Peningkatan Kemampuan Siswa

Top PDF Peningkatan Kemampuan Siswa:

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SM

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SM

Selain itu, penulis memilih kelas VII.2 sebagai objek penelitian karena, di dalam kurikulum Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP, materi pelajaran tentang menen- tukan gagasan utama dalam sebuah paragraf dipelajari siswa pada kelas VII semester II. Kemudian, alasan pemilihan kelas VII.2 sebagai objek penelitian adalah karena berdasarkan keterangan guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas tersebut, jika dibandingkan dengan kelas VII.1 dan VII.3, maka kelas VII.2 lah yang kemampuan berbahasanya dari aspek membaca paling perlu untuk ditingkatkan, khususnya dalam menentukan gagasan utama paragraf. Jadi, hal inilah yang membuat peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas VII.2 SMP Pertiwi 1 Padang dalam Menentukan Gagasan Utama Paragraf dengan Menggunakan Metode Jigsaw”.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Siswa Menggunakan. docx

Peningkatan Kemampuan Siswa Menggunakan. docx

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah seperti yang kita ketahui bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional, di mana seharusnya kita selalu menggunakannya dalam kegiatan [r]

10 Baca lebih lajut

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB)

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB)

Tahap konfrontasi adalah tahapan penyajian persoalan yang ha-rus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalam-an siswa. Untuk merangsang peningkatan kemampuan siswa pada tahapan ini guru dapat memberikan persoalan-persoalan yang dile-matis yang memerlukan jawaban atau jalan keluar. Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar-benar memahami per-soalan yang harus dipecahkan. Mengapa demikian? Sebab, pemaha-man terhadap masalah akan mendorong siswa untuk dapat berpikir. Oleh sebab itu, keberhasilan pembelajaran pada tahap selanjutnya akan ditentukan oleh tahapan ini.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA ... - JURNAL UNS 5738 11276 1 SM

TAP.COM - PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA ... - JURNAL UNS 5738 11276 1 SM

Setiap aspek kemampuan berpikir kreatif selalu mengalami peningkatan setiap siklus. Penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing mampu melatih siswa dalam berpikir lancar (fluency), khususnya pada tahap observe dan formulate inquiry question. Hal ini disebabkan karena pada tahap ini siswa mencoba untuk memberikan banyak cara atau saran terhadap hal yang diamatinya dengan memberikan sejumlah gagasan, jawaban penyelesaian masalah, atau pertanyaan. Siswono (2006) mengatakan bahwa pengajuan masalah dengan mengungkapkan berbagai macam pertanyaan dari suatu informasi merupakan salah satu kegiatan yang mengarah pada pengembangan berpikir kritis dan kreatif.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya hasil belajar siswa Sekolah Menengah Pertama dalam pelajaran matematika. Hal ini disebabkan masih terdapat siswa- siswa yang memiliki kemampuan pemahaman dan penalaran matematis yang rendah. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menggunakan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessement, Satisfaction) sebagai salah satu alternatif pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 di Cisarua Bandung Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) apakah peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model ARIAS lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran biasa; 2) apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa berdasarkan klasifikasi kemampuan awal matematis (atas, tengah dan bawah); 3) bagaimana sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran ARIAS. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomised Pretest Postest Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu: 1) tes tertulis dalam bentuk uraian untuk mengukur kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa; dan 2) non tes dalam bentuk angket skala sikap dan lembar observasi. Analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas,uji homogenitas, uji perbedaan dua rata-rata dan uni Anova dua jalur.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

PENINGKATAN  KEMANDIRIAN SISWA DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI APLIKASI GEOGEBRA   Peningkatan Kemandirian Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Menggunakan Aplikasi Geogebra ( PTK Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program

PENINGKATAN KEMANDIRIAN SISWA DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI APLIKASI GEOGEBRA Peningkatan Kemandirian Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Menggunakan Aplikasi Geogebra ( PTK Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Al- Kautsar Program Khusus Kartasura dengan menggunakan Geogebra. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah siswa. 1) Siswa mampu menyelesaikan tugasnya sendiri sebelum tindakan 27,27% sampai akhir tindakan 66,67%, 2) percaya pada diri sendiri sebelum tindakan sampai akhir tindakan 75,75%, 3) merumuskan masalah atau model matematika sebelum tindakan 21,21% dan akhir tindakan 51,51%, 4) menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah sebelum tindakan 15,15% dan akhir tindakan 69,69%, 5) menjelaskan atau menginterprestasikan permasalahan secara bermakna sebelum tindakan 24,24% dan akhir tindakan 75,75%. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan Geogebra dapat meningkatkan kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

t mtk 0909987 table of content

t mtk 0909987 table of content

Perbandingan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis berdasarkan KKM Siswa yang memperoleh Pembelajaran dengan Strategi REACT .... Perbandingan Peningkatan Kemampuan Pemecahan[r]

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PROJECT BASED LEARNING BAGI SISWA  Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematika Melalui Metode Project Based Learning Bagi Siswa Kelas VII H Semester Genap MTs Negeri Surakarta II Tahun 2014/2015.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PROJECT BASED LEARNING BAGI SISWA Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematika Melalui Metode Project Based Learning Bagi Siswa Kelas VII H Semester Genap MTs Negeri Surakarta II Tahun 2014/2015.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa melalui metode project based learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penerima tindakan penelitian yaitu siswa kelas VII H MTs Negeri Surakarta II yang berjumlah 37 siswa. Subjek pelakasana tindakan yaitu guru matematika kelas VII A. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, catatan lapangan, metode tes, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa dilihat dari indikator-indikator: (1) menyajikan pernyataan matematika sebelum tindakan 29,73% dan diakhir tindakan 75,68%, (2) menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi sebelum tindakan 24,32%, diakhir tindakan 79,38%. (3) menarik kesimpulan sebelum tindakan 13,51% dan diakhir tindakan 64,86%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode project based learning dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

s mat 0804746 chapter3

s mat 0804746 chapter3

Tes kemampuan kecerdasan logis matematis dikembangkan berdasarkan pada komponen kecerdasan logis matematis. Tes yang digunakan adalah tes tertulis berbentuk uraian (subjektif). Hal ini bertujuan agar penulis dapat melihat proses pengerjaan soal oleh siswa sehingga dapat diketahui apakah siswa sudah memiliki komponen-komponen kecerdasan logis matematis atau belum.

19 Baca lebih lajut

Pembelajaran Perkalian Bilangan 1 10 den

Pembelajaran Perkalian Bilangan 1 10 den

Dalam penelitian ini pembelajaran perkalian bilangan 1 – 10 dengan Matematika GASING diberikan kepada siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) Negeri Cipinang Besar Selatan 19 Pagi Jakarta Timur. Siswa ini sebelumnya sudah pernah mendapatkan pembelajaran perkalian dengan cara umum/konvensional ketika mereka berada di kelas II atau kelas III. Secara umum penelitian ini ingin mengetahui hasil belajar siswa terkait perkalian bilangan 1 – 10 dengan pembelajaran Matematika GASING. Hasil belajar dilihat dalam tiga aspek kemampuan yaitu konsep perkalian, kemampuan perkalian bilangan 1 – 10 secara tertulis, dan perkalian bilangan 1 – 10 secara mencongak. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini diantaranya 1) adakah pengaruh kemampuan tentang konsep perkalian siswa pada perkalian bilangan 1 – 10 terhadap pembelajaran dengan Matematika GASING?, 2) adakah pengaruh kemampuan tertulis siswa pada perkalian bilangan 1 – 10 terhadap pembelajaran dengan Matematika GASING?, 3) adakah pengaruh kemampuan mencongak siswa pada perkalian bilangan 1 – 10 terhadap pembelajaran dengan Matematika GASING?, 4) bagaimana rata-rata peningkatan kemampuan tentang konsep perkalian siswa setelah belajar dengan Matematika GASING?, 5) bagaimana rata-rata peningkatan kemampuan tertulis siswa setelah belajar dengan Matematika GASING?, dan 6) bagaimana rata-rata peningkatan kemampuan mencongak siswa setelah belajar dengan Matematika GASING?.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL  Peningkatan Keaktifan Dan Kemampuan Komunikasi Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match (PTK Pada Siswa Kelas VIII G SMP Negeri

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL Peningkatan Keaktifan Dan Kemampuan Komunikasi Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match (PTK Pada Siswa Kelas VIII G SMP Negeri

Teknik yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah observasi, tes, catatan lapangan, dokumentasi dan wawancara. Validitas dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data yang meliputi triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi pengamat. Triangulasi sumber data yaitu membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. Triangulasi metode yaitu mengumpulkan data yang sejenis dengan menggunakan lembar observasi. Sedangkan untuk triangulasi pengamat yaitu adanya pengamat diluar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan data. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini mempunyai harapan agar terjadi adanya perubahan yang lebih baik dalam pembelajaran matematika. Adapun indikator-indikator yang yang dicapai sebagai bentuk keberhasilan penelitian tindakan kelas ini yaitu, indikator keaktifan : (1) siswa mampu mengerjakan tugas 19,23% (2) siswa mampu menyelesaikan soal latihan 26,92% (3) siswa mampu bekerjasama dalam kelompok 11,53%. Dilihat dari beberapa indikator kemampuan komunikasi belajar sebagai berikut : (1) siswa mampu menjawab pertanyaan 19,23% (2) siswa mampu mengajukan pertanyaan 38,46% (3) siswa mampu mengemukakan ide matematika secara tertulis 26,92%.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN PENDEKATAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN PENDEKATAN

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini, masih rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah pendekatan inquiry/discovery. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pendekatan inquiry/discovery dalam pembelajaran matematika, serta mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan penggunaan pendekatan inquiry/discovery. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, dengan desain penelitian Control group pretes-postes. Penelitian dilaksanakan di SMPN 31 Bandung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 31 Bandung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol yang dipilih secara random kelas. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan pendekatan inquiry/discovery dan kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran konvensional. Adapun instrumen yang digunakan adalah berupa tes berpikir kritis untuk melihat kemampuan berpikir kritis yang telah diujicobakan dan angket untuk melihat respon siswa. Dalam penelitian ini diperoleh data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistik uji t untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pendekatan inquiry/discovery dalam pembelajaran matematika. Data kualitatif dianalisis menggunakan skala sikap Likert untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan penggunaan pendekatan inquiry/discovery. Berdasarkan analisis hasil tes berpikir kritis diperoleh kesimpulan yaitu terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pendekatan inquiry/discovery.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI STRATEGI THINK TALK WRITE KOMBINASI  Peningkatan Komunikasi Matematika Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Strategi Think Talk Write Kombinasi Cooperative Integrated Reading And Compositi

PENINGKATAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI STRATEGI THINK TALK WRITE KOMBINASI Peningkatan Komunikasi Matematika Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Strategi Think Talk Write Kombinasi Cooperative Integrated Reading And Compositi

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika dan prestasi belajar siswa dengan strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW) kombinasi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII F SMP Negeri 2 Ngemplak tahun 2013/ 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode alur yaitu proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi matematika dan prestasi belajar siswa matematika, hal ini dapat dilihat dari: 1) kemampuan siswa dalam mengajukan pertanyaan, sebelum tindakan 15,15%, setelah tindakan meningkat menjadi 71,87%, 2) kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan sebelum tindakan 15,15%, setelah tindakan meningkat menjadi 68,75%, 3) kemampuan bekerja sama dalam kelompok sebelum tindakan 21,21%, setelah tindakan meningkat menjadi 78,12%, 4) kemampuan mengemukakan ide matematika secara tertulis, sebelum tindakan 12,12%, setelah tindakan meningkat menjadi 65,63%, 5) tuntas KKM ≥ 75, sebelum tindakan 12,5%, setelah tindakan meningkat menjadi 81,25%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan Think Talk Write kombinasi Cooperative Integrated Reading and Composition. dapat meningkatkan komunikasi matematika dan prestasi belajar siswa siswa kelas VII F SMP Negeri 2 Ngemplak Boyolali pada pokok bahasan segitiga dan segi empat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN  KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE  Peningkatan Kemandirian Dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas IX Semest

PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE Peningkatan Kemandirian Dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas IX Semest

Ketiga, guru menyampaikan materi pembelajaran dengan powerpoint pada LCD. Keempat, guru memberikan permasalahan untuk dipecahkan oleh siswa. Kelima, guru membimbing siswa dalam memecahkan masalah melalui enam langkah: Fact-Finding (menemukan fakta) yaitu dua buah segitiga siku-siku yang diketahui letak siku-sikunya dan dua buah sisinya, Problem-Finding dan Mess-Finding (menemukan masalah) yaitu apakah kedua segitiga siku-siku tersebut merupakan segitiga yang sebangun, Idea-Finding (menemukan ide atau gagasan) yaitu pemisalan ilustrasi dalam bentuk gambar , Solution-Finding (menemukan solusi) yaitu rumus perbandingan dua segitiga tersebut, Acceptance-Finding (penerimaan solusi masalah) yaitu mensubstitusikan data yang diketahui kedalam rumus. Keenam, salah satu siswa menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Ketujuh, guru memberikan evaluasi baik berupa tugas atau berupa latihan. Kedelapan, guru dan murid bersama-sama menyampaikan kesimpulan dari materi di akhir pembahasan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) : Penelitian Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Bandung.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) : Penelitian Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Bandung.

siswa dapat berkembang secara optimal, siswa harus memiliki kesempatan yang terbuka untuk berpikir. Menurut Mullis et al. dan Suryadi (Yuliana, 2012: 6) rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa disebabkan oleh proses pembelajaran matematika belum berfokus pada pengembangan penalaran matematis siswa. Aktivitas pembelajaran matematika yang selama ini dilakukan oleh guru merupakan penyampaian informasi dengan lebih mengaktifkan guru sementara siswa pasif menerima dan menghapal apa yang telah diajarkan oleh guru dan menyatakan kembali pengetahuannya dalam bentuk penyelesaian soal latihan yang sifatnya rutin, kurang melatih daya nalar.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

S PGSD 1103785 Table of content

S PGSD 1103785 Table of content

Tabel 3.1 Kriteria Gain Ternormalisasi............................................................. Tabel 3.2 Kriteria Effect Size ............................................................................. Tabel 3.3 Kriteria Tingkat Keterlaksanaan Pembelajaran................................. Tabel 3.4 Klasifikasi Penampilan Mengajar...................................................... Tabel 3.5 Klasifikasi Aktivitas Siswa................................................................ Tabel 4.1 Kemampuan Awal Siswa ( Pretest ) Berdasarkan Kelompok Unggul,

7 Baca lebih lajut

T MTK 1402510 Chapter5

T MTK 1402510 Chapter5

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian tentang peningkatan kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan disposisi matematis siswa melalui pembelajaran dengan strategi abduktif-deduktif (PSAD) dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

3 Baca lebih lajut

T MTK 1402510 Abstract

T MTK 1402510 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan disposisi matematis siswa SMP yang masih rendah sementara tujuan pendidikan itu sendiri antara lain membekali siswa berpikir kritis dan menggunakan penalaran. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan disposisi matematis siswa, dilakukan pembelajaran dengan strategi abduktif-deduktif (PSAD). Pembelajaran ini erat kaitannya dengan kemampuan berpikir kritis dan penalaran sehingga diharapkan penerapan pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan penalaran serta menumbuhkan disposisi matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP. Sementara sampel penelitian ini adalah kelas VII A dan VII B SMP Labschool. Pokok bahasan yang dijadikan bahan ajar adalah bangun datar meliputi luas daerah dan keliling segitiga dan segiempat. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis yang disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis menurut Ennis, dan instrumen tes kemampuan penalaran matematis yang disususn berdasarkan indikator kemampuan penalaran menurut Sumarmo, instrumen non tes yang disusun berdasarkan indikator disposisi menurut Polking, serta lembar observasi pembelajaran PSAD. Berdasarkan analisis pada seluruh tahapan penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Secara keseluruhan pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan Strategi Abduktif-Deduktif (PSAD) lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 2) Seluruh Kategori KAM (atas, tengah, bawah) menunjukkan pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa yang mendapat pembelajaran dengan Strategi Abduktif-Deduktif (PSAD) lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran konvensional. Sedangkan untuk
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

s ind 0807234 chapter1

s ind 0807234 chapter1

Menulis teks berita merupakan salah satu kompentensi dasar yang terdapat dalam kurikulum SMP kelas VIII semester 2. Menulis teks berita tidak hanya dilakukan oleh wartawan. Hal ini juga dapat dilakukan oleh siapapun termasuk siswa. Menulis berita sangatlah bermanfaat, jika kita mampu menulis berita yang bagus maka kita bisa mempublikasikannya di media massa dan akan menghasilkan uang. Akan tetapi, dalam pengajaran bahasa Indonesia tujuan utama menulis berita bukan untuk mendapatkan uang. Tujuannya adalah untuk memotivasi diri, dan menambah wawasan dalam bidang kebahasaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...