Top PDF Profesionalitas Kepala Sekolah dalam Keberhasilan Kurikulum 2013

Profesionalitas Kepala Sekolah dalam Keberhasilan Kurikulum 2013

Profesionalitas Kepala Sekolah dalam Keberhasilan Kurikulum 2013

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan di dalam pasal 21 ayat 1 Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 1990 bahwa “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana”. Namun banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak transparan, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat, wawasan kepala sekolah yang masih sempit, serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ini mengimplikasikan rendahnya produktifitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input, proses, dan output). Pelaksanaan Kurikulum 2013 diserahkan kepada pelaksana satuan pendidikan yaitu (Guru, Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan seluruh institusi terkait dalam pendidikan) dengan pengawasan dan pendampingan secara terus menerus.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kegiatan  Belajar Mengajar Kurikulum 2013 Dengan Gerakan Literasi Sekolah

Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kegiatan Belajar Mengajar Kurikulum 2013 Dengan Gerakan Literasi Sekolah

Dari kegiatan literasi yang dijelaskan di atas, sekolah dapat melakukan evaluasi diri untuk mengukur ketercapaian pelaksanaan literasi tahap pembiasaan di SMP. Sebuah kelas atau sekolah dapat dikatakan siap untuk masuk dalam tahap berikutnya, yakni tahap pengembangan literasi SMP N 244 Jakarta bila telah melakukan pembiasaan 15 menit membaca (membaca dalam hati dan membacakan nyaring) dalam kurun waktu tertentu. Setiap kelas atau sekolah berkemungkinan berbeda dalam hal pencapaian tahap kegiatan literasi.

16 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR (SD) ISLAM MARYAM SURABAYA.

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR (SD) ISLAM MARYAM SURABAYA.

Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Di sana semua konsep, prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat, dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan, yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. Perwujudan konsep, prinsip, dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Oleh karena itu, gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Dialah sebenarnya perencana, pelaksana, penilai, dan pengembang kurikulum sesungguhnya. Suatu kurikulum diharapakan memberikan landasan, isi, dan menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. 44
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Sman 2 Bengkulu Selatan

Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Sman 2 Bengkulu Selatan

Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai manajer kepala sekolah telah menunjuk personil (guru dan staf tata usaha) untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan membuat Surat Keputusan (SK) kepala sekolah tentang pembagian tugas tertentu yaitu wakil kepala urusan kurikulum, wakil kepala urusan kesiswaan, wakil kepala urusan sarana prasarana, wakil kepala urusan hubungan masyarakat tiap wakil kepala dibantu oleh 2 atau 3 orang guru sebagai staf wakil kepala untuk membantu tugas wakil kepala sekolah. Untuk urusan administrasi kepala sekolah menunjuk staf tata usaha sebagai pelaksananya, pengelola laboratorium IPA ditunjuk seorang guru IPA sebagai koordinator pengelola laboratorium karena laboratoium IPA terdiri dari 3 maka ada pengelola laboratorium Kimia, pengelola laboratorium Fisika dan pengelola laboratorium Biologi, masing-masing pengelola laboratorium dibantu oleh seorang laboran untuk membantu tugas-tugas pengelola laboratorium. Pengelola laborotium bahasa dan multimedia ditunjuk seorang guru dan dibantu seorang laboran untuk melaksanakan tugas kebersihan dan soerang tehnisi untuk membanu pengelola dalam hal perawatan peralatan agar dapat berfungsi dengan baik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Dalam Mengembangkan Profesionalitas Guru Di Yayasan Perguruan Utama Medan

Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Dalam Mengembangkan Profesionalitas Guru Di Yayasan Perguruan Utama Medan

Wawancara dan Dokumentasi Analisis data dilakukan dengan cara Reduksi Data, Sajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Penelitian ini bertujuan. 1) mengetahui bagaimana perencanaan, 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan, 4) pengawasan dan kendala proses kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Yayasan Perguruan SMP Al-Hidayah Medan Tembung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi ynag kompleks. Ada dua hal yang penting dalam kepemimpinan kepala sekolah, yakni: (1). Kepala sekolah sebagai kekuatan sentral yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah, (2). Kepala sekolah harus memahami tugas dan fungsi mereka demi keberhasilan sekolah, serta memiliki kepedulian kepada staf dan siswa/siswinya. Dengan demikian, kepala sekolah adalah merupakan kemampuan untuk menggerakkan seluruh Steakholders untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan sekolah yang telah di tetapkan. 44
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI di SMPN 4 Singosari

Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI di SMPN 4 Singosari

Proses belajar mengajar merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan antara pendidik dan peserta didik. Guru merupakan sebuah profesi yang membutuhkan keahlian khusus sebagai tenaga yang profesional. Keberhasilan peserta didik dipengaruhi oleh keprofesionalan guru yang mampu mengorganisir seluruh pengalaman belajar, sedangkan kepala sekolah mempunyai tugas untuk membantu, memberikan stimulus dan mendorong guru untuk bekerja secara optimal. Agar pelaksanaan tugas-tugas itu dapat dikerjakan dengan baik, maka kepala sekolah dituntut mempunyai berbagai cara dan teknik memberikan sebuah motivasi terutama yang berhubunganya dengan pelaksanaan tugas-tugas guru dan karyawan, dan pertumbuhan jabatan. Karena kepala sekolah sebagai pemimpin utama dan penggerak dalam pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

Pembinaan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kurikulum 2013 oleh Kepala Sekolah

Pembinaan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kurikulum 2013 oleh Kepala Sekolah

Abstrak: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembinaan kepala sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif dengan pendekatan kualitatif naturalistik. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru bahasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengamatan (observasi), wawancara dan studi dokumentasi. Analisi data dengan 4 tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah kepada guru-guru bahasa Inggris dalam penerapan kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Arga Makmur telah menjalankan tugasnya sesuai dengan topoksi dan kompetensi kepala sekolah dengan baik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi  Kurikulum 2013 Sekolah Dasar  Di Kecamatan Wotu

Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Di Kecamatan Wotu

3. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan informan maka peneliti menyimpulkan bahwa kepala sekolah dalam membimbing guru membiasakan pembentukan sikap dan perilaku dalam pembelajaran karakter sudah cukup optimal dimana kepala sekolah memulai dari dirinya menjadi contoh, teladan, panutan bagi guru dan peserta didiknya dengan menekankan dalam disiplin belajar dan disiplin waktu serta adanya program kepala sekolah mengenai pembelajaran karakter yaitu berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, kemudian memberi salam saat masuk kelas dan pulang. Mulyasa (2017: 125) “Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Materi Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekola

Materi Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekola

rena itu, berbagai karakter positif yang merek agus jika ditampakkan kepada peserta didik d ar mereka mau meniru atau mencontohnya.K ng ingin disemaikan kepada peserta didik, h engan contoh keteladanan yang diberikan oleh an guru, termasuk ketika dalam pelaksanaan rikuler pramuka.Karakter disiplin yang dic pala sekolah dan guru dalam kegiatan e ramuka ini, dapat diwujudkan dalam bentuk se aktu saat latihan/ kegiatan ekstra kurikuler pra aktu dan jadwal latihan yang disepakati. D onkret yang diberikan secara terus menerus, itiru secara terus menerus, akan membentuk eserta didik.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Materi Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekola (1)

Materi Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekola (1)

Bahan belajar ini memuat materi yang terkait dengan konsep, prinsip, prosedur, dan teknik supervisi akademi. Manfaat yang dapat diraih oleh Kepala Sekolah setelah mempelajari bahan ajar ini, antara lain: 1) dapat memberikan arah yang jelas dalam pelaksanaan supervisi akademik;2) meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan supervisi akademik; dan 4) meningkatkan kepercayaan diri pengawas/Kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik. Dengan demikian harapan untuk mewujudkan Kepala sekolah profesional dapat terealisir secara signifikan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR

Solusi untuk memecahkan masalah terkait dengan RPP dan penilaian terhadap peserta didik, guru mengatasinya dengan membuat RPP dan penilaian setiap pulang sekolah atau waktu pembelajaran selesai. Penelitian yang dilakukan oleh Husnawati (2013:65-66) terkait dengan alternatif pemecahan masa lah mengenai penyusunan perangkat pembelajaran telah di atasi dengan adanya kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran bersama yang dilakukan pada awal pembelajaran dan diadakan workshop yang berhubungan dengan pembuatan perangkat pembelajaran. Jika guru mengalami masalah dalam implementasi Kurikulum 2013, guru menyampaikan kepada kepala sekolah untuk mencari solusi bersama-sama dan jika kepala sekolah tidak menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi guru, maka kepala sekolah meminta bantuan kepada pengawas sekolah untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh guru. Selain itu, guru juga bisa sharing dengan sesama guru pelaksana Kurikulum 2013 dan guru yang bukan pelaksana Kurikulum 2013.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Upaya Kepala Madrasah dalam Mensukseskan Penerapan Kurikulum 2013

Upaya Kepala Madrasah dalam Mensukseskan Penerapan Kurikulum 2013

Bagi pengawas sekolah atau para pembina pendidikan lainnya keberadaan buku pedoman ini pasti bermanfaat. Karena setiap pengawas harus mengetahui berbagai hal yang dilakukan oleh guru, sehingga jika terdapat kesulitan yang dialami oleh guru, pengawas dapat segera membantunya. Dengan membaca buku pedoman ini pengawas akan mendapatkan pemahaman dan masukan-masukan tentang bahan ajar yang dapat dikembangkan oleh guru dalam mening- katkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian maka pengawas akan mendapatkan bekal dalam melaksanakan tugas kepengawasan yaitu membina guru dalam mengembangkan bahan ajar.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Surat Mendikbud Kepada Kepala Sekolah Ihwal Pelaksanaan Kurikulum 2013 - Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

Surat Mendikbud Kepada Kepala Sekolah Ihwal Pelaksanaan Kurikulum 2013 - Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah sebelum kurikulum diterapkan, antara lain rancangan pendekatan tematik terpadu yang harus jelas antar tingkatan, pengkajian ulang[r]

6 Baca lebih lajut

Peran  Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Profesionalitas Guru di 

SMP Yayasan Perguruan Bina Satria Medan Marelan

Peran Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Profesionalitas Guru di SMP Yayasan Perguruan Bina Satria Medan Marelan

Dari uraian diatas bahwa kepala sekolah di SMP Bina Satria medan marelan memberikan kesempatan bagi para guru untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki dengan melakukan pelatihan guru guna untuk memperkaya potensi guru. Kemudian kepala sekolah melakukan supervisi kepala sekolah, dimana supervisi adalah salah satu peran dari kepala sekolah yang harus selalui mengawasi kegiatan yang dilakukan di sekolah. Kepala sekolah juga melakukan evaluasi administrasi pembelajaran masing- masing guru. Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Upaya Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di MTs Alkhairaat Bambaloka Kabupaten Mamuju Utara

Upaya Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di MTs Alkhairaat Bambaloka Kabupaten Mamuju Utara

sifat atau karakter yang dimiliki seseorang. Keberhasilan kepemimpinan itu sebagian besar ditentukan oleh sifat-sifat kepribadian tertentu, misalnya harga diri, prakarsa, kecerdasan kreativitas. Pemimpin dikatakan efektif bila memiliki sifat-sifat kepribadian yang baik dalam kesehariannya. kemajuan Madrasah harus memiliki komitmen tinggi, dan luwes dalam melaksanakan tugasnya. Kepala Madrasah juga harus melakukan peningkatan profesionalisme sesuai gaya kepemimpinannya, berangkat dari kemauan dan kesediaan, bersifat sesuai kepemimpinannya, berangkat dari kemauan dan kesediaan, bersifat memprakarsai dan didasari pertimbangan yang matang, lebih berorientasi kepada bawahan, demokrasi, lebih terfokus pada hubungan dari pada tugas yang dibebankan kepadanya, serta mempertimbangkan kematangan bawahan bukan hanya sekedar pemimpin yang tahu beres tapi mengerti akan kerja sama tim dalam menyelesaikan suatu masalah dalam Madrasah dengan bekerjama dan menjalin komunikasi yang bai dengan bawahannya.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

UPAYA PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SE-KECAMATAN BONOROWO KABUPATEN KEBUMEN.

UPAYA PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SE-KECAMATAN BONOROWO KABUPATEN KEBUMEN.

keprofesionalan guru-guru di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan penulis di Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kecamatan Bonorowo melalui Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Kebumen, menemukan beberapa permasalahan diantaranya: (1) meskipun guru telah mengikuti pelatihan, dalam mengajar guru cenderung masih menggunakan cara lama atau konvensional dan terkesan monoton, seperti siswa cenderung hanya mendengarkan penjelasan dari guru dan harus dihafalkan sehingga siswa pasif dalam pembelajaran; (2) masih banyak guru yang sudah mendapat sertifikasi menjadi kurang terpacu dan termotivasi untuk memberdayakan diri mengembangkan profesionalitas diri dan memutakhirkan pengetahuan mereka secara terus menerus dan berkelanjutan meskipun telah mengikuti program pendidikan; (3) guru dan kepala sekolah belum bisa bekerja sama dalam pemanfaatan IT, karena kepala sekolah tidak melakukan bimbingan secara maksimal dalam penggunaan IT; (4) belum maksimalnya pembinaan oleh kepala sekolah terhadap mengajar/cara guru mengajar dan dalam pelaksanaan kurikulum 2013.
Baca lebih lanjut

184 Baca lebih lajut

Kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru di SDI al-Falah Sukolilo Kota Surabaya

Kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru di SDI al-Falah Sukolilo Kota Surabaya

Perubahan penting untuk calon guru SD pada tahun 1990 adanya kebijakan mengitengrasikan pendidikan calon guru SD tersebut di perguruan tinggi dengan jenjang diploma II. Hal ini untuk meningkatkan profesionalitas guru sekolah dasar. Kebijakan ini terkait dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan disekolah dasar. Pada dasarnya keberhasilan suatu sekolah secara langsung dipenggaruhi oleh ketepatan kebijakan kepala sekolah dalam mengusahakan sumber daya material yang ada pada sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru. Gedung sekolah, merupakan sumber belajar yang utama. Oleh sebab itu, gedung sekolah perlu dirancang dan dipelihara, sehingga gedung sekolah tersebut berfungsi, sehat, dan serta menjadi tempat yang menarik bagi para peserta didik untuk mendukung pelaksanaan berbagai macam kegiatan di sekolah SDI Al-Falah. 6
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALITAS GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI

HUBUNGAN KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALITAS GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI

Dalam lokakarya kurikulum pendidikan guru yang diselenggarakan oleh P3G (dalam Hamalik, 2003: 44-45), telah dirumuskan ada dua belas kompetensi guru yakni ; (a) menguasai bahan, yakni: menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah, menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang study, (b) mengelola program belajar mengajar,yakni: merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan bisa pakai metode mengajar, memilih materi dan prosedur instruksional yang tepat, melaksanakan program belajar mengajar, mengenal kemampuan anak didik, menyesuaikan rencana dengan situasi kelas, merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial, serta mengevaluasi hasil belajar, (c) mengelola kelas, yakni: mengatur tata ruang kelas dalam rangka CBSA, dan menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif, (d) menggunakan media/sumber belajar, yakni: memilih dan menggunakan media, membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana, menggunakan dan mengelola laboratorium, mengembangkan laboratorium, serta menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar, (e) menguasai landasan kependidikan, (f) merencanakan program pengajaran, (g) mengelola interaksi belajar mengajar, (h) menguasai macam-macam metode mengajar (i) menilai prestasi belajar, (j) mengenal fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan, (k) mengenal dan menyelenggrakan administrasi sekolah, dan (l) memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna kemajuan pengajaran.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN PROFESIONALITAS GURU  KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN PROFESIONALITAS GURU.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN PROFESIONALITAS GURU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN PROFESIONALITAS GURU.

Kepala sekolah berupaya meningkatkan profesionalitas guru agar para guru siap terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan tugasnya. Misalnya terhadap perubahan kurikulum, pembaharuan sistem pengajaran, adanya peraturan perundang-undangan yang baru dan lain sebagainya. Kegiatan peningkatan profesionalitas guru mengarah pada pembinaan guru yang memiliki kompetensi keguruan. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Kemampuan kompetensi tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan keguruan seperti ikut serta dalam kegiatan MGMP, pelatihan- pelatihan, studi banding dan kegiatan ilmiah. Setiap guru diberi kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan wawasannya melalui berbagai media yang tersedia seperti perpustakan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013

Masalah umum penelitian ini adalah bagaimana kepala sekolah mengimplemen- tasikan kepemimpinan pembelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 di SMA Negeri 2 Seluma? Masalah khusus penelitian ini adalah; (1) bagaimana kepemimpinan kepala sekolah membina kompetensi pembelajaran guru dalam membuat perangkat pembelajaran? (2) bagai- mana kepemimpinan kepala sekolah membina kompetensi pembelajaran guru dalam melak- sanakan proses pembelajaran? (3) bagaimana kepala sekolah mengevaluasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru? (4) bagaimana kepala sekolah melaksanakan monev pembelajaran oleh guru? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) cara kepala sekolah membina kompetensi guru dalam membuat perangkat pembelajaran; (2) cara kepala sekolah membina kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran; (3) cara kepala sekolah mengevaluasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru; (4) cara kepala sekolah melaksanakan monev pembelajaran oleh guru. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pada tataran teoritis diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat-manfaat, yakni mem- perluas pemahaman dan pengetahuan tentang kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, baik yang berkaitan dengan aspek membina kompetensi guru dalam membuat perangkat pembelajaran, membina kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, menge- valuasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru, dan melaksanakan monev pembelajaran oleh guru. Pada tataran praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...