Top PDF Perilaku Pengobatan Sendiri yang Rasional pada Masyarakat

Perilaku Pengobatan Sendiri yang Rasional pada Masyarakat

Perilaku Pengobatan Sendiri yang Rasional pada Masyarakat

Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan, sikap tentang pengobatan sendiri dan faktor sosiodemografi (jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jarak ke pusat pelayanan kesehatan dan lokasi tempat tinggal). Variabel terikat adalah perilaku pengobatan sendiri yang rasional. Variabel kontrol adalah sumber informasi dan biaya pengobatan. Lokasi penelitian di Kabupaten Sleman, dipilih Kecamatan Depok sebagai perwakilan masyarakat perkotaan, dan Kecamatan Cangkringan sebagai perwakilan masyarakat pedesaan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kriteria pedesaan dan perkotaan yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik dan Bappeda Sleman. 11 Populasi dalam penelitian ini adalah
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Edukasi Tentang Penggunaan Antibiotik Bijak dan Rasional

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Edukasi Tentang Penggunaan Antibiotik Bijak dan Rasional

Desa Sambeng Wetan merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Jumlah petugas kesehatan di desa tersebut tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang sangat membutuhkan perhatian terutama bidang kesehatan khususnya informasi terkait penggunaan obat yang rasional. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat terjadi karena minimalnya informasi dari tenaga kesehatan. Penjualan antibiotik secara bebas masih terjadi di apotek, bahkan di warung pun ada penjualan antibiotik. Permasalahan tersebut dapat mendorong terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik pada manusia. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat di Desa Sambeng Wetan mengenai penggunaan antibiotik yang rasional masih kurang. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat terutama kader kesehatan sebagai salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengendalikan resistensi bakteri terhadap antibiotik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

pada pemberdayaan masyarakat melalui kajian secara sistematis, logis, dan rasional.

pada pemberdayaan masyarakat melalui kajian secara sistematis, logis, dan rasional.

Uraian Kegiatan : Kegiatan ini merupakan perwujudan ucapan syukur atas panen padi kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya. Mempererat tali persaudaraan antar warga Desa Ringinharjo, serta sebagai sarana pelestarian kesenian budaya desa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh masyarakat Desa Ringinharjo dan seluruh perangkat Kelurahan Desa Ringinharjo, Serta seluruh Mahasiswa KKN Genap UNY 2015. Seluruh peserta kegiatan mengikuti acara dengan sangat antusias dan maksimal sampai akhir acara, sehingga acara berjalan dengan lancar, acara meliputi jathilan, barongan, tarian, dan gunungan, juga arak-arakan gunungan mengelilingi Desa Ringinharjo
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Perilaku pengobatan sendiri yang rasiona

Perilaku pengobatan sendiri yang rasiona

Hasil analisis hubungan antara lokasi desa/kota dengan perilaku pengobatan sendiri yang rasional menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan secara statistik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Okumura, dkk. (2002), yang menyatakan bahwa pola pengobatan sendiri masyarakat pedesaan dan perkotaan tidak jauh berbeda. Hal ini disebabkan karena pendidikan kesehatan masyarakat kota dan desa sama-sama masih sangat kurang, tidak ada kontrol promosi obat di media dan tidak adanya regulasi dan kebijakan obat yang efisien. Hal yang berlawanan ditemukan oleh Darubekti (2001), yang menyatakan bahwa masyarakat desa lebih mendahulukan obat tradisional untuk mengobati keluhan-keluhan ringan, karena obat modern sulit dijangkau dan keterbatasan pendapatan masyarakat desa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perilaku - Perilaku Pencarian Pengobatan Terhadap Nyeri Odontogenik Pada Masyarakat Di Kelurahan Gundaling Ii Kecamatan Berastagi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perilaku - Perilaku Pencarian Pengobatan Terhadap Nyeri Odontogenik Pada Masyarakat Di Kelurahan Gundaling Ii Kecamatan Berastagi

Masyarakat yang melakukan perilaku pengobatan sendiri menggunakan obat modern sebaiknya menggunakan obat sesuai dosis obat dan cara penggunaan obat. Dosis merupakan aturan penggunaan obat yang menunjukkan jumlah gram/ volume obat dan jumlah penggunaan obat. Penentuan dosis obat disesuaikan dengan umur dan berat badan pengguna obat. Jumlah penggunaan obat tepat waktu sesuai aturan penggunaan yang tertera pada kemasan obat, misalnya penggunaan obat sebanyak tiga kali sehari berarti obat diminum setiap 8 jam sekali, obat diminum sebelum atau sesudah makan. Pengobatan sendiri ini tidak dimaksudkan untuk penggunaan secara terus-menerus. Sebaiknya masyarakat menghentikan penggunaan obat apabila tidak memberikan manfaat dan dan menghubungi dokter atau pun dokter gigi menimbulkan hal–hal yang tidak diinginkan. 14
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Faktor Sosiodemografi, Sosioekonomi Dan Kebutuhan Terhadap  Perilaku Masyarakat Dalam Pencarian Pengobatan Di Kecamatan Medan Kota Tahun 2013

Pengaruh Faktor Sosiodemografi, Sosioekonomi Dan Kebutuhan Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pencarian Pengobatan Di Kecamatan Medan Kota Tahun 2013

Sesuai pendapat Soejoeti (2005) bahwa ada tiga faktor yang menyebabkan timbulnya perubahan, pemahaman, sikap dan perilaku seseorang, sehingga seseorang mau mengadopsi perilaku baru yaitu: (1) kesiapan psikologis ditentukan oleh tingkat pengetahuan, kepercayaan, (2) adanya tekanan positif dari kelompok atau individu dan (3) adanya dukungan lingkungan. Dijelaskan juga oleh Green (2000) bahwa mewujudkan sikap menjadi perbuatan yang nyata diperlukan faktor pendukung atau kondisi yang memungkinkan. Faktor yang mendukung tersebut adalah: 1) faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, keyakinan, persepsi), 2) faktor pendukung (akses pada pelayanan kesehatan, keterampilan dan adanya referensi), 3) faktor pendorong terwujud dalam bentuk dukungan keluarga, tetangga, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Supardi, dkk (2002) yang menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan dengan perilaku pengobatan sendiri. Dharmasari (2007) juga menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan dengan pengobatan sendiri yang aman, tepat, dan rasional.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

PENGARUH FAKTOR SOSIODEMOGRAFI, SOSIOEKONOMI DAN KEBUTUHAN TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCARIAN PENGOBATAN DI KECAMATAN MEDAN KOTA TAHUN 2013

PENGARUH FAKTOR SOSIODEMOGRAFI, SOSIOEKONOMI DAN KEBUTUHAN TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCARIAN PENGOBATAN DI KECAMATAN MEDAN KOTA TAHUN 2013

Sesuai pendapat Soejoeti (2005) bahwa ada tiga faktor yang menyebabkan timbulnya perubahan, pemahaman, sikap dan perilaku seseorang, sehingga seseorang mau mengadopsi perilaku baru yaitu: (1) kesiapan psikologis ditentukan oleh tingkat pengetahuan, kepercayaan, (2) adanya tekanan positif dari kelompok atau individu dan (3) adanya dukungan lingkungan. Dijelaskan juga oleh Green (2000) bahwa mewujudkan sikap menjadi perbuatan yang nyata diperlukan faktor pendukung atau kondisi yang memungkinkan. Faktor yang mendukung tersebut adalah: 1) faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, keyakinan, persepsi), 2) faktor pendukung (akses pada pelayanan kesehatan, keterampilan dan adanya referensi), 3) faktor pendorong terwujud dalam bentuk dukungan keluarga, tetangga, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Supardi, dkk (2002) yang menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan dengan perilaku pengobatan sendiri. Dharmasari (2007) juga menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan dengan pengobatan sendiri yang aman, tepat, dan rasional.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Terhadap Nyeri Odontogenik Pada Masyarakat Di Kelurahan Gundaling Ii Kecamatan Berastagi

Perilaku Pencarian Pengobatan Terhadap Nyeri Odontogenik Pada Masyarakat Di Kelurahan Gundaling Ii Kecamatan Berastagi

Hasil penelitian ini diperoleh responden yang menggunakan air aki/ baterai dan usus kecoa ketika melakukan perilaku pengobatan sendiri menggunakan obat tradisional terhadap nyeri odontogenik. Penelitian tentang pnggunaan Air aki/ baterai dan usus kecoa terhadap nyeri odontogenik belum pernah dilakukan, namun bahan ini memiliki kandungan yang berbahaya dalam rongga mulut. Air aki/ baterai memiliki kandungan logam Pb dan asam sulfat yang dapat merusak kondisi sistemik tubuh. Logam Pb yang dapat menyebabkan gangguan saraf, ginjal dan sistem reproduksi. Asam sulfat dapat menyebabkan kematian pulpa dan erosi pada gigi. Kecoa memiliki banyak bakteri seperti Klebsiella, Pseudomonas, Escherichia coli, Staphylococcus, Enterobacter, Streptococcus, Serratia, Bacillus, Proteus yang berbahaya bagi tubuh. 27-9
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PERILAKU MENCARI PENGOBATAN  PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA  Perilaku Mencari Pengobatan Pada Penderita Kanker Payudara (Studi Kasus pada Penderita Kanker Payudara yang Telah Berhasil Sembuh Menjalani Pengobatan Secara Medis).

PERILAKU MENCARI PENGOBATAN PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA Perilaku Mencari Pengobatan Pada Penderita Kanker Payudara (Studi Kasus pada Penderita Kanker Payudara yang Telah Berhasil Sembuh Menjalani Pengobatan Secara Medis).

Masyarakat atau anggota masyarakat yang mendapat penyakit namun tidak merasa sakit tidak akan memeriksakannya ke layanan kesehatan, tetapi apabila mereka mendapat penyakit dan merasa kesakitan maka baru akan timbul berbagai macam perilaku dan usaha. Respon seseorang apabila sakit adalah : yang pertama tidak bertindak atau tidak melakukan apa-apa, alasannya antara lain bahwa kondisi yang demikian tidak akan mengganggu kegiatan atau pekerjaan sehari-hari; kedua, tindakan mengobati sendiri, dengan alasan sudah mempercayai diri sendiri dan sudah merasa bahwa pengobatan sendiri sudah dapat mendatangkan kesembuhan, hal ini menyebabkan pencarian pengobatan keluar tidak diperlukan; ketiga, mencari pengobatan ke fasiliitas-fasilitas pengobatan tradisional, untuk masyarakat perdesaan khususnya, pengobatan tradisional masih menduduki tempat teratas dibandingkan dengan pengobatan-pengobatan yang lain; keempat, mencari pengobatan dengan membeli obat-obatan di warung atau di apotek; kelima, mencari pengobatan ke fasilitas-fasilitas pengobatan modern yang diadakan oleh pemerintah atau lembaga-lembaga kesehatan swasta, seperti puskesmas dan rumah sakit; keenam, mencari pengobatan ke fasilitas pengobatan modern yang diselenggarakan oleh dokter praktik. Persepsi mesyarakat terhadap sehat-sakit erat hubungannya dengan perilaku pencari pengobatan. Kedua pokok pikiran tersebut akan mempengaruhi dipakai atau tidak dipakainya fasilitas kesehatan yang disediakan (Notoatmodjo, 2012).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

a. Penyakit tersebut lama kelamaan bisa menjadi lebih parah b. Penyakit saya bisa menjadi gangguan menetap (cacat) c. Penyakit tersebut dapat mengakibatkan penyakit lain d. Akibat terburuk dari penyakit tersebut adalah kematian 15. Pelayanan pengobatan apa saja yang ada di Desa Menaming ?

26 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Menurut Depkes RI, sumber pengobatan mencakup tiga sektor yang saling berhubungan yaitu pengobatan sendiri, pengobatan medis profesional, dan pengobatan tradisional. Didapati sebanyak 62,65% penduduk yang sakit melakukan pengobatan sendiri dan sisanya kepengobatan medis, pengobatan tradisional, dan tidak berobat. Pengobatan sendiri adalah upaya pengobatan sakit menggunakan obat atau cara lain tanpa petunjuk dokter, pengobatan sendiri merupakan salah satu upaya untuk mencapai kesehatan bagi semua orang yang memungkinkan masyarakat dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomi (Depkes RI, 2009).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Struktur sosial kelompok ditentukan oleh keadaan sosial dari tiga tingkat kelompok, yaitu tingkat komunitas, persahabatan, dan keluarga. Pada tingkat komunitas, derajat hubungan sosial diukur dengan kuat tidaknya rasa kesukuan, pada tingkat sosial diukur dengan solidaritas persahabatan, dan pada tingkat keluarga ditandai dengan kuat tidaknya orientasi terhadap tradisi dan otoritas. Ketiga dimensi hubungan sosial tersebut dikombinasikan ke dalam suatu indeks kosmopolitan parokial struktur sosial. Parokialisme diartikan sebagai suatu keadaan sosial dimana terdapat rasa kesukuan yang kuat, solidaritas persahabatan tinggi, dan sangat berorientasi pada tradisi dan otoritas dalam keluarga. Orientasi kesehatan seseorang dilihat sebagai suatu kontinum yang dibedakan atas orientasi ilmiah (bersifat objektif, profesional, dan impersonal) dan orientasi populer (bersifat subjektif, awam, dan personal), yang disesuakan menurut tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit, skeptisme terhadap perawatan kesehatan, dan ketergantungan seseorang akibat penyakit. Orientasi pada kesehatan populer ditandai oleh rendahnya tingkat pengetahuan tentang penyakit (dimensi kognitif), tingginya tingkat skeptisme terhadap perawatan medis (dimensi afektif), dan tingginya tingkat ketergantungan seseorang akibat penyakit (dimensi perilaku).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perilaku Masyarakat pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung H. Atmo Saidi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung)

Perilaku Masyarakat pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung H. Atmo Saidi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung)

Penelitian ini memfokuskan pada salah satu pengobatan tradisional yang masih digunakan oleh masyarakat yaitu pengobatan tradisional sangkal putung. Ternyata alasan masyarakat untuk datang pada suatu pengobatan bukan hanya persoalan medis tetapi ada persoalan sosial budaya yang melingkupi perilaku seseorang pada saat mereka mencari pengobatan, antara lain faktor sosial budaya yaitu mengenai kecocokan dan kepercayaan pasien (sugesti) serta dari segi ekonomi mengenai mahalnya biaya pengobatan medis. Hal itu yang membuat semakin menjamurnya praktik pengobatan tradisional diberbagai daerah didukung dengan minat masyarakat yang masih tinggi terhadap pengobatan tradisional.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Masyarakat Baduy dan Pengobatan Tradisional Berbasis Tanaman

Masyarakat Baduy dan Pengobatan Tradisional Berbasis Tanaman

dalam pemanfaatan tumbuhan/bahan alami untuk pengobatan umumnya dimiliki oleh masyarakat yang terutama berada di sekitar kawasan hutan. Pengetahuan tentang tumbuhan obat, mulai dari pengenalan jenis tumbuhan, bagian yang digunakan, cara pengolahan sampai dengan khasiat pengobatannya, merupakan kekayaan pengetahuan lokal dari masing- masing etnis dalam masyarakat setempat tersebut. Pengetahuan masyarakat tradisional tentang khasiat obat suatu tumbuhan untuk penyembuhan suatu penyakit pada umumnya didasarkan pada isyarat alam atau perilaku binatang. Sebagai contoh, helai daun yang berbentuk hati mempunyai petunjuk dapat menyembuhkan penyakit hati; bagian tanaman yang berwarna kuning seperti kunyit dan temulawak mempunyai petunjuk dapat menyembuhkan penyakit kuning; binatang sakit yang makan jenis tumbuhan tertentu memberi petunjuk bahwa tumbuhan tersebut berkhasiat obat (Supriadi dkk. 2001: ix–xi).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kearifan Lokal Masyarakat Jatigede dalam Pengobatan Tradisional

Kearifan Lokal Masyarakat Jatigede dalam Pengobatan Tradisional

Masyarakat dengan kearifan lokalnya telah ada di dalam kehidupan manusia semenjak zaman dahulu. Kearifan tersebut merupakan perilaku positif manusia dalam berhubungan dengan alam dan lingkungan sekitarnya yang dapat bersumber dari nilai-nilai agama, adat- istiadat, petuah nenek moyang atau budaya setempat yang terbangun secara alamiah dalam suatu komunitas masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Perilaku ini berkembang menjadi suatu kebudayaan di suatu daerah dan terus berkembang secara turun- temurun. Oleh karena hubungan yang dekat dengan lingkungan dan sumber daya alam, masyarakat lokal, tradisional, atau asli, melalui uji coba telah mengembangkan pemahaman terhadap sistem ekologi dimana mereka tinggal yang telah dianggap mempertahankan sumber daya alam, serta meninggalkan kegiatan-kegiatan yang dianggap merusak lingkungan (Bruce Mitchel, 2000).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KUESIONER Pengaruh Faktor Sosiodemografi, Sosioekonomi dan Kebutuhan Terhadap Perilaku Masyarakat dalam Pencarian Pengobatan di Kecamatan Medan Kota Tahun 2013

KUESIONER Pengaruh Faktor Sosiodemografi, Sosioekonomi dan Kebutuhan Terhadap Perilaku Masyarakat dalam Pencarian Pengobatan di Kecamatan Medan Kota Tahun 2013

Menurut Bapak/Ibu jika menderita sakit tetapi tidak bertindak atau tidak melakukan kegiatan apa-apa merupakan salah satu perilaku pencarian pengobatan.. Menurut Bapak/Ibu jika menderit[r]

23 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Proses tindakan pencarian pengobatan merupakan suatu proses yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia karena setiap orang dalam hidupnya tidak pernah lepas dari masalah penyakit. Beberapa pola pengobatan yang berkembang pada masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming adalah melakukan pengobatan sendiri terhadap penyakit yang diderita, dengan menggunakan pengobatan tradisional, menggunakan pengobatan medis modern, menggunakan pengobatan non medis, dan menggabungkan beberapa jenis pengobatan sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pencarian pengobatan pada masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisa secara deskriptif kuantitatif yang digambarkan dalam persentase. Jumlah responden yang diteliti adalah 90 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner sebagai panduan pertanyaan ketika melakukan penelitian.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Proses tindakan pencarian pengobatan merupakan suatu proses yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia karena setiap orang dalam hidupnya tidak pernah lepas dari masalah penyakit. Beberapa pola pengobatan yang berkembang pada masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming adalah melakukan pengobatan sendiri terhadap penyakit yang diderita, dengan menggunakan pengobatan tradisional, menggunakan pengobatan medis modern, menggunakan pengobatan non medis, dan menggabungkan beberapa jenis pengobatan sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pencarian pengobatan pada masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisa secara deskriptif kuantitatif yang digambarkan dalam persentase. Jumlah responden yang diteliti adalah 90 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner sebagai panduan pertanyaan ketika melakukan penelitian.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Pola Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Pak-Pak Di Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara Tahun 2009.. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyaraka[r]

3 Baca lebih lajut

Perilaku Masyarakat Terkait Penyakit Kaki Gajah dan Program Pengobatan Massal di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, Jambi

Perilaku Masyarakat Terkait Penyakit Kaki Gajah dan Program Pengobatan Massal di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, Jambi

Ketidaktahuan responden terhadap kegiatan pengobatan penyakit kaki gajah di daerahnya dan kurangnya sosialisasi, berhubungan secara bermakna dengan kesediaan minum obat (p<0,005) seperti pada Tabel 5. Pengetahuan tentang penyakit kaki gajah dan pengobatannya merupakan faktor yang menentukan seseorang dapat merubah perilaku yang tidak sehat. Seseorang yang berpengetahuan baik tentang kesehatan diharapkan dapat ikut serta dalam program eliminasi penyakit kaki gajah yaitu mengikuti pengobatan massal. Sebelum mengadopsi perilaku, seseorang harus tahu terlebih dahulu mengetahui manfaat perilaku tersebut bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat setempat. 14
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects