Top PDF Resep Produk Olahan Umbi-umbian dan Kacang-kacangan

Resep Produk Olahan Umbi-umbian dan Kacang-kacangan

Resep Produk Olahan Umbi-umbian dan Kacang-kacangan

Adonan bagian putih dicetak dalam loyang yang telah diolesi margarine dan ditaburi tepung, kemudian adonan coklat di atasnya, aduk dengan garpu... Kocok margarine, mentega, dan gula halu[r]

53 Baca lebih lajut

Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia, Kacang-kacangan, dan Umbi menjadi makanan Khas Wilayah Setempat

Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia, Kacang-kacangan, dan Umbi menjadi makanan Khas Wilayah Setempat

Secara umum, mengolah pangan serealia dan umbi menjadi produk olahan pangan setengah jadi dihasilkan jenis produk berbentuk potongan pipih tebal atau tipis (misalnya berbagai jenis kerupuk), butiran besar (misalnya jagung pipil, biji sorgum, tepung tiwul instan, dan chip/granula/ sawut lainnya) maupun butiran halus (misalnya berbagai jenis tepung, baik dari bahan serealia maupun umbi-umbian) dengan teknik pengeringan. Produk olahan pangan setengah jadi ini berbentuk bahan baku kering yang selanjutnya menjadi bahan baku olahan industri rumah tangga maupun industri pabrik. Bahan pangan setengah jadi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi karena dapat memiliki umur simpan yang lebih panjang dan dapat diolah secara cepat sesuai kebutuhan.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penambaham Tepung Daun Kelor Dalam Pembuatan Mie Sebagai Sumber Gizi Dengan Penambahan Ekstrak Umbi Wortel Sebagai Pengawet Alami.

PENDAHULUAN Penambaham Tepung Daun Kelor Dalam Pembuatan Mie Sebagai Sumber Gizi Dengan Penambahan Ekstrak Umbi Wortel Sebagai Pengawet Alami.

Produk-produk mie saat ini telah mengalami perkembangan dengan variasi campuran antara terigu sebagai bahan baku utama dengan bahan-bahan lain seperti umbi-umbian, kacang-kacangan dan sayur-sayuran yang tentu saja dapat meningkatkan kandungan gizi mie. Protein yang berasal dari tumbuh- tumbuhan selama ini hanya diketahui didapatkan dari kacang-kacangan. Menurut hasil penelitian Tiommanisyah (2010) protein pada kacang-kacangan yaitu sebesar 23,7 g protein per 100 g kacang-kacangan, namun selain kacang- kacangan ada tumbuhan yang kandungan proteinnya tergolong tinggi dibandingkan sayuran jenis lain, yaitu daun kelor.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Optimasi Pengeringan Sukun (Artocarpus altilis) dan Karakterisasi Tepung Sukun

Optimasi Pengeringan Sukun (Artocarpus altilis) dan Karakterisasi Tepung Sukun

Permasalahan yang dihadapi pada pengolahan sukun adalah bahwa buah sukun termasuk dalam golongan buah klimakterik dan juga tergolong buah yang cepat masak dan berkadar air tinggi sehingga sebaiknya dilakukan pembuatan produk setengah jadi (intermediate product) sebagai usaha untuk pengawetan hasil panen. Tepung merupakan salah satu bentuk alternatif produk setengah jadi yang dianjurkan, karena lebih tahan disimpan, mudah dicampur (dibuat komposit), dapat diperkaya zat gizinya (difortifikasi), mudah dibentuk dan lebih cepat dimasak sesuai tuntutan kehidupan modern yang serba praktis. Namun pada prakteknya ditemui kendala pada teknik penepungan yang paling sering diaplikasikan (teknik penepungan tanpa pramasak dengan pengeringan kabinet) yaitu waktu pengeringan yang cukup lama (sekitar 7-8 jam). Selain itu, pengeringan dengan menggunakan pengering kabinet kurang praktis apabila diaplikasikan untuk skala yang lebih besar (industri). Untuk itu perlu dicari alternatif pengering tipe lain untuk menanggulangi kendala yang dihadapi.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Pengaruh Proporsi Penambahan Air Pengeks

Pengaruh Proporsi Penambahan Air Pengeks

Indonesia merupakan negara yang kaya akan produk bahan pangan jenis kacang- kacangan (leguminosae) seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang panjang. Kandungan protein kacang-kacangan berkisar antara 20-35% juga mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan serat. Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) banyak tumbuh hampir di semua tempat di Indonesia. Luas tanaman tanaman kacang hijau di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 276,892.00 ha (Deptan, 2009) dengan jumlah produksi kacang hijau menduduki urutan ketiga setelah kacang kedelai dan kacang tanah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAHAN AJAR OPERASIONAL TATA BOGA

BAHAN AJAR OPERASIONAL TATA BOGA

Bahan makanan lauk pauk yaitu bahan makanan yang setelah diolah merupakan makanan penyerta dari makanan utama. Setiap satuan penukar mengandung 50 kalori dan 5 gram protein. Dalam bahan makanan sumber protein digolongkan menjadi dua yaitu, hewani dan nabati. dan yang termasuk dalam golongan bahan makanan sumber protein hewani adalah telur, ikan, dada ayam, udang dan susu. Sedangkan yang termasuk dalam golongan bahan makanan sumber protein nabati adalah bayam, brokoli, kacang-kacangan, dan kedelai. Selain dari protein bahan makanan golongan ini banyak mengandung vitamin dan mineral.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

397584302.doc 4.02MB 2015-10-12 00:17:48

397584302.doc 4.02MB 2015-10-12 00:17:48

Ketiga adalah kacang hijau, kacang hijau merupakan tanaman sumber gizi khususnya protein nabati seperti vitamin A, B1 dan C. Ada sembilan kandungan nutrisi pada kacang hijau meliputi tinggi protein, tinggi kandungan serat, rendah karbohidrat, mengandung asam lemak esensial, rendah lemak, kaya vitamin, kaya mineral, kaya enzim aktif dan kaya antioksidan.

20 Baca lebih lajut

UMBI-UMBIAN MINOR LOKAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, SIFAT FISIKOKIMIA DAN DIVERSIFIKASI PENGOLAHANNYA LOCAL MINOR TUBERS IN YOGYAKARTA SPECIAL REGION, PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES AND DIVERSIFIED PROCESSING Yeyen Prestyaning Wanita

UMBI-UMBIAN MINOR LOKAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, SIFAT FISIKOKIMIA DAN DIVERSIFIKASI PENGOLAHANNYA LOCAL MINOR TUBERS IN YOGYAKARTA SPECIAL REGION, PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES AND DIVERSIFIED PROCESSING Yeyen Prestyaning Wanita

disusun oleh satu molekul glukosa dan komponen aglikon. Sianogen adalah senyawa berpotensi sebagai toksin dan dapat terurai menjadi asam sianida (HCN). Pada saat pengupasan kulit umbi dan pengirisan, jaringan umbi mengalami kerusakan dan sistem sel rusak, senyawa alkanoid sebagai substrat yang berada dalam vakuola dan enzim dalam sitoplasma mengalami reaksi enzimatis membentuk glukosa dan senyawa aglikon (Suismuno 1998). Senyawa ini cepat pecah oleh enzim liase menjadi asam sianida dan senyawa aldehid atau keton. Bahaya asam sianida pada kesehatan terutama bagi sistem pernafasan. Oksigen di dalam darah akan terikat oleh senyawa HCN sehingga terjadi kesulitan pernafasan. HCN dapat menyebabkan kematian pada dosis 0,5 hingga 3,5 mg HCN/kg berat badan (Winarno 1997).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Penambahan Tepung Talas Kimpul (Xanthosoma Sagittifolium) Pada Pembuatan Bolu Kukus Terhadap Tingkat Pengembangan Dan Daya Terima.

PENDAHULUAN Pengaruh Penambahan Tepung Talas Kimpul (Xanthosoma Sagittifolium) Pada Pembuatan Bolu Kukus Terhadap Tingkat Pengembangan Dan Daya Terima.

Penambahan tepung talas pada pembutan bolu kukus berpotensi memberikan tingkat pengembangan yang berbeda. Menurut Richana (2012), karakteristik tepung kimpul tidak mengandung gluten sehingga produk yang didapatkan tidak mengembang dan teksturnya lebih keras dibandingkan dengan produk yang berbahan terigu yang mengandung gluten.

5 Baca lebih lajut

Laporan Penelitian POTENSI UMBI-UMBIAN DAN BIJI-BIJIAN SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGHASILKAN PIGMEN DAN MONAKOLIN K OLEH Monascus Purpurens - Unika Repository

Laporan Penelitian POTENSI UMBI-UMBIAN DAN BIJI-BIJIAN SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGHASILKAN PIGMEN DAN MONAKOLIN K OLEH Monascus Purpurens - Unika Repository

Selain media beras, umbi lain yang memiliki kandungan pati cukup tinggi dapat digunakan sebagai substrat untuk pertumbuhan Monascus purpureus seperti kentang (Solanum tuberosum L.), singkong (Manihot esculenta) dapat juga sebagai substrat untuk produksi pigmen oleh Monascus purpureus (Widjayanti, 2000). Selain singkong dan kentang, kimpul (Xanthosoma sagiitifolium Schott) juga dapat dimanfaatkan sebagai substrat untuk pertumbuhan Monascus purpureus. Kimpul dapat dimanfaatkan untuk membuat sirup glukosa karena kandungan amilosanya yang cukup tinggi hal ini menunjukka bahwa kimpul kaya akan kandungan pati (Azwar & Erwanti, 2006). Kandungan pati dalam singkong, kentang, kimpul dan beras dapat dilihat dari Tabel 1.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

 PROTA PROMES SILABUS RPP DAN KKM SD KELAS 1 2 3 4 5 DAN 6 SESEUAI KURIKULUM 2013 (LENGKAP) K1-T3-ST3-P4

PROTA PROMES SILABUS RPP DAN KKM SD KELAS 1 2 3 4 5 DAN 6 SESEUAI KURIKULUM 2013 (LENGKAP) K1-T3-ST3-P4

KOMPETENSI DASAR SBdP 4.16 Menyajikan jenis bahan makanan umbi-umbian dengan olahan sederhana Bahasa Indonesia 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan panca indera, wuj[r]

4 Baca lebih lajut

Silabus  Prakarya SMP 20012017 Ok

Silabus Prakarya SMP 20012017 Ok

Rekayasa terkait dengan beberapa kemampuan: merancang, merekonstruksi dan membuat benda produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan pemecahan masalah. Sebagai contoh: rekayasa penyambungan balok kayu untuk membuat susunan (konstruksi) kerangka atap rumah, harus dilakukan dengan prinsip ketepatan agar susunan rumah tidak mudah runtuh. Lingkup ini memerlukan kesatuan pikir dan kecekatan tangan membuat susunan mengarah kepada: berpikir kreatif, praktis, efektif, ketepatan dan hemat serta berpikir prediktif. 3. Budidaya
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

menguapkan air tersebut menggunakan energi panas.  Biasanya kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya.  Keuntungan produk hasil pengeringan adalah awet, lebih ringan, volume lebih kecil sehingga memudahkan penyimpanan dan  transportasi, serta menimbulkan cita rasa khas. Selain itu, banyak bahan yang hanya dapat digunakan apabila telah dikeringkan, misalnya tembakau, kopi, teh, biji-bijian, dan lain-lainnya. Pengeringan dapat berlangsung dengan baik jika pemanasan secara merata dan uap air dikeluarkan dari seluruh permukaan bahan tersebut.  Faktor- faktor yang memengaruhi pengeringan terutama adalah luas permukaan bahan, suhu pengeringan, aliran udara, dan tekanan uap di udara. Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan suatu alat pengering (articial dryer),  atau dengan penjemuran (sun drying), yaitu pengeringan dengan menggunakan energi langsung dari sinar matahari. Sebagai contoh, kerupuk opak (bahan singkong) dan emping.
Baca lebih lanjut

248 Baca lebih lajut

Jenis umbi dan umbian (1)

Jenis umbi dan umbian (1)

Terdapat dua jenis ubi jalar yang populer dibudidayakan di Indonesia yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer antara lain cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan. Bagian yang dimanfaatkan dari ubi jalar adalah akarnya yang membentuk umbi.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Sifat Fisik Dan Kesukaan Sensoris Kulit Bakpia Yang Disubsitusi Dengan Tepung Singkong.

PENDAHULUAN Sifat Fisik Dan Kesukaan Sensoris Kulit Bakpia Yang Disubsitusi Dengan Tepung Singkong.

Tepung singkong dapat dijadikan sebagai bahan baku berbagai jenis makanan, misalnya mie kering (Mariyani, 2011), roti (Rahman, 1997), dan cookies (Pamungkas, 2008) yang biasanya berbahan baku tepung terigu. Tepung singkong juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat kulit bakpia. Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Isi bakpia bermacam–macam, yaitu kacang hijau, cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam.

4 Baca lebih lajut

Respons Pertumbuhan dan Produksi Ubi Jalar(Ipomoea batatasL.) Terhadap Tinggi Bedengan dan Dosis Pupuk Kandang Ayam

Respons Pertumbuhan dan Produksi Ubi Jalar(Ipomoea batatasL.) Terhadap Tinggi Bedengan dan Dosis Pupuk Kandang Ayam

Varietas unggul yang telah dilepaskan oleh Balai Penelitian Kacang- kacangan dan Umbi-umbian Malang diantaranya adalah Varietas Sari yang memiliki daya hasil 30 – 35 ton/ha dan sudah teruji di lapangan sebagai varietas unggul di Sumatera Utara tetapi belum banyak ditanam oleh petani di daerah tersebut. Varietas lain yang baru dikeluarkan oleh Balai Penelitian ini adalah varietas Beta 2, yang juga merupakan varietas unggul karena sifat-sifat yang dimilikinya tetapi masih perlu diuji daya hasilnya di Sumatera Utara sehingga dapat menjadi salah satu varietas unggul yang direkomendasikan di daerah ini (Wandana, 2012).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Terhadap Waktu Aplikasi Pupuk Kandang Sapi

Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Terhadap Waktu Aplikasi Pupuk Kandang Sapi

Manshuri, A.G. 2007. Peningkatan Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Mendukung Kemandiarian Pangan. Pengaruh Pemupukan NPK dan Pemberian Dolomit Terhadap Hasil Beberapa Varietas dan Galur Kedelai di Lahan Masam Ultisol, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang. Hal 413-420.

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...