Sektor Kesehatan

Top PDF Sektor Kesehatan:

PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN SEKTOR KESEHATAN TERHADAP IPM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA

PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN SEKTOR KESEHATAN TERHADAP IPM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA

Secara parsial variabel Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan memberikan pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara dan hal ini tidak sesuai dengan harapan teoritis yang menyatakan bahwa pengeluaran pemerintah sektor pendidikan memberikan pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini dapat dilihat dari hasil yaitu nilai dari thitung yang lebih kecil dari ttabel dan nilai koefisien yang bertanda positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk pengeluaran pemerintah sektor pendidikan belum tepat sasaran dalam menurunkan kemiskinan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan untuk pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan dari hasil pengujian memperoleh hasil yang signifikan dan bernilai negatif. Dapat disimpulkan bahwa pengeluaran pemerintah sektor kesehatan dapat menurunkan kemiskinan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, kebijakan daerah yang telah diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional, efisien dan efektif dalam upaya tersebut sudah tepat sasaran. Seperti halnya dari segi kesehatan, Pemerintah dalam hal ini telah mengupayakan semaksimal mungkin untuk pengeluaran anggaran untuk kesehatan, namun faktanya dilapangan masih banyak masyarakat yang kurang mampu belum bisa menikmati pelayanan dari rumah sakit secara maksimal. Sasaran utama dari variabel pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan kesehatan ialah untuk meningkatkan IPM. Kemudian setelah keadaan IPM membaik barulah dapat dilihat kondisi kemiskinan akan berkurang juga. Sehingga dalam penelitian ini variabel Pengeluaran anggaran bidang pendidikan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap perubahan tingkat kemiskinan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Liberalisasi Sektor Kesehatan dan Pemenu

Liberalisasi Sektor Kesehatan dan Pemenu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa makna dasar dari liberalisme adalah adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama didasarkan pada kebebasan mayoritas. Banyak suatu negara yang tidak mematuhi peraturan tersebut. Kaitan antara liberalisme dengan sektor kesehatan terlihat pada sistem pemenuhan kesehatan bagi masyarakat yang ditentukan oleh masing masing intansi kesehatan bukan lagi oleh pemerintah. Hal ini diwujudkan dengan cara didirikannya layanan layanan kesehatan yang berorientasi terhadap keuntungan layaknya sebuah komoditi bisnis semata. Citra rumah sakit yang dulu dikenal akan fungsi sosialnya, kini redup lalu berganti bentuk dengan tampilan barunya yang lebih berorientasi untuk kepentingan bisnis. Saat ini bukan hanya bermunculan rumah sakit swasta ( beberapa di antarannya memasang label “internasional” ) dengan target target pendapatan lewat jasa layanan kesehatan dan tingkat hunian kamar seperti layaknya dunia perhotelan, rumah sakit pemerintah (pusat) pun mulai ikut-ikutan. Lebih ironis lagi, banyak pemerintah daerah—baik provinsi maupun kabupaten/kota—yang mulai mengalokasikan dana untuk membangun rumah
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

5 ekonomi manajerial sektor kesehatan

5 ekonomi manajerial sektor kesehatan

EKONOMI MANAJERIAL: Pengambilan Keputusan EKONOMI MANAJERIAL: Pengambilan Keputusan Jawaban: • Direktur RS menetapkan keputusan pilihan I, – maka peningkatan tarif secara teoritis me[r]

22 Baca lebih lajut

TENTANG PENETAPAN SKKNI SEKTOR KESEHATAN SUB SEKTOR JASA KESEHATAN LAINNYA BIDANG AKUPUNKTUR

TENTANG PENETAPAN SKKNI SEKTOR KESEHATAN SUB SEKTOR JASA KESEHATAN LAINNYA BIDANG AKUPUNKTUR

Dewasa ini dunia menjadi semakin padat penduduknya serta semakin meningkatkan upaya globalisasi yang meniadakan batas antar negara. Keadaan ini akan memberi manfaat yang sangat besar kepada umat manusia di dunia, namun juga menimbulkan munculnya iklim persaingan yang sangat ketat. Dengan demikian dibutuhkan suatu kerja sama dan kemitraan yang mantap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dunia. Di samping itu terjadi pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif, dari paradigma upaya pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif menjadi upaya kesehatan yang bersifat preventif dan promotif. Dengan demikian dibutuhkan sarana pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Sarana pelayanan kesehatan saat ini dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menanggulangi penyakit-penyakit degeneratif dan kronis yang terdapat di masyarakat.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Eksklusi Sosial dalam Anggaran Publik di Lamongan, Ngawi, dan Makasar

Eksklusi Sosial dalam Anggaran Publik di Lamongan, Ngawi, dan Makasar

Perbandingan Belanja Sektor Kesehatan dengan Total APBD 2007 yang Diterima Masyarakat Alokasi Belanja untuk Masyarakat Sektor Kesehatan dalam APBD Ngawi 2007 Jumlah Persentase Belanja[r]

20 Baca lebih lajut

1 pendahuluan ekonomi kesehatan

1 pendahuluan ekonomi kesehatan

EKONOMI KESEHATAN TELAH BERKEMBANG MENJADI SEBUAH DISIPLINEKONOMI KESEHATAN TELAH BERKEMBANG MENJADI SEBUAH DISIPLIN • Ukuran dan diferensial karakteristik sektor kesehatan dalam pere[r]

30 Baca lebih lajut

1 ekonomi kesehatan dan pembiayaan

1 ekonomi kesehatan dan pembiayaan

EKONOMI KESEHATAN TELAH BERKEMBANG MENJADI SEBUAH DISIPLINEKONOMI KESEHATAN TELAH BERKEMBANG MENJADI SEBUAH DISIPLIN • Ukuran dan diferensial karakteristik sektor kesehatan dalam perek[r]

26 Baca lebih lajut

Laporan Proposal Kegiatan KKN PPM Periode XIII Tahun 2016 Desa Perancak - Kecamatan Jembrana - Kabupaten Jerancak.

Laporan Proposal Kegiatan KKN PPM Periode XIII Tahun 2016 Desa Perancak - Kecamatan Jembrana - Kabupaten Jerancak.

Program tersebut meliputi mengubur, menguras dan menutup dan tidak menggantung baju pada belakang pintu atau tempat-tempat tertentu. Pentingnya kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat agar mengurangi resiko terkena demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dalam menerapkan pelaksanaan prinsip 3M dalam mencegah penyakit BDB. Sehingga diharapkan dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat pada beberapa sektor, seperti: sektor kesehatan yakni menurunnya angka kejadian Kasus DBD di wilayah tersebut serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perancak, di sektor pendidikan yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam hal ini siswa sekolah dasar bahwa sangat penting untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar terhindar dari penyakit tersebut. Dari segi pemerintahan lingkungan setempat yaitu tentunnya dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka masayarakat dapat lebih produktif dalam membangun desa perancak menjadi desa yang maju.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Keuntungan dari pelatihan virtual realit

Keuntungan dari pelatihan virtual realit

Sektor kesehatan adalah pengguna utama dari realitas virtual tetapi ada sektor lain yang telah sama-sama Diadopsi teknologi ini untuk tujuan pelatihan.. Ulasan ini meliputi pendidikan, a[r]

1 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI LAMPUNG PERIODE 2007-2013

ANALISIS PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI LAMPUNG PERIODE 2007-2013

Lampung Barat 144,281 158,038 255,070 289,898 336,268 236,711 Lampung Selatan 290,606 299,750 432,510 517,572 483,523 404,792 Lampung Tengah 480,070 481,081 713,830 778,763 820,503 654,849 Lampung Utara 278,193 254,852 388,084 358,805 464,073 348,801 Lampung Timur 417,769 378,351 496,018 598,740 659,896 510,155 Tanggamus 324,770 212,583 324,796 368,257 395,801 325,242 Tulang Bawang 227,947 103,880 150,960 167,358 201,657 170,360 Way Kanan 147,337 152,577 218,107 225,406 250,186 198,723 Bandar Lampung 368,537 400,415 536,895 614,404 676,046 519,259 Metro 142,844 112,262 175,114 208,597 246,915 177,146 Pesawaran 147,672 192,003 267,632 269,059 317,310 238,735 Sumber : Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan dilaman www.djpk.go.id Besarnya alokasi dana sektor kesehatan pada 11 Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung berfluktuasi cenderung meningkat dengan rata-rata tertinggi pada Kabupaten Lampung Tengah dan terendah pada Kabupaten Tulang Bawang. Melihat perkembangan anggaran masing-masing sektor yang memiliki turbulasi yang sangat tinggi dan sangat tidak pasti tingginya, maka IPM tersebut patut dicermati (Hirawan, 2007). Hal ini seperti yang terjadi pada Kabupaten Lampung Tengah, dengan dana alokasi sektor pendidikan dan kesehatan yang tinggi tetapi IMP yang dicapai belum maksimal, begitu juga dengan beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Lampung selama tahun 2009- 2013.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

2 3 kemtan workplan implementasi one health

2 3 kemtan workplan implementasi one health

Hubungan sektor Kesehatan dengan sektor Peternakan dan Kesehatan Hewan Kesehatan Nutrisi yang baik Qualitas&Quantitas Tidak ada penyakit infeksi&non-infeksi Ketentraman Bathin Pen[r]

19 Baca lebih lajut

1 sesi 1 economics and health economics1

1 sesi 1 economics and health economics1

EKONOMI KESEHATAN TELAH BERKEMBANG MENJADI SEBUAH DISIPLIN • Ukuran dan diferensial karakteristik sektor kesehatan dalam perekonomian • Size – Data OECD Kesehatan: a Pengeluaran kes[r]

24 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, PERTUMBUHAN EKONOMI, PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 1995-2012

ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, PERTUMBUHAN EKONOMI, PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 1995-2012

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan sektor kesehatan, terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung. Data yang digunakan adalah data runutan waktu tahun 1995-2012, teknik analisis yang digunakan yaitu mengunakan analisis regresi berganda dengan pendekatan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari keempat variabel bebas yaitu Pengangguran terbuka, Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Sektor Kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung. Berdasarkan perhitungan analisis regresi berganda yang diambil dari hasil estimasi parameter, diperoleh koefisien variabel pengangguran terbuka sebesar – 0,01496, pertumbuhan ekonomi sebesar 0,02334, pengeluaran pemerintah sektor pendidikan sebesar 0,02992, dan pengeluaran pemerintah sektor kesehatan sebesar 0,01871. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah diperlukan upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan alokasi pengeluaran pemerintah khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas indeks pembangunan manusia.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan Di Kabupaten Aceh Utara

Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan Di Kabupaten Aceh Utara

Tim kesehatan sebagai bagian dari tim penanggulangan bencana selaku penyelenggara penanggulangan bencana di daerah yang meliputi tahap pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana dituntut untuk memiliki kesiapsiagaan yang baik, khususnya kesiapsiagaan petugas yang terlibat langsung dalam penanggulangan bencana termasuk bidang kesehatan. Berdasarkan survey awal yang dilakukan diketahui bahwa tim kesehatan sudah terlibat aktif dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana, khususnya bencana banjir yang kerap menimpa kabupaten Aceh Utara.

10 Baca lebih lajut

Analisis Determinan Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Jawa Tahun 2004-2013.

Analisis Determinan Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Jawa Tahun 2004-2013.

Pertumbuhan IPM di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, seperti pada tahun 2004 nilai IPM berada pada angka 68,7, meningkat di tahun berikutnya pada 2005 menjadi 69,57. Pada tahun-tahun selanjutnya kenaikan yang terjadi cukup stabil seperti pada tahun 2012 angka IPM berada pada angka 73,29 naik sekitar 0,7% menjadi 73,81 di tahun 2013. Seiring dengan kenaikan angka tersebut, hal yang paling penting adalah di dalam komponen IPM terdapat sektor-sektor dasar sebagai modal pembangunan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat yang diharapakan pula dapat meningkat, menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kualitas manusia yang tinggi.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

2017 Ekokes Sesi 1 HW Pendahuluan

2017 Ekokes Sesi 1 HW Pendahuluan

Dapatkah Analisis Ekonomi diaplikasikan terhadap Kesehatan serta Perawatan Kesehatan Health Care • Kelangkaan jasa kesehatan • Pendekatan–pendekatan ekonomi untuk meneliti sektor ke[r]

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...