Pengawas sekolah

Top PDF Pengawas sekolah:

Peran Pengawas Sekolah Dalam Mendukung Gerakan Literasi Sekolah

Peran Pengawas Sekolah Dalam Mendukung Gerakan Literasi Sekolah

Berawal dari sebuah gerakan dengan berbagai program yang dicanangkan setiap satuan pendidikan dalam bentuk-bentuk pembiasaan diharapkan dapat menjadi sebuah budaya. Selama ini tidak dapat dibantah kebiasaan membaca siswa kita sangat rendah. Hal ini menurut OECD PISA (Program International Student Assessment) bahwa Indonesia menduduki peringkat 69 dari 79 negara pada tahun 2015. Bahkan Seorang sastrawan Indonesia, Taufik Ismail pernah meneliti pada tahun 1997 di 13 SMA di berbagai negara mengenai kewajiban membaca buku, ketersediaan buku wajib di perpustakaan sekolah,bimbingan menulis, dan pengajaran sastra di sekolah. Hasilnya Indonesia berada di urutan ke-13 dengan kewajiban membaca 0 judul (Dharma:2016). Berdasarkan gambaran dan fakta-fakta singkat tersebut sangatlah tepat bila kiat literasi didorong sekaligus sebagai penguatan dari pengawas sekolah minimal di lingkup binaan akademik dan manajerialnya masing-masing di setiap satuan pendidikan sebagai realisasi atau dukungan keberhasilan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah

Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah

Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang terdiri dari: Buku asli yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Baik buku asli harus disahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan

80 Baca lebih lajut

Modul PIGP bagi Pengawas Sekolah

Modul PIGP bagi Pengawas Sekolah

Modul PIGP bagi Pengawas Sekolah/Madrasah 47 Penilaian tahap pertama dilaksanakan pada bulan kedua sampai dengan kesembilan berupa penilaian kinerja guru melalui observasi pembelajaran/pembimbingan, ulasan dan masukan oleh pembimbing. Penilaian pertama merupakan penilaian proses (assessment for learning) sebagai bentuk pembimbingan guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan, manilai hasil pembelajaran/pembimbingan, dan melaksanakan tugas tambahan. Penilaian tahap ini dilakukan oleh pembimbing melalui observasi pembelajaran/pembimbingan dan observasi kegiatan yang menjadi beban kerja guru pemula, dilaksanakan sekurang- kurangnya satu kali dalam setiap bulan selama masa penilaian tahap pertama. Tujuan penilaian tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu dikembangkan, memberikan umpan balik secara reguler dan memberikan saran perbaikan dengan melakukan diskusi secara terbuka tentang semua aspek mengajar dengan suatu fokus spesifik yang perlu dikembangkan. Pembimbing dapat memberi contoh proses pembelajaran/pembimbingan baik di kelasnya atau di kelas yang diajar oleh guru lain. Proses observasi pembelajaran dan pembimbingan memiliki tahapan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

PRESTASIKERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN PENILAIANNYA

PRESTASIKERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN PENILAIANNYA

5 Tujuan Penetapan Jabatan Untuk kepangkatan membina dan jabatan karir Pengawas Sekolah agar yang bersangkutan lebih dapat meningkatkan mutu profesionalismenya sebagai [r]

49 Baca lebih lajut

01. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah

01. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah

Menyusul dua Standar tersebut di atas, pada tahun anggaran 2007, BSNP juga telah menyelesaikan enam standar lagi. Standar tersebut telah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, masing-masing dengan Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah, Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah, Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, dan Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) yang secara sendiri-sendiri diterbitkan dalam buku ini.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PERENCANAAN KEBUTUHAN PENGAWAS SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI.

PERENCANAAN KEBUTUHAN PENGAWAS SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jumlah ideal pengawas sekolah yang dibutuhkan berdasarkan rasio pengawas satuan pendidikan; (2) jumlah ideal pengawas sekolah yang dibutuhkan berdasarkan rumpun mata pelajaran; dan (3) mengetahui hasil pemetaan perencanaan kebutuhan pengawas sekolah pada jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Tebo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas DIKBUDPORA Kabupaten Tebo mulai januari 2016 s.d mei 2016. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan informan Kepala Dinas DIKBUDPORA, Sekretaris Dinas DIKBUDPORA, Kepala Bidang Perencanaan dan Program Dinas DIKBUDPORA, dan Koordinator pengawas sekolah Kabupaten Tebo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi dokumentasi, observasi dan triangulasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) jumlah ideal pengawas SMA dan SMK yang dibutuhkan berdasarkan rasio pengawas satuan pendidikan berjumlah 22 pengawas sekolah; (2) jumlah ideal pengawas sekolah yang dibutuhkan berdasarkan rumpun mata pelajaran pada jenjang SMA/SMK di Kab. Tebo sebanyak 21 pengawas sekolah; (3) hasil pemetaan kebutuhan pengawas SMA dan SMK di Dinas DIKBUDPORA Kabupaten Tebo untuk 5 tahun yang akan datang yaitu jumlah ideal pengawas yang dibutuhkan sebanyak 24 pengawas dan proporsi kebutuhan pengawas sekolah berdasarkan jenjang jabatan pengawas sekolah dibutuhkan 9 pengawas sekolah muda, 14 pengawas sekolah madya, dan 1 pengawas sekolah utama. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemerkayaan informasi – informasi empiris tentang analisis perencanaan kebutuhan pengawas sekolah bagi daerah-daerah lainnya dan menjadi kajian lebih lanjut terhadap penerapan teori-teori perencanaan dan manajemen sumber daya manusia.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Pedoman S2 Pengawas Sekolah

Pedoman S2 Pengawas Sekolah

2. Seleksi calon penerima beasiswa S2 Kepengawasan dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pascasarjana Perguruan Tinggi penyelengara Program S2 Kepengawasan yakni UNIMED, UNJ, UNNES, UNM. Materi tes dari Direktorat P2TK Dikmen adalah Tes Kompetensi Pengawas Sekolah, sedangkan materi tes oleh Perguruan Tinggi penyelenggara ditentukan oleh masing-masing Pascasarjananya.

39 Baca lebih lajut

Kode Etik Pengawas Sekolah PERANGKAT AKREDITASI

Kode Etik Pengawas Sekolah PERANGKAT AKREDITASI

MENJAGA CITRA DAN NAMA BAIK SELAKU PEMBINA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 6.. MEMILIKI DISIPLIN YANG TINGGI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PROFESI SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH[r]

1 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK OLEH PENGAWAS SEKOLAH DI SMA NEGERI 7 KOTA BINJAI.

IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK OLEH PENGAWAS SEKOLAH DI SMA NEGERI 7 KOTA BINJAI.

Dari hasil penjajakan awal di lokasi penelitian, ternyata supervisi akademik pengawas tehadap guru-guru SMA Negeri 7 kota Binjai tidak efektif atau masih belum maksimal. Guru-guru SMA Negeri 7 kota Binjai sangat memerlukan supervisi akademik pengawas untuk meningkatkan kemampuan guru-guru dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah. Melihat fakta-fakta yang terjadi dilapangan, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul : “Implementasi Supervisi Akademik Pengawas Sekolah di SMA Negeri 7 Kota Binjai”
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Pedoman Teknis Pemilihan Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah Berprestasi, dan Guru PLB PK Berdedikasi Pedoman

Pedoman Teknis Pemilihan Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah Berprestasi, dan Guru PLB PK Berdedikasi Pedoman

3. Menumbuhkan kreatifitas dan inovasi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang berprestasi, serta Guru PLB/PK Berdedikasi, dalam meningkat tkan kualitas pembelajaran. 4. Terjalinnya interaksi antar peserta untuk saling tukar

18 Baca lebih lajut

buku kerja pengawas sekolah

buku kerja pengawas sekolah

Saya menyambut baik Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun buku kerja pengawas sekolah sebagai penyempurnaan buku kerja sesudahnya. Kami harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya, melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan manajerial di sekolah yang dibinanya, agar melaksanakan tugas kepengawasannya dapat berjalan secara efektif dan efisien, dan agar dapat melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesionalisme guru. Dengan demikian, pengawas sekolah dalam tugas pengawasan dapat memiliki kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah.
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

LAPORAN PENGAWAS SEKOLAH tantang DESKRIP

LAPORAN PENGAWAS SEKOLAH tantang DESKRIP

LAPORAN PENGAWAS SEKOLAH tantang“ DESKRIPSI KOMPETENSI PAEDAGOGIK BAGI GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH BINAAN MELALUI HASIL SUPERVISI AKADEMIK ” KARYA TULIS ILMIAH Di[r]

1 Baca lebih lajut

42. Pedoman Pendampingan oleh Pengawas Sekolah

42. Pedoman Pendampingan oleh Pengawas Sekolah

Kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 difokuskan pada fasilitasi penerapan kurikulum 2013 oleh guru dan kepala sekolah di satuan pendidikannya, yaitu di kelas I dan kelas I V SD, Kelas VI I SMP, dan Kelas X SMA/ SMK. Materi pendampingan yang dilakukan pengawas sekolah mencakup implementasi konsep kurikulum 2013, analisis materi ajar, merancang model dan evaluasi pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Sedangkan pendampingan pengawas sekolah terhadap kepala sekolah difokuskan pada pengelolaan kurikulum 2013, termasuk di dalamnya implementasi pembelajaran tematik terpadu di SD dan SMP (untuk I PA dan I PS), dan mata pelajaran serta peminatan peserta didik di SMA/ SMK. Kegiatan pendampingan diarahkan dalam upaya menjamin terselenggara kegiatan pembelajaran yang memperkuat pendekatan ilmiah ( scientific ), tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/ penelitian (discovery/ inquiry learning) , dan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah ( project based learning) untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

09. Angka Kredit Pengawas Sekolah

09. Angka Kredit Pengawas Sekolah

Memiliki Laporan Hasil Evaluasi pelaksanaan Program pengawasan di tingkat provinsi/kabupaten/kota untuk pengawas sekolah utama yang memenuhi sistematika yang berlaku berisi : (1) Identitas berisi Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Kata Pengantar, Daftar Isi; (2) Bab I. Pendahuluan (Latar Belakang, Fokus Masalah, Tujuan dan sasaran, Ruang lingkup Pengawasan); (3) Bab II. Kerangka Pikir Pemecahan Masalah; (4) Bab III. Pendekatan dan Metode; (5). Bab IV. Hasil Pengawasan pada tingkat provinsi/kabupaten/kota, berisi : a. Hasil pelaksanaan pembinaan guru dan kepala sekolah; b. Hasil pemantauan pelaksanaan SNP; c.Hasil penilaian kinerja guru dan kepala sekolah; d. Pembibingan profesionalisme guru dan kepala sekolah; e. Pembimbingan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah; f. Pembimbingan pengawas sekolah muda dan madya dalam pelaksanaan tugas pokok; (6) Bab V Penutup .
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Buku Kerja Pengawas Sekolah   www.blogedukasi.com

Buku Kerja Pengawas Sekolah www.blogedukasi.com

Peraturan Pemerintah no 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Untuk implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

01. DUPAK Pengawas Sekolah

01. DUPAK Pengawas Sekolah

KETERANGAN PENDUKUNG UNTUK GURU/KEPALA SEKOLAH Apabila Diangkat Pengawas Sekolah dari Guru/Kepala Sekolah dan Belum Pernah Naik Pangkat dalam Jabatan Pengawas Sekolah E.1.. KEPALA SEK[r]

4 Baca lebih lajut

01. DUPAK Pengawas Sekolah

01. DUPAK Pengawas Sekolah

KETERANGAN PENDUKUNG UNTUK GURU/KEPALA SEKOLAH Apabila Diangkat Pengawas Sekolah dari Guru/Kepala Sekolah dan Belum Pernah Naik Pangkat dalam Jabatan Pengawas Sekolah E.1.. KEPALA SEK[r]

4 Baca lebih lajut

Surat Aktivasi   Pengawas Sekolah

Surat Aktivasi Pengawas Sekolah

Seluruh proses tersebut dilaksanakan secara mandiri melalui internet online oleh PTK bersangkutan menggunakan informasi akun berikut : User ID by_system KODE AKTIVASI by_system Silaka[r]

1 Baca lebih lajut

DAFTAR PESERTA KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH

DAFTAR PESERTA KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH

Propinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2015 NO NAMA SEKOLAH KABUPATEN/KOTA NAMA KEPALA SEKOLAH NO.. HP KEPALASEKOLAH 1 SMP KARYA IKHLAS NCERA Kab.[r]

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...