Top PDF Bab 1 Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi bangsa

Bab 1 Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi bangsa

Bab 1 Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi bangsa

Timbulnya pemberontakan DI/TII Kalimantan Selatan ini sesungguhnya bisa ditelusuri hingga tahun 1948 saat Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Divisi IV, sebagai pasukan utama Indonesia dalam menghadapi Belanda di Kalimantan Selatan, telah tumbuh menjadi tentara yang kuat dan berpengaruh di wilayah tersebut. Namun ketika penataan ketentaraan mulai dilakukan di Kalimantan Selatan oleh pemerintah pusat di Jawa, tidak sedikit anggota ALRI Divisi IV yang merasa kecewa karena diantara mereka ada yang harus didemobilisasi atau mendapatkan posisi yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Suasana mulai resah dan keamanan di Kalimantan Selatan mulai terganggu. Penangkapan-penangkapan terhadap mantan anggota ALRI Divisi IV terjadi. Salah satu alasannya adalah karena diantara mereka ada yang mencoba menghasut mantan anggota ALRI yang lain untuk memberontak. Diantara para pembelot mantan anggota ALRI Divisi IV adalah Letnan Dua Ibnu Hajar. Dikenal sebagai igur berwatak keras, dengan cepat ia berhasil mengumpulkan pengikut, terutama di kalangan anggota ALRI Divisi IV yang kecewa terhadap pemerintah. Ibnu Hajar bahkan menamai pasukan barunya sebagai Kesatuan Rakyat Indonesia yang Tertindas (KRIyT). Kerusuhan segera saja terjadi. Berbagai penyelesaian damai coba dilakukan pemerintah, namun upaya ini terus mengalami kegagalan. Pemberontakan pun pecah. Akhir tahun 1954, Ibnu Hajar memilih untuk bergabung dengan pemerintahan DI/TII Kartosuwiryo, yang menawarkan kepadanya jabatan dalam pemerintahan DI/TII sekaligus Panglima TII Kalimantan. Konlik dengan tentara Republik pun tetap terus berlangsung bertahun-tahun. Baru pada tahun 1963, Ibnu Hajar menyerah. Ia berharap mendapat pengampunan. Namun pengadilan militer menjatuhinya hukuman mati.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

BAB I Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa - Bab 1 Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa

BAB I Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa - Bab 1 Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa

Pada masa pendudukan Jepang Opu Daeng Risaju tidak banyak melakukan kegiatan di PSII. Hal ini dikarenakan adanya larangan dari pemerintah pendudukan Jepang terhadap kegiatan politik Organisasi Pergerakan Kebangsaan, termasuk di dalamnya PSII. Opu Daeng Risaju kembali aktif pada masa revolusi. Pada masa revolusi di Luwu terjadi pemberontakan yang digerakkan oleh pemuda sebagai sikap penolakan terhadap kedatangan NICA di Sulawesi Selatan yang berkeinginan kembali menjajah Indonesia. Ia banyak melakukan mobilisasi terhadap pemuda dan memberikan doktrin perjuangan kepada pemuda. Tindakan Opu Daeng Risaju ini membuat NICA berupaya untuk menangkapnya. Opu Daeng Risaju ditangkap dalam persembunyiannya. Kemudian ia dibawa ke Watampone dengan cara berjalan kaki sepanjang 40 km. Opu Daeng Risaju ditahan di penjara Bone dalam satu bulan tanpa diadili kemudian dipindahkan ke penjara Sengkang dan dari sini dibawa ke Bajo. Selama di penjara Opu Daeng mengalami penyiksaan yang kemudian berdampak pada pendengarannya, ia menjadi tuli seumur hidup. Setelah pengakuan kedaulatan RI tahun 1949, Opu Daeng Risaju pindah ke Pare- Pare mengikuti anaknya Haji Abdul Kadir Daud yang waktu itu bertugas di Pare-Pare. Sejak tahun 1950 Opu Daeng Risaju tidak aktif lagi di PSII, ia hanya menjadi sesepuh dari organisasi itu. Pada tanggal 10 Februari 1964, Opu Daeng Risaju meninggal dunia. Beliau dimakamkan di pekuburan raja-raja Lokkoe di Palopo.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

Mayoritas penduduk Maluku pada saat RMS didirikan beragama Islam dan Kristen secara berimbang, Namun dengan adanya budaya "Pela Gandong", dapatlah dikatakan bahwa di Kepulauan Maluku, seluruh lapisan dan segenap Masyarakat Maluku bersatu secara kekeluargaan, baik ber-agama Kristen, Islam, maupun agama Hindu dan Budha, semuanya bersatu. Demikian saat itu RMS berbeda dengan sekarang, sudah banyak pendatang-pendatang baru dari daerah Sulawesi Selatan, Tengah, Tenggara, Jawa Madura maupun daerah lainnya di Indonesia. sehingga hanya sekelompok kecil lah masyarakat yang mempunyai hubungan keluarga dengan para pengungsi RMS di Belanda yang terus memberikan dukungan, sedangkan mayoritas masyarakat Maluku kontemporer melihat peristiwa pemberontakan RMS sebagai masa lalu yang suram dan ancaman bagi perkembangan kedamaian dan keharmonisan serta upaya pemulihan setelah perisitiwa kerusuhan Ambon.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

SILABUS SMA MA SMK MAK Mata Pelajaran Se

SILABUS SMA MA SMK MAK Mata Pelajaran Se

4.1 Merekonstruksi upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan (antara lain:PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI) dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.

31 Baca lebih lajut

program tahunan sejarah kelas xii ips semester 1

program tahunan sejarah kelas xii ips semester 1

Menganalisis Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Mempertahanka n Kemerdekaan dari Ancaman Disintegrasi Bangsa  Mendeskripsik an gejolak sosial di berbagai daerah pada awal kemerdekaan [r]

5 Baca lebih lajut

Setrategi Indonesia Menghadapi Ancaman d

Setrategi Indonesia Menghadapi Ancaman d

Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam dan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isuisu tersebut menjadi titik pangkal segala permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme, dan patriotisme. Ancaman dari luar berupa penetrasi nilai-nilai budaya dari luar negeri yang sulit dibendung mempengaruhi tata nilai sampai pada tingkat lokal. Kemajuan teknologi informasi mengakibatkan dunia menjadi desa global tempat interaksi antarmasyarakat terjadi secara langsung. Sebagai akibatnya, terjadi benturan tata nilai sehingga lambat-laun nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa semakin terdesak misalnya oleh nilai-nilai individualisme, konsumerisme dan hedonisme. Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup sosial budaya, Bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin. Kesadaran akan perlunya keseimbangan dan keserasian melahirkan toleransi yang tinggi, sehingga menjadi bangsa yang berbhinneka dan bertekad untuk selalu hidup bersatu dengan memperhatikan perkembangan tradisi, pendidikan, kepemimpinan, integrasi nasional, kepribadian bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa, dan pelestarian alam.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB 8 DEMOKRASI & DISINTEGRASI

BAB 8 DEMOKRASI & DISINTEGRASI

Selain itu Presiden juga menyusun Lembaga-lembaga Negara. Pada tanggal 22 Juli 1959 keluar penetapan Presiden No. 1 tahun 1959 yang menetapkan bahwa sebelum terbentuk DPR berdasarkan UUD 1945, maka DPR yang telah C bentuk berdasarkan Ulu no. 37 tahun 1953 menjalankan tugasnya sebagai DPR. Tetapi penolakan DPR terhadap RAPBN tahun 1960 mengakibatkan Presiden membubarkan lembaga tersebut berdasarkan penetapan Presiden No. 3 Tahun 1960, tanggal 5 Maret 1960. Pada tanggal 24 Juni 1960 DPR diganti dengan DPR GR yang anggotanya berasal dari tiga partai besar (PNI, NU, PKI). Ketiga partai ini dianggap telah mewakili semua golongan seperti nasional, agama dan Komunis yang sesuai dengan konsep Nasakom. DPAS dipimpin oleh Presiden dan Roeslan Abdul Gani sebagai wakil ketuanya. MPRS dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. 2 tahun 1959 yang diketahui oleh Chaerul Shaleh, dan pada tanggal 10 November - 7 Desember 1960 mengadakan Sidang Umum pertama di Bandung. Disamping dua ketetapan di atas MPRS juga mengangkat Presiden Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Program Studi Ilmu Sejarah

Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Program Studi Ilmu Sejarah

Sjahrir tidak ikut hadir di rumah Laksamana Maeda pada malam hari tanggal 16 Agustus ketika rumusan proklamasi dirancang, demikian juga ia tidak hadir di rumah Sukarno pada pagi hari tanggal 17 Agustus waktu proklamasi itu dibacakan. Ia menyatakan tekadnya agar republik yang merdeka bebas dari kesan sebagai ciptaan Jepang. Tetapi, kepeduliannya tidak hanya beranggapan bahwa nasionalisme hanya berarti perjuangan untuk membebaskan diri dari kekuasaan asing. Baginya, kemerdekaan berkaitan dengan wawasan-wawasan tentang kebebasan individu dan perubahan sosial yang dapat menjadikan kemerdekaan itu sebagai suatu kemerdekaan yang sejati. Cita-cita ini mempengaruhi pandangannya mengenai cara pencapaian kemerdekaan itu. Adalah mungkin bagi kaum nasionalis murni, dan bahkan juga kaum nasionalis muslim, untuk memandang pendudukan Jepang sebagai suatu periode dengan kesempatan untuk memperoleh kesempatan dari pihak penjajah. Tetapi, dalam perspektif Sjahrir, Jepang diidentifikasikan sebagai bagian dunia fasis dan sebagai tantangan kaum reaksioner terhadap nilai-nilai demokrasi serta perubahan sosial yang diinginkan.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Konflik Agraria sebagai Ancaman Bangsa I

Konflik Agraria sebagai Ancaman Bangsa I

Berdasarkan Buku Putih Pertahanan (2015) adanya ancaman nir- militer berupa faktor berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan informasi, dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Kondisi masyarakat Indonesia rentan terhadap tindakan provokasi, memudahkan konflik berkembang cepat dan meluas, serta memungkinkan gangguan terhadap ketertiban publik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional. Struktur masyarakat seperti inilah yang menyebabkan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan memanfaatkan hal tersebut untuk mengganggu stabilitas nasional.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MACAM MACAM KETAHANAN NASIONAL BERDASARK

MACAM MACAM KETAHANAN NASIONAL BERDASARK

kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman,gangguan, hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun luar. Yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan Negara RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

6 Baca lebih lajut

Analisa Potensi Bersaing Pasar Tradisional Terhadap Pasar Modern di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Analisa Potensi Bersaing Pasar Tradisional Terhadap Pasar Modern di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Perkembangan pasar swalayan, kenyataannya telah berdekatan dengan pasar tradisional, sehingga hal tersebut telah menjadikan interaksi persaingan dengan sesama pasar. Berdasarkan hasil survey dari AC Nielsen, (pada table 1) ditunjukan suatu gambaran yang menarik, dimana pasar tradisional masih paling besar kontribusinya terhadap pertumbuhan pasar nasional; walaupun mengalami penurunan selama periode 2005 – 2008. Penurunan ini dapat diduga sebagai salah satu konsekuensi langsung dari pesatnya pertumbuhan retail moderen yang pangsa pasar nasionalnya mengalami suatu peningkatan yang pesat selama periode yang sama. Fakta ini memberi suatu indikasi bahwa pasar tradisional cenderung semakin tergeser oleh retail moderen di pasar nasional, walaupun kontribusinya terhadap pertumbuhan pasar masih paling besar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ILEGAL FISHING SEBAGAI ANCAMAN KEDAULATAN BANGSA

ILEGAL FISHING SEBAGAI ANCAMAN KEDAULATAN BANGSA

1. Bahwa fakta fisik Indonesia merupa- kan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km dan luas laut sekitar 3,1 juta km 2 (0,3 juta km 2 perairan teritorial; dan 2,8 juta km 2 perairan Nusantara) atau 62% dari luas teritorialnya. Berdasar- kan UNCLOS tahun 1982, Indonesia diberi hak berdaulat (sovereign right) memanfaatkan ZEE seluas 2,7 juta km 2 yang menyangkut eksplorasi, eksploitasi dan pengelolaan sumber daya hayati dan non hayati, penelitian dan yurisdiksi mendirikan instalasi dan pulau buatan. Batas trluar dari ZEE ini adalah 200 mil dari garis pangkal pada surut rendah (low water line). Wilayah pesisir dan lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alamnya, baik sumber daya yang dapat pulih (seperti perikanan, hutan mangrove dan terumbu karang) maupun sumber daya alam yang tidak
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BAB V PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

BAB V PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

- Pengamanan (“penculikan”) Ir. Soekarno dan Drs.Moh. Hatta ke Rengasdengklok oleh tokoh-tokoh pemuda dengan tujuan menghindari pengaruh dan siasat Jepang dan mendesak bangsa Indonesia harus segera merdeka. Tokoh pemuda terdiri : Sukarni, Winoto Danu Asmoro, Abdulrochman dan Yusuf Kunto.

6 Baca lebih lajut

Dinamika Gerakan Petani Menghadapi Ancaman Dari Luar

Dinamika Gerakan Petani Menghadapi Ancaman Dari Luar

Sebagai kompensasi atas ditutupnya lahan TNGC untuk masyrakat, pihak TNGC berjanji akan membelikan 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing per desa agar dapat dikelola masyarakat, namun hal tersebut tidak pernah direalisasi oleh TNGC. Tahun 2008 kawasan TNGC benar-benar tertutup untuk masyarakat. Regulasi mulai diperketat dengan sangsi yang lebih tegas bagi masyarakat yang masih menggarap maupun bagi mereka yang hanya mengambil ranting yang sudah jatuh dari pohon. Pihak TNGC menawarkan solusi yaitu pengelolaan objek wisata Curuk Putri dan Bumi Perkemahan (Buper), dan desa akan mendapatkan bagian dari penjualan tiket. Curuk Putri dan Bumi Perkemahan (Buper) yang dikelola oleh CV Mustika Putri. Desa akan mendapatkan Rp 1.000,- dari penjualan setiap tiket masuk objek wisata. Pada tahun 2010, dibentuk LMDK (Lembaga Model Desa Konservasi) yang bertugas untuk mengelola dana donasi dari tiket tersebut. Dalam kurun waktu 1 tahun, donasi dari penjualan tiket yang dihibahkan kepada desa adalah Rp 30 juta. Jika diperhitungkan, Rp 30 juta dibagikan kepada 300 kepala keluarga, maka setiap kelapa keluarga hanya akan mendapat Rp 100.000 setiap tahun. Uang tersebut dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Kesejahteraan masyarakat dapat dikatakan sangat menurun jika dibandingkan dengan hasil pertanian saat masyarakat menggarap lahan Perhutani. LMDK kemudian berdiskusi dengan masyarakat dan sepakat bahwa uang tersebut akan dibelikan sapi untuk dikelola oleh eks-penggarap lahan perhutani. Namun, timbul rasa iri dari masyarakat bukan eks-penggarap karena mereka merasa penduduk dari desa tetapi tidak mendapatkan manfaat dari donasi uang tiket masuk objek wisata.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Makalah Sejarah Perjuangan Bangsa Indone

Makalah Sejarah Perjuangan Bangsa Indone

Sejarah pembuatan Pancasila ini berawal dari pemberian janji kemerdekaan di kemudian hari kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu, Kuniaki Koiso pada tanggal 7 September 1944. pemerintah Jepang membentuk BPUPKI. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 29 April 1945 (2605, tahun Showa 20) yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka. BPUPKI semula beranggotakan 70 orang (62 orang Indonesia dan 8 orang anggota istimewa bangsa Jepang yang tidak berhak berbicara, hanya mengamati/ ''observer''),kemudian ditambah dengan 6 orng Indonesia pada sidang kedua. Sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 - 1 Juni 1945 untuk merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama empat hari bersidang ada tiga puluh tiga pembicara. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa Soekarno adalah "Penggali/Perumus Pancasila". Tokoh lain yang yang menyumbangkan pikirannya tentang Dasar Negara antara lain adalah Mohamad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo."Klaim" Muhammad Yamin bahwa pada tanggal 29 Mei 1945 dia mengemukakan 5 asas bagi negara Indonesia Merdeka, yaitu ''kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.'' oleh "Panitia Lima" (Bung Hatta cs) diragukan kebenarannya. Arsip A.G Pringgodigdo dan arsip A.K.Pringgodigdo yang telah ditemukan kembali menunjukkan bahwa Klaim Yamin tidak dapat diterima. Pada hari keempat, Soekarno mengusulkan 5 asas yaitu ''kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa'', yang oleh Soekarno dinamakan ''Pancasila'', Pidato Soekarno diterima dengan gegap gempita oleh peserta sidang. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA. docx

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA. docx

Dalam perjalanan sejarah eksistensi Pancasila sebagai dasar Filsafat Negara Republik Indonesia mengalami berbagai interpretasi dan manipulasi politik sesuai dengan kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung di balik legitimasi Ideologi Negara Pancasila. Dengan lain perkataan dalam kedudukan yang seperti ini Pancasila tidak lagi di letakkan sebagai dasar Filsafatserta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia melainkan di reduksi, dibatasi dan di manipulasi demi kepentingan politik penguasa pada saat itu.

11 Baca lebih lajut

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA (2)

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA (2)

dikonsultasikan sebelumnya oleh Hatta dengan 4 orang tokoh Islam, yaitu Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut demi persatuan dan kesatuan bangsa. Dan akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

10 Baca lebih lajut

Latihan UTS PKN Kelas 9 Semester 1

Latihan UTS PKN Kelas 9 Semester 1

Melindungi bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman adalah merupakan kewajiban setiap warga negara.. Contoh ancaman dari dalam adalah ....[r]

3 Baca lebih lajut

Doktrin Pertahanan Negara Indonesia 12

Doktrin Pertahanan Negara Indonesia 12

lokal. Kemajuan teknologi informasi mengakibatkan dunia menjadi desa global, tempat interaksi antarmasyarakat terjadi secara langsung. Yang terjadi tidak hanya transfer informasi, tetapi juga transformasi dan sublimasi nilai-nilai luar secara serta-merta dan sulit dikontrol. Akibatnya, terjadi benturan peradaban, sehingga lambat-laun nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa semakin terdesak oleh nilai-nilai individualisme. Diakui bahwa nilai-nilai luar tidak semuanya negatif banyak pula nilai positif yang memberikan efek kemajuan untuk diterapkan. Nilai-nilai luar yang positif antara lain kedisiplinan, keuletan bekerja dan belajar, serta pemanfaatan waktu untuk hal-hal yang produktif sehingga masyarakatnya menjadi sejahtera. Nilai-nilai positif tersebut patut diadopsi dan diterapkan dalam membangun masyarakat Indonesia. Dimensi sosial budaya yang menjadi ancaman yang melemahkan bangsa Indonesia di antaranya peredaran narkotik dan obat-obatan terlarang yang mengancam generasi muda Indonesia. Di samping itu, peredaran media pornografi serta perdagangan wanita, selain mengancam moral, juga menjadi media penyebaran virus HIV/AIDS. Penetrasi nilai-nilai budaya dari luar negeri yang sulit dibendung sering kali menyebabkan terjadinya benturan peradaban yang mengancam nilai-nilai lokal di Indonesia.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

soal pkn kelas 9 uas ganjil

soal pkn kelas 9 uas ganjil

Melindungi bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman adalah merupakan kewajiban setiap warga negara.. Contoh ancaman dari dalam adalah ....[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...