasan karya lukis, proses maupun teknik pembuatannya, serta bagaimana menganalisis konsep secara visual. Setelah mengalami proses juga tahap kontemplasi sehingga tercapai suatu pilihan, dimana gagasan yang akan penulis kerjakan adalah membuat karya lukis dengan objek kucing. Untuk memunculkan kelucuan kucing, penulis berusaha menciptakan sesuatu khas yang beda dengan karya orang lain, untuk itu penulis mengubah bentuk dengan deformasi, kucing dibentuk sepintas seperti boneka dengan proporsi kepala bulat lebih besar dari badan, dan mata serta telinga hampir memenuhi wajah. Dalam perjalanan proses untuk mencapai keselarasan, penulis memilih gaya dekoratif, karena gaya ini sesuai dengan karakter kucing yang dideformasi. Untuk itu, penulis membuat lima buah karya lukis, dimana kucing sebagai objek dan disertai background habitat kucing peliharaan, yaitu rumah, pohon, perabot rumah tangga. Semua background mengalami penyederhanaan sehingga dari seluruh penciptaan diharap menjadi suatu karya yang dapat diterima semua orang.
Baca lebih lanjut

191 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK MELALUI PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK.

PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK MELALUI PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK.

Berdasarkan rumusan tersebut di atas yang telah dipaparkan dan hasil temuan dalam penelitian dapat dikemukakan bebe- rapa simpulan sebagai berikut: (1) Penggu- naan metode apresiasi dan proses kreasi da- lam pembelajaran seni lukis di Taman Ka- nak-kanak dapat meningkatkan kreativitas anak. Metode apresiasi diperlukan untuk penjelasan awal dalam pembelajaran dan berfungsi sebagai media motivasi anak da- lam berkarya, selain itu diperlukan pula pada bagian akhir pembelajaran atau pada saat evaluasi karya. Proses kreasi diperlu- kan pada saat peserta didik mulai berkarya. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi dalam penelitian tindakan ini diperoleh ha- sil karya yang kreatif; (2) Fasilitas pendu- kung yang diperlukan dalam pembelajaran seni lukis, yakni ruang kelas ( ) untuk pendekatan melukis secara imajinatif dan untuk pendekatan naturalistik. Fa- silitas lain yang diperlukan adalah meja gambar/meja belajar, kursi duduk, dan pa- pan sketsel. Alas gambar/meja gambar yang diperlukan adalah yang ringan dan praktis; (3) Pengadaan media pembelajaran seni lu- kis di Taman Kanak-kanak yang bersifat variatif. Media tersebut berupa berbagai je- nis kertas dan ukuran yang berbeda. Media lainnya adalah berbagai zat pewarna yakni cat tembok, cat air, crayon, spidol, cat mi- KESIMPULAN DAN SARAN
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SAMPAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN LUKISAN.

SAMPAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN LUKISAN.

Pada dasarnya suatu karya seni diciptakan memalui proses yang panjang, yang biasanya diawali adanya suatu kegelisahan batin seniman yang kemudian diwujudkan dalam suatu karya seni. Sebelum karya divisualkan, terdapat proses panjang yang berkembang dari diri dan dari luar pribadi seniman, proses tersebut berawal dari melihat, mengamati, mendengarkan dan kemudian terjadi pemahaman makna dalam pikiran. Sehingga muncul suatu gagasan atau ide yang diteruskan pada tahap penciptaan suatu karya seni dengan tingkat kemampuan kreatifitas, serta penguasaan teknik dan elemen yang digunakannya. Adapun konsep dan tema penciptaan lukisan sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

EKSPRESI PENGALAMAN ESTETIS TARI CENDRAWASIH KE DALAM SENI LUKIS

EKSPRESI PENGALAMAN ESTETIS TARI CENDRAWASIH KE DALAM SENI LUKIS

1. Adapun pengalaman estetis dalam menikmati pertunjukan Tari Cendrawasih yang pencipta dapat melalui dua jenis pendekatan yaitu pendekatan secara ilmiah dan pendekatan secara filosofis. Dalam aspek ilmiah, nilai estetis pada tari ini berasal dari representasi perasaan ceria, kegembiraan, dan asmara sepasang burung Cendrawasih yang diterapkan pada warna-warna kostum penari seperti warna merah hati, kuning dan warna keemasan. Selain itu nilai estetis dari tari juga terpancar dari representasi gerak burung yang sedang bergembira memadu kasih seperti gerak lontat, berjingkrak dan mearas-aras. Pada aspek filosofis, nilai estetis pada tari ini tercipta karena adanya dorongan batin pada pencipta tari untuk ikut berpartisipasi dalam melindungi spesies burung Cendrawasih yang sudah hampir punah dengan ekspresi seni tari. Ekspresi ini kemudian diwujudkan dengan mengaplikasikan pakem-pakem tari Bali sebagai salah satu ciri budaya bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

EKSPRESI KEHIDUPAN WANITA METROPOLITAN DALAM UNGKAPAN SENI LUKIS

EKSPRESI KEHIDUPAN WANITA METROPOLITAN DALAM UNGKAPAN SENI LUKIS

Dalam lukisan yang berjudul “Wanita dan Tempat Karaoke 1” terdapat beberapa unsur rupa di dalamnya. Unsur-unsur yang terdapat sebagai media ekspresi antara lain adalah: Garis-garis yang terdapat dalam lukisan ini adalah garis-garis bergelombang yang terbentuk atas subjek pokok lukisan berupa dua figur wanita dan ikon alat musik organ serta ikon lampu yang terdapat pada subjek pendukung. Selain garis-garis bergrlombang pada lukisan ini juga terdapat garis vertikal yang terdapat pada background terbentuk dari sapuan kuas dengan warna primer yakni merah, kuning dan biru dengan dipadu warna putih sebagai warna cahaya.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta Karya seni lukis

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta Karya seni lukis

Perkembangan seni rupa telah menghasilkan berbagai konsep pembaharuan mengenai penciptaan karya seni, dari Renaissance hingga saat ini yaitu Postmodernism. Salah satu diantaranya adalah berkembangnya teori psikologi tentang alam bawah sadar menghasilkan karya Pittura Metafisica seperti karya surealisme dan abstrak ekspresionisme. Dalam hal ini kita sering menyebutnya karya seni modern. Seni modern sebagaimana dikemukan oleh Soedarso Sp ( 2006:72), mengatakan bahwa seni modern adalah karya seni yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, juga tidak terikat oleh zaman (the spirit of the age). Yang diutamakan adalah kreativitas dan sikap batin senimannya, yaitu sikap batin yang bebas mutlak yang melepaskan seniman modern dari segala macam persepsi tentang objek ataupun wacana yang pernah dialaminya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

LUKISAN ANAK ANAK SANGGAR SENI LUKIS DI

LUKISAN ANAK ANAK SANGGAR SENI LUKIS DI

Primadi Tabrani (2014: 15), menyatakan bahwa Pendidikan seni khususnya pendidikan seni rupa, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan anak seutuhnya sudah cukup lama diakui di Dunia, juga dikawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pendidikan seni rupa anak penting bukan hanya untuk pembinaan, pertumbuhan, dan perkembangan anak yang seimbang, tapi juga karena semua anak suka menggambar, terlepas dari mereka berbakat ataupun tidak. Fakta ini merupakan suatu anugerah, karena tugas terpenting pendidikan seni rupa anak adalah membina kemampuan anak untuk berfikir dengan rupa. Dengan kemampuan ini, diharapkan setelah dewasa kelak, bersama dengan kemampuannya untuk berpikir dengan kata, ia akan mampu berkreasi dibidang apapun kelak ia bekerja.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

NILAI KEMANUSIAAN DAN SOSIAL DALAM LIRIK LAGU TONY Q RASTAFARA SEBAGAI INSPIRASIDALAM KARYA LUKIS GAYA SUREALISTIS

NILAI KEMANUSIAAN DAN SOSIAL DALAM LIRIK LAGU TONY Q RASTAFARA SEBAGAI INSPIRASIDALAM KARYA LUKIS GAYA SUREALISTIS

untuk mengolah karya Tony menjadi sebuah karya lukis dengan penjiwaan penulis sendiri. Bersama musik reggae yang digelutinya pada akhir 1980-an, mulai dari album pertamanya hingga sekarang lirik lagu Tony selalu memperjuangkan rasa sosial, ketidakadilan, rintihan kaum bawah (marjinal), dan mencoba memberikan simbol-simbol perdamaian. Pada setiap kesempatan ia ingin menyebarkan virus-virus peduli terhadap sesama sehingga hidup secara harmoni dan memberi ketentraman di hati yang mendengarkannya. Lagu reggae pun bukan hanya lagu tanpa visi dan misi (esensi dan substansi).Reggae bagi Tony adalah kompleks kehidupan tentang kemanusiaan, perjuangan, perdamaian, persatuan, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

S SRP 1102866 Chapter3

S SRP 1102866 Chapter3

Lokasi penelitian berlangsung di Jl. Parahyangan Km 1,2, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Adapun target penelitiannya adalah guru/pengajar yang berkenaan dengan model pembelajaran dan data-data pembelajaran, pengelola sanggar yang berkenaan dengan sanggar, siswa yang berkenaan dengan karya lukisnya, dan orang tua siswa yang berkenaan dengan saran untuk peneliti dan sanggar ke depannya.

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN DALAM KEHARMONISAN SEBAGAI IMAJINASI KREATIF PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS - ISI Denpasar

PERBEDAAN DALAM KEHARMONISAN SEBAGAI IMAJINASI KREATIF PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS - ISI Denpasar

masing-masing. Fenomena kehidupan akhir-akhir ini kecenderungan terjadi gesekan disintegrasi yang mengakibatkan munculnya disharmoni terhadap tatanan kehidupan bermasyarakat. Merosotnya nilai-nilai moral dan tata krama bermasyrakat akibat dari kepentingan materialistik yang berlebihan dan tak terkendali, sehingga terjadilah diskriminasi golongan atau individu tertentu. Demikian pula halnya terhadap keberadaan lingkungan alam, dieksploitasi tanpa memperhitungkan kelestariannya yang mengakibatkan munculnya berbagai bencana, seperti kerusakan hutan, banjir, hilangnya sumber-sumber air bersih akibat pencemaran, polusi udara, serta musnahnya beberapa spicies binatang dari muka bumi. Hal tersebut terjadi akibat dari prilaku manusia yang semakin biadab hanya mementingkan diri sendiri, yang mengakibatkan kesengsaraan dipihak lain. Fenomena tersebut menjadi bahan renungan dan dasar pemikiran untuk mengangkat nilai-nilai filosofi kehidupan bermasyarakat berkaitan dengan keselarasan dan keharmonisan. Dalam menjalani hidup yang berkeseimbangan untuk memenuhi kebutuhan, dalam agama Hindu didasarkan pada pemahaman “Tri Marga” yaitu tiga aspek nilai yang dijadikan pedoman sebagai warga masyarakat yaitu:
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS.

EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS.

sebuah ekspresi anak, baik itu sedih, murung ataupun bahagia dengan didukung oleh background langit dan awan sebagai pelengkap utama eksprsi pada anak . Kondisi psikologis dapat mempengaruhi ekspresi anak, karena emosi anak cenderung lebih cepat berubah-ubah. Ekspresi anak inilah yang menjadi inspirasi yang di tuangkan pada karya seni lukis. Dari karya ini diharapkan agar seorang apresiator atau penghayat akan bisa mengenali dunia dan tingkah laku terhadap anak (masa kecil) yang sudah dilaluinya dan mengenali ekspresi jiwa yang dibawa dari masa kecilnya, karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari ekspresi seorang anak.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

SIMBOLISASI IBU DALAM RUANG IMAJINASI VISUAL SENI LUKIS - ISI Denpasar

SIMBOLISASI IBU DALAM RUANG IMAJINASI VISUAL SENI LUKIS - ISI Denpasar

Seni merupakan ekspresi dari emosi jiwa yang di dalamnya terakumulasi berbagai pengalaman estetis yang melahirkan ide-ide kreatif dan imajinatif sebagai suatu ungkapan kemurnian sensitivitas yang mampu menstimulasi daya cipta. Melalui persepsi serta filterisasi terhadap berbagai fenomena yang terjadi dalam lingkungannya, serta didorongan oleh sensibilitas internal melahirkan getaran-getaran intuitif untuk dituangkan ataupun dikomunikasikan secara kreatif, melalui simbol-simbol bahasa rupa. Dalam kaitannya dengan karya seni, Sumardjo mengatakan bahwa: setiap karya seni, sedikit-banyak mencerminkan seting masyarakat tempat seni itu diciptakan. Sebuah karya seni ada karena seorang seniman menciptakannya. Dan seniman itu selalu berasal dan hidup dari masyarakat tertemtu. Kehidupan dalam masyarakat itu merupakan merupakan kenyataan yang langsung dihadapi sebagai rangsangan atau pemicu kreativitas keseniannya. Kemudian lebih lanjut ditegaskan;...”Seorang seniman sebagai bagian dari suatu komunitas masyarakat, berusaha belajar tentang kehidupan dari masyarakat, dididik oleh tata nilai masyarakatnya, dan mengkondisikan dirinya dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Karena pada dasarnya seorang seniman bekerja berdasarkan pengaruh teks dan pemahaman karya seni yang terdapat dalam tradisi masyarakatnya (2000: 234). Jadi nilai kelayakan dari suatu karya seni terletak pada kepiawaian seniman di dalam menterjemahkan berbagai persoalan serta nilai-nilai yang ada dalam masyarakat lingkungannya ke dalam suatu karya seni, karena ia adalah bagian dari komunitas tersebut. Demikian juga halnya dalam penelitian ini, adalah olah kreativitas ke dalam bahasa rupa yang dilakukan secara kreatif, melalui pemahaman tekstual, yang bersumber dari hasil pengamatan terhadap berbagai fenomena yang terjadi saat ini, serta secara kontekstual menyangkut nilai-nilai kehidupan yang menjadi barometer di era kesejagatan ini, sarat dengan berbagai varian yang penuh warna-warni. Berdasar atas pemahaman tersebut tentu akan dapat dikembangkan berbagai patron-patron yang artistik dengan asosiasi yang simbolik, filosofis serta kreatif.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EKSPRESI WAJAH DALAM SENI LUKIS

EKSPRESI WAJAH DALAM SENI LUKIS

Jiwa berkesenian seseorang dapat diekspresikan melalui berbagai cara dan media, seperti contoh seni ukir dengan media kayu dan pahatnya, seni patung dengan media batu dan pahatnya , seni gambar dengan media kertas dan alat gambarnya serta seni lukis dengan media kanvas dan alat lukisnya. Di sini penulis lebih memilih seni lukis sebagai media dalam berekspresinya. Subyek lukisan yang penulis angkat merupakan pengembangan kreativitas penulis dalam berkarya. Dalam lukisannya, penulis cenderung melakukan pendekatan ekspresif, menggunakan mixmedia (cat minyak dan cat akrilik) sebagai media berkarya. Kedua media tersebut mempunyai kelemahan dan kelebihan satu sama lain, kelebihan menggunakan cat minyak adalah tidak cepat kering sehingga lebih banyak waktu untuk bekerja, mudah membuat gradasi warna, daya tahan lama. Sedangkan kelebihan cat akrilik adalah cepat kering dan menggunakan air sebagai pengencernya. Oleh karena itu dalam berkarya penulis menggunakan kedua media cat tersebut. Cat minyak digunakan untuk melukis subyek utama dan cat akrilik digunakan untuk melukis background lukisan.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN WANITA MODERN DALAM IMAJINASI KARYA SENI LUKIS

KEHIDUPAN WANITA MODERN DALAM IMAJINASI KARYA SENI LUKIS

1) Pengamatan objek secara langsung, pada tahap ini pencipta langsung ke lokasi, yaitu di dalam salon, di swalayan maupun dijalan-jalan. Dari sanalah mendapatkan inspirasi dan pengalaman estetis yang dapat merangsang ide kreatif dalam berkarya seni lukis yang sudah ada yang dibuat oleh para pelukis-pelukis lain, yang dapat dijumpai di museum dan pameran-pameran seni rupa di Bali, hal ini dilakukan untuk mencari ide yang mendukung tema garapan, atau sebagai perbandingan karya dengan seniman lainnya. Melalui proses ini banyak mendapat masukan- masukan berupa ide- ide dan teknik-teknik baru yang dapat berguna dalam proses kreatif.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ARTCENTERDIYOGYAKARTA.

PENDAHULUAN ARTCENTERDIYOGYAKARTA.

‗ fauve ‘ (binatang liar) oleh Loui s Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d’Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, pagina 2 — menunjukkan bahwa seniman berupaya keras untuk mengekspresikan dirinya dan mengembangkan kreasi maupun keinginannya secara bebas, bagaikan naluri ‗nafsu binatang liar‘ yang bebas tanpa kendali. Seiring dengan upaya seniman untuk mengekspresikan dirinya dan mengembangkan kreasi maupun keinginannya, Fauvisme menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni lukis yang telah lama terbantu oleh obyektivitas ilmu pengetahuan. Gerakan ini memperlihatkan sikap seniman untuk berusaha bebas mengembangkan kreasi dengan mendobrak kemapanan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects