Top PDF OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HYDROXYPROPYL Optimasi Kombinasi Matriks Hydroxypropyl Methylcellulose Dan Xanthan Gum Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Dengan Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HYDROXYPROPYL  Optimasi Kombinasi Matriks Hydroxypropyl Methylcellulose Dan Xanthan Gum Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Dengan Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HYDROXYPROPYL Optimasi Kombinasi Matriks Hydroxypropyl Methylcellulose Dan Xanthan Gum Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Dengan Sistem Floating.

Tablet diformulasi menggunakan metode granulasi basah dalam lima formula dengan perbandingan konsentrasi HPMC dan XG yaitu FI (100% : 0%), FII (75% : 25%), FIII (50% : 50%), FIV (25% : 75%), dan F5 (0% : 100%). Uji yang dilakukan yaitu sudut diam granul, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, floating lag time (FLT), keseragaman kandungan, dan disolusi tablet. Data dianalisis dengan program Design Expert 8.0.5 (trial) model Simplex Lattice Design (SLD).

13 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HYDROXYPROPYL  Optimasi Kombinasi Matriks Hydroxypropyl Methylcellulose Dan Xanthan Gum Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Dengan Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HYDROXYPROPYL Optimasi Kombinasi Matriks Hydroxypropyl Methylcellulose Dan Xanthan Gum Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Dengan Sistem Floating.

Kaptopril adalah senyawa aktif yang berfungsi sebagai inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE) yang banyak digunakan untuk pengobatan gagal jantung dan hipertensi. Kaptopril memiliki waktu paruh yang singkat sehingga cocok untuk dibuat sediaan tablet lepas lambat. Pengembangan tablet kaptopril lepas lambat akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain pengurangan frekuensi pemberian obat dan mengurangi fluktuasi konsentrasi obat dalam darah sehingga menurunkan resiko efek samping. Kaptopril memiliki sifat mudah larut dalam air dan mudah teroksidasi pada pH usus sehingga perlu diperhatikan strategi pengembangan tablet kaptopril lepas lambat yang cukup kuat menahan pelepasan obat dan dapat bertahan dalam lambung dalam waktu yang cukup lama (Asyarie dkk., 2007). Salah satu sistem yang dapat digunakan untuk menahan obat berada dalam lambung dalam waktu yang cukup lama yaitu dengan menggunakan floating drug delivery system (FDDS). Mekanisme kerja FDDS adalah membuat sediaan dapat mengapung diatas cairan lambung karena berat jenisnya lebih kecil dari pada cairan lambung. Pada saat sediaan mengapung di lambung, obat dilepaskan perlahan dengan kecepatan yang dapat ditentukan. Mekanisme mengapung dapat diformulasikan menggunakan polimer yang dapat mengembang seperti HPMC, polisakarida serta komponen effervescent seperti natrium bikarbonat (Khan dan Mohamed, 2009).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Optimasi Kombinasi Matriks Hydroxypropyl Methylcellulose Dan Xanthan Gum Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Dengan Sistem Floating.

PENDAHULUAN Optimasi Kombinasi Matriks Hydroxypropyl Methylcellulose Dan Xanthan Gum Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Dengan Sistem Floating.

Pemilihan dari konsentrasi atas (maksimum) atau konsentrasi bawah (minimum) dari variabel bahan-bahan umumnya didasarkan pada pendapat, pengalaman, dan data dari percobaan sebelumnya. Metode tersebut tidak efektif karena menghabiskan banyak biaya dan waktu. Salah satu metode yang digunakan untuk optimasi bahan yaitu menggunakan SLD. Metode SLD dapat digunakan untuk menentukan proporsi relatif bahan-bahan yang digunakan dalam suatu formula sehingga diharapkan akan dapat dihasilkan suatu formula yang paling baik (dari campuran tersebut) sesuai kriteria yang ditentukan. Jika Xi adalah fraksi dari komponen 1 dalam campuran fraksi, maka:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

PENDAHULUAN Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Matriks yang bersifat hidrofilik seperti Hidroksipropil Metilselulosa dapat digunakan pada tablet floating . Sistem ini mampu mengembang dan diikuti oleh erosi dari bentuk gel sehingga obat dapat terdisolusi dalam media air. Bila bahan- bahan tersebut kontak dengan air, maka akan terbentuk lapisan matriks terhidrasi. HPMC merupakan turunan selulosa yang dapat membentuk gel dalam air. Semakin banyak HPMC maka gel yang terbentuk akan semakin besar dan mengembang sehingga sediaan akan makin terapung dan semakin tinggi konsentrasi HPMC maka gel akan semakin viskos sehingga pelepasan obat di lambung semakin dihambat (Sulaiman dkk., 2007). Penelitian Singh dkk (2011) dan Radke dkk (2010) menunjukkan bahwa penggunaan beberapa jenis HPMC seperti HPMC K4M, K15M, dan K100M mampu menghasilkan tablet kaptopril yang memiliki floating lag time cepat, durasi floating yang lama, dan perpanjangan pelepasan obat di lambung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM KARBOKSI  Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM KARBOKSI Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Pembuatan tablet dilakukan dengan metode granulasi basah, yaitu dengan perbandingan jumlah matriks HPMC dan NaCMC untuk F I (100% : 0%), F II (75% : 25%), F III (50% : 50%), F IV (25% : 75%), F V (0% : 100%). Uji granul dan tablet yang dilakukan: waktu alir granul, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, floating , penetapan kadar kaptopril dan disolusi. Hasil penelitian dianalisis dengan program Design Expert 8.0 model Simplex Lattice Design .

12 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM KARBOKSI  Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM KARBOKSI Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Kaptopril merupakan obat golongan inhibitor Angiotensin Converting Enzyme (ACE) yang banyak digunakan untuk pengobatan hipertensi dan gagal jantung kongesti. Kaptopril stabil pada pH asam dan terdegradasi pada pH tinggi, selain itu kaptopril memiliki waktu paruh yang singkat 1,7 jam setelah pemberian dosis oral sehingga cocok untuk dibuat sediaan tablet lepas lambat (Irawan dan Fudholi, 2009; Hardjasaputra dkk., 2002).

17 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI MATRIKS DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI FILLER  Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI MATRIKS DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI FILLER Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Gambar 5. Pendekatan simplex lattice design untuk hubungan antara HPMC 60SH50 dan Avicel PH 101 terhadap sudut diam granul . 20 Gambar 6. Pendekatan simplex lattice design untuk hubungan antara HPMC 60SH50 dan Avicel PH 101 terhadap keseragaman bobot tablet ................................................................................. 22

12 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI MATRIKS DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI FILLER  Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI MATRIKS DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI FILLER Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Berdasarkan pendekatan farmakokinetik tubuh, jika kadar kaptopril yang memberikan efek (Ct) adalah 0,25 µg/ ml, Vd= 2L/Kg diasumsikan BB= 50 Kg sehingga Vd= 100 L, t 1/2 =3 jam dan Ke= 0,231/jam, maka rate out Kaptopril adalah : Krº = Ct x Ke x Vd= 0,25 µg/ ml x 0,231/jam x 100 L= 5775 µg/jam atau 5,775 mg/jam. Kebutuhan kaptopril dalam tubuh jika bioavaibilitas (F)= 65% adalah R= Kr/F= 5,775/0,65 =8,885 mg/jam (Ritschel dan Kearns, 2004). Kecepatan disolusi yang paling mendekati kecepatan tersebut adalah formula IV. 8. Penentuan Titik Optimum Berdasarkan Simplex Lattice Design
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

PENDAHULUAN Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

Alasan hidroksipropil metilselulosa dikombinasi dengan etilselulosa dalam pengembangan sediaan lepas lambat adalah untuk obat-obat yang kelarutannya cepat didalam air, matriks hidrofilik dikombinasi dengan matriks hidrofobik. Hidroksipropil metilselulosa merupakan matriks hidrofilik. Matriks hidrofilik terbatas penggunaannya untuk obat-obat yang kelarutannya tinggi didalam air dikarenakan difusi melalui gel hidrofilik sangat cepat sehingga untuk mengatasi hal tersebut digunakan kombinasi dengan etilselulosa yang merupakan matriks hidrofobik yang memiliki keuntungan stabilitas baik pada berbagai pH dan kelembaban (Prajapati and Patel, 2010), dengan penambahan etilselulosa maka akan meningkatkan viskositas sehingga pelepasan dapat diperlambat (Rowe et al., 2009). Ganesh and Deecaraman (2011) menunjukkan bahwa kombinasi matriks antara etilselulosa dengan hidroksipropil metilselulosa menghasilkan suatu tablet yang memiliki viskositas yang baik yang akan berpengaruh pada proses swelling, integritas matriks dan kemungkinan floating yang baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKSHIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM ALGINAT UNTUK FORMULA  Optimasikombinasi Matrikshidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Alginat Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKSHIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM ALGINAT UNTUK FORMULA Optimasikombinasi Matrikshidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Alginat Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Dari hasil penelitian, terlihat bahwa mekanisme pelepasan kaptopril dari sediaan dikontrol oleh kedua mekanisme yaitu difusi dan erosi. Mekanisme erosi lebih dominan, dapat dilihat dari harga r untuk persamaan garis kurva kaptopril terdisolusi terhadap akar waktu lebih kecil dibandingkan persamaan garis kaptoril terdisolusi terhadap waktu. Hal ini terjadi karena HPMC bersifat higroskopis sehingga akan menyerap air dan menjadikan tablet basah dan kurang keras. Semakin banyak jumlah HPMC yang ditambahkan maka akan meningkatkan kerapuhan tablet. Menurut Suprapto dan Setiyadi (2010) penambahan HPMC diatas 70 mg dapat meningkatkan kerapuhan tablet dan mengakibatkan menurunya kekerasan tablet, karena kekuatan ikatan antar partikel granul menurun. Hal ini dapat mengakibatkan tablet yang dihasilkan mudah terjadi erosi, tablet tidak kuat dan rapuh.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Optimasi Kombinasi Matriks Natrium Alginat Dan Hydroxypropyl Methylcellulose Untuk Tablet Lepas Lambat Kaptopril Dengan Sistem Mucoadhesive.

PENDAHULUAN Optimasi Kombinasi Matriks Natrium Alginat Dan Hydroxypropyl Methylcellulose Untuk Tablet Lepas Lambat Kaptopril Dengan Sistem Mucoadhesive.

Hydroxypropyl methylcellulose tersusun dari polimer glukosa yang tersubtitusi dengan hidroksipropil dan metil pada gugus hidroksinya mengakibatkan HPMC dapat berinteraksi dengan air membentuk gel. HPMC berbentuk serbuk atau granul, berwarna putih kekuningan, tidak berbau dan tidak berasa. HPMC memiliki kelarutan yang khas dalam cairan lambung, usus serta dalam pelarut organik dan pelarut air. Penggunaan HPMC dalam formulasi tidak berpengaruh terhadap kekerasan tablet, stabil terhadap panas, cahaya, udara dan dapat disesuaikan dengan tingkat kelembaban (Lachman dkk., 1994).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS NATRIUM ALGINAT DAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE UNTUK  Optimasi Kombinasi Matriks Natrium Alginat Dan Hydroxypropyl Methylcellulose Untuk Tablet Lepas Lambat Kaptopril Dengan Sistem Mucoadhesive.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS NATRIUM ALGINAT DAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE UNTUK Optimasi Kombinasi Matriks Natrium Alginat Dan Hydroxypropyl Methylcellulose Untuk Tablet Lepas Lambat Kaptopril Dengan Sistem Mucoadhesive.

Kaptopril merupakan obat golongan ACE inhibitor yang digunakan untuk pengobatan hipertensi dan gagal jantung. Waktu paruh kaptopril yang pendek yaitu 1-3 jam, cocok untuk didesain menjadi sediaan lepas lambat yang dapat bertahan dilambung dalam waktu yang diperlama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi HPMC dan natrium alginat sebagai matriks terhadap sifat alir granul, sifat fisik dan profil disolusi tablet kaptopril sistem mucoadhesive, serta untuk mendapatkan formula optimum. Tablet dibuat lima formula dengan perbandingan HPMC : natrium alginat (FI (100% : 0%), FII (75% : 25%), FIII (50% : 50%), FIV (25% : 75%), dan F5 (0% : 100%) dengan menggunakan metode granulasi basah. Uji yang dilakukan yaitu uji sudut diam granul, keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, mucoadhesive, keseragaman zat aktif dan disolusi tablet. Data dianalisis dengan program Design Expert versi 8.0.5 (trial) model Simplex Lattice Design (SLD). Hasil penelitian semakin banyak natrium alginat dapat menaikkan sudut diam, memperburuk keseragaman bobot, dan menaikkan daya lekat tablet sedangkan semakin banyak HPMC dapat meningkatkan kerapuhan tablet dan kecepatan disolusi. Formula optimum diperoleh dari perbandingan konsentrasi HPMC : Natrium alginat (25%: 75%).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS  Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kombinasi matriks etilselulosa dan hidroksipropil metilselulosa terhadap sifat fisik dan disolus i dan konsentrasi kombinasi matriks yang dapat menghasilkan formula optimum pada tablet lepas lambat floating kaptopril.

14 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS  Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

Matriks hidrofilik seperti hidroksipropil metilselulosa sering digunakan pada tablet floating. Matrik ini juga sering dikombinasi dengan matrik hidrofobik seperti etilselulosa karena matriks hidrofilik terbatas penggunaannya untuk obat-obat yang kelarutannya tinggi didalam air dikarenakan difusi melalui gel hidrofilik sangat cepat sehingga untuk mengatasi hal tersebut digunakan kombinasi dengan etilselulosa yang merupakan matrik hidrofobik yang dapat meningkatkan viskositas sehingga pelepasan obat dari seiaan akan terhambat.

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

PENDAHULUAN Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Kaptopril merupakan senyawa aktif yang berfungsi sebagai inhibitor Angiotensin Converting Enzyme (ACE), banyak digunakan untuk pengobatan hipertensi dan gagal jantung kongesti ( congestive heart failure ) karena efektif dan toksisitasnya rendah dengan cara supresi sistem renin angiotensin aldosteron dan mempunyai kerja menghambat kerja dari ACE ( Angiotensin Converting Enzyme) yang akan merubah angiotensin I menjadi angiotensin II (Irawan dan Fudholi, 2009; Hardjasaputra dkk. , 2002). Kaptopril memiliki waktu paruh yang singkat 1,7 jam setelah pemberian dosis oral sehingga cocok untuk dibuat sediaan tablet lepas lambat. Tablet kaptopril lepas lambat sistem floating akan memberikan beberapa keuntungan kepada pasien yang mengkonsumsi obat ini secara berkesinambungan dalam jangka lama, yaitu pengurangan frekuensi pemberian obat dan mengurangi fluktuasi konsentrasi obat dalam darah sehingga mengurangi efek samping (Nokhodchi dkk ., 2008; Asyarie dkk., 2007).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS NATRIUM ALGINAT DAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE UNTUK  Optimasi Kombinasi Matriks Natrium Alginat Dan Hydroxypropyl Methylcellulose Untuk Tablet Lepas Lambat Kaptopril Dengan Sistem Mucoadhesive.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS NATRIUM ALGINAT DAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE UNTUK Optimasi Kombinasi Matriks Natrium Alginat Dan Hydroxypropyl Methylcellulose Untuk Tablet Lepas Lambat Kaptopril Dengan Sistem Mucoadhesive.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak natrium alginat dapat menaikkan sudut diam, memperburuk keseragaman bobot, dan menaikkan daya lekat tablet sedangkan semakin banyak HPMC dapat meningkatkan kerapuhan tablet dan kecepatan disolusi. Formula optimum diperoleh dari perbandingan konsentrasi HPMC : Natrium alginat (25% : 75%).

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  OPTIMASI FORMULA SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET KAPTOPRIL DENGAN MATRIKS NATRIUM KARBOKSI METILSELULOSA DAN AVICEL PH 102 SEBAGAI FILLER.

PENDAHULUAN OPTIMASI FORMULA SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET KAPTOPRIL DENGAN MATRIKS NATRIUM KARBOKSI METILSELULOSA DAN AVICEL PH 102 SEBAGAI FILLER.

Dalam aplikasinya di dunia farmasi, sering digunakan untuk bahan penyalut, agen pensuspensi, stabilisator, bahan pengikat pada tablet, bahan penghancur pada tablet dan kapsul serta bahan yang mampu meningkatkan viskositas. Na CMC sering dijadikan pilihan utama untuk formulasi sediaan oral dan sediaan topikal karena dapat meningkatkan viskositas. Merupakan matriks hidrofilik dimana mekanisme pelepasan obatnya melalui erosi bentuk gel dan terdisolusi dalam media air serta melalui difusi melewati lapisan matriks terhidrasi (Collett and Moreton, 2002).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA- XANTHAN GUM SEBAGAI MATRIKS PADA PROFIL PELEPASAN TABLET TEOFILIN LEPAS TERKENDALI

PENGARUH KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA- XANTHAN GUM SEBAGAI MATRIKS PADA PROFIL PELEPASAN TABLET TEOFILIN LEPAS TERKENDALI

Dalam penelitian ini, HPMC dikombinasikan dengan xanthan gum untuk memperbaiki sifat alir dari HPMC. Xanthan gum merupakan matriks hidrofilik yang mudah terhidrasi karena bersifat mudah larut dalam air, sehingga setelah kontak dengan medium akan me- ngembang dan mengalami erosi (10). Kombinasi HPMC dan xanthan gum ini diharapkan dapat memberikan sifat-sifat sediaan tablet lepas lambat teofilin yang ideal, yaitu memenuhi persyaratan fisik tablet dan mampu mempertahankan pelepasan obat yang stabil selama waktu tertentu. Sebagai pembanding, tablet teofilin dengan kombinasi HPMC dan xanthan gum sebagai matriks akan dibandingkan dengan sediaan teofilin lepas terkendali yang telah beredar dipasaran. Tablet teofilin yang beredar dipasaran saat ini adalah Rethaphyl SR ® (Kimia Farma)
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI SIFAT FISIK DAN PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DALAM TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MATRIKS KOMBINASI HIDROKSIPROPILMETILSELULOSA DAN XANTHAN GUM.

EVALUASI SIFAT FISIK DAN PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DALAM TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MATRIKS KOMBINASI HIDROKSIPROPILMETILSELULOSA DAN XANTHAN GUM.

Modifikasi obat dalam tahun terakhir ini telah dikembangkan untuk melepaskan obat aktif pada suatu laju yang terkendali. Berbagai produk obat pelepasan terkendali telah dirancang dengan tujuan terapetik tertentu yang didasarkan atas sifat fisikokimia, farmakologik, dan farmakokinetik obat. Tujuan utama produk sediaan obat lepas lambat adalah untuk mencapai suatu efek terapetik yang diperpanjang disamping memperkecil efek samping yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh fluktuasi kadar obat dalam plasma. Produk obat pelepasan terkendali melepaskan obat pada suatu laju yang konstan atau laju order nol. Pelepasan terkendali yang memungkinkan untuk mempertahankan kadar obat terapetik dalam darah, yang memberikan respon klinik yang diperpanjang dan konsisten pada pasien (Shargel, 2005).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI KOMBINASI HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE DAN CARBOMER 940 SEBAGAI MATRIKS TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET FLOATING NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN METODE GRANULASI BASAH.

PENGARUH KONSENTRASI KOMBINASI HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE DAN CARBOMER 940 SEBAGAI MATRIKS TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET FLOATING NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN METODE GRANULASI BASAH.

untuk beberapa waktu. Pada saat sediaan mengapung di lambung, obat dilepaskan perlahan pada kecepatan yang dapat ditentukan, hasil yang diperoleh adalah peningkatan gastric residence time (GRT) dan pengurangan fluktuasi konsentrasi obat dalam plasma. Bentuk ini diharapkan tetap dalam keadaan mengapung (selama 3 atau 4 jam) di dalam lambung dan tidak akan terpengaruhi oleh pengosongan lambung karena mempunyai densitas yang lebih rendah dari pada kandungan lambung. Keuntungan dari bentuk floating system adalah dapat mengontrol frekuensi pemberian obat karena obat memiliki kemampuan mengambang kemudian mengapung di dalam lambung untuk beberapa waktu, sedangkan kerugian dari bentuk floating system adalah tidak bisa untuk obat-obat yang absorbsinya jelek di lambung (Sulaiman, 2007).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...