Top PDF Pengolahan Limbah Cair Industri Minuman

Pengolahan Limbah Cair Industri Minuman

Pengolahan Limbah Cair Industri Minuman

Perkembangan industri dan teknologi di berbagai bidang kehidupan selain meningkatkan kualitas hidup manusia juga memberikan dampak lain terhadap kelangsungan lingkungan hidup yaitu berupa pencemaran. Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang tidak diinginkan, maka pemerintah mengeluarkan suatu standar baku mutu untuk buangan limbah, khususnya untuk limbah cair cukup ketat, sehingga mendorong pelaku-pelaku industri untuk mencari dan menggunakan teknologi pengolahan limbah yang ekonomis dan berdaya guna tinggi.

6 Baca lebih lajut

Identifikasi Keragaman Jenis Bakteri pada Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Minuman dengan Lumpur Aktif Limbah Tahu

Identifikasi Keragaman Jenis Bakteri pada Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Minuman dengan Lumpur Aktif Limbah Tahu

Dewasa ini metode lumpur aktif merupakan metode pengolahan air limbah yang paling banyak dipergunakan, termasuk di Indonesia. Hal ini mengingat metode lumpur aktif dapat dipergunakan untuk mengolah air limbah dari berbagai jenis industri seperti industri pangan, pulp, kertas, tekstil, bahan kimia dan obat-obatan. Namun, dalam pelaksanaannya metode lumpur aktif banyak mengalami kendala, di antaranya, (1) diperlukan areal instalasi pengolahan limbah yang luas, mengingat proses lumpur aktif berlangsung dalam waktu yang lama, bisa berhari-hari, (2) timbulnya limbah baru, di mana terjadi kelebihan endapan lumpur dari pertumbuhan mikroorganisme yang kemudian menjadi limbah baru yang memerlukan proses lanjutan (Kaswinarni, 2007).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

VARIASI WAKTU AERASI DALAM INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECAP DAN SAOS.

VARIASI WAKTU AERASI DALAM INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECAP DAN SAOS.

Pada parameter temperatur yaitu hasil dengan rerata 31 0 c. Basar suhu ini berada di atas batas normal (toleransi) yang ditetapkan pada baku mutu yaitu suhu maksimum 25 – 30 0 c. Besaran suhu ini disebabkan adanya beberapa faktor salah satunya yaitu dalam penggunaan mesin pabrik terutama mesin pencucian yang menghasilkan air limbah panas kemudian masuk ke saluran pengolahan limbah cair. Besarnya suhu dapat mempengaruhi berbagai hal salah satunya yaitu mengganggu pertumbuhan organisme air dalam memecah atau merombak bahan bahan organik yang terkandung dalam air limbah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Dengan Biofiltrasi Anaerob Dalam Reaktor Fixed – Bed

Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Dengan Biofiltrasi Anaerob Dalam Reaktor Fixed – Bed

Limbah cair tahu yang telah disaring dengan kain saring halus sebanyak 50 liter dimasukkan ke dalam tangki umpan lalu ditambahkan starter (bibit mikroba) sebanyak 10% volume yang telah disiapkan terlebih dahulu. Campuran tersebut kemudian dipompakan ke dalam reaktor biofilter hingga terisi penuh (ditandai dengan cairan mulai keluar dari kran pembuangan atas), selanjutnya kran pembuangan atas ditutup. Pada saat awal, sistem dioperasikan secara batch selama dua hari, kemudian dilakukan sirkulasi melalui tangki umpan selama kurang lebih 14 hari. Proses penghentian pembuatan biofilm ditandai dengan mencoba menyalakan bio gas melalui gas holder sebagai tanda bahwa telah terbentuk gas metana. (Suwarno et al, 2003). Hal ini untuk memastikan bahwa telah terjadi adaptasi mikroorganisme dengan limbah cair tahu yang akan diolah. Selanjutnya reaktor biofilter siap digunakan untuk percobaan selanjutnya.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

REKAYASA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECIL BATIK YANG MENGANDUNG TEMBAGA DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI

REKAYASA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECIL BATIK YANG MENGANDUNG TEMBAGA DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI

Daerah yang mempunyai banyak industri kecil batik dengan proses pewarnaan kainnya terlebih dahulu adalah di desa Simbangkulon, Kabupaten Pekalongan. Salah satu zat warna yang digunakan di industri tersebut adalah yellow brown yang mengandung tembaga. Hasil uji terhadap limbah pembilasan proses pewarnaan batik di daerah tersebut menunjukkan bahwa kandungan tembaganya adalah 82,561 mg/l (Suparni Setyowati Rahayu, 2011). Air limbah tersebut langsung dibuang ke selokan karena industri tersebut belum menyediakan unit pengolahan limbah cair. Hal tersebut akan memberikan efek samping dan kontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Kandungan tembaga limbah pembilasan proses pewarnaan batik di desa Simbangkulon, Kabupaten Pekalongan melampaui Baku Mutu Air Limbah berdasar Perda Jateng Nomor 10 Tahun 2004 yang menyebutkan bahwa kandungan maksimum tembaga bagi industri batik adalah 0,1 mg/l. Peraturan yang memuat tembaga sebagai bahan berbahaya tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, menyebutkan bahwa tembaga dari limbah pencucian proses pewarnaan industri kecil batik termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun dengan kode limbah D 215. Selain itu, juga menyebutkan bahwa tembaga termasuk dalam daftar pencemar yang bersifat kronis dengan kode D 5263.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

Sebelumnya, industri pangan ini telah berupaya untuk membangun instalasi pengolahan air limbah namun efluennya masih belum memenuhi baku mutu. Air limbah tersebut menimbulkan dampak negatif berupa penurunan kualitas badan air penerima dan terganggunya kehidupan organisme [2]. Selain itu, kelebihan nitrogen dan fosfor dalam air menyebabkan suatu keadaan yang tidak seimbang disebut eutrofikasi [3]. Oleh karena itu diperlukan teknik penanganan

6 Baca lebih lajut

Keragaman Koloni Bakteri Indigenous Pengolahan Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit

Keragaman Koloni Bakteri Indigenous Pengolahan Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit

Kolam aerasi dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah bakteri. Oksigen yang terdapat pada kolam aerasi digunakan bakteri dalam mengoksidasi bahan pencemar organik [6]. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai indeks keragaman dan jenis gram bakteri indigenous pengolahanlimbah cair industri penyamakan kulit Kota Malang .

7 Baca lebih lajut

Keragaman Koloni Bakteri Indigenous Pengolahan Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit

Keragaman Koloni Bakteri Indigenous Pengolahan Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit

at Bentuk Koloni Bakteri dari Spesies yang Berbeda apatkan dalam penelitian ini sebanyak 18 koloni. itemukan dengan perincian sebagaimana ditunjukkan beraturan 44% dan bulat (44%). Isolat bakteri yang d kulit Kota Malang berbentuk tidak beraturan, menye ditemukan berupa berbelah 22%, berombak 39%, berl ni bakteri terdiri dari jenis elevasi membukit 17%, da 3%). Sifat permukaan koloni bakteri yang didapat yaitu suram kasar 11%, suram halus 22%, mengki permukaan koloni yang ditemukan pada industri pen dan mencembung [19]. Pigmentasi atau warna yang d , krem (44%), kuning (6%) sedangkan orange (11%). kan kulit mempunyai warna kuning, putih dan coke ki jenis yang sama yaitu seperti mentega. Ukuran kol , sedangkan mayoritas karakter optik jenis koloni ya
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PERCETAKAN SECARA ELEKTROLISIS DENGAN ELEKTRODA KARBON/KARBON

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PERCETAKAN SECARA ELEKTROLISIS DENGAN ELEKTRODA KARBON/KARBON

Industri percetakan mempunyai potensi menghasilkan limbah cair percetakan yang dapat mencemarkan lingkungan hidup. Pada umumnya limbah cair industri percetakan terjadi akibat pencucian plat film dan peralatan cetak berupa sisa-sisa tinta, terpentin, bensin, dan detergen. Limbah cair industri percetakan banyak mengandung bahan kimia organik yang sulit didegradasi secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode elektrolisis dengan karbon sebagai elektroda, Na 2 SO 4 sebagai elektrolit pendukung serta H 2 SO 4 dan NaOH sebagai pengkondisi pH pada sampel limbah, sedangkan variabel berubah penelitian berupa potensial aplikasi, pH larutan, dan waktu elektrolisis. Analisis sampel setelah elektrolisis menggunakan AAS Pelkin Elmer 1300, Spektrofotometer UV- Vis 1601, dan Turbidity unit HAC 2100P. Pada kondisi elektrolisis dengan potensial 5 volt, pH 4 dan waktu elektrolisis 150 menit diperoleh penurunan COD sebesar 91,08%, penurunan nilai kekeruhan sebesar 99,40%, dan penurunan konsentrasi logam Mn sebesar 97,85%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode elektrolisis dapat digunakan untuk mengolah limbah industri percetakan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

Pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan Constructed Wetland sebagai teknologi pengolahan limbah cair industri pangan skala rumah tangga. Namun Constructed Wetland memerlukan pengolahan pendahuluan sebelum masuk ke Constructed Wetland itu sendiri (Muga dan Mihelcic, 2008). Maka dari itu dibuat alternatif pemilihan sesuai karakteristik air limbah untuk mengolah air limbah tersebut. Dengan demikian, dilakukan perencanaan satu kesatuan unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk industri pangan skala rumah tangga ini. Perencanaan tersebut tak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis yang mencakup Engineering Design dan SOP saja, tetapi juga aspek pembiayaan/finansial. Untuk aspek finansial meliputi Bill of Quantity (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan IPAL. Acuan perhitungan RAB adalah Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Kota Surabaya tahun 2016.
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

Potensi Pencemaran dari Limbah Cair Industri Pengolahan Ikan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi

Potensi Pencemaran dari Limbah Cair Industri Pengolahan Ikan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi

Dengan kondisi yang demikian, maka sumber limbah yang dihasilkan juga menyebar sesuai dengan penyebaran lokasi industrinya. Limbah industri di kawasan ini belum dikelola secara khusus, sehingga semua limbah akan disalurkan mengikuti sistem drainase yang ada atau langsung disalurkan ke sungai atau laut sesuai dengan keberadaan industri dan kondisi lingkungan yang termudah untuk menyalurkan limbah. Secara detail penyebaran lokasi sumber limbah dan sistem jaringan limbah di kawasan Muncar ini dapat dilihat seperti pada Gambar 3 dan 4 pada lampiran.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Potensi Ipal Skala Invidu Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Batik Di Pekalongan

Potensi Ipal Skala Invidu Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Batik Di Pekalongan

permasalahan pencemaran air yang berasal dari industri batik di Kali Pekalongan melalui pembuatan tiga buah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal yaitu: di Kampung Batik Kauman, di Kampung Jenggot, dan IPAL komunal di Kampung Pringrejo (dalam tahap konstruksi). Namun demikian, selain kinerja IPAL batik komunal di Kauman dengan proses lumpur aktif dan IPAL batik komunal di Jenggot dengan proses biologi-fitoremediasi lahan basah (wetland) belum bisa menurunkan kadar pencemar sesuai baku mutu, jumlah IPAL yang ada juga belum bisa mengolah seluruh limbah cair batik yang dihasilkan sehingga kadar BOD, COD, dan TSS di sungai-sungai di Kota Pekalongan masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 tahun 2001 (Lemlit UNDIP, Dinas Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, 2008).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Mikrobiologi Industri Menggunakan Lumpur Aktif Aerobik Dan Anaerobik

Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Mikrobiologi Industri Menggunakan Lumpur Aktif Aerobik Dan Anaerobik

Laboratorium Mikrobiologi Industri Jurusan Teknik Kimia Undip secara periodik menghasilkan dengan COD Mn 2000-6000 mg/L yang dibuang tanpa melalui proses pengolahan. ini bertujuan untuk mengolah limbah tersebut agar kandungan organiknya berkurang, dengan menggunakan proses biokimia lumpur aktif aerob dan anaerob. Secara khusus tujuan dari

6 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN PERAK DARI LIMBAH CAIR RONTGE

PENGOLAHAN PERAK DARI LIMBAH CAIR RONTGE

Air limbah kemudian disebut sebagai air tercemar secara fisik, imia, biologis bahkan radioaktif, jika didalam air buangan tersebut terkandung komponen pencemar seperti di atas sehingga perlu dilakukan pengelolaan dan pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang agar tidak membahayakan lingkungan. Air limbah merupakan kotoran dari masyarakat dan rumah tangga, juga berasal dari kegiatan industri, air tanah, air permukaan serta buangan lainnya. Air buangan tersebut berasal dari buangan berbagai kegiatan industri, pertambangan, pertanian serta kegiatan lain yang membuang limbah domestik seperti: rumah tangga, sekolah, hotel, pertokoan, perkantoran, pasar dan lainnya. Air buangan domestik biasanya bersifat organis, yang memungkinkan tumbuhnya bakteri patogenik. Sedangkan air buangan dari proses kegiatan industri dan pertambangan membuang limbahnya dengan berbagai macam pencemar kimia yang bersifat gas, buangan padat, buangan cair dengan kriteria sebagai bahan beracun dan berbahaya (B3) dengan cirinya yaitu toksik (Sugiharto, 1987).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Tanaman Thypa Latifolia dengan Proses Fitoremediasi

Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Tanaman Thypa Latifolia dengan Proses Fitoremediasi

Pada penelitian pengolahan limbah cair tahu UD. Dika Putra ini, penulis menggunakan tanaman Thypa latifolia atau biasa disebut juga dengan tanaman ekor kucing. Thypa Latifolia adalah jenis tumbuhan yang bersifat colonial. Tanaman ini banyak di jumpai disekitar lahan basah alami di Indonesia. Tanaman Thypa latifolia mempunyai daya tahan yang cukup kuat dan tidak mudah mati serta mempunyai akar serabut yang sangat lebat sehingga penyerapan terhadap bahan pencemar terhadap unsur hara yang dibutuhkan relative besar. Diharapkan pada penelitian ini
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE ELEKTROKOAGULASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET DENGAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUM

PENERAPAN METODE ELEKTROKOAGULASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET DENGAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUM

Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang tiada pernah mengantuk ataupuntidur dalam mengurusi makhluknya dan Semoga Salawat selalu tercurahuntuk Baginda Rasullullah SAW. Alhamdulillahhirabbil’alamin atas berkat dan rahmat-Nyasehingga penelitian dan penyusunan laporan akhir ini dengan judul “Penerapan Metode Elektrokoagulasi dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Karet dengan Menggunakan Elektroda Aluminium”dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

13 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI- LIMBAH GAS

PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI- LIMBAH GAS

Untuk beberapa bahan tertentu zat pencemar ini berbentuk padat dan cair. Karena suatu kondisi temperatur ataupun tekanan tertentu bahan padat/cair itu dapat berubah menjadi gas. Baik partikel maupun gas membawa akibat terutama bagi kesehatan,manusia seperti debu batubara, asbes, semen, belerang, asap pembakaran, uap air, gas sulfida, uap amoniak, dan lain-lain.

29 Baca lebih lajut

SKRIPSI  VARIASI WAKTU AERASI DALAM INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECAP DAN SAOS.

SKRIPSI VARIASI WAKTU AERASI DALAM INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECAP DAN SAOS.

Puji dan Syukur penulis sampaikan ke hadirat Allah Bapa Yang Maha Esa atas rahmat dan kasih-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Adapun tujuan penulisan Tugas Akhir dengan judul “Variasi Waktu Aerasi Dalam Istalasi Pengolahan Limbah Cair Industri Kecap Dan Saos” adalah untuk melengkapi syarat untuk menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi Program Strata-1 (S-1) di Fakultas Teknobiologi Program Studi Biologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...