Top PDF Kinerja Guru Ditinjau dari Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Budaya Mutu

Kinerja Guru Ditinjau dari Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Budaya Mutu

Kinerja Guru Ditinjau dari Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Budaya Mutu

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah pembinaan oleh kepala sekolah melalui supervisi kepala sekolah. Dalam proses pendidikan, pengawasan atau supervisi merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya mengoptimalkan penjaminan mutu. Pengawasan atau supervisi pendidikan merupakan usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama kepada guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran (Sahertian, 2008: 19). Hakikat pengawasan pendidikan pada hakikat substansinya (Syaiful Sagala, 2010: 95). Substansi hakikat pengawasan yang dimaksud menunjuk pada segenap upaya bantuan supervisor kepada stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada perbaikan- perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran. Bantuan yang diberikan kepada guru harus berdasarkan penelitian atau pengamatan yang cermat dan penilaian yang objektif serta mendalam dengan acuan perencanan program pembelajaran yang telah dibuat. Proses bantuan yang diorientasikan pada upaya peningkatan kualitas proses dan hasil belajar itu penting, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Jadi bantuan yang diberikan itu harus mampu memperbaiki dan mengembangkan situasi belajar mengajar, sehingga akhirnya meningkatkan kinerjaguru.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi, Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Di MTs Negeri Se-Kabupaten Sragen.

PENDAHULUAN Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi, Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Di MTs Negeri Se-Kabupaten Sragen.

Menurut Sukaetini dalam Riduwan (2009:361) kinerja guru adalah seperangkat prilaku yang ditunjukkan oleh guru pada saat menjalankan tugas dan kewajibannya dalam bidang pengajaran. Danim S. dalam Mustika (2010:86) indikator kinerja guru antara lain : 1) menyusun rencana pembelajaran yaitu persiapan mengajar guru untuk tiap pertemuan, 2) melaksanakan pembelajaran yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui tatap muka yang alokasi waktunya telah ditenatukan dalam susunan program dan diperdalam melalui tugas- tugas, 3) menilai hasil belajar siswa yaitu serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan dan 4) melaksanakan tindak lanjut hasil penialian prestasi belajar peserta didik yaitu peristiwa yang eksternal yang tersusun dalam penggerak proses penguatan terhadap hasil belajar siswa bedasarkan kreteria yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, BUDAYA KERJA, DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU SD SWASTA DI KECAMATAN MEDAN PETISAH KOTA MEDAN.

HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, BUDAYA KERJA, DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU SD SWASTA DI KECAMATAN MEDAN PETISAH KOTA MEDAN.

(trigger) yang dapat memberi inspirasi terhadap para guru dan guru, sehingga inisiatif dan kreativitasnya berkembang secara optimal untuk meningkatkan kinerjanya, (Yuniarsih dan Suwatno, 2008:166). Penelitian yang dilakukan Kurnain (2006) mengungkapkan bahwa produktivitas kerja guru dapat dipengaruhi oleh motivasi kerja. Motivasi kerja yang ada pada seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Supardi dan Anwar (2004:47) mengatakan motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Siagian (2002:255), menyatakan bahwa yang diinginkan seseorang dari pekerjaannya pada umumnya adalah sesuatu yang mempunyai arti penting bagi dirinya sendiri dan bagi instansi. Menurut Heidjachman dan Husnan (2003:197), motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan. Untuk membangun produktivitas dan motivasi pekerja ada dua hal yang harus dilakukan: pertama, carilah pembayaran pekerjaan individual seseorang; dan kedua, bantu mereka mencapai pembayaran untuk setiap tugas tambahan yang diberikan sehingga baik kebutuhan instansi maupun individu tercapai (Timpe, 1999: 61).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, SARANA PRASARANA, DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KABUPATEN KARANGANYAR.

KONTRIBUSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, SARANA PRASARANA, DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KABUPATEN KARANGANYAR.

Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia telah lama dilakukan. Dalam setiap GBHN selalu tercantum bahwa peningkatan mutu merupakan salah satu prioritas pembangunan dibidang pendidikan. Berbagai inovasi dan program pendidikan juga telah dilaksanakan, antara lain penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku ajar dan buku referensi lainnya, peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan lainnya melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualifikasi pendidikan mereka. Peningkatan manajemen pendidikan, serta pengadaan fasilitas lainnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI MOTIVASI KERJA DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH.

KONTRIBUSI MOTIVASI KERJA DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH.

pendidikan, kepemimpinan sekolah yang kuat, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, budaya mutu, teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis, kemandirian, partisipasi warga sekolah dan masyarakat, keterbukaan manajemen, kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik), evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, responsif, dan antisipatif terhadap kebutuhan, akuntabilitas dan sustainabilitas. Selain itu juga kemampuan manajerial kepala sekolah diartikan sebagai seperangkat teknis dalam melaksanakan tugas sebagai manajer sekolah untuk mendayagunakan segala sumber yang tersedia untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. “ Kemampuan manajerial kepala sekolah dapat juga diartikan sebagai suatu kompetensi (kemampuan) mengelola yang harus dimiliki kepala sekolah yang berkaitan dengan t untunan tugas dan pekerjaan” (Akdon, 2002:34).
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Kontribusi Supervisi Akademik, Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri Di Kabupaten Tabanan

Kontribusi Supervisi Akademik, Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri Di Kabupaten Tabanan

masyarakat. Bila ditinjau dari sisi eksistensi sumber daya manusia yang disiapkan melalui pendidikan sebagai generasi penerus, belum sepenuhnya menyentuh tentang akhlak, moral dan jati diri bangsa dalam kemajemukan budaya bangsa mengakibatkan terjadinya krisis moral. Kondisi seperti ini menambah sikap masyarakat yang pesimis terhadap sekolah karena adanya anggapan bahwa sekolah tidak mampu lagi menciptakan mobilitas sosial secara vertikal, sekolah saat ini tidak menjanjikan pekerjaan yang layak, sekolah kurang menjamin masa depan anak yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU PADA SMA NEGERI SE-KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU.

KONTRIBUSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU PADA SMA NEGERI SE-KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU.

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan curahan rahmat dan nikmat kepada sekalian hamba-Nya serta atas karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tesis dengan judul ”Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Guru pada SMA Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau”. Penulisan tesis ini untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi pada Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana, guna memperoleh gelar Magister Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI WILAYAH KERJA UPTD KECAMATAN PASIRJAMBU.

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI WILAYAH KERJA UPTD KECAMATAN PASIRJAMBU.

Pembangunan Pendidikan Nasional secara umum bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang maju, mandiri dan modern. Peningkatan kualitas sumber daya manusia berkaitan erat dengan peningkatan mutu pendidikan. Menyadari akan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terlebih pada masa era globalisasi dewasa ini, pemerintah dan juga kalangan masyarakat melaksanakan berbagai usaha untuk mewujudkan pembangunan pendidikan yang berkualitas. Pemerintah Kabupaten Bandung yang merupakan bagian integral dari sistem Pemerintahan Republik Indonesia telah, sedang, dan terus menerus melakukan upaya untuk mewujudkan pembangunan pendidikan yang berkualitas khususnya pada jenjang Sekolah Dasar Negeri melalui cara peningkatan kualitas dan kuantitas guru dan tenaga kependidikan, peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran, pemenuhan system pembiayaan pendidikan, peningkatan kualitas bahan ajar dan pembelajaran, pengembangan kurikulum dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SMP NEGERI KABUPATEN MAJALENGKA.

KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SMP NEGERI KABUPATEN MAJALENGKA.

Sulistyo - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dalam rangka peringatan Hari Guru Internasional, Minggu, 5 Oktober 2008, mengatakan bahwa kemampuan guru mempersiapkan pembelajaran di kelas masih lemah, guru kurang memiliki gambaran apa yang harus dilakukannya di kelas. Menurutnya, penting untuk menumbuhkan kesadaran internal guru sendiri tentang perbaikan dan perubahan kinerja, guru perlu mengetahui persis kewajiban dan penguasaan kompetensi secara maksimal. Oleh karena itu menurutnya, persoalan peningkatan mutu guru tidak dapat ditawar-tawar lagi, sudah mutlak harus dilakukan, tanpa peningkatan mutu guru, upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kucuran anggaran besar-besaran sia- sia belaka. Sulistiyo mengemukakan semua ini didasarkan pada disertasi hasil penelitiannya dengan menyebar kuesioner, observasi dalam kelas, wawancara mendalam, serta tes psikologi mengenai kemampuan metakognisi guru dalam mempersiapkan pembelajaran, yakni bagaimana guru merancang, memikirkan, dan mengelola bahan ajar. (Mutu Guru Sudah Mutlak Pemerintah Harus Bantu Memperluas Wawasan Guru.http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/06/ 01035533/mutu.guru.sudah.mutlak).
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Kontribusi Pelaksanaan Supervisi Pengawas Sekolah, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru Di SD Se- Kecamatan Bangli

Kontribusi Pelaksanaan Supervisi Pengawas Sekolah, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru Di SD Se- Kecamatan Bangli

Rendahnya prestasi yang diraih oleh peserta didik baik dari segi hasil ujian nasional Kabupaten Bangli dua tahun berturut-turut selalu menjadi juru kunci dari 8 kabupaten dan 1 kota madya dengan nilai rata-rata pada tahun pelajaran 2011/2012 adalah 7,09 sedangkan rata –rata ujian nasional sebali 76,30 dan pada tahun pelajaran 2012/2013 dengan nilai rata-rata 7,59 .Hal ini sudah tentu masih banyak guru belum melaksanakan kinerjanya secara maksimal baik pada tingkat perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran , penilaian, dan tindak lanjut seperti : masih banyak yang tidak mentelah standar kompetensi dan kompetensi dasar, membuat program tahunan, program semester, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran secara optimal, masih ada guru yang tidak memahami menerapan model-model pembelajaran yang inovatif yang mengacu pada Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang standar proses, belum memanfaatkan media atau teknologi pembelajaran, belum memahami menerapan asesmen otentik, dan belum optimalnya dalam melaksanakan tindak lanjut hasil belajar peserta didik. Karena guru tidak melaksanakan profesionalismenya secara maksimal, maka mengakibatkan mutu pendidikan yang diharapkan belum optimal pula.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH, MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI SE KECAMATAN ABANG

KONTRIBUSI SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH, MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI SE KECAMATAN ABANG

kepercayaan diri yang pada akhirnya dapat menumbuhkan motivasi kerja secara intrinsik. 3) Apabila pengawas atau kepala sekolah merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik, sebaiknya disampaikan sesegera mungkin agar tidak lupa. Dalam memberikan umpan balik, sebaiknya supervisor memberikan kesempatan kepada pihak yang disupervisi untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan. 4) Kegiatan supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala bukan menurut minat dan kesempatan yang dimiliki oleh pengawas sekolah. 5) Suasana yang terjadi dalam supervisi berlangsung, hendaknya mencerminkan adanya hubungan yang baik antara supervisor dan yang supervisi. 6) Untuk menjaga agar apa yang dilakukan dan ditemukan tidak hilang atau terlupakan, sebaiknya supervisor membuat catatan singkat berisi hal-hal penting yang diperlukan untuk membuat laporan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Serta Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru IPA SMP Negeri Kabupaten Jembrana

Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Serta Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru IPA SMP Negeri Kabupaten Jembrana

hasil supervisi akademik yang dilaksanakan oleh pengawas SMP Dinas Pendidikaan, Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana menyatakan bahwa masih sebagian besar guru-guru SMP di Kabupaten Jembrana melaksanakan pembelajaran tergolong masih konvensional, artinya guru masih mendominir dalam kegiatan belajar mengajar dengan metode ceramahnya, penggunaan media pembelajaran masih jarang, serta belum semua guru mampu merencanakan pembelajaran yang menjadikan siswa belajar aktif, kreatif dan menyenangkan. Rendahnya kinerja guru merupakan suatu tantangan yang sangat mendasar bagi dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari hasil tes kompetenasi guru SMP secara nasional menunjukkan bahwa 40% guru-guru memiliki kompetensi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Data ini juga dikemukakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) bahwa 40% jumlah tenaga pendidikan tidak layak mengajar, dan hanya 69% dari 1,8 juta guru SMA sampai sekolah lanjutan tingkat atas di Indonesia yang memenuhi standar kompetensi ( Bali Post,2006). Sementara guru di Bali berada diatas rata-rata nasional, yaitu berada pada angka 48% (Bali Post,2004).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Guru Ditinjau dari Pengaruh Persepsi Guru terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja

Analisis Kinerja Guru Ditinjau dari Pengaruh Persepsi Guru terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja

Untuk mendapatkan sosok kepala sekolah yang diharapkan, pertama-tama tergantung pada perbaikan perekrutan, pelatihan, status sosial, dan kondisi para kepala sekolah, mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, karakter profesional, dan motivasi yang tepat jika ingin memenuhi harapan. Mempunyai visi, misi dan program utama sekolah. Langkah kedua kepala sekolah harus piawai dalam pengambilan keputusan yang berorientasi budaya atau dinamika sistem nilai yang berlaku dimana sekolah berada. Ketiga harus pandai mengkomunikasikan keputusan dan menginformasikan keputusan yang dibuat sendiri maupun keputusan partisipatif yang melibatkan berbagai pihak. Langkah ketiga kepala sekolah harus mampu menggerakkan sumber daya manusia yang ada supaya mampu dan mau bekerja dan beradministrasi dengan baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PEMBERIAN MOTIVASI KEPEMIMPINAN DAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PADA GUGUS SD DABIN II KABUPATEN KARANGANYAR.

KONTRIBUSI PEMBERIAN MOTIVASI KEPEMIMPINAN DAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PADA GUGUS SD DABIN II KABUPATEN KARANGANYAR.

Guru sebagai pelatih, dengan dasar bahwa proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Oleh karena itu, guru harus berperan sebagai pelatih, yang bertugas melatih para peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing. Untuk itu diperlukan sosok guru yang inovatif, kreatif, berkualitas dan profesional. Sedangkan kondisi riil yang ada sekarang kinerja guru belum sesuai dengan harapan. Belum banyak guru yang mampu dan mau sebagai inovator dalam pendidikan. Guru lebih nyaman dalam suasana kerja yang rutin.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kontribusi Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, Dan Persepsi Guru Tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru-guru SD

Kontribusi Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, Dan Persepsi Guru Tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru-guru SD

Tujuan pendidikan adalah membantu peserta didik agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan lanjutan. Untuk itu peningkatan kualitas lulusan merupakan misi pokok pendidikan. Sementara itu lulusan sekolah diharapkan menjadi sumber daya manusia yang produktif.

10 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru

Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru

Budaya sekolah memberi gambaran bagaimana seluruh civitas akademika bergaul, bertindak, dan menyelesaikan masalah dalam segala urusan di lingkungan sekolahnya. Kebiasaan mengembangkan diri terutama bagaimana setiap anggota kelompok di sekolah berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan mutu pekerjaannya, merupakan kultur yang hidup sebagai suatu tradisi yang tidak lagi dianggap sebagai suatu beban kerja. Begitu halnya dengan supervisi dalam usaha meningkatkan mutu pembelajaran, bila telah membudaya, guru yang melaksanakannya tidak lagi menganggap bahwa pembinaan bukan merupakan suatu paksaan yang datang dari luar dirinya. Melainkan tradisi akademik yang dijunjung tinggi karena berguna buat sekolah secara keseluruhan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, BUDAYA ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA  Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi, Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Di MTs Negeri Se-Kabupaten Sragen.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, BUDAYA ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi, Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Di MTs Negeri Se-Kabupaten Sragen.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) besar kontribusi kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di MTs Negeri Se-kabupaten Sragen. (2) besar kontribusi budaya organisasi terhadap kinerja guru di MTs Negeri Se-kabupaten Sragen (3) besar kontribusi motivasi kerja terhadap kinerja guru di MTs Negeri Se-kabupaten Sragen (4) besar kontribusi kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di MTs Negeri Se-kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kontribusi Manajemen Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Kerja Guru, Dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar

Kontribusi Manajemen Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Kerja Guru, Dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar

Penilaian kinerja merupakan proses yang diawali dengan pengukuran. Menu- rut Suharsimi Arikunto (2013:2) yang dimaksud dengan mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran (pengukuran bersifat kuantitatif), sedangkan menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk (penilaian bersifat kual- itatif). Sesuai dengan tugas dan kewajiban guru, terdapat lima indikator kinerja guru, yaitu kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar, penguasaan materi yang akan diajarkan, penguasaan metode dan strategi mengajar, kemam- puan mengelola kelas, dan kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi. Tugas pokok seorang guru pada umumnya dibe- dakan tiga macam yaitu, tugas profesional, tugas personal, dan tugas sosial (Sahertian & Sahertian, 1990:38). Hasil yang dicapai secara optimal dari tugas profesional seorang guru dalam proses kegiatan be- lajar mengajar lebih mengarah kepada kemampuan mendesain pembelajaran. Desain pembelajaran tersebut akan diprak- tikkan dalam sebuah kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran. Kinerja guru dimulai dari bagaimana mendesain suatu pembelajar- an yang efektif, dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, dilakukan evaluasi untuk mengukur hasil belajar, dan disusun sebuah rencana tindak lanjut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI SUPERVISI DAN KOMUNIKASI INTERNAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 2 KLATEN.

KONTRIBUSI SUPERVISI DAN KOMUNIKASI INTERNAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 2 KLATEN.

Menurut Asf. Jasmani dan Syaiful Mustofa (2013: 155-156), menyatakan bahwa kinerja merupakan terjemahan dari bahasa Inggris performance atau job performance. Kinerja dalam bahasa Indonesia disebut juga prestasi kerja. Kinerja atau prestasi kerja diartikan sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu. Menurut Prawirosentono (1999: 10), kinerja atau performance merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan maupun etika.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

KEPUASAN KERJA GURU MATEMATIKA DITINJAU DARI PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU

KEPUASAN KERJA GURU MATEMATIKA DITINJAU DARI PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU

Motivasi kerja pada pada dasarnya merupakan dorongan untuk bekerja yang dipicu oleh rangsangan dari luar atau timbul dari dalam diri seseorang melalui proses internaisasi individu tersebut. Setiap orang mempunyai tingkatan dorongan yang berbeda untuk berhasil. Dorongan itu adalah kebutuhan akan prestasi. Orang itu menikmati tantangan dan beban, bergulat untuk mempengaruhi orang lain, lebih menyukai bekerja dalam situasi kompetitif, dan berorientasi pada status, lebih cenderung peduli pada prestise dan memperoleh pengaruh terhadap orang-orang di sekitarnya daripada menunjukkan kinerja yang efektif.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects