Top PDF Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

West Halmahera is the meeting place of three plates, namely the Indo-Australian plate, the Eurasian plate, and the Pasific plate. The location of the West Halmahera is located in the thress plates, so the Western Halmahera potentially earthquake-prone areas. Some events increased activity of Mount Soputan and Mount Gamalama preceded by a massive earthquake. This research was conducted in the BMKG Region I Medan. This research uses Coulomb Stress Model. Coulomb Stress Model was used to view the distribution area increasing and decreasing the stress in the area of West Halmahera. Data such as the earthquake magnitude, earthquake depth, and focal mechanism required as input models. The data obtained from BMKG, Global CMT, and PVMBG. Data are analyzed and the result is an increase in the coulomb stress distribution at Mount Soputan 0.023 bar and in mountain Gamalama increase coulomb stress of 0,007 bar. This stress followed by increased volcanic activity of the mountain Soputan and Mount Gamalama with freatic eruption type
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Soputan yang selalu didahului oleh gempa-gempa tremor yang kemudian diikuti oleh swarm gempa guguran dan gempa vulkanik. Terjadinya gempa tremor menunjukkan bahwa magma berada pada tahap pergerakan menuju permukaan. Terjadinya Gempa Tremor yang berulang-ulang mencerminkan terjadinya beberapa kali suplai magma ke permukaan yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya akumulasi tekanan di permukaan. Hilangnya gempa tremor menjelang letusan yang kemudian diganti dengan swarm gempa guguran dan gempa vulkanik menunjukkan bahwa tekanan di bawah permukaan kubah telah benar- benar jenuh, sehingga pergerakan magma terbatas. Namun karena tekanan yang begitu tinggi menyebabkan kondisi kubah mulai tidak stabil dan memicu terjadinya peningkatan gempa guguran. Ketika kondisi kubah mulai melemah, tekanan yang tinggi mampu mendobrak kubah lava sehingga terjadi letusan ekplosif
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama Chapter III V

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama Chapter III V

Berdasarkan data 131 rekaman seismik gempa tektonik jauh dari gunung Soputan dan 110 rekaman seismik tektonik jauh dari gunung Gamalama memiliki jumlah yg hampir sama dengan jumlah data gempa yang diolah menjadi coulomb stress sehingga dapat menjadi acuan dalam melihat pengaruh gempa-gempa terhadap gunung Soputan dan gunung Gamalama. Selain itu jarak gempa terhadap gunung Soputan dan gunung Halmahera juga mepengaruhi. Dimana jarak gempa Halmahera Barat 7,2 SR terhadap gunung Soputan lebih jauh sekitar ±226 km daripada terhadap gunung Halmahera yaitu ±156 km. Dengan jarak antara sumber gempa Halmahera Barat terhadap Gamalama lebih dekat maka nilai perubahan coulomb stress pada gunung Gamalama lebih cepat berpengaruh dibanding gunung Soputan. Selain itu perubahan status pada gunung Gamalama lebih cepat 34 hari dibanding perubahan status gunung Gamalama 41 hari.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Sebuah gempa besar telah terjadi longitude 126,49 dan lattitude 1,95 dengan pada tanggal 2014-11-15 pukul 02:31:44.3. Dengan magnitudo gempa 7,2 Mw dan kedalaman gempa 60 km.Berapakah nilai coulomb stress jika sudut strikenya 42 o dip 35 o dan rake 110 o

22 Baca lebih lajut

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Toda, S., R. S. Stein, P. A. Reasenberg, J. H. Dieterich, and A. Yoshida (1998), Stress transferred by the 1995 M(w) = 6.9 Kobe, Japan, shock: Effect on aft ershocks and future earthquake probabilitie s, J. Geophys. Res., 103(B10), 24,543 – 24,565.

4 Baca lebih lajut

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

tabrakan dari busur busur kepulauan. Salah satu zona benioff miring sedang ke arah barat di bawah busur Kepulauan Sangihe dan Laut Sulawesi, dan yang lainnya miring landai ke timur di bawah Halmahera. Karena itu diduga lempeng sangihe (Eurasia) menunjam ke timur dan menghasilkan mélange di Kep. Talaud dan busur magmatik di Halmahera barat, sedang lempeng Halmahera menunjam ke barat menghasilkan mélange di Kep. Talaud dan busur magmatic di Kep.Sangihe. Sehingga Laut Maluku menjadi area gempabumi aktif.tercatat gempabumi 6,6 mw yang terjadi 26 Agustus 2012 yang berpusat di timur laut Manado. Pada tanggal 29 Desember 2013 terjadi gempa 5,7 MW. Dan di daerah Laut Maluku juga sering terjadi gempa susulan dengan kekuatan kisaran 5 MW hingga saat. Fenomena unik juga terjadi di sekitar Laut Maluku, yaitu terdapat dua buah kemenerusan gunung api yang membentuk busur yang saling bertolak belakang. Dua kemenerusan gunung api ini berada di lengan utara pulau Sulawesi dan di Kep. Halmahera. Kenampakan dua buah kemenerusan gunungapi ini sejalan dengan kajian seismotektonik yang menunjukkan adanya dua subduksi di daerah tersebut.(Macpherson, 2003)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

Analisis Coulomb Stress Gempabumi Halmahera Barat Mw=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gama

West Halmahera is the meeting place of three plates, namely the Indo-Australian plate, the Eurasian plate, and the Pasific plate. The location of the West Halmahera is located in the thress plates, so the Western Halmahera potentially earthquake-prone areas. Some events increased activity of Mount Soputan and Mount Gamalama preceded by a massive earthquake. This research was conducted in the BMKG Region I Medan. This research uses Coulomb Stress Model. Coulomb Stress Model was used to view the distribution area increasing and decreasing the stress in the area of West Halmahera. Data such as the earthquake magnitude, earthquake depth, and focal mechanism required as input models. The data obtained from BMKG, Global CMT, and PVMBG. Data are analyzed and the result is an increase in the coulomb stress distribution at Mount Soputan 0.023 bar and in mountain Gamalama increase coulomb stress of 0,007 bar. This stress followed by increased volcanic activity of the mountain Soputan and Mount Gamalama with freatic eruption type
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

pariwisata

pariwisata

Pariwisata alam adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata alam, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam serta usaha- usaha yang terkait di bidang tersebut. Indonesia mempunyai banyak sekali objek wisata alam. Alamnya yang berupa kepulauan dengan rangkaian Pengunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik melahirkan objek wisata alam yang sangat beragam. Objek dan daya tarik wisata alam dapat berupa pantai, gunung, danau, dan taman nasional.

13 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITAS PANGGILAN LAYANAN SUARA PADA JARINGAN GSM BERDASARKAN HOSR TERHADAP DROP CALL RATE PADA MODEL PROPAGASI OKUMURA-HATTA

ANALISIS KUALITAS PANGGILAN LAYANAN SUARA PADA JARINGAN GSM BERDASARKAN HOSR TERHADAP DROP CALL RATE PADA MODEL PROPAGASI OKUMURA-HATTA

Penelitian ini dimulai dari pengumpulan literatur tentang link budget, handover, parameter handover, drop call rate, penyebab-penyebab terjadinya drop call dan parameter- parameter drive test yang digunakan untuk menganalisa dropcall rate. Setelah itu diadakan pengumpulan data gedung, jalan dan site BTS. Kemudian pemetaan area dan site BTS. Selanjutnya melakukan pengukuran dan perhitungan dengan parameter-parameter tersebut menggunakan TEMS Investigation dengan cara drive test, pengukuran dilakukan di wilayah site cluster Gunung Soputan, Denpasar. Kemudian melakukan analisis hasil yang didapatkan dari pengukuran dan perhitungan tersebut menggunakan TEMS Investigation dan Map Info.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

S FIS 1203138 Chapter1

S FIS 1203138 Chapter1

Kepulauan Indonesia secara geologis merupakan tempat pertemuan tiga tektonik lempeng yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng pasifik. Dampak dari kondisi tersebut maka banyak terbentuk gunung api baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif. Jumlah gunung api yang masih aktif yaitu 127 gunung api, dengan 77 merupakan gunung api aktif tipe A, yang kedalaman sumber gempanya mencapai 1-20 km dibawah gunungapi, dan selisih waktu tiba gelombang P dan gelombang S maksimal 5 detik.

6 Baca lebih lajut

Analisis Resiko Bencana Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Kelud Tahun 2014 (Studi kasus di Kecamatan Ngantang, Malang) Disaster Risk Assessment of Kelud Vulcano, Before and After Eruption in 2014 (Study case of Ngantang Subdistrict, Malang, Indonesia)

Analisis Resiko Bencana Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Kelud Tahun 2014 (Studi kasus di Kecamatan Ngantang, Malang) Disaster Risk Assessment of Kelud Vulcano, Before and After Eruption in 2014 (Study case of Ngantang Subdistrict, Malang, Indonesia)

Penentuan resiko bencana sebelum letusan 2014, data yang digunakan yaitu peta kawasan rawan bencana yang dikeluarkan oleh PVMBG dan BNPB (Gambar 2) kemudian dioverlay dengan peta kerentanan bencana yang telah dianalisis sebelumnya (Gambar 4). Hasil overlay antara kedua peta tersebut menghasilkan peta resiko bencana sebelum letusan Gunung Kelud tahun 2014 (Gambar 5). Dari hasil kawasan resiko bencana tersebut memiliki kemungkinan terbesar untuk terkena dampak letusan di kemudian hari.

8 Baca lebih lajut

UNIVERSITAS INDONESIA Perancangan dan Im

UNIVERSITAS INDONESIA Perancangan dan Im

topological mengandung informasi tiap objek beserta keterkaitannya dengan objek lain, dan tidak terjadi redundan data geometri. The Open Geospatial Consortium (OGC) - organisasi internasional yang mengembangkan standar konten dan layanan geospasial - mendefinisikan suatu standar penyimpanan dijital data geografi dengan atribut spasial seperti halnya atribut non-spasial yang disebut Simpel Features. Adapun kelebihan dari data vektor adalah jumlah data yang kecil, mudah untuk diperbaharui, struktur data logical, atribut dikombinasikan dengan objek, memelihara kualitas setelah interasksi (misalnya, scalling), dan lebih canggih dalam analisis spasial. Kekurangan dari data vektor adalah data kontinu tidak direpresentasikan secara efektif, analisis spasial dan filtering pada poligon sulit dilakukan, memerlukan manual editing yang banyak untuk mendapatkan kualitas yang bagus, selalu memperkenalkan batas yang keras (hard boundaries), dan tidak dapat memberikan model pada sesuatu yang belum pasti. Contoh data vektor yaitu format CAD, jaringan jalan atau sungai, peta kadaster, kartografi (Neumann, Freimark, & Wehrle, 2010). Data vektor diilustrasikan pada Gambar 2.4.
Baca lebih lanjut

274 Baca lebih lajut

SISTEM PANAS BUMI DAN KONSEPTUAL MODEL DAERAH PANAS BUMI GUNUNG UNGARAN, JAWA TENGAH

SISTEM PANAS BUMI DAN KONSEPTUAL MODEL DAERAH PANAS BUMI GUNUNG UNGARAN, JAWA TENGAH

Geologi komplek depresi Ungaran telah dibahas oleh beberapa peneliti, di antaranya van Bemmelen (1941, 1949), Von Padang (1951), Nikmatul Akbar (1983), Hadisantono dan Sumpena (1993), Thanden dkk. (1996). Pertamina (1983 – 1988) telah melakukan survei pendahuluan geosains dengan metode geologi, geokimia, geofisika dan pengeboran landaian suhu yang dilakukan pada tahun 1986 dan 1992, melalui sumur USL-1, UN-1, UN-2 dan melalui UN-3 untuk mengetahui keprospekan panas bumi di daerah ini. Selain itu beberapa tulisan ilmiah diantaranya Zarkasyi dkk (2011) telah membahas geosains dan zona prospek panas bumi daerah Ungaran.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Radionuklida Alam Pada Debu Vulkanik dan Lahar Dingin Gunung Sinabung Kabupaten Karo Dengan Menggunakan Metode Analisis

Analisis Radionuklida Alam Pada Debu Vulkanik dan Lahar Dingin Gunung Sinabung Kabupaten Karo Dengan Menggunakan Metode Analisis

Telah dilakukan analisis radionuklida alam pada debu vulkanik dan lahar dingin Gunung Sinabung Kabupaten Karo dengan menggunakan metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN). Sampel debu vulkanik diambil secara acak dari beberapa desa di arah selatan Gunung Sinabung yang mewakili debu vulkanik yaitu Gurukinayan, Gamber, dan Singgarang-garang dan untuk sampel lahar dingin diambil dari beberapa desa yang sering dialiri lahar dingin Gunung Sinabung. Sampel diaktivasi selama 6 jam dengan fluks neutron thermal 3,5.10 13 n.cm -2 .s -1 pada fasilitas iradiasi Gedung Reakor Serba Guna G.A Siwabessy Serpong. Pencacahan dilakukan menggunakan detektor Spektrometer- γ HPGe selama 3.600-10.000 detik. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa unsur radionuklida alam yang terdapat pada debu vulkanik dan lahar dingin yaitu Uranium (U) berdasarkan reaksi U-238 (n, γ ) Np-239 dan Thorium (Th) berdasarkan reaksi Th-232 (n, γ ) Pa-233. Uranium diidentifikasi melalui tenaga puncak 228,2 keV dari 239 Np dan Thorium melalui tenaga puncak 312 keV dari
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Spiritualitas Pada Penyintas Bencana Sinabung Yang Dikenai Status Relokasi

Spiritualitas Pada Penyintas Bencana Sinabung Yang Dikenai Status Relokasi

Agustin, R.W., Kartini, S.M., & Pratiwi, C.A. (2012). Perbedaan tingkat post-traumatic stress disorder ditinjau dari bentuk dukungan emosi pada penyintas erupsi merapi usia remaja dan dewasa di Sleman, Yogyakarta. Skripsi. Indonesia, Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

6 Baca lebih lajut

Analisis Timbal, Kadmium dan Tembaga Pada Pakchoi (Brassica rapa L.) yang Diperoleh dari Lahan Hasil Pertanian Sekitar Gunung Sinabung Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Analisis Timbal, Kadmium dan Tembaga Pada Pakchoi (Brassica rapa L.) yang Diperoleh dari Lahan Hasil Pertanian Sekitar Gunung Sinabung Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Analisis timbal (Pb), kadmium (Cd), dan tembaga (Cu) hanya dapat dilakukan dengan alat spektrofotometri serapan atom karena jumlahnya yang sangat sedikit dalam jaringan dan tanaman (Darmono, 1995).Spektrofotometri serapan atom digunakan untuk analisis kuantitatif unsur-unsur logam dalam jumlah sedikit (trace) dan sangat sedikit (ultratrace) karena mempunyai kepekaan yang tinggi (batas deteksi kurang dari 1 ppm), pelaksanaannya relatif sederhana dan interferensinya sedikit(Gandjar dan Rohman, 2007).

5 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK KIMIA AIR PANAS DI SEKITAR GUNUNG TALANG SUMATERA BARAT.

KARAKTERISTIK KIMIA AIR PANAS DI SEKITAR GUNUNG TALANG SUMATERA BARAT.

Kebanyakan sumber daya panas bumi terjadi akibat magma (batuan cair) yang bergerak ke atas dan menembus lapisan atas bumi (litosfer). Ketika batuan di sekitar magma dipanaskan akan menciptakan kondisi yang cukup permeabel sehingga memungkinkan terbentuknya sirkulasi air, sehingga air panas atau uap yang dihasilkan disebut sebagai sumber daya hidrotermal (Green dan Nix, 2006). Aliran air panas yang disuplai dari kawah danau vulkanik yang memiliki pH rendah dan muatan kimia yang tinggi akan berpotensi mengancam lingkungan dan ekosistem lokal (Rowe et al., 1995)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

A. Karakteristik Tanah Gunung Sinabung - Aktivitas Mikroorganisme pada Tanah Hutan Bekas Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo

A. Karakteristik Tanah Gunung Sinabung - Aktivitas Mikroorganisme pada Tanah Hutan Bekas Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo

Istilah aktivitas mikroba ini mengacu pada semua reaksi biokimia yang dilakukan mikroba dalam tanah. Beberapa reaksi metabolisme seperti respirasi dan panas yang ditimbulkan merupakan hasil dari aktivitas semua jenis mikroba tanah (termasuk fauna), sedangkan beberapa reaksi seperti yang terkait dengan aktivitas nitrifikasi hanya dilakukan oleh mikroba tertentu yang jumlahnya terbatas. Hasil pengukuran aktivitas metabolisme mikroba di laboratorium dari contoh tanah yang bebas dari flora dan fauna diasumsikan semuanya berasal dari aktivitas mikroba, sedangkan hasil dari pengukuran di lapangan pada tanah alami merupakan gambaran aktivitas dari semua organisme yang mendiami tanah tersebut (Widyati, 2013).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gempa Bumi adalah getaran Seisme

Gempa Bumi adalah getaran Seisme

a. Jalur gunung api busur dalam (inner arc) yang bersifat vulkanik atau aktif yang membujur dari kepulauan Andaman, Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Wetar, Damar, sampai di laut Banda. b. Jalur gunung api busur luar (outer arc) yang bersifat non vulkanik atau

10 Baca lebih lajut

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max .L Merill) Terhadap Pemberian Abu Vulkanik Sinabung dan Pupuk Kandang Ayam

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max .L Merill) Terhadap Pemberian Abu Vulkanik Sinabung dan Pupuk Kandang Ayam

Tanah vulkanik/tanah gunung berapi adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi dari letusan gunung berapi yang subur mengandung unsur hara yang tinggi.Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi. Tanah yang berkembang dari abu vulkanik umumnya dicirikan oleh kandungan mineral liat allophan yang tinggi. Allophan adalah Aluminosilikat amorf yang dengan bahan organik dapat membentuk ikatan kompleks.Di daerah yang kering, tanah dari abu vulkanik tersebut memiliki warna tanah yang tidak sehitam dari daerah lain (Sudaryo dan Sutjipto, 2009).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...