Top PDF Beban Kerja Fisik vs Beban Kerja Mental

Beban Kerja Fisik vs Beban Kerja Mental

Beban Kerja Fisik vs Beban Kerja Mental

sepenuhn!a akan tergantung pa#a manusia !ang "erfungsi se"agai sum"er tenaga (poer) ataupun pengen#ali kerja% Kerja fisik juga #apat #ikonotasikan #engan kerja "erat atau kerja kasar karena kegiatan terse"ut memerlukan usaha fisik manusia !ang kuat selama perio#e kerja "erlangsung%Dalam kerja fisik konsumsi energi merupakan fator utama !ang #ija#ikan tolak ukur penentu "erat / ringann!a suatu pekerjaan% Seara garis "esar' kegiatankegiatan manusia #apat #igolongkan menja#i kerja fisik #an kerja mental% Pemisahan ini ti#ak #apat #ilakukan seara sempurna' karena ter#apatn!a hu"ungan !ang erat antar satu #engan lainn!a% Kerja fisik akan mengaki"atkan peru"ahan fungsi pa#a alatalat tu"uh' !ang #apat #i#eteksi melalui :
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL UNTUK MENGURANGI TINGKAT KELELAHAN PEKERJA DI CV. SUMBER JAYA FURNITURE  Analisis Beban Kerja Fisik Dan Mental Untuk Mengurangi Tingkat Kelelahan Pekerja Di CV. Sumber Jaya Furniture.

ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL UNTUK MENGURANGI TINGKAT KELELAHAN PEKERJA DI CV. SUMBER JAYA FURNITURE Analisis Beban Kerja Fisik Dan Mental Untuk Mengurangi Tingkat Kelelahan Pekerja Di CV. Sumber Jaya Furniture.

Sebagaimana perusahaan umum lainnya, tenaga kerja manusia diperusahaan harus bekerja 8 jam kerja dengan jeda istirahat pada saat makan siang. Hal ini akan berdampak pada pekerja seolah – olah harus bekerja secara penuh tanpa istirahat selama 4 jam dan mengabaikan kebutuhan istirahat. Selain itu, tingginya permintaan konsumen akan produk yang dihasilkan membuat perusahaan lebih meningkatkan produktivitas produksi. Hal ini akan berdampak kepada para pekerja di CV Sumber Jaya Furniture, dimana para pekerja mendapat target dari perusahaan untuk menyelesaikan pemesanan produk dari konsumen.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Fisik Dan Mental Karyawan Pada Lantai Produksi Dipt Pesona Laut Kuning

Analisis Beban Kerja Fisik Dan Mental Karyawan Pada Lantai Produksi Dipt Pesona Laut Kuning

Karyawan berikutnya yaitu Karyawan I, karyawan ini bekerja pada pemasangan Envelope yaitu proses pembungkusan ban yang hendak divulkanisir dengan pembungkus khusus. Posisi kerja yang kurang ergonomis seperti membungkuk pada pemasangan envelope dengan frekuensi yang sering membuat karyawan ini mengalami kelelahan dalam melakukan pekerjaanya. Karyawan J adalah operator pada mesin Chamber dan quality control. Sebelum ban dimasukkan ke mesin Chamber untuk proses pengepresan ban, karyawan ini mengangkat ban tersebut dari stasiun pemasangan envelope ke gantungan di mesin chamber secara berulang, kerja fisik membuat karyawan mengalami kelelahan dalam proses pengangkatan tadi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Fisik Dan Mental Karyawan Pada Lantai Produksi Dipt Pesona Laut Kuning

Analisis Beban Kerja Fisik Dan Mental Karyawan Pada Lantai Produksi Dipt Pesona Laut Kuning

Karyawan berikutnya yaitu Karyawan I, karyawan ini bekerja pada pemasangan Envelope yaitu proses pembungkusan ban yang hendak divulkanisir dengan pembungkus khusus. Posisi kerja yang kurang ergonomis seperti membungkuk pada pemasangan envelope dengan frekuensi yang sering membuat karyawan ini mengalami kelelahan dalam melakukan pekerjaanya. Karyawan J adalah operator pada mesin Chamber dan quality control. Sebelum ban dimasukkan ke mesin Chamber untuk proses pengepresan ban, karyawan ini mengangkat ban tersebut dari stasiun pemasangan envelope ke gantungan di mesin chamber secara berulang, kerja fisik membuat karyawan mengalami kelelahan dalam proses pengangkatan tadi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik Kerja Terhadap Beban Kerja Mental - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Analisis Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik Kerja Terhadap Beban Kerja Mental - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu diketahui pengaruh lingkungan fisik kerja terhadap tingkat kesalahan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kebisingan, pencahayaan ruang kerja, temperatur ruang kerja. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode desain eksperimen tiga faktor, dengan jumlah pengamatan 4 naracoba tiap kondisi. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA) dengan uji statistik F. Di dalam penelitian ini juga dilakukan pengukuran beban kerja dengan menggunakan NASA TLX. Metode NASA TLX ini memiliki enam dimensi yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, own performance, effort, dan frustation.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisa Perbedaan Antara Beban Kerja Mental dan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Travel

Analisa Perbedaan Antara Beban Kerja Mental dan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Travel

adanya konsekuesi yang telah diberikan oleh agen travel kepada pengemudi travel sehingga pengemudi dituntut untuk sampai tujuan dengan tepat waktu namun tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri, penumpang, muatan yang dibawanya, maupun pengguna jalan yang lain. Pengemudi travel untuk sekali jalan membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam untuk sampai ke Jogja dan itu dilakukan sehari dua shift kerja, sehingga pengemudi travel harus bisa menggunakan waktu kerjanya dengan sebaik mungkin karena merupakan daya tarik tersendiri bagi penumpang terkait pelayanan yang telah diberikan. Namun, untuk semua beban kerja mental yang kemungkinan dirasakan pengemudi travel sudah diminimalisir oleh agen travel sendiri agar perjalanan tidak terganggu namun tetap memperhatikan keselamatan, dan kenyamanan. Cara meminimalisir pengemudi travelnya dengan tidak menuntut waktu kerja yang telah diberikan karena pengemudi travel sudah beraktivitas dalam sehari dua shift. Meskipun terdapat tuntutan waktu, namun khusus untuk shift sore memberikan kelonggaran waktu pada saat perjalanan karena agen travel mengetahui kondisi fisik pengemudinya yang sudah terkuras energinya pada shift pagi sehingga pengemudi travel dapat berjalan dengan selamat, nyaman, dan lancar. Pada grafik diatas, tuntutan waktu mengalami penurunan nilai rata-rata WWL untuk shift pagi dan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Beban Kerja Fisik dan Mental terhadap Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat (Igd) RSUD Cianjur

Pengaruh Beban Kerja Fisik dan Mental terhadap Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat (Igd) RSUD Cianjur

Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara beban kerja fisik dengan stres kerja pada perawat IGD RSUD Cianjur. Beban kerja fisik yang berlebihan pada pekerja dapat menimbulkan kelelahan yang dapat berujung pada stres kerja. Kondisi kerja di IGD RSUD Cianjur seperti dalam hal menangani pasien yang harus di lakukan secepat mungkin secara tepat dan cermat dapat menjadi beban kerja tersendiri bagi perawat. Kondisi ini dapat menyebabkan banyak kesalahan bahkan kondisi kesehatan yang menurun, hal ini dapat merupakan cerminan beban kerja berlebih. Menurut Friedmen dan Rosenman dalam buku psikologi industri dan organisasi karangan Munandar, desakan waktu juga tampaknya memberikan pengaruh tidak baik, pada sistem cardiovasculer, terutama serangan jantung prematur dan tekanan darah tinggi. 7)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

STUDI PENGARUH MUSIK TERHADAP BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PEKERJA PADA PABRIK KRUPUK SALA.

STUDI PENGARUH MUSIK TERHADAP BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PEKERJA PADA PABRIK KRUPUK SALA.

Masalah beban kerja tersebut, beberapa peneliti sudah mencoba melakukan beberapa penelitian untuk menurunkan beban kerja, misalnya untuk beban kerja fisik, Kamil dkk (2009) mencoba memberikan berbagai jenis musik, dan untuk beban kerja mental, Hetharia dkk (2008) mencoba memberikan terapi tawa untuk menurunkan beban kerja tersebut. Sedangkan pada kasus yang dialami pabrik krupuk SALA, penulis mencoba memberikan musik sebagai solusi untuk menurunkan beban kerja fisik dan mental sekaligus.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Evaluasi Beban Kerja Fisik dan Mental Pengemudi Bus AKDP Rute Solo-Semarang

Evaluasi Beban Kerja Fisik dan Mental Pengemudi Bus AKDP Rute Solo-Semarang

Mengemudi adalah pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan juga fokus. Pengemudi dalam hal ini adalah pengemudi bus bertanggung jawab bukan hanya terhadap keselamatan dirinya sendiri tetapi juga keselamatan penumpang. Pada kenyataannya ada beberapa faktor yang tidak terduga oleh seorang pengemudi sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Pada kondisi tersebut dapat menimbulkan beban kerja yang tinggi pada pengemudi.

7 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Mental, Fisik Serta Stres Kerja Pada Perawat Secara Ergonomi Di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

Analisis Beban Kerja Mental, Fisik Serta Stres Kerja Pada Perawat Secara Ergonomi Di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

This study aims to determine the level of mental and physical workload and work stress to the nurses in Dr. AchmadMochtar Hospital in Bukittinggi. This research is a descriptive study, which the research looking for a variable value without connect it with other variables. The file in this study conducted by questionnaire. The result of the descriptive analysis of physical workload indicates the light category which is 100-200 kcal/hour. For the mental workload is average at 67,51 for ICU/ICCU, 76,42 for rooms KB IGD, and 77,64 for the room IGD each of which fall into the average category. And for stress in work shows the number 113,38 that can be categorized in average. Based on theses results, it can be concluded that the workload of mental, physical, and work stress is have no significant effect to the nurses during activity, but it should be noted to avoid increasement on those variables.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Beban Kerja

Beban Kerja

Pada saat melakukan pekerjaan, tenaga kerja mengalami prosses secara fisik dan mental. Aktifitas-aktifitas manusia memerlukan energy yang besarnya tergantung pada beban yang dilakukan dan kemampuan fisik dari masing-masing individu. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan manusia sehingga menyebabkan kelelahan baik fisik maupun psikologis yang dapat mengakibatkan penurunan performa kerja (Manuaba, 2000)

8 Baca lebih lajut

BAB 6 KESIMPULAN  ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PEKERJA DI RUMAH MAKAN RACIK DESA YOGYAKARTA.

BAB 6 KESIMPULAN ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PEKERJA DI RUMAH MAKAN RACIK DESA YOGYAKARTA.

b. Perbedaan beban kerja fisik yang terjadi antara waiter dengan cook helper dan barista disebabkan karena area kerja waiter yang lebih luas dan memilki aktivitas kerja fisik yang lebih berat jika dibandingkan dengan pekerja cook helper dan barista, sedangkan perbedaan beban kerja fisik pekerja laki-laki dan perempuan yang terjadi pada pekerja waiter disebabkan karena pekerja perempuan melakukan aktivitas fisik berat yang sama dengan pekerja laki-laki sehingga konsumsi oksigen yang diperlukan pekerja perempuan lebih berat jika dibandingkan dengan pekerja laki-laki. Perbedaan beban kerja fisik yang terjadi anatara pegawai laki-laki dan perempuan menunjukkan bahwa pihak Racik Desa harus memperbaiki proses seleksi pekerja menjadi lebih baik, dimana pada saat proses seleksi dilakukan, pihak rumah makan seharusnya mempertimbangkan kriteria pekerja yang sesuai dengan tuntutan kerja yang ada.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PEKERJA DI RUMAH MAKAN RACIK DESA YOGYAKARTA.

BAB 1 PENDAHULUAN ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PEKERJA DI RUMAH MAKAN RACIK DESA YOGYAKARTA.

konsentrasi atau fokus pada saat menjalankan pekerjaannya terkhususnya untuk pekerja perempuan, dimana pekerja perempuan seringkali mengalami hal tersebut sebagai akibat dari beban kerja, baik yang secara fisik maupun mental yang dialami dari aktivitas kerja yang dilakukannya. Hal ini menjadi suatu masalah dikarenakan kapasitas kerja yang dimilki oleh pekerja laki-laki dan perempuan berbeda, dimana pekerja laki-laki memilki kapasitas kerja yang cukup besar jika dibandingkan dengan pekerja perempuan.

4 Baca lebih lajut

this PDF file analisis beban kerja fisik dan mental | Erdius | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

this PDF file analisis beban kerja fisik dan mental | Erdius | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

rumah sakit dr. H. Mohamad Rabain Muara Enim                 meraih akreditasi Paripurna Bintang Lima dari Komisi               Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Indonesia tahun 2017.               Pokja yang dinilai adalah kualifikasi dan pendidikan               staf (KPS). Perawat pelaksana yang bekerja di unit                 layanan telah melalui proses kredensial dan evaluasi               oleh unit kerja (14). Hal ini dapat terjadi karena                   pekerja merasa terbiasa dengan tekanan pekerjaan             yang dirasakan, sehingga tidak menganggap tuntutan             mental sebagai penyebab utama stres akibat             pekerjaan. Stres yang dialami perawat bisa saja lebih                 dipengaruhi faktor pekerjaan lain. Sehingga beban             kerja mental tidak berhubungan signifikan terhadap             stres kerja
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR PENGUKURAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN  Pengukuran dan analisis beban kerja fisik dan mental pengemudi bus akdp rute solo-semarang (Studi kasus pada Perusahaan Otobus New Ismo).

LAPORAN TUGAS AKHIR PENGUKURAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN Pengukuran dan analisis beban kerja fisik dan mental pengemudi bus akdp rute solo-semarang (Studi kasus pada Perusahaan Otobus New Ismo).

Hasil pengukuran beban kerja fisik yang telah dilakukan menggunakan denyut jantung untuk perjalanan Solo-Semarang diperoleh sebesar 92,33 denyut/menit dan untuk perjalanan Solo-Semarang-Solo sebesar 89,88 denyut/menit yang termasuk dalam kategori beban kerja ringan. Pengukuran beban kerja mental diperoleh skor untuk kondisi perjalanan pagi-sore sebesar 72,29 dan untuk perjalanan sore-malam sebesar 71,13 yang termasuk dalam kategori beban kerja sedang. Dari kedua kondisi perjalanan faktor/dimensi tuntutan mental dan tuntutan visual adalah dua faktor terbesar yang menyebabkan beban mental.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE FISIOLOGI

ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE FISIOLOGI

Kerja manusia bersifat mental dan fisik yang masing-masing mempunyai intensitas yang berbeda-beda. Tingkat Intensitas yang terlalu tinggi memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan, sebaliknya Intensitas yang terlalu rendah memungkinkan rasa bosan dan jenuh. Karena itu perlu diupayakan tingkat Intensitas yang optimum yang ada diantara kedua batas yang ekstrim tadi dan tentunya untuk tiap individu berbeda. Pekerjaan seperti operator yang bertugas memantau panel kontrol termasuk pekerjaan yang mempunyai kadar intensitas fisik rendah namun intensitas mental yang tinggi, sebaliknya pekerjaan material handling secara manual intensitas fisiknya tinggi namun intensitas mentalnya rendah.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Beban Kerja Fisik Karyawan Industri Batik Tradisional

Beban Kerja Fisik Karyawan Industri Batik Tradisional

Manusia dalam suatu sistem bekerja dan berinteraksi dalam suatu lingkungan, dan dalam perspektif ergonomi keterkaitan dan interaksi antara manusia dan lingkungannya dikenal dengan istilah Environmental Ergonomics atau ergonomi lingkungan. Wignjosoebroto (2008) menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk sempurna tetap tidak luput dari kekurangan, dalam arti segala kemampuannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari diri sendiri (internal), dapat juga dari pengaruh luar (eksternal). Pada prinsipnya ergonomi lingkungan mencakup kondisi sosial, kondisi psikologis, budaya dan organisasi dari lingkungan (Rodahl, 1989). Kesemuanya ini akan membahas bagaimana reaksi manusia terhadap kondisi lingkungan kerja yang akan memberikan respon psikologis dan respon fisiologis sehingga dalam perancangan produk yang sering digunakan di lingkungan kerja yang ekstrim, dapat memperhitungkan faktor lingkungannya, dan dalam kehidupan bahwa antara lingkungan fisik dan manusia saling mempengaruhi. Kata lelah (fatigue) menunjukkan keadaan tubuh fisik dan mental yang berbeda, semuanya berakibat kepada penurunan daya kerja dan berkurangnya ketahanan tubuh untuk bekerja (Suma’mur, 2009). Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Kelelahan diatur secara sentral oleh otak. Pada susunan syaraf pusat terdapat sistem aktivasi (bersifat simpatis) dan inhibisi (bersifat parasimpatis). Istilah kelelahan menunjukkan kondisi yang berbedabeda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. Kelelahan kerja adalah kelelahan yang terjadi pada manusia oleh karena kerja yang dilakukan. Berat ringannya beban kerja yang diterima oleh seseorang tenaga kerja dapat digunakan untuk menentukan berapa lama seorang tenaga kerja dapat melakukan aktivitas pekerjaannya sesuai dengan kemampuan atau kapasitas kerja yang bersangkutan. Dimana semakin berat beban kerja, maka akan semakin pendek waktu kerja seseorang untuk bekerja tanpa kelelahan dan gangguan fisiologis yang berarti atau sebaliknya (Tarwaka, 2004)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KERJA  Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Keterlibatan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KERJA Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Keterlibatan Kerja.

mendeteksi permasalahan, mengatasi kejadian yang tak terduga dan membuat keputusan dengan cepat yang berkaitan dengan pekerjaan dan sejauhmana tingkat keahlian dan prestasi kerja yang dimiliki individu. Sehingga dapat dikatakan bahwa suatu pekerjaan merupakan beban kerja bagi karyawannya jika memiliki beban kerja fisik maupun mental. Beban kerja yang dirasakan oleh seorang pekerja dapat menjadi faktor penekan yang menghasilkan kondisi-kondisi tertentu, sehingga menuntut manusia memberikan energi atau perhatian (konsentrasi) yang lebih yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu (Nurmianto, 2003).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Pembuatan Mie Soun Menggunakan Metode CVL Dan NASA-TLX

Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Pembuatan Mie Soun Menggunakan Metode CVL Dan NASA-TLX

Hasil pengukuran beban kerja mental menggunakan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa beban kerja mental terberat atau sangat tinggi diterima oleh Pemilik UKM dan pekerja dibagian penjemuran dengan rata-rata skor NASA-TLX masing-masing sebesar 88,67 dan 83,55. Pemilik UKM memiliki beban kerja mental sangat tinggi dikarenakan memiliki banyak tugas yang komplek harus diselesaikan sendiri, seperti melakukan pengawasan, membuat atau mengatur jadwal proses produksi, mengatur penjualan produk, merencanakan pengadaan bahan baku, menggaji karyawan, dan membuat laporan keuangan. Tentunya aktivitas kerja tersebut cenderung membutuhkan aktivitas mental seperti berfikir, memutuskan, melihat , mengingat, dan sebagainya. Faktor yang paling dominan mempengaruhi beban kerja mental atau indikator yang sering dipilih Pemilik UKM dapat dilihat pada gambar 3.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects