Ukuran Kantor Akuntan Publik

Top PDF Ukuran Kantor Akuntan Publik:

Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik, Pergantian Kantor Akuntan Publik, Spesialisasi Audit Di Bidang Industri Klien Dan Independensi Akuntan Publik Terhadap Kualitas Audit Serta Implikasinya Pada Kualitas Disclosure Laporan Keuangan (Survey Pada Kantor A

Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik, Pergantian Kantor Akuntan Publik, Spesialisasi Audit Di Bidang Industri Klien Dan Independensi Akuntan Publik Terhadap Kualitas Audit Serta Implikasinya Pada Kualitas Disclosure Laporan Keuangan (Survey Pada Kantor A

1. Terdapat pengaruh ukuran kantor akuntan publik, pergantian kantor akuntan publik , spesialisasi audit di bidang industri klien dan independensi akuntan publik terhadap kualitas audit. Belum tingginya kualitas audit yang dihasilkan KAP disebabkan oleh masih kurangnya KAP memiliki jumlah klien, jumlah partner atau rekan yang bergabung dalam KAP, jumlah tenaga auditor profesional dan jumlah kantor cabang KAP yang tersebar pada wilayah operasinya. Masih adanya KAP dan akuntan publik yang memiliki hubungan kedekatan dengan klien yang relative cukup lama dalam masa penugasan audit dan penugasan audit sesuai dengan keinginan klien. Masih kurangya kemampuan spesialisasi auditor memiliki pengalaman dibidang industri klien, kurang memiliki pelatihan teknis khusus dan rendahnya pengembangan profesi akuntan publik dibidang industri klien. Belum semua auditor menjaga sikap mental objektif, sikap menghindari conflict of interest , serta masih kurangnya independensi pada penugasan audit yaitu independensi dalam verifikasi dan independensi dalam pelaporan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

SKRIPSI ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK DAN JENIS OPINI AUDIT TERHADAP AUDIT

SKRIPSI ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK DAN JENIS OPINI AUDIT TERHADAP AUDIT

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan (total assets) dan jenis opini audit tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Dan ukuran Kantor Akuntan Publik secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap audit report lag. Dan secara simultan ukuran perusahaan (total assets), ukuran Kantor Akuntan Publik dan jenis opini audit berpengaruh terhadap audit report lag.

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012).

PENDAHULUAN PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012).

Akuntan publik adalah pihak independen yang dianggap mampu menjembatani benturan kepentingan antara pihak prinsipal (pemegang saham) dengan pihak agen, yaitu manajemen sebagai pengelola perusahaan. Dalam hal ini peran akuntan publik adalah memberi opini terhadap kewajaran laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya auditor harus mampu menghasilkan opini audit yang berkualitas yang akan berguna tidak saja bagi dunia bisnis, tetapi juga masyarakat luas (Wibowo dan Hilda, 2009) dalam (Wijayani dan Indira Januarti, 2011).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL  PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memberlakukan adanya pergantian KAP secara wajib. Pemerintah telah mengatur kewajiban pergantian KAP tersebut dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 359/KMK.06/2003 tentang “Jasa Akuntan Publik” (pasal 2) sebagai perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 423/KMK.06/2002. Pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas dapat dilakukan oleh KAP paling lama untuk 5 (lima) tahun buku berturut-turut dan oleh seorang Akuntan Publik paling lama untuk 3 (tiga) tahun buku berturut-turut. Kemudian disempurnakan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.01/2008 tentang “Jasa Akuntan Publik”. Perubahan yang dilakukan adalah dari 5 tahun menjadi 6 tahun untuk pergantian KAP (Wijayani dan Indira Januarti, 2011).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Audit Tenure, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Spesialisasi Kantor Akuntan Publik, dan Rotasi Kantor Akuntan Publik terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI pada tahun 2012-2014).

Analisis Pengaruh Audit Tenure, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Spesialisasi Kantor Akuntan Publik, dan Rotasi Kantor Akuntan Publik terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI pada tahun 2012-2014).

Fitriany, Arie dan Viska (2011) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rotasi Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik setelah dikeluarkannya Kebijakan Menteri Keuangan (KMK) No. 423/KMK.6/2002 Tentang Jasa Akuntan Publik yang mengatur mengenai pembatasan jangka waktu audit yang mengindikasikan adanya pengaruh yang baik setelah dikeluarkannya peraturan ini. Fargher, Lee dan Mande (2008) menemukan bukti bahwa dalam tahun-tahun awal masa tenure audit yang baru (masa tenure), kebijakan akuntansi menurun kualitasnya, namun, ketika terjadi rotasi, kualitas kebijakan akuntansi meningkat di awal tahun. Tetapi berbeda dengan penelitian Chih-Ying, Chan-Jane, dan L. Yu Chen (2008) dimana dia tidak menemukan dukungan terhadap keyakinan bahwa kewajiban rotasi KAP meningkatkan kualitas audit. Disamping itu Chih-Ying et al. (2008), juga tidak menemukan bukti yang konsisten mendukung keyakinan bahwa kewajiban rotasi KAP berdasarkan persepsi investor, meningkatkan kualitas audit. Begitu juga dengan Hartadi (2012) yang meneliti pengaruh rotasi audit terhadap kualitas audit. Dari hasil penelitian Hartadi membuktikan bahwa rotasi audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh ukuran kantor akuntan publik dan opini audit terhada audit delay : (studi kasus pada kantor akuntan publik di Wilayah Bandung)

Pengaruh ukuran kantor akuntan publik dan opini audit terhada audit delay : (studi kasus pada kantor akuntan publik di Wilayah Bandung)

Dalam kompas edisi bulan Mei dinyatakan bahwa ketidak mampuan PT Telkom dalam memenuhi batas waktu untuk memberikan laporan keuangan tahun 2002 kepada Badan Pengawas Pasar Modal yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Eddy Pianto sehingga menimbulkan permasalahan. Kesulitan yang dialami Telkom antara lain adalah perusahaan tersebut tidak hanya mencatatkan sahamnya di BEJ tetapi juga Telkom mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange yang mengharuskan Telkom harus memenuhi segala ketentuan yang berlaku di dua bursa yang berbeda. Kasus yang terjadi akibat dari berhentinya secara mendadak KAP Earnes & Young Indonesia yang pada saat itu tengah mengaudit Telkom dan akibatnya Telkom menggantinya dengan KAP Grant Thornton yang berafiliasi dengan KAP Eddy Pianto yang tergolong KAP papan bawah yang sebenarnya tidak diakui oleh SEC yang diketahui karena adanya benturan kepentingan (Roes A., 2008).
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

PENGARUH AUDIT TENURE, UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, SPESIALISASI AUDITOR DAN ROTASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK TERHADAP MANAJEMEN LABA - repository perpustakaan

PENGARUH AUDIT TENURE, UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, SPESIALISASI AUDITOR DAN ROTASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK TERHADAP MANAJEMEN LABA - repository perpustakaan

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh audit tenure, ukuran KAP, spesialisasi auditor dan rotasi KAP terhadap manajemen laba. Populasi yang digunakan yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013 sampai 2016.Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk menyeleksi sampel dari populasi. Berdasarkan metode ini, diperoleh 92 sampel perusahaan manufaktur dari periode 2013-2016. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Proksi yang digunakan untuk manajemen laba yaitu akrual diskresioner model Kaznik (1999)Hasil analisis menunjukan bahwa spesialisasi auditor berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, sementara tenure, ukuran KAP dan rotasi KAP tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, TINGKAT PROFITABILITAS, UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN (Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, TINGKAT PROFITABILITAS, UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN (Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Peraturan ini menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan harus disertai dengan laporan Akuntan dengan pendapat yang lazim dan disampaikan kepada Bapepam selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Submisi dan publikasi laporan keuangan tahunan teraudit (audited annual financial statement) dan laporan keuangan semi tahunan yang tidak teraudit (unaudited semiannual financial statement) bersifat wajib, sedangkan pengiriman laporan keuangan

18 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR  PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada

PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada

FINANCIAL DISTRESS , DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK ” (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012). Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Audit Tenure, Ukuran Kap, Ukuran Perusahaan Klien, dan Spesialisasi Audit Terhadap Kualitas Audit Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

Audit Tenure, Ukuran Kap, Ukuran Perusahaan Klien, dan Spesialisasi Audit Terhadap Kualitas Audit Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

18 Penelitian ini menggunakan 69 sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2010-2012. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan mengkaji data sekunder yang berupa laporan keuangan auditan dari perusahaan manufaktur yang listing dan dipublikasikan oleh BEI melalui Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Variabel independen dari penelitian ini adalah auditor tenure, ukuran kantor akuntan publik, dan ukuran perusahaan klien, sedangkan kualitas audit yang diproksikan oleh diskresioner akrual merupakan variabel dependen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa auditor tenure dan ukuran perusahaan klien memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit yang diproksikan dengan diskresioner akrual. Namun, ukuran kantor akuntan publik yang diukur dengan variabel dummy, yaitu Big 4 dan Non Big 4, tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit yang diproksikan dengan diskresioner akrual.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Komunikasi Antar Pribadi | Yuniarto | Jurnal Mahasiswa Psikologi 1 PB

Komunikasi Antar Pribadi | Yuniarto | Jurnal Mahasiswa Psikologi 1 PB

Ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh positif terhadap kualitas laba. Dari nilai t menunjukkan bahwa nilai signifikansi UKAP sebesar 0,000 dimana nilai UKAP > 0,05. Hal ini sejalan dengan penelitian Riyatno (2007) yang mengatakan bahwa besar kecilnya ukuran KAP dapat berpengaruh terhadap kualitas laba, karena dengan besarnya ukuran KAP maka semakin memiliki lebih banyak sumber daya atau kekayaan lebih besar daripada KAP kecil, maka mereka akan terancam oleh tuntutan pihak ketiga yang lebih besar bila menghasilkan laporan yang tidak akurat. Selain itu KAP besar juga memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat, sehingga untuk menjaga citra mereka di mata masyarakat, maka KAP besar cenderung lebih berhati-hati dalam menghasilkan laporan, sehingga dapat menghasilkan kualitas laba yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING   Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perusahaan Melakukan Auditor Switching Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2012.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perusahaan Melakukan Auditor Switching Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan di Indonesia untuk melakukan pergantian auditor (auditor switching). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah opini audit, pergantian manajemen, ukuran kantor akuntan publik, ukuran klien, kesulitan keuangan, dan auditor switching. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada periode 2009-2012. Berdasarkan metode purposive sampling, jumlah sampel penelitian adalah 120 perusahaan. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pergantian manajemen, ukuran KAP dan ukuran klien berpengaruh terhadap auditor switching. Di sisi lain, variabel lain dalam penelitian ini seperti opini audit, financial distress tidak berpengaruh pada keputusan perusahaan untuk melakukanauditor switching.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Peer Review, Audit Tenure, Ukuran KAP, dan Kompetensi Auditor Terhadap Kualitas Audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Medan

Pengaruh Peer Review, Audit Tenure, Ukuran KAP, dan Kompetensi Auditor Terhadap Kualitas Audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Medan

Sarwoko, Iman, 2010. “ Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik, Pergantian Kantor Akuntan Publik, Spesialisasi Audit Di Bidang Industri Klien Dan Independensi Akuntan Publik Terhadap Kualitas Audit Serta Implikasinya Pada Reputasi KAP (Survey Pada Kantor Akuntan Publik Terdaftar Pada Bapepam-Lk”), Bandung, Disertasi, Universitas Padjadjaran.

3 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Moderating Variabel Pada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Medan

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Moderating Variabel Pada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Medan

kedudukan dalam perusahaan, keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai dengan klien dan tidak konsisten, pelaksanaan jasa lain untuk klien audit, hubungan keluarga dan pribadi, imbalan atas jasa profesional, penerimaan barang atau jasa dari klien, pemberian barang atau jasa kepada klien. Penelitian sebelumnya Shockley (1981) meneliti empat faktor yang mempengaruhi independensi akuntan publik yang meliputi: persaingan antar akuntan publik, pemberian jasa konsultasi manajemen kepada klien, ukuran kantor akuntan publik, hubungan yang lama antara kantor akuntan publik dengan klien. Sedangkan dalam penelitian ini faktor yang akan diteliti adalah audit fee, jasa selain audit yang diberikan oleh kantor akuntan publik, profil dari kantor akuntan publik, dan hubungan audit yang lama antara kantor akuntan publik dengan klien. Pemilihan keempat faktor tersebut disebabkan karena dari semua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi independensi akuntan publik, keempat faktor tersebut paling dominan dan dalam kenyataannya sering menjadi masalah bagi kantor akuntan publik, klien maupun pihak ketiga pengguna laporan keuangan klien.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur dan Financial yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 s.d. 2012).

Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur dan Financial yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 s.d. 2012).

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay selama tahun 2010 s.d. 2012 pada perusahaan manufaktur dan finacial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun faktor-faktor yang akan diuji dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, jenis industri perusahaan, profitabilitas, opini auditor, ukuran Kantor Akuntan Publik.

23 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP AKUNTAN PUBLIK DAN PENGGUNA JASA AKUNTAN PUBLIK TERHADAP ADVERTENSI JASA AKUNTAN PUBLIK

PERBEDAAN SIKAP AKUNTAN PUBLIK DAN PENGGUNA JASA AKUNTAN PUBLIK TERHADAP ADVERTENSI JASA AKUNTAN PUBLIK

IFAC (2000) menyatakan etika sebaiknya berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang mengatur seorang akuntan, yang meliputi integritas, objektivitas, independensi, kepercayaan, standar-standar teknis, kemampuan profesional dan perilaku etika. Dalam bab VII pasal 10 kode etik akuntan Indonesia disebutkan bahwa Kode Etik Akuntan berlaku bagi seluruh anggota Ikatan Akuntan Indonesia. Dengan demikian kewajiban untuk mematuhi kode etik ini tidak harus terbatas pada akuntan yang menjadi anggota Ikatan Akuntan Indonesia saja, tetapi meliputi semua orang yang bergelar akuntan. Bagi akuntan, kode etik merupakan prinsip moral yang mengatur hubungan anta- ra sesama rekan dengan masyarakat. Kepercayaan masyarakat, pemerintah dan dunia usaha terhadap cara pelaporan, advice serta jasa-jasa yang diberi- kan, ditentukan oleh keahlian, kebebasan tindakan dan pikiran, serta inte-
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perusahaan Melakukan Auditor Switching (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012).

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perusahaan Melakukan Auditor Switching (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012).

Ukuran perusahaanmerupakan skala pengklasifikasian besar kecilnya perusahaan menurut beberapa pendekatan. Diantaranya yaitu dilihat melalui total aktiva, nilai pasar harga saham, penjualan, modal dari perusahaan, dan lainnya.Perusahaan dengan total aktiva yang besar menunjukkan kemapanan suatu perusahaan, karena cenderung stabil dan memiliki prospek yang baik untuk masa yang akan datang. Kredibilitas suatu perusahaan juga dapat dilihat dari Kantor Akuntan Publik mana yang mengaudit. Karena apabila perusahaan tersebut menggunakan Kantor Akuntan Publik yang berafiliasi dengan Kantor Akuntan Publik asingini menandakan bahwa perusahaan tersebut mampu membayar biaya audit yang besar pula, dan kualitas hasil audit dari Kantor Akuntan Publik besar tersebut tidak perlu diragukan lagi hasilnya. Oleh karena itu, perusahaan yang besar cenderung tidakmudah berganti Kantor Akuntan Publik daripada perusahaan yang tergolong kecil.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Survey Terhadap Kantor Akuntan Publik di Jakarta Utara).

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Survey Terhadap Kantor Akuntan Publik di Jakarta Utara).

pertanyaan dari masyarakat tentang kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan publik semakin besar setelah terjadi banyak skandal yang melibatkan akuntan publik. Seperti kasus yang menimpa akuntan publik Justinus Aditya Sidharta yang diindikasi melakukan kesalahan dalam mengaudit laporan keuangan PT. Great River Internasional,Tbk. Kasus tersebut muncul setelah adanya temuan auditor investigasi dari Bapepam yang menemukan indikasi penggelembungan account penjualan, piutang dan asset hingga ratusan milyar rupiah pada laporan keuangan Great River yang mengakibatkan perusahaan tersebut akhirnya kesulitan arus kas dan gagal dalam membayar utang. Sehingga berdasarkan investigasi tersebut BAPEPAM menyatakan bahwa akuntan publik yang memeriksa laporan keuangan Great River ikut menjadi tersangka. Oleh karenanya Menteri Keuangan RI terhitung sejak tanggal 28 November 2006 telah membekukan izin akuntan publik Justinus Aditya Sidharta selama dua tahun karena terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT. Great River tahun 2003 (Elfarini, 2007).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI DAN ROTASI AUDITOR INTERNAL INSPEKTORAT TERHADAP KUALITAS AUDIT INSPEKTORAT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI LAMPUNG

PENGARUH KOMPETENSI DAN ROTASI AUDITOR INTERNAL INSPEKTORAT TERHADAP KUALITAS AUDIT INSPEKTORAT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI LAMPUNG

Penelitian Nurlita et al (2010) mengungkapkan lebih lanjut mengenai Kualitas Audit, dimana Kualitas Audit dilihat dari variable independen Tenur Kantor Akuntan Publik, Tenur Akuntan Publik variabel yang dimoderasikan dengan Auditor Spesialisasi Industri dan menggunakan variable kontrol Tipe Auditor, Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan menunjukkan bahwa Tenur Akuntan Publik, Auditor Spesialisasi Industri berpengaruh terhadap Kualitas Audit Tenur Akuntan Publik, Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Tipe Auditor tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit, dimana dalam penelitian ini memberi bukti empiris bahwa terjadi peningkatan dalam kualitas audit yang dilaksanakan oleh auditor independen seiring dengan bertambahnya tenur Kantor Akuntan Publik, namun untuk mengatasi efek pembelajaran di awal perikatan, Kantor Akuntan Publik dapat menggunakan auditor spesialisasi industri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - ADI ANDRIAWAN BAB I

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - ADI ANDRIAWAN BAB I

menemukan bahwa waktu penyelesaian audit cenderung panjang apabila ukuran perusahaan besar. Subekti dan Widiyanti (2004) dalam Lianto dan Kusuma (2010) melakukan penelitian dengan hasil menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit report lag. Petronila (2007) dalam Lianto dan Kusuma (2010) juga menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit report lag karena adanya ketersediaan sumber daya yang besar, tenaga kerja yang kompeten, peralatan teknologi yang canggih dan pengendalian internal yang baik yang umumnya dimiliki oleh perusahaan berskala besar. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Lianto dan Kusuma (2010) menemukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit report lag karena semua perusahaan senantiasa diawasi oleh para investor, regulator dan berbagai pihak sehingga setiap perusahaan dituntut untuk dapat segera menyelesaikan pelaksanaan audit laporan keuangan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...