Pemilihan Umum Kepala Daerah

Top PDF Pemilihan Umum Kepala Daerah:

TINGKAT RESISTENSI CALON KEPALA DAERAH NON MUSLIM PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA SURAKARTATAHUN 2015

TINGKAT RESISTENSI CALON KEPALA DAERAH NON MUSLIM PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA SURAKARTATAHUN 2015

Gelaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak untuk pertama kali dilakukan di Indonesia pada 9 Desember 2015. Tercatat 425 berlangsung pada hari yang sama, walaupun ada beberapa daerah yang terpaksa ditunda. 326 diantaranya pemilihan bupati atau walikota dan 9 pemilihan gubernur. Diantara penyelenggaraan pilkada serentak tersebut adalah pemilihan walikota Surakarta untuk masa jabatan walikota – wakil walikota Surakarta 2016 – 2021. Dua pasangan calon walikota – wakil walikota tidak dapat mungkir dari aroma persaingan idelogi. Pasangan petahana FX. Hadi Rudyatmo sebagai walon walikota berpasangan dengan tokoh islam Achmad Purnomo diusung oleh PDIP. Pasangan ini lebih merepresentasikan garis ideology nasionalis walaupun beberapa Parpol Islam semisal (PKB) ada dibarisan pasangan ini. FX Hadi Rudyatmo yang beragama nsrani tak terhindarkan memunculkan reaksi kalangan islam garis keras menentang habis kepemimpinan non muslim. Parpol berbasis islam diantara PKS, PAN, PPP, Parpol Bulan Bintang berkolaborasi dengan parpol lain berbasis nasionalis lainnya seperti Golkar, dan Demokrat menunculkan tokoh Anung Indro
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Model Kampanye Politik Kandidat Kepala Daerah Kabupaten Malang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2015

Model Kampanye Politik Kandidat Kepala Daerah Kabupaten Malang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2015

7 Menurut peraturan terbaru yang dituangkan kedalam PKPU Nomor 7 Tahun 2015. Tim pemenangan dibagi atas dua bagian yakni tim kampanye dan tim penghubung. Tim kampanye dan juga tim penghubung pasangan calon didaftarkan bersamaan dengan pendaftaran pasangan calon. Tim kampanye ini bertugas untuk menyusun seluruh kegiatan tahapan kampanye dan bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan penyelenggaraan kampanye. Sedangkan, tim penghubung bertugas untuk menghubungkan antara pasangan calon dan tim kampanye dengan lembaga penyelenggara kampanye tingkat Kabupaten/Kota. Pembagian tim tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa kegiatan kampanye pada pemilihan umum kepala daerah 2015 yang dilaksanakan secara serentak, kini tidak hanya dilakukan oleh masing- masing kandidat dan tim pemenangannya. Namun dilaksanakan juga oleh KPUD Provinsi atau Kabupaten/ Kota sesuai dengan tingkatannya.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Perilaku Pemilih Pemula Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Sumatera Utara Tahun 2013

Perilaku Pemilih Pemula Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Sumatera Utara Tahun 2013

Perilaku pemilih adalah kecenderungan seseorang untuk memilih atau tidak memilih seseorang dalam pemilihan umum. Perilaku pemilih sendiri terbentuk dari berbagai macam faktor yang terbentuk dari lingkungan sekitar pemilih. Namu pemilih pemula kelompok pemilih yang rentang usianya antara 17 – 20 tahun ini adalah mereka yang berstatus pelajar, mahasiswa dan pekerja muda. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran umum mengenai perilaku pemilih pemula Kelurahan Padang Bulan Selayang II dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumatera Utara Tahun 2013. Adapun yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah seluruh pemilih pemula di Kelurahan Padang Bulan Selayang IIyang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumatera Utara Tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penlitian Kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder (library research) dan data sekunder yang dilakukan dengan menyebarkan kuisioner atau angket kepada masing – masing sample yang telah ditentukan. Adapun penentuan jumlah sample dilakukan dengan rumus Taro Yaman sehingga didapati jumlah responden sebanyak 92 responden. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilih pemula di Kelurahan Padang Bulan memiliki keberagaman jenis pemilih. Ada yang tergolong kedalam pemilih rasional, pemilih kritis, dan pemilih tradisional.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

ISU KAMPANYE DAN PENILAIAN MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

ISU KAMPANYE DAN PENILAIAN MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam bagaimanakah strategi penyampaian pesan yaitu isu program oleh tim pemenangan calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Seno Samodro dan Said Hidayat dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Boyolali 2016, apa sajakah isu yang disampaikan, dan bagaimana penilaian masyarakat pemilih terhadap isu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman mengenai bagaimana dan mengapa suatu realitas komunikasi terjadi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

SKRIPSI MEKANISME REFERENDUM DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH CALON TUNGGAL

SKRIPSI MEKANISME REFERENDUM DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH CALON TUNGGAL

Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta senantiasa memberikan kesehatan, kesempatan, dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Mekanisme Referendum Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Calon Tunggal”.

17 Baca lebih lajut

PERSEPSI SISWA SMA DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

PERSEPSI SISWA SMA DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH.

PEMILUKADA merupakan salah satu bentuk dari demokrasi langsung, yang diselenggarakan di Inonesia ini. Dengan PEMILUKADA langsung ini berarti adanya partisipasi politik langsung dari masyarakat itu sendiri. Sebagaimana Sudijono Sastroatmodjo (1995: 67) katakan “bahwa partsipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi, sekaligus merupakan ciri khas adanya modernisasi politik” . Namun, sekarang ini sudah mulai banyak generasi muda yang tidak respek dengan kegiatan politik sederhana yang ada dilingkungan sekitarnya. Hal tersebut menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian berkenaan dengan masalah ini. Penelitian ini didasarkan pada lima rumusan masalah, yaitu 1. “ Bagaimana penilaian siswa mengenai figur calon Wali Kota Ciamhi pada saat pemilihan”, 2. “ Bagaimana penilaian siswa terhadap Wali Kota Cimahi yang terpilih” 3. “ Bagaimana persepsi siswa mengenai pelaksanaan kampanye PEMILUKADA Kota Cimahi” 4. “ Bagaimana pemahaman siswa dalam kegiatan Pemilihan Umum Kepala Daerah secara langsung di Kota Cimahi” 5. “ Apa harapan siswa mengenai penyelenggaraan PEMILUKADA Kota Cimahi”
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

DINAMIKA DAN GAGASAN MENCEGAH EKSPLOITASI ANAK DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

DINAMIKA DAN GAGASAN MENCEGAH EKSPLOITASI ANAK DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

Anak merupakan tonggak estafet generasi penerus, anak besok menjadi pemimpin Indonesia di masa depan. Dari usia dini anak-anak harus dilindungi hak-hak mereka, dalam rangka menciptakan kualitas generasi yang lebih baik. Salah satu hak-hak anak adalah hak politik, antara lain memberikan mereka pendidikan di pemilu penyelanggaraan kepala daerah, sehingga ketika mereka telah dewasa dan sudah berhak untuk memberikan hak pilihnya dalam pemilu umum kepala daerah, mereka akan mengerti tentang penyelanggaran pemilu umum kepala daerah, sehingga mereka tidak tidak abstain. Pemilihan umum kepala daerah terakhir diadakan pada tanggal 9 Desember 2015, di mana ada beberapa dinamika eksploitasi anak-anak dalam kampanye pemilu penyelanggaraan dan pelaksanaan pemilu, ada 15 pelanggaran perlindungan anak. Dalam tulisan ini menggagas pencegahan eksploitasi anak dalam pemilihan umum kepala daerah, yaitu untuk memperkenalkan pendidikan pemilu di tingkat sekolah; Komisi Pemilihan Umum bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan perlindungan anak; memberikan sosialisasi menyeluruh bagi semua warga negara Indonesia; dan membuat pengaturan untuk perlindungan terhadap eksploitasi anak dalam pemilihan umum terhadap rancangan pemilu kodifikasi hukum.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012  ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Penelitian ini mencoba memberikan gambaran mengenai fenomena yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah di kabupaten Aceh Tamiang tahun 2012. Pilkada Aceh memang menarik untuk dikaji mengingat kekerasan dan konflik seakan tak pernah lepas dari wilayah tersebut, meski perdamaian telah didengungkan 2005 lalu melalui perjanjian MoU Helsinki antara RI dan GAM, tetap saja konflik masih melanda negeri serambi Mekkah itu, dengan mengandalkan partai politik lokal (Partai Aceh) yang mulai terbentuk pasca perundingan seolah semakin memperkukuh kekuatan politik mereka diranah pemerintahan. Bisa dikatakan bahwa hampir seluruh kabupaten di Provinsi Aceh dimenangkan oleh pemimpin yang diusung dari Partai Aceh pada pemilu 2012 lalu, begitupula pada pilkada Aceh Tamiang dimana pasangan yang diusung dari Partai Aceh berhasil masuk ke putaran kedua.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Penelitian ini mencoba memberikan gambaran mengenai fenomena yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah di kabupaten Aceh Tamiang tahun 2012. Pilkada Aceh memang menarik untuk dikaji mengingat kekerasan dan konflik seakan tak pernah lepas dari wilayah tersebut, meski perdamaian telah didengungkan 2005 lalu melalui perjanjian MoU Helsinki antara RI dan GAM, tetap saja konflik masih melanda negeri serambi Mekkah itu, dengan mengandalkan partai politik lokal (Partai Aceh) yang mulai terbentuk pasca perundingan seolah semakin memperkukuh kekuatan politik mereka diranah pemerintahan. Bisa dikatakan bahwa hampir seluruh kabupaten di Provinsi Aceh dimenangkan oleh pemimpin yang diusung dari Partai Aceh pada pemilu 2012 lalu, begitupula pada pilkada Aceh Tamiang dimana pasangan yang diusung dari Partai Aceh berhasil masuk ke putaran kedua.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB III KUALITAS DEMOKRASI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH ACEH TAMIANG 2012 3.1 Pembahasan - Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

BAB III KUALITAS DEMOKRASI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH ACEH TAMIANG 2012 3.1 Pembahasan - Kualitas Demokrasi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 ( Studi Kasus : Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh Tamiang 2012 )

Pilkada secara langsung dimaksudkan untuk meminimalisir praktek money politic yang dipercaya terjadi secara meluas pada sistem pemilihan melalui lembaga perwakilan, dengan asumsi money politic akan lebih sulit dilakukan karena pemegang hak suara adalah semua warga negara yang memiliki hak pilih. Keterlibatan masyarakat luas secara langsung diharapkan membawa semangat baru dalam kehidupan demokrasi dan akan melahirkan pemerintahan yang lebih baik dan berkualitas. Sebagaimana halnya pada pemilihan umum kepala daerah Aceh Tamiang 2012 yang diharapkan dapat berjalan secara demokratis dimana nilai-nilai demokrasi senantiasa diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat dan juga para elit politiknya, karena yang kita ketahui sebelumnya bahwa pelaksanaan pilkada di Aceh selalu sarat akan kekerasan dan konflik yang membuat wilayah ini di anggap jauh dari nilai-nilai demokrasi.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Budaya Politik Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung (Kasus Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung Pada Tahun 2010).

Budaya Politik Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung (Kasus Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Bandung Pada Tahun 2010).

Belum efektifnya budaya politik yang demokratis dalam pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Bandung tahun 2010 sebagaimana persoalan yang diketemukan bahwa sistem keyakinan dan pola tingkah laku serta penilaian terhadap sistem politik yang sedang berjalan, baik dari masyarakat pemilih maupun dari penyelenggara pemiliham umum kepala daerah, tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi, misalnya perhitungan suara yang tidak jujur yang dilakukan oleh penyelenggara, serta adanya partisipasi semu dari masyarakat pemilih seperti menggunakan hak pilihnya tetapi tidak berdasarkan keyakinan melainkan karena adanya tekanan atau karena diberi ”sesuatu”.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Perilaku Pemilih Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 Di Kabupaten Bandung.

Evaluasi Perilaku Pemilih Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 Di Kabupaten Bandung.

kurang mampu dalam menghadirkan calon-calon pemimpin yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan, justru calon yang dapat dihadirkan itu lebih banyak didorong oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Proses terakhir penyelenggaraan Pemilukada di tangan rakyat bukan di tangan elit, oteh karenanya Pemilu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dalam hal ini rakyatlah yang berdaulat, rakyat yang berhak menentukan siapa yang hendak menjadi pemimpin, bukanlah uang yang menentukan kekuasaan dan bukan pula popularitas yang abstrak yang menentukan kekuasaan akan tetapi rasionalitas publik, kehendak publik, kemandirian publik, kematangan publik dan kesadaran publik yang menentukan dalam Pemilukada. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul: “Evaluasi Perilaku Pemilih d alam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 di Kabupaten Bandung ” .
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Verifikasi Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Kepala Daerah pada Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bekasi - Ubharajaya Repository

Sistem Informasi Verifikasi Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Kepala Daerah pada Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bekasi - Ubharajaya Repository

Abdul Hamid, 2012.10.225.156, Fakultas Teknik Program Studi Teknik Informatika Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, judul skripsi “Sistem Informasi Verifikasi Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Kepala Daerah pada Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bekasi”, dibawah bimbingan Adi Muhajirin, M. Kom dan Evi Siti Sofiyah, Ph. D. 53 halaman, 20 tabel, 33 gambar, 8 buku pustaka (2011-2015).

15 Baca lebih lajut

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

Hal ini juga memberikan tanda bahwa demokrasi di tingkat lokal mulai mekar, karena dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia digelar perhelatan akbar “Pemilihan Umum Kepala Daerah Langsung”, baik gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati maupun walikota dan wakil walikota. Pemilukada langsung merupakan hasil kerja keras dalam perwujudan demokrasi, walaupun banyak hal yang menjadi konsekuensinya seperti biaya yang besar, energi, waktu, pikiran dan lain sebagainya. Namun, keberhasilan pemilukada untuk melahirkan Sehingga hal ini semakin memajukan demokrasi ditingkat lokal karena masyarakat lokal akan memilih sendiri siapakah calon pemimpinnya atau yang mewakilinya di daerah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

mewakili masyarakat luas atau rakyat. Secara teoritis, hubungan pemilihan umum dengan sirkulasi elit dapat dijelaskan dengan melihat proses mobilitas kaum elit atau non elit yang menggunakan jalur institusi politik, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjadi anggota elit tingkat nasional, yakni sebagai anggota kabinet dan jabatan yang setara. Dalam kaitan itu, pemilihan umum merupakan saran dan jalur langsung untuk mencapai posisi elit penguasa. Dengan begitu maka melalui pemilihan umum kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah diharapkan dapat berlangsung pergantian atau sirkulasi elit penguasa tingkat daerah secara kompetitif dan domokratis.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2010

PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2010

Tugas dan wewenang Panitia Pengawas Pilkada diatur dalam pasal 66 ayat (4) Undang- undang Nomor 32 tahun 2004, pasal 108 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2005. Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah bahwa; Masa persiapan pemilihan meliputi pemberitahuan DPRD kepada Kepala Daerah mengenai berakhirnya masa jabatan perencanaan penyelenggaraan, meliputi penetapan tata cara dan jadwal tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah, pembentukan panitia pengawas, PPK, PPS, dan KPPS, dan pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilih. Sistem pemilihan kepala daerah secara langsung sebagai perwujudan demokratisasi pemerintahan. pemerintah daerah juga bertujuan memberikan landasan demokratisasi dalam proses demokrasi, termasuk didalamnya adalah proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), sehingga penulis tertarik meneliti Penegakan Hukum Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Pasaman Tahun 2010 dengan rumusan masalah berikut : (1) Bagaimanakah penegakan hukum oleh Panwaslu dalam proses pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Pasaman tahun 2010?(2)Faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Pasaman tahun 2010?(3)Upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan oleh Panwaslu dalam proses pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Pasaman tahun 2010?
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTAWARINGIN BARAT).

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTAWARINGIN BARAT).

Pada putusan Mahkamah Konstitusi tersebut menjelaskan bahwa salah satu pasangan calon telah melakukan pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif. Akibatnya Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi pasangan calon tersebut dan Mahkamah Konstitusi selanjutnya memenangkan pasangan calon lain. Menurut Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008 mengenai hukum acara perselisihan pemilihan umum kepala daerah menjelaskan bahwa yang menjadi objek sengketa dalam perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah adalah rekapitulasi hasil perhitungan suara yang mempengaruhi suara pasangan calon lain. Mengenai aspek pelanggran bukanlah menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan putusan tersebut.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

Dalam rangka perbaikan system Pemerintahan Daerah, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan hak secara langsung kepada rakyat untuk memilih pemimpin di daerahnya secara demokratis berdasarkan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.Salah satu faktor terpenting dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah rakyat sebagai pemilih selain partai politik dan pasangan calon. Untuk itu bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang mengikuti Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang sangat mempengaruhi perilaku pemilih untuk menentukan pilihannya. Kota Medan adalah salah satu kota yang melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010 yang dilaksanakan dalam dua putaran. Secara teoritis faktor-faktor yang sangat mempengaruhi perilaku pemilih adalah : etnisitas, agama, preferensi politik keluarga, gender, identifikasi partai, politik uang dan citra kandidat. Penelitian ini menyoroti dinamika politik di Kecamatan Medan Area pada Putaran Kedua dimana isu agama menjadi faktor sangat dominan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan induktif.Hasil perolehan suara pada putaran pertama di Kecamatan Medan Area, pasangan Sofyan Tan – Nelly Armayanti memperoleh suara terbanyak yakni 12.399 suara sedangkan pasangan Drs. H. Rahudman Harahap, MM – Drs. H. Dzulmi Eldin S, M.Si berada pada peringkat ketiga dengan 6.916 suara. Pada putaran kedua di Kecamatan Medan Area, pasangan Drs. H. Rahudman Harahap, MM – Drs. H. Dzulmi Eldin S, M.Si memperoleh suara terbanyak 32.216 suara sedangkan pasangan Sofyan Tan – Nelly Armayanti memperoleh suara 15.623 suara. Fenomena seperti ini sangat jarang terjadi sehingga perlu dilakukan suatu penelitian untuk melihat faktor- faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku pemilih di Kecamatan Medan Area.Hasil penelitian pada pemilukada putaran kedua menunjukkan pengaruh satu agama (satu aqidah) menjadi faktor yang sangat dominan mempengaruhi perilaku pemilih. Sedangkan faktor citra kandidat seperti sifat tegas, pintar, berpengalaman tidak terlalu berpengaruh.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kota Medan Tahun 2010 Putaran Kedua

Dalam rangka perbaikan system Pemerintahan Daerah, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan hak secara langsung kepada rakyat untuk memilih pemimpin di daerahnya secara demokratis berdasarkan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.Salah satu faktor terpenting dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah rakyat sebagai pemilih selain partai politik dan pasangan calon. Untuk itu bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang mengikuti Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang sangat mempengaruhi perilaku pemilih untuk menentukan pilihannya. Kota Medan adalah salah satu kota yang melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010 yang dilaksanakan dalam dua putaran. Secara teoritis faktor-faktor yang sangat mempengaruhi perilaku pemilih adalah : etnisitas, agama, preferensi politik keluarga, gender, identifikasi partai, politik uang dan citra kandidat. Penelitian ini menyoroti dinamika politik di Kecamatan Medan Area pada Putaran Kedua dimana isu agama menjadi faktor sangat dominan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan induktif.Hasil perolehan suara pada putaran pertama di Kecamatan Medan Area, pasangan Sofyan Tan – Nelly Armayanti memperoleh suara terbanyak yakni 12.399 suara sedangkan pasangan Drs. H. Rahudman Harahap, MM – Drs. H. Dzulmi Eldin S, M.Si berada pada peringkat ketiga dengan 6.916 suara. Pada putaran kedua di Kecamatan Medan Area, pasangan Drs. H. Rahudman Harahap, MM – Drs. H. Dzulmi Eldin S, M.Si memperoleh suara terbanyak 32.216 suara sedangkan pasangan Sofyan Tan – Nelly Armayanti memperoleh suara 15.623 suara. Fenomena seperti ini sangat jarang terjadi sehingga perlu dilakukan suatu penelitian untuk melihat faktor- faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku pemilih di Kecamatan Medan Area.Hasil penelitian pada pemilukada putaran kedua menunjukkan pengaruh satu agama (satu aqidah) menjadi faktor yang sangat dominan mempengaruhi perilaku pemilih. Sedangkan faktor citra kandidat seperti sifat tegas, pintar, berpengalaman tidak terlalu berpengaruh.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

CALON PERSEORANGAN DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

CALON PERSEORANGAN DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

1. Bentuk dukungan untuk calon perseorangan harus dibuat dalam bentuk surat pernyataan yang disertai dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau surat keterangan tanda penduduk sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal ini menjadi bagian dari kesulitan tersendiri bagi calon perseorangan, karena kondisi manajemen dan administrasi kependudukan di Indonesia masih belum baik dan datanya tidak akurat, dimana masih banyaknya pemegang KTP ganda dan bahkan KTP palsu di masyarakat. Oleh karena itu, menjadi sangat mungkin akan adanya pendukung bayangan dari pasangan calon kepala daerah, dan hal ini akan menjadi masalah teknis baru bagi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai pelaksana Pemilihan Umum Kepala Daerah. 2. Pengaturan pemilihan kepala daerah berdasarkan Undang-
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...