Siklon tropis di Indonesia

Top PDF Siklon tropis di Indonesia:

KONTRIBUSI CURAH HUJAN TERPENGARUH SIKLON TROPIS TERHADAP CURAH HUJAN BULANAN, MUSIMAN, DAN TAHUNAN DI INDONESIA BAGIAN SELATAN TAHUN 1979-1998

KONTRIBUSI CURAH HUJAN TERPENGARUH SIKLON TROPIS TERHADAP CURAH HUJAN BULANAN, MUSIMAN, DAN TAHUNAN DI INDONESIA BAGIAN SELATAN TAHUN 1979-1998

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan siklon tropis yang mempen- garuhi curah hujan bulanan, musiman, dan tahunan di Indonesia bagian selatan dan (2) menganalisis kontribusinya secara spasial. Penelitian ini menggunakan 27 sta- siun hujan sepanjang tahun 1979-1998 dengan 88,9% siklon tropis terjadi pada bulan Desember hingga April, sehingga penelitian hanya dilakukan pada periode ini. Analisis spasial dilakukan terhadap hasil interpolasi IDW kontribusi hujan ter- pengaruh siklon tropis, dan analisis grafis dilakukan terhadap grafik kontribusi per siklon tropis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siklon tropis menga- lami penurunan pada tahun 1986-1991, dan peningkatan hingga tahun 1998. Va- riabilitas curah hujan di daerah penelitian lebih dipengaruhi oleh kejadian non- siklon tropis karena kontribusi hujan terpengaruh siklon tropis yang rendah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Siklon Tropis terhadap Karakteristik Gelombang Permukaan di Laut Timor.

Pengaruh Siklon Tropis terhadap Karakteristik Gelombang Permukaan di Laut Timor.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr. Ir. Agus S. Atmadipoera, DESS selaku pembimbing yang telah memberikan banyak pengalaman berharga, masukan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini. Bapak Prof. Dr. Ir. Mulia Purba, M.Sc selaku dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan dan arahan dalam penyusunan serta memeriksa perbaikan skripsi ini. Ibu Adriani Sunuddin, S.Pi M.Si selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan arahan dalam penyusunan serta memeriksa perbaikan skripsi ini. Ibu Meutia Samira Ismet, S.Si M.Si selaku pembimbing akademik yang terus memberikan semangat dan doa. Ummi, Dek Meutia, Dek Zahra, Dek Humaira dan keluarga besar yang terus memberikan doa, semangat dan kasih sayang dari Tanah Serambi Mekkah kepada penulis yang berada di Kota Hujan ini. Pemerintah kabupaten Aceh Barat dan Bunda Sy. Rohana yang telah membiayai kuliah saya selama ini. Teman-teman Laboratorium Oseaonografi Fisik khususnya Isna, Ferdy dan Nabil yang setia menemani selama penelitian, serta Mba Ewi dan Danny yang terus memberikan semangat. Staf departemen Alm. Pak Yayat yang menyiapkan logistik selama menggunakan laboratorium, Pak Anto yang menyiapkan proses instalasi komputer, serta teman-teman pascasarjana Pak Gentio, Bu Eva, Mba Alin, Mba Ida, Pak Syahdan dan Mba Tyas atas masukannya. Teman-teman departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) 46, teman-teman Ikatan Mahasiswa Tanah Rencong (IMTR) 2009 tercinta, keluarga besar ITK dan IMTR, teman-teman Forum Keluarga Mahasiswa Perikanan (FKMC) 2011/2012, serta para penghuni Asrama Mahasiswa Aceh Leuser terutama Endang G. Pratidina selaku teman senasib seperjuangan dan Azwinur selaku ilustrator gambar. Semoga karya ilmiah ini memberikan pengaruh nyata dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Analisis Siklon Tropis Narelle 2013 Menggunakan Model WRF

Analisis Siklon Tropis Narelle 2013 Menggunakan Model WRF

Daerah tropika merupakan daerah yang lebih intensif menerima radiasi matahari dan menerima dua kali penyinaran tegak lurus dalam setahun, perbedaan penyinaran radiasi tersebut menyebabkan suhu permukan laut menjadi naik sehingga terbentuk pusat tekanan rendah yang dapat memicu terjadinya siklon tropis yang dimulai dengan gangguan tropis seperti, depresi tropis, badai tropis, dan siklon tropis. Siklon tropis yang terjadi pada masing-masing samudra sangat bervariasi. Lebih dari dua pertiga dari total siklon terjadi di Belahan Bumi Utara (BBU), sekitar setengah dari jumlah tersebut terjadi di atas lautan Pasifik Utara bagian barat, sekitar seperempat di atas lautan Pasifik Utara bagian timur, seperenam di atas lautan Atlantik Utara, dan sekitar seperdelapan di atas lautan Hindia Utara. Di antara siklon yang terjadi di Belahan Bumi Selatan (BBS), hampir setengahnya terbentuk di atas perairan di sebelah utara Australia, sepertiga di atas lautan Indonesia Selatan dan seperempat di atas lautan Pasifik Selatan (Neiburger 1995).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Indon (1)

Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Indon (1)

Perbedaan topografi tersebut menyebabkan perbedaan iklim dan mempengaruhi jenis tumbuhan di berbagai daerah di Indonesia. Indonesia terletak di garis katulistiwa dan diperkirakan bahwa tidak akan sampai kepada cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana besar. Menurut bapak Mulyono Rahadi Prabowo sebagai Deputi Bidang Klimatologi BMG mengatakan bahwa di Indonesia sebenarnya badai atau siklon masih sangat jarang atau bahkan langka. Namun, saat ini Indonesia sudah mengalami berbagai badai tropis setiap tahunnya dan diprediksi akan akan muncul badai selanjutnya dalam waktu dekat. Indonesia sudah dilanda badai atau siklon tropis sejak tahun 2008. Dimulai dengan badai tropis Durga pada 22-25 April 2008, badai tropis Anggrek pada 30 Oktober- 4 November 2010, badai tropis Bakung tahun 11-13 Desember 2014, badai tropis Cempaka pada 27-29 November 2017 dan Dahlia pada 30 November 2017. Badai tersebut disebabkan karena adanya perubahan iklim diberbagai daerah yang tidak merata padahal jika dilihat lagi Indonesia merupakan negara yang terletak tepat pada garis katulistiwa maka ketika badai tropis datang maka negara Filipina yang terkena badai tropis tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG yaitu Ramlan mengatakan bahwa Indonesia berada di dekat Ekuator dan meskipun tumbuh siklon maka tidak akan sedekat yang terjadi di Amerika Serikat atau Filipina yang kecepatan anginnya bisa lebih dari 100 km/jam. Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia akan merubah pola siklon tersebut dan mengakibatkan berbagai dampak yang akan mempengaruhi masyarakat Indonesia. Penyebab munculnya siklon diantaranya karena perbedaan tekanan yang tidak merata di permukaan wilayah Indonesia dan adanya perubahan suhu permukaan laut. Matahari berada di bagian selatan Bumi dan membuatnya lebih bangat dibandingkan dengan belahan bumi
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kajian Beberapa Karakteristik Siklon Tropis

Kajian Beberapa Karakteristik Siklon Tropis

Di seluruh permukaan bumi, rata-rata terbentuk sekitar 80 siklon tropis setiap tahun dengan kecepatan angin melebihi 20 m/detik. Dari jumlah ini, lebih dari setengahnya mencapai kekuatan hurricane. Lebih dari dua- pertiga diantaranya terjadi di BBU, sekitar setengah dari jumlah ini terjadi di atas Lautan Pasifik Utara bagian barat, sekitar seperempat di atas Lautan Pasifik Utara bagian timur, sekitar seperenam diatas Lautan Atlantik Utara dan sekitar seperdelapan di atas Lautan Hindia Utara. Diantara siklon yang terjadi di BBS, hampir setengahnya terbentuk diatas perairan sebelah utara Australia, sepertiga di atas Lautan Indonesia Selatan, dan seperempat di atas Lautan Pasifik Selatan (Neiburger 1995). Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis siklon tropis yang terjadi di Samudera Pasifik bagian barat. Selain itu, penelitian sebelumnya oleh Mustika (2008) pada tahun 1994-2006 kejadian siklon tropis di lintang
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

IPS Terpadu 2 - Repository UNIKAMA

IPS Terpadu 2 - Repository UNIKAMA

Perhatikan gambar di atas. Berdasarkan gambar tersebut apa yang dapat kita ketahui tentang keunggulan iklim di Indonesia? Gambar di atas menunjukkan bahwa berdasarkan pembagian iklim matahari yang meliputi iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin/kutub, maka Indonesia terletak di daerah yang beriklim tropis. Indonesia juga terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, hal itu menyebabkan Indonesia memiliki pola arah angin yang selalu berganti setiap setengah tahun sekali, yakni angin musim Barat dan angin musim Timur. Akibatnya adalah : wilayah negara Indonesia memiliki iklim musim/muson. Keberadaan Indonesia yang terletak di daerah tropis sekaligus dipengaruhi oleh angin musim, karena itu Indonesia memiliki iklim musim/muson tropis. Apakah kamu telah memahami keunggulan iklim muson tropis tersebut? (catatan : Penjelasan Indonesia berada pada daerah tropis dapat dibaca di materi : Letak Wilayah dan Pengaruhnya bagi Keadaan Alam Indonesia) Keunggulan iklim muson tropis diantaranya adalah temperatur yang tidak terlalu ekstrim, atau dengan kata lain tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

hutan tropis indonesia krisi iklim

hutan tropis indonesia krisi iklim

Untuk meraih kesepakatan iklim yang efektif, pemimpin dunia harus setuju terhadap rencana ambisius untuk mengakhiri deforestasi sebelum 2020. Mereka juga harus berkomitmen menyalurkan 30 milyar Euro per tahun sebagai dana bantuan hutan untuk membantu negara-negara seperti Brazil, Republik Demokrasi Kongo dan Indonesia, serta memastikan terjaganya keanekaragaman hayati dan terpenuhinya hak masyarakat adat.

8 Baca lebih lajut

PEMUKIMAN SEHAT DI LINGKUNGAN TROPIS INDONESIA.

PEMUKIMAN SEHAT DI LINGKUNGAN TROPIS INDONESIA.

Indonesia termasuk daerah hutan hujan tropis yaitu berada disekitar garis khatulistiwa. Curah hujan yang tinggi pada bulan bulan tertentu dan mengalami panas dalam beberapa bulan pula yang disebabkan oleh perubahan angin musim. Perbedaan suhu yang terjadi tidak terlalu tajam. Suhu udara antara 23 o C - 38 o C. Kelembaban udara tinggi. Perbedaan antar musim tidak ada. Tumbuhan di daerah ini lebat.

4 Baca lebih lajut

ARSITEKTUR TROPIS BANGUNAN TRADISIONAL INDONESIA

ARSITEKTUR TROPIS BANGUNAN TRADISIONAL INDONESIA

Tropis merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “tropikos” yang berarti garis balik yang meliputi sekitr 40% dari luas seluruh permukaan bumi. Garis- garis balik ini adalah garis lintang 23°27’ Utara dan Selatan. Daerah tropis didefinisikan sebagai daerah yang terletak diantara garis isotherm 20° di sebelah bumi Utara dan Selatan (Lippsmeier, 1994). Dengan kata lain, arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis.

1 Baca lebih lajut

Kerusakan Hutan Tropis Indonesia Kegagal

Kerusakan Hutan Tropis Indonesia Kegagal

Nestle—perusahaan yang akan diambil sebagai contoh kasus di dalam makalah ini— merupakan salah satu perusahaan pangan raksasa di tingkat global yang turut berkontribusi serta atas kerusakan hutan di Indonesia. Nestle berperan serta sebagai pihak ketiga perusak hutan, karena mengadakan kontrak dengan salah satu perusahaan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia (Sinar Mas) yang telah menghancurkan 406.000 ha hutan tropis, serta memiliki wilayah ekspansi sebesar 1,3 juta ha (yang juga terletak di wilayah hutan tropis). Terlebih, pihak pemerintah seolah menutup mata atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Sinar Mas, dan membiarkan pelanggaran lainnya terus terjadi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Potensi Tanaman Obat Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetik Untuk Pengobatan Penyakit Bakterial Pada Ikan Air Tawar

Potensi Tanaman Obat Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetik Untuk Pengobatan Penyakit Bakterial Pada Ikan Air Tawar

Kegiatan di sektor budidaya tersebut tidak terlepas dari adanya suatu kendala. Penyakit merupakan salah satu penyebab kegagalan budidaya ikan air tawar di Indonesia, selain pencemaran lingkungan dan pakan. Penyakit yang menyerang ikan air tawar yang utama adalah dari golongan bakteri. Beberapa penyakit bakterial yang biasa menginfeksi ikan tropis air tawar seperti ikan patin, nila, mas, lele, dan gurame adalah Aeromonas sp, Pseudomonas sp., Staphylococcus sp. dan Streptococcus sp. (Austin dan Austin, 1999). Pada tahun 1980 wabah penyakit yang disebabkan oleh penyakit Aeromonas hydrophila menyebabkan kematian 82,288 ton ikan di Jawa Barat dari sebanyak 430,4 ton ikan yang terserang (Angka et al., 1982). Pada tahun 2005 sebanyak 47 ton ikan gurame konsumsi dan 2,1 juta ekor benih yang siap untuk dipasarkan milik kelompok tani ikan Mutiara Sukma di Kanagarian Lubuk Pandan mati akibat serangan bakteri ini (www.disnaksumbar.org).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BENCANA ALAM YANG TERJADI DI ASIA TENGGA

BENCANA ALAM YANG TERJADI DI ASIA TENGGA

Badai tropis di Filipina pada umumnya terjadi pada bulan September hingga November. Filipina merupakan salah satu daerah yang sering mengalami badai tropis. Jenis badai terkenal di Filipina adalah badai tropis durian dan fengshen. Badai tropis durian yang pernah meluluhlantakkan Filipina pada tahun 2006 mengakibatkan 37 penduduk meninggal dunia.

6 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

termasuk ke dalam filum Moluska dan kelas Gastropoda yang telah dikonsumsi di banyak daerah di Indonesia, seperti di berbagai daerah di Jawa Barat. Di daerah Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, tutut dikenal dengan nama cipuk, yang berarti siput, dan merupakan salah satu makanan yang digemari. Kijing atau lokan adalah kerang air tawar yang biasa hidup di sungai dan danau, merupakan anggota dari filum Moluska, kelas Bivalvia, famili Unionidae. Di Maninjau, lokan banyak ditemukan di sungai-sungai kecil yang menjadi inlet danau dan di pinggiran danau yang dangkal. Selain lokan endemis, ditemukan juga kijing yang merupakan kerang air tawar berukuran besar yang sudah menginvasi Danau Maninjau dan sungai- sungai di sekitarnya. Kijing tersebut pertama kali ikut terbawa masuk ke Indonesia (Bogor) secara tidak sengaja ketika ikan nila diintroduksi dari Taiwan pada tahun 1969 (Mujiono, 2011). Kijing ini berasal dari Asia Timur (Benson, 2015), tetapi di Indonesia lebih dikenal dengan nama kijing Taiwan (Anodonta woodiana). Sejak itu, kijing Taiwan diketahui telah menyebar hingga ke Bali pada tahun 1994 dan ke Manado, Sulawesi Utara, sejak tahun 1979 (Mujiono, 2011). Di Eropa, kijing Taiwan ditemukan pertama kali di Hungaria pada tahun 1984. Sejak itu, A. woodiana telah ditemukan di setidaknya 13 negara lain (Paunovic et al., 2006; Kraszewski & Zdanowski, 2007; Pou- Rovira et al., 2009). Dalam dua dekade, kerang ini telah menyebar hingga ke Rumania (Popa et al., 2007) dan Semenanjung Iberia (Pou-Rovira et al., 2009). Menurut Cappelletti et al. (2009), Kijing Anodonta woodiana pertama kali ditemukan di Danau Garda, danau terbesar di Italia, pada tahun 2009 dan di Danau Maggiore, Italia Utara, pada tahun 2010 (Kamburska et al., 2013). Keberadaan Kijing tersebut juga dilaporkan di New Jersey, USA, pada tahun 2010 (Benson, 2015).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Pulau Dolak merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang termasuk dalam ekoregion dataran rendah Trans-Fly. Lahan basah di Distrik Kimaam, Papua merupakan salah satu habitat perairan tawar di Pulau Dolak yang memiliki peran penting bagi konservasi sumber daya alam di pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data karakteristik limnologis perairan lahan basah di Distrik Kimaam, Pulau Dolak, Merauke, Papua. Penelitian dilakukan saat musim peralihan hujan ke kemarau pada bulan Mei 2014 di tujuh stasiun pengamatan dengan parameter yang diamati adalah kualitas air dan kelimpahan plankton. Hasil menunjukkan bahwa lahan basah di Kimaam memiliki karakteristik rawa dengan kisaran pH yang asam (4,57 – 5,64) dengan alkalinitas yang rendah. Warna air cenderung jernih dan terkadang berwarna kekuningan karena pengaruh gambut dan partikel humus terlarut. Kesuburan perairan di Pulau Dolak relatif rendah (oligotrofik) berdasarkan kadar N dan P serta klorofil-a sehingga berdampak pada rendahnya kelimpahan fitoplankton (rerata 4826 sel/L) dan zooplankton (rerata 257 ind/L). Indeks ekologi plankton menunjukkan kriteria kestabilan komunitas antara sedang hingga rendah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Konsentrasi nitrat di wilayah litoral D. Towuti masih lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi nitrat diwilayah litoral danau-danau lainnya di Indonesia seperti D. Maninjau, D. Kerinci, D. Singkarak dan D. Ranau, yakni masing-masing berkisar <0,050 - 0,354 mg/L; <0,020 - 0,500 mg/L; 0,115 - 0,433 mg/L ; <0,05 - 0,325 mg/L (Sulastri et al., 2012; Awalina & Siti Aisyah, 2000; Meutia et al,. 2002; Meutia et al., 2000). Sumber nitrat di perairan danau berasal dari air hujan dan aliran permukaan, sehingga dapat dipahami lebih rendahnya konsentrasi di D. Towuti karena di D. Towuti pada umumnya kondisi daerah aliran sungai (DAS) dan sekitarnya belum banyak dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik dibandingkan danau lainnya di Indonesia.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

badai tropis indonesia

badai tropis indonesia

Setiap badai bergerak dengan lintasan mereka masing-masing. Meskipun demikian, pada umumnya badai yang terbentuk di sebelah Utara Equator bergerak kearah Barat atau Barat Laut, dan badai yang terbentuk di sebelah Selatan Equator bergerak kearah Barat atau Barat Daya. Hal ini karena dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk diantaranya arah rotasi (perputaran) bumi dan gaya corioli yang ditimbulkannya. Badai tropis begerak berbanding lurus dengan besar gaya coriolis bumi. Karena Indonesia berada di wilayah ekuator dengan sudut lintang rendah (besar lintang dinyatakan dengan tanda Sinus ?), maka besarnya (hasil perhitungan) Sinus yang didapat mendekati nol. Hal ini menyebabkan badai tropis tidak mungkin melintasi wilayah Indonesia.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Soal Ulangan Harian IPS SD/MI Kelas 6 Semester 2 UH IPS 6 2

Soal Ulangan Harian IPS SD/MI Kelas 6 Semester 2 UH IPS 6 2

1. Kegiatan pengiriman barang dan jasa dari wilayah Indonesia ke negara lain disebut .... 2. Indonesia membeli sepeda motor dari Negara Jepang, merupakan contoh kegiatan .... 3. Timbulnya perdagangan pada suatu negara disebabkan karena suatu negara tidak dapat .... 4. Orang yang melakukan kegiatan impor disebut ....

7 Baca lebih lajut

TINJAUAN KINERJA INLET JALAN UNTUK MENGURANGI GENANGAN AKIBAT LIMPASAN HUJAN (Studi Kasus dengan Menggunakan Model Inlet Persegi Panjang pada Trotoar Jalan dengan Hambatan Rumput)

TINJAUAN KINERJA INLET JALAN UNTUK MENGURANGI GENANGAN AKIBAT LIMPASAN HUJAN (Studi Kasus dengan Menggunakan Model Inlet Persegi Panjang pada Trotoar Jalan dengan Hambatan Rumput)

Indonesia adalah negara yang termasuk dalam iklim tropis,daerah tropis sendiri dapat di bedakan menjadi dua yaitu Tropis basah dan Tropis kering,untuk Indonesia sendiri termasuk dalam bagian iklim Tropis basah dengan ciri ciri tingginya kelembaban udara dan curah hujan yang tinggi,oleh sebab itu indonesia sering mengalami bancana banjir yang di akibatkan oleh hujan di setiap tahunnya, banjir yang sering terjadi di indonesia kususnya di daerah perkotaan rata rata disebabkan karena tidak adanya atau kurangnya saluran air dari jalan menuju saluran pembuangan di sekitar jalan atau disebut dengan saluran Drainase,berbicara tentang saluran pembuangan atau Drainase merupakan salah satu fasilitas yang dirancang sebagai suata sistem inrfrastruktur dalam perencanaan jalan,dengan kata lain drainase berfungsi sebagai alat untuk mengalirkan air ke badan jalan (sumber air permukaan dan di bawah permukaan tanah) atau bangunan resapan,selain itu juga berfungsi sebagai pengendali kebutuhan air permukaan dengan kata lain mengurangi daerah genangan air dan banjir.Apa bila sebuah sistem jalan tidak didikung dengan saluran drainase yang optimal maka akan menyebabkan penumpukan air di area jalan yang di sebut genangan.Dari pengamatan pada saat musim hujan, genangan yang terjadi di ruas jalan dikarenakan aliran air dari permukaan jalan terhalang masuk ke inlet yang ada di badan drainase di sekitan ruas jalan. Dengan ini dapat di artikan bahwa perlu adanya penelitian tentang desain sistem Drainase dengan meniliti bagian input air yang disebut inlet, perlu dilakukan modifikasi bentuk dan jarak inlet yang sesuai dengan kondisi untuk jalan tersebut.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Danau paparan banjir merupakan ekosistem yang sangat produktif dengan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi. Kajian terhadap komposisi zooplankton di Danau Tempe dilakukan pada Oktober 2012 yang merupakan musim kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi keragaman zooplankton di Danau Tempe, salah satu danau paparan banjir di Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh stasiun, yaitu TMP1, TMP2, TMP3, TMP4, TMP5, TMP6 dan TMP7. Sampel untuk analisis kualitatif zooplankton diambil secara vertikal pada zona pelagis dan litoral menggunakan plankton net. Sebanyak 30 L air yang diambil dari dasar ke permukaan dan disaring secara komposit dengan plankton net 40 µm. Selanjutnya, sampel diawetkan dengan 4% formalin. Hasil pengamatan menunjukkan 66 spesies zooplankton dapat teridentifikasi yang mewakili kelompok fungsional Copepoda (9 spesies), Cladocera (11 spesies) dan Rotifera (46 spesies). Keragaman spesies yang paling tinggi ditemukan di TMP7, yaitu 49 spesies dengan nilai indeks Shannon 3,263, sedangkan keragaman spesies yang paling rendah ditemukan di TMP3 yaitu 20 spesies dengan nilai indeks 2,228. Species dari filum Rotifera merupakan spesies yang dominan pada hampir semua stasiun pengamatan. Pada saat kondisi air surut, umumnya Rotifera, terutama dari genus Brachionus memperlihatkan adaptasi yang baik, yang diindikasikan oleh dominanya jenis- jenis tersebut. Sebaliknya, bagi kelompok mikrokrustasea (Copepoda dan Cladocera), habitat akuatik yang terfragmentasi pada saat air surut kurang menguntungkan, sehingga mikrokrustasea tersebut tidak menunjukkan dominansinya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

FLUKTUATION OF pH, DISOLVED OXYGEN AND NUTRIENT IN LAKE TOWUTI. Lake Towuti is the largest lake in South Sulawesi and the second largest in Indonesia after Lake Toba. Lake Towuti is one of lakes at the Malili Lake Complex, and serves as natural habitat for 14 species of freshwater endemic fish and 87 % of 27 species of freshwater mollusk in Sulawesi. Accordingly, the lake water quality should be continually controlled to ensure the sustainability life of the organisms. The purpose of this study was to determine the condition of pH, dissolved oxygen (DO), and nutrients (nitrate and phosphate) concentration in the waters of Lake Towuti, both horizontally and vertically. The study was conducted at 20 observation stations in June and September 2011. The results of the measurement and analysis of water samples showed that the concentration of nitrate, phosphate, DO (dissolved oxygen) and pH still meet water quality standards for the survival of biota as stated in the Government Regulation No. 82, year 2001. The range values of pH, DO, nitrate, and phosphate for all stations sequentially were 7.76 - 8.03, 5.09 - 5.18 mg/L, 0.017 - 0.042 mg/L, 0.003 - 0.007 mg/L. Results of correlation analysis indicated that pH and DO, and DO and nitrate have strong correlations. The vertical distribution of these parameters showed no significant different, which indicates that the lake water is in oligotrophic condition with low nutrient level condition.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...