Top PDF Uji aktivitas mukolitik kombinasi ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum) secara In Vitro

Uji aktivitas mukolitik kombinasi ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum) secara In Vitro

Uji aktivitas mukolitik kombinasi ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum) secara In Vitro

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah suatu penyakit pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri atau virus dengan gejala seperti nyeri tenggorokan, sekret dahak kental dan batuk. Batuk merupakan gejala klinis dari gangguan pada saluran pernapasan. Pengobatan gejala batuk menggunakan tanaman obat diteliti karena dapat menjadi alternatif dalam pengobatannya. Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan daun ungu (Graptophyllum pictum) telah digunakan secara tradisional untuk mengobati batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas mukolitik dari kombinasi ekstrak etanol 96% jahe merah dan ekstrak etanol 96% daun ungu yang memiliki aktivitas mukolitik yang setara atau lebih baik dari obat mukolitik. Metode eksperimental yang dilakukan secara in vitro adalah dengan mengukur viskositas mukus sapi menggunakan viskometer Brookfield. Pengujian aktivitas mukolitik dilakukan terhadap masing-masing ekstrak (konsentrasi 0,1%, 0,5% dan 1%) dan kombinasinya serta dibandingkan dengan kontrol negatif yaitu larutan mukus tanpa ekstrak dan kontrol positif asetilsistein 0,1%. Nilai viskositas yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% jahe merah dan ekstrak etanol 96% daun ungu dengan konsentrasi 0,1%, 0,5% dan 1% serta kombinasinya telah menunjukkan aktivitas mukolitik secara in vitro. Kombinasi ekstrak etanol 96% jahe merah dan ekstrak etanol 96% daun ungu pada konsentrasi 1% memiliki aktivitas mukolitik yang lebih baik dari obat mukolitik (asetilsistein 0,1%).
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. var rubrum)  TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT SPUTUM PENDERITA BRONKITIS SECARA IN VIVO

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. var rubrum) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT SPUTUM PENDERITA BRONKITIS SECARA IN VIVO

Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri rimpang jahe merah merah (Zingiber officinale Rosc.var.rubrum) terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae isolat sputum penderita bronkitis dengan pemberian dosis bertingkat. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan mencit yang diinfeksi bakteri Klebsiella pneumoniae secara intraperitoneal. Sampel terdiri dari 18 ekor mencit yang dibagi dalam 6 kelompok, 5 kelompok diinfeksi bakteri. kelompok 1 (normal), kelompok 2 (negatif), kelompok 3 (siprofloksasin), kelompok 4,5,6 diberikan dosis ektrak etanol rimpang jahe merah dengan dosis bertingkat (kelompok 4; 0,0546g/ 20g BB mencit), (kelompok 5; 0,1092 g/ 20g BB mencit), (kelompok 6; 0,2184 g/20 g BB mencit) selama 3 hari. Data dianalisis menggunakan metode ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae isolat sputum penderita bronkitis secara in vivo dengan persentase penurunan jumlah koloni bakteri sebesar 4,12%, 15,32% dan 17,5%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

EFEK ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP CACING Ascaris suum Goeze SECARA IN VITRO.

EFEK ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP CACING Ascaris suum Goeze SECARA IN VITRO.

Hasil: Rerata waktu kematian Ascaris suum Goeze dalam KKN adalah 107,75 jam, KKP 1 jam, KP1, KP2, KP3, KP4, KP5 dan KP6 berturut-turut selama 21,25 jam, 19,75 jam, 17,75 jam, 16,25 jam, 14 jam dan 11 jam. Hasil uji Kruskal- Wallis menunjukkan perbedaan bermakna pada minimal dua kelompok dalam penelitian (p<0,05). Uji post hoc Mann-Whitney menunjukkan sebagian besar kelompok pada penelitian ini memiliki perbedaan rerata waktu kematian cacing yang signifikan (p>0,05) kecuali antara KP1 dengan KP2 serta KP3 dengan KP4. Kesimpulan: Ekstrak etanol rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) memiliki efek antelmintik terhadap cacing Ascaris suum Goeze secara in vitro.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D.

PENDAHULUAN AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D.

Jahe (Zingiber officinale Roscoe ) dan jahe merah (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) merupakan tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan penggunaannya. Rimpang jahe dan jahe merah telah lama digunakan oleh masyarakat di Indonesia untuk pengobatan tradisional. Ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale Rosc. ) mempunyai aktivitas antioksidan dan antikarsinogenik terhadap hamster yang diinduksi DMBA dengan jalan modulasi peroksidasi lipid (Blessy et al ., 2009). Komponen bioaktif dalam jahe mampu meningkatkan respon sitolitik NK ( Natural Killer ) sel dalam proses pembunuhan sel kanker darah K-562 secara in vitro (Tejasari dan Zakaria, 2006). Senyawa 6- paradol dan 6-shogaol dalam jahe mempunyai aktivitas sebagai antitumor (Blessy et al ., 2009). Komponen utama yang terdapat dalam jahe adalah [6]-gingerol yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikarsinogenik, antimutagenik, antitumor, dan mempunyai aktivitas menekan pertumbuhan sel kanker HCT116 dan secara in vivo dapat menghambat pertumbuhan sel tumor pada tikus (Kim et al ., 2005; Surh, 1999 cit Jeong et al ., 2009; Jeong et al ., 2009; Blessy et al ., 2009). Penelitian lain menyebutkan bahwa [6]-gingerol dapat menghambat adhesi, invasi, motilitas dan aktivitas sel MMP-2 dan MMP-9 di cell line MDA-MB-231 kanker payudara pada manusia (Lee et al ., 2008). Menurut Ahmad et.al ., (2008) ekstrak metanol jahe merah mampu menghambat proliferasi sel kanker leukimia THP-1.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D.

DAFTAR PUSTAKA AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D.

Andini, R. D., 2008, Efek Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe.) Secara In Vitro terhadap Relaksasi Jaringan Otot Polos Trakhea Terpisah Marmut (Cavia porcellus) yang Diinduksi oleh Histamin, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

6 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis secara In Vitro

Efektivitas Ekstrak Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis secara In Vitro

Penelitian ini menggunakan ekstrak Jahe merah (Zingiber Officinale var. Rubrum) yang diketahui juga mengandung banyak minyak atsiri. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kim dkk pada tahun 2005 menunjukkan bahwa kandungan minyak atsiri ([6] gingerol) dalam jahe merah memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian lain yang dilakukan oleh Yanotama tahun 2009 terhadap jenis bakteri yang lain menyebutkan bahwa ekstrak etanol Zingiber officinale Rosc. mempunyai nilai KBM 2,5% b/v terhadap S. aureus dan nilai KBM 2% b/v terhadap E. coli. Nursal dkk menyatakan bahwa ekstrak jahe (Zingiber officinale Roxb) dapat menghambat pertumbuhan koloni bakteri Escherichia coli mulai dari konsentrasi 6,0% dengan luas daerah hambat 9,5 mm 2 . Sedangkan Mariyani pada tahun 2010 menyebutkan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol jahe merah terhadap Candida albicans adalah 4,75% b/v. 30
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Dan Candida albicans.

PENDAHULUAN Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Dan Candida albicans.

Jahe merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki berbagai kandungan kimia dan manfaat. Minyak atsiri jahe merah mengandung trans- geraniol, geranil asetat, zingiberene, citral, curcumene , beta sesquiphellandrene , oleoresin , gingerol , [6]-shogaol , gingerdiol , 10-dehydroginger-dione, 10-ginger- dione, 6-gingerdion, dan capsaicin (Andini, 2008; Herawati, 2006; Nurliana, et al ., 2008). Berdasarkan pengalaman, rimpang jahe merah digunakan sebagai pencahar, penguat lambung, peluruh masuk angin, rematik, radang, muntah dan nyeri otot (Anonim, 2004). Kandungan minyak atsiri dalam rimpang jahe merah dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans (Lestari, 2007). Rimpang jahe merah memiliki efek antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro (Sari, 2009). Rimpang jahe merah mengandung 6-gingerol yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antikarsinogenik, antimutagenik, antitumor (Kim et al ., 2005). Penelitian lain menyebutkan bahwa senyawa 10- dehydroginger-dione, 10-ginger-dione, 6-gingerdion, 6-gingerol, dan capsaicin yang terdapat dalam jahe merah bekerja sebagai antiinflamasi yang dapat menyebabkan terjadinya relaksasi otot polos trakhea (Andini, 2008).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber offinale Rosc.Var.rubrum) Terhadap Candida albicans Secara In Vitro.

Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber offinale Rosc.Var.rubrum) Terhadap Candida albicans Secara In Vitro.

Indonesia banyak sekali jenis tanaman obat yang sebenarnya dapat diolah untuk dijadikan obat alternatif lain sebagai antijamur terhadap infeksi Candida yang lebih mudah dan harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tanaman obat yang mempunyai aktivitas sebagai antijamur salah satunya adalah jahe dengan nama latin Zingiber officinale Roscoe (Kemper, 1999).

21 Baca lebih lajut

Efek Antivirus Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Linn var. rubrum) terhadap Virus Dengue In Vitro.

Efek Antivirus Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Linn var. rubrum) terhadap Virus Dengue In Vitro.

Background : Dengue virus is a type of virus that causes various reactions, from asymptomatic infection to harmful manifestations, such as dengue hemorrhagic fever (DHF) and dengue shock syndrome (DSS). To this day, the treatments of DHF cases have been limited to symptomatic and supportive therapies only. Therefore, it is necessary to determine new strategies in facing these cases. One of them is by using natural ingredients with antiviral potential. The aim of this study is to understand the antiviral effects of the ethanol extract of red ginger rhizome (Zingiber officinale Linn var. rubrum) against dengue virus in vitro .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Formulasi Mikroemulsi Minyak Dalam Air Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) Serta Ujiaktivitas Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes

Formulasi Mikroemulsi Minyak Dalam Air Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) Serta Ujiaktivitas Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes

Abstrak : Jerawat merupakan penyakit kulit berupa peradangan yang dapat disebakan oleh kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman yang banyak diteliti memiliki aktivitas anti bakteri adalah jahe merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi optimum ekstrak etanol rimpang jahe merah terhadap bakteri penyebab jerawat dan bagaimana aktivitasnya setelah diformulasikan dalam bentuk mikroemulsi. Simplisia diekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 0,045 % memiliki diameter zona hambat sebesar 12,21±3,02 mm yang diuji menggunakan metode difusi. Ekstrak tersebut diformulasikan ke dalam sediaan mikroemulsi dengan variasi konsentrasi tween 80 yaitu 30 % (FA), 32 % (FB), 34 % (FC) dan 36 % (FD). Uji stabilitas mikroemulsi dilakukan selama 28 hari yaitu pengamatan organoleptis, pH dan bobot jenis. FA adalah formula yang paling stabil lalu diuji aktivitas antibakteri dan diukur globul rata-ratanya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Ukuran globul rata-rata mikroemulsi adalah 10,7 nm. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona hambat mikroemulsi dan kontrol negatif berturut-turut sebesar 13,33±1,00 mm dan 7,92±1,23 mm. Hasil analisis menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan mikroemulsi (p>0,05), sedangkan aktivitas antibakteri mikroemulsi berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,05).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Ekstrak terstandar anti rematik berbasis jahe merah (zingiber officinale linn var rubrum)

Ekstrak terstandar anti rematik berbasis jahe merah (zingiber officinale linn var rubrum)

Penyakit rematik merupakan penyakit yang ditandai dengan inflamasi, yaitu adanya peradangan dan rasa nyeri. Penyakit ini diderita oleh masyarakat di seluruh dunia dan pada semua golongan usia. Juvenile rheumatoid arthritis adalah rematik yang menyerang anak-anak. Rheumatoid arthritis menyerang usia produktif 20 – 40 tahun dan diprediksikan dalam 10 tahun mendatang setidaknya 50 % penderita, khususnya di negara-negara maju, tidak dapat bekerja dengan waktu penuh (WHO 2007). Rasa sakit yang ditimbulkan pada rematik mengakibatkan penderita mengalami gangguan pada aktivitas fisiknya, yang pada akhirnya menurunkan produktivitasnya. Osteoarthritis menyerang 9,6 % laki- laki dan 18 % perempuan usia di atas 60 tahun di seluruh dunia (WHO 2007). Sedangkan di Indonesia sendiri, penduduk yang berusia lanjut (diatas 60 tahun) terus meningkat jumlahnya. Diperkirakan pada tahun 2005-2010 jumlah lansia akan menyamai jumlah balita (usia bawah lima tahun) yaitu sekitar 8,5% dari jumlah seluruh penduduk atau sekitar 19 juta jiwa.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

FORMULASI MIKROEMULSI MINYAK DALAM AIR EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH  (Zingiber officinale Rosc.  var. rubrum) SERTA UJIAKTIVITAS TERHADAP BAKTERI  Propionibacterium acnes

FORMULASI MIKROEMULSI MINYAK DALAM AIR EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum) SERTA UJIAKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

Abstrak : Jerawat merupakan penyakit kulit berupa peradangan yang dapat disebakan oleh kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman yang banyak diteliti memiliki aktivitas anti bakteri adalah jahe merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi optimum ekstrak etanol rimpang jahe merah terhadap bakteri penyebab jerawat dan bagaimana aktivitasnya setelah diformulasikan dalam bentuk mikroemulsi. Simplisia diekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 0,045 % memiliki diameter zona hambat sebesar 12,21±3,02 mm yang diuji menggunakan metode difusi. Ekstrak tersebut diformulasikan ke dalam sediaan mikroemulsi dengan variasi konsentrasi tween 80 yaitu 30 % (FA), 32 % (FB), 34 % (FC) dan 36 % (FD). Uji stabilitas mikroemulsi dilakukan selama 28 hari yaitu pengamatan organoleptis, pH dan bobot jenis. FA adalah formula yang paling stabil lalu diuji aktivitas antibakteri dan diukur globul rata-ratanya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Ukuran globul rata-rata mikroemulsi adalah 10,7 nm. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona hambat mikroemulsi dan kontrol negatif berturut-turut sebesar 13,33±1,00 mm dan 7,92±1,23 mm. Hasil analisis menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan mikroemulsi (p>0,05), sedangkan aktivitas antibakteri mikroemulsi berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,05).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Mikroemulsi Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) Menggunakan Span 60 Dan Uji Efektivitas Terhadap Propionibacterium Acnes

Formulasi Sediaan Mikroemulsi Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) Menggunakan Span 60 Dan Uji Efektivitas Terhadap Propionibacterium Acnes

Zona hambat rata –rata mikroemulsi formula III adalah 11,4758 mm yang termasuk dalam kategori daya hambat yang kuat terhadap P. acnes. Akan tetapi, kontrol negatif juga memiliki daya hambat yaitu sebesar 6,4583 mm. Kemampuan daya hambat pada kontrol negatif dapat disebabkan oleh kandungan asam laurat yang terdapat dalam VCO (19) . Asam laurat dapat melarutkan membran bakteri berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan bakteri (20) . Hasil Uji Efektivitas dapat dilihat pada gambar 4.

16 Baca lebih lajut

Optimasi Formulasi Sabun Mandi Cair Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var Rubrum) Dengan Metode Simplex Lattice Design

Optimasi Formulasi Sabun Mandi Cair Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var Rubrum) Dengan Metode Simplex Lattice Design

Pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat dilakukan dengan penggunaan sabun mandi. Penggunaan sabun mandi yang berasal dari alam, salah satunya adalah dengan tanaman jahe merah (Zingiber officinale Rosc. var rubrum) yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Oleh karena itu supaya lebih acceptable dibuat sediaan sabun mandi cair yang mengandung senyawa antibakteri 6-shogaol, gingerol dan zingiberen dari tanaman jahe merah. Simplex Lattice Design merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan formula terbaik secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula optimum sabun mandi cair ekstrak etanol rimpang jahe merah menggunakan metode Simplex Lattice Design. Metode Simplex Lattice Design digunakan untuk optimasi formula sabun mandi cair dengan lima formula berdasarkan variasi jumlah basis minyak zaitun dan kalium hidroksida (KOH), FI (0%:100%), FII (25%:75%), FIII (50%:50%), FIV (75%:25%), FV (100%:0%). Evaluasi sabun cair ekstrak etanol rimpang jahe merah meliputi pemeriksaan viskositas, uji pH, dan uji alkali bebas. Sifat fisik sabun mandi cair optimum diuji dengan uji T-test One Sampel dengan sifat fisik formula optimum prediksi metode Simplex Lattice Design dengan software Design Expert versi 8.0.7.1. Formula optimum sabun mandi cair diperoleh dengan variasi jumlah basis minyak zaitun 98,1%(27,167 g) dan kalium hidroksida (KOH) 1,9%(3,99 g). Hasil evaluasi sabun mandi cair optimum menunjukkan nilai rata-rata viskositas 5 Poise (P), alkali bebas 2,2%, dan pH 9,233. Formula optimum yang diperoleh mempunyai respon viskositas, pH, dan alkali bebas yang tidak berbeda signifikan dengan prediksi respon yang dihasilkan oleh software Design Expert versi 8.0.7.1.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Porphyromonas Gingivalis - Efektivitas Ekstrak Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis secara In Vitro

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Porphyromonas Gingivalis - Efektivitas Ekstrak Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis secara In Vitro

Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri melanogenik, nonsakarolitik, dan bagian dari koloni bakteri Gram negatif anaerob berpigmen hitam. Bakteri P. gingivalis banyak ditemukan dalam plak gigi dan bakteri tersebut menyebabkan perubahan patologis jaringan periodontal dengan pengaktifan respon imun dan inflamatori pejamu, yang secara langsung memengaruhi sel-sel periodonsium. Porphyromonas gingivalis memproduksi berbagai faktor virulensi patogenik seperti lipopolisakarida dan hydrogen sulfide, yang dapat menginduksi pejamu untuk melepaskan IL-1 dan TNF- α. 7,15

8 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roxb.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa  DAN  UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roxb.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Shigella dysenter

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roxb.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roxb.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Shigella dysenter

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah tertulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

18 Baca lebih lajut

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber  AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

16 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN  MIKROEMULSI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum)  MENGGUNAKAN SPAN 60 DAN UJI EFEKTIVITAS TERHADAP Propionibacterium acnes

FORMULASI SEDIAAN MIKROEMULSI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum) MENGGUNAKAN SPAN 60 DAN UJI EFEKTIVITAS TERHADAP Propionibacterium acnes

Abstrak: Propionibacterium acnes merupakan bakteri utama penyebab terjadinya jerawat. Tanaman yang telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan P. acnes adalah rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi span 60 dalam formulasi mikroemulsi ekstrak etanol rimpang Z. officinale Rosc. yang mempunyai aktivitas terhadap P.acnes. Ekstrak yang diperoleh dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96% dibuat dalam 3 seri konsentrasi 0,0225; 0,045 dan 0,09% kemudian diujikan pada P. acnes. Konsentrasi 0,045% digunakan dalam formulasi mikroemulsi karena memiliki daya antibakteri yang kuat dengan zona hambat 12,21 mm. Mikroemulsi dibuat dengan variasi konsentrasi span 60 menjadi 4 formula yaitu 0,25; 0,5; 0,7 dan 1%. Formula dengan konsentrasi 0,75 dan 1% memiliki stabilitas yang baik. Pengukuran ukuran globul dilakukan terhadap formula yang stabil dan menggunakan konsentrasi surfaktan yang kecil yaitu 0,75%. Hasil pengukuran ukuran globul rata-rata menggunakan PSA adalah 11 µm. Uji efektivitas dilakukan terhadap mikroemulsi dangan konsentrasi span 60 0,75% dan kontrol negatif. Hasil uji efektivitas dianalisis dengan SPSS (PASW
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Budidaya Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) secara Aeroponik

Budidaya Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) secara Aeroponik

Pada desain kompartemen 2 diperoleh hasil positif berupa pertumbuhan rimpang yang bagus (Gambar 6 dan gambar 7). Ditandai dengan munculnya tunas –tunas baru yang relatif lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan pada tanaman jahe yang ditumbuhkan secara konvensional (Gambar 4). Walaupun belum bisa memperoleh hasil yang optimal namun design ini dirasa sesuai untuk dapat diaplikasikan dan dikembangkan lebih lanjut sebagai sistem aeroponik portable. Pada parameter pertumbuhan selanjutnya yang dapat diamati adalah pada tanaman jahe di kompartemen design ke 2 meliputi; persentase tunas rimpang yang hidup, rerata pertambahan tinggi tunas, rerata pertambahan jumlah daun, rerata pertambahan panjang ruas, rerata jumlah akar, rerata panjang akar, dan rerata panjang daun. Terdapat 2 macam perlakuan kombinasi jenis medium, yaitu medium dasar aeroponik rimpang dengan N variasi tinggi dan N variasi rendah.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Total Bakteri Asam Laktat, Aktivitas Antioksidan, dan Penerimaan Yoghurt Sinbiotik dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum)

Total Bakteri Asam Laktat, Aktivitas Antioksidan, dan Penerimaan Yoghurt Sinbiotik dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum)

Dalam formulasi yoghurt sinbiotik dengan penambahan ekstrak jahe merah, pemanis yang digunakan adalah ekstrak daun stevia (Stevia rebaudiana). Daun stevia mengandung substansi spesifik yang disebut glikosida yang memproduksi rasa manis, dengan tingkat kemanisan 300 kali dari sukrosa, tetapi tidak mengandung nilai kalori. Selain sebagai tambahan pemanis tanpa kalori, penambahan stevia pada suatu bahan diketahui dapat meningkatkan total antioksidan bahan tersebut. 31 Sejak tahun 2008, Food and Drug Administration (FDA) mengizinkan penggunaan ekstrak daun stevia sebagai bahan tambahan pangan, yang digolongkan dalam kategori GRAS (Generally Recognize As Safe) dengan batas konsumsi menurut WHO sebanyak 4 mg/kgBB/hari. 32
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects