PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK

Top PDF PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK:

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

tahunan berisi tentang laporan perkembangan dan pencapaian yang telah berhasil di raih oleh perusahaan (Made, 2013). Dimana, laporan tahunan ini terdiri dari laporan keuangan dan kinerja perusahaan selama satu tahun. Luas pengungkapan informasi harus ditentukan karena terlalu banyaknya tingkat pengungkapan informasi akan sama tidak menguntungkannya dengan terlalu sedikitnya pengungkapan informasi. Luas pengungkapan sukarela suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah ukuran perusahaan, leverage, porsi kepemilikan saham publik, return on investment (ROI), dan ukuran KAP. Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat melalui aktiva yang dimiliki oleh persahaan. Perusahaan yang berukuran lebih besar, akan mengungkapkan lebih banyak informasi dibandingkan dengan perusahaan kecil. Leverage adalah aktiva yang dimiliki perusahaan yang berasal dari hutang atau modal yang berasal dari kreditur. Perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang tinggi akan melakukan pengungkapan yang lebih luas dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang rendah. Kepemilikan saham perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengungkapan sukarela suatu perusahaan. Kepemilikan perusahaan adalah saham yang dimiliki oleh publik atau sejumlah saham yang dimiliki oleh masyarakat. Perusahaan yang tingkat kepemilikan publiknya tinggi akan memberikan pengungkapan yang tepat waktu dan lebih luas dibandingkan dengan perusahaan yang sahamnya tidak dimiliki oleh publik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

Puji syukur Penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala Nikmat, Rahmat, dan Hidayah-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Ukuran Perusahaan, Leverage, Porsi Kepemilikan Saham Publik, ROI dan Ukuran KAP terhadap Luas Pengungkapan Sukarela ” . Penyusunan tugas akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntansi Keuangan STIE Perbanas Surabaya.

16 Baca lebih lajut

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

Porsi kepemilikan saham publik dibuktikan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela oleh Rofika dan Mustika (2011) berbeda dengan hasil penelitian Erna (2013) yang menunjukkan hasil berpengaruh. Selanjutnya pada penelitian yang menggunakan variabel penggunaan Kantor Akuntan Publik (KAP), dimana hasilnya menunjukkan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela yang didasari pada penelitian Erna (2013) dan Rofika dan Mustika (2011) berbeda dengan hasil penelitian Made (2013) dan Barako (2007) yang menunjukkan penggunaan Kantor Akuntan Publik (KAP) berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, ROI DAN UKURAN KAP TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA - Perbanas Institutional Repository

Investor di seluruh dunia menuntut informasi yang lebih detail dan lebih tepat waktu, maka tingkat pengungkapan sukarela semakin meningkat, baik di negara- negara dengan pasar yang sudah maju maupun pasar yang sedang berkembang (Choi dan Meek, 2008:176). Luas pengungkapan sukarela suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan tempat dimana pengungkapan itu dikeluarkan. Karakteristik perusahaan tersebut di kategorikan ke dalam 3 aspek yaitu aspek struktur perubahan, aspek kinerja perusahaan dan aspek pasar perusahaan. Selain karakteristik, luas pengungkapan sukarela suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah ukuran perusahaan, leverage, porsi kepemilikan saham publik, return on investment (ROI) dan ukuran KAP.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK TERHADAP LUAS VOLUNTARY DISCLOSURE PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK TERHADAP LUAS VOLUNTARY DISCLOSURE PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Alhamdulillah, atas limpahan Rahmat dan Hidayahnya yang tiada pernah terputus dari Illahi Robbi yang maha suci, maka dengan segala kertebatasan penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas dan Porsi Kepemilikan Saham Publik Terhadap Luas Voluntary Disclosure Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi, jurusan akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang .
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Size, Likuiditas, leverage dan Porsi Kepemilikan Saham Publik Terhadap Kelengkapan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Pengaruh Size, Likuiditas, leverage dan Porsi Kepemilikan Saham Publik Terhadap Kelengkapan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai pengaruh size, likuiditas, leverage, dan porsi kepemilikan saham publik baik secara parsial maupun simultan terhadap kelengkapan pengungkapan dalam laporan keuangan. Variabel independen yang digunakan meliputi size, likuiditas, leverage, dan porsi kepemilikan saham publik. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling method. Sampel yang digunakan sebanyak 32 perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan perioda penelitian selama dua tahun (2010-2011). Metoda statistik yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel size, likuiditas, dan porsi kepemilikan saham publik tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keuangan, sedangkan hanya variabel leverage yang berpengaruh negatif terhadap pengungkapan laporan keuangan. Secara simultan, seluruh variabel yang digunakan berpengaruh positif terhadap pengungkapan laporan keuangan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Dan Porsi Kepemilikan Saham Publik Terhadap Tingkat Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan Perusahaan(Studi Pada 80 Emiten yang Tergabung Dalam Indeks Kompas 100 Tahun 2008 di Bursa Efek Indonesia).

Pengaruh Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Dan Porsi Kepemilikan Saham Publik Terhadap Tingkat Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan Perusahaan(Studi Pada 80 Emiten yang Tergabung Dalam Indeks Kompas 100 Tahun 2008 di Bursa Efek Indonesia).

Hipotesis 2 : Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan informasi laporan tahunan perusahaan. Porsi Kepemilikan Saham Publik Laporan tahunan dapat dipandang sebagai upaya untuk mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemilik. Ada potensi konflik kepentingan antara manajemen dan pemilik dalam hal luasnya ungkapan sukarela laporan tahunan. Semakin banyak saham yang dimiliki oleh publik, maka semakin besar tekanan yang dihadapi perusahaan untuk mengungkapkan informasi lebih banyak dalam laporan tahunannya. Hal ini dikarenakan dengan semakin besar porsi pemilikan publik, maka semakin banyak pihak yang membutuhkan informasi tentang perusahaan, sehingga semakin banyak pula butir-butir informasi yang mendetail yang dituntut untuk dibuka dalam laporan tahunan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Porsi Kepemilikan Saham Publik dan Ukuran Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility dalam Laporan Tahunan Perusahaan Food & Beverages yang Listing di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Porsi Kepemilikan Saham Publik dan Ukuran Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility dalam Laporan Tahunan Perusahaan Food & Beverages yang Listing di Bursa Efek Indonesia

Profitabilitas merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis kinerja manajemen, tingkat profitabilitas akan menggambarkan posisi laba perusahaan. Para investor di pasar modal sangat memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan meningkatkan laba, hal ini merupakan daya tarik bagi investor dalam melakukan jual beli saham, oleh karena itu manajemen harus mampu memenuhi target yang telah ditetapkan..

15 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK  PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PER

PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PER

Penelitian mengenai pengungkapan dalam laporan tahunan akan memberikan pengetahuan mengenai praktik pengungkapan oleh perusahaan. Perusahaan berbeda satu sama lainnya dalam hal luas pengungkapan yang diberikan dalam laporan tahunan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : tingkat likuiditas, leverage, ukuran perusahaan dan porsi kepemilikan saham oleh publik. Dalam penelitian ini tingkat likuiditas diproksikan dengan current ratio, leverage diproksikan dengan debt to equity ratio, ukuran perusahaan dengan logaritma natural dari total aktiva, dan porsi kepemilikan saham oleh publik dihitung dengan membandingkan jumlah saham yang dimiliki masyarakat publik dengan jumlah saham yang beredar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kepemilikan Institusional, Debt to Equity Ratio, Return on Asset, Ukuran Perusahaan, Porsi Saham Publik, Luas Pengungkapan Laporan Keuangan

Kepemilikan Institusional, Debt to Equity Ratio, Return on Asset, Ukuran Perusahaan, Porsi Saham Publik, Luas Pengungkapan Laporan Keuangan

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan beberapa sub sektor, yaitu sub sektor alas kaki, kabel, otomotif dan komponen serta tekstil dan garment. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah memiliki hasil yang sama atau berbeda dengan penelitian terdahulu dalam hal variabel yang mempengaruhi luas pengungkapan laporan keuangan. Dengan demikian, peneliti akan mengangkat topik ini dalam karya tulis ilmiah berbentuk skripsi dengan judul “Pengaruh Kepemilikan Institusional, Debt to Equity Ratio, Return On Asset, Ukuran Perusahaan dan Porsi Saham Publik terhadap Luas Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015”.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas dan Porsi Kepemilikan Publik atas Saham Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (2012-2015)

Analisis Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas dan Porsi Kepemilikan Publik atas Saham Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (2012-2015)

dapat disimpulkan adanya ketidakonsistenan dalam penelitian yang dilakukan. Berdasarkan latar berlakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pengungkapan Islamic Social Reporting yang belum diteliti oleh Othman et al.(2009) yaitu dengan menambah faktor lainnya yang diperkirakan dapat mempengaruhi pengungkapan Islamic Social Reporting dan juga menguji ulang faktor profitabilitas yang ada pada penelitian sebelumnya yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting. Perbedaan penelitian ini dengan sebelumnya selain variabel yang berbeda ada juga objek penelitian yang akan menggunakan data-data dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index dengan periode waktu observasi yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu selama tiga tahun dari tahun 2012 sampai dengan 2014. Dengan perbedaan- perbedaan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas dan Porsi Kepemilikan Publik atas Saham terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perusahaan Jakarta Islamic Index”.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENDAHULUAN PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Penelitian mengenai pengungkapan pelaporan keuangan merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena dapat memberikan gambaran tentang sifat perbedaan kualitas pengungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dapat memberikan petunjuk tentang kondisi perusahaan pada suatu masa pelaporan. Penelitian mengenai pengungkapan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya telah banyak dilakukan dan menunjukkan hasil yang berbeda antara penelitian yang satu dengan yang lainnya. Dalam penelitian ini, penulis ingin menguji kembali faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan, yang merupakan hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, porsi kepemilikan saham oleh publik, dan luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan. Oleh karena itu, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENUTUP  PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENUTUP PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan 22 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008 sebagai sampel menunjukkan bahwa tingkat likuiditas yang diproksikan dengan rasio lancar (CR) suatu perusahaan tidak berpengaruh terhadap luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan. Tingkat leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan. Ukuran perusahaan (Size) yang diproksikan dengan total aktiva berpengaruh terhadap luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan. Dan porsi kepemilikan saham oleh publik (SP) tidak berpengaruh terhadap luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN PORSI KEPEMILIKAN PUBLIK, TERHADAP ENVIRONTMENTAL DISCLOSURE (Studi pada Perusahaan Logam dan Mineral Lainnya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN PORSI KEPEMILIKAN PUBLIK, TERHADAP ENVIRONTMENTAL DISCLOSURE (Studi pada Perusahaan Logam dan Mineral Lainnya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Porsi kepemilikan publik adalah jumlah saham yang dimiliki oleh publik. Kepemilikan publik dapat diukur dengan persentase jumlah saham yang dimiliki publik per jumlah total saham perusahaan. Variabel porsi kepemilikan publik menunjukkan nilai t hitung sebesar 4.482. Nilai t hitung tersebut lebih besar dari t tabel sebesar 1.688. Selain itu, nilai signifikansi variabel porsi kepemilikan publik yaitu sebesar 0.000 yang berarti lebih kecil dari tingkat signifikansi alpa 0,05 atau 5%. Hasil tersebut berarti bahwa porsi kepemilikan publik memiliki pengaruh signifikan terhadap
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESI

LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN PORSI KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PUBLIK TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESI

Dasar diperlukannya praktek pengungkapan pelaporan keuangan oleh manajemen kepada pemegang saham dijelaskan dalam agency theory. Menurut Jensen dan Meckling (1976) dalam Halim, dkk (2005), agency relationship (hubungan keagenan) ada apabila satu atau lebih individu yang disebut dengan principal bekerja dengan individu atau organisasi lain yang disebut agent, principal akan menyediakan fasilitas dan mendelegasikan kebijakan pembuatan keputusan kepada agen. Menurut Harianto dan Sudomo (1998:240) dalam Veronica dan Bachtiar (2003), teori keagenan membahas hubungan antara manajemen dengan pemegang saham, dimana yang dimaksud dengan principal adalah pemegang saham dan agent manajemen pengelola perusahaan. Principal menyediakan fasilitas dan dana untuk menjalankan perusahaan, di lain pihak manajemen mempunyai kewajiban untuk mengelola apa yang diamanahkan pemegang saham kepadanya. Agent diwajibkan memberikan laporan periodik pada principal tentang usaha yang dijalankannya. Principal akan menilai kinerja agentnya melalui laporan tahunan yang disampaikan kepadanya. Oleh karena itu, laporan tahunan merupakan sarana akuntabilitas manajemen kepada pemiliknya.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Pengaruh Porsi Kepemilikan Saham Institutional, Leverage,profitabilitas, dan Liquiditas terhadap Luas Pengungkapan Sukarela dalam Tahunan Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Porsi Kepemilikan Saham Institutional, Leverage,profitabilitas, dan Liquiditas terhadap Luas Pengungkapan Sukarela dalam Tahunan Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

Laporan keuangan juga dapat digunakan sebagai bentuk pertanggung jawaban manajemen dan dapat juga dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan terhadap pencapaian suatu tujuan. Luas pengungkapan informasi perusahaan yang berbeda-beda dapat dipengaruhi oleh faktor kondisi perusahaan (karakteristik perusahaan) masing-masing. Dalam konteks laporan keuangan, penentuan karakteristik perusahaan dapat ditetapkan dengan menggunakan tiga kategori, yaitu: karakteristik yang berhubungan dengan struktur (structure), kinerja (performance), dan pasar (market) (Subiyantoro, 1996 ). Struktur meliputi ukuran, umur, dan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban atau leverage. Kinerja mencakup likuiditas perusahaan dan laba (profit). Sedangkan karakterisitik yang berhubungan dengan pasar, ditentukan oleh faktor-faktor yang bersifat kualitatif, misalnya tipe industry, tipe auditor, dan kepemilikan saham. laporan keuangan merupakan mekanisme yang penting bagi manajemen untuk berkomunikasi dengan pihak investor, yaitu investor publik di luar lingkup manajemen, serta tidak terlibat dalam pengelolaan perusahaan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Kepemilikan Saham Publik terhadap Pengungkapan Laporan Tahunan

Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Kepemilikan Saham Publik terhadap Pengungkapan Laporan Tahunan

Tabel 1.1 menunjukkan bahwa prosentase tiap perusahaan tentunya berbeda satu sama lain dalam mengungkapkan laporan tahunannya, karena tiap perusahaan memiliki karakteristik yang tidak sama. Pengaruh size perusahaan terhadap besarnya indeks pengungkapan pada perusahaan Bhuwanatala Indah Permai berpengaruh negatif. Pengaruh porsi kepemilikan saham terhadap pengungkapan pada perusahaan Bintang Semesta Raya juga berpengaruh negatif, artinya dengan kepemilikan saham oleh publik, perusahaan berani mengungkap lebih luas laporan tahunannya. Profitabilitas pada perusahaan Ristia Bintang Mahkota Sejati sebesar 0,55 di mana menunjukkan angka di bawah rata-rata indeks pengungkapan yaitu sebesar 1,15 namun perusahaan malah mengungkapan laporannya secara luas. Ini berarti bahwa walaupun profitabilitas perusahaan rendah, belum tentu perusahaan tidak berani untuk mengungkapkan laporan tahunannya secara luas.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemilikan Saham Institusi, Kepemilikan Saham Publik, Kebijakan Dividen, Struktur Aset, dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

Pengaruh Kepemilikan Saham Institusi, Kepemilikan Saham Publik, Kebijakan Dividen, Struktur Aset, dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

biaya keagenan. Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa dengan hutang maka perusahaan akan melakukan pembayaran periodik atas bunga dan pokok pinjaman. Kebijakan hutang akan memberikan dampak pada pendisiplinan bagi manajer untuk mengoptimalkan penggunaan dana yang ada. Karena hutang yang cukup besar akan menimbulkan kesulitan keuangan dan atau risiko kebangkrutan. Perusahaan dinilai berisiko apabila memiliki porsi hutang yang besar dalam struktur modal, namun sebaliknya apabila perusahaan mengunakan hutang yang kecil atau tidak sama sekali maka perusahaan dinilai tidak dapat memanfaatkan tambahan modal eksternal yang dapat meningkatkan operasional perusahaan (Ozkan, 2001).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Bank Century dan Kepemilikan Saham Publik.

Bank Century dan Kepemilikan Saham Publik.

Bila dikaitkan dengan masalah krisis keuangan global maka Bank Century dianggap sebagai korban kedua setelah Bank Indover yang harus dilikuidasi, dan saat ini untuk sementara waktu Bank [r]

4 Baca lebih lajut

PENGARUH IMPLEMENTASI LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, DAN PORSI SAHAM PUBLIK TERHADAP PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN

PENGARUH IMPLEMENTASI LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, DAN PORSI SAHAM PUBLIK TERHADAP PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN

manajer kepada publik. Privat information tersebut merupakan informasi internal yang semula hanya diketahui oleh manajer seperti: standar yang dipakai dalam pengukuran kinerja perusahaan, keberadaan perencanaan bisnis dan sebagainya. Adanya publik investor mengakibatkan manajer berkewajiban memberikan informasi internal secara berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban. Ini berarti bahwa semakin besar persentase saham yang ditawarkan kepada publik, maka semakin besar informsi internal yang harus diungkapkan kepada publik. Ainun dan Fuad (2000) dalam Simanjuntak dan Widiastuti (2004) mengemukakan bahwa terdapat perbedaan dalam proporsi saham yang dimilki oleh investor luar yang dapat mempengaruhi kelengkapan pengungkapan oleh perusahaan. Ini menunjukkan semakin banyak pihak yang membutuhkan informasi tentang perusahaan, sehingga semakin banyak pula detail-detail butir yang dituntut untuk dibuka. Dengan demikian pengungkapan laporan keuangan menjadi semakin luas.
Baca lebih lanjut

206 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...