Top PDF Pengaruh Sinetron “Anak Jalanan” Terhadap Perilaku Remaja Di Kota Samarinda

Pengaruh Sinetron “Anak Jalanan” Terhadap Perilaku Remaja Di Kota Samarinda

Pengaruh Sinetron “Anak Jalanan” Terhadap Perilaku Remaja Di Kota Samarinda

Selain faktor media massa, terdapat juga faktor-faktor pendukung lain yang turut mempengaruhi perilaku remaja di Kota Samarinda. Di antaranya, faktor keluarga, seperti dalam kasus Subjek A. Peran kedua orang tua tidak berjalan maksimal karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan anak terabaikan. Selanjutnya, faktor lingkungan masyarakat atau tempat dimana seorang remaja itu tinggal. Dalam kasus yang diteliti ditemukan bahwa rata-rata remaja yang meniru tayangan sinetron tersebut menaruh perhatian terhadap pesan-pesan yang disaksikan di TV dan berusaha mewujudkannya dalam bentuk aksi yang sama, VHSHUWL GDODP NDVXV µ*HQJ 0RWRU 2JDQ¶ ,QL \DQJ GLVHEXW VHEDJDL individual difference theory. Hal ini juga menjelaskan kenapa banyak remaja lain yang menjadi penonton aktif sinetron tersebut justru memiliki pilihan berbeda dengan kasus yang disebutkan sebelumnya. Remaja yang lain hanya menjadi penikmat tanpa merasa perlu meniru apa yang disaksikan di sinetron tersebut.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Hubungan Karakteristik dengan Perilaku Seksual Anak Jalanan di Kota Makassar

Hubungan Karakteristik dengan Perilaku Seksual Anak Jalanan di Kota Makassar

Pada umumnya perilaku seksual yang dilakukan oleh anak jalanan muncul karena adanya rasa ingin tahu yang besar dan adanya dorongan untuk mencoba pengalaman baru di masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makasar. Penelitian ini meng- gunakan rancangan cross sectional study. Populasi adalah semua anak jalanan di Kota Makassar berjumlah 500 anak sampai September 2013. Sampel merupakan sebagian dari anak jalanan yang diperoleh dengan metode acci- dental sampling selama penelitian berlangsung, sebanyak 212 responden. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square yang berguna untuk menguji hubungan atau pengaruh dua buah variabel nominal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara umur (p=0,001;p=0,023), aktivitas (p=0,029;p=0,000), hubungan dengan orang tua (p=0,012;p=0,006) dan tingkat ketaatan beragama (p=0,000;p=0,000) dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makassar. Sedangkan 3 (tiga) variabel yaitu lama di jalanan, pendidikan dan tempat tinggal tidak terdapat hubungan dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makassar.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Menonton Tayangan Kekerasan pada Sinetron Anak Jalanan di RCTI terhadap Perilaku Agresif Anak di SMP Negeri 3 Sinjai Utara - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pengaruh Menonton Tayangan Kekerasan pada Sinetron Anak Jalanan di RCTI terhadap Perilaku Agresif Anak di SMP Negeri 3 Sinjai Utara - Repositori UIN Alauddin Makassar

Banyak hiburan dalam tayangan televisi yang disuguhkan kepada penonton, salah satu acara yang menjadi andalan bagi para pemilik stasiun televisi untuk menjaring pemirsa dan iklan adalah sinetron. Sinetron yang cukup populer dan digemari anak-anak dan remaja saat ini adalah “ Anak Jalanan ” yang ditayangkan di RCTI. Sinetron ini merupakan produksi SinemArt yang mulai tayang sejak 12 Oktober 2015. Sinetron ini dibintangi oleh Steven William, Natasha Wilona, Immanuel Caesar Hito, Cut Meyriska, Megan Domani, dan Mezty Mez. Meski sukses dalam urusan rating, namun sinetron ini rupanya tidak luput dari sorotan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat karena terdapat banyak adegan kekerasan, contohnya menampilkan adegan pengeroyokan oleh sekelompok geng motor hingga membuat korban pingsan. KPI Pusat menilai adegan tersebut berpotensi ditiru oleh remaja yang menonton dan berdampak negatif. Sebagaimana teori yang dipopulerkan oleh Albert Bandura yang mengatakan bahwa manusia tidak hanya belajar melalui pengalaman tapi juga melalui peniruan.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Paparan Pornografi terhadap Perilaku Seksual Berisiko pada Anak Jalanan di Kota Cimahi

Paparan Pornografi terhadap Perilaku Seksual Berisiko pada Anak Jalanan di Kota Cimahi

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Mandey, et al yang menyatakan bahwa ada hubungan an- tara akses ke media pornograi dengan per- ilaku seksual pranikah berisiko. Pengaruh media massa dan internet sering diadopsi da- lam kehidupan sehari-hari. Media dapat ber- peran dalam mentransformasikan perubahan nilai seksualitas yaitu dari situs-situs internet yang dengan mudahnya diakses sehingga banyak remaja yang mulai mencari-cari tahu bahkan mempraktekkan hal-hal yang belum pantas dilakukan bersama pasangan karena mereka melihat seks itu menyenangkan dan dapat diterima lingkungan (9).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH TAYANGAN SINETRON ANAK JALANAN TERHADAP PERILAKU ANAK THE INFLUENCE ANAK JALANAN SOAP OPERA THROUGH BEHAVIOURAL CHILDREN Diky Wiriyanto Bahari

PENGARUH TAYANGAN SINETRON ANAK JALANAN TERHADAP PERILAKU ANAK THE INFLUENCE ANAK JALANAN SOAP OPERA THROUGH BEHAVIOURAL CHILDREN Diky Wiriyanto Bahari

Anak jalanan merupakan sebuah sinetron produksi Sinemart yang ditayangkan di RCTI. Sinetron ini mulai tayang pada hari Senin, 12 Oktober 2015. Pemeran yang terlibat di dalamnya ialah Stefen William, Natasha Wilona, Immanuel Caesar Hito, Cut Meyriska, Megan Domani, Mezty Mez dan masih banyak lagi. Sinetron ini mengisahkan tentang percintaan remaja SMA di tengah intrik geng motor yang saling bersitegang, antara geng Warrior dan Serigala. Boy (Stefan William) adalah seorang remaja berpenampilan keren dan cuek tetapi juga saleh dan tampan. Gaya Boy yang keren dan gagah saat mengendarai motor dan sering memenangkan balapan, membuat ia digilai gadis-gadis seusianya. Sikapnya yang penuh kharisma khas anak muda, membuatnya ditunjuk sebagai ketua perkumpulan anak motor Warrior. Tidak hanya di area balap, di sekolah pun Boy menjadi idola. Sikapnya yang ramah, cuek tapi pintar dan atletis, membuatnya selalu menjadi pusat perhatian.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Sinetron Anak Jalanan terhadap Perilaku Siswa SMKN 1

Sarudu

Pengaruh Sinetron Anak Jalanan terhadap Perilaku Siswa SMKN 1 Sarudu

1. Sinetron Anak Jalanan yang tayang di RCTI sesuai akumulasi tanggapan responden hasil penelitian menunjukkan persentasi tertinggi 38% adalah responden suka terhadap sinetron Anak Jalanan karena beberapa faktor sesuai indikator yang telah diuraikan pada variabel X yakni menarik dari segi pemain adegan dan bahasa yang digunakan dalam sinetron. Adapun rincian persentasi menyatakan sangat suka sebesar 8% karena selain menayangkan perilaku negatif, sinetron ini juga menayangkan sesuatu perilaku yang baik, menyatakan suka 38% karena sinetron ini menarik dan sesuai untuk remaja, menjawab ragu-ragu 15% karena tidak semua perilaku dapat terpengaruh oleh tayangan sinetron Anak Jalanan, tidak suka 29% karena tayangan sinetron ini lebih banyak menayangkan perilaku kekerasan dari pada perilaku yang positif dan menyatakan sangat tidak suka 10% karena sinetron ini kurang mendidik bagi para penontonnya terutama remaja yang masih dalam jenjang pendidikan setingkat SMA/SMK.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

Pengaruh terpaan sinetron anak jalanan terhadap perilaku agresif remaja di Kecamatan Pondok Aren

Pengaruh terpaan sinetron anak jalanan terhadap perilaku agresif remaja di Kecamatan Pondok Aren

Penggunaan teori kultivasi ini ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan, yaitu untuk menjelaskan ada tidaknya pengaruh antara terpaan media di televisi terhadap perilaku agresif re[r]

30 Baca lebih lajut

PERILAKU PENONTON SINETRON ANAK JALANAN PADA REMAJA DI SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Penonton SinetronAnak Jalanan Pada Remaja di Surabaya)

PERILAKU PENONTON SINETRON ANAK JALANAN PADA REMAJA DI SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Penonton SinetronAnak Jalanan Pada Remaja di Surabaya)

Media televisi saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat karena melalui media layar kaca inilah masyarakat menjadi tahu dan terus mengikuti perkembangan bidang-bidang kehidupan yang sedang trend atau membudaya di kota tertentu atau dunia. Pemirsa akan ketinggalan informasi maupun budaya massa yang terus menerus mengalami perubahan, baik secara perlahan maupun instan. Televisi telah menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan hiburan maupun informasi. Semakin tingginya minat masyarakat dalam menonton televisi, baik itu dari kalangan orang tua, remaja dan anak-anak telah ikut meningkatkan bisnis penyiaran di Indonesia, sehingga banyak stasiun-stasiun televisi bersaing dalam menyuguhkan berbagai macam acara untuk menarik masyarakat menontonnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Jam Prime Time Televisi Menjadi Dampak Psikologis Bagi Remaja (Analisis Sinetron “Anak Jalanan” RCTI )

Jam Prime Time Televisi Menjadi Dampak Psikologis Bagi Remaja (Analisis Sinetron “Anak Jalanan” RCTI )

Hal ini menjadikan kaum remaja menjadi pribadi-pribadi yang lentuk, tidak mempunyai pengalam empirik untuk melakukan empati sosialnya. Pengaruh yang terbesar, akan menjadikan remaja menjadi pribadi-pribadi yang pasif, tidak memiliki keberanian berekpresi, karena media televisi telah memenuhi semua kebutuhan impulsinya secara virtual. Berbagai tayangan sinetron dengan tema remaja berkecenderungan mengeksploitasi kehidupan remaja dalam satu sisi semata. Kalaupun muncut plot cerita, terjadi simplikasi, penyederhanaan dengan kasus-kasus yang sangat tipologis, dan mengabaikan sisi sosiologis dan psikologisnya. Akibatnya remaja tidak memiliki kesempatan mempelajari hakikat kehidupan yang sebenarnya, selain hanya melihat yang seba artifisial. Acara-acara kuis maupun gamers di jam prime-time hanya menempatkan remaja sebagai obyek dari permainan-permainan itu. Televisi tidak secara utuh memberikan ruang pilihan dirinya sebagai subyek. Pengaruh yang ketara, remaja tak lebih hanya akan tertarik pada persoalan-persoalan dirinya, dan miskin dalam perilaku-perilaku sosialnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERILAKU PENONTON SINETRON ANAK JALANAN PADA REMAJA DI SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Penonton SinetronAnak Jalanan Pada Remaja di Surabaya)

PERILAKU PENONTON SINETRON ANAK JALANAN PADA REMAJA DI SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Penonton SinetronAnak Jalanan Pada Remaja di Surabaya)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku anak-anak remaja Surabaya setelah menonton tayangan sinetron anak jalanan. Dengan kata lain, penelitian ini akan mengkaji pengaruh sinetron hingga faktor-faktor yang menyebabkan perubahan perilaku remaja akibat tayangan sinetron.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Intensitas Menonton Sinetron Remaja dan Mediasi Orang Tua terhadap Perilaku Kekerasan

Pengaruh Intensitas Menonton Sinetron Remaja dan Mediasi Orang Tua terhadap Perilaku Kekerasan

Maraknya sinteron remaja tidak hanya memberikan dampak positif saja, namun dapat membawa dampak negatif pula. Di dalam sinetron remaja banyak mengandung adegan kekerasan baik verbal maupun fisik di setiap episodenya. Hal ini tentu menghkhawatirkan karena penonton utamanya adalah para remaja. Remaja sangat mudah terpengaruh dan mencontoh apa yang mereka lihat. Disinilah peran mediasi orang tua dibutuhkan untuk menimimalisir dampak negatif dari sinetron remaja.

10 Baca lebih lajut

PERILAKU NGELEM PADA ANAK JALANAN

PERILAKU NGELEM PADA ANAK JALANAN

Eksploitasi dan ancaman adalah dua hal yang sekaligus dialami oleh anak jalanan. Mereka sudah terbiasa mengalami tipuan oleh teman sendiri, caci maki bahkan menjadi korban pelecehan seksual oleh orang yang lebih dewasa, dipukuli petugas, hingga barang dagangan dirampas oleh preman. Peristiwa demi peristiwa kekerasan yang dihadapi anak jalanan justru mencerminkan adanya kecenderungan menjadikan anak-anak jalanan sebagai objek kekerasan dari pemegang otoritas, seperti orang tua, preman, orang yang lebih dewasa dan petugas keamanan. Kekerasan yang sering terjadi pada anak jalanan akan memberikan dampak atau pengaruh dalam kehidupan anak jalanan tersebut. Maka tidak jarang anak jalanan cenderung untuk terjerumus dalam tindakan menyimpang. Salah satu perilaku yang popular menyimpang adalah “ngelem”, yang secara harafiah berarti menghirup lem.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Kekerasan keluarga merupakan faktor resiko paling banyak dihadapi oleh anak-anak sehingga mereka memutuskan untuk keluar dari rumah dan hidup di jalanan. Berbagai faktor lainnya yang berkaitan dengan hubungan antara anak dengan keluarga, tidak lepas dari persoalan kekerasan. Seperti kasus eksploitasi ekonomi terhadap anak yang dipaksa menyerahkan sejumlah uang tertentu setiap harinya, akan menghadapi risiko menjadi korban kekerasan apabila tidak memenuhi target tersebut. Kekerasan keluarga tidak hanya bersifat fisik saja, melainkan juga bersifat mental dan seksual.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bersedia untuk menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unversitas Sumatera Utara yang bernama Mhd Riza Andhika, NIM 110100171 dengan judul penelitian “ Gambaran Perilaku Anak Jalanan di Kota Medan Tahun 2014 ”.

43 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta, jumlah anak jalanan pada tahun 2009 sebanyak 3.724 orang, tahun 2010 meningkat menjadi 5.650 orang, dan pada tahun 2011 juga meningkat menjadi 7.315 orang. Pada umumnya mereka bekerja sebagai pengemis, pengamen, pengelap kaca mobil, pedagang asongan, joki 3 in 1, dan parkir liar. Berdasarkan data dari Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pinggiran (PPAP) Seroja jumlah anak jalanan di kota Surakarta mencapai 103 anak tahun 2010. Di kota Makassar keberadaan anak jalanan dapat terlihat di tempat-tempat umum seperti di persimpangan jalan tol Reformasi, Jl. A. Pangerang Petta Rani, dan Jl. Sultan Awaluddin, persimpangan jalan mesjid raya dan Jl. G. Latimojong, persimpangan Jl. S. Saddang, dan Jl. Vetaran, persimpangan Jl. Mongondisi, dan persimpangan Jl. Landak Baru. Di terminal, tempat pembuangan sampah dan berkeliaran di kantor-kantor pemerintah dan swasta. Sebagian besar anak jalanan di kota Makassar merupakan pendatang dari beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan antara lain Kabupaten Jeneponto, Maros, Pangkep, Gowa dan Takalar bahkan ada yang dari luar Sulawesi yakni dari Jawa, Lombok dan Kalimantan. Anak jalanan ini adalah anak-anak dari para pendatang yang mencoba mencari penghidupan lebih baik di kota Makassar. Dinas Sosial kota Makassar menyatakan, bahwa pada akhir tahun 2009 hingga akhir tahun 2010, jumlah anak jalanan meningkat dari 500 orang menjadi 1.000 orang. Keberadaan anak-anak jalanan di beberapa sudut jalan di Makassar tentu memberikan dampak negatif baik bagi masyarakat maupun bagi keteraturan dan keindahan kota Makassar itu sendiri.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Penelitian ini tergolong dalam tipe penelitian deskriptif dengan desain cross sectional . Populasi dalam penelitian ini sekitar 81 orang anak jalanan di sekitar kota Medan, dengan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah accidental sampling atau pengambilan sampel seadanya dengan menggunakan kuesioner.

2 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Gambaran Perilaku Anak Jalanan Di Kota Medan Tahun 2014

Suharma., 2013. Perubahan Perilaku Anak Jalanan Dalam Melakukan Aktivitas Mendapatkan Penghasilan Dan Implikasinya Bagi Kebijakan Sistem Perlindungan Sosial Anak Jalanan Di Kota Bandung . Child Poverty and Social Protection Conference. Available from: www.smeru.or.id [ Accessed 9 April 2014].

3 Baca lebih lajut

PROFIL ANAK JALANAN REMAJA DI KAWASAN TUGU MUDA KOTA SEMARANG -

PROFIL ANAK JALANAN REMAJA DI KAWASAN TUGU MUDA KOTA SEMARANG -

Keterbatasan ruang dalam rumah bisa menimbulkan risiko anak-anak turun ke jalan. Biasanya ini dialami oleh anak-anak yang berada di beberapa perkampungan urban yang menduduki lahan milik negara. Banyak dijumpai adanya rumah-rumah petak yang didirikan secara tidak permanen dan sering kali menggunakan barang-barang bekas seadanya dengan ruang yang sangat sempit, kadang hanya berukuran 3 X 4 meter saja. Dengan bentuk dan bangunan yang tidak layak disebut rumah itu, kenyataannya dihuni oleh banyak orang. Misalkan saja sebuah keluarga, termasuk hubungan suami istri berlangsung dalam ruangan yang terbatas itu, tentunya hal itu akan berpengaruh buruk terhadap anak-anak, biasanya yang berumur lebih dari 5 tahun memilih atau dibiarkan oleh orang tuanya untuk tidur di luar rumah, seperti di tempat ibadah (mushola atau masjid) yang ada di kampung tersebut, pos ronda, atau ruang-ruang publik yang berdekatan dengan kampung mereka.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PERSEPSI DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA JALANAN DI PANTI ANAK JALANAN JL.GAJAH MADA KOTA MOJOKERTO

PERSEPSI DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA JALANAN DI PANTI ANAK JALANAN JL.GAJAH MADA KOTA MOJOKERTO

Sikap negatif sebagian besar remaja jalanan yang sesuai dengan fakta di lapangan terlihat dari sikap mereka yang acuh dan tidak mengurus diri seperti, baru mengganti celana dalam jika benar benar kotor dan cebok saat buang air kecil jika tersedia air. Remaja jalanan juga memiliki sikap yang negatif tentang kehamilan remaja, mereka tidak segan untuk melakukan aborsi pada kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan itu terjadi umumnya karena perkosaan yang terjadi pada remaja jalanan, serta dilakukan dengan dasar suka sama suka dengan teman, pacar, ataupun orang lain. Sikap ini terjadi karena kurang didikan dari orang tua, kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi serta kurangnya upaya penanganan masalah kesehatan reproduksi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

USAHA TRANSFORMASI ANAK JALANAN KELUAR DARI POSISI ANAK JALANAN: Studi Perilaku Sosial Anak Jalanan Di Provinsi Banten.

USAHA TRANSFORMASI ANAK JALANAN KELUAR DARI POSISI ANAK JALANAN: Studi Perilaku Sosial Anak Jalanan Di Provinsi Banten.

Yaitu suatu penelitian yang dilaksanakan dengan cara mengamati langsung dan pencatatan dengan sistematis terhadap poin-poin yang diselidiki sebagai pengumpul data dengan cara langsung menyelidiki mulai dari mengetahui kesekretariatan tempat dimana subjek atau objek penelitian berada, lalu mengunjungi atau mengecek tempat dimana kegiatan berlangsung sebagai gambaran utuh terjadinya pelaksanaan suatu kegiatan tertentu.. Observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala- gejala alam dengan jalan pengamatan (Kartini Kartono, 1990 dalam Suminar 2004: 87). Observasi dilakukan melalui pengamatan secara langsung tentang fakta atu kenyataan serta segala sesuatu yang terjadi dilapangan berkenaan dengan objek penelitian. Observasi yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengadakan pengamatan atau pencatatan secara langsung terhadap benda, latar penelitian tersebut termasuk di dalamnya situasi dan kondisi serta perilaku peserta pelatihan yang mendukung terhadap kelangsungan proses suatu kegiatan. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln dalam Moleong (2006: 138) bahwa dalam penelitian kualitatif secara metodologis, penggunaan pengamatan dapat mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif, kepercayaan, perhatian, perilaku tak sadar, kebiasaan dan sebagainya. Pengamatan memungkinkan peneliti untuk melihat dunia sebagaimana yang dilihat oleh informan pada saat itu, menangkap arti fenomena dari segi pengertian informan, menangkap kehidupan budaya dari segi pandangan dan anutan para informan pada waktu itu, pengamatan memungkinkan peneliti merasakan apa yang dirasakan dan dihayati oleh informan sehingga memungkinkan pula peneliti sebagai sumber data.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects