Pemilihan Umum Kepala Daerah

Top PDF Pemilihan Umum Kepala Daerah:

ISU KAMPANYE DAN PENILAIAN MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

ISU KAMPANYE DAN PENILAIAN MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

Sejak 2005, Republik Indonesia memulai era baru pesta demokrasi yaitu dengan dilaksanakannya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) secara langsung. Mulai saat itu masyarakat Indonesia dapat menentukan sendiri siapa yang akan menjadi pemimpin daerahnya selama lima tahun masa pemerintahan. Strategi penyampaian pesan terkait isu kampanye kepada masyarakat sangatlah penting. Melalui kampanye tim pemenangan mampu mempengaruhi masyarakat dengan memaparkan isu program-programnya sebagai pesan, untuk itu strategi dan isu yang dirancang haruslah tepat.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Perilaku Pemilih Pemula Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Sumatera Utara Tahun 2013

Perilaku Pemilih Pemula Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Sumatera Utara Tahun 2013

Ketika dilakukan wawancara yang lebih mendalam kepada responden yang menjadikan kesadaran akan hak sebagai warga negara sebagai alasan ikut memilih, ditemukan bahwa mayoritas pemilih pemula memiliki harapan yang tinggi terhadap pelaksanaan pemilukada yaitu pasangan calon terpilih nantinya akan membawa perubahan – perubahan yang baik bagi kehidupan mereka melalui bidang ekonomi, politik, hukum, sosial dan budaya, terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika dilihat dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa para pemilih di Kelurahan Padang Bulan Selayang II dapat dikategorikan kedalam pemilih rasional dimana yang menjadi pemikiran mereka adalah adanya keuntungan yang didapatkan melalui pemilihan umum kepala daerah Sumatera Utara 2013 di Kelurahan Padang Bulan Selayang II.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2010

PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2010

Tugas dan wewenang Panitia Pengawas Pilkada diatur dalam pasal 66 ayat (4) Undang- undang Nomor 32 tahun 2004, pasal 108 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2005. Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah bahwa; Masa persiapan pemilihan meliputi pemberitahuan DPRD kepada Kepala Daerah mengenai berakhirnya masa jabatan perencanaan penyelenggaraan, meliputi penetapan tata cara dan jadwal tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah, pembentukan panitia pengawas, PPK, PPS, dan KPPS, dan pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilih. Sistem pemilihan kepala daerah secara langsung sebagai perwujudan demokratisasi pemerintahan. pemerintah daerah juga bertujuan memberikan landasan demokratisasi dalam proses demokrasi, termasuk didalamnya adalah proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), sehingga penulis tertarik meneliti Penegakan Hukum Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Pasaman Tahun 2010 dengan rumusan masalah berikut : (1) Bagaimanakah penegakan hukum oleh Panwaslu dalam proses pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Pasaman tahun 2010?(2)Faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Pasaman tahun 2010?(3)Upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan oleh Panwaslu dalam proses pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Pasaman tahun 2010?
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012  ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Penelitian ini mencoba memberikan gambaran mengenai fenomena yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah di kabupaten Aceh Tamiang tahun 2012. Pilkada Aceh memang menarik untuk dikaji mengingat kekerasan dan konflik seakan tak pernah lepas dari wilayah tersebut, meski perdamaian telah didengungkan 2005 lalu melalui perjanjian MoU Helsinki antara RI dan GAM, tetap saja konflik masih melanda negeri serambi Mekkah itu, dengan mengandalkan partai politik lokal (Partai Aceh) yang mulai terbentuk pasca perundingan seolah semakin memperkukuh kekuatan politik mereka diranah pemerintahan. Bisa dikatakan bahwa hampir seluruh kabupaten di Provinsi Aceh dimenangkan oleh pemimpin yang diusung dari Partai Aceh pada pemilu 2012 lalu, begitupula pada pilkada Aceh Tamiang dimana pasangan yang diusung dari Partai Aceh berhasil masuk ke putaran kedua.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

CALON PERSEORANGAN DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

CALON PERSEORANGAN DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

1. Bentuk dukungan untuk calon perseorangan harus dibuat dalam bentuk surat pernyataan yang disertai dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau surat keterangan tanda penduduk sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal ini menjadi bagian dari kesulitan tersendiri bagi calon perseorangan, karena kondisi manajemen dan administrasi kependudukan di Indonesia masih belum baik dan datanya tidak akurat, dimana masih banyaknya pemegang KTP ganda dan bahkan KTP palsu di masyarakat. Oleh karena itu, menjadi sangat mungkin akan adanya pendukung bayangan dari pasangan calon kepala daerah, dan hal ini akan menjadi masalah teknis baru bagi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai pelaksana Pemilihan Umum Kepala Daerah. 2. Pengaturan pemilihan kepala daerah berdasarkan Undang-
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Penelitian ini mencoba memberikan gambaran mengenai fenomena yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah di kabupaten Aceh Tamiang tahun 2012. Pilkada Aceh memang menarik untuk dikaji mengingat kekerasan dan konflik seakan tak pernah lepas dari wilayah tersebut, meski perdamaian telah didengungkan 2005 lalu melalui perjanjian MoU Helsinki antara RI dan GAM, tetap saja konflik masih melanda negeri serambi Mekkah itu, dengan mengandalkan partai politik lokal (Partai Aceh) yang mulai terbentuk pasca perundingan seolah semakin memperkukuh kekuatan politik mereka diranah pemerintahan. Bisa dikatakan bahwa hampir seluruh kabupaten di Provinsi Aceh dimenangkan oleh pemimpin yang diusung dari Partai Aceh pada pemilu 2012 lalu, begitupula pada pilkada Aceh Tamiang dimana pasangan yang diusung dari Partai Aceh berhasil masuk ke putaran kedua.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

DINAMIKA DAN GAGASAN MENCEGAH EKSPLOITASI ANAK DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

DINAMIKA DAN GAGASAN MENCEGAH EKSPLOITASI ANAK DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

Anak merupakan tonggak estafet generasi penerus, anak besok menjadi pemimpin Indonesia di masa depan. Dari usia dini anak-anak harus dilindungi hak-hak mereka, dalam rangka menciptakan kualitas generasi yang lebih baik. Salah satu hak-hak anak adalah hak politik, antara lain memberikan mereka pendidikan di pemilu penyelanggaraan kepala daerah, sehingga ketika mereka telah dewasa dan sudah berhak untuk memberikan hak pilihnya dalam pemilu umum kepala daerah, mereka akan mengerti tentang penyelanggaran pemilu umum kepala daerah, sehingga mereka tidak tidak abstain. Pemilihan umum kepala daerah terakhir diadakan pada tanggal 9 Desember 2015, di mana ada beberapa dinamika eksploitasi anak-anak dalam kampanye pemilu penyelanggaraan dan pelaksanaan pemilu, ada 15 pelanggaran perlindungan anak. Dalam tulisan ini menggagas pencegahan eksploitasi anak dalam pemilihan umum kepala daerah, yaitu untuk memperkenalkan pendidikan pemilu di tingkat sekolah; Komisi Pemilihan Umum bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan perlindungan anak; memberikan sosialisasi menyeluruh bagi semua warga negara Indonesia; dan membuat pengaturan untuk perlindungan terhadap eksploitasi anak dalam pemilihan umum terhadap rancangan pemilu kodifikasi hukum.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB III KUALITAS DEMOKRASI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH ACEH TAMIANG 2012 3.1 Pembahasan - Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

BAB III KUALITAS DEMOKRASI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH ACEH TAMIANG 2012 3.1 Pembahasan - Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Pilkada secara langsung dimaksudkan untuk meminimalisir praktek money politic yang dipercaya terjadi secara meluas pada sistem pemilihan melalui lembaga perwakilan, dengan asumsi money politic akan lebih sulit dilakukan karena pemegang hak suara adalah semua warga negara yang memiliki hak pilih. Keterlibatan masyarakat luas secara langsung diharapkan membawa semangat baru dalam kehidupan demokrasi dan akan melahirkan pemerintahan yang lebih baik dan berkualitas. Sebagaimana halnya pada pemilihan umum kepala daerah Aceh Tamiang 2012 yang diharapkan dapat berjalan secara demokratis dimana nilai-nilai demokrasi senantiasa diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat dan juga para elit politiknya, karena yang kita ketahui sebelumnya bahwa pelaksanaan pilkada di Aceh selalu sarat akan kekerasan dan konflik yang membuat wilayah ini di anggap jauh dari nilai-nilai demokrasi.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

CALON TUNGGAL DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN KONSEP DEMOKRASI

CALON TUNGGAL DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN KONSEP DEMOKRASI

Salah satu daerah yang menyelenggarakan pilkada pada tanggal 9 Desember 2015 adalah Kabupaten Blitar. Pelaksanaan pilkada di Kabupaten Blitar sempat ingin ditunda hingga pada tahapan yang kedua yakni tahun 2017 karena hanya mampu mengusung satu pasangan calon. Tidak hanya Kabupaten Blitar yang memiliki kendala dalam hal calon tunggal pilkada, Sembilan daerah lain juga sempat akan ditunda pelaksanaan pilkada karena hanya diikuti oleh satu pasang calon bahkan tidak ada calon pasangan yang mendaftar sama sekali sampai pada jadwal pendaftaran KPU ditutup. Hal ini menjadi polemik sekaligus menjadi sorotan masyarakat dan media massa. Bagaimana tidak, proses pemilihan yang disiapkan sebegitu rapi dengan proses penuh lika-liku dalam aspek yuridisnya, ternyata masih belum lepas dari jerat masalah. Banyak yang mendukung untuk tetap dilaksanakan pemungutan suarau sekalipun hanya terdapat satu pasang calon, namun juga tidak sedikit yang menolak untuk ditunda pelaksanaannya dengan alasan bahwa pemilu dengan satu pasang calon dinilai tidak demokratis. KPU kemudian melakukan langkah taktis dengan membuka lagi jadwal pendaftaran selama tiga hari melalui Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015. Peraturan tersebut juga menjelaskan jika setelah waktu tambahan yang ditetapkan tidak juga da pasangan calon lain yang mendaftar, maka pelaksanaan pilkada di daerah tersebut akan ditunda pada periode berikutnya. Dikarenakan gencarnya permasalahan terkait calon tunggal dalam pilkada periode pertama tersebut, banyak pihak yang mengusulkan untuk Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu karena sitasi pada saat itu dirasa genting dengan dasar adanya kekosongan hukum.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Model Kampanye Politik Kandidat Kepala Daerah Kabupaten Malang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2015

Model Kampanye Politik Kandidat Kepala Daerah Kabupaten Malang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2015

7 Menurut peraturan terbaru yang dituangkan kedalam PKPU Nomor 7 Tahun 2015. Tim pemenangan dibagi atas dua bagian yakni tim kampanye dan tim penghubung. Tim kampanye dan juga tim penghubung pasangan calon didaftarkan bersamaan dengan pendaftaran pasangan calon. Tim kampanye ini bertugas untuk menyusun seluruh kegiatan tahapan kampanye dan bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan penyelenggaraan kampanye. Sedangkan, tim penghubung bertugas untuk menghubungkan antara pasangan calon dan tim kampanye dengan lembaga penyelenggara kampanye tingkat Kabupaten/Kota. Pembagian tim tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa kegiatan kampanye pada pemilihan umum kepala daerah 2015 yang dilaksanakan secara serentak, kini tidak hanya dilakukan oleh masing- masing kandidat dan tim pemenangannya. Namun dilaksanakan juga oleh KPUD Provinsi atau Kabupaten/ Kota sesuai dengan tingkatannya.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Politik Sengketa Hukum dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Jembrana 2010.

Politik Sengketa Hukum dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Jembrana 2010.

Pemilukada di Bali baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota secara umum berlangsung tertib dan tepat waktu sesuai tahapan yang telah ditentukan. Namun Pemilukada Kabupaten Jembrana 2010 merupakan perkecualian karena sempat terkatung-katung dan bahkan dicabut tahapannya. Penundaan tersebut berakibat pada terjadinya sengketa hukum di sejumlah lembaga peradilan. Politik sengketa hukum dalam Pemilukada Kabupaten Jembrana 2010 merupakan persoalan yang kompleks dan dinamis sehingga perlu diungkap untuk mengetahui dan memahami berbagai persoalan yang melatarbelakanginya. Penelitian mengenai politik sengketa hukum tersebut sangat penting dilakukan agar ke depan dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan menuju terwujudnya Pemilukada yang lebih demokratis, transparan, dan akuntabel. Dalam penelitian ini, permasalahan yang diteliti adalah proses politik sengketa hukum, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya politik sengketa hukum, serta pergulatan makna politik sengketa hukum dalam Pemilukada Kabupaten Jembrana 2010. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif. Pemilihan metode penelitian dilakukan dengan alasan kesesuaian antara metode yang dipilih dengan konteks dan rumusan masalah yang diteliti. Penelitian ini menggunakan teori relasi kuasa/ pengetahuan, teori transpolitika, dan teori semiotika hukum.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

CALON TUNGGAL DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN KONSEP DEMOKRASI

CALON TUNGGAL DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN KONSEP DEMOKRASI

mendaftar sama sekali sampai pada jadwal pendaftaran KPU ditutup. Hal ini menjadi polemik sekaligus menjadi sorotan masyarakat dan media massa. Bagaimana tidak, proses pemilihan yang disiapkan sebegitu rapi dengan proses penuh lika-liku dalam aspek yuridisnya, ternyata masih belum lepas dari jerat masalah. Banyak yang mendukung untuk tetap dilaksanakan pemungutan suara sekalipun hanya terdapat satu pasang calon, namun juga tidak sedikit yang menolak untuk ditunda pelaksanaannya dengan alasan bahwa pemilu dengan satu pasang calon dinilai tidak demokratis. KPU kemudian melakukan langkah taktis dengan membuka lagi jadwal pendaftaran selama tiga hari melalui Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015. Peraturan tersebut juga menjelaskan jika setelah waktu tambahan yang ditetapkan tidak juga ada pasangan calon lain yang mendaftar, maka pelaksanaan pilkada di daerah tersebut akan ditunda sampai pada periode berikutnya. Dikarenakan gencarnya permasalahan terkait calon tunggal dalam Pilkada periode pertama tersebut, banyak pihak yang mengusulkan untuk Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu karena situasi pada saat itu dirasa genting dengan dasar adanya kekosongan hukum.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MEMBANGUN MODEL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM: Sebuah Studi Tentang Format Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gabungan

MEMBANGUN MODEL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM: Sebuah Studi Tentang Format Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gabungan

Pemikiran untuk melaksanakan pemilu gabungan (pilgab) di atas memang tidak ada dasar hukum untuk menyelenggarakannya. Oleh karena itu harus ada pemikiran dan gagasan untuk mencari format untuk merealisasikan wacana itu. Dengan telah diundangkannya UU nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum telah memperjelas makna dan pengertian pilkada sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun 2007. Pilkada bukan termasuk kategori pemilu walaupun prosesnya termasuk kategori pemilu, sehingga pemikiran untuk menggabungkan pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilu gubernur dan bupati/walikota) menjadi satu kali pelaksanaan menjadi lebih terbuka dengan adanya UU Nomor 22 tahun 2007 ini, karena KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu mempunyai tugas, wewenang dan kewajiban yang diatur secara rinci mulai dari KPU Pusat, KPU Propinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Sebelum UU Nomor 22 tahun 2007 ini disahkan, tugas, fungsi dan kewenangan lembaga KPU dari pusat sampai daerah diatur tersendiri secara terpisah-pisah. Melihat proses pembentukan Undang-undang pemilu gabungan yang tidak melalui evaluasi kebijakan mengakibatkan pelaksanaan pemilu gabungan belum memiliki landasan hukum yang komprehensif. Untuk itu diperlukan model dan proses pembentukan yang lebih komprehensif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TINGKAT RESISTENSI CALON KEPALA DAERAH NON MUSLIM PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA SURAKARTATAHUN 2015

TINGKAT RESISTENSI CALON KEPALA DAERAH NON MUSLIM PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA SURAKARTATAHUN 2015

FX Hadi Rudyatmo menjabat sebagai Walikota Surakarta semenjak jabatan itu ditinggalkan Jokowi yang memenangi Pemilihan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Sebelumnya RUDY sebutan untuk FX Hadi Rudyatmo menjabat Wakil Walikota Surakarta sejak tahun 2005. Posisi structural di PDIP Rudy adalah ketua DPC PDIP Kota Surakarta. Dikenal luas sebagai sosok mengakar dilingkungan grassroad partai moncong putih. Rudy beragama nasrani taat, walaupun secara tegas ia menyatakan dirinya seorang Sukarnois. Bagi kalangan islam garis keras di Kota Surakarta sulit menerima mereka yang memiliki keyakinan non muslim menjadi wali kota. Hal demikian disadari betul oleh kalangan internal PDIP. Penempatan Achmad Purnomo sebagai calon wakil walikota
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERANAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM SOSIALISASI PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KEPADA PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG

PERANAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM SOSIALISASI PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KEPADA PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Penelitian dilaksanakan setelah mendapatkan izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Lampung No. 6977/UN26/3/PL/2015 yang kemudian diajukan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Bandar Lampung agar diberikan persetujuan melakukan penelitian di Komisi Pemilihan Umum Kota Bandar Lampung. Setelah kurang lebih satu bulan penelitian berlangsung, terdapat beberapa data yang kemudian membuat peneliti merasa perlu melakukan konfirmasi kepada Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang cacat (PPUA Penca) mengenai sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Bandar Lampung kepada penyandang disabilitas di Kota Bandar Lampung yang meliputi penyediaan akses dan pendidikan politik guna meningkatkan partisipasi pemilih penyandang disabilitas. Data dan informasi yang diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi dengan informan, kemudian didokumentasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTAWARINGIN BARAT).

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTAWARINGIN BARAT).

Pada putusan Mahkamah Konstitusi tersebut menjelaskan bahwa salah satu pasangan calon telah melakukan pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif. Akibatnya Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi pasangan calon tersebut dan Mahkamah Konstitusi selanjutnya memenangkan pasangan calon lain. Menurut Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008 mengenai hukum acara perselisihan pemilihan umum kepala daerah menjelaskan bahwa yang menjadi objek sengketa dalam perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah adalah rekapitulasi hasil perhitungan suara yang mempengaruhi suara pasangan calon lain. Mengenai aspek pelanggran bukanlah menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan putusan tersebut.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERSEPSI SISWA SMA DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

PERSEPSI SISWA SMA DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

PEMILUKADA merupakan salah satu bentuk dari demokrasi langsung, yang diselenggarakan di Inonesia ini. Dengan PEMILUKADA langsung ini berarti adanya partisipasi politik langsung dari masyarakat itu sendiri. Sebagaimana Sudijono Sastroatmodjo (1995: 67) katakan “bahwa partsipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi, sekaligus merupakan ciri khas adanya modernisasi politik” . Namun, sekarang ini sudah mulai banyak generasi muda yang tidak respek dengan kegiatan politik sederhana yang ada dilingkungan sekitarnya. Hal tersebut menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian berkenaan dengan masalah ini. Penelitian ini didasarkan pada lima rumusan masalah, yaitu 1. “ Bagaimana penilaian siswa mengenai figur calon Wali Kota Ciamhi pada saat pemilihan”, 2. “ Bagaimana penilaian siswa terhadap Wali Kota Cimahi yang terpilih” 3. “ Bagaimana persepsi siswa mengenai pelaksanaan kampanye PEMILUKADA Kota Cimahi” 4. “ Bagaimana pemahaman siswa dalam kegiatan Pemilihan Umum Kepala Daerah secara langsung di Kota Cimahi” 5. “ Apa harapan siswa mengenai penyelenggaraan PEMILUKADA Kota Cimahi”
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Evaluasi Perilaku Pemilih Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 Di Kabupaten Bandung.

Evaluasi Perilaku Pemilih Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 Di Kabupaten Bandung.

Dengan demikian pemekaran atau pembentukan suatu daerah seperti halnya terjadi pada Kabupaten Bandung yang selama ini sudah mengalami dua kali pemekaran yaitu pada tahun 2001 yakni terlepasnya Kotif Cimahi dari Kabupaten induk yang sekarang berubah statusnya menjadi Kota Cimahi. Begitu pula yang ke dua kalinya terjadi pada tahun 2007 yaitu terlepasnya 15 Kecamatan bagian Bandung sebelah Barat dari Kabupaten Bandung yang sekarang statusnya berubah menjadi Kabupaten Bandung Barat. Hal ini jelas bahwa keduanya itu dapat dikatakan bertitik tolak dari beberapa kepentingan diantaranya dari aspek hukum akan mempertimbangkan: penerapan peraturan yang berlaku; penggunaan sangsi hukum dan penyelenggaraan kekuasaan yang bersumber hukum. Dari aspek sosiologi, pertimbangan didasarkan pada usaha penataan masyarakat dan upaya perubahan hubungan- hubungan bermasyarakat. Aspek ekonomi akan mempertimbangkan: upaya manfaat dan pengorbanan serta penentuan prioritas untuk efisiensi dan efektivitas. Aspek politik akan mempertimbangkan: pelaksanaan tujuan-tujuan politik dan kehidupan politik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Aspek sejarah mempertimbangkan zaman keemasan atau penindasan masa lalu sebagai modal kebangkitan untuk menyongsong masa depan yang lebih balk. Aspek geografi dan lingkungan akan mempertimbangkan dari batas-batas alam dan kesatuan ekosistem. Aspek administrasi dengan mempertimbangkan span of control, efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. (Gandana: 2000).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Budaya Politik Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung (Kasus Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung Pada Tahun 2010).

Budaya Politik Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung (Kasus Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung Pada Tahun 2010).

Belum efektifnya budaya politik yang demokratis dalam pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Bandung tahun 2010 sebagaimana persoalan yang diketemukan bahwa sistem keyakinan dan pola tingkah laku serta penilaian terhadap sistem politik yang sedang berjalan, baik dari masyarakat pemilih maupun dari penyelenggara pemiliham umum kepala daerah, tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi, misalnya perhitungan suara yang tidak jujur yang dilakukan oleh penyelenggara, serta adanya partisipasi semu dari masyarakat pemilih seperti menggunakan hak pilihnya tetapi tidak berdasarkan keyakinan melainkan karena adanya tekanan atau karena diberi ”sesuatu”.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemilihan Umum diwilayah Provinsi dan da

Pemilihan Umum diwilayah Provinsi dan da

Kegiatan yang dilakukan panitia pengawas pemilihan umum adalah melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilihan umum, seperti yang tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pengawasan Tahapan Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pengawas Pemilu Kada dalam melaksanakan pengawasan Tahapan Pencalonan Pemilu Kepala Daerah da Wakil Kepala Daerah berpedoman pada asas:

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...