Top PDF TAMAN KANAK KANAK BUSTANUL ATHFAL AL HUD

TAMAN KANAK KANAK BUSTANUL ATHFAL AL HUD

TAMAN KANAK KANAK BUSTANUL ATHFAL AL HUD

Jabatan : Guru Unit Kerja : TK ABA Al Huda Klatak Hari /tanggal : Selasa, 19 Maret 2013 Dikarenakan TK ABA Klagaran ketempatan Rapat Menghadapi Lomba Gugus V PAUD Keca.. Sanden, maka p[r]

1 Baca lebih lajut

EVALUASI PEMENUHAN STANDAR SARANA PRASARANA DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SE-KECAMATAN KASIHAN.

EVALUASI PEMENUHAN STANDAR SARANA PRASARANA DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SE-KECAMATAN KASIHAN.

Sekolah yang diperuntukkan bagi anak usia dini terbagi dalam dua bentuk, yaitu formal dan nonformal. Pada bentuk formal lebih dikenal dengan sebutan Taman Kanak-Kanak, sedangkan bentuk nonformal dapat berupa Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Di antara beberapa jenis tersebut, sekolah bagi anak usia dini yang paling dikenal oleh semua lapisan masyarakat adalah Taman Kanak-Kanak (TK). Taman Kanak- Kanak merupakan sistem pendidikan yang di dalamnya terdapat berbagai macam komponen yang menggerakkan proses pendidikan yang terjadi di dalam Taman Kanak-Kanak tersebut. Komponen-komponen tersebut misalnya tujuan didirikannya Taman Kanak-Kanak harus jelas, tenaga pendidik, kurikulum, program kemitraan dengan orang tua anak, sarana prasarana, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

241 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK B2 DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 1 PONTIANAK - Repository UM Pontianak

PENGARUH PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK B2 DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 1 PONTIANAK - Repository UM Pontianak

Pembelajaran di TK dilaksanakan berdasarkan prinsip belajar sambil bermain dan bermain seraya belajar. Belajar akan menghubungkan anak dengan dunia sosialnya. Bandura (Cahyani, 2014:2) menyatakan bahwa dalam situasi sosial, anak dapat belajar lebih cepat hanya dengan mengamati perilaku orang lain, melibatkan unsur panca indra, kognitif, dan emosinya. Anak-anak dapat mengambil kesempatan untuk belajar mengenai dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya. Dalam pedoman pembelajaran di Taman Kanak-kanak dijelaskan bahwa bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Role Of Education Program Kindergarten Children In Developing Creative Group B TK Aisyiah Bustanul RA XIII Pengawu | Munirah | Bungamputi 2732 8258 1 PB

Role Of Education Program Kindergarten Children In Developing Creative Group B TK Aisyiah Bustanul RA XIII Pengawu | Munirah | Bungamputi 2732 8258 1 PB

Peranan program pendidikan Taman Kanak-kanak dalam mengembang kreativitas anak kelompok B TK Aisyiah Bustanul Athfal XIII Pengawu selalu ada, berperan untuk membuat anak berkreatif dari belum bisa menjadi bisa karena program sangat berperan dalam mengembangkan kreativitas anak dan tanpa adanya program-program berarti pengembangan dan kreativitas anak tidak akan bisa berkembang dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk minggu pertama dalam berkreativitas anak didik dengan kemampuan anak membuat bentuk dari platisin dan menggambar serta melipat kertas belum berkembang seluruhnya. Sedangkan dalam membuat aneka bentuk balok dan kemampuan mewarnai gambar anak didik sudah mulai berkembang, untuk membuat aneka bentuk manik-manik dan kemampuan anak didik mewarnai gambar sebagian siswa mulai berkembang sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari kemampuan anak yang masih sangat terbatas untuk menerima proses pembelajaran dari guru di sekolah. Pada pertemuan minggu kedua kemampuan anak membuat aneka bentuk platisin, kemampuan anak membuat aneka bentuk manik-manik, mengambar, mewarnai gambar dan melipat kertas kreativitasnya sudah berkembang sesuai dengan harapan. Kemampuan anak dalam membuat aneka bentuk balok mulai berkembang, disini anak didik sudah mengalami peningkatan pada pertemuan minggu kedua.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH DI TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GONDOMANAN KAUMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH DI TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GONDOMANAN KAUMAN YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAY

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH DI TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GONDOMANAN KAUMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH DI TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GONDOMANAN KAUMAN YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAY

Orang tua kedua bagi anak disekolah adalah guru. Peranan guru di sekolah sangatlah besar. Guru atau kurikulum yang ada sangat mempengaruhi tingkat kecemasan anak. Dalam sistem pembelajaran di Taman Kanak-kanak, anak hanya dituntut untuk mengenali dunianya yakni dunia bermain. Terkadang segmentasi guru berkisar hanya pada bagaimana anak didiknya bisa membaca dan menulis tanpa menekankan mengenali sosial-emosionalnya. Menurut Gustian (2001) pendidikan yang ketat menyebabkan anak mengarahkan emosinya kedalam dan terhambat. Anak yang mengalami kecemasan biasanya mengalami kesulitan dalam pergaulan dan mengalami suatu perasaan takut yang hebat sebelum mulainya serangan tersebut. Guru TK giat untuk memperoleh hasil yang tidak mengecewakan dari anak itu sudah tidak dapat disangkal lagi. Guru baru merasa puas dan bangga jika muridnya dapat menghasilkan suatu benda yang konkrit. Guru atau pendidikan memiliki pengaruh sebesar 25% terhadap kecemasan anak,sedangkan 75% responden menyatakan bahwa pendidikan atau guru melakukan proses pendampingan dengan baik. Dalam penelitian Rahayu (2003) jadi guru adalah orang tua kedua bagi anak dalam lingkungan sekolahnya. Apabila guru memiliki kedekatan emosional terhadapan anak maka tingkat kecemasan anak lebih berkurang.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERSEPSI ORANG TUA DALAM MENGATASI BAHAYA MENONTON TELEVISI  PADA ANAK   Persepsi Orang Tua Dalam Mengatasi Bahaya Menonton Televisi Pada Anak Taman Kanak-Kanak Aisyiah Bustanul Athfal Karangasem Laweyan Surakarta.

PERSEPSI ORANG TUA DALAM MENGATASI BAHAYA MENONTON TELEVISI PADA ANAK Persepsi Orang Tua Dalam Mengatasi Bahaya Menonton Televisi Pada Anak Taman Kanak-Kanak Aisyiah Bustanul Athfal Karangasem Laweyan Surakarta.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi orangtua dalam mengatasi bahaya menonton televisi pada anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal Karangasem Laweyan Surakarta. Subyek penelitian ini anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal Karangasem sedangkan peneliti sebagai pengamat yang dibantu oleh guru dan kepala sekolah menjadi mitra penelitian.

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN    KEMAMPUAN   BAHASA  ANAK  MELALUI  METODE SOSIODRAMA BAGI ANAK KELOMPOK B1 PADA  Peningkatan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Metode Sosiodrama Bagi Anak Kelompok B1 Pada Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pulosari I Kebakkramat Tahun

PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI METODE SOSIODRAMA BAGI ANAK KELOMPOK B1 PADA Peningkatan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Metode Sosiodrama Bagi Anak Kelompok B1 Pada Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pulosari I Kebakkramat Tahun

SITI MAIMUNAH, A.53A100063, Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013, sekitar 135 halaman. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa melalui metode sosiodrama bagi anak kelompok B pada Taman Kanak-kanak Aisyiyah Pulosari I Kebakkramat. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode sosiodrama, dengan jumlah anak 16 anak. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang peningkatan kemampuan bahasa anak sedangkan dokumentasi digunakan untuk melihat keaktifan anak saat pembelajaran bahasa menggunakan metode sosiodrama serta pengumpulan gambar- gambar saat pembelajaran bahasa. Data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu perbandingan prosentase melalui siklus-siklus. Berdasarkan hasil perhitungan tiap siklus tentang peningkatan kemampuan bahasa melalui melalui metode sosiodrama diperoleh hasil pada pra siklus 40,82%, siklus I 61,33%, siklus II 78,13%. Dengan demikian upaya peningkatkan kemampuan bahasa anak melalui melalui metode sosiodrama kelompok B1 Taman Kanak-kanak Aisyiyah Pulosari I Kebakkramat tahun ajaran 2012/2013 dikatakan berhasil karena keberhasilan yang ditargetkan 75% ternyata pada siklus II sudah melebihi dari target yaitu 78,13%.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA TANGAN PADA ANAK KELOMPOK B   Pengembangan Kemampuan Bahasa Lisan melalui Metode Bercerita dengan Boneka Tangan pada Anak Kelompok B Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Ber

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA TANGAN PADA ANAK KELOMPOK B Pengembangan Kemampuan Bahasa Lisan melalui Metode Bercerita dengan Boneka Tangan pada Anak Kelompok B Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Ber

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi Robbi yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengembangan Kemampuan Bahasa Lisan melalui Metode Bercerita dengan Boneka Tangan pada Anak Kelompok B Taman Kanak- kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Bero IV Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 2013/2014 ” ini dengan baik dan lancar.

16 Baca lebih lajut

BAB 4 PROFIL KOTA GUNUNGSITOLI - DOCRPIJM 808799be90 BAB IVBAB 4 OK

BAB 4 PROFIL KOTA GUNUNGSITOLI - DOCRPIJM 808799be90 BAB IVBAB 4 OK

Berdasarkan data yang dihimpun dari dinas Pendidikan kota Gunungsitoli, jumlah sekolah Taman Kanak-kanakTK/Raudatul Athfal/Bustanul Athfal pada tahun 2012 adalah sebanyak 31 unit yang te[r]

33 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN BAHASA GAMBAR PADA MATERI AJAR “BERSAMA BAHASA” DI TAMAN KANAK-KANAK  Pemahaman Bahasa Gambar Pada Materi Ajar “Bersama Bahasa” Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Kedunggudel, Kabupaten Ngawi.

PEMAHAMAN BAHASA GAMBAR PADA MATERI AJAR “BERSAMA BAHASA” DI TAMAN KANAK-KANAK Pemahaman Bahasa Gambar Pada Materi Ajar “Bersama Bahasa” Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Kedunggudel, Kabupaten Ngawi.

Dengan ridho dan rahmat-Nya, penulis telah menyelesaikan tugas penulisan skripsi dengan judul “Pemahaman Bahasa Gambar pada Materi Ajar “Bersama Bahasa” di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Kedunggudel, Kabupaten Ngawi” sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan S1 program studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

STUDI PERBANDINGAN MANAJEMEN KURIKULUM TK(TAMAN KANAK- KANAK), RA (RAUDHATUL ATHFAL), TKA (TAMAN KANAK- KANAK AL QUR’AN) DI KECAMATAN MEDAN JOHOR.

STUDI PERBANDINGAN MANAJEMEN KURIKULUM TK(TAMAN KANAK- KANAK), RA (RAUDHATUL ATHFAL), TKA (TAMAN KANAK- KANAK AL QUR’AN) DI KECAMATAN MEDAN JOHOR.

Temuan penelitian yang berkaitan langsung dengan fungsi- fungsi manajemen terdapat pada TK, RA, TKA di Kecamatan Medan Johor, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan p[r]

1 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KELINCAHAN ANAK MELALUI GERAK LOKOMOTOR PADA ANAK KELOMPOK A2 TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GENDINGAN YOGYAKARTA.

MENINGKATKAN KELINCAHAN ANAK MELALUI GERAK LOKOMOTOR PADA ANAK KELOMPOK A2 TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GENDINGAN YOGYAKARTA.

Kegiatan awal, guru mengawali pembelajaran dengan baris, ikrar, berdoa, salam, presensi, dan dilanjutkan dengan menghafalkan surat Al-Fiil dan Al-Asyr. Setelah itu, anak demontrasi berbicara sopan pada teman. Selesai melakukan kegiatan apersepsi di dalam kelas, guru mengajak anak ke lapangan kecamatan Ngampilan untuk melakukan aktivitas motorik kasar. Anak melakukan pemanasan yaitu menirukan gerakan tanah longsor. Selanjutnya, Anak mendengarkan aturan lomba dan kriteria yang bisa mendapatkan bintang hari ini. Kriteria tersebut diantaranya adalah gerakan lokomotornya sesuai, bisa lebih cepat dari lawan mainnya dan samp ai titik finish dengan waktu ≤ 18 detik . Setelah mendengarkan penjelasan guru, anak melakukan gerakan gerakan berlari dan meloncat secara kompetisi dan mengakhiri kegiatan motorik kasar dengan melakukan gerakan pendinginan.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL PEMBELAJARAN EKSTRA MELUKIS ANTARA METODE MENCONTOH DENGAN METODE CERITA PADA PESERTA DIDIK TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL PERUMNAS CONDONGCATUR YOGYAKARTA.

PERBANDINGAN HASIL PEMBELAJARAN EKSTRA MELUKIS ANTARA METODE MENCONTOH DENGAN METODE CERITA PADA PESERTA DIDIK TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL PERUMNAS CONDONGCATUR YOGYAKARTA.

Pendidikan merupakan salah satu hak yang seharusnya didapatkan oleh peserta didik (UU No 23 tahun 2002). Pendidikan formal seharusnya telah dikenyam seseorang sejak kecil yaitu ketika umur 0-6 tahun. Sehingga ketika usia 7 tahun peserta didik telah siap untuk memasuki jenjang berikutnya (Sekolah Dasar). Telah banyak orang awam yang mengerti ataupun pernah merasakan lingkungan Taman Kanak-kanak atau biasa disebut Taman Kanak-kanak. Menurut sejarah tercatat Freidrich Froebel seorang berkebangsaan Jerman, sebagai salah satu penggagas pendidikan untuk peserta didik dengan membuka kindergarten (kinder=peserta didik; garten=taman) pertama di dunia pada 28 Juni 1840 di Thuringia-Jerman (Herlina dan Yuke, 2010).
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

TESIS HENDRIPAL PANJAITAN

TESIS HENDRIPAL PANJAITAN

Pendidikan yang merupakan sarana bagi proses transformasi budaya yang bersifat pluralis harus tetap memperhatikan pemilihan sisi positif budaya yang ada pada masyarakat. Pendidikan yang ditujukan untuk membentuk karakter/watak manusia yang berbudi perkerti luhur dan mengembangkan bakat insan itu merupakan kebajikan sosial. Dengan demikian pendidikan dilaksanakan dalam rangka membentuk individu ideal yang memiliki keselarasan dengan lingkungan sekitarnya. Setiap ilmu pendidikan memiliki kerangka ontologism, epistimologis dan aksiologis yang merupakan dasar dari suatu ilmu demikian pula pada pendidikan Anak usia dini, Play Group, Taman Pendidikan Al- Qur’an. Dan Taman Kanak-Kanak Bustanul Athfal memiliki kerangka yang sama.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

UPAYA  MENINGKATKAN  MINAT  BELAJAR  BERHITUNG  KONSEP SEDERHANA  ANAK  MELALUI  PERMAINAN  MERONCE   Upaya Meningkatkan Minat Belajar Berhitung Konsep Sederhana Anak Melalui Permainan Meronce Dengan Berbagai Media (Penelitian pada anak TK ABA Gatak III K

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BERHITUNG KONSEP SEDERHANA ANAK MELALUI PERMAINAN MERONCE Upaya Meningkatkan Minat Belajar Berhitung Konsep Sederhana Anak Melalui Permainan Meronce Dengan Berbagai Media (Penelitian pada anak TK ABA Gatak III K

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; 1) Apakah melalui permainan meronce dengan berbagai media dapat meningkatkan aktivitas belajar pada anak didik. dan 2) Apakah melalui permainan meronce dengan berbagai media dapat meningkatkan minat belajar berhitung konsep sederhana anak pada anak didik Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Gatak III Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten tahun Pelajaran 2011/2012

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...