Top PDF Hukum Acara Perdata putusan Hakim perdata

Hukum Acara Perdata putusan Hakim perdata

Hukum Acara Perdata putusan Hakim perdata

Menurut bentuknya penyelesaian perkara oleh pengadilan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: Putusan / vonis : Suatu putusan diambil untuk memutusi suatu perkara Penetapan / beschikking : suatu penetapan diambil berhubungan dengan suatu permohonan yaitu dalam rangka yang dinamakan “yuridiksi voluntair”hukum

10 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA

Jadi tuntutan hak yang mengajukan adalah pihak yang berkepentingan, sedang hakim menunggu datangnya tuntutan hak yang diajukan kepadanya “ index ne procedat ex officio ” ( lihat pasal 118 HIR, 142 Rgb.). Hanya yang menyelenggarakan proses adalah negara. Akan tetapi sekali perkara diajukan kepadanya, Pengadilan dilarang menolak untuk memeriksa, mengadili, dan memutus suatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak ada atau kurang jelas, melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya (pasal 10 ayat (1) UU No. 48 tahun 2009).

12 Baca lebih lajut

Hukum Acara perdata HIR.PDF badan hukum perdata

Hukum Acara perdata HIR.PDF badan hukum perdata

Jikalau kita bandingkan penyanderaan (gijzeling) pada saksi yang tersebut dalam pasal ini dengan penyanderaan pihak yang berhutang yang tersebut dalam pasal-pasal 209 dan seterusnya, maka nampak benar, bahwa penyanderaan menurut pasal 209 diatur lebih lengkap, yaitu diatur pula tentang lamanya orang dapat disandera (pasal 210), orang-orang yang tidak dapat disandera (pasal 211) dan tempat-tempat yang dilarang untuk dipakai sebagai tempat menyandera (pasal 212), akan tetapi mengenal penyanderaan saksi tersebut dalam pasal 148 ini tidak diberikan peraturan-peraturan lebih lanjut tentang hal-hal. seperti itu, sehingga penyanderaan saksi dalam pasal 148 ini sulit dipraktekkan. Ada baiknya bahwa di samping itu dibuka kemungkinan oleh undang-undang untuk menuntut saksi yang tidak mau melaksanakan kewajibannya dengan sengaja di muka hakim Dalam pasal 224 KUHP ditentukan bahwa barang siapa yang dipanggil menurut undang-undang sebagai saksi, sebagai ahli atau juru bahasa dengan sengaja tidak memenuhi suatu kewajiban yang menurut undang-undang diharuskan kepadanya, akan dihukum. 1) dalam perkara pidana, dengan pidana penjara selama-lamanya sembilan bulan;
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

T1 312008006 Daftar Pustaka

T1 312008006 Daftar Pustaka

Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan.. Jakarta: Sinar Grafika.[r]

2 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

- Sudikno Mertokusumo : peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya hukum perdata materiil dengan perantaraan hakim. Hukum yang mengatur bagaimana caranya mengajukan tuntutan hak, memeriksa serta memutusnya dan pelaksanaan daripada putusannya

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  STUDI TENTANG EKSEPSI MENGENAI KEWENANGAN RELATIF TERHADAP PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA).

PENDAHULUAN STUDI TENTANG EKSEPSI MENGENAI KEWENANGAN RELATIF TERHADAP PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA).

Hukum Acara Perdata adalah peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya hukum perdata materiil dengan perantaraan hakim atau dengan kata lain hukum acara perdata adalah peraturan hukum yang menentukan bagaimana caranya menjamin pelaksanaan hukum perdata materiil. 3)

11 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata

Hukum Acara Perdata

Agar dalam mempertahankan hak masing-masing pihak itu tidak melampaui batas-batas dari norma yang ditentukan, maka perbuatan sekehendaknya sendiri harus dihindarkan. Jika kita melaksanakan hukum materiil itu sendiri menurut kehendak sendiri atau pihak yang bersangkutan, maka dalam hal ini akan timbullah apa yang dikenal dengan istilah “Main Hakim Sendiri”. Inilah yang justru sangat dikhawatirkan oleh kita semua, sebab dengan keadaan demikian itu tentu saja ketertiban dalam masyarakat tidak akan terjamin lagi, sedangkan ketertiban ini merupakan salah satu tujuan daripada hukum. Maka dari itu, apabila para pihak merasa hak-haknya terganggu dan menimbulkan kerugian, maka orang yang merasa haknya dirugikan dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

hukum acara perdata

hukum acara perdata

adversarial adalah lemah dan pasif. Tidak aktif mencari dan menemukan kebenaran di luar apa yang diajukan dan disampaikan para pihak dalam persidangan. Kedudukan hakim dalam proses perdata sesuai dengan sistem adversarial atau kontentiosa tidak boleh melangkah ke arah sistem inkuisitorial (inquisitorial system). Hak perdata dalam menjalankan fungsi mencari kebenaran, dihalangi oleh berbagai tembok pembatasan. Misalnya, tidak bebas memilih sesuatu apabila hakim dihadapkan dengan alat bukti yang sempurna dan mengikat (akta otentik, pengakuan atau sumpah). Dalam hal itu, sekalipun kebenarannya diragukan, hakim tidak mempunyai kebebasan untuk menilainya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Penerapan Prinsip Hakim Pasif dan Aktif Serta Relevansinya terhadap Konsep Kebenaran Formal | Wijayanta | Mimbar Hukum 16243 30791 1 PB

Penerapan Prinsip Hakim Pasif dan Aktif Serta Relevansinya terhadap Konsep Kebenaran Formal | Wijayanta | Mimbar Hukum 16243 30791 1 PB

Dengan demikian, kita melihat ada kontradiksi di dalam teori dan praktik hukum acara perdata: secara teoretis prinsip hakim pasif adalah prinsip yang dianut (R.v.) sementara dalam praktik prinsip hakim aktif adalah yang dipakai (H.I.R.). Janggalnya lagi, walaupun yang dipakai dalam praktik adalah prinsip hakim aktif, paradigma prin- sip hakim pasif masih merupakan paradig- ma yang lazim digunakan dalam praktik penyelesaian perkara perdata. Hal itu antara lain bisa dilihat dengan masih adanya pu- tusan-putusan yang bersifat tidak menyele- saikan perkara dan berpotensi menimbulkan sengketa dikemudian hari serta putusan- putusan yang walaupun bersifat condemnatoir namun tidak dapat dieksekusi. Untuk itulah, menjadi menarik untuk mengadakan kajian intensif terhadap dinamika kontradiksi penerapan kedua prinsip ini dalam praktik hukum acara perdata serta relevansinya terhadap konsepsi kebenaran formal maupun terhadap kualitas penegakan hukum di bidang hukum perdata di Indonesia.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

peraturan daerah 2010 08

peraturan daerah 2010 08

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata, atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata, Bupati dapat memberi izin tertulis kepada pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan tenaga ahli sebagaimana dimaksud pada ayat (2), untuk memberikan dan memperlihatkan bukti tertulis dan keterangan Wajib Pajak yang ada padanya.

31 Baca lebih lajut

ProvinsiNusaTenggaraTimur 2010 2

ProvinsiNusaTenggaraTimur 2010 2

5 Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata, atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata, Gubernur dapat memberi iz[r]

60 Baca lebih lajut

Perda Kota Mataram Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel1

Perda Kota Mataram Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel1

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata, atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata, Walikota dapat memberi izin tertulis kepada pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), agar memberikan keterangan, memperlihatkan bukti tertulis dari atau tentang Wajib Pajak kepada pihak yang ditunjuk.

16 Baca lebih lajut

SUMBER HUKUM ACARA PERDATA 001

SUMBER HUKUM ACARA PERDATA 001

adalah peraturan Hukum yang mengatur bagaimana cara ditaatinya Hukumperdata materiil dengan peraturan hakim. Lebih kongkrit dikatakan bahwa Hukum Acara Perdata mengatur tentang bagaimana caranya mengajukan tuntutan hak, memeriksa, memutuskan, dan pelaksanaan daripadaputusannya.

3 Baca lebih lajut

Perda Kota Mataram Nomor 7 Tahun 20121

Perda Kota Mataram Nomor 7 Tahun 20121

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata, atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata, Walikota dapat memberi izin tertulis kepada pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), agar memberikan keterangan, memperlihatkan bukti tertulis dari atau tentang Wajib Pajak kepada pihak yang ditunjuk.

26 Baca lebih lajut

PERDA KABUPATEN OKU NOMOR  18 TH 2010 TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

PERDA KABUPATEN OKU NOMOR 18 TH 2010 TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata, atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata, Bupati dapat memberi izin tertulis kepada pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan tenaga ahli sebagaimana dimaksud pada ayat (2), untuk memberikan dan memperlihatkan bukti tertulis dan keterangan Wajib Pajak yang ada padanya.

15 Baca lebih lajut

Perda No 6 Thn 2011 ttg PBB

Perda No 6 Thn 2011 ttg PBB

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di Pengadilan dalam perkara pidana atau perdata atas permintaan hakim seusai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata, Bupati dapat memberikan izin tertulis untuk meminta kepada Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan tenaga ahli sebagaimana dimaksud pada ayat (2), bukti tertulis dan keterangan Wajib Pajak yang ada padanya.

15 Baca lebih lajut

2PERDA NO 4 TAHUN 2005 Pajak walet

2PERDA NO 4 TAHUN 2005 Pajak walet

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata, Kepala Daerah dapat memberi izin tertulis untuk meminta kepada pejabat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dan tenaga ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), bukti tertulis dan keterangan Wajib Pajak yang ada padanya. (6) Permintaan hakim sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), harus menyebutkan nama tersangka atau

12 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  PENDAFTARAN PUTUSAN ARBITRASE UNTUK MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM BAGI PARA PIHAK.

TINJAUAN PUSTAKA PENDAFTARAN PUTUSAN ARBITRASE UNTUK MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM BAGI PARA PIHAK.

Hukum acara perdata Indonesia Putusan Hakim (tidak dibedakan antara hakim Pengadilan Konvensional ataupun hakim arbitrase) adalah suatu pernyataan yang oleh hakim, sebagai pejabat negara yang diberi wewenang untuk itu, diucapkan di persidangan dan bertujuan untuk mengakhiri atau menyelesaikan suatu perkara atau sengketa antara para pihak (Sudikno Mertokusumo 1998: 175). Putusan hakim yang dimaksud bukan hanya diucapkan saja yang disebut putusan, melainkan juga pernyataan yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan kemudian diucapkan oleh hakim di muka persidangan.Sebuah konsep putusan (tertulis) tidak mempunyai kekuatan sebagai putusan sebelum diucapkan di persidangan oleh hakim dan putusan yang diucapkan di muka persidangan tidak boleh berbeda dengan yang tertulis (vonis).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

6 Tahun 2011 PERDA BPHTB PARIMO Net

6 Tahun 2011 PERDA BPHTB PARIMO Net

(5)Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata atas permintaan Hakim sesuai dengan Hukum Acara Perdata, Bupati dapat memberi izin tertulis untuk meminta kepada Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan tenaga ahli sebagaimana dimaksud pada ayat (2), bukti tertulis dan keterangan Wajib Pajak yang ada padanya.

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...