Top PDF Peran kepala sekolah dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam sebagai budaya sekolah di SMA Negeri 2 Malang

Peran kepala sekolah dalam pengembangan Pendidikan Agama  Islam sebagai budaya sekolah di SMA Negeri 2 Malang

Peran kepala sekolah dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam sebagai budaya sekolah di SMA Negeri 2 Malang

Do’akan mereka, sayangi mereka, saya sampaikan kepada guru-guru di SMA Negeri 2 Malang : jangan pernah marah pada siswa dengan menyayangi mereka insya Allah mereka akan ta’dim pada guru. Kepada guru-guru dan siswa saya anjurkan yang penting bagaimana menjadi muslim yang sejati dengan shalat 5 waktu dengan berjamaah, yang sudah muslim mari menutup aurat sesuai anjuran Rasulullah. Untuk siswa berawal dari guru Agama yang menyampaikan materi di kelas yang harus mengenakan jilbab (WAJIB). Pada waktu siswa baru kami membagikan seragam yang seluas tutup busana muslim, selebar busana muslim. Bagi yang non muslim terserah mau dipotong apa tidak, yang jelas cukup untuk busana muslim. Anak diwajibkan busana muslim dalam seragam sekolah menjadi budaya sekolah SMAN 2 Malang.
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI BUDAYA SEKOLAH DI SMP AL-HIKMAH SURABAYA.

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI BUDAYA SEKOLAH DI SMP AL-HIKMAH SURABAYA.

Secara Fungsi, pendidikan agama diselenggarakan di sekolah adalah untuk pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah serta akhlak mulia peserta didik secara optimal, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluarga. Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman dalam meniti kehidupan untuk mencapai kebahagiaan hidup bak di dunia ini maupun di akhirat kelak. Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam yang berkaitan dengan hubungan sosial kemasyarakatan. Perbaikan kesalahpahaman, kesalahan dan kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan peserta didik dari hal-hal negatif baik yang berasal dari pengaruh budaya asing maupun kehidupan sosial kemasyarakatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran tentang pengetahuan ilmu keagamaan secara umum, sistem dan fungsionalnya dalam kehidupan sehingga terbentuk pribadi muslim yang sempurna. Penyiapan dan penyaluran peserta didik untuk mendalami pendidikan agama ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi. 2
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Bagi Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Peudawa

Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Bagi Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Peudawa

pelaksanaan tugasnya. Jika supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidik. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih cermat melaksanakan pekerjaannya. Jadi, berdasarkan hasil observasi awal pada SMA Negeri 1 Peudawa Aceh Timur ditemukan beberapa fakta tentang pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah yaitu: 1) Kepala sekolah masih berfokus pada peran manajerial, sedangkan peran untuk supervisi masih minim diterapkan; 2) Belum semua guru PAI mendapatkan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Model pengembangan kurikulum program studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Model pengembangan kurikulum program studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

mendapatkan data-data, diawali dengan memasuki lapangan penelitian dengan bekal jeli dan teliti, kepekaan memahami latar berdasarkan penguasaan teori-teori yang relevan dengan fokus penelitian. Data hasil observasi ini lebih diarahkan pada data-data yang terkait dengan tindakan, seperti; strategi atau metode dosen-dosen dalam melakukan aktivitas belajar mengajar. Dalam memperoleh data, peran peneliti sebagai instrumen utama sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian dalam menggali data. (2) sumber data wawancara. Data ini berupa catatan-catatan peneliti atau rekaman dari para informan melalui proses tanya jawab, mendengar dan melihat. Wawancara sesuai dengan teknik yang digunakan, yaitu; kepiawaian peneliti dibutuhkan untuk mendapatkan dan menggali informasi yang akurat. Ketika di dalam latar penelitian, gambaran-gambaran umum untuk keperluan memperoleh informasi data sudah dipersiapkan dalam benak peneliti, maka gambaran-gambaran umum tersebut diolah sedemikian rupa sesuai dengan kondisi, waktu, siapa yang akan diwawancarai dan apa yang akan dipertanyakan sesuai dengan fokus penelitian. (3) sumber data dokumentasi. Data dokumentasi ini berupa tulisan, naskah-naskah, gambar-gambar dan sesuatu yang bisa didokumentasikan. Untuk memperoleh data tersebut, peneliti melakukan dengan cara meminta langsung kepada pihak lembaga.
Baca lebih lanjut

241 Baca lebih lajut

Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam

melalui budaya religius sekolah

di Smp Negeri 1 Singosari Malang

Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam melalui budaya religius sekolah di Smp Negeri 1 Singosari Malang

Ditambah, dengan adanya pelaksanan pendidikan agama islam yang berlangsung sampai sekarang di sekolah umum ataupun madrasah, masih mengalami berbagai kelemahan. Hal ini disebabkan, karena praktik pendidikannya yang masih kurang maksimal, baik dalam proses pembelajarannya, cara, metode, strategi, minimnya dukungan lingkungan sekitar (kepala sekolah, guru, orangtua dan masyarakat), sumber daya manusia (SDM) yang kurang profesional dan durasi pedidikan agama yang terbatas, sehingga sangat kecil sekali kesempatan guru dalam memberikan pengarahan atau bimbingan dalam mengembangkan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain itu, dalam proses menumbuhkan kesadaran nilai-nilai religius, guru hanya memperhatikan aspek kognitif saja. Sedangkan, aspek psikomotorik dan aspek afektif tidak diperhatikan.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

PERAN KEPALA SEKOLAH SMPN 18 MALANG DALAM MENYUKSESKAN IMPLEMNTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PERAN KEPALA SEKOLAH SMPN 18 MALANG DALAM MENYUKSESKAN IMPLEMNTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Fakta yang terjadi di masyarakat sekarang ini, masih terdapat siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN), sehingga diperlukan perubahan yang cukup mendasar dalam sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional sendiri dipandang tidak efektif oleh berbagai pihak, bahkan dari segi mata pelajaran yang diberikan dianggap kelebihan muatan (overload) tetapi tidak mampu memberikan bekal, serta tidak dapat mempersiapkan peserta didik untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.. Oleh karena itu merupakan langkah positif, ketika pemerintah (Mendikbud) merevitalisasi pendidikan karakter dalam seluruh jenis dan jenjang pendidikan, termasuk dalam pengembangan kurikulum 2013. 5
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMA NEGERI DI KOTA SUKABUMI

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMA NEGERI DI KOTA SUKABUMI

Sekolah merupakan suatu organisasi, yaitu organisasi sosial yang mempunyai struktur tertentu yang melibatkan sejumlah orang dengan tugas melaksanakan suatu fungsi untuk memenuhi harapan masyarakat. Dalam organisasi pendidikan, guru merupakan individu yang mempunyai peranan penting dalam menciptakan suatu kondusif untuk terciptanya proses belajar mengajar di sekolah. Pendidikan memegang peranan penting dalam upaya pengembangan sumber daya manusia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan bidang-bidang lain didasari oleh keberhasilan pembangunan bidang pendidikan. Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang memiliki andil besar untuk menentukan masa depan suatu bangsa, pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Kompetensi Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Meningkatkan Pendidikan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Al-Ma’arif 02 Singosari Malang

Kompetensi Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Meningkatkan Pendidikan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Al-Ma’arif 02 Singosari Malang

Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman kecamatan. Hal ini diharapkan para guru dapat mengikuti KKG gugus dan kecamatan guna pengembangan kompetensinya, terutama kompetensi paedagogig dan profesional. 36 Pengetahuan kepala sekolah sebagai leader dilakukan dengan berusaha mengembangkan, menanamkan, dan meningkatkan pembinaan kepada guru, melalui sedikitnya empat macam nilai, yakni; pembinaan mental, moral, fisik, dan artistik; mengikutsertakan guru-guru dalam kegiatan workshop, sarasehan, seminar, diklat dan sejenisnya, untuk menambah wawasan; menyelenggarakan kegiatan kerja kelompok guru (KKG) di sekolah sebagai sarana peningkatan kompetensi guru dalam menjalankan tugas dan fungsinya; berbagai aktifitas yang di kembangkan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan, yakni melalui penumbuhan semangat kerja, dan mengembangkan budaya pendidikan yang kondusif; dan kepala sekolah selalu menerima masukan, saran dan kritik dari berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan. 37
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Peran Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Islam di  SMA Negeri 5 Banda Aceh

Peran Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Islam di SMA Negeri 5 Banda Aceh

Guru dan tenaga admisnistrasi merupakan orang-orang yang memiliki peranan penting dalam ruang lingkup sekolah. Tanpa adanya guru maka proses pembelajaran tidak akan terjadi, begitu juga halnya dengan tenaga administrasi, jika peran tenaga adaministrasi tidak berjalan dengan semestinya maka kegiatan sekolah tidak dapat berjalan secara maksimal. Pengjar di SMA Negeri 5 Banda Aceh dituntut perspektif kedepan, pengetahuan agama yang baik, serta memilki akhlak yang terpuji, bekerja dengan mandiri dan penuh keikhlasan derta kedisiplinan, aktif, inovatif, dan bersedia menaati peraturan yang berlaku disekolah tersebut. Adapun perincian tenaga pengajar dan tenaga admnistasi sebagai berikut 75 :
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

Strategi Kepala Sekolah Memotivasi Minat Peserta Didik 

Belajar Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Kendari

Strategi Kepala Sekolah Memotivasi Minat Peserta Didik Belajar Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Kendari

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa kepala sekolah seharusnya memiliki keterampilan pada taraf tinggi dalam bidang kepemimpinan, keadministrasian, kemampuan hubungan manusiawi dengan organisasi pembelajaran, serta keterampilan untuk menyelanggarakan tugas-tugas intruksional dan non intruksional di sekolah. Demikian pula, kepala sekolah harus mampu mengatur, membuat keputusan dan proses akuntabilitas sekolah. lni adalah tantangan berat bagi kepala sekolah sebagai instrumen organik pimpinan pendidikan. Tantangan lainnya adalah bagaimana kepala sekolah baik sebagai school principal maupun school leader, mampu mengelolah faktor-faktor manusia yang memiliki nilai-nilai dimensional dalam mengelola emosi, keinginan, perasaan, dan tujuan. 13
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA): Studi multikasus di SMA Negeri 2 Lumajang dan SMA Jendral Sudirman Lumajang

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA): Studi multikasus di SMA Negeri 2 Lumajang dan SMA Jendral Sudirman Lumajang

dan menyeleksi rencana karena adanya perubahan-perubahan kondisi. 52 Sedangkan menurut Oemar Hamalik 53 dalam perencanaan kurikulum, diperlukan adanya kerangka kerja umum agar perencanaan kurikulum tersusun secara sistematis dan terorganisasi. Kerangka kerja perencanaan kurikulum yang dimaksud meliputi: pertama; fondasi, maksudnya pendidikan berdasarkan empat daerah fondasi yang luas yaitu filsafat, sosiologi, psikologi, iptek yang berhubungan dengan kebutuhan individu maupun masyarakat, kedua; tujuan (goals), maksudnya berdasarkan keempat fondasi kemudia ditentukanlah tujuan secara umum (goals) sampai tujuan yang lingkupnya paling kecil/khusus (purpose), ketiga; general objectives, maksudnya tujuan umum menyajikan berbagai tujuan yang mengalihkan kegiatan belajar mengajar sejalan dengan tingkat perkembangan siswa, keempat; decision screen, maksudnya perencana kurikulum perlu mempertingkan hal-hal yang akan mempengaruhi keputusan (decision), antara lain karakteristik siswa, prinsip-prinsip belajar, sumber-sumber penunjang, jenis pendekatan kurikulum, dan pengorganisasian pengelolaan disiplin spesifik yang digunakan dalam perencanaan situasi belajar mengajar, dan kelima; komponen perencanaan kurikulum yang meliputi: tujuan, konten/isi, implementasi/proses, sumber-sumber, dan evaluasi.
Baca lebih lanjut

276 Baca lebih lajut

Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis budaya sekolah dalam pengembangan kecerdasan spiritual siswa di SMP Islam Bani Hasyim Singosari Malang

Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis budaya sekolah dalam pengembangan kecerdasan spiritual siswa di SMP Islam Bani Hasyim Singosari Malang

Arus kehidupan cepat mengalami perkembangan dan pergerakan sejalan dengan kemajuan sains dan teknologi menuju masa modernisme. Sehingga peningkatan kualitas SDM untuk mengikuti kemajuan tersebut menjadi prioritas. Hal tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan mampu menjawab berbagai permasalahan lokal dan perubahan global, termasuk permasalah nilai dan moral yang semakin melemah pada generasi sekarang 1 . Oleh karenanya, lembaga pendidikan harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan mutu dan kualitas, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan kontrol pendidikan agama dan budi pekerti di sekolah serta membudayakan nilai-nilai ilahiyah seperti tawakal, ikhlas maupun insani seperti tasamuh, tawadu’, husnuzhon (berbaik sangka). Untuk memperbaiki kehidupan bangsa harus dimulai dari penataan dalam segala aspek dalam pendidikan, mulai aspek tujuan, sarana, pembelajaran, manajerial, dan aspek lain secara langsung maupun tidak langsung yang berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. 2
Baca lebih lanjut

365 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun 2012/2013.

PENDAHULUAN Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun 2012/2013.

Desentralisasi dari pemerintah kepada sekolah membuka kesempatan untuk melakukan modivikasi dan inovasi dalam pengembangan materi atau bahan ajar serta strategi pembelajarannya untuk pada gilirannya diharapkan dapat lebih memberikan pencerahan bagi pengembangan kepribadian (kognitif, afektif, dan psikomotorik) anak didik sehingga dengan demikian pendidikan agama Islam akan lebih bermakna dalam kehidupan mereka, maka guru-guru pendidikan agama Islam harus cerdas dalam menyusun perencanaan, kompoten dalam melaksanakannya dan mampu merumuskan penilaian dan evaluasi untuk perbaikan, pengayaan dan prestasi, kompotensi hasil belajar (Mgs. Nazarudin, 2007:11).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di SMA Negeri 6 Bulukumba

Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di SMA Negeri 6 Bulukumba

5. Skripsi yang ditulis oleh Ari Khozin Effendi Jurusan Tahun 2015 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan judul Peran Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar. (Studi pada SD Muhammadiyah Al-Mujahidin Wonosari Gunungkidul Periode 2007-2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan meliput pembenahan input, proses dan output serta mengoptimalkan segala sumber daya yang ada secara berkesinambungan dan kepala sekolah muhammadiyah Al-mujahidin Wonosori melakukan tiga peran penting yakni peran sebagai leader, peran sebagai manajer dan peran sebagai inovator dalam menjalankan pengelolaannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. 21
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Peran guru pendidikan agama Islam dalam pengamalan nilai-nilai religius peserta didik di SMA Negeri 2 Malang

Peran guru pendidikan agama Islam dalam pengamalan nilai-nilai religius peserta didik di SMA Negeri 2 Malang

Sejak kelahirannya pada 1947 hingga saat ini, SMAN 2 Malang sesungguhnya telah mengukir perjalanan sejarahnya dalam rentang waktu yang cukup panjang, lebih dari setengah abad. Sepanjang kurun waktu itulah, SMAN 2 Malang telah turut berkiprah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kiprah tersebut sedikit banyak SMAN 2 Malang telah ikut melahirkan tokoh-tokoh masyarakat baim di level nasional maupun orgional dan lokal. Sebutlah diantaraya Letjen TNI (purn), Suejono (Mantan Kepala Staf Umum ABRI), Achmad Sujudi (Materi Kesehatan dalam Kabinet Megawati Suekarno Putri), Makbul Padmanegara (Kapolda Metrojaya), Sujud Pribadi (Mantan Bupati Malang), Bambang Priyo ( Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Malang hasil pemilu 1999), dan Dr. Suparman (Wakil Direktur RSSA Malang). Tetapi perjalanan ke depan pun tentu masih sangat panjang, dan SMAN 2 Malang merasa tertantang untuk hadir sebagai lembaga pendidikan bermutu di ambang persaingan global yang semakin dekat di depan mata.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BUDAYA DAN IKLIM SEKOLAH DI SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG

PENGEMBANGAN BUDAYA DAN IKLIM SEKOLAH DI SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG

dengan sekolah lain ” . Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di masyarakat luas. budaya sekolah sebagai karakteristik khas sekolah yang dapat didefinisikan melalui nilai yang dianutnya, sikap yang dimilikinya, kebiasaan-kebiasaan yang ditampilkannya, dan tindakan yang ditunjukkan oleh seluruh personel sekolah yang membentuk satu kesatuan khusus dari sistem sekolah. Men urut Riduwan (2012:109) bahwa “ budaya sekolah yang kerap disebut dengan iklim kerja yang menggambarkan suasana dan hubungan kerja antara sesama guru, antara guru dan kepala sekolah, antara guru dengan tenaga kependidikan lainnya serta antar dinas dilingkungannya merupakan wujud dari lingkungan kerja yang kondusif”. Sekolah sebagai suatu organisasi, memiliki budaya tersendiri yang dibentuk dan dipengaruhi oleh nilai-nilai, persepsi, kebiasaan-kebiasaan, kebijakan-kebijakan pendidikan, dan perilaku orang-orang yang berada di dalamnya.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Peran Kepala Sekolah dalam Supervisi Pendidikan Agama Islam pada Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri Bareng Jombang

Peran Kepala Sekolah dalam Supervisi Pendidikan Agama Islam pada Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri Bareng Jombang

Hasil wawancara peneliti kepada Kepala Sekolah SMA Negeri Bareng yang mengatakan bahwa teknik yang digunakan yakni observasi kelas, pengamatan langsung. Teknik supervisi sudah dilaksanakan dengan sangat baik, hal ini dibuktikan dari pertama pertemuan awal yakni, guru menyerahkan perangkat belajar kemudian dinilai apakah amat baik, baik, cukup dan kurang. Kemudian setiap yang mendapat penilaian cukup/kurang itu menjadi fokus untuk disupervisi individual. Kedua, observasi kelas dilakukan untuk mengetahui sesuai atau tidak apa yang direncanakan guru dengan yang terjadi di lapangan. Misalnya melaksanakan pembelajaran praktek wudhu deprogram selama 40 menit, tetapi kenyatannya kurang/lebihan jam. Ketiga, pertemuan balikan/rapat guru yang dilakukan Kepala Sekolah untuk membahas masalah-masalah yang menyangkut usaha perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan pada umumnya dan mutu pengajaran pada khususnya.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Peran kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Mulyorejo 1 Malang

Peran kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Mulyorejo 1 Malang

peranan yang sangat penting sehingga guru sebagai jabatan profesional dalam hal ini tidak dijabat oleh sembarang orang kecuali mereka yang telah dipersiapkan untuk jabatan tersebut. Dalam hal ini guru dituntut untuk memiliki seperangkat kemampuan dan teknik mengajar yang baik, dan juga dituntut untuk memiliki kepribadian yang utuh dalam rangka mengembangkan kepribadian peserta didik di samping menguasai ilmu ataupun bahan ajar, sebab guru merupakan tokoh teladan bagi diri siswa. Ditangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, skill (keahlian), kematangan emosional dan moral serta spiritual. Dengan demikian, akan dihasilkan generasi masa depan yang siap hidup dengan tantangan zamannya. Oleh karena itu, diperlukan sosok guru yang mempunyai kualifikasi, kompetensi, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya. 2
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Peran Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah

Peran Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah

Abstract: Based on observations and documentation, it is found that in SMP Muhammadiyah 4 Singosari Malang in the last three years the number of students has decreased. From 2016 with a number of students totaling 180 people, decreased in 2017 to 160 people and in 2018 to 150 students. This phenomenon is the focus of the problem so this research aims to analyze the role of the headmaster of the Muhammadiyah 4 Junior High School in Singosari Malang in improving the quality of education through school-based management. This research uses a qualitative approach to the type of case study. Muhammadiyah 4 Junior High School Singosari was used as the object of research. The results of the study stated that: 1) The headmaster of Muhammadiyah 4 Junior High School had performed the managerial task well. The planning aspect is done by placing the human resources of educators according to their competencies. In the aspect of implementation and supervision the school principal is fully responsible. In the aspect of administration evaluation done well, but in the aspect of indicators, it has not been clearly determined in each semester / year. 2) There are two obstacles experienced by school principals, namely non-permanent human resources in schools and infrastructure facilities especially the PAI laboratory for the means of knowledge and development of PAI in schools.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERAN KEPALA SEKOLAH DAlAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH   Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun 2012/2013.

PERAN KEPALA SEKOLAH DAlAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun 2012/2013.

2 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman, dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dengan demikian maka dengan kata lain tujuan pendidikan ini termasuk di dalamnya membentuk sumber daya manusia yang berkualitas yakni bangsa yang berperilaku taqwa kepada Allah SWT, berilmu yang amaliah, beramal yang ilmiah. Dengan harapan bangsa ini mampu hadir dan siap dan berperan dalam persaingan global yang ketat.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects