Sistem Eksitasi Tanpa Sikat

Top PDF Sistem Eksitasi Tanpa Sikat:

SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

Pada sistem pengaturan tegangan generator, eksitasi memegang peranan penting dalam mengendalikan kestabilan suatu pembangkit karena apabila terjadi fluktuasi beban maka eksitasi sebagai pengendali akan berfungsi mengontrol keluaran generator seperti tegangan , arus dan faktor daya. Eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) pada generator berasal dari sumber tegangan AC yang kemudian disearahkan menggunakan rotating rectifier sehingga menghasilkan arus searah untuk dialirkan ke kutub-kutub magnet yang ada pada stator main exciter yang kemudian diatur oleh automatic voltage regulator. Tegangan searah yang dihasilkan oleh rectifier dimanfaatkan sebagai catu (supply) tegangan DC ke rangkaian eksitasi pada generator utama sebagai penguat tegangan yang dibangkitkan oleh generator. Dari hasil analisa sistem eksitasi pada generator turbin gas`sebesar 118,2 Vdc menghasilkan tegangan utama sebesar 7044 Vac ketika dalam keadaan tanpa beban ketika diberi beban sebesar 2772 KW maka tegangan yang dibangkitkan menjadi 6815 Vac. Ini mengindikasikan bahwa tegangan eksitasi memerngaruhi kestabilan tegangan yang dibangkitkan oleh generator turbin gas. Semakin besar beban yang digunakan maka tegangan yang dibangkitkan akan semakin kecil. Sehingga harus dilakukan penguatan dengan menggunakan sistem eksitasi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISA SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

ANALISA SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

Pada sistem pengaturan tegangan generator, eksitasi memegang peranan penting dalam mengendalikan kestabilan suatu pembangkit karena apabila terjadi fluktuasi beban maka eksitasi sebagai pengendali akan berfungsi mengontrol keluaran generator seperti tegangan, arus dan faktor daya dengan cara mengatur kembali besaran-besaran input guna mencapai titik keseimbangan baru. Eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) pada generator berasal dari sumber tegangan AC yang kemudian disearahan menggunakan rotating rectifier sehingga menghasilkan arus searah (DC) untuk dialirkan ke kutub-kutub magnet yang ada pada stator main exciter yang kemudian diatur oleh pengatur tegangan otomatis (automatic voltage regulator). Tegangan searah yang dihasilkan oleh rectifier dimanfaatkan sebagai catu (supply) tegangan DC ke rangkaian eksitasi pada generator utama sebagai penguat tegangan yang dibangkitkan oleh generator. dari hasil analisa sistem eksitasi pada generator turbin gas sebesar 118,2 Vdc menghasilkan tegangan yang dibangkitkan generator utama sebesar 4067 Vac ketika dalam keadaan tanpa beban. Ketika diberi beban sebesar 2917 kW maka tegangan yang dibangkitkan menjadi 3954 Vac. Ini mengindikasikan bahwa tegangan eksitasi mempengaruhi kestabilan tegangan yang dibangkitkan oleh generator turbin gas. Semakin besar beban yang digunakan maka tegangan yang dibangkitkan akan semakin kecil sehingga harus dilakukan penguatan dengan menggunakan sistem eksitasi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

LAPORAN KERJA PRAKTEK 002

LAPORAN KERJA PRAKTEK 002

PLTG GE 1 menggunakan sistem eksitasi tanpa sikat EX2000R. EX2000R merupakan mikroprosesor berbasis converter AC ke DC yang menghasilkan output DC yang dikontrol oleh MCC (Motor Control Center). Daya untuk exciter biasanya diambil dari Power Potential Transformer (PPT) yang terhubung langsung ke terminal generator. Exciter EX2000 fleksibel dan dengan perubahan hardware dan software, exciter dasar dan inti perlindungan dapat dikonfigurasi sebagai senyawa, ALTERREX TM , GENERREX TM , jembatan ganda, cadangan panas, atau master-master

47 Baca lebih lajut

Laporan Fts Dan Solid Baru

Laporan Fts Dan Solid Baru

1. Masalah yang paling sering dihadapi pada sistem eksitasi statis dengan sikat karbon adalah menipisnya / rusaknya carbon brush karena getaran generator yang terlalu besar saat beroperasi sehingga mengakibatkan gesekan yang berlebih terhadap slip ring maupun usia pemakaian yang sudah lama, Sehingga mengakibatkan adanya jarak / ruang berlebih antara carbon brush dan slip ring, dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya arc / spark (loncatan bunga api) yang dapat mengakibatkan kebakaran.

113 Baca lebih lajut

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (4)

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (4)

elektromagnetik yang terjadi pada kumparan-kumparan stator. Namun dengan perkembangan konsumen yang semakin meningkat, kebutuhan akan tenaga listrik setiap hari juga semakin meningkat. Tenaga listrik yang dibutuhkan oleh konsumen setiap harinya tidak tetap. Hal ini akan menyebabkan beban yang diterima oleh generator akan berubah-ubah sehingga akan mempengaruhi system ketenaga listrikannya sendiri. Generator adalah salah satu jenis mesin listrik yang digunakan sebagai alat pembangkit energi listrik dengan cara menkonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. Untuk mendapatkan tegangan terminal generator yang konstan, maka arus jangkar dan sudut daya harus tetap pula. Besarnya perubahan beban yang dapat ditanggung generator perlu diketahui yang disesuaikan dengan kemampuan generator sehingga kestabilan generator dapat dijaga. Pembangkitan GGL induksi pada generator sinkron membutuhkan arus penguatan (eksitasi) untuk menimbulkan fluksi magnetik pada kutub-kutub medan generator yang terletak pada rotor. Sistem penguatan (excitation) menentukan kestabilan tegangan yang dihasilkan oleh generator.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Iii Searching Indonesia

Laporan Praktikum Iii Searching Indonesia

Jika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi, maka sisa megnetisasi tidak akan ada, atau jika belitan eksitasi salah sambung atau jika arah putaran terbalik, atau rotor terhubung-singkat, maka tidak akan ada tegangan atau energi listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut. Tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan arus beban yang sama, dibandingkan dengan tegangan output pada generator penguat terpisah.

12 Baca lebih lajut

PRINSIP KERJA GENERATOR DC DUA ARAH

PRINSIP KERJA GENERATOR DC DUA ARAH

Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). Tegangan awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet stator. Rotor berputar dalam medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan yang akan memperkuat medan magnet stator, sampai dicapai tegangan nominalnya. Pengaturan arus eksitasi yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar arus eksitasi shunt, makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan, dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya.

6 Baca lebih lajut

04 Perancangan dan Analisa Kendali Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah

04 Perancangan dan Analisa Kendali Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah

Agar tegangan pada sistem eksitasi ini berada pada nilai kerja yang diinginkan maka perlu dilakukan pengendalian. Pada penelitian ini dilakukan pengendalian tegangan pada sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan menggunakan pengendali diantaranya pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial Dengan Filter Orde Pertama Pada Bagian Diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial Dengan Filter Orde Pertama Pada Bagian Diferensial (PIDF). Beberapa penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan sistem kendali eksitasi generator tipe arus searah adalah (Nagendra & Krishnarayalu,2012) membahas pengendalian sistem eksitasi generator dengan menggunakan pengendali Proporsional Integral Diferensial dengan bantuan Simulink dan analisa yang dilakukan pada jurnal ini adalah analisa peralihan dan tipe sistem eksitasi yang digunakan adalah tipe sistem eksitasi generator arus searah. (Singh, Agarwal, & Singh, 2013) membahas pengendalian sistem eksitasi generator dengan menggunakan pengendali Proporsional Integral Diferensial dan Fuzzy Logic Control dengan bantuan perangkat lunak Matlab. Pada jurnal tersebut pembahasan yang dilakukan meliputi analisa peralihan dan analisa performansi lingkar terbuka dalam domain frekuensi serta tipe sistem eksitasi yang digunakan adalah tipe sistem eksitasi generator arus searah. (Bhatt & Bhongade, 2013), membahas perancangan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) pada sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan teknik PSO dengan penekanan pada analisa peralihan. (Liu, Mohamed , Kerdphol , & Mitani, 2014) membahas tentang perancangan pengendali PID – MPC pada sistem eksitasi
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Gambaran Mikroorganisme pada Sikat Gigi Mahasiswa Pengguna Dental Braces (Kawat Gigi) Angkatan 2014 Fakultas Kedoteran Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Gambaran Mikroorganisme pada Sikat Gigi Mahasiswa Pengguna Dental Braces (Kawat Gigi) Angkatan 2014 Fakultas Kedoteran Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional . Pengambilan data diambil dengan menggunakan teknik total sampling dimana data sampel diambil dari sikat gigi mahasiswa pengguna kawat gigi yang telah digunakan selama 1 bulan. Kemudian sikat gigi tersebut dibawa ke laboratorium mikrobiologi FK USU untuk diidentifikasi.

2 Baca lebih lajut

Mikroorganisme Yang Dapat Diisolasi Dari Sikat Gigi Yang Telah Dipergunakan Selama Lebih Kurang Tiga Bulan

Mikroorganisme Yang Dapat Diisolasi Dari Sikat Gigi Yang Telah Dipergunakan Selama Lebih Kurang Tiga Bulan

: Mikroorganisme Yang Dapat Diisolasi Dari Sikat Gigi Yang Telah Dipergunakan Selama Lebih Kurang Tiga Bulan, 2004... : Mikroorganisme Yang Dapat Diisolasi Dari Sikat Gigi Yang Telah Dip[r]

39 Baca lebih lajut

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADA

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADA

Pada gambar 4.1 dan 4.2 di atas terlihat bahwa jika arus eksitasi atau arus medan dinaikan sesuai dengan pertambahan beban, maka ggl induksi yang terbangkitkan juga akan bertambah besar. Dengan berobahnya arus eksitasi sehingga akan merubah tegangan ggl induksi, yang akhirnya akan diperoleh tegangan terminal yang tetap.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN EKSITASI TERHADAP DAYA REAKTIF GENERATOR

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN EKSITASI TERHADAP DAYA REAKTIF GENERATOR

Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa fluktuasi tegangan berkisar ± 0,66% dari tegangan nominal. Tegangan cenderung konstan agar sinkronisasi terjaga dengan sistem. Kenaikan eksitasi awal berkisar ± 3,27%. Adanya perubahan daya reaktif sebesar ± 5,26 MVAR. Arus medan generator mengontrol daya reaktif yang disuplai generator ke sistem daya.

11 Baca lebih lajut

PERILAKU TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR DENGAN METODA PENEMPATAN KUTUB DALAM DOMAIN WAKTU

PERILAKU TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR DENGAN METODA PENEMPATAN KUTUB DALAM DOMAIN WAKTU

interkoneksi skala besar, alat penstabil tegangan manual tidak pernah dipakai dan sebagai gantinya dipasang sebuah peralatan penstabil tegangan otomatis yang dinamakan Automatic Voltage Regulator (AVR) disetiap generator. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kestabilan tegangan antara lain kenaikan pembebanan saluran transmisi, gangguan pengaturan daya reaktif, dinamika OLTC (on load tap changer) trafo dan karakteristik beban. Perilaku kestabilan tegangan sistem tenaga listrik ditentukan oleh perilaku kestabilan sistem regulasi tegangan yang dilakukan oleh sistem eksitasi yang terdapat dalam generator dan beberapa rangkaian pengendali lain yang terintegrasi satu sama lain. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan perilaku tegangan sistem eksitasi ini diantara perilaku tegangan sistem eksitasi dengan metoda Proporsional Integral Diferensial (PID) [1-2], metoda Fuzzy Logic [1] , metoda Algoritma genetika [3] dan metoda H~ [4] . Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan tersebut, diperoleh informasi bahwa performansi perilaku tegangan sistem eksitasi dititik operasinya kurang begitu memuaskan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Studi Metoda Kendali H~ Optimal dan Aplikasinya pada Automatic Voltage Regulator (AVR).

Studi Metoda Kendali H~ Optimal dan Aplikasinya pada Automatic Voltage Regulator (AVR).

(AVR) ...................................... Error! Bookmark not defined. 2.3. Sistem Kendali ......................... Error! Bookmark not defined. 2.4. Pemodelan Sistem Kendali ...... Error! Bookmark not defined. 2.4.1 Fungsi Alih .............................. Error! Bookmark not defined. 2.4.2 Persamaan Keadaan ................. Error! Bookmark not defined. 2.5. Performansi Sistem Lingkar Terbuka Dalam Domain

15 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sikat Gigi Elektrik Dalam Perawatan Periodontal.

Pemanfaatan Sikat Gigi Elektrik Dalam Perawatan Periodontal.

Sikat gigi elektrik dengan gerakan memutar ini menyerupai instrumen berputar dalam Kedokteran Gigi dan secara khas berbeda dari sikat gigi elektrik tradisional. Oleh karena itu, diperlukan petunjuk tambahan agar pasien terampil menggunakan alat ini secara efektif. 5 Gerakan sikat gigi ini adalah gerakan yang memutar pada satu arah dari titik tengah tetapi tidak berputar pada satu putaran penuh. 8 Sikat gigi ini dapat diganti-ganti dengan 3 kepala sikat yaitu kepala sikat dengan rumpun bulu sikat yang tunggal, kepala sikat berbentuk mangkuk dengan permukaan cekung, dan kepala sikat dengan bulu sikat berujung panjang yang bergerak memutar.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Prinsip kerjaBrushless DC motor

Prinsip kerjaBrushless DC motor

Motor arus searah adalah sebuah motor yang membutuhkan tegangan dc untuk menjalankannya. Pada umumnya motor jenis ini menggunakan sikat dan mengoperasikannya sangat mudah tinggal dihubungkan dengan battery sehingga motor langsung berputar. Jenis motor ini memerlukan perawatan pada sikatnya serta banyak terjadi rugi tegangan pada sikat. Sehingga pada era sekarang ini motor DC dikembangkan tanpa menggunakan sikat yang dikenal dengan Motor BLDC ( Brushless Direct Current Motor). Motor ini dipilih karena efisiensi yang tinggi, suaranya halus , ukuran kompak, keandalan yang tinggi dan perawatan yang rendah. Motor ini lebih disukai untuk berbagai aplikasi, namun kebanyakan dari mereka memerlukan kontrol tanpa sensor. Pengoperasian PMBLDC motor membutuhkan sensor posisi rotor untuk mengendalikan arusnya. Sedangkan metode yang dipakai ada tiga yaitu Vector control also called field oriented control, Sinusoidal control dan Trapezoidal control.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efektivitas Penggunaan Helm Sikat Gigi Dalam Mengendalikan Populasi Bakteri Aerob Pada Kepala Sikat Gigi Selama Penyimpanan.

Efektivitas Penggunaan Helm Sikat Gigi Dalam Mengendalikan Populasi Bakteri Aerob Pada Kepala Sikat Gigi Selama Penyimpanan.

Menghindari hal tersebut, kepala sikat gigi diberi penutup (helm sikat gigi) agar tidak berhubungan langsung dengan udara luar, sehingga bakteri aerob dalam kamar mandi tidak dapat hinggap dan berkembang biak. Berdasarkan hal$hal tersebut, disusun hipotesis: jumlah bakteri aerob yang didapat pada kepala sikat gigi yang memakai helm sikat gigi berbeda dari yang tidak memakai helm sikat gigi.

23 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Analisa Getaran pada Poros Pompa Sentrifugal Sistem Penyambungan Kopling Sabuk untuk Monitoring Kondisi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Analisa Getaran pada Poros Pompa Sentrifugal Sistem Penyambungan Kopling Sabuk untuk Monitoring Kondisi

Masalah resonansi bisa dipahami lebih baik bila frekuensi pribadi suatu struktur dapat diketahui. Salah satu cara untuk mengetahui frekuensi pribadi tersebut adalah dengan melakukan pengukuran fungsi respon frekuensinya. Pengukuran ini melibatkan beberapa aspek penunjang diantaranya adalah teknik eksitasi getaran yang dikenakan pada struktur.

25 Baca lebih lajut

Studi Metoda Kendali H Optimal dan Aplikasinya pada Automatic Voltage Regulator (AVR) - Repositori Universitas Andalas

Studi Metoda Kendali H Optimal dan Aplikasinya pada Automatic Voltage Regulator (AVR) - Repositori Universitas Andalas

8. Analisa domain frekuensi yang dilakukan meliputi performansi sistem lingkar terbuka dan performansi sistem lingkar tertutup. Untuk performansi sistem lingkar terbuka yang meliputi margin penguatan (gain margin), frekuensi margin penguatan, margin fasa (phase margin) dan frekuensi margin fasa. Untuk performansi sistem lingkar tertutup yang meliputi lebar pita (bandwidth), nilai magnitude puncak dan frekuensi puncak. 9. Analisa kestabilan dalam domain waktu dilakukan dengan menggunakan kriteria Routh. 10. Analisa kestabilan dalam domain frekuensi dilakukan dengan menggunakan kriteria
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

SIMULASI RESPON EKSITER STATIK PADA GENERATOR SINKRON TERHADAP PERUBAHAN BEBAN.

SIMULASI RESPON EKSITER STATIK PADA GENERATOR SINKRON TERHADAP PERUBAHAN BEBAN.

Permintaan akan energi listrik yang cendrung meningkat menuntut keberadaan teknologi sistem pembangkitan tenaga dalam skala besar. Pengetahuan akan kondisi operasi generator sinkron menuntut adanya pengetahuan akan prilaku generator sinkron dengan sistem eksitasinya. Untuk mengetahui perilaku ini maka perlu diadakan pengujian dan simulasi. Penelitian ini menawarkan metode untuk mengetahui perilaku mesin (generator ) dengan menggunakan simulasi. Perilaku generator sinkron dan reaksi sistem eksitasi static dianalisa pada kondisi perubahan beban dalam skala yang lebih kecil, yaitu pada kondisi kenaikan beban dan kondisi pelepasan beban. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode yang digunakan memberikan alternatif yang lebih banyak dalam analis a perilaku generator sinkron dengan eksiter static.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...