Top PDF Pembuatan Bioetanol dari Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan Bioetanol dari Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan Bioetanol dari Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan bioetanol dari biji durian berlangsung melalui dua tahap, yaitu melalui proses hidrolisis pati biji durian menjadi glukosa dan dilanjutkan dengan proses fermentasi glukosa menjadi etanol dengan bantuan ragi Saccharomyces cerevisiae. Proses konversi karbohidrat menjadi gula sederhana disebut dengan hidrolisis. Hidrolisis dapat diartikan sebagai reaksi yang terjadi antara suatu zat dengan air (H2O) sehingga zat tersebut akan mengalami penguraian (Ismuyanto, dkk, 2013). Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam pada proses fermentasi untuk mendapatkan bioetanol (Seftian, dkk, 2012). Bertambahnya waktu hidrolisis, kontak antar reaktan menjadi semakin lama dan semakin mendekati sempurna membentuk produk sedangkan dengan bertambahnya suhu hidrolisis semakin banyak glukosa yang terbentuk (Apriliani & Agustinus, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol Dari Biji Durian (Durio zibethinus)

Pembuatan Bioetanol Dari Biji Durian (Durio zibethinus)

Pembuatan bioetanol dari biji durian berlangsung melalui dua tahap, yaitu melalui proses hidrolisis pati biji durian menjadi glukosa dan dilanjutkan dengan proses fermentasi glukosa menjadi etanol dengan bantuan ragi Saccharomyces cerevisiae. Proses konversi karbohidrat menjadi gula sederhana disebut dengan hidrolisis. Hidrolisis dapat diartikan sebagai reaksi yang terjadi antara suatu zat dengan air (H2O) sehingga zat tersebut akan mengalami penguraian (Ismuyanto, dkk, 2013). Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam pada proses fermentasi untuk mendapatkan bioetanol (Seftian, dkk, 2012). Bertambahnya waktu hidrolisis, kontak antar reaktan menjadi semakin lama dan semakin mendekati sempurna membentuk produk sedangkan dengan bertambahnya suhu hidrolisis semakin banyak glukosa yang terbentuk (Apriliani & Agustinus, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

SKRIPSI PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang selalu membimbing penulis dalam menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Pembuatan Bioetanol Dari Pati Biji Durian Dengan Hidrolisis enzim amilase Fermentasi Menggunakan Zymomonas mobilis ”. Skripsi ini disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana di Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

12 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

I. PENDAHULUAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan bioetanol menggunkan pati biji durian. Untuk menghasilkan glukosa dari pati biji durian akan dilakukan hidrolisis menggunakan katalisator enzim. Enzim yang digunakan dalam hidrolisis biji durian adalah alpha-amylase dan gluco-amylase . Selanjutnya, pati yang telah dihidrolisis digunakan sebagai substrat untuk produksi bioetanol dengan cara fermentasi. Fermentasi bioetanol dari pati biji durian dilakukan menggunakan bakteri Zymomonas mobilis . Bakteri ini karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan Saccharomyces cerevisiae .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Negara Indonesia merupakan negara agraris yang salah satu produknya adalah buah-buahan. Sebagian besar dari buah-buahan menhasilkan limbah yang dan tidak dimanfaatkan. Biji durian adalah limbah dari buah durian yang banyak ditemukan dan belum dimafaatkan. Biji durian merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bioetanol, karena memiliki kandungan karbohidrat 43,6 gram dalam 100 gram biji durian. Produksi bioetanol dari biji durian diharapkan dapat mengatasi masalah bahan bakar dan kebutuhan etanol di Indonesia. Untuk produksi etanol dilakukan fermentasi pada pati biji durian yang telah dihidrolis menggunakan enzim amylase ( α -amylase dan glucoamylase) oleh Zymomonas mobilis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan enzim amylase dalam menghidrolisis pati biji durian dan kemampuan zymomonas mobilis dalam produksi etanol dari pati biji durian. Produksi etanol dilakukan secara anaerob menggunakan botol plastik kedap udara. Hidrolisis pati biji durian dilakukan dengan pelakuan pemanasan, penambahan α -amylase dan penambahan glucoamylase dengan variasi kosentrasi (2, 3, 4, 5 dan 6% b/v) pati biji durian. Hidrolisis menggunakan enzim memberikan pengaruh yang berbeda pada pemanasan, penambahan α -amylase dan penambahan glucoamylase dalam pemecahan pati. Semakin tinggi kosentrasi pati akan menghasikan gula reduksi yang semakin tinggi. Fermentasi pada hidrolisat (pati terhidrolisis) menggunakan Z. mobilis dilakukan dengan variasi kosentrasi dan lama fermentasi dengan hasil semakin tinggi kadar etanol paling tinggi pada hari ke-4 dengan kosentrasi pati biji durian 4, 5 dan 6 % (b/v) berturut-turut sebesar 5,743%, 5,499% dan 5,975%. Hasil ini juga membuktikan bahwa Z. mobilis dapat digunakan untuk produksi etanol dari limbah organtik yang mengandung karbohidrat tinggi seperti pada limbah biji durian.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Minarni, N., Bambang I., dan Sutrisno. 2013. Pembuatan Bioetanol dengan Bantuan Saccharomyces cerevisiae Dari Glukosa Hasil Hidrolisis Biji Durian (Durio zhibetinus). Student Journal; Vol. 1, No. 1, Hal. 36-42. Moo Young, M. 1985. The Practice of Biotechnology: Specialty Products and

38 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI ASAM SULFAT DAN VARIASI MASA RAGI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN

PENGARUH KONSENTRASI ASAM SULFAT DAN VARIASI MASA RAGI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN

Tanaman durian (durio zibethinus) merupakan salah satu hasil perkebunan yang telah lama ada di Indonesia. Biji durian yang ada selama ini belum dimanfaatkan dengan baik, padahal biji durian mempunyai beberapa kandungan yang bisa dimanfaatkan, seperti kandungan pati 43,6 % untuk biji durian yang masih segar. Oleh karena itu biji durian berpotensial untuk diolah menjadi bioetanol dengan cara fermentasi.Sebelum dilakukannya proses fermentasi terlebih dahulu dilakukan proses hidrolisa dengan menggunakan asam sulfat. Yang bertujuan untuk mengubah pati menjadi gula sederhana yang selanjutnya difermentasi dengan menggunakan ragi roti.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

II. TINJAUAN PUSTAKA PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Durian (Durio zibethinus Murr.) termasuk dalam suku Bombacaceae yang hanya terdapat pada daerah tropis. Tiap pohonnya dapat menghasilkan 80 sampai 100 buah, bahkan hingga 200 buah terutama pada pohon yang tua. Tiap rongga buah terdapat 2 sampai 6 biji atau lebih. Buah durian berbentuk kapsul yang bulat, bulat telur atau lonjong, berukuran panjang mencapai 25 cm, berwarna hijau sampai kecoklatan, tertutup oleh duri-duri yang berbentuk piramid lebar, tajam dan panjang 1 cm (Rukmana,1996). Menurut Heyne (1987), klasifikasi durian, yaitu:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN BANTUAN Saccharomyces cerevisiae DARI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS BIJI DURIAN (Durio zhibetinus) , Sutrisno

PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN BANTUAN Saccharomyces cerevisiae DARI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS BIJI DURIAN (Durio zhibetinus) , Sutrisno

This research aim to produce bioethanol from durian seeds that have been hydrolyzed by hydrochloric acid. Hydrolysis yield glucose fermented into ethanol by S.cerevisiae with variation of fermentation pH. Produced ethanol levels were determined using the method cawan conway. Based on the research that has been conducted with the highest glucose levels were obtained in glucose syrup for 36400 ppm by hydrolysis using 4 M HCl and glucose on the cake for 20100 ppm by hydrolysis using 1 M HCl. With a glucose substrate concentration 8000 ppm, the highest levels of ethanol produced for 1.61% (v/v) at fermentation pH 4.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

III. METODE PENELITIAN  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

III. METODE PENELITIAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Medium nutrien agar (NA) dapat dibuat dengan mencampurkan 1000 ml aquadest, 5 g pepton, 3 g beef exctract dan ditambahkan 15 gram agar. Pelarutan bahan-bahan tersebut dilakukan pada suhu 100 o C menggunakan microwave hingga didapatkan kondisi homogen, lalu didinginkan pada suhu 40 o C hingga mengeras. Pada pembuatan medium agar miring, medium yantg telah dipanaskan dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 10 ml. Tabung reaksi disimpan pada posisi miring hingga memadat. Medium disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121 o C tekanan 1 atm selama 15 menit.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiaedari Glukosa Hasil Hidrolisis Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan Bioetanol Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiaedari Glukosa Hasil Hidrolisis Biji Durian (Durio Zibethinus)

Sampel biji durian yang telah dikupas sampai benar-benar putih dipotong-potong membentuk kotak-kotak kecil ditimbang sebanyak 2,5 g lalu ditambahkan aquades sebanyak 20 ml kemudian dipanaskan pada suhu 70 o C selama 3 jam menggunakan penangas air. Dipisahkan antara biji durian matang (cake biji durian) dengan larutannya kemudian masing- masing diukur kadar glukosanya menggunakan metode DNS. Dilakukan hal yang sama dengan variasi konsentrasi HCl 1, 2, 3, dan 4 M.

7 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Sacharomyces cerevisiae.

PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Sacharomyces cerevisiae.

Bahan bakar berbasis nabati salah satu contohnya adalah bioetanol. Bioetanol dapat dibuat dari sumber daya hayati yang melimpah di Indonesia. Bioetanol dibuat dari bahan-bahan bergula atau pati seperti singkong, tebu, nira, sorgum, ubi jalar, dan lain-lain. Salah satu negara yang menggunakan bioetanol adalah Brazil. Negara Brazil telah menggunakan etanol hasil fermentasi gula tebu dicampur dengan bensin dan dikenal sebagai gasohol semenjak tahun 1975, dengan kandungan etanol dalam bensin sekitar 20-25%. 4

10 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI DURIAN (Durio zibethinus) SEBAGAI SUBSTRAT ALTERNATIF PEMBUATAN TEMPE BIJI DURIAN DENGAN PERBANDINGAN KADAR RAGI DAN LAMA FERMENTASI

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI DURIAN (Durio zibethinus) SEBAGAI SUBSTRAT ALTERNATIF PEMBUATAN TEMPE BIJI DURIAN DENGAN PERBANDINGAN KADAR RAGI DAN LAMA FERMENTASI

Tempe merupakan produk pangan yang sangat populer di Indonesia yang diolah dengan proses fermentasi kedelai dalam waktu tertentu menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Limbah biji durian (Durio zibethinus) menjadi substrat alternatif pada pembuatan tempe merupakan suatu inovasi pengganti kedelai dalam pembuatan tempe. Disini telah dilakukan penelitian terhadap tempe biji durian, dengan variabel yang diteliti : kadar ragi dan lama fermentasi. Berdasarkan hasil analisis kimia dan uji organoleptik diperoleh tempe biji durian yang disukai konsumen yaitu pada perlakuan F3R3 (proporsi 2 % kadar ragi dan 72 jam lama fermentasi : 100 gr biji durian).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI.

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI.

dilakukan pada suhu 100ºC selama 1 jam dan diaduk dengan menggunakan magnetik stirrer. Sebelum difermentasi ekstrak hasil hidrolisis dilakukan pengaturan pH menggunakan NaOH hingga mencapai pH 4,5 dan pH 2 dengan penambahan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) sebanyak 9% dari volume larutan. Fermentasi dilakukan secara anaerob selama 4 hari. Larutan hasil fermentasi didistilasi pada suhu 78-88ºC. Etanol yang diperoleh kemudian dilakukan uji GC-MS untuk mengetahui komponen yang terdapat dalam bioetanol.

1 Baca lebih lajut

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI

ditambahkan nutrien berupa NPK dan urea sebanyak 1,8 gram kemudian diaduk sampai homogen. Fungsi penambahan nutrien adalah sebagai sumber makanan bagi bakteri Saccharomyces cereviae. Starter yang telah disiapkan sebanyak 54 mL dimasukkan kedalam larutan hasil hidrolisis sebanyak 546 mL. Pemilihan ragi roti pada fermentasi ini karena ragi roti tahan terhadap konsentrasi asam yang tinggi serta mampu menghasilkan alkohol dengan kadar tinggi (Kartika dkk, 1992). Fermentasi dilakukan untuk menguraikan gula yang terkandung dalam tepung biji durian menjadi bioetanol dan CO 2 . Jumlah bioetanol yang dihasilkan
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Pembuatan Susu Dari Isolat Protein Biji Durian   (Durio zibethinus).

Pembuatan Susu Dari Isolat Protein Biji Durian (Durio zibethinus).

2 langsung ataupun diolah menjadi makanan lain. Sumatera Utara merupakan penghasil durian terbanyak di Indonesia, menurut Badan Pusat Statistika tahun 2007, produksi durian di Sumatera Utara dalam setahun mencapai 126.211 ton (BPS Indonesia, 2007). Di Medan, tidak perlu menunggu musim durian tiba bila ingin menikmatinya, karena ada beberapa tempat yang selalu menjual durian meski bukan musimnya. Buah durian tersebut menghasilkan limbah salah satunya adalah biji durian.

64 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI RAMBUTAN.

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI RAMBUTAN.

Dari hasil penelitian Biji Rambutan ini diperoleh hasil terbaik setelah fermentasi yaitu 9,95% dengan kondisi hidrolisis enzim menggunakan enzim alfa-amilase 2,5ml, gluko-amilase 2,5 ml dengan waktu hidrolisis selama 20menit setelah itu dilakukan proses fermentasi selama 7hari dengan penambahan saccharomyces cerevisiae 3%. Sedangkan untuk glukosa sisa hasil fermentasi paling sedikit 1,25% pada waktu fermentasi 8hari penambahansaccharomyces cerevisiae 4%. Hasil yang diperoleh ini masih kurang baik karena kandungan pati pada biji rambutan ini masih sedikit sekitar 248,0901 m/l sehingga glukosa yang diperoleh setelah proses hidrolisis berkisar 8,35%, bila dibandingkan dengan hasil bioetanol dari biji durian hanya memerlukan lama fermentasi 3hari dan perbandingan massa tepung biji durian dengan massa
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

Durian (Durio zibethinus) merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur) [15].
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

Durian (Durio zibethinus) merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur) [15].
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

CONTOH PERHITUNGAN L.2.1 Contoh Perhitungan Densitas Bioetanol Berat piknometer kosong w1 = 21,176 gr L.2.2 Contoh Perhitungan Kadar Bioetanol Berdasarkan Densitas Perhitungan unt[r]

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects