Top PDF Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 18 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum (Kajian Pengaturan Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Asli Daerah)

Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 18 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum (Kajian Pengaturan Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Asli Daerah)

Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 18 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum (Kajian Pengaturan Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Asli Daerah)

yang merugikan konsumen dan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah kota Klaten. Penarikan retribusi parkir yang sering ditemukan di lapangan ialah retribusi yang ditarik melebihi ketentuan dan tidak diberi karcis. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 18 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, untuk kendaraan bermotor roda dua sebesar Rp. 500,00 (lima ratus rupiah) dan untuk kendaraan bermotor roda empat sebesar Rp. 1.000,00 (seribu rupiah). Tarif retribusi parkir tersebut untuk 4 (empat) jam pertama, kemudian untuk 4 (empat) jam kedua ditetapkan sebesar 150%.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Yang dimaksud tidak dapat diborongkan adalah bahwa seluruh proses kegiatan pemungutan retribusi tidak dapat diserahkan kepada pihak ketiga dalam hal proses penentuan tarif, penetapan retribusi terutang, pengawasan penyetoran retribusi dan penagihan retribusi, tetapi tidak berarti bahwa Pemerintah Daerah tidak dapat bekerjasama dengan pihak ketiga namun dengan sangat selektif dapat saja Pemerintah Daerah melakukan kerjasama sebagian tugas pemungutan dengan badan- badan tertentu yang memiliki profesionalisme dengan pertimbangan lebih efisien. Ayat (2)
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

Sesuai dengan semangat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang telah beberapa kali dan terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang- Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah dan Daerah, Dimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah salah satu sumbernya adalah Pendapatan Asli Daerah, antara lain berupa Retribusi Daerah. Retribusi Daerah merupakan sumber Pendapatan Daerah yang paling Potensial dan dominant untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah, dalam rangka meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

14. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya.

61 Baca lebih lajut

PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH

(3) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil panyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

11 Baca lebih lajut

EVALUASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 05 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA ( Studi Kasus Penarikan Retribusi Angkutan Umum Terminal Balaraja ) - FISIP Untirta Repository

EVALUASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 05 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA ( Studi Kasus Penarikan Retribusi Angkutan Umum Terminal Balaraja ) - FISIP Untirta Repository

Penelitian mengenai Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 05 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha Mengenai Retribusi Terminal ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan terkait dengan pelaksanaan penarikan retribusi angkutan umum di Terminal Balaraja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 05 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha mengenai retribusi terminal dengan studi kasus pelaksanaan penarikan retribusi angkutan umum di Terminal Balaraja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori evaluasi kebijakan publik yang dikemukakan oleh Nurcholis, dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pelaksanaan peraturan daerah dengan studi kasus penarikan retribusi angkutan umum Termial Balaraja belum berjalan optimal. Hal tersebut terlihat dari masih minimnya sumber daya manusia serta rendahnya kompetensi di bidang perhubungan dan keterminalan, lokasi terminal yang kurang strategis, tidak berfugsinya terminal, sarana prasarana yang tidak memadai, tidak adanya pengelolaan terminal, tidak optimalnya sosialisasi mengenai peraturan daerah, kurang tegasnya penertiban dan penindakan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan UPT Terminal. Oleh karena itu peneliti memberi rekomendasi kepada Dinas Perhubungan dan UPT Terminal untuk mengembalikan fungsi terminal dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, serta bekerjasama dengan kepolisian dalam melakukan penertiban dan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

1. Bahwa dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat sebagai wujud pelaksanaan otonomi Daerah, Pemerintah telah memberikan wewenang yang besar dan luas kepada Daerah Kabupaten, termasuk dalam hal ini pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi, yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi;

13 Baca lebih lajut

BUPATI ALOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR,

BUPATI ALOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR,

Bahwa dalam konteks penyelenggaraan otonomi daerah, Pemerintah Daerah diberikan kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Dalam perspektif ini berarti Pemerintah Daerah harus terus dimampukan untuk menyelenggarakan Pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan sehingga esensi dan hakekat otonomi daerah dapat diwujudkan.

78 Baca lebih lajut

MATRIKS PERBANDINGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 18 TAHUN 2011 DENGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG

MATRIKS PERBANDINGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 18 TAHUN 2011 DENGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG

8. Perizinan Tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas kegiatan, pemanfaatan ruang, serta penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. 9. Bangunan Gedung adalah wujud fisik hasil

33 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,

Dalam menghitung retribusi jasa umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan, kemampuan masyarakat, aspek keadilan, dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. Biaya di atas meliputi: biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bunga dan biaya modal. Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa, penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. Tarif retribusi dapat ditentukan seragam atau bervariasi menurut golongan sesuai dengan prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 23 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 23 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

6. Izin Gangguan adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau Badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya, kerugian dan/atau gangguan, termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus-menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban, keselamatan, atau kesehatan umum, memelihara ketertiban lingkungan, dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja, kecuali tempat usaha/kegiatan yang lokasinya telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

32 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA,

Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka semua peraturan daerah Kabupaten Sumbawa yang mengatur Retribusi jasa umum perlu disesuaikan. Penyesuaian ini dimaksudkan agar Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat menggali potensi penerimaan dari sektor Retribusi jasa umum yang selama ini belum dapat dipungut. Disamping itu bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 yang menjadi dasar peraturan daerah yang mengatur tentang Retribusi sebelumnya telah dicabut denganberlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sehingga penyusunan regulasi yang mengatur Retribusi selanjutnya mendasarkan pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tersebut. Untuk menindaklanjuti hal tersebut disusun beberapa objek Retribusi jasa umum kedalam 1 (satu) peraturan daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang akan menjadi dasar dalam pemungutan Retribusi jasa umum di Kabupaten Sumbawa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PEMERINTAH KABUPATEN BREBES LEMBARAN DAERAH NO. 3 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN BREBES LEMBARAN DAERAH NO. 3 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH

Objek Retribusi Izin Gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau Badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya, kerugian dan/atau gangguan, termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus- menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban, keselamatan, atau kesehatan umum, memelihara ketertiban lingkungan, dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja.

105 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 2 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 2 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG,

7. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha milik daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap. 8. Retribusi Daerah, yang selanjutnya disebut Retribusi, adalah
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum (Studi Kasus Retribusi Pelayanan Pasar Air Tiris)

Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum (Studi Kasus Retribusi Pelayanan Pasar Air Tiris)

dengan salah seorang pedagang dipasar maka akan mendapatkan pelayanan lebih baik atau lebih diberi kemudahan dalam pembayaran, hal ini tentu saja bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pasar Kabupaten Kampar. Dilain pihak Kepala Dinas Pasar mengatakan bahwa tidak ada pembedaan dalam sistem retribusi yang ditetapkan kepada pedagang. Namun dilain pihak staff UPTD Pasar Air Tiris mengaku bahwa terdapat ketidakadilan dalam sistem pembayaran retribusi yang ditetapkan pemerintah daerah Kabupaten Kampar. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pemungutan retribusi pasar di Pasar Air Tiris Kabupaten Kampar dilihat dari aspek pemerataan tidak berjalan sebagimana mestinya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Retribusi Daerah adalah salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat penting bagi Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Untuk itu seiring dengan tujuan otonomi daerah penerimaan daerah yang bersumber dari Retribusi dari waktu ke waktu harus senantiasa ditingkatkan potensinya. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan daerah khususnya dalam hal penyediaan dan pemberian layanan kepada masyarakat dapat terpenuhi dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN

(4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada penuntut umum melalui penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku.

30 Baca lebih lajut

Implementasi Peraturan Daerah Kota Binjai nomor 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum dalam rangka Efektivitas pemungutan retribusi pelayanan parkir di Tepi jalan umum di Kota Binjai

Implementasi Peraturan Daerah Kota Binjai nomor 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum dalam rangka Efektivitas pemungutan retribusi pelayanan parkir di Tepi jalan umum di Kota Binjai

Berdasarkan hasil wawancara peneliti terhadap beberapa narasumber dapat disimpulkan bahwa tujuan yang dicapai dalam Implementasi Peraturan Daerah Kota Binjai Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum khususnya Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum telah tercapai. Itu dibuktikan dengan bertambahnya tempat objek retribusi parkir, serta memberikan kenyamanan dan ketertiban terhadap pengguna jasa parkir guna untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Namun masih terdapat kendala yaitu kurangnya sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan parkir sehingga dibutuhkan sosialisasi dan pembinaan kembali akan pentingnya retribusi parkir.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2011 NOMOR 10 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2011 NOMOR 10 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR

7. Pasar Tradisional/sederhana yang selanjutnya disebut pasar adalah lahan dengan batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh bupati dengan atau tanpa bangunan yang dipergunakan untuk tempat berjual beli barang dan/atau jasa yang meliputi kios/pertokoan, los dan lapak dimana penjual dan pembeli melakukan tukar menukar secara langsung.

12 Baca lebih lajut

Perda Kota Mataram Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum

Perda Kota Mataram Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum

Bahwa sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai perubahan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka dalam rangka mendukung perkembangan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab, pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, perlu diadakan Retribusi Pelayanan Kesehatan, Retribusi Persampahan/Kebersihan, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil, Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta, Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, Retribusi Pelayanan Pendidikan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi di Kota Mataram yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects