Pola Arus

Top PDF Pola Arus:

Simulasi Pola Arus Baroklinik di Perairan Indonesia Timur dengan Model Numerik Tiga-dimensi

Simulasi Pola Arus Baroklinik di Perairan Indonesia Timur dengan Model Numerik Tiga-dimensi

Pola arus permukaan, arus di lapisan 100-200 m, dan arus dasar laut yang dipilih mewakili monsun barat dan monsun timur adalah pada bulan Februari 1994 dan Agustus 1994. Pemilihan bulan yang mewakili monsun barat dan monsun timur yaitu, Februari dan Agustus telah secara umum dipakai oleh peneliti sebelumnya (Gordon dan McClean, 1999). Pemilihan bulan tersebut juga diambil berdasarkan bulan-bulan genap, dimana arus bulan Februari dan Agustus adalah arus terbesar yang mewakili monsun barat dan monsun timur di perairan Indonesia Timur (Wyrtki, 1961). Pola sirkulasi arus permukaan pada monsun barat (Februari 1994) di perairan Indonesia Timur, memperlihatkan pola arus yang melewati Selat Makassar menuju ke selatan dan membelok ke timur dengan kecepatan arus 40 cm/detik dan dilanjutkan ke Samudera Pasifik dengan kecepatan > 40 – 100 cm/detik melalui Laut Buru dan Laut Maluku serta ke Laut Banda dan Laut Arafuru sekitar 10-25 cm/detik. Arus yang melewati Laut Timor berkecepatan 30-40 cm/detik menuju Laut Banda dan Arafuru (Gambar 4). Sedangkan pada monsun timur (Agustus 1994) yang diperlihatkan Gambar 6, sirkulasi arus dari Samudera Pasifik tetap melewati Selat Makassar membelok ke Laut Jawa dengan kecepatan 20-30 cm/detik dan sebagian juga membelok ke timur menuju Samudera Pasifik dengan kecepatan > 60 – 100 cm/detik melalui Laut Buru dan Laut Maluku. Arus yang mengalir sekitar perairan Irian Jaya bergerak menuju laut Banda dan laut timor. Di sisi lain dari Laut Arafuru, arus mengalir menuju Samudera Hindia dengan kecepatan 40-80 cm/detik yang akhirnya bergerak ke arah perairan selatan Jawa. Secara umum sirkulasi arus pada monsun barat dan monsun timur sesuai dengan yang dinyatakan Wrytki, 1961 dan Ahmad et al.,
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KAJIAN POLA ARUS DAN DI TELUK BENETE Taufix Rudy Pratama,

KAJIAN POLA ARUS DAN DI TELUK BENETE Taufix Rudy Pratama,

Aktivitas pertambangan PT NNT dalam pendistribusian bahan baku dan hasil tambang, pengiriman logistik, maupun transportasi pekerja lebih banyak menggunakan jalur laut (angkutan kapal). Teluk Benete difungsikan sebagai pelabuhan utama dimana digunakan sebagai jalur pelayaran kapal dalam aktivitas pertambangan. Fungsi pelabuhan yang sangat besar ini memerlukan adanya monitoring secara berkala mengenai kondiisi perairan Teluk Benete baik pola arus maupuun pasang surut sehingga dapat dilakukan pengelolaan teluk tersebut sebaik-baiknya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

RHADAP POLA ARUS D

RHADAP POLA ARUS D

43 di reklamasi menjadi terbatas geraknya oleh karena pulau-pulau buatan yang di reklamasi. Arus yang datang dari laut lepas bertemu dengan pulau yang di reklamasi sehingga menyebabkan perubahan arah yang mengikuti bentuk-bentuk pulau buatan. Untuk arah arus yang berada di muara sungai, berdasarkan hasil simulasi, perubahan debit sungai mempengaruhi arah arus laut di sekitarnya pada jangkauan area tertentu. Semakin besar debit perencanaan sungai maka perubahan pola arus yang terjadi semakin besar. Sebaliknya, jika debit sungai kecil maka perubahan tidak terlalu terlihat. hal ini bisa kita lihat pada titik observasi 4 dimana pada daerah tersebut bermuara sungai sungai yang debitnya kecil sehingga meskipun di lakukan debit perencanaan perubahan arah arus dan kecepatan tidak terlalu signifikan. Sementara itu pada Banjir Kanal Timur yang memang debit awalnya besar, ketika dilakukan debit perencaan banjir perubahan arah arus yang terjadi terlihat sangat jelas untuk daerah tertentu yang terjangkau.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

STUDI POLA ARUS DAN POTENSI ENERGI ARUS LAUT DI PERARIAN UJONG PANCU, ACEH BESAR

STUDI POLA ARUS DAN POTENSI ENERGI ARUS LAUT DI PERARIAN UJONG PANCU, ACEH BESAR

diantaranya tidak meratanya suplai energi hingga ke pelosok negeri dan biaya operasional yang mahal (Purba et al, 2010). Wilayah perairan Indonesia, terutama selat-selat yang menghadap Lautan Hindia dan Samudera Pasifik ternyata memiliki arus laut yang kuat. Aliran arus laut (karena pasang surut) atau arus sungai menyimpan energi hidro-kinetik yang dapat dikonversi menjadi daya listrik. Besarnya daya listrik bergantung pada densitas fluida, penampang aliran, dan kecepatan alirannya. Saat ini sebagian besar energi yang digunakan berasal dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, gas, dan batubara. Kerugian penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak terbarukan (non-renewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable) (Erwandi, 2005). Permasalahan yang terjadi di daerah Ujong Pancu, penggunaan listrik dari PLN memiliki beberapa kekurangan. Selain mahal, terkadang sering terjadi pemadaman listrik baik diakibatkan perbaikan maupun pemadaman bergilir akibat pasokan listrik yang kurang. Salah satu solusi permasalahan energi adalah dengan mengadakan studi pola arus dan potensi energi dari arus laut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pola Arus di Perairan Paciran Jawa Timur pada Musim Peralihan Awal

Pola Arus di Perairan Paciran Jawa Timur pada Musim Peralihan Awal

Wilayah Perairan Paciran, Jawa Timur merupakan perairan dengan aktivitaswisata bahari, pelabuhan, permukiman dan lain-lain.Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak-dampak negatif seperti erosi, tanah yang timbul akibat sedimentasi dan lain-lain.Pengetahuan akanpemahaman gambaran mengenai kondisi hidro-oseanografi sangat penting sebagai langkah untuk pengelolaan dan perlindungan wilayah pesisir dan laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola arus laut yang ada di Perairan Paciran Jawa Timur pada musim peralihan awal (Maret sampai April).Penelitian ini menggunakan data primer berupa data arus dan data pasang surut, sedangkan data sekunder berupa peta batimetri. Simulasi model diolah menggunakan software ArcGIS 9.3 dan SMS 8.1 , didukung dengan pengolahan data menggunakan CD-Oceanography dan Mike 21. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa pola arus di Perairan Paciran Jawa Timur merupakan arus non pasut, di tunjukkan oleh hasil pengolahan dalam bentuk stick diagram, scatter dan current rose yang menunjukkan pergerakan arus cenderung tidak teratur. Pada saat surut menuju pasang kecepatan maksimum berkisar 0,2851 meter/sec sampai 0,5623 meter/sec bergerak ke arah tenggara, dan kecepatan minimum berkisar 0,0197 meter/sec sampai 0,2733 meter/sec bergerak ke arah tenggara. Sedangkan pada saat pasang menuju surut kecepatan maksimum berkisar 0,0530 meter/sec sampai 0,565 meter/sec bergerak ke arah barat laut dan kecepatan minimum 0,0067 meter/sec sampai 0,0525 meter/sec bergerak ke arah barat laut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kajian Pola Arus Akibat Perencanaan Reklamasi Pantai Di Perairan Makassar

Kajian Pola Arus Akibat Perencanaan Reklamasi Pantai Di Perairan Makassar

Makassar merupakan salah satu wilayah perairan yang sangat banyak digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Bertambah banyaknya aktivitas masyarakat di wilayah perairan Makassar membuat pemerintah merencanakan pembangunan berjangka dengan memanfaatkan potensi laut melalui reklamasi pantai yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan lahan yang semakin terbatas. Dalam rencana reklamasi tersebut membutuhkan pemahaman kondisi perairan dimana diketahui bahwa adanya reklamasi pantai akan menimbulkan perubahan ekosistem seperti gangguan lingkungan, erosi dan sedimentasi pantai serta perubahan pola arus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengkaji pola arus akibat perencanaan reklamasi pantai di Perairan Makassar. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan selama 3 hari pada tanggal 19 - 22 April 2012 di Perairan Makassar, dengan titik lokasi 5,6043 0 Lintang Selatan dan 119,43719 0 Bujur Timur yaitu ± 4,67 Km dari pantai. Metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian adalah metode kuantitatif dengan bantuan software SMS (Surface Water Modelling System) yang menghasilkan peta pola arus. Berdasarkan hasil output baik dari data lapangan maupun hasil output model, diketahui bahwa arus di perairan Makassar ini merupakan arus pasut, hal ini dapat dibuktikan oleh karena besar kecepatan rata-rata arus pasut lebih besar dari pada kecepatan arus non pasut. Kecepatan arus berkisar antara 0,22 cm/det sampai 46,25 cm/det dengan kecepatan rata– rata 8,64 cm/det. Dengan arus tertinggi yaitu sebesar 46,25 cm/det dengan arah pergerakan 79,7 0 dan kecepatan arus terendah yaitu 0,22 cm/det dengan arah pergerakan 26,6 0 .
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

TAP.COM -   SIMULASI POLA ARUS DI TELUK LAMPUNG - JOURNAL IPB 12051 35104 1 PB

TAP.COM - SIMULASI POLA ARUS DI TELUK LAMPUNG - JOURNAL IPB 12051 35104 1 PB

Pengamatan kondisi biometrik dilakukan dengan cara melihat distribusi frekuensi pan- jang dan berat. Pengukuran panjang ikan di- lakukan dengan menggunakan mistar dengan ketelitian 1 mm. Panjang ikan yang diukur ada- lah panjang cagak, yaitu panjang ikan mulai dari ujung terdepan sampai ujung bagian luar lekukan ekor (Effendie 1997). Interpretasi pola distribusi frekuensi dilakukan dengan menge- lompokkan data panjang ikan ke dalam kelas- kelas panjang. Pengukuran berat ikan digu- nakan timbangan elektrik ketelitian 0.01 gram. Interpretasi pola distribusi frekuensi dilakukan dengan mengelompokkan data berat ikan ke da- lam kelas-kelas berat. Pengamatan TKG dan jenis makan dilakukan di laboratorium dengan cara, gonad dan isi lambung ikan diambil dan dimasukkan ke dalam botol yang berisi penga- wet H 2 S0 4 4%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TAP.COM -   SIMULASI POLA ARUS DI TELUK LAMPUNG - JOURNAL IPB 12050 35100 1 PB

TAP.COM - SIMULASI POLA ARUS DI TELUK LAMPUNG - JOURNAL IPB 12050 35100 1 PB

platygaster jantan dan betina setiap bulan di perairan U-jung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Perbedaan kisaran nilai IKG untuk ikan jantan dan betina diduga karena pada ikan [r]

11 Baca lebih lajut

DAFTAR- DAFTAR LAMBANG, NOTASI, DAN- BAB I, PENDAHULUAN - ANALISIS KINERJA RUAS JALAN TEUKU UMAR SEMARANG (Studi Kasus : Titik Pertigaan Jalan Dr. Wahidin – Titik Pertigaan Jalan Kesatrian) - Unissula Repository

DAFTAR- DAFTAR LAMBANG, NOTASI, DAN- BAB I, PENDAHULUAN - ANALISIS KINERJA RUAS JALAN TEUKU UMAR SEMARANG (Studi Kasus : Titik Pertigaan Jalan Dr. Wahidin – Titik Pertigaan Jalan Kesatrian) - Unissula Repository

xxiii Arus lalu-lintas yang di gunakan untuk perancangan; QDH = k x LHRT Kecepatan arus bebas segmen jalan pada kondisi ideal tertentu geometri, pola arus lalu-lintas dan faktor lingku[r]

15 Baca lebih lajut

KAJIAN POTENSI ARUS LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK DI SELAT SUGI, KEPULAUAN RIAU Indira Eka Melia Wardhani

KAJIAN POTENSI ARUS LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK DI SELAT SUGI, KEPULAUAN RIAU Indira Eka Melia Wardhani

Meningkatnya permintaan daya listrik di berbagai daerah di Indonesia menjadi salah satu faktor untuk mencari sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang berada di Pulau – Pulau Kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus serta potensi energi arus laut yang berada di perairan Selat Sugi, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan bilangan Formzal 0,95. Bedasarkan hasil simulasi numerik, kecepatan arus maksimum terjadi pada musim barat saat kondisi pasang menuju surut dengan nilai sebesar 0,01 – 1,18 m/det. Besar daya tersedia saat kondisi tersebut adalah 850 Watt. Lokasi potensi terletak di 0°48’4,45” LU dan 103°43’21,77” BT.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan dan Analisis Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana data penelitian berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik atau model. Metode kuantitatif merupakan suatu metode yang bersifat sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya (Sugiyono, 2010). Metode kuantitatif ini digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik pola arus laut yang terjadi di perairan Selat Lampa melalui pendekatan model matematis yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MIKE 21 Flow Model FM (Flexible Mesh).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TELUK UJUNGBATU KABUPATEN JEPARA Genda Priherdika, Alfi Satriadi , Heryoso Setiyono

STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TELUK UJUNGBATU KABUPATEN JEPARA Genda Priherdika, Alfi Satriadi , Heryoso Setiyono

Kecepatan arus yang semakin mendekati dasar perairan maka kecepatan arus akan semakin berkurang atau semakin kecil. Hal ini disebabkan karena adanya tahanan dasar dan gaya gesek dari dasar perairan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wibisono(2005), bahwa walaupun sifat fisis air selalu mencari tempat yang lebih rendah, namun makin tinggi tahanan dasar maka arus akan semakin lemah. Selain itu sesuai dengan Nontji (1987) menyatakan, bahwa di daerah- daerah lain selain selat-selat di antara pulau pulau kekuatan arus biasanya kurang dari 1,5 m/s, bahkan di laut terbuka di atas paparan kekuatanya biasanya kurang dari 0,5 m/s.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari (Musim Barat) musim (Monsoon Current) di perairan-perairan ini, Nontji (1987) menyatakan, bahwa Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Laut Flores sampai dekat Laut Banda pola arus mengalami perubahan total dua kali setahun sesuai dengan perkembangan musim. Arus yang berperan di perairan Teluk Ujungbatu adalah arus pasang surut, Hal ini dapat di lihat dari vector plot yang menunjukan arah, stick diagram yang menunjukan arah bolak-balik atau disebut bi-directional yaitu sifat bergerak dengan arah yang saling bertolak belakang. Artinya arus yang terjadi adalah arus pasang surut. Hal ini juga dapat terlihat pada scatter plot yang memiliki scatter bolak balik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Poerbandono dan Djunarsjah (2005), gerak vertikal (naik turun) permukaan air laut karena pasut pada wilayah perairan dan interaksi pada batas batas perairan tempat pasut tersebut menimbulkan gerak badan air ke arah horizontal. Batas-batas perairan tersebut dapat berupa dinding (pantai dan kedangkalan) dan lantai (dasar) perairan. Fenomena ini sangat terasa pada wilayah perairan tertutup (teluk), perairan dangkal, kanal kanal pasut danmuara sungai (delta) dan estuari.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

 Bab II

Bab II

Kondisi musim tersebut juga sangat mempengaruhi intensitas pemanfaatan sumberdaya hayati laut dan nelayan tradisional. Pola arus secara regional memperlihatkan bahwa pada musim barat, arus bergerak dari perairan Barat Indonesia yakni melewati celah antara Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan serta Sulawesi menuju Timur ke Wilayah Kepulauan Kei termasuk Kota Tual, dan sebaliknya pada Musim Timur arus dari Kepulauan Kei bergerak menuju Laut Banda, Pulau Ambon dan membelok ke Laut Maluku yang terletak antara Sulawesi dan Seram serta melalui Laut Halmahera dan Ternate terus menuju Pasifik, sedangkan sebagian massa air dari Kepulauan Kei menuju Samudera Hindia. Sebaliknya pada Musim Barat arus bergerak dari perairan Barat Indonesia yakni melewati celah antara Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan serta Sulawesi menuju Timur ke Wilayah Kota Tual.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Analisis Sampel Sedimen Dasar

Analisis Sampel Sedimen Dasar

Pola arus yang dominan bergerak ke arah barat dan utara mempengauhi sebaran sedimen yang terdapat di perairan Pulau Lirang khususnya daerah dermaga, pola ini menyebabkan sedimen dasar yang berada di laut dalam ikut terangkut oleh pergerakan arus yang ada. Sesuai dengan pengolahan data bahwa arus yang bergerak menuju dermaga Pulau Lirang merupakan arus dasar yang memiliki kecepatan tinggi yaitu dengan kecepatan maksimum 1,75 m/s yang mengakibatkan sedimen yang terangkut merupakan sedimen dengan jenis lebih kasar atau pasir (sand) dan bergerak menuju ke dermaga Pulau Lirang sehingga banyak sedimen pasir yang terkumpul di daerah
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Variabilitas Senyawa Logam Berat (Pb, Cd, Cu, Ni Dan Zn) Terlarut Dan Sedimen Di Perairan Teluk Jakarta.

Variabilitas Senyawa Logam Berat (Pb, Cd, Cu, Ni Dan Zn) Terlarut Dan Sedimen Di Perairan Teluk Jakarta.

Kondisi yang sama terlihat pada Zn sedimen pada bulan September di bagian Timur yang berkisar 84.13-241.01 mg/kg dengan rata-rata 148.22 mg/kg lebih tinggi dibandingkan bagian Barat yang berkisar 37.84-236.20 mg/kg dengan rata-rata 100.95 mg/kg dan bagian Tengah yang berkisar 26.14-116.62 mg/kg dengan rata-rata 77.85 mg/kg. Kondisi ini tidak sesuai dengan pola sirkulasi arus rata-rata pada bulan April yang sudah dipengaruhi Musim Timur dimana arus bergerak dari Timur menuju ke Barat dimana seharusnya Zn sedimen pada bulan April mengakibatkan logam dalam sedimen terbawa arus menuju ke Barat sehingga seharusnya terkonsentrasi di bagian Barat teluk. Kondisi pola distribusi Zn sedimen pada bulan April dan September yang terlihat berbeda dengan pola arus rata-rata bulanan disebabkan karena pengambilan sedimen hanya dilakukan sesaat pada bulan April mapun bulan September. Pola distribusi Zn sedimen baik pada bulan April maupun bulan September yang masih dipengaruhi oleh Musim Timur pada penelitian ini berbeda seperti yang dilakukan oleh Muhajir et al. (2004) yang menunjukkan bahwa konsentrasi Zn sedimen pada bulan Juli yang dipengaruhi oleh Musim Timur di bagian Barat yang berkisar 86.01-118 mg/kg dengan rata-rata 99.65 mg/kg lebih tinggi dibandingkan bagian Tengah yang berkisar 16.19-145.33 mg/kg dengan rata-rata 97.58 mg/kg dan Timur yang berkisar 16.19-145.33 mg/kg dengan rata-rata 86.69 mg/kg di perairan Teluk Jakarta. Rochyatun dan Rozak (2007) menambahkan Zn sedimen pada bulan Juni yang dipengaruhi oleh Musim Timur di bagian Barat yang berkisar 82.18-533.59 mg/kg lebih tinggi dibandingkan bagian Timur yang berkisar 93.51-289 mg/kg di perairan Teluk Jakarta. Konsentrasi Zn sedimen pada bulan April pada penelitian ini terlihat lebih tinggi dibandingkan Zn sedimen pada bulan September. Hal ini diduga karena kecepatan arus rata-rata pada bulan September yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan arus rata-rata pada bulan April menyebabkan konsentrasi Zn sedimen pada bulan September lebih rendah dibandingkan bulan April. Zn sedimen pada bulan April dan September yang terlihat tinggi di wilayah dekat daratan yang kemudian semakin rendah seiring menuju ke laut mengindikasikan sumber dari Zn sedimen berasal dari daratan. Zn sedimen pada bulan April dan September di perairan Teluk Jakarta dapat dilihat pada Gambar 22.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

STUDI POLA DAN KARATERISTIK ARUS LAUT DI PERAIRAN KALIWUNGU KENDAL JAWA TENGAH PADA MUSIM PERALIHAN I

STUDI POLA DAN KARATERISTIK ARUS LAUT DI PERAIRAN KALIWUNGU KENDAL JAWA TENGAH PADA MUSIM PERALIHAN I

Berdasarkan pada hasil simulasi model arus diperoleh pola pergerakan arus di perairan Kaliwungu Kendal (Gambar 18 – Gambar 21). Pola arus tersebut dapat dilihat bahwa pola arus mengikuti pola pergerakan pasang surut. Pola arus pada saat kondisi surut arus bergerak menuju ke laut sedangkan pada saat kondisi pasang arus bergerak dari laut menuju ke darat. Sesuai pendapat Santoso (1982) dan Latief (2002) yang menyatakan bahwa arus pasut adalah gerak horisontal badan air menuju dan menjauhi pantai seiring dengan naik dan turunnya muka laut yang disebabkan oleh gaya-gaya pembangkit pasut. Pergerakan pada saat terjadi surut, permukaan air laut lebih rendah dari permukaan laut rata-rata, sehingga arus mengalir menjauhi pantai dan sebaliknya pada saat pasang, arus mengalir mendekati pantai. Pola arus hasil model arah arus cenderung bergerak dari barat menuju ke timur maupun sebaliknya. Kondisi arus didekat pantai mengalami pembelokan arah pada sekitar bangunan pantai (breakwater). Pola arus dekat pantai yang membawa material-material dekat pantai pada saat bergerak dari arah barat dimana materil-material tersebut akan mengalami pengendapan di bagian barat dari breakwater. Pergerakan arus pada saat sebelum melewati breakwater memilki energi yang relative kecil karena arus membawa material-material yang membuat massa air lebih berat sehingga kecepatan arus disebelah barat relative kecil. Sebaliknya kondisi arus disebalah timur breakwater relative lebih besar daripada kecepatan arus disebalah barat breakwater. Hal ini disebabkan arus dari arah barat memiliki energi lebih besar karena pada saat melewati breakwater terjadi pengendapan material-material yang menyebabkan massa air menjadi lebih ringan. Kecepatan arus yang cukup besar ini yang menyebabkan dibeberapa bagian pantai disekitar pelabuhan mengalami erosi (Bappeda Kendal, 2009).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Model Hidrodinamika 2 Dimensi Batas Tert

Model Hidrodinamika 2 Dimensi Batas Tert

Gambar tersebut memberikan ilustrasi bahwa pola arus yang terjadi di akibatkan oleh arah angin yang bertiup yang pola arusnya mengikuti kondisi batimetri yang ada dengan mengarah ke seletan. Kecepatan arus yang menyusuri daerah landai umumnya lebih cepat dibandingkan dengan perairan yang dalam. Hal ini terjadi kerena adanya perambatan gelombang oleh angin dimana tingginya lebih besar dibandingkan dengan daerah yang landai.

14 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum 4 botani tumbuha

Laporan Praktikum 4 botani tumbuha

Gambar tersebut memberikan ilustrasi bahwa pola arus yang terjadi di akibatkan oleh arah angin yang bertiup yang pola arusnya mengikuti kondisi batimetri yang ada dengan mengarah ke seletan. Kecepatan arus yang menyusuri daerah landai umumnya lebih cepat dibandingkan dengan perairan yang dalam. Hal ini terjadi kerena adanya perambatan gelombang oleh angin dimana tingginya lebih besar dibandingkan dengan daerah yang landai.

14 Baca lebih lajut

this PDF file Pemodelan Numerik Sirkulasi Arus Tiga Dimensi di Perairan Kepulauan Spermonde Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan | Mahie | Jurnal Matematika Statistika dan Komputasi 1 SM

this PDF file Pemodelan Numerik Sirkulasi Arus Tiga Dimensi di Perairan Kepulauan Spermonde Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan | Mahie | Jurnal Matematika Statistika dan Komputasi 1 SM

1. Dari simulasi model sirkulasi arus yang dibangkitkan oleh angin dengan perwakilan 4 musim yang dominan diperoleh bahwa untuk lapisan permukaan pola angin dan pola arus mempunyai kemiripan dalam arah akan tetapi dari magnitude agak berbeda, dimana kecepatan angin rata-rata untuk tiap musim lebih besar dari pada kecepatan arus rata-rata. 2. Untuk zona dangkal pola arus masih sangat dipengaruhi oleh topografi daerah model. 3. Terjadi pengurangan Kecepatan arus rata-rata mengikuti kedalaman daerah perairan.

10 Baca lebih lajut

Analisa Laju Sedimentasi Akibat Rencana Reklamasi di Teluk Segendis Bontang - ITS Repository

Analisa Laju Sedimentasi Akibat Rencana Reklamasi di Teluk Segendis Bontang - ITS Repository

Sedimentasi merupakan proses berpindahnya material dari suatu tempat ke tempet lainnya. Pada perpindahannya dapat berupa penambahan ataupun pengurangan. Jika pada penambahannya lebih besar dari pada pengurangan, maka daerah tersebut terjadi erosi. Proses sedimentasi merupakan salah satu masalah pada daerah pantai yang penting untuk diperhatikan, hal ini karena akan mempengaruhi kedalaman kedalaman perairan serta garis pantai. Sedimentasi tersebut dapat timbul karena adanya interaksi gelombang, arus laut, pasang surut dan kontur dasar laut. Selain itu, sediment juga dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran partikel sedimen yang mempengaruhi kecepatan jatuh ( fall velocity ) dan angkutan sedimen dasar (bed load transport ). Kecepatan jatuh adalah kecepatan partikel sedimen mencapai dasar pada kolam dengan air diam. Hal ini berhubungan langsung dengan kondisi aliran relatif diantara partikel sedimen dan air selama kondisi pergerakan sedimen. Sehingga, butiran pipih mempunyai kecepatan endap lebih kecil dari pada butiran sedimen yang bulat (Rosyid, 2006).
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...