Top PDF Guru Sebagai Role Model Pendidikan Karak (1)

Guru Sebagai Role Model Pendidikan Karak (1)

Guru Sebagai Role Model Pendidikan Karak (1)

Mengenai kode etik guru Majid ‘Irsan Al-Kailani dalam bukunya “al-fikr al-Tarbawi ‘inda Ibn Taimiyah”, menyatakan 'Ulama adalah Pengganti nabi SAW. Sebagai penerus risalahnya dan penjaga metodenya. Akan tetapi hal ini tidak akan terwujud kecuali jika para Ulama (guru) meneladani rasululloh dalam setiap sendi kehidupannya, perjalanan dan akhlaq beliau (al-Kailani: 1986: 177-178). Karena dalam pribadi Rasulullah terdapat Uswah khasanah bagi setiap umat manusia sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab: 21: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MODEL PENDIDIKAN GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN | Efferi | QUALITY 1905 6255 1 SM

MODEL PENDIDIKAN GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN | Efferi | QUALITY 1905 6255 1 SM

Adapun dasar dikeluarkannya kebijakan sertiikasi bagi guru dan dosen, adalah lahirnya undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Selanjutnya dengan diberikan sertiikasi atau tunjangan profesi ini, diharapkan dapat memberikan dorongan pada peningkatan martabat guru sebagai sebuah profesi, martabat dari sisi pengakuan atas profesi baik secara formal maupun pengakuan dari masyarakat sebagai pengguna jasa profesi. Martabat dari sisi keterdukungan perubahan sisi ekonomis, karena ketercukupan materi yang meningkatkan kedudukan tidak hanya pada social level tapi juga economic level, yang memberikan jaminan rasa aman sehingga dapat bekerja dan berkarya. ide kebijakan ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia. Selain itu, kebijakan tersebut merupakan usaha pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen walaupun seharusnya itu sudah menjadi hak guru dan dosen untuk mendapatkan kesejahteraan hidup yang layak. Dengan demikian setidaknya ada usaha dari pemerintah dalam rangka penyiapan guru-guru di indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 3 Mepanga Melalui Model Pembelajaran Role Playing Pada Mata Pelajaran PKn | AGUS | EDU CIVIC 6168 20413 1 PB

Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 3 Mepanga Melalui Model Pembelajaran Role Playing Pada Mata Pelajaran PKn | AGUS | EDU CIVIC 6168 20413 1 PB

Upaya meningkatakan mutu pembelajaran sudah cukup baik dengan banyaknya model-model pembelajaran yang ada saat ini. Namun, peroses pelaksanaanya yang belum baik diterapkan oleh guru, sehingga pelajaran PKn masih dirasakan sulit oleh sebagian besar siswa di kelas VIII A SMP Negeri 3 Maepanga. Hal tersebut disebabkan oleh suasana belajar yang kurang baik dan tidak ada minat siswa untuk mengikuti pelajaran. Khususnya pada mata pelajaran PKn dimana dalam proses pembelajaran guru sangat dominan dalam memberikan informasi yang mengakibatkan siswa pasif selama proses pembelajaran siswa hanya sebagai pendengar tanpa rasa ingin tahu dan tanpa pertanyaan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BUDAYA SMK NEGERI 1 SAMARINDA

BUDAYA SMK NEGERI 1 SAMARINDA

1.5. Komitmen seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhadap tugas pokok dan fungsinya. Bentuk kegiatan yang mendukung pencapaian visi SMK Negeri 1 Samarinda yaitu a) guru memiliki peran utama (role model), b) setiap enam bulan sekali diadakan kegiatan personal development, yaitu kegiatan yang ditujukan untuk semua guru dengan tujuan menambah ilmu dan wawasan guru. Misalnya kegiatan IHT, seminar dan Diklat profesi.

9 Baca lebih lajut

Role Model di Rumah Sakit Pendidikan | Kusumawati | Jurnal Mutiara Medika 2472 6736 1 SM

Role Model di Rumah Sakit Pendidikan | Kusumawati | Jurnal Mutiara Medika 2472 6736 1 SM

In clinical rotation at teaching hospital, the role of clinical teacher as a good role model was needed to teach attitude, skills and knowledge. The aim of this study is to develop concept of role model based on student’s opinions at school of medicine. This study is descriptive, cross sectional using quantitative and qualitative approach. Collecting data method conducted by distributing of questionaires, indepth interview by the general interview guide approach and direct observation by insider observer. This study conducted at 8 teaching hospitals of FKIK UMY. Sampling method by purposived and criterion refer- enced. The respondents was the students who conduct in longest clinical rotation i.e. 4 major departements at 8 teaching hospitals. This study revealed, 70% of clinical teacher in 4 major departements at 8 teach- ing hospitals is good role model. Regarding Passi’s criterias of role model, 98% of clinical teacher show good clinical skills, 93% show good teaching skills and personal quality respectively. There is similar result of concept of role model from questionaires, indepth interview and direct observation. Based on student’s opinions, a good role model should has good teaching skills such as sufficient of time to assist students, good communication skills, can motivate students, give feedback and has both wide and up date of knowledge.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

11B Model Uji Kompetensi Guru Prajabatan Melalui Pendidikan Profesi Guru

11B Model Uji Kompetensi Guru Prajabatan Melalui Pendidikan Profesi Guru

Hasil penelitian menunjukkan: (1) uji kompetensi guru prajabatan Model – 3 dinyatakan layak oleh 73% responden; (2) sasaran pendidikan profesi guru dari lulusan S1 kependidikan disetujui oleh 80% responden; (3) materi tes seleksi calon peserta pendidikan profesi terdiri dari tes bakat guru, wawasan kependidikan, psikologi perkembangan efektif disetujui oleh 94,2% responden; (4) rancangan kurikulum (mata kuliah, SKS, dan lama studi) pendidikan profesi guru disetujui oleh 68,4%; (5) kualifikasi pengajar pendidikan profesi guru adalah dosen LPTK yang telah lulus S2 dan memiliki sertifikat kompetensi dosen disetujui oleh 93,2% responden; (6) penilaian kompetensi dari unsur pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial disetujui oleh 95,2% responden; (7) cara pengujian kompetensi melalui tes tertulis, tes kinerja dan peer assessment disetujui 81,2% responden; (8) Perguruan tinggi yang dianggap layak untuk menyelenggarakan pendidikan profesi guru adalah LPTK yang telah terakreditasi minimal B disetujui oleh 88% responden; (9) Bentuk penghargaan sertifikat guru disetujui 66,4% responden untuk diaudit kembali secara berkala.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Peningkatan Kualitas pembelajaran IPS Melalui Model Pembelajaran Role Playing Pada Siswa Kelas V SDN Gunungpati 02 Kota Semarang.

Peningkatan Kualitas pembelajaran IPS Melalui Model Pembelajaran Role Playing Pada Siswa Kelas V SDN Gunungpati 02 Kota Semarang.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1)Apakah dengan model pembelajaran role playing, dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran IPS?, (2) Apakah model pembelajaran role playing dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas V SD N Gunungpati 02 dalam pmbelajaran IPS?, (3) Apakah dengan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajara IPS ?. Penelitian ini bertujuan: (1)Meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelaran role playing di SD N Gunungpati 02, (2)Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan model pembelajaran role playing, (3)Meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD N Gunungpati 02 Kota Semarang pada pembelajaran IPS.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI TOLERANSI BERAGAMA SISWA DI SMP NEGERI 1 NGUNUT TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI TOLERANSI BERAGAMA SISWA DI SMP NEGERI 1 NGUNUT TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai edukator dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi beragama siswa di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung dengan menjadi teladan dan role model dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Membentuk kepribadian siswa untuk lebih bisa menerima perbedaan agama dengan memberikan pemahaman tentang ketahuidan. Membimbing dan mengarahkan siswa menjadi manusia sosial. Dan membangkitkan pandangan yang berbeda kepada siswa muslim dengan melihat perbedaan agama sebagai alat meningkatkan keimanan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Front Office Materi Penanganan Check In Tamu Individu Melalui Model Role Playing

Meningkatkan Hasil Belajar Front Office Materi Penanganan Check In Tamu Individu Melalui Model Role Playing

Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk melakukan Penelitian yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Front Office Materi Penanganan Check In Tamu Individu dengan Model Role Playing pada Siswa Kelas XII Akomodasi Perhotelan SMKN 4 Banjarmasin”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana aktivitas guru dalam Front Office Materi Penanganan Check In Tamu Individu dengan Model Role Playing pada Siswa Kelas XII Akomodasi Perhotelan SMKN 4 Banjarmasin. 2) Bagaimana aktivitas siswa dalam Front Office Materi Penanganan Check In Tamu Individu dengan Model Role Playing pada Siswa Kelas XII Akomodasi Perhotelan SMKN 4 Banjarmasin. 3) Apakah terjadi Peningkatan Hasil Belajar Front Office Materi Penanganan Check In Tamu Individu dengan Model Role Playing pada Siswa Kelas XII Akomodasi Perhotelan SMKN 4 Banjarmasin. Manfaat yang diharapkan adalah 1) Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan sebagai bahan kajian materi dalam mengefektifkan kegiatan belajar mengajar tujuan mencapai tujuan pembelajaran, 2) Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat menambah dan meningkatkan kemampuan dalam membimbing dan mensupervisi guru-guru di sekolah agar lebih kreatif dalam pembelajaran, 3) Bagi Peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat menambah dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang berkualitas, agar lebih kreatif dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan keterampilan guru pada mata pelajaran IPS materi peran tokoh-tokoh penting dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia kelas V SD Islam Nurul Yasin Mejobo Kudus, (2) untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan aktivitas siswa kelas V pada mata pelajaran IPS materi peran tokoh-tokoh penting dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia kelas V SD Islam Nurul Yasin mejobo Kudus, (3) untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS materi peran tokoh-tokoh penting dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia kelas V SD Islam Nurul Yasin mejobo Kudus. Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam diri siswa setelah melakukan kegiatan belajar. Perubahan dialami secara keseluruhan artinya perubahan bukan hanya terjadi pada aspek kognitif saja melainkan aspek yang harus diukur yakni aspeksikap (afektif) dan ketrampilan (psikomotorik). Sedangkan IPS merupakan ilmu yang membahas hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Lingkungan dimana anak tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Kajian materinya adalah Peran Tokoh Proklamasi Kemerdekaan yaitu membahas peristiwa penting dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia.Model Role Playing adalah model pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang. Model pembelajaran ini lebih terfokus pada kemampuan memerankan tokoh.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VA MI AL IMAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VA MI AL IMAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG

Pembelajaran terjalin karena adanya interaksi antar komponen belajar, yaitu guru dan siswa. Hal ini diperjelas dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 pasal 1 yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Permendikbud nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum menyebutkan bahwa di dalam pembelajaran, peserta didik didorong untuk menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan yang sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan dan jaman tempat dan waktu ia hidup. Jadi, pembelajaran dilakukan dengan mengaitkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan peserta didik yang sangat kompleks. Hal tersebut dibenarkan oleh Trianto (2010:17) yang mengartikan pembelajaran sebagai aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup.
Baca lebih lanjut

254 Baca lebih lajut

T IND 1302400 chapter5

T IND 1302400 chapter5

1. Penelitian ini diharapkan berimplikasi kepada guru atau pendidik untuk menerapkan model project based learning berorientasi pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis cerpen sebagai salah satu alternatif model pembelajaran terutama dalam pembelajaran menulis. Disarankan kepada guru atau pendidik dalam proses penerapan model ini harus benar-benar menyusun memperhatikan kesiapan teknis dan nonteknik.

4 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG PERISTIWA DAN TOKOH PROKLAMASI KEMERDEKAAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 TRIKARSO TAHUN AJARAN 2017/2018 - UNS Institutional Repository

PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG PERISTIWA DAN TOKOH PROKLAMASI KEMERDEKAAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 TRIKARSO TAHUN AJARAN 2017/2018 - UNS Institutional Repository

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) langkah-langkah penerapan model Role Playing dengan media video yaitu: (a) pemanasan (warming up) menggunakan tayangan video, (b) memilih partisipan, (c) menata panggung, (d) menyiapkan pengamat, (e) memainkan peran, (f) diskusi dan tanya jawab disertai evaluasi berdasar video, (g) memainkan peran ulang, (h) diskusi dan evaluasi berdasar video, (i) sharing dan merangkum materi berdasar video disertai tindak lanjut; (2) penerapan model Role Playing dengan media video dapat meningkatkan pembelajaran IPS tentang peristiwa dan tokoh proklamasi kemerdekaan pada siswa kelas V SD Negeri 2 Trikarso tahun ajaran 2017/2018. Terbukti pada persentase hasil belajar siklus I= 87,49%%, siklus II= 91,66%, dan siklus III= 95,83%; (3) kendala yang dihadapi yaitu memerlukan banyak waktu. Solusi dari kendala tersebut yaitu guru berdiskusi dengan peneliti dan menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk permainan peran sebelum pembelajaran dimulai untuk menghemat waktu.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model role playing berbasis karakter demokratis dan disiplin dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta karakter demokratis dan disiplin pada pelajaran PKn materi keputusan bersama kelas V SDN 1 Mejobo Kudus. Kata Kunci: Hasil Belajar, Role Playing, Karakter Demokratis, Disiplin,

21 Baca lebih lajut

Oleh : Teddy Dyatmika Abstrak - Pengaruh Terpaan Kampanye Sosial dan Role Model Pendidikan

Oleh : Teddy Dyatmika Abstrak - Pengaruh Terpaan Kampanye Sosial dan Role Model Pendidikan

melalui penggabungan 3 potensi manusia yaitu kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Tujuannya adalah agar calon guru memiliki kecerdasan emosional dan spiritual disamping kecerdasan intelektual dan membangun ketiga kecerdasan tersebut pada para siswa (http://www.esqway165.com/id/about-us/). Setelah calon mahasiswa/mahasiswi telah menjadi mahasiswa/mahasiswi IKIP PGRI Semarang, penanaman pendidikan karakter tetap dilakukan. Pada awal masuk IKIP PGRI Semarang, mahasiswa baru mendapatkan materi pendidikan karakter pada acara Pengenalan Kampus. Materi disampaikan oleh instruktur yang bersal dari IKIP PGRI Semarang dalam bentuk seminar. Materi dalam proses belajar mengajar yang disampaikan oleh dosen juga tidak terlepas dari materi pendidikan karakter. Peran dosen dan karyawan IKIP PGRI Semarang sangat penting dalam membentuk perilaku akademik mahasiswa. Itulah kenapa IKIP PGRI Semarang secara rutin memberikan pelatihan kepada karyawan dan Dosen IKIP PGRI Semarang mengenai pendidikan karakter. Hal ini dikarenakan dosen dan karyawan sebagai role model dalam membentuk perilaku akademik mahasiswa IKIP PGRI Semarang.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas V SDN Caturtunggal 3 tahun ajaran 2012 2013

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas V SDN Caturtunggal 3 tahun ajaran 2012 2013

Metode role play yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi berdasar kesimpulan teori dari Suyatno (2009: 123) dan Supardi (2011: 207), yaitu menentukan topik serta tujuan yang ingin dicapai, guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario sebelum KBM, membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing, memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai, memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan, setiap siswa duduk di kelompoknya, sambil memerhatikan dan mengamati skenario yang sedang diperagakan, setelah selesai dipentaskan, setiap siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas, setiap kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya, guru memberikan kesimpulan secara umum dan evaluasi.
Baca lebih lanjut

280 Baca lebih lajut

Pembentukan Kekuatan dan Keutamaan Karak

Pembentukan Kekuatan dan Keutamaan Karak

Pembicaraan mengenai karakter sering diperbincangkan dalam dunia pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan memiliki hubungan dalam mencari ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan. Pentingnya pembentukan karakter dalam pendidikan dapat meningkatkan integritas individu. Individu yang memiliki karakter baik akan bahagia dalam menjalani kehidupan. Kebahagiaan datang dari diri sendiri berdasarkan kekuatan dan keutamaan karakter yang dimilki. Daya spiritual yang dimilki individu merupakan kemampuan untuk menilai dan memperbaiki diri terhadap lingkungannya. Pembentukan watak yang baik akan membantu individu dalam menjalankan aktifitas dan berkembang sesuai dengan lingkungan yang memberi dampak positif terhadap kehidupannya.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Optimalisasi Komposisi Membran Dan Karak

Optimalisasi Komposisi Membran Dan Karak

Komposisi diatas dianggap paling baik untuk pengukuran ion Cu 2+ karena nilai faktor Nernst paling mendekati nilai teoritis (29,59 mV/dekade). Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa harga potensial (mV) pada daerah linear mengalami kenaikan sesuai dengan bertambahnya konsentrasi ion Cu 2+ berada pada konsentrasi 10 -4 - 10 -1 M.

10 Baca lebih lajut

Pengumuman Poskesri Lubuk Karak

Pengumuman Poskesri Lubuk Karak

0754-451579 PENGUMUMAN PELELANGAN UMUMDENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor: 65/Pokja-IV/VI-2012 Pokja IV Empat ULP pada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan melaksanakan Pelelangan Umum den[r]

1 Baca lebih lajut

pengantar karya tugas akhir Fotografi model sebagai bagian promosi lembaga pendidikan model “Studio Model Solo” 3

pengantar karya tugas akhir Fotografi model sebagai bagian promosi lembaga pendidikan model “Studio Model Solo” 3

2009. Dalam Tugas Akhir ini, dirumuskan bahwa masalah yang dikaji adalah bagaimana memvisualkan fotografi model dengan didukung teknik-teknik fotografi yang baik dan bagaimana mengaplikasikan fotografi model tersebut pada media komunikasi visual untuk promosi Studio Model Solo kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan sarana komunikasi visual, dalam hal ini fotografi model. Penerapannya adalah dalam bentuk media cetak poster. Selain itu juga dibuat dalam bentuk media penunjang berupa iklan koran, iklan tabloid, leaflet , kalender, kartu pos ( post card ), standing banner , kaos, topi, pin dan stiker. Tujuan yang diharapkan adalah (1) Untuk menghasilkan dan memvisualkan fotografi model dengan didukung teknik-teknik fotografi yang baik, (2) Untuk menghasilkan dan mengaplikasikan materi fotografi model pada media komunikasi visual untuk promosi Studio Model Solo kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...