POLIGAMI DI BAWAH TANGAN

Top PDF POLIGAMI DI BAWAH TANGAN:

AKIBAT HUKUM DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN TERHADAP HAK ANAK

AKIBAT HUKUM DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN TERHADAP HAK ANAK

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah dengan judul AKIBAT HUKUM DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN TERHADAP HAK ANAK adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS HAK MEWARIS ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM

KAJIAN YURIDIS HAK MEWARIS ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM

Perkawinan merupakan suatu ikatan dalam bentuk perjanjian dimana di dalamnya menyangkut hak dan kewajiban dari masing – masing pihak yang apabila tidak dipenuhi dapat menimbulkan suatu akibat hukum. Ada 3 macam bentuk perkawinan yang kita ketahui dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu perkawinan monogami, perkawinan poliandri, dan perkawinan poligami. Dewasa ini, permasalahan mengenai perkawinan poligami semakin rumit, karena banyak terjadi pertentangan dari berbagai pihak dalam menyetujui dibolehkannya poligami. Perkawinan poligami dalam masyarakat dibagi dua macam, yaitu perkawinan poligami yang dicatatkan dan perkawinan poligami yang tidak dicatatkan. Pada prakteknya, lebih banyak pelaku perkawinan poligami yang memilih untuk tidak mencatatkan perkawinannya atau yang biasa disebut perkawinan poligami di bawah tangan. Permasalahan yang timbul salah satunya mengenai hak keperdataan yang kelak dapat menimbulkan masalah bagi anak yang lahir dari perkawinan poligami di bawah tangan adalah hak mewaris.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS HAK MEWARIS ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM

KAJIAN YURIDIS HAK MEWARIS ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM

terhadap hak mewaris anak, dan apakah anak yang lahir dari perkawinan poligami di bawah tangan dapat memperoleh hak mewaris. Sedangkan tujuan umum penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Hukum di Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

AKIBAT HUKUM DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN TERHADAP HAK ANAK

AKIBAT HUKUM DARI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN TERHADAP HAK ANAK

Tinjauan pustaka yang terdapat dalam skripsi ini menguraikan tentang landasan teori-teori yang digunakan untuk mendeskripsikan permasalahan yang diangkat dalam penulisan, meliputi pengertian perkawinan, syarat sah perkawinan, perkawinan di bawah tangan, dasar pemikiran poligami, pengertian poligami, pengertian anak, jenis-jenis anak, kedudukan dan status anak dalam perkawinan, serta hak dan kewajiban anak dalam perkawinan.

18 Baca lebih lajut

ANALISIS HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DILIHAT DARI MAQASID AL-SYARI’AH Oom Mukarromah

ANALISIS HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DILIHAT DARI MAQASID AL-SYARI’AH Oom Mukarromah

wanita yang lebih muda atau lebih cantik dari istri pertama. Oleh karena itu tujuan poligami yang dilakukan oleh pria sekarang berbeda dengan tujuan poligami pada jaman Nabi. SAW. Begitu juga poligami yang diajarkan oleh Nabi beArsifat terbuka, artinya perkawinan-perkawinan Nabi selalu diketahui dan diizinkan oleh istri-istri sebelumnya, sedangkan poligami pria sekarang biasanya untuk istri ke dua, ke tiga dan seterusnya secara sembunyi-sembunyi (Tidak dicatatkan di KUA), yang istilah populernya disebut dengan perkawinan di bawah tangan/kawin siri.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Islam dalam Pandangan Barat REPUBLIKA 29

Islam dalam Pandangan Barat REPUBLIKA 29

perhatian dan selalu menjadi konotasi negatif di Barat adalah munculnya peraturan-peraturan Syariah seperti potong leher, potong tangan, lempar batu sampai mati atau cambuk, poligami di mana pria diizinkan menikah sampai empat istri, menikahi gadis dibawah umur, jihad kekerasan, masalah mendapatkan 60 perawan atau lebih di Surga setelah seorang pria menjadi syahid selama operasi jihad, dan fenomena-fenomena lain yang tidak semestinya Islam tetapi sering digambarkan sebagai Islam seperti khitan anak perempuan yang juga sangat umum di sebagian negara-negara non-Islam di Afrika, pembunuhan kehormatan, pembiaran kekerasan dalam rumah tangga yang bahkan terjadi lebih kuat di negara-negara non-Muslim di manapun di dunia ini seperti Amerika Selatan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

KEKUATAN MENGIKATNYA PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA  Kekuatan Mengikatnya Pembuktian Akta Di Bawah Tangan Dalam Pemeriksaan Perkara Perdata (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Surakarta).

KEKUATAN MENGIKATNYA PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA Kekuatan Mengikatnya Pembuktian Akta Di Bawah Tangan Dalam Pemeriksaan Perkara Perdata (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Surakarta).

Sementara itu, berdasarkan hasil wawancara (interview) dengan responden yaitu Hakim Pengadilan Negeri Surakarta, pertimbangan Hakim dalam menentukan pembuktian akta di bawah tangan terhadap perkara perdata dalam sidang pemeriksaan perkara perdata di Pengadilan Negeri yaitu semua bukti yang diajukan oleh para pihak dipertimbangkan oleh Hakim yang memeriksa perkara, akan tetapi bukti-bukti tersebut dipertimbangkan dengan pokok perkara, sebab bukti-bukti yang dikemukakan oleh para pihak belum tentu semuanya penting bagi hukum. Akta di bawah tangan hanya mengikat para pihak yang membuatnya. 12
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perkawinan Di Bawah Tangan Di Desa Wibawa Mulya Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi

Perkawinan Di Bawah Tangan Di Desa Wibawa Mulya Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan salah satu masyarakat yang ada di desa Wibawa Mulya, penulis melakukan wawancara dengan ibu Sofiah, menurut ibu Sofiah perkawinan di bawah tangan itu sama aja seperti halnya perkawinan lainnya. Ia menuturkan bahwa perkawinan di bawah tangan itu yang membedakan adalah tidak mendapatkan buku nikah, dan perkawinannya juga sah, karena menurut agama juga sudah sah. Ketika ada saudara ibu Sofiah menikah, saudaranya tidak mendapatkan buku nikah, dan ditawarkan oleh bapak amil jika dia ingin mempunyai buku nikah prosesnya lama dan harus membayar lima ratus ribu rupiah, ia merasakan terlalu mahal, maka ia tidak mau, lebih baik uangnya digunakan untuk yang lain, dari pada harus membeli buku nikah, dan ia juga tidak tahu akan pentingnya pencatatan perkawinan, ujar ibu Sofiah. Karena saudara ibu Sofiah tidak mau, sodaranya menikah sesuai yang di syariatkan oleh agama Islam saja, dan hanya dihadiri oleh tokoh masyarakat dan sodara-sodara terdekat saja. 6
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Kedudukan Anak Hasil Perkawinan Di Bawah Tangan Menurut Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia

Kedudukan Anak Hasil Perkawinan Di Bawah Tangan Menurut Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia

Kemunculan hukum positif ini terkadang memberikan perbedaan pendapat akan suatu norma tertentu. Kaitannya dengan perkawinan di bawah tangan, masih terjadi perdebatan akan keabsahan dari perkawinan tersebut. Hukum Islam memberikan penjelasan mengenai sahnya suatu perkawinan, yaitu sepanjang telah terpenuhinya syarat dan rukun perkawinan. Lain halnya dengan hukum Islam tersebut, hukum positif (Undang-Undang Perkawinan dan KHI) memberikan persyaratan khusus agar perkawinan mendapatkan pengakuan sah dan mempunyai kekuatan hukum, yaitu ketika perkawinan tersebut telah dicatatkan di Kantor Pencatatan Nikah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hukum Poligami dengan Alasan Istri Mandul Menurut Hukum Islam (Studi Analisis Gender) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Hukum Poligami dengan Alasan Istri Mandul Menurut Hukum Islam (Studi Analisis Gender) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Agama pada hakekatnya diturunkan untuk lebih memanusiakan manusia, sehingga berbeda dengan satwa dan makhluk lainnya. Salah satu ajaran agama adalah mendidik manusia agar mampu menjaga organ-organ reproduksinya dan mengumbar hawa nafsunya dengan perkawinan. 28 Menyakiti perasaan istri sangat bertentangan dengan prinsip perkawinan Islam wa asyiruhunna bi al- ma’ruf (perlakukan istrimu secara santun). Demikian juga sebaliknya dilarang menyakiti perasaan suami. Poligami pada hakekatnya adalah pembatasan dalam beristri, karenanya jauh lebih menjaga perasaan istri. Islam menuntut manusia agar menjauhi selingkuh sekaligus poligami. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti menyimpulkan bahwa dampak (implikasi) poligami sangatlah tidak menguntungkan: 29
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Dramaturgi Poligami | Rinawati | MediaTor (Jurnal Komunikasi)

Dramaturgi Poligami | Rinawati | MediaTor (Jurnal Komunikasi)

Dari data hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa para suami yang berpoligami melakukan pengelolaan kesan (impression man- agement) di hadapan istri-istri untuk memperoleh kesan yang sesuai (positif), yaitu sebagai suami yang mencintai istri atau keluarga dan setia terhadap istrinya. Yang menarik dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran bahwa pada panggung depan tersebut, para suami yang berpoligami melakukan manipulasi diri dengan menampilkan perilaku rasa sayang yang menjadi lebih kepada istri pertama dibanding ketika sebelum poligami. Hal ini termasuk pada excuses (maaf/mengakui kesalahan) atau dapat dikatakan sebagai because motives dalam konsep Account
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Sinkronisasi Hukum Ketentuan Surat Pengakuan Utang KUPEDES BRI Tanpa Legalisasi berdasarkan SE NOSE : 25-DIR/ADK/09/2013.

Sinkronisasi Hukum Ketentuan Surat Pengakuan Utang KUPEDES BRI Tanpa Legalisasi berdasarkan SE NOSE : 25-DIR/ADK/09/2013.

Jasa Notaris sebagai Pejabat Umum sebagai pembuat akta otentik sangat dibutuhkan dalam kegiatan usaha perbankan karena menjembatani kepentingan nasabah dan bank, salah satunya adalah dalam pembuatan surat pengakuan utang sebagai dokumen perjanjian kredit, untuk menjamin kebenaran dari isi yang dituangkan dalam perjanjian kredit perbankan, yang mana secara publik kebenaran surat pengakuan utang tersebut isinya tidak diragukan lagi dan selain itu diharapkan dapat melindungi kepentingan hukum, memberikan pelayanan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat khususnya dalam hal pembuatan akta sehingga masyarakat mendapatkan perlindungan hukum dan kepastian hukum dalam praktek perbankan khususnya dalam praktek pemberian kredit. Selain tugas dan kewenangannya tersebut, Notaris juga berperan sebagai pejabat umum pembuat akta otentik, yang dalam pembuatan surat pengakuan utang disebutkan tentang jaminan, tanggungan atau agunan. Dalam proses pemberian kredit dan tugasnya, seorang Notaris dapat mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus. Artinya, dalam pembuatan perjanjian yang di bawah tangan, para pihak yaitu nasabah dan bank dapat melakukan penandatangan surat pengakuan utang di bawah tangan dihadapan Notaris sehingga Notaris dapat mengesahkan tanda tangan dan tanggal penandatangan. 7 Keputusan Direksi Bank Rakyat Indonesia mengeluarkan kebijakan surat pengakuan utang kredit KUPEDES tanpa perlu dilakukan waarmeking atau legalisasi oleh Notaris dengan dasar memperluas ekspansi kredit nasabah serta peningkatan jasa pelayanan kreditnya perlu dilihat penerapan prakteknya dalam realita kenyataan pada proses pemberian kredit KUPEDES, legalisasi/waarmerking surat pengakuan utang oleh Notaris sangatlah penting khususnya bagi pihak bank sebagai Kreditur sebagai dokumen perjanjian kredit yang kuat, memberikan jaminan kepastian
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERAN HAKIM PENGADILAN AGAMA MENCEGAH TALAK DI BAWAH TANGAN DI KOTA PALANGKA RAYA

PERAN HAKIM PENGADILAN AGAMA MENCEGAH TALAK DI BAWAH TANGAN DI KOTA PALANGKA RAYA

Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya fenomena talak di bawah tangan yang terjadi di masyarakat tanpa adanya kontrol dari Pengadilan Agama Palangka Raya sebagai pejabat yang berwenang dan bertugas untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama di bidang perkawinan. Hal demikian terjadi karena hakim hanya bersifat pasif, artinya hakim tidak akan memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara tanpa adanya pengajuan dari pemohon atau penggugat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi hakim Pengadilan Agama tentang talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya dan bagaimana peran hakim Pengadilan Agama mencegah talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi hakim Pengadilan Agama tentang talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya dan peran hakim Pengadilan Agama mencegah talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Alas Hak Di Bawah Tangan Sebagai Dasar Pendaftaran Hak Atas Tanah

Tinjauan Yuridis Alas Hak Di Bawah Tangan Sebagai Dasar Pendaftaran Hak Atas Tanah

Alat bukti di bawah tangan tidak diatur dalam RBg namun diatur dalam Stb 1867 Nomor 29 untuk Jawa dan Madura dan Pasal 286 sampai Pasal 305 Rbg. Akta dibawah tangan diakui dalam Pasal 1875 KUHPerdata. Dalam Pasal 1320 telah ditentukan syarat sahnya perjanjian. Dilihat dari 4 syarat sah yang dimaksud maka dapat ditafsirkan bahwa suatu akta yang tidak dibuat oleh dan dihadapan PPAT adalah tetap sah sepanjang para pihak telah sepakat dan memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Fungsi akta ada 2 yaitu fungsi formal yang menentukan lengkapnya (bukan untuk sahnya) dan fungsi akta sebagai alat bukti di kemudian hari. Kekuatan pembuktian antara akta otentik dengan akta di bawah tangan memiliki perbedaan. Dilihat dari kekuatan pembuktian lahir di mana sebuah akta otentik ditandatangani oleh pejabat yang berwenang maka beban pembuktian diserahkan kepada yang mempersoalkan keotentikannya. Sedangkan untuk akta di bawah tangan maka secara lahir akta tersebut sangat berkait dengan tanda tangan. Jika tanda tangan diakui maka akta di bawah tangan memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna. Kekuatan yang dimiliki oleh tanda tangan bukan kekuatan pembuktian lahir yang kuat karena terdapat kemungkinan untuk disangkal.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Contoh Surat Kelulusan

Contoh Surat Kelulusan

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Sekolah ………..[r]

1 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN ANAK DARI PERNIKAHAN DI BAWAH TANGAN (Analisis Hukum Islam dan Hukum Positif)

KEDUDUKAN ANAK DARI PERNIKAHAN DI BAWAH TANGAN (Analisis Hukum Islam dan Hukum Positif)

Meskipun hak seorang anak mendapatkan proporsi paska putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, hal ini sepenuhnya tidak dapat terealis kerena masih dipengaruhi oleh keadaan, untuk memberikan perlindungan hukum, namun jika di amati secara seksama putusan Mahkamah Konstitusi tidak menyebutkan akta kelahiran anak luar kawin ataupun akibat putusan tersebut terhadap akta kelahiran anak dari pernikahan di bawah tangan. Sedangkan akta kelahiran anak adalah salah satu bukti autentik yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang, sesuai yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) undang-undang perkawinan Tahun 1974 dalam membuktikan asal usul anak, dan putusan Mahkamah Konstitusi sendiri berkonsekuensi terhadap status hukum anak dan pembuktian asal usul anak yang lahir dari pernikahan di bawah tangan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

KEKUATAN MENGIKAT PERJANJIAN DI BAWAH TANGAN DALAM PEMBIAYAAN BANK SYARIAH

KEKUATAN MENGIKAT PERJANJIAN DI BAWAH TANGAN DALAM PEMBIAYAAN BANK SYARIAH

Penulisan atau pencatatan dewasa ini dituangkan dalam bentuk perjanjian. Fungsi perjanjian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fungsi yurudis dan fungsi ekonomis. Fungsi yurudis perjanjian adalah dapat memberikan kepastian hukum para pihak, sedangkan fungsi ekonomis adalah menggerakkan (hak milik) sumber daya dari nilai penggunaan yang lebih rendah menjadi nilai yang lebih tinggi. Perjanjian sebagai fungsi yuridis akan lebih kuat apabila dibuat dalam bentuk tertulis. Perjanjian yang dibuat secara sengaja untuk dijadikan bukti tentang suatu peristiwa dan ditandatangani pihak yang membuatnya disebut dengan akta. Berdasarkan ketentuan pasal 1867 KUH Perdata suatu akta dibagi menjadi 2 (dua), antara lain Akta Di bawah Tangan (Onderhands) dan Akta Resmi (Otentik).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Yang bertanda tangan di bawah ini (3)

Yang bertanda tangan di bawah ini (3)

Demikian pemberitahuan surat kuasa ini agar dapat dipahami oleh pihak CIMB Niaga Auto Finance Cabang Jambi untuk memberikan hak yang sama kepada pemegang kuasa untuk melakukan pengurusan[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects