Quality Of Service (QoS)

Top PDF Quality Of Service (QoS):

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS) DI SMK  Perancangan Dan Implementasi Jaringan Komputer Berdasarkan Metode Quality Of Service (QOS) Di SMK Smart Informatika Surakarta.

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS) DI SMK Perancangan Dan Implementasi Jaringan Komputer Berdasarkan Metode Quality Of Service (QOS) Di SMK Smart Informatika Surakarta.

Hasil penelitian yang diperoleh dari perancangan dan implementasi jaringan komputer adalah pemetaan jaringan yang lebih terperinci, hotspot login , peningkatan kecepatan akses internet dengan selisih waktu hingga 14,93 detik pada trafik sepi serta 27,14 detik saat trafik padat. Pada penelitian dilakukan analisa kinerja jaringan dengan menggunakan parameter QoS (Quality of Service) diantaranya throughput nilai maksimal didapat 3262,17 Bps ( Byte per second), packet loos maksimal didapat 0,045%, delay nilai maksimal didapat 101,5 ms dan untuk nilai jitter maksimal 16,24 ms .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS) DI SMK  Perancangan Dan Implementasi Jaringan Komputer Berdasarkan Metode Quality Of Service (QOS) Di SMK Smart Informatika Surakarta.

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS) DI SMK Perancangan Dan Implementasi Jaringan Komputer Berdasarkan Metode Quality Of Service (QOS) Di SMK Smart Informatika Surakarta.

Hasil penelitian yang diperoleh dari perancangan dan implementasi jaringan komputer adalah pemetaan jaringan yang lebih terperinci, hotspot login, peningkatan kecepatan akses internet dengan selisih waktu hingga 14,93 detik pada trafik sepi serta 27,14 detik saat trafik padat. Pada penelitian dilakukan analisa kinerja jaringan dengan menggunakan parameter QoS (Quality of Service) diantaranya throughput nilai maksimal didapat 3262,17 Bps (Byte per second), packet loos maksimal didapat 0,045%, delay nilai maksimal didapat 101,5 ms dan untuk nilai jitter maksimal 16,24 ms.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MAKALAH QoS Quality Of Service Jaringan

MAKALAH QoS Quality Of Service Jaringan

Quality of Service (QoS) didefinisikan sebagai suatu pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu layanan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. QoS merupakan suatu tantangan yang besar dalam jaringan berbasis IP dan internet secara keseluruhan. Tujuan dari QoS adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan layanan yang berbeda, yang menggunakan infrastruktur yang sama. QoS menawarkan kemampuan untuk mendefinisikan atribut-atribut layanan yang disediakan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA JARINGAN MULTI PROTOKOL LABEL SWITCHING (MPLS) MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIATED SERVICE.

IMPLEMENTASI QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA JARINGAN MULTI PROTOKOL LABEL SWITCHING (MPLS) MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIATED SERVICE.

1. Perancangan dan implementasi topologi jaringan testbed MPLS dengan Quality of Service (QoS) model Differentiated Services (DiffServ). 2. Perancangan QoS dengan menggunakan QoS Toolset yang ada, yaitu: Classification dan Marking, Policing dan Shaping, Congestion- Management, dan Congestion-Avoidance.

Baca lebih lajut

QUALITY OF SERVICE (QOS) JARINGAN SENSOR NIRKABEL BERBASIS ZIGBEE

QUALITY OF SERVICE (QOS) JARINGAN SENSOR NIRKABEL BERBASIS ZIGBEE

Wireless Sensor Networks (WSN) working with limited energy and bandwidth, it needs a performance measurement to determined the level optimal reliability. The focus of this research is to measure and analyze the performance of Wireless Sensor Networks (WSN) based on ZigBee protocol. The Quality of Service (QoS) parameters are measured average delay, average throughput and packet loss percentage. This experiment is done by varying the values of packet length, transmitting time interval, distance, Line of Sight (LOS) transmission and Non Line of Sight (NLOS) transmission. The wireless hardware for experiment used XBee S2 (ZigBee) modules from Digi International. X-CTU sotfware is to configure the XBee module. Docklight sotfware is to simulate WSN in real time by setting the variable such as data packet, transmitting time interval, transmitting and receiving time, also log data result. The result shows that average delay and throughput increases as value of packet length increases. Difference transmission time interval isn’t impact to average delay and throughput for each packet length transmission. Packet loss persentage of LOS transmission is 0% for each data packet transmission to maximum transmission distance of 120 meters, although at NLOS transmission largest packet loss persentage value on the 80 bytes data packet transmission on position 4 th sensor node, reaching 95,31%. The result of mesh (2 hop) network experiment shows that ’s value of average delay more then point to point (1 hop) network and average throughput less then point to point (1 hop) network.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pemilihan Metode Quality of Service dengan Traffic Policing dan Traffic Shaping sebagai Pembanding Bandwidth pada Cisco Router Internet Service Provider

Analisis Pemilihan Metode Quality of Service dengan Traffic Policing dan Traffic Shaping sebagai Pembanding Bandwidth pada Cisco Router Internet Service Provider

carriers on a network connection, using units of time in speed. The cost of bandwidth procurement is very expensive and if it is not set up with management and hardware support, good software or brainware will cause huge losses. Therefore, a quality service standard must be created in an Internet Service provider known as Quality of Service (QoS). On a Cisco Router there are several methods of Quality of Service configured in such a way that the bandwidth of an ISP can be restricted and well managed. Traffic Policing and Traffic Shaping are two methods of Quality of Service that are widely used and each has advantages and disadvantages in terms of technical and non-technical. In this research will answer the use of the best Quality of Service method on Cisco ISP Router by using descriptive analysis through Quality of Service data analysis parameters.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QOS) ALGORITMA ANTRIAN CBWFQ DAN LLQ PADA JARINGAN MPLS-TE ANALYSIS QUALITY OF SERVICE (QOS) WITH QUEUE ALGORITHM CBWFQ AND LLQ IN MPLS-TE NETWORK

ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QOS) ALGORITMA ANTRIAN CBWFQ DAN LLQ PADA JARINGAN MPLS-TE ANALYSIS QUALITY OF SERVICE (QOS) WITH QUEUE ALGORITHM CBWFQ AND LLQ IN MPLS-TE NETWORK

Antrian pada trafik merupakan salah satu hal yang sering diperhatikan untuk jaringan yang berbasis packet switch (IP Based). Dalam jaringan berbasis packet switch di masa depan, permasalahan QoS merupakan faktor terpenting untuk menyediakan layanan yang baik. Kualitas dari jaringan yang baik menentukan tingkat kepuasan dari pengguna (user), oleh karena itu teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS) digunakan untuk meningkatkan performansi dari sebuah jaringan. Namun teknologi dari Multi Protocol Label Switching (MPLS) masih mempunyai beberapa kekurangan, seperti dalam mempertahankan kondisi jaringan dan antrian dalam sebuah jaringan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Optimasi Dan Pengukuran Quality Of Service (QOS) Layanan Video Conferences Dengan Metode

Optimasi Dan Pengukuran Quality Of Service (QOS) Layanan Video Conferences Dengan Metode

Metode ini merupakan metode yang paling banyak dan luas digunakan. Selain lebih mudah, lebih ringan dan lebih umum penggunaannya, implementasinya juga tidaklah terlalu sulit. Semua perangkat jaringan yang dapat bekerja berdasarkan standar TCP/IP bisa digunakan untuk melewatkan informasi QoS ini. Jadi yang perlu memiliki kemampuan pemrosesan QoS mungkin saja hanya sisi penerima dan pengirimnya saja. Tentu sistem ini jauh lebih fleksibel dan mudah diterapkan. Selanjutnya pada artikel ini hanya akan dibahas teknik- teknik QoS berdasarkan sistem DiffServ ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis QoS (Quality of Service) Jaringan Kampus dengan Menggunakan Microtic Routerboard

Analisis QoS (Quality of Service) Jaringan Kampus dengan Menggunakan Microtic Routerboard

Baik atau buruknya kinerja sebuah jaringan dapat diukur dengan menggunakan QoS (Quality of Service). QoS (Quality of Service) merupakan teknologi yang diterapkan dalam jaringan komputer untuk memberikan layanan yang optimal dan adil bagi para pengguna jaringan komputer. QoS memungkinkan administrator jaringan untuk dapat menangani berbagai efek akibat terjadinya kemacetan (congestion) pada lalu lintas aliran paket di dalam jaringan (Tri, 2001). Parameter QoS adalah delay/latency, jitter, packet loss, throughput, MOS, echo cancellation dan PDD. QoS memberikan jaminan layanan yang baik dengan menyediakan bandwith untuk mengatasi setiap parameter pada QoS tersebut. Dalam usaha menjaga dan meningkatkan nilai QoS, dibutuhkan teknik untuk menyediakan utilitas jaringan, yaitu dengan mengklasifikasikan dan memprioritaskan setiap informasi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISA QUALITY OF SERVICE (QOS) JARINGAN KOMPUTER PLN AREA SURAKARTA  Analisa Quality of Services (QOS) Jaringan Komputer PLN Area Surakarta.

ANALISA QUALITY OF SERVICE (QOS) JARINGAN KOMPUTER PLN AREA SURAKARTA Analisa Quality of Services (QOS) Jaringan Komputer PLN Area Surakarta.

Flanaggan (2003), mendefinisikan bandwidth sebagai kapasitas nilai throughput dari media jaringan atau protokol . Sehingga terkadang bandwidth juga disebut sebagai throughput . Delay merupakan jeda waktu antara pengiriman dan penerimaan sebuah frame dari perangkat pengirim menuju perangkat penerima . Delay terbagi menjadi dua yakni serialization delay dan end-to-end delay . Serialization delay merupakan waktu sesungguhnya yang dibutuhkan untuk mengirim sebuah paket atau frame . Sedangkan delay end-to-end adalah jumlah delay atau lama waktu pengiriman paket dari pengirim ke penerima . Dua parameter lain yakni jitter dan packetloss . Jitter sendiri merupakan perbedaan waktu kedatangan paket satu dengan yang lainnya . Jitter juga disebut sebagai variasi penundaan dari satu paket dengan paket yang lainnya . Kemudian Paketloss adalah paket yang hilang selama proses pengiriman berlangsung . Penyebab dari packetloss ada banyak hal, seperti buffer congestion, line error, atau bahkan karena mekanisme dari QOS itu sendiri yang membuat banyak paket menurun .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Quality Of Service (QOS) Improvement Using Traffic Shaping In ADTEC Batu Pahat.

Quality Of Service (QOS) Improvement Using Traffic Shaping In ADTEC Batu Pahat.

As a Cisco Networking Academy, Department of Computer and Networking has applied a range of delivery methods to provide the relevant and most effective training solution for students such as Classroom Learning, Self-Paced Study, E-Learning, Training Workshops, Online Learning and Online Exam. However, all of these methods can quickly consume bandwidth and make the LAN network is poor or totally down for other classes. This department has own network with link speed of 4Mbps and has never been implemented any QOS mechanism in traffic management. They use a best effort service in all applications. The network usage can be shown in Figure 1.1 that has been capture on 4 -
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA JARINGAN ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE (ATM)

QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA JARINGAN ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE (ATM)

QoS network mempunyai peran penting dalam menjamin kualitas suatu layanan data dari provider pada customer. Salah satu tipe jaringan yang biasa digunakan adalah Asynchronus Transfer Mode (ATM). Pendekatan dari QoS dalam mendukung jaringan ATM dapat menggunakan beberapa tipe skema seperti CBR, rt-VBR, ABR, round-roubin dan weighted round robin, sedangkan untuk congestion control maka dilakukan perbandingan antara EFCI dengan ERICA. Penggunaan ERICA berdasarkan simulasi menggunakan OPNET terbukti lebih efektif daripada EFCI dan dengan menggunakan sistem antrian weighted round-robin.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analyze Quality of Service (QoS) for Design Mobile Virtual Network Operator (MVNO)

Analyze Quality of Service (QoS) for Design Mobile Virtual Network Operator (MVNO)

Based on existing condition of the operators suggests that the capacity from the network of several operators have not been utilized optimally. The number of available capacity and allows the presence of unused new operators to provide a mobile communication service without the need to have their own radio spectrum nor infrastructure. Therefore, the proposed MVNO as technical and business models in increased revenue share for existing operators in the telecommunications business in the future. To optimize existing condition of the operator network capacity exists, so in this paper proposed a network architecture for operators existing the sharing network with a new operator, which can improve network QoS for both existing operators and new operators network. Therefore, the proposed network configuration is sharing the network is not only in the core network but also on the sub-core network routing algorithm which uses a combination of algorithms in the sub-core EIGRP and OSPF network in the core network. From the test results to a proposed new network configuration obtained improved QoS. Using OSPF algorithms to be increase throughput, decrease delay and packet loss is 8%, 13% and 9%, from the benchmark. To use the EIGRP algorithm increase throughput, decrease delay and packet loss is 13%, 16%, and 40% from the benchmark. As for the combination algorithm OSPF_EIGRP an increase in throughput, delay and packet loss decreased is 26%, 5% and 8% from the benchmark. For combination algorithm EIGRP_OSPF increase throughput, decrease delay and packet loss is 21%, 19% and 22% from the benchmark. From the test results the authors proposed the use of combination OSPF_EIGRP algorithms for sharing network at the core network and subcore network.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM TELEMETRI SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA QUADCOPTER MENGGUNAKAN PARAMETER QoS PARAMETER QoS PARAMETER QoS

ANALISIS SISTEM TELEMETRI SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA QUADCOPTER MENGGUNAKAN PARAMETER QoS PARAMETER QoS PARAMETER QoS

Puji syukur kehadirat AllahSWT atas segala rahmat dan karunia-Nya serta shalawat dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW sebagai motivasi dan inspirasi untuk terus melangkah kedepan dengan penuh optimis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Analisis Sistem Telemetri Suhu dan Kelembaban Udara pada Quadcopter Menggunakan Parameter QoS (Quality of Service) ” . Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas TeknikUniversitas Jember.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Resources Reservation Protocol (RSVP) Untuk Menjamin Quality of Service (QoS) Pada Jaringan Internet.

Resources Reservation Protocol (RSVP) Untuk Menjamin Quality of Service (QoS) Pada Jaringan Internet.

Teknologi multimedia networking sekarang ini berkembang sangat pesat. Internet dapat diakses untuk mendengarkan siaran radio dan TV baik secara live ataupun rekaman. Dengan adanya akses internet dengan kecepatan tinggi di rumah-rumah, muncul tren baru untuk mendapatkan program video favorit lewat internet daripada menggunakan satelit atau siaran TV tradisional. Jika sekarang internet dapat digunakan sebagai telepon maka 10 tahun kemudian, internet dapat menggantikan sistem telepon circuit switch. Internet bukan hanya dapat menyediakan fasilitas telepon yang lebih murah, namun dapat memberikan banyak layanan tambahan seperti video conference, voice messaging service, dll.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Simulasi Penerapan Algoritma OSPF Menggunakan RouteFlow pada Jaringan Software Defined Network (SDN)

Analisis Simulasi Penerapan Algoritma OSPF Menggunakan RouteFlow pada Jaringan Software Defined Network (SDN)

Abstrak - Pada jaringan konvensional, konfigurasi protocol routing sangat tidak fleksibel, tidak efisien dan konfigurasi dilakukan pada tiap perangkat. Hal ini tentu saja tidak dapat memenuhi tuntutan operasional saat ini yang rata-rata memiliki jaringan yang besar dan perangkat jaringan yang memiliki spesifikasi berbeda. Software Defined Network (SDN) muncul sebagai harapan untuk permasalahan kompleksitas jaringan konvensional. Paradigma baru SDN melakukan pemisahan antara control plane dan forwarding plane. RouteFlow merupakan salah satu komponen berbasis software yang dapat mengaplikasikan protocol routing konvensional pada jaringan SDN. Open Shortest Path First (OSPF) merupakan sebuah protokol routing konvensional yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi perubahan topologi jaringan dengan cepat dalam sebuah jaringan yang besar. Protokol routing OSPF diterapkan pada teknologi SDN menggunakan RouteFlow dengan tujuan untuk mempermudah dalam mengontrol jaringan dengan sistem terpusat. Time convergence dan parameter Quality of Service (Throughput, Delay, Jitter dan Packet Loss) diukur dengan skenario pemutusan link, penambahan jumlah switch dan background traffic. Hasil pengukuran time convergence menunjukan bahwa penambahan jumlah switch mempengaruhi pertambahan waktu konvergensi, sedangkan untuk parameter Quality of Service (QoS) pada peningkatan topologi switch didapatkan hasil yang masih sesuai dengan standar ITU-T G.1010 namun apabila ditambahkan background traffic yang memenuhi 50% bandwidth jaringan maka QoS memburuk.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Optimasi Prefer Audio Codec Narrowband Sebagai QoS Pada Kualitas Suara Penerima VoIP

Optimasi Prefer Audio Codec Narrowband Sebagai QoS Pada Kualitas Suara Penerima VoIP

antara lain, penggunaan server IP-PBX berbasis windows PC-Best network SIP PBX dapat memberikan layanan komunikasi VoIP yang mendukung beberapa device berupa analog telephony adapter (ATA), IP-Phone, dan Softphone berupa Zoiper serta Mizuphone. Server IP-PBX mampu mendukung komunikasi dengan audio codec free licence yakni G.711, GSM, iLBC dan Speex. Pengukuran kualitas layanan pada panggilan dengan pengukuran secara parameter Quality of Service (QoS) pada narrowbandmenggunakan beberapa device dengan prefer audio codec menunjukan bahwa, audio codec G.711 adalah audio codec dengan parameter QoS yang sangat baik yakni delay 5,28 ms; jitter 5,12 ms; throughput 347,04 Kbps, serta packet loss 0%. Pada audio codec dengan parameter cukup baik yakni GSM dengan delay 42,02 ms; jitter 19,46 ms; throughput 39,18 Kbps dan packet loss 0%. Meskipun nilai parameter QoS GSM berada dibawah G.711 namun audio codec GSM masih dalam ketegori baik dan mampu menjadi alternative audio codec dengan kebutuhan bandwidth kecil yakni 34 kbps dibanding G.711 dengan bandwidth 84,8 kbps. Semakin besar nilai bandwidth dan throughput maka makin bagus kualitas panggilan VoIP. Ucapan Terima Kasih
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Enhanced Distributed Channel Access (EDCA) Terhadap Kinerja Jaringan IEEE 802.11

Pengaruh Enhanced Distributed Channel Access (EDCA) Terhadap Kinerja Jaringan IEEE 802.11

Protokol Media Access Control (MAC) jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) pada awalnya mengacu pada standar 802.11. Protokol MAC pada standar ini minim dukungan QoS yang hanya dirancang untuk memberikan layanan best effort. Maka dari itu diciptakan Standar 802.11e yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pada tingkat data link layer. IEEE 802.11e mendefinisikan fungsi koordinasi baru dinamakan Enhanced Distributed Channel Access (EDCA). Enhanced Distributed Channel Access (EDCA) dirancang untuk menyediakan QoS (Quality Of Service) dengan menambahkan fungsi pada Distribution Coordiantion Function (DCF) . Pada MAC layer, EDCA mendefinisikan empat FIFO (First In First Out) queue yang dinamakan Access Category (AC) yang memiliki parameter tersendiri. Sebelum memasuki MAC layer, setiap paket data yang diterima dari layer di atasnya diatur dengan nilai prioritas tertentu yaitu AC_VO (AC 0) untuk trafik suara dengan prioritas tertinggi, AC_VI (AC 1 ) untuk trafik video, AC_BE (AC 2) untuk trafik best effort, dan AC_BK (AC 3) untuk trafik background dengan prioritas yang paling rendah. Setiap paket data yang sudah diberi nilai prioritas dipetakan ke dalam Access Category. Tulisan ini membahas perbandingan antara EDCA dan Distribusi Channel Access (DCA). Dari hasil Perbandingan EDCA dan DCA diperoleh penurunan total rata-rata delay 22,53%, jitter 21,77%,media access delay 9,28% serta diperoleh peningkatan throughput sebesar 13,55% untuk IEEE 802.11 a dan g. Serta terjadi penurunan total rata-rata delay sebesar 25,12%, jitter 26,21%,media access delay 1,84% serta diperoleh peningkatan throughput sebesar 16,83% untuk IEEE 802.11 b. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan konfigurasi EDCA dapat meningkatkan kinerja jaringan 802.11.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengukuran Kinerja Jaringan Berdasarkan QoS pada Jaringan Komputer: Studi Kasus FTI-UKSW

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengukuran Kinerja Jaringan Berdasarkan QoS pada Jaringan Komputer: Studi Kasus FTI-UKSW

Fakultas Teknologi Informasi (FTI) merupakan bagian dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang memanfaatkan layanan teknologi informasi (TI) dalam hal ini jaringan komputer sebagai alat penunjang seluruh kegiatan yang ada seperti akademik, admnistratif, dan bisnis. Pasalnya layanan TI yang tersedia seringkali bermasalah sehingga menghambat seluruh aktivitas yang ada di FTI, dari sisi manajemen layanan pun belum ditunjang dengan standar manajemen layanan yang baik. Oleh sebab itu network performance audit dilakukan berdasarkan standar ISO/IEC 20000 dan ITIL sebagai framework dan panduan teknis dalam melakukan audit. Metodologi siklus Plan-Do-Check-Act digunakan untuk membantu dalam melakukan audit (pemantauan, pengukuran, dan evaluasi) terhadap kualitas layanan atau QOS (Quality Of Service) pada jaringan FTI secara sistematis guna memberikan gambaran dari sisi teknis kondisi jaringan dan manajemen layanan TI yang tersedia dan sedang saat ini sehingga dapat membantu dalam proses peningkatan layanan sudah ada.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Jaringan Atm Menggunakan   Simulator Opnet

Analisis Kinerja Jaringan Atm Menggunakan Simulator Opnet

Jaringan Asynchronous Transfer Mode (ATM) merupakan jaringan yang dirancang untuk mendukung integrasi dari layanan voice, video, dan data. Jaringan ATM mengubah informasi dari berbagai jenis layanan ke dalam bentuk paket-paket kecil berukuran tetap yaitu 53 byte yang disebut sel. Terhadap end user, ATM menyediakan kemampuan untuk mengirimkan trafik pada laju yang konstan maupun berubah-ubah. Jaringan ATM mengizinkan alokasi bandwidth sesuai Quality of Service (QoS) yang diminta oleh user. Terhadap penyedia jaringan, ATM memungkinkan untuk mengirimkan berbagai jenis trafik yang berbeda melalui jaringan yang sama [3].
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...