Pengetahuan lingkungan

Top PDF Pengetahuan lingkungan:

ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU EKOLOGI DENGAN GENDER SEBAGAI   Analisis Pengaruh Pengetahuan Lingkungan Terhadap Perilaku Ekologi Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi.

ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU EKOLOGI DENGAN GENDER SEBAGAI Analisis Pengaruh Pengetahuan Lingkungan Terhadap Perilaku Ekologi Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi.

Pengetahuan Lingkungan berkaitan dengan pengetahuan umum tentang fakta-fakta, konsep, dan hubungan tentang lingkungan alam dan ekosistem (Fryxell dan Lo, 2003). Ini melibatkan apa yang orang tahu tentang lingkungan dalam hal bagaimana produk yang dihasilkan, bagaimana ini mempengaruhi lingkungan, dan bagaimana tanggung jawab kolektif diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan (Kaufmann et al., 2012). Pengetahuan konsumen lingkungan termasuk efek rumah kaca, pengelolaan limbah, limbah berbahaya dan bahan daur ulang. Ada hubungan signifikan antara pengetahuan lingkungan dan perilaku konsumen hijau (Mostafa, 2009). Jika konsumen memiliki pengetahuan tentang penyebab dan dampak terhadap lingkungan, tingkat kesadaran mereka akan meningkat dan berpotensi akan mempromosikan sikap yang menguntungkan terhadap produk hijau (Cox, 2008; D' Souza et al, 2006). Ada kemungkinan bahwa tingkat yang lebih tinggi pengetahuan lingkungan bisa menghasilkan perilaku ekologi konsumen jauh lebih baik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN

LAPORAN TUGAS ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas ilmu alamiah dasar secara lebih spesisfik lagi, yaitu pembahasan mengenai ilmu teknologi dan pengetahuan lingkungan. Seseorang menggunakan teknologi karena ia memiliki akal dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, mudah, nyaman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat-perangkat mesin, seperti computer, kendaraan, handphone, dan lain sebagainya. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK. Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkan setiap waktu.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Rancangan Intervensi Untuk Meningkatkan Perilaku Pro Lingkungan Pada Warga Kota Melalui Pengetahuan Lingkungan dan Regulasi Diri.

Rancangan Intervensi Untuk Meningkatkan Perilaku Pro Lingkungan Pada Warga Kota Melalui Pengetahuan Lingkungan dan Regulasi Diri.

Sampah kota merupakan salah satu masalah lingkungan yang dihadapi di kota- kota besar di Indonesia. Sampah ini merupakan hasil akhir dari aktivitas manusia. Dengan kata lain sampah timbul dari perilaku manusia itu sendiri. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menangani masalah tersebut adalah dengan menampilkan perilaku perilaku pro lingkungan. Apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan ini? Berdasarkan penelitian sebelumnya pengetahuan lingkungan dan regulasi diri merupakan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku pro lingkungan tersebut Meningkatkan pengetahuan tentang lingkungan memiliki efek moderat pada perilaku peduli lingkungan. Artinya, dengan mengoptimalkan pengetahuan lingkungan diharapkan dapat mendorong seseorang untuk menampilkan perilaku peduli lingkungan. Di sisi lain regulasi diri berperan dalam proses perubahan perilaku, dari perilaku yang tidak peduli lingkungan menjadi perilaku pro lingkungan. Penelitian ini fokus pada variabel pengetahuan lingkungan dan regulasi diri dalam konteks perilaku pengelolaan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan lingkungan dan regulasi diri pada subjek. Subjek dalam penelitian ini merupakan warga kota dalam skala RW. Peneliti mencoba mendapatkan gambaran pengetahuan lingkungan dan regulasi diri pada tiga kelompok yang berbeda. Dalam penelitian ini juga peneliti mengajukan suatu rancangan intervensi dalam rangka meningkatkan perilaku pro lingkungan melalui regulasi diri dan pengetahuan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan skala regulasi diri dan skala pengetahuan lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU EKOLOGI DENGAN GENDER SEBAGAI   Analisis Pengaruh Pengetahuan Lingkungan Terhadap Perilaku Ekologi Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi.

ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU EKOLOGI DENGAN GENDER SEBAGAI Analisis Pengaruh Pengetahuan Lingkungan Terhadap Perilaku Ekologi Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan lingkungan terhadap perilaku ekologi dan menganalisis pengaruh gender dalam memoderasi hubungan pengetahuan lingkungan dengan perilaku ekologi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi moderating (moderating regression analysis) dan dilanjutkan dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R 2 ). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna produk hijau. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan convenience sampling, maka diambil 100 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap perilaku ekologi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dan gender memoderasi pengaruh pengetahuan lingkungan terhadap perilaku ekologi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta pengguna produk hijau.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL): Analisis Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan Santri Pondok Pesantren di Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL): Analisis Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan Santri Pondok Pesantren di Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan santri terkait program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penelitian dilakukan bulan November 2016 pada empat pesatren di kecamatan Gading Kabupaten probolinggo yaitu Miftahul Jannah, Miftahul Hasan, Raudatul Hasaniyah dan Mambaul Ulum. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik penyebaran angket kepada 129 santri. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan santri terkait KRPL sebesar 3,3%, dan sikap peduli lingkungan santri sebesar 28,75% terhadap pelestarian lingkungan terkait KRPL ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas santri memiliki pengetahuan dan sikap peduli lingkungan yang buruk terkait KRPL sehingga perlu ditingkatkan melalui pengembangan buku petunjuk teknis, sosialisasi dan pelatihan dengan menerapkan program KRPL di pondok pesantren Miftahul Jannah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN SUMBER DAYA ALAM

LAPORAN TUGAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN SUMBER DAYA ALAM

Wahyudin (2004) menyebutkan pentingnya dukungan pemerintah atas empat hal dalam kerangka pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya alam dan lingkungan, khususnya pembangunan kelautan dan perikanan, yaitu (i) adanya kebijakan makro yang berorientasi padapengembangan aktivitas ekonomi yang berbasis sumberdaya alam dan lingkungan; (ii) penyediaan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya; (iii) dukungan penelitian dan pengembangan teknologi; dan (iv) pengembangan pola agribisnis. Dukungan Kebijakan Makro Pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya alam dan lingkungan di Indonesia memerlukan kebijakan makro yang efektif dan efisien terutama untuk menempatkan pengembangan berbagai aktivitas dan bisnis ini sebagai salah satu prime moverpembangunan ekonomi berbasis sumberdaya alam dan lingkungan di Indonesia. Oleh karena itu, disain kebijakan ekonomi makro Indonesia seoptimal mungkin harus berpihak pada proses pengembangan bisnis dan aktivitas sektor ini dalam rangka memberikan keleluasaan ruang pertumbuhan dan pengembangan bisnis secara efektif dan efisien. Terlebih dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas yang mau tidak mau harus dihadapi secara optimal. Salah satu kebijakan makro yang dapat diberikan, misalnya, dengan memberikan proteksi terhadap datangnya (impor) komoditas (misal, price protection, tax, dan sebagainya) dan menjaga supply produk lokal agar tetap kontinyu.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Teknik Industri: Soal UAS Pengetahuan Lingkungan.

Teknik Industri: Soal UAS Pengetahuan Lingkungan.

Apa yang Anda ketahui mengenai E-Waste dan E-Waste Management serta bagaimana menurut Anda mengenai Konsep Industri global berwawasan lingkungan!. 30 Poin.[r]

1 Baca lebih lajut

Makalah pengetahuan Lingkungan Global Is

Makalah pengetahuan Lingkungan Global Is

Di Indonesia? Kita sering melihat "main mata" antara pemerintah dan industri. Ada beberapa industri di Jawa Timur yang terus menerus diprotes masyarakat sekitar namun mendapat penghargaan label hijau, sebagai industri yang ramah lingkungan dari pemerintah.Kita juga bisa mengamati, sudah berbagai peraturan yang dikeluarkan pemerintah, mulai kewajiban bagi industri membuat dokumen AMDAL, UKL-UPL, program langit biru, Prokasih, namun kenyataannya tingkat pencemaran lingkungan semakin tinggi, masih ada industri yang bebas menjual bahan ( BPO ).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

BI 1001 Pengetahuan Lingkungan Kuliah 6

BI 1001 Pengetahuan Lingkungan Kuliah 6

Dari air yang dievaporasi dari lautan, 90% jatuh kembali ke lautan & 10% terbawa angin dan jatuh ke daratan menjadi: •Air bawah tanah akifer* •Air tanah infiltrasi sampai kedalaman ak[r]

12 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM PENGETAHUAN LINGKUNGAN PERTUMBUHAN POPULASI

LAPORAN PRAKTIKUM PENGETAHUAN LINGKUNGAN PERTUMBUHAN POPULASI

adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva (instar ketiga) makan hingga siap untuk membentuk pupa. Pada tahap terakhir, larva instar ketiga merayap ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. Pergerakan larva ini aktif di atas media maupun di dinding botol.pada saat fase ini medium telah mencair sehingga jumlah larva tidak terlihat begitu jelas. Namun pada biji mangga banyak sekali larva yang bergerak. Selanjutnya, larva instar 3 mulai melakukan pergerakan ke bagian atas botol dan banyak terlihat menempel di botol. Larva akan melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan seperti lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk pupa. Larva instar 3 ini mulai berubah menjadi pupa pada tanggal 2 April. Pupa terlihat berwarna coklat dan memiliki lapisan kutikula yang berfungsi melindungi dari gangguan lingkungan sekitarnya. Dan pada tanggal 3 April, imago muncul. Jadi dapat praktikan amati bahwa waktu yang diperlukan Drosophila melanogaster untuk pergiliran yang dilakukan praktikan adalah 8 hari. Lamanya perubahan telur menjadi imago dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu lingkungan (rendah, ideal atau tinggi). Betina dewasa mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi lalat dewasa dan meningkat hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-75 telur perhari dan mungkin maksimum 280 buah dalam 14 hari.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ilmu pengetahuan lingkungan 1 pdf

ilmu pengetahuan lingkungan 1 pdf

Semakin banyak orang dalam langkah-langkah hidup ini (baik sebagai ilmuwan, ekonom, pebisnis, pemimpin dunia, ataupun juga sebagai akhli lingkungan profesional) menyadarkan bahwa : kecenderungan global yang diuraikan diatas adalah not sustainable. Pikiran sehat menyatakan bahwa kecenderungan ini seluruhnya dalam perjalanan yang saling berbenturan, tidak hanya dengan kebutuhan manusiawi dasar, namun juga dengan sistem-sistem mendasar yang fungsinya menjaga planet kita tetap sebagai tempat hidup yang memberikan kenyamanan. Planet yang ada batasnya ini tak akan mampu menampung tambahan hampir 90 juta jiwa per tahunnya, dan juga tidak dapat mentolerir berbagai bentuk kehilangan tanah, perubahan atmosfir, kepunahan berbagai species, serta semakin menipisnya sumberdaya air yang berlangsung sejauh ini, tanpa menjurus pada satu keadaan dimana sumberdaya yang ada menjadi tidak lagi memadai untuk mendukung kehidupan populasi manusia (1, p. 13).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

018.E123207.Pengetahuan Lingkungan Silabus

018.E123207.Pengetahuan Lingkungan Silabus

FM-UDINUS-PBM-08-04/R0 Kompetensi Dasar Indikator Materi pokok Strategi Pembelajaran Alokasi waktu Referensi / acuan Evaluasi Memahami pencemaran udara Memahami pencemaran tanah M[r]

4 Baca lebih lajut

Analisis Pengetahuan Lingkungan dan Sika

Analisis Pengetahuan Lingkungan dan Sika

Analisis tingkat pendidikan terhadap sikap peduli lingkungan siswa SMA, SMP dan SD serta masyarakat tehadap ekosistem sungai berbasis kearifan lokal (N = 208) di Kabupaten Madina diperoleh nilai sikap 4 - 19 dari skor 1 - 20; dengan nilai mean 12,625; simpangan baku 3,5717. Dalam hal penelitian ini terlihat dari rata-rata skor sikap peduli lingkungan siswa paling tinggi didapatkan dari orang dewasa (masyarakat), kemudian siswa SMA, tetapi bertolak belakang dengan sikap peduli lingkungan antara siswa SD dan SMP, siswa SD memiliki rata-rata skor sikap peduli lingkungannya lebih tinggi dibanding siswa SMP.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ILMU PENGETAHUAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN B

ILMU PENGETAHUAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN B

Semua kebutuhan manusia dipasok dari lingkungan yang merupakan sumber daya alam. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh dari lingkungan untuk keperluan manusia. Semakin meningkat jumlah popolasi semakin banyak sumber daya alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh: kebutuhan pangan, kebutuhan air bersih, kebutuhan udara bersih dan kebutuhan lainnya. Apabila jumlah populasi meningkat, akan timbul berbagai masalah misalnya kepadatan arus lalu Lintas yang mengakibatkan udara terjadi pencemaran, banyak lahan pertanian dijadikan pemukiman penduduk akibatnya terjadi perkampungan yang kumuh, dan ahkirnya air bersih ikut menjadi permasalahan. Apabila hal ini dibiarkan maka akan terjadi penurunan kualitas lingkungan yang nantinya juga akan merusak lingkungan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Yepe Pengetahuan Lingkungan 2015 E

Yepe Pengetahuan Lingkungan 2015 E

• Dituangkan dalam dokumen RKL Rencana Pengelolaan Lingkungan untuk seluruh komponen kegiatan yang memberikan dampak penting terhadap komponen lingkungan.. • Tingkat keberhasilan upaya m[r]

60 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN LINGKUNGAN MAKALAH PENGELOLA docx

PENGETAHUAN LINGKUNGAN MAKALAH PENGELOLA docx

berbagai pihak baik pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat luas. Hal ini menjadi lebih penting lagi mengingat Indonesia sebagai negara yang perkembangan industrinya cukup tinggi dan saat ini dapat dikategorikan sebagai negara semi industri (semi industrialized country). Sebagaimana lazimnya negara yang masih berstatus semi industri, target yang lebih diutamakan adalah peningkatan pertumbuhan output, sementara perhatian terhadap eksternalitas negatif dari pertumbuhan industri tersebut sangat kurang. Beberapa kasus pencemaran terhadap lingkungan telah menjadi topik hangat di berbagai media masa, misalnya pencemaran Teluk Buyat di Sulawesi Utara yang berdampak terhadap timbulnya bermacam penyakit yang menyerang penduduk yang tinggal di sekitar teluk tersebut.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Silabus & RPKPS Pengetahuan Lingkungan.

Silabus & RPKPS Pengetahuan Lingkungan.

Pertemuan ke : Kompetensi Dasar Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran Rujukan 10-12 13, 14 Memahami dan mengerti konsep AMDAL Memahami lingkungan hidup dan perdagan[r]

5 Baca lebih lajut

Yepe Pengetahuan Lingkungan 2015 A

Yepe Pengetahuan Lingkungan 2015 A

• Populasi merupakan kelompok kolektif organisme dari jenis yang sama yang menempati ruang dan waktu tertentu serta memiliki berbagai ciri atau sifat yang unik dari kelompok bukan sifa[r]

26 Baca lebih lajut

Yepe Pengetahuan Lingkungan 2015 C

Yepe Pengetahuan Lingkungan 2015 C

Pencemaran Tanah Pencemaran Tanah • Bahan pencemar organik dengan mudah diurai oleh mikroorganisme tanah sehingga menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam.. • Bahan pence[r]

28 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...