Top PDF Metode Komunikasi dalam Al-Qur`An

Metode Komunikasi dalam Al-Qur`An

Metode Komunikasi dalam Al-Qur`An

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang- orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya, karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit, barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang- orang yang kafir. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (at- Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya, barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya, barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (QS. al- Maidah; 44-47) 91
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

KAJIAN KISAH-KISAH DALAM AL-QUR AN (tinjauan historis dalam memahami al-qur an)

KAJIAN KISAH-KISAH DALAM AL-QUR AN (tinjauan historis dalam memahami al-qur an)

Kisah memiliki fungsi edukatif yang sangat berharga dalam suatu proses penanaman nilai-nilai dan ajaran Islam. Islam menyadari sifat alamiah manusia yang menyenangi seni dan keindahan. Sifat alamiah tersebut mampu memberikan pengalaman emosional yang mendalam dan dapat menghilangkan kebosanan serta kejenuhan dan menimbulkan kesan yang sangat mendalam. Oleh karena itu, Islam menjadikan kisah sebagai salah satu metode dalam sebuah proses pembelajaran tentang kehidupan. 1

13 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DALAM MEMBACA AL-QUR AN DENGAN METODE QIRO ATI DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR AN AL-ISHLAHUL AMIN NGALIYAN SEMARANG

KEMAMPUAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DALAM MEMBACA AL-QUR AN DENGAN METODE QIRO ATI DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR AN AL-ISHLAHUL AMIN NGALIYAN SEMARANG

Penulisan transliterasi huruf-huruf Arab Latin dalam disertasi ini berpedoman pada SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Nomor: 158/1987 dan Nomor: 0543b/U/1987. Penyimpangan penulisan kata sandang [al-] disengaja secara konsisten supaya sesuai teks Arabnya.

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. adalah Al-Qur an dan Hadis, Al-Qur an yang disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Saw.

BAB I PENDAHULUAN. adalah Al-Qur an dan Hadis, Al-Qur an yang disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Saw.

Kesamaan secara subtansi karena masing-masing dari peneliti Hadits ini mengkaji dan meneliti satu Hadits yang menjadi sentral penelitian. Sedangkan kesamaan secara metodologi adalah masing-masing dari penelitian hadis ini menggunakan metode syarâh dan takhrȋj Hadis. Sejauh ini penulis meneliti tentang penelitian atau buku-buku yang membahas Hadits Rasul yang menganjurkan makan dengan tangan dan menjilat jari setelah makan dan implikasinya terhadap kesehatan, belum ada yang membahas secara spesifik dengan mendalam, Penelitian yang ada kesamaan baik dalam subtansi maupun metodologi adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB V PEMBAHASAN. A. Tujuan Pembelajaran Terjemah Al-Qur an pada Pendidikan Dasar Islam. Qur an akan lebih memudahkan menghafalkan al-qur an.

BAB V PEMBAHASAN. A. Tujuan Pembelajaran Terjemah Al-Qur an pada Pendidikan Dasar Islam. Qur an akan lebih memudahkan menghafalkan al-qur an.

Menurut Al- Qabisi (324 H / 935 M – 403 H / 1012 M) metode dan tehnik pengajaran dan pembelajaran al-Qur’an adalah melalui menghafal, latihan dan demontrasi serta memahami makna ayat, kemudian dilakukan secara berulang-ulang. 105 Metode pembelajaran terjemah al-Qur’an pada kedua situs dalam data di bab IV, dilakukan justru terbalik dari teori diatas, siswa membaca dan memahami makna al-Qur’an secara lafdziyah dilakukan secara berulang-ulang dengan sendirinya siswa menjadi hafal dan memahami makana sesuai dengan taraf perkembangan berfikir siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Al Qur an dalam Suatu Konteks

Al Qur an dalam Suatu Konteks

Kontekstualisasi al-Qur’an sejatinya upaya menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam al-Qur’an pada tatanan kehidupan. Banyak sarjana Muslim kontemporer yang menawarkan konsep mengaplikasikan ajaran Islam di alam modern yang lengkap dengan kompleksitasnya. Ajaran agama diharap menjadi jawaban atas masalah kekinian. Tentu saja dengan jargoan “al-muhâfadzah ‘alâ qadîmi al-sâlih wa al-ahdhu bi al-jadidi ashlah”. Yakni mengaja tradisi warisan ulama terdahulu sebagai pijakan melihat konteks saat ini dan mengambil hal-hal yang baru dan baik untuk dikompromikan dalam menjawab sebuah permasalahan. Tulisan ini mengambarkan bagaimana memposisikan al-Qur’an dalam melihat fenomena kekinian, tetapi tetap berlandaskan metode klasik. Tulisan ini juga berupaya memberikan gambaran bagaimana menyelesaikan problem dalam suatu konteks dengan melihat historiografi berdasar pada turunnya ayat serta penjelasan ahli al-Qur’an? Untuk memaparkannya, penulis membagi dalam sub judul: sekilas tentang setting historis turunnya wahyu dan asbâb al-nuzûl al-Qur’ân, serta Membaca Turunnya Teks Dalam Suatu Konteks.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Manajemen Pendidikan dalam Perspektif al-qur an Oleh: Husnul Yaqin * Kata kunci: manajemen, pendidikan, dan al-qur an

Manajemen Pendidikan dalam Perspektif al-qur an Oleh: Husnul Yaqin * Kata kunci: manajemen, pendidikan, dan al-qur an

Manajemen sebagai suatu ilmu yang dapat diterapkan dalam berbagai lapangan usaha manusia, termasuk bidang pendidikan, baru lahir pada pertengahan abad ke-19 yang dipelopori oleh Frederick Winslow dan Hendry Fayol dari Perancis. Prinsip-prinsip dasar ilmu manajemen telah banyak ditemukan dalam kitab suci al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Unsur manajemen misalnya, telah ditunjukkan oleh al-Qur’an yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, komunikasi dan pengawasan. Kesemua unsur ini harus berada dalam koridor prinsip yang diajarkan oleh al-Qur’an. Di antara prinsip itu adalah prinsip aqidah/ keimananan, ta’abbudiyah, mengutamakan akhlak yang luhur, bersifat terbuka, bersifat demokratis, bersifat ilmiah, prinsip tolong menolong, dan prinsip perdamaian.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. mata pelajaran, yaitu: Al-Qur an-hadis, Akidah-Akhlak, Al Qur an

BAB I PENDAHULUAN. mata pelajaran, yaitu: Al-Qur an-hadis, Akidah-Akhlak, Al Qur an

Berdasarkan realitas diatas, hasil analisis peneliti faktor yang diduga sebagai penyebab rendahnya Keterampilan memperaktekkan bacaan hukum tajuwid dan minat belajar siswa dalam pembelajaran Al- Qur’an Hadis di MI An Najah Lenteng Sumenep diajarkan tanpa menggunakan media ataupun metode khusus hanya saja guru menjelaskan tanpa adanya pembiasaan pada suatu kelas.

7 Baca lebih lajut

MAKNA KHALÎFAH DALAM AL-QUR`AN: Tinjauan Semantik Al-Qur`an Toshihiko Izutsu - Test Repository

MAKNA KHALÎFAH DALAM AL-QUR`AN: Tinjauan Semantik Al-Qur`an Toshihiko Izutsu - Test Repository

Qur`an merupakan kitab suci yang paling sakral bagi umat Islam, di dalamnya terdapat semua sumber hukum yang berlaku dalam kehidupan umat tersebut. Al- Qur`an sendiri diyakini sebagai kitab suci yang menyimpan banyak pengetahuan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, banyak akademisi yang berusaha untuk memahami al-Qur`an dari berbagai sudut pandang. Pengetahuan yang terdapat di dalam al-Qur`an kemudian diolah kembali sesuai dengan pemahaman sang pembaca menjadi sebuah konsep pengetahuan tersendiri dalam pemikiran pembaca tersebut. Konsep-konsep ini yang nantinya dikenal dengan sebutan tafsir. Penafsiran terhadap al-Qur`an telah dimulai sejak era al-Qur`an diturunkan. Pada masa tersebut metode yang dipakai adalah tafsir Qur`an dengan Qur`an yang meliputi tafsir ayat dengan ayat. Selain itu dikenal juga tafsir Qur`an dengan hadis, dimana penafsir tersebut adalah Nabi SAW sebagai orang yang juga menyampaikan al-Qur`an kepada umatnya. Tafsir al-Qur`an mengalami perkembangan yang cukup luas setelah masa Nabi SAW Ada beberapa aliran tafsir yang muncul kemudian sesuai dengan disiplin ilmu yang dipakai dalam metode penafsiran, antara lain: tafsir mauḍu’i, tafsir bi al-ma’tsūr, tafsir bi al- ra’yi, tafsir sufi, tafsir ‘isyari, tafsir ilmiy dan tafsir sastra. Ragam model penafsiran ini menunjukkan bahwa al-Qur`an bisa dipahami dari berbagai macam pendekatan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

KURIKULUM PEMBELAJARAN AL QUR AN DAN AL

KURIKULUM PEMBELAJARAN AL QUR AN DAN AL

Untuk membentuk nilai-nilai karakter tersebut, ada tiga teori yang dapat membentuknya. Pertama, menurut Muhaimin dkk bahwa pembentukan karakter memiliki tiga tahap yaitu tahap transformasi, guru sekedar menginformasikan nilai-nilai baik dan buruk. Tahap transaksi, menjalin komunikasi timbal balik siswa dan guru dan tahap internalisasi guru dan siswa menunjukkan sikap mental riil sebagai aktualisasi pemahaman nilai. Kedua, menurut Riberi bahwa pendidikan karakter empat tahap pengalaman nilai dialami secara individual dan kolektif penghargaan nilai bersifat bobot intrinsik terdapat dalam nilai dihayati penerimaan nilai sebagai akibat sikap mendukung pengembangan nilai dan pengamalan nilai berdasarkan persetujuan nilai. Ketiga, menurut Ibnu Miskawaih bahwa pembentukan karakter anak memiliki tiga unsur yaitu akal pikiran berpusat kepala yang dapat melahirkan sikap bijaksana, adil dan cerdas. Nafsu, amarah berpusat dada melahirkan marah, cepat tersinggung, dan keras kepala. Syahwat berpusat perut melahirkan perilaku maksiat, rakus, dan malas. Ketiga unsur berpotensi digunakan secara seimbang, dan unsur keadilan sebagai penentu keseimbangan. 17
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Korupsi dalam Perspektif Al-qur`an

Korupsi dalam Perspektif Al-qur`an

kemudian dikaji secara meendalam dari berbagai aspek yanng terkait dengannya, seperti asbabun nuzul, kosa kata dan sebagainya. Semua dijelaskan dengan rinci dan tuntas, dan didukung oleh dalil- dalil atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, baik argumen yang berasal dari Al- Qur`an, hadits, maupun pemikiran rasional. Jadi, dalam metode ini, tafsir Al-Qur`an tidak dilakukan dengan menelusuri ayat demi ayat, tetapi ia mencoba mengkaji Al-Qur`an dengan mengambil sebuah tema khusus dari berbagai macam tema doktrinal, sosial dan kosmologis yang dibahas oleh Al- Qur`an.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

SISTEM PENGAJARAN AL-QUR‟AN PONDOK PESANTREN TA‟MIRUL ISLAM SURAKARTA (Studi metode 5 marhalah/tingkatan pembelajaran Al-Qur‟an).

SISTEM PENGAJARAN AL-QUR‟AN PONDOK PESANTREN TA‟MIRUL ISLAM SURAKARTA (Studi metode 5 marhalah/tingkatan pembelajaran Al-Qur‟an).

Sistem yang berjalan di pondok pesantren tidak lepas dari peran pendiri yang mencita-citakan bisa mencetak generasi penerus yang paham akan ilmu- ilmu agama, terlebih pada pemahaman dan pengamalan Al-Quran. Al - Qur’an, Wahyu Tuhan yang suci, kitab yang tidak ada keraguan telah menjadi petunjuk bagi mereka yang iman akan kekuasaan Tuhan, yang percaya akan kebenaran pimpinan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

16 Baca lebih lajut

MANAGEMEN DAKWAH PERSPEKTIF AL-QUR AN

MANAGEMEN DAKWAH PERSPEKTIF AL-QUR AN

Jika diteliti, terdapat ayat-ayat al-Qur’an yang menggunakan ungkapan yang mendekati dengan pengertian komunikasi. Al-Qur’an juga menjelaskan betapa pentingnya pesan yang disampaikan oleh komunikator dakwah. Al-Qur’an memperkenalkan kata qaulan dalam banyak ayat. Apabila memperhatikan isyarat ayat-ayat yang secara khusus berkaitan dengan cara berbicara –secara simbol komunikasi--, tampak bahwa al-Qur’an seringkali menyamikan ungkapannya dengan ilustrasi pernyataan-pernyataan yang baik, sopan, santun, lemah lembut, berbobot dan sebagainya. Hal ini dapat diturunkan dari isyarat dari term-term digunakan al-Qur’an berkenaan dengan hal-hal tersebut. Pertama, Qaulan ma’rufa (perktaan yang baik), dalam QS. Al-Baqarah: 235, QS. Al-Nisa’: 5, 8, QS. Al-Ahzab: 32.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB V PEMBAHASAN. Al-Qur an Hadits Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur an Siswa

BAB V PEMBAHASAN. Al-Qur an Hadits Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur an Siswa

Kemudian guru juga menerapkan metode tutor sebaya, hal ini dilakukan karena dianggap efektif dan efisien. Dengan metode tutor sebaya dapat membantu siswa dalam belajar membaca Al-Qur’an dan menyeimbangkan antara siswa yang berprestasi dengan siswa yang kurang berprestasi. Selain itu siswa juga belajar bersama teman-temanya satu kelas, mereka tidak akan canggung dan malu untuk bertanya kepada teman mereka tentang masalah belajar terutama dalam belajar membaca Al-Qur’an. Dalam metode ini guru tetap ada di dalam kelas sebagai pembimbing dan pendamping, namun disini siswa yang lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB II KESOMBONGAN DALAM AL-QUR AN DAN PEMAKNAANNYA Ayat- Ayat Sombong dalam Al-Qur an dan Pemaknaannya

BAB II KESOMBONGAN DALAM AL-QUR AN DAN PEMAKNAANNYA Ayat- Ayat Sombong dalam Al-Qur an dan Pemaknaannya

Metode dzikir yang digunakan dalam nafsio terapi ialah dzikir membanngkitkan daya ingat, dzikir kepada hukum-hukum ilahi, dzikir mengambil pelajaran atau peringatan, dan dzikir meneliti proses alam. Dari semua macam-macam dzikir yang ada dalam nafsio terapi semuanya bertujuan untuk membentuk akselerasi (peningkatan) mulai dari renungan, sikap, aktualisasi sampai pada kegiatan memproses alam. Dan merupakan jaminan berakarnya ketenangan dalam diri. Kalau diri selalu terhubung dalam ikatan ketuhanan, maka akan tertanamlah dalam hati sifat-sifat Uluhiah yang berupa ilmu, hikmah dan iman (Sukanto, 1985: 194, 203).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

KORUPSI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

KORUPSI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

kemudian dikaji secara meendalam dari berbagai aspek yanng terkait dengannya, seperti asbabun nuzul, kosa kata dan sebagainya. Semua dijelaskan dengan rinci dan tuntas, dan didukung oleh dalil- dalil atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, baik argumen yang berasal dari Al- Qur`an, hadits, maupun pemikiran rasional. Jadi, dalam metode ini, tafsir Al-Qur`an tidak dilakukan dengan menelusuri ayat demi ayat, tetapi ia mencoba mengkaji Al-Qur`an dengan mengambil sebuah tema khusus dari berbagai macam tema doktrinal, sosial dan kosmologis yang dibahas oleh Al- Qur`an.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KOLABORASI METODE IQRA DAN KARTU HURUF DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR AN

KOLABORASI METODE IQRA DAN KARTU HURUF DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR AN

Salah satu yang digunakan adalah metode iqra. Metode iqra terdiri dari 6 jilid dengan variasi warna cover yang memikat perhatian peserta didik. Selain itu, didalam masing-masing jilid dari buku panduan Iqra telah dilengkapi dengan bagaimana cara membaca dan petunjuk mengajarkan kepada peserta didik.Ada 10 macam sifat-sifat buku Iqro’ yang dapat dijadikan sebagai metode dalam menggunakan buku Iqra agar peserta didik tidak bosan yaitu : Bacaan langsung, CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), Privat, Modul, Asistensi, Praktis, Sistematis, Variatif, Komunika- tif, Fleksibel (Budiyanto, 1995 : 23-24). Masalah rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an juga nampak
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Prinsip Dan Unsur-Unsur Komunikasi Dalam Perspektif Al-Qur an

Prinsip Dan Unsur-Unsur Komunikasi Dalam Perspektif Al-Qur an

Intisari dari informasi Islam ataupun dakwah ialah memberikan bimbingan kepada komunikan agar mampu menjaga nilai-nilai dan martabat kemanusiannya supaya tidak meluntur, supaya martabatnya meningkat mencapai tingkat yang paling tinggi. Namun dalam hal ini komunikator dituntut lebih bijak karena yang menjadi objek informasi itu sendiri bersifat majemuk (beraneka ragam). Faktor sosial, kelas sosial, tempat tinggal bahkan faktor pendidikan dan tingkat pemahaman komunikan akan berpengaruh terhadap informasi yang akan disampaikan dan tentunya mempunyai cara dan metode tersendiri. Salah satu contoh komunikasi yang digunakan komunikator terhadap komunikan yang bermukim di pinggiran laut tidak bisa sama dengan komunikan yang tinggal di pemukiman elit dan mewah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

SANITASI LINGKUNGAN DALAM AL-QUR AN

SANITASI LINGKUNGAN DALAM AL-QUR AN

Qur’an tentang sanitasi lingkungan. Data Sekundernya berupa literatur lainnya yang relevan dan yang mendukung dengan judul di atas. Teknik analisis data peneliti ini menggunakan analisis data kualitatif diskriftif Dengan Metode pendekatan tafsir yang dipakai ialah metode tafsir

18 Baca lebih lajut

menghafal Al Qur an dengan menggunakan metode Yanbu a? dan menghafal Al-Qur an dengan metode Yanbu a?

menghafal Al Qur an dengan menggunakan metode Yanbu a? dan menghafal Al-Qur an dengan metode Yanbu a?

keberadaan jenjang lainnya hingga saat ini. LPI Al Azhaar Tulungagung berstatus mandiri di bawah naungan Yayasan Al Azhaar Tulungagung. LPI Al Azhaar Tulungagung ini sendiri bukan merupakan cabang atau afiliasi dengan Al Azhaar (“aa”) atau Al Azhar (“a”) di manapun. Akte Notaris Yayasan yang telah disebutkan merupakan tanda formal yang cukup kuat. Namun secara bersama-sama sebagai lembaga dakwah dan lembaga pendidikan Islam, Al Azhaar Tulungagung terbuka menjalin silaturahim dan kerjasama dengan lembaga lain. 2
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...