Top PDF ANALISIS KETERAMPILAN PROSES PADA PENGGUNAAN HIERARKI INKUIRI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LITERASI SAINS SISWA SMP.

ANALISIS KETERAMPILAN PROSES PADA PENGGUNAAN HIERARKI INKUIRI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LITERASI SAINS SISWA SMP.

ANALISIS KETERAMPILAN PROSES PADA PENGGUNAAN HIERARKI INKUIRI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LITERASI SAINS SISWA SMP.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan salah satu mata pelajaran yang oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) disebut sebagai mata pelajaran yang bukan hanya sekedar menguasai kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Lebih lanjut BSNP (2006) menyebutkan bahwa untuk menunjang pembelajaran IPA sebagai sebuah proses, produk, dan sikap ilmiah siswa, maka sebaiknya pembelajaran IPA dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific Inquiry). Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup, dan karena itu pembelajaran IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LKS INKUIRI, DISCOVERY DAN EKSPOSITORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LKS INKUIRI, DISCOVERY DAN EKSPOSITORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP.

Penelitian berjudul “Efektivitas Penggunaan Lks Inkuiri, Discovery dan Ekspositori untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP” ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains siswa SMP di sekolah yang dijadikan tempat penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains setelah diterapkannya treatment pembelajaran menggunakan LKS inkuiri, discovery dan ekspositori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experiment dengan one group pretest- posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di kota Bandung yang dipilih dengan teknik random sampling. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan enam kali pertemuan dengan menggunakan tes keterampilan proses sains materi fisika berupa soal-soal berbentuk pilihan ganda yang dilakukan sebelum dan sesudah diberikannya treatment dan enam buah LKS inkuiri, discovery dan ekspositori masing-masing dua LKS dengan materi fisika yang berbeda. Analisis data diperoleh dengan skor gain ternormalisasi kemudian di uji statistic non parametric Kruskall-Wallis dikarenakan sampel salah satu data terdistribusi tidak normal dan tidak homogen. Dari hasil analisis data yang memperoleh nilai KW secara signifikan adalah LKS inkuiri. Nilai KW 22,99 lebih besar dari Chi quadrat sebesar 5,99. Dengan demikian disimpulkan bahwa LKS inkuiri efektif untuk peningkatan keterampilan proses sains secara signifikan.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

T IPA 1302394 Abstract

T IPA 1302394 Abstract

Studi ini dilakukan untuk mempelajari bagaimana penerapan pembelajaran berbasis inkuiri dengan aktivitas laboratorium dalam meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa pada topik kalor dan perpindahannya yang dilakukan pada sebuah SMPN di Bone. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain the static group pretest- posttest . Sejumlah siswa kelas VII (N = 42) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik simple random sampling . Pengumpulan data dilakukan melalui tes penguasaan konsep, tes KPS, observasi, dan penyebaran angket. Teknik pengolahan data melalui uji normalitas dan homogenitas, perhitungan N-gain, dan uji-t dua pihak dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22 . Hasil analisis data penguasaan konsep menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing dapat membantu siswa meningkatkan penguasaan konsep yang lebih baik daripada penggunaan model latihan inkuiri. Hasil analisis data KPS menunjukkan bahwa model latihan inkuiri dapat membantu siswa meningkatkan KPS yang lebih baik daripada penggunaan model inkuiri terbimbing. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran berbasis inkuiri pada kedua kelas terlaksana dengan sangat baik. Siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran berbasis inkuiri dengan aktivitas laboratorium.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T IPA 1308060 Bibliography

T IPA 1308060 Bibliography

Windarwati, R. (2010). Penerapan Asesmen Kinerja Pada Pembelajaran Inkuiri Berbasis Laboratorium Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Penguasaan Konsep Materi Cahaya Siswa Smp. (Tesis UPI Bandung, 2010, Tidak Diterbitkan).

6 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP EKOSISTEM DI SMP NEGERI 2 CILEDUG KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP EKOSISTEM DI SMP NEGERI 2 CILEDUG KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Kurikulum pembelajaran biologi sebagai proses sains yang diperoleh melalui kegiatan ilmiah, para ahli pendidikan sains memandang sains tidak hanya terdiri dari fakta, konsep, dan teori yang dapat dihafalkan, tetapi juga terdiri atas kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dan sikap ilmiah dalam mempelajari gejala alam yang belum diterangkan. Secara garis besar sains dapat didefenisikan atas tiga komponen, yaitu (1) sikap ilmiah, (2) proses ilmiah, dan (3) produk ilmiah. Dapat disimpulkan proses atau keterampilan proses atau metode ilmiah merupakan bagian studi sains, termasuk materi bidang studi yang harus dipelajari siswa. Mengajarkan bidang studi sains (IPA) berupa produk atau fakta, konsep dan teori saja belum lengkap, karena baru mengajarkan salah satu komponennya.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Nasution

Nasution

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran yaitu (1) bagi guru, apabila ingin menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing perlu persiapan yang matang, khususnya pada alat dan bahan percobaan yang akan digunakan serta perancangan waktu pembelajaran. Agar pembelajaran berjalan sesuai perencanaan guru sebaiknya siswa diharapkan membaca LKS/ petunjuk percobaan dengan teliti sebelum melakukan percobaan. Guru perlu melakukan pembahasan dan penguatan terhadap hasil percobaan agar tidak terjadi miskonsepsi terhadap pengetahuan yang telah diterima. (2) Bagi peneliti lain, dapat dijadikan masukkan untuk penelitian lebih lanjut dengan materi fisika yang berbeda dan diusahakan untuk memilih materi fisika yang memilki karekteristik konseptual dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti materi kinematika atau dinamika.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Ambarsari, Wiwin dkk. 2013. Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Dasar Pada Pelajaran Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta. Diperoleh dari. http://library.um.ac.id/ . Diunduh pada tanggal 14 Mei 2015.

3 Baca lebih lajut

t ipa 1004679 table of content

t ipa 1004679 table of content

Definisi Operasional……….………7 BAB II LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS INKUIRI, KETERAMPILAN PROSES SAINS, DAN PEMAHAMAN KONSEP KOLOID ...9 A.. Pengertian Keterampilan Proses Sains...13 2.[r]

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN GETARAN HARMONIS Nismalasari

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN GETARAN HARMONIS Nismalasari

Pembelajaran yang diterapkan pada kelompok sampel yaitu kelas XI MA Muslimat NU adalah pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran learning cycle yang dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan alokasi waktu 2×45 menit. Jumlah siswa pada kelas ini berjumlah 37 siswa namun ada 7 siswa yang tidak dapat dijadikan sampel karena 2 siswa tidak mengikuti pretest, 3 siswa tidak dapat mengikuti kegiatan selama pembelajaran berlangsung dengan keterangan mengikuti pelatihan kepramukaan, dan 2 siswa tidak mengikuti posttest sehingga hanya ada 30 siswa yang dapat dijadikan sampel. Pada pembelajaran ini yang bertindak sebagai guru adalah peneliti sendiri. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle adalah pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam proses pembelajaran dan aktif dalam melakukan penyelidikan atau percobaan. Pembelajaran learning cycle diawali dengan mendatangkan pengetahuan awal siswa yaitu dengan cara memberikan pertanyaan yang faktual dalam kehidupan sehari-hari terkait materi yang akan dipelajari. Setelah itu guru melibatkan siswa secara langsung untuk melakukan demonstrasi untuk lebih memperjelas materi yang akan dipelajari serta memberi kesempatan kepada siswa yang lain untuk menanggapi demonstrasi yang telah dilakukan. Kemudian guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan lembar kerja siswa yang telah dibagikan kepada setiap kelompok. Selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap kelompok untuk menjelaskan hasil dari penyelidikan yang telah dilakukan serta meminta kelompok lain untuk menanggapinya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DENGAN AKTIVITAS LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP - repository UPI T IPA 1302394 Title

PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DENGAN AKTIVITAS LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP - repository UPI T IPA 1302394 Title

6. Seluruh dosen Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam khususnya yang telah memberikan bimbingan dan ilmunya selama penulis menjalani perkuliahan di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Ibu Ratih Indrinoersanti, S.Pd. selaku staff Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam yang telah membantu penulis selama penulis menjalani perkuliahan di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. 7. Bapak Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 6

7 Baca lebih lajut

Penggunaan Tes Keterampilan Proses Sains (KPS) Siswa dalam Pembelajaran Konsep Kalor dengan Model Inkuiri Terbimbing

Penggunaan Tes Keterampilan Proses Sains (KPS) Siswa dalam Pembelajaran Konsep Kalor dengan Model Inkuiri Terbimbing

Pada aspek ini memiliki nilai persentase yang cukup tinggi. Hal ini karena mengajukan peranyaan merupakan hal yang mudah dilakukan oleh siswa. Terlihat pada saat penyajian masalah pada LKS dan siswa diminta untuk memberikan penjelasan, banyak siswa yang menjawab dengan cukup baik. Selain itu, terlihat pada saat percobaan berlangsung banyak siswa bertanya, tanpa ragu mengenai percobaan, tetapi masih banyak juga siswa yang masih ragu dan malu. untuk bertanya. Berdasarkan tabel 4.1 menunjukan bahwa data hasil penilaian rata-rata pada aspek ini pada kelompok satu sampai kelompok enam sebesar 2,83 atau persentasenya sebesar 70,83%. Pada tabel 4.2, data hasil penilaian rata-rata kelompok satu sampai enam sebesar 3,17 dan menunjukkan peningkatan sebesar 8,33%. Hal ini menunjukan bahwa aspek keterampilan siswa semakin baik. Begitu pula pada tabel 4.3, keterampilan siswa pada aspek ini menunjukan peningkatan sebesar 8,33%. Dari semua data hasil penilaian rata-rata aspek keterampilan mengajukan pertanyaan diperoleh sebesar 3,17 atau persentasenya sebesar 79,19% atau aspek ini dikategorikan baik.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Inkuiri Ilmiah Dan Inkuiri Terbimbing Terhadap Peningkatan Keterampilan Proses Sains Dan Penguasaan Konsep Siswa SMP Pada Materi Kalor Dalam Kehidupan.

Pengaruh Model Inkuiri Ilmiah Dan Inkuiri Terbimbing Terhadap Peningkatan Keterampilan Proses Sains Dan Penguasaan Konsep Siswa SMP Pada Materi Kalor Dalam Kehidupan.

Berdasarkan fakta di salah satu SMP di kota Padang, peneliti menemukan beberapa permasalahan khususnya dalam menerapkan kurikulum 2013. Di dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa terlihat kurang menggali informasi sendiri, kurangnya keaktifan dan motivasi belajar. Siswa cenderung masih pada tahapan mengingat konsep, rendahnya keaktifan dan motivasi siswa dalam belajar, karena proses pembelajaran banyak didominasi oleh guru atau pembelajaran terjadi satu arah (teacher center). Akibatnya adalah kurangnya pemahaman konsep dan aktivitas belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa. Hal ini mengakibatkan jika ada soal yang sedikit berbeda dengan contoh soal yang diberikan oleh guru, maka siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya. Lemahnya analisis siswa saat disajikan contoh lain dalam kehidupan sehari – hari, menurut saya karena kecenderungan siswa dalam mengingat konsep yang diungkapkan guru dan dibatasi dari sumber buku pegangan siswa. Masalah lain yang ditemukan di lapangan diantaranya guru-guru yang belum kreatif dan efisien dalam menggunakan fasilitas yang ada. Manajemen waktu dalam pembelajaran yang dianggap sedikit, tuntutan materi yang dianggap padat, alat dan bahan yang tersedia tidak memadai, keterbatasan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran inovatif, serta berbagai alasan lainnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran berbasis inkuiri

Meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran berbasis inkuiri

Digunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu observasi dan tes. 1) Observasi, untuk mengetahui kesesuaian dari pelaksanaan pembelajaran yang sedang dijalankan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa sudah sesuai atau tidak, maka digunakan lembar observasi kegiatan guru yang terdiri dari 10 indikator. Lembar observasi kegiatan siswa yang diamati langsung menggunakan indikator yang digunakan oleh peneliti, dan lembar penilaian keterampilan proses sains, dimana peneliti menilai 5 indikator KPS yaitu observasi / mengamati, menyusun hipotesis, mengukur, interpretasi data, dan membuat kesimpulan. 2) Tes, soal betuk uraian digunakan dalam tes hasil belajar. Jumlah tes hasil belajar sebanyak 10 butir, dan bentuk soal pilihan ganda untuk tes keterampilan proses sains (KPS) sebanyak 10 butir soal. Hasil belajar kognitif diambil dari skor perolehan hasil pengerjaan soal test pada setiap siklus. Validasi instrumen tes hasil belajar dan tes keterampilan proses oleh 2 orang ahli dengan validitas tes hasil belajar sebesar 91,11 (sangat valid) dan validitas tes KPS sebesar 86,67 (sangat valid). Kriteria pengambilan keputusan mengacu pada Tabel kriteria kevalidan data angket penilaian validator menurut Akbar (2013), seperti yang tersaji pada tabel 1.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII A SMP BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERPIMPIN

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII A SMP BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERPIMPIN

Materi yang ada pada mata pelajaran biologi membutuhkan keterlibatan siswa dalam berbagai aktivitas dan eksperimen sederhana berdasarkan metode ilmiah. Melalui eksperimen tersebut, siswa dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan masalah dan gambaran umum yang telah dipaparkan di atas, peneliti memandang perlu untuk meneliti tentang “Peningkatan K eterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII A SMP Brawijaya Smart School Malang Melalui Pendekatan Pembelajaran Inkuiri Terpimpin. ”
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004068 Bibliography

kd Tasik 1004068 Bibliography

Ramdan, A.Y. (2012) Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Metode Inkuiri Terbimbing Terhadap Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup Dalam Pembelajaran IPA di Kelas IX B SMP Negeri 11 Kota Tanggerang Selatan. Jurnal. Jurnal Saung Guru, III (3), hlm. 7.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Kelas VII Pada Pengetahuan Awal Berbeda | Hairani | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP) 10166 14499 1 PB

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Kelas VII Pada Pengetahuan Awal Berbeda | Hairani | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP) 10166 14499 1 PB

Pada kenyataan di lapangan, proses pembelajaran IPA masih belum mampu mengaktifkan siswa. Hasil studi pendahuluan di beberapa sekolah di kabupaten Sanggau menunjukkan bahwa dalam pembelajaran IPA guru belum maksimal dalam menerapkan Kurikulum 2013. Dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA, mereka baru mendapatkan sosialisasi Kurikulum 2013 serta belum mendapatkan buku guru dan buku siswa. Selain itu, guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru, pembelajaran di kelas hanya berorientasi pada hasil belajar dan metode yang monoton yaitu dengan ceramah dan tanya jawab yang menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan eksperimen hanya sesekali dilakukan pada materi tertentu dan jika alat dan bahannya tersedia. Situasi tersebut tentunya
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

Inkuiri adalah suatu teknik atau cara yang digunakan dalam pembelajaran yang menekankan kepada proses mencari sumber sendiri serta meneliti sendiri inti dari materi pelajaran. Dalam pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Adapun langkah model pembelajaran inkuiri adalah : (1) Merumuskan masalah, (2) Merumuskan hipotesis, (3) Mengumpulkan data, (4) Analisis data, (5) Membuat kesimpulan.

31 Baca lebih lajut

T IPA 1201298 Bibliography

T IPA 1201298 Bibliography

Santiasih, N.L., Marhaeni, A.A.I.N., & Tika, I.N. (2013). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap sikap ilmiah dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD No.1 Kerobokan Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2013/2014. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha : Program Studi Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013).

5 Baca lebih lajut

T IPA 1404536 Bibliography

T IPA 1404536 Bibliography

Mirnawati. (2015). Implementasi Model Pembelajaran Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Mengembangkan Keterampilan Dasar Bekerja Ilmiah Siswa pada Materi Indera Pengelihatan dan Alat Optik. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

6 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ARTIKEL PENELITIAN

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ARTIKEL PENELITIAN

Kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang diajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan pembelajaran ilmu kimia di SMA adalah agar siswa memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitanya serta penerapanya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi. Menurut Chang (2010), dibandingkan dengan bidang yang lain, kimia sering terkesan lebih sulit, paling tidak pada tingkat dasar. Beberapa konsep kimia bersifat abstrak. Hal inilah yang membuat pelajaran kimia di sekolah dipandang siswa sebagai suatu pelajaran yang sulit dan siswa kurang mampu memahaminya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...