pengungkapan tanggung jawab sosial

Top PDF pengungkapan tanggung jawab sosial:

PENGARUH PENGUNGKAPAN SUKARELA DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA

PENGARUH PENGUNGKAPAN SUKARELA DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA

berpijak pada triple bottom line yang berarti memperhatikan masalah sosial dan lingkungan sekitar selain kondisi keuangannya. Salah satu strategi bisnis perusahaan adalah melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial (Restuti dan Nathaniel, 2012). Tanggung jawab sosial merupakan konsep akuntansi yang baru muncul setelah adanya banyak kritik terhadap akuntansi konvensional yang dianggap kurang dapat mengakomodir kepentingan stakeholder (Wulandari dan Wirajaya, 2014). Pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak lagi merupakan praktek bisnis secara sukarela, melainkan pelaksanannya sudah diatur oleh undang-undang (bersifat mandatory). Undang-Undang yang mengatur pengungkapan tanggung jawab sosial yaitu UU No. 40/2007 Pasal 66 dan 74, serta Undang-Undang Penanaman Modal No. 25/2007 Pasal 15, 17, dan Pasal 34. Pada intinya mengatur tentang kewajiban perusahaan untuk menyampaikan pelaksanaan tanggung jawab sosial disamping laporan keuangan perusahaan. Pengungkapan tanggung jawab sosial berkembang ketika terjadi banyak masalah yang disebabkan oleh industri yang berdampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya (Triastuti, 2014). Dampak negatif ini akan menurunkan reputasi perusahaan. Seiring dengan penurunan perhatian investor terhadap nilai laba dan semakin memperhatikan faktor-faktor lain di luar laba maka hal ini akan mendorong penurunan koefisien respon laba.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA

H2 : Pengungkapan tanggung jawab sosial dan ling- kungan perusahaan berpengaruh positif terhadap manajemen laba melalui arus kas operasi abnor- mal pada perusahaan yang tergolong high-proile. Produksi abnormal yang rendah mengindi- kasikan perusahaan tidak melakukan produksi yang berlebihan untuk mengurangi pelaporan harga pokok penjualan dan mengindikasikan pula perusahaan me- miliki kebijakan pengambilan keputusan yang lebih konservatif atau menerapkan prinsip kehati-hatian. Kim et al. (2012) menyatakan bahwa bila konsisten dengan hipotesis pelaporan keuangan transparan, skor CSR akan berhubungan negatif dengan produksi abnormal (AB_PROD). Oleh karena itu, peneliti menduga perusahaan pada industri high-proile lebih beretika dengan melakukan dan mengungkapkan TJSL lebih banyak dan mempunyai kecenderungan yang lebih kecil untuk melakukan manajemen laba melalui produksi yang berlebihan. Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Karakteristik Perusahaan dan Intensitas R&D terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Karakteristik Perusahaan dan Intensitas R&D terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Penelitian mengenai pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan juga telah dilakukan oleh Rosmasita (2007) yang melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sosial dalam laporan keuangan tahunan dengan menggunakan sampel dari perusahaan manufactur di BEJ dan menyimpulkan bahwa financial leverage, ukuran perusahaan, dan profitabilitas secara statistik tidak berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan namun kepemilikan manajemen menunjukan secara statistik mempengaruhi pengungkapan tangung jawab sosial dalam laporan keuangan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN SUKARELA DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA

PENGARUH PENGUNGKAPAN SUKARELA DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA

lain jumpa pers tentang produk baru, rencana perluasan, rencana peningkatan kesejahteraan karyawandan sebagainya. Namun tuntutan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan atau kondisi keuangannya saja, tetapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom line yang berarti memperhatikan masalah sosial dan lingkungan sekitar selain kondisi keuangannya. Salah satu strategi bisnis perusahaan adalah melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial (Restuti dan Nathaniel, 2012). Tanggung jawab sosial merupakan konsep akuntansi yang baru muncul setelah adanya banyak kritik terhadap akuntansi konvensional yang dianggap kurang dapat mengakomodir kepentingan stakeholder (Wulandari dan Wirajaya, 2014). Pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak lagi merupakan praktek bisnis secara sukarela, melainkan pelaksanannya sudah diatur oleh undang-undang (bersifat mandatory). Undang-Undang yang mengatur pengungkapan tanggung jawab sosial yaitu UU No. 40/2007 Pasal 66 dan 74, serta Undang-Undang Penanaman Modal No. 25/2007 Pasal 15, 17, dan Pasal 34. Pada intinya mengatur tentang kewajiban perusahaan untuk menyampaikan pelaksanaan tanggung jawab sosial disamping laporan keuangan perusahaan. Pengungkapan tanggung jawab sosial berkembang ketika terjadi banyak masalah yang disebabkan oleh industri yang berdampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya (Triastuti, 2014). Dampak negatif ini akan menurunkan reputasi perusahaan. Seiring dengan penurunan perhatian investor terhadap nilai laba dan semakin memperhatikan faktor-faktor lain di luar laba maka hal ini akan mendorong penurunan koefisien respon laba.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUHNYA TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN  CORPORATE GOVERNANCE DAN PROFITABILITAS; PENGARUHNYA TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN DI BEI).

PENGARUHNYA TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN CORPORATE GOVERNANCE DAN PROFITABILITAS; PENGARUHNYA TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN DI BEI).

Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 dan tahun 2009 yang laporan tahunannya berisi tentang aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan dan dapat diakses melalui website BEI, yaitu sejumlah 72 dengan menggunakan teknik purposive sampling . Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komposisi dewan komisaris independen, dan ukuran dewan komisaris tidak terbukti berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Sementara profitabilitas terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN  Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh kinerja keuangan terhadap tanggung jawab sosial perusahaan dan untuk menganalisis pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan annual report. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan sebanyak 24 perusahaan perbankan selama 3 tahun sehingga jumlah sampel berjumlah 72 sampel. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan kriteria tertentu. Data tersebut kemudian diuji dengan uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan data normal dan bebas dari pelanggaran asumsi klasik. Analisis berikutnya adalah penggunaan regresi linier berganda untuk menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel ini. Hasilnya adalah size berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, ROA dan Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN.

PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN.

mendefinisikan ‘ Corporate Sosial Responsibility (CSR) is about how companies manage the business processes to produce an overall positive impact on society’ . Dari definisi tersebut terlihat jelas bahwa CSR adalah bagaimana cara mengelola perusahaan baik sebagian maupun keseluruhan yang memiliki dampak positif bagi dirinya dan lingkungan. Untuk itu, perusahaan harus mampu mengelola bisnis operasinya dengan menghasilkan produk yang berorientasi secara positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA NILAI PERUSAHAAN.

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA NILAI PERUSAHAAN.

Pengungkapan CSR pada dasarnya dilandasi oleh adanya stakeholder theory dan legitimacy theory . Teori stakeholder menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri namun harus memberikan manfaat bagi stakeholder -nya, sementara pada legitimacy theory perusahaan dikatakan memiliki kontrak dengan masyarakat untuk melakukan kegiatannya berdasarkan nilai-nilai justice . Dengan demikian, perusahaan semakin menyadari bahwa kelangsungan hidup perusahaan juga tergantung dari hubungan perusahaan dengan masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan tersebut menjalankan setiap aktivitasnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TEHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL  Pengaruh Karakteristik Perusahaan Tehadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI).

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TEHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Pengaruh Karakteristik Perusahaan Tehadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI).

Dewan komisaris merupakan puncak dari sistem pengelolaan internal perusahaan, dimana dewan komisaris ini memiliki peranan penting terhadap aktivitas pengawasan. Komposisi dewan komisaris akan menentukan kebijakan perusahaan termasuk praktek dan pengungkapan tanggung jawab social perusahaan. Coller & Gregory (1999) dalam Sembiring (2005) menyatakan bahwa semakin besar jumlah anggota dewan komisaris maka akan semakin mudah untuk mengendalikan CEO dan monitoring yang dilakukan akan semakin efektif.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN.

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN.

Tujuan dari penelitian adalah adalah untuk mengetahui pengaruh antara struktur kepemilikan pemerintah, struktur kepemilikan asing, dan struktur kepemilikan institusional terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan ukuran perusahaan, profitabilitas perusahaan, leverage , dan umur perusahaan sebagai variabel kontrol. Penulis menggunakan populasi dalam pemilihan sebagai sampel yang terdiri dari 1.310 laporan tahunan perusahaan di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2011 – 2013. Data diperoleh penulis melalui website Bursa Efek Indonesia dan website perusahaan yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI

TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Umur per usahaan menunjukkan sudah ber apa lama per usahaan mampu ber t ahan dar i awal mul ai per usahaan sampai sekar ang. Hasil penel itian yang dilakukan ol eh Yusuf (2011:571), menyatakan bahwa umur per usahaan ber pengar uh t er hadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Faktor lainnya yang dapat mempengar uhi adal ah Lever age. Menur ut Mar diyanto (2009:247), lever age yang mampu menghasi lkan l aba yang lebi h besar tetapi , lever age juga dapat menimbulkan potensi ker ugian. Apabi la tingkat l ever age tinggi at au besar , maka per usahaan cender ung untuk mengur angi tingkat lever age atau mengur angi pr opor si ut angnya dan begi tu juga sebaliknya. Adanya hubungan yang ti dak signifikan antar a lever age ter hadap pengungkapan tanggung jawab sosi al yang di lakukan oleh Dewi dan Pr iyadi (2015:18). Hal ber beda yang di lakukan oleh Yusuf (2011:571), yang menyat akan adanya hubungan si gnifikan ant ar a lever age ter hadap pengungkapan tanggung jaw ab sosial.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Ardian, Hary dan Surya, Rahardja. 2013.” Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (Studi Empiris pada seluruh Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010)”. ISSN. Vol. 2 No. 2:1-13. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . Rineka Cipta. Jakarta. Anggraini, Fr. Reni Retno. 2006. “Pengungkapan informasi sosial dan faktor-faktor yang

8 Baca lebih lajut

Determinan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan di bumn COVER

Determinan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan di bumn COVER

atas semua hidayah, pertolongan dan rohmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Determinan Pengungkapan Tanggung Jaawab Sosial Perusahaan di BUMN” dengan baik. Tesis ini disusun guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister pada program Magister Akuntansi di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL.

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL.

Lingkungan adalah hal yang sangat penting dalam pengungkapan CSR Terutama bagi perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam dalam kegiatan oprasinya. Perusahaan yang tidak memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan berakibat pada sulitnya mendaptkan investor dengan jumlah investasi yang besar terutama investor institusional .Kennon (2010) dalam Rinaldy (2011) menyatakan bahwa investor institutional adalah sebuah entitas, perusahaan, reksa dana, broker, atau kelompok sejenis lainnya yang mana memiliki dana atau aset dalam jumlah yang besar untuk berinvestasi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TEHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL  Pengaruh Karakteristik Perusahaan Tehadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI).

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TEHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Pengaruh Karakteristik Perusahaan Tehadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI).

Alhamdulillah, alhamdulillahirrabbilalamin puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skrips dengan judul : “PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI)”. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurah pada Rasulullah Muhammad SAW, nabi akhir zaman pembawa kebenaran islam. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat kelulusan dan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN INFORMASI SOSIAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI).

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN INFORMASI SOSIAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI).

a. Dikarenakan nilai Adjusted R Square yang masih cenderung rendah, yaitu 16,5 % mengindikasikan bahwa ada variabel – variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitiaan ini yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menambah variabel untuk menemukan model yang tepat dalam pendugaan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca lebih lajut

S PEA 1005528 Chapter3

S PEA 1005528 Chapter3

Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan CSR index yang merupakan luas pengungkapan relatif setiap perusahaan sampel atas pengungkapan sosial yang dilakukannya, dimana instrumen pengukuran dalam checklist yang akan digunakan dalam penelitian ini mengacu pada instrumen yang ditetapkan oleh Global Reporting Intiative (GRI).

Baca lebih lajut

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL  PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ada pengaruh yang signifikan antara ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran dewan komisaris dan likuiditas terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial pada perusahaan manufaktur. Pengaruh adjusted R 2 sebesar 28,8% sedangkan sisanya sebesar 71,2% di pengaruhi faktor-faktor lain diluar variabel. Hasil uji F menunjukan nilai F hitung (7,227) diterima pada taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan Secara parsial profitabilitas dan ukuran dewan komisaris berpengaruh secara signifikan pada taraf signifikan 5%, sedangkan ukuran perusahaan, leverage dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

DETERMINAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI BUMN.

DETERMINAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI BUMN.

lingkungan sekitar, yang meningkatkan biaya sehingga pebisnis membuat alasan untuk menaikkan harga jual, dan jika menaikkan harga jual maka dapat menurunkan daya saing produk, sehingga mengakibatkan keengganan perusahaan memasukkan kalkulasi biaya sosial dalam struktur biaya produksi (Indarti, 2012). Jadi CSR bukan hanya sekedar kegiatan amal tetapi mengaharuskan perusahaan dalam pengambilan keputusannya harus sungguh – sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan ( stakeholder ) termasuk lingkungan hidup.

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility) - Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pertanggungjawaban Sosial Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility) - Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pertanggungjawaban Sosial Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Dalam hal ini, perusahaan dan perusahaan memiliki kontrak sosial yang berisi sejumlah kewajiaban dan hak. Kontak sosial akan berubah sejalan dengan perubahan kondisi mayarakat. Akan tetapi, walaupun ada perubahan yang terjadi, kontrak sosial tetaplah merupakan dasar bagi legistimasi bisnis. Legistimas adalah keadaan psikologi keberpihakan seseorang dan kelompok yang sangat peka terhadap gejala lingkungan sekitarnya, baik secara fisik maupun nonfisik.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...