Top PDF Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional dalam Sistem Hukum Kekayaan Intelektual

Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional dalam Sistem Hukum Kekayaan Intelektual

Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional dalam Sistem Hukum Kekayaan Intelektual

Perlindungan HKI ini ternyata tidak mampu melindungi EBT secara utuh. Ketidak mampuan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap EBT melalui sistem hukum kekayaan intelektual, karena perbedaan karakteristik antara HKI dan EBT, sebagaimana terlihat dalam dialektika pada konsep dan karakteristik antara HKI dan EBT. Walaupun sama-sama bersumber pada kreativitas intelektual manusia tetapi antara HKI dan EBT selebihnya terdapat perbedaan dalam karakternya. Bentuk gagasan HKI harus diwujudkan dalam bentuk ekspresi yang nyata (in material form) bisa dilihat dan di dengar, tapi kalau dalam EBT bentuk gagasan tidak selalu dalam ekspresi nyata, bisa dalam bentuk ekspresi verbal/oral, ekspresi gerak ataupun ekspresi bunyi (tidak berwujud). Gagasan dalam HKI berbentuk karya cipta (works) dalam seni dan ilmu pengetahuan, disain, merek, temuan teknologi dan species sebagai karya atau temuan yang baru (novelty) dan tidak sama dengan pengungkapan sebelumnya (originality), kalau dalam EBT hasil gagasan dalam bentuk karya cipta seni dan pengetahuan serta teknik tertentu yang berakar dari tradisi turun temurun.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional Oleh Negara Sebagai Pemegang Hak Cipta Kekayaan Intelektual Komunal Masyarakat Sulawesi Tenggara Dikaitkan Dengan Hak Ekonomi Berdasarkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional Oleh Negara Sebagai Pemegang Hak Cipta Kekayaan Intelektual Komunal Masyarakat Sulawesi Tenggara Dikaitkan Dengan Hak Ekonomi Berdasarkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

EBT juga mempunyai potensi ekonomi yang menjanjikan terutama terkait dengan industri pariwisata dan industri ekonomi kreatif seperti ukir kayu, ukir perak, tenunan adalah produk yang mempunyai sumbangan yang cukup besar untuk menyumbang devisa negara. Namun perkembangan teknologi informasi dapat menimbulkan berbagai penggunaan yang tak pantas dari EBT yang ada. Berbagai komersialisasi terhadap EBT terjadi hingga tingkat global disertai dengan berbagai bentuk distorsi, pengubahan maupun modifikasi terhadap EBT secara tidak pantas seperti klaim lagu tradisional Rasa Sayange tanpa otorisasi masyarakat adat Maluku sebagai pemiliknya, atau pencurian naskah kuno Sulawesi Tenggara yang digitalisasi dan dikomersialkan dalam museum di Malaysia merupakan pelecehan terhadap EBT Indonesia. .
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Eksplorasi Pengetahuan Obat Tradisional dalam Prespektif Hukum Kekayaan Intelektual di Bengkulu

Eksplorasi Pengetahuan Obat Tradisional dalam Prespektif Hukum Kekayaan Intelektual di Bengkulu

Kekayaan intelektual pada pengetahuan tradisional memiliki konsep yang berbeda pada masyarakat individual kapital yang hanya meman- dang pengetahuan tradisional sebagai kekayaan (property) sedangkan masyarakat adat melihat hal ini merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya dan tidak memandang secara ekonomis. Termasuk pengetahuan obat-obat tradisional, di sini pemerintah harus jeli memandang potensi obat-obat tradisional sebagai salah satu kekayaan daerah yang cukup menjanjikan bagi daerah tersebut, salah satunya yakni di daerah Bengkulu, di mana penduduknya memiliki keanekaragaman suku bangsa dan potensi kekayaan intelektual juga banyak ada di daerah ini. Peran pemerintah saat ini belum terlihat jelas dalam menggali potensi kekayaan intelektual seperti belum adanya aturan daerah yang menjamin keadilan, kepastian serta kemanfaatan hukum. Pada potensi sumberdaya alam yang dapat menjadi kekayaan intelektual ini telah berkembang sejak zaman nenek moyang yang kemudian terus menurun setiap generasinya, di Bengkulu saat ini belum ada database yang akan mudah diakses oleh masyarakat. Menurut peneliti pemerintah memiliki peran sebagai salah satu lembaga yang dapat menjadi pendukung kepemilikan eksklusif pengetahuan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM KARYA CIPTA BATIK SOLO SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL DI INDONESIA.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM KARYA CIPTA BATIK SOLO SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL DI INDONESIA.

Menjadi tugas dan kewajiban pemerintah melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk memberikan jalan keluar bagi permasalahan tersebut. Sekalipun tidak sebesar hasil industri lainnya namun seni batik secara historis yuridis merupakan budaya tradisional bangsa Indonesia sehingga perlu dilestarikan dan dilindungi. Melalui upaya tersebut diharapkan tidak akan terjadi lagi pembajakan baik oleh masyarakat Indonesia sendiri maupun oleh pengusaha- pengusaha dari Negara lain, seperti Malaysia yang telah memiliki hak cipta bagi batik tradisional yang sebetulnya milik bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA LAGU RAKYAT DIHUBUNGKAN DENGAN SISTEM PENDAFTARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA LAGU RAKYAT DIHUBUNGKAN DENGAN SISTEM PENDAFTARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Di samping itu musik ternyata mempunyai nilai ekonomis. Bernilai ekonomi disini menyangkut angka, yang akhirnya bersandar kepada uang. Bila nilai ekonomis musik ini dikelola dengan baik, maka apa yang dicita-citakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945 yakni menciptakan masyarakat yang makmur akan terwujud. Kita contohkan dengan kehidupan para musisi kelas atas Indonesia seperti Ahmad Dhani yang mendapatkan banyak uang melalui penciptaan lagu. Apalagi terhadap musik daerah (tradisional), pemerintah perlu melakukan peran yang strategis untuk mengeksploitasinya dengan baik.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MINUMAN TRADISIONAL LOLOH SEBAGAI BAGIAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MINUMAN TRADISIONAL LOLOH SEBAGAI BAGIAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Pada zaman dahulu Indonesia terkenal dengan keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat, dan budayanya. Meskipun saat ini telah terjadi globalisasi dan banyak budaya luar yang masuk di Indonesia, tetapi budaya yang berasal dari setiap daerah di Indonesia tetap lestari. Salah satu pulau yang sangat terkenal keanekaragaman budayanya yaitu Pulau Bali, mempunyai segala jenis pengetahuan tradisional mulai dari keseniannya yaitu seni tari, seni tabuh, upacara agama yang ritual, minuman dan makanan yang khas dari setiap daerah. Salah satu karya pengetahuan tradisional yang merupakan minuman tradisional yakni Loloh. Loloh merupakan minuman tradisional yang merupakan minuman khas Bali yang berasal dari daerah Bangli. Loloh sebagai obat alternatif tradisional. Loloh adalah ramuan daun-daunan yang diperas lalu di cari airnya. Loloh adalah ramuan herbal khas tradisional Bali yang bermanfaat bagi kesehatan dan juga sebagai minuman segar pelepas dahaga.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EKSPRESI KARYA SENI TRADISIONAL SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL BANGSA

EKSPRESI KARYA SENI TRADISIONAL SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL BANGSA

Disinilah pentingnya perhatian dari masyarakat dan negara, karena sudah menjadi milik bersama yang mempunyai nilai moral dan nilai ekonomis. Untuk itu beberapa kepala daerah di Indonesia banyak yang telah menyadari arti pentingnya nilai budaya sebagai bagian dari Hak Kekayaan Intelektual dan mulai menginventarisir karya- karya seni daerah , bahkan mulai menginventarisir yang termasuk indikasi geografis daerahnya, sebelum di klaim oleh daerah lain, selanjutnya satu persatu mulai didaftarkan ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Rahasia Dagang Obat-Obatan Tradisional Atas Pemanfaatan Tanpa Hak dalam Sistem Hukum Hak Kekayaan Intelektual Indonesia

Perlindungan Hukum Terhadap Rahasia Dagang Obat-Obatan Tradisional Atas Pemanfaatan Tanpa Hak dalam Sistem Hukum Hak Kekayaan Intelektual Indonesia

adalah analisis yuridis kualitatif karena data yang dianalisis adalah data kualitatif yang diperoleh melalui penelusuran kepustakaan dan data primer hasil wawancara, hasil analisis data tersebut disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menemukan bahwa Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual terhadap rahasia dagang obat-obatan tradisional tidak akan dapat terlaksana baik karena terbentur dengan karakter pada pengetahuan tradisional yang kebanyakan anonim, komunal (kolektif), tidak mengandung unsur baru (novelty), tidak tertulis/didokumentasikan dan selamanya menjadi milik masyarakat sedangkan pada sistem HKI mensyaratkan sebaliknya. Indonesia sudah memiliki peraturan perundang-undangan dibidang kekayaan hak intelektual tetapi implementasinya masih dipertanyakan karena berbagai faktor antara lain faktor penegak hukum dan masyarakat yang awam terhadap aspek hukum perlindungan hak kekayaan intelektual.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM KARYA CIPTA BATIK SOLO SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL DI INDONESIA  PERLINDUNGAN HUKUM KARYA CIPTA BATIK SOLO SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL DI INDONESIA.

PERLINDUNGAN HUKUM KARYA CIPTA BATIK SOLO SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL DI INDONESIA PERLINDUNGAN HUKUM KARYA CIPTA BATIK SOLO SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL DI INDONESIA.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi Batik Solo sebagai bagian dari Karya Cipta Indonesia. Untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum hak cipta seni batik di Kota Surakarta. Untuk mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan perlindungan hukum hak cipta seni batik di Kota Surakarta. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi penelitian dalam penulisan hukum ini adalah bersifat deskriptif analitis. Jenis datanya berupa data primer dan sekunder, yang terdiri atas bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data adalah studi wawancara, kepustakaan atau dokumentasi. Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis data kualitatif kemudian disimpulkan menggunakan logika deduksi untuk membangun sistem hukum positif.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Sosialisasi Perundang-Undangan Hak Kekayaan Intelektual Terkait Dalam Konteks Penyetan Kekayaan Budaya (Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional)

Sosialisasi Perundang-Undangan Hak Kekayaan Intelektual Terkait Dalam Konteks Penyetan Kekayaan Budaya (Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional)

Dalam peraturan perundang-undangan tentang Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia bidang-bidang yang termasuk dalam cakupan intellectual property rights seperti tertera dalam bagan di atas tidak semuanya diatur dalam UU tersendiri, ada yang pengaturannya digabungkan dalam satu undang-undang. Misalnya pengaturan tentang neighbouring rights diatur dalam UU Hak Cipta, demikian pula pengaturan tentang utility models (UU kita tidak mengenal istilah ini tetapi menggunakan istilah Paten Sederhana) diatur dalam UU Paten, begitu juga ten-tang trade mark, service mark, trade names or commercial names appelations of origin dan indication of origin diatur dalam UU Merek. Adalagi bagian yang menurut hemat kami tidak termasuk dalam cakupan bidang HKI tetapi dalam berbagai literatur termasuk dalam cakupan HKI yakni unfair competition, rahasia dagang dan indication of origin atau sekarang dikenal sebagai indikasi geografis itu adalah figure hukum yang memiliki keterkaitan dengan hak kekayaan intelektual.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL TERHADAP KESENIAN TRADISIONAL REOG PONOROGO. Dosen Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun

PERLINDUNGAN HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL TERHADAP KESENIAN TRADISIONAL REOG PONOROGO. Dosen Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun

Dalam usaha pelestarian dan pengembangan Reog Ponorogo, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengharapkan kepada pihak lain dalam kegiatan pemanfaatan Reog Ponorogo harus mempertahitkan pakem Reog Ponorogo yaitu sesuai dengan yang terangkum dalam Buku Pedoman Dasar Kesenian Reog Ponorogo dalam Pentas Budaya Bansa sebagai pedoman dasar yang merupakan kerangka landasan, memuat rambu-rambu yang harus ditaati dalam penyajian Kesenian Reog Ponorogo dari alur sampai pada instrumen dan aransemenya (alur cerita, senitari, tata busana/rias, instrumen, aransemen, dan peralatan). 17 Namun demikian dalam harapannya kepada pihak lain agar dalam pemanfaatan Reog Ponorogo harus sesuai dengan pakemnya, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersikap terbuka dan fleksibel karena tidak menutup kemungkinan timbulnya kreativitas seniman dalam kiprahnya secara positif responsif demi terarah dan lestarinya kesenian Reog Ponorogo.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan Hukum terhadap Kekayaan Intelektual Warisan Bangsa

Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan Hukum terhadap Kekayaan Intelektual Warisan Bangsa

Artikel ini bersumberkan dari penelitian yang mengkaji kebutuhan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif berkelanjutan tentang perlindungan hukum terhadap pengetahuan tradisional traditional knowledge,dan ekspresi budaya tradisional/folklor . Secara esensial, pengetahuan tradisional dalam bentuk ekspresi budaya tradisional/folklore tidak dapat dilindungi dengan hak cipta karena tidak memenuhi syarat individuality dan originality; sedangkan pengetahuan tradisional yang berbasis teknologi tidak dapat dilindungi dengan paten karena tidak memenuhi syarat patentable invention terutama kebaruan. Jadi diperlukan upaya dan bentuk perlindungan hukum yang sui generis. Program pemberdayaan masyarakat dan kesadaran hukum harus diselenggarakan secara kontinu sehingga masyarakat mampu untuk meningkatkan budaya “promote and protect”. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat ingin sekali mendapatkan bantuan pelatihan, perhatian dan insentif pemerintah, bantuan modal, pemasaran dan bantuan hukum. Selain itu juga diperlukan kerjasama antara masyarakat pengrajin/indigenopus people dengan pemerintah secara intensif untuk mempromosikan produknya tidak hanya lokal, national maupun internasional. Juga mengajak peran serta LSM, kampus dan pemerintah serta konsultan hukum terkait untuk melindungi dan membantu promosi secara lebih luas.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Masyarakat Kota Baubau

Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Masyarakat Kota Baubau

Masyarakat negara berkembang di dunia merupakan masyarakat transformasi dari masyarakat tradisional ke masyarakat industri. Ketika globalisasi, pembangunan dan budaya barat kemudian menjadi paradigma yang dipakai dalam pembangunan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia, sistem hukum dan ekonomi negara bersangkutan tentunya mengimbas baik langsung maupun tidak langsung kepada kehidupan •ƒ•›ƒ”ƒ•ƒ–ä ƒŽƒŠ •ƒ–—•›ƒ ƒ• ‡•ƒ›ƒƒ• •–‡Ž‡•–—ƒŽ †‹•‹•‰•ƒ– ó ó ƒ–ƒ— ƒ•”‘•‹• ó ƒ óá padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR), yang merupakan sistem pengakuan dan perlindungan terhadap karya cipta dan penemuan yang timbul atau dilahirkan oleh manusia yang di dalamnya terdapat item-item yang terdiri dari hak cipta, merek dan indikasi geografis, desain industri, paten, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, dan perlindungan varietas tanaman. Hal ini menjadi trend yang kemudian dipakai oleh masyarakat untuk lebih melindungi dan mengikat hak atas karya intelektualnya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MODEL PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KARYA CIPTA MOTIF BATIK JEMBER SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL ABSTRAK

MODEL PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KARYA CIPTA MOTIF BATIK JEMBER SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL ABSTRAK

Pengakuan UNESCO atas batik sebagai sebuah warisan budaya Indonesia untuk dunia mestinya mendorong Indonesia untuk benar-benar menggarap batik agar tetap lestari. Beberapa upaya bisa dilakukan baik dari segi hukum maupun dari segi ekonomi. Pengembangan ekonomi batik seharusnya perlu terus ditingkatkan, mengingat trend dan prospek pasar batik yang sangat menjanjikan. Ekonomi batik juga telah berkontribusi menggerakkan ekonomi nasional dengan nilai ekspor sebesar 69 juta dollar AS. Disamping itu sebesar 99, 39% dari 55.912 unit usaha yang bergerak di dalam industri batik adalah Usaha Mikro dan Kecil, dengan konsumen batik dalam
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL SUATU NEGARA BERDASARKAN DEKLARASI MATAATUA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP INDONESIA.

PERLINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL SUATU NEGARA BERDASARKAN DEKLARASI MATAATUA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP INDONESIA.

Indonesia merupakan Negara berkembang yang sangat kaya akan ekspresi folklore dapat dianggap sebagai suatu aset yang sangat bernilai menjadi rentan dengan sumber perselisihan hukum. Oleh karena itu Indonesia yang kaya akan folklore harusnya memberikan perhatian hukum yang lebih tajam. Dengan munculnya The Mataatua Declaration on Intellectual and Cultural Property Rights of Indigenous Peoples maka diharapkan negara-negara melindungi Kekayaan Intelektual Tradisional yang dimiliki oleh masyarakat adatnya dan mengembalikan serta menghormati hak mereka atas kekayaan mereka tersebut.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM YANG DILAKUKAN PEMERINTAH DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR TERHADAP HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL ATAS ALAT MUSIK TRADISIONAL SASANDO.

PERLINDUNGAN HUKUM YANG DILAKUKAN PEMERINTAH DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR TERHADAP HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL TRADISIONAL ATAS ALAT MUSIK TRADISIONAL SASANDO.

hukum terhadap HKI tradisional ini tidak bisa hanya mendasarkan kepada kebijakan dari Pemerintah Pusat. Untuk mengoptimalkan potensi di bidang kekayaan intelektual tradisional yang dimiliki oleh suatu daerah, maka Pemerintah Daerah harus berupaya sendiri untuk dapat mengatur dan mengurusnya sendiri melalui berbagai kebijakan yang dapat memberikan jaminan perlindungan hukum terhadap HKI tradisional. Kewenangan mengurus daerahnya sendiri tersebut didasarkan pada sistem otonomi daerah yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1999 melalui Undang- Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan daerah, yang kemudian diganti dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan daerah (UU Pemda). Hal ini berarti telah terjadi perubahan power relationship antara pusat dan daerah, yaitu berupa perubahan dari sistem sentralisasi menjadi sistem desentralisasi. 7
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Pengetahuan Tradisional dalam Konsep Hukum Kekayaan Intelektual

Perlindungan Hukum Pengetahuan Tradisional dalam Konsep Hukum Kekayaan Intelektual

dengan perkembangan terakhir d bidag social budaya, dan ekonomi. Ada 2 hal pokok yang dipandang perlu untuk secara seksama ditelaah yaiu agar pengetahuan tradisional dapat dipertimbangkan sebagai prior art , dan agar perolehan hak kekayaan intelektual (missalnya paten) secara tidak sepantasnya dapat dicegah dan dapat lebih mempercepat terealisasinya harapan masyarakat luas yaitu agar pemanfaatan sumber daya genetic, pengetahuan tradisional dan ekspresi folklore dapat dilakukan secara optimal, serta agar tersedianya adanya sui generis
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perkembangan dan Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Ditinjau dari Perspektif Hak Kekayaan Intelektual

Perkembangan dan Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Ditinjau dari Perspektif Hak Kekayaan Intelektual

Kehidupan masyarakat adat dengan segala kompleksitasnya tidak hanya kaya dalam hal susunan organisasi masyarakat mereka namun juga membawa sesuatu yang bernilai ekonomis yaitu mengenai pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional. Banyak pemahaman yang bisa kita temukan mengenai pengetahuan tradisional. Kita dapatartikan sebagai pengetahuan yang dimiliki atau dikuasai dan digunakan oleh suatu komunitas, masyarakat atau suku bangsa tertentu yang bersifat turun temurun dan terns berkembang sesuai dengan perubahan lingkungan. Karya intelektual yang digolongkan sebagai Pengetahuan Tradisional adalah apabila tumbuh dan secara komunal dimiliki oleh satu kelompok masyarakat atau komunitas tertentu. Jadi pengetahuan tradisional dapat kita uraikan pengertiannya yaitu:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGATURAN HASIL KARYA INTELEKTUAL ATAS LAYANGAN JANGGAN SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL KE DALAM HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

PENGATURAN HASIL KARYA INTELEKTUAL ATAS LAYANGAN JANGGAN SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL KE DALAM HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Negara Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman ekspresi budaya tradisional yang meliputi ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Kekayaan ilmu pengetahuan, seni dan sastra tersebut merupakan salah satu karya intelektual yang dapat dan perlu dilindungi oleh undang-undang. Pengaturan hukum terhadap ekspresi budaya tradisional terdapat dalam system hukum nasional dan hukum internasional.

5 Baca lebih lajut

(B. Hukum) Model Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Masyarakat Lokal Surakarta dalam Sistem Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia.

(B. Hukum) Model Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Masyarakat Lokal Surakarta dalam Sistem Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia.

Secara lebih sistematis, pengusulan model perlindungan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya dalam sistem hukum hak kekayaan intelektual di Indonesia ini, bertujuan sebagai berikut. Melakukan pengkajian secara mendalam atas kekayaan intelektual pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya yang telah dibuat basis data (data base) dalam bentuk aplikasi komputer, menemukan model perlindungan bagi kekayaan intelektual pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya, mereview buku ajar tentang Hukum Hak Kekayaan Intelektual: Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya, serta menyusun buku teks tentang “Model Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Folklor di Indonesia”. Guna mencapai tujuan tersebut, pada penelitian tahun kedua ini secara metodologis dilakukan terutama dengan menggunakan penelitian doctrinal dengan tetap melakukan juga penelitian sosio legal ( socio- legal research) atau non doktrinal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis menggunakan teknik kualitatif untuk data primer dan teknik hermeneutic dan deduktif untuk data sekunder.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects