Top PDF Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perseroan Terbatas

Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perseroan Terbatas

Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perseroan Terbatas

Yang dimaksud dengan “berdasarkan Undang-Undang ” adalah undang-undang beserta peraturan pelaksanaan undang-undang mengenai sumber daya alam atau yang berkaitan dengan sumber daya alam, serta etika menjalankan perusahaan, antara lain: peraturan perundang-undangan di bidang perindustrian, kehutanan, minyak dan gas bumi, badan usaha milik negara, usaha panas bumi, sumber daya air, pertambangan mineral dan batu bara, ketenagalistrikan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, serta perlindungan konsumen.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

99 TANGGUNG JAWAB ORGAN PERSEROAN TERBATAS (PT) DALAM KEPAILITAN

99 TANGGUNG JAWAB ORGAN PERSEROAN TERBATAS (PT) DALAM KEPAILITAN

Maksud dari ketentuan Pasal 3 ayat (2) ini bahwa menurut asasnya Perseroan Terbatas merupakan asosiasi modal, namun dalam praktek sebagian besar pemilihan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas sekedar untuk mengambil manfaat atas karakterisistik yang terkandung dalam Perseroan Terbatas. Tidak jarang pemilihan bentuk Perseroan Terbatas sebenarnya hanya untuk penyalahgunaan sehingga pada akhirnya dapat mendatangkan kerugian pihak lain. Dalam hubungan dengan itulah ketentuan Pasal 3 ayat (2) (b), (c), (d), yaitu jika ternyata pemegang saham menyalah gunakan bentuk Perseroan Terbatas tersebut maka menjadikannya harus bertanggung jawab secara pribadi, maksudnya jika kekayaan Perseroan Terbatas tidak mencukupi, maka dapat dimintakan pertanggung jawaban dari harta kekayaan pribadi pemegang saham (Rudhi Prasetya, 2001:197).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB DIREKSI TERHADAP KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS AKIBAT KELALAIANNYA

TANGGUNG JAWAB DIREKSI TERHADAP KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS AKIBAT KELALAIANNYA

menimbulkan kerugian pada perseroan dapat digugat oleh pemegang saham Perseroan ke lembaga peradilan. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 97 ayat (6) UUPT Nomer 40 tahun 2007. Berdasarkan ketentuan pasal tersebut, atas nama Perseroan, pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara dapat mengajukan gugatan melalui pengadilan negeri terhadap anggota Direksi yang karena kesalahan atau kelalaiannya menimbulkan kerugian pada Perseroan.

16 Baca lebih lajut

A. Pendahuluan - TANGGUNG JAWAB DIREKSI DALAM KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS

A. Pendahuluan - TANGGUNG JAWAB DIREKSI DALAM KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS

hukum yang dilakukan perseroan yang tidak memenuhi standar kehati-hatian dan prinsip itikad baik serta untuk kepentingan dan tujuan atau usaha perseroan termasuk ke dalam perbuatan ultra vires. Berdasarkan doktrin ultra vires, perseroan tidak diperkenankan melakukan perbuatan hukum yang melampaui kekuasaan atau kepentingan dan tujuan atau usaha perseroan. Anggota direksi yang melanggar ketentuan ultra vires bertanggung jawab penuh secara pribadi atas kerugian yang diderita perseroan. Dalam Pasal 97 ayat (3) UUPT disebutkan Setiap anggota direksi bertanggung jawab penuh secara pribadi atas kerugian perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab dan Wewenang Penjamin Dalam Kepailitan Perseroan Terbatas (PT)

Tanggung Jawab dan Wewenang Penjamin Dalam Kepailitan Perseroan Terbatas (PT)

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penjamin dapat dipailitkan apabila debitur tidak dapat melakukan kewajibannya. karena berdasarkan Pasal 1831-1850 KUH Perdata menunjukkan bahwa penjamin adalah debitur. Sehingga penjamin dapat dipailitkan apabila telah memenuhi syarat pailit berdasarkan Pasal 2 UU Kepailitan yaitu debitur memiliki lebih dari dua kreditur dan harus ada utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih. Dalam pengajuan permohonan pailit penjamin, syarat dan mekanisme kepailitan penjamin sama dengan persyaratan dan mekanisme pengajuan permohonan pailit debitur. Akibat hukum kepailitan penjamin, yaitu bahwa penjamin tidak berwenang lagi untuk melakukan pengurusan terhadap harta kekayaannya yang menjadi boedel pailit karena kewenangannya beralih kepada kurator Dan dalam Perseron Terbatas, penjamin yang dinyatakan pailit tidak dapat menjadi anggota direksi berdasarkan Pasal 93 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan juga tidak bisa menjadi anggota komisaris berdasarkan Pasal 110 ayat (1) UUPT.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1591/1/perdata-zulfi2.pdf, terakhir diakses pada tanggal 20 Juni 2012, sebagaimana dikutip dari Gunawan Widjaja, Tanggung Jawab Direksi Atas Kepailitan Perseroan, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2003), hlm. 20. Lihat juga Stephen W. Mayson, Derek French & Christopher L. Ryan, (I), Op. cit., hlm. 442, dikatakan, “A company as an artificial person cannot perform its own acts, and there must accordingly be someone who can represent and act on behalf of the company. The registered company was invented in order to provide a legal form for investors to put their money into a business without being responsible for managing it. Instead, management was to be conducted by directors, who would represent the company in its dealings with others. (Sebuah perusahaan sebagai sebuah subjek hukum semu tidak dapat bertindak sendiri, dan karenanya harus ada seseorang yang akan mewakili dan bertindak untuk kepentingan dan atas nama perusahaan. Perseroan terbatas didirikan dan didaftarkan dengan tujuan untuk menyediakan suatu bentuk resmi bagi para investor untuk menanamkan modalnya dalam sebuah bisnis tanpa perlu menjadi bertanggung jawab dalam pengelolaannya. Dengan demikian, manajemen akan dilaksanakan oleh para direktur, yang akan mewakili perseroan dalam setiap hubungan dengan pihak luar.)”
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Tinjauan Yuridis Corporate Social Responsibility (CSR) Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (Studi Di PT Coca-Cola Amatil Bottling Indonesia Central Jawa).

PENDAHULUAN Tinjauan Yuridis Corporate Social Responsibility (CSR) Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (Studi Di PT Coca-Cola Amatil Bottling Indonesia Central Jawa).

Dengan adanya ketentuan kewajiban menjalankan CSR bagi perusahaan di Indonesia, perusahaan tidak hanya diharapkan pada tanggung jawab Single Bottom Line, yaitu tanggung jawab pada kondisi finansial perusahaan saja, tapi perusahaan juga dihadapkan pada tanggung jawab Triple Bottom Lines, maksudnya adalah selain tanggung jawab finansial, perusahaan juga diharapkan kepada tanggung jawab lingkungan dan sosial. Karena kelangsungan perusahaan yang berkelanjutan (Sustaineble) tidak bisa hanya dilihat dari aspek finansial saja, tetapi perlu dilihat juga dari aspek sosial dan lingkungan sekitar perusahaan. 8
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB DIREKSI TERHADAP KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS AKIBAT KELALAIANNYA

TANGGUNG JAWAB DIREKSI TERHADAP KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS AKIBAT KELALAIANNYA

Dalam hal kepailitan terjadi karena kesalahan atau kelalaian Direksi dan harta pailit tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan dalam kepailitan tersebut, sebagaimana ditetapkan dalam pasal 104 ayat (2) UUPT Nomer 40 tahun 2007, setiap anggota Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang tidak terlunasi dari harta pailit tersebut. Tanggung jawab tersebut, berdasarkan pasal 104 ayat (3)-nya, berlaku juga bagi anggota Direksi yang salah atau lalai yang pernah
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

Penggunaan direktur nominee dalam Perseroan Terbatas menjadi salah satu opsi yang saat ini cukup menjadi pilihan oleh sejumlah pihak yang memiliki kepentingan tertentu di dalam mengendalikan pengurusan atas Perseroan Terbatas. Direktur Nominee merupakan seseorang yang menduduki jabatan sebagai Direktur, yang ditunjuk atau yang namanya dipinjam oleh pihak tertentu, yang diarahkan untuk menjalankan Perseroan Terbatas sesuai dengan kehendak dari pihak yang menunjuk atau meminjam namanya tersebut.

19 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perseroan Terbatas Dalam Mendaftarkan Karyawannya Sebagai Peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja Di Kota Medan

Tanggung Jawab Perseroan Terbatas Dalam Mendaftarkan Karyawannya Sebagai Peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja Di Kota Medan

Untuk menetralisasi kemungkinan timbulnya ketidakstabilan tersebut, maka pembangunan di bidang kesejahteraan harus diarahkan kepada berkembangnya tingkat kesadaran tanggung jawab sosial, juga harus diupayakan untuk meningkatkan kemampuan golongan masyarakat tertentu sebagai subyek yang dapat menentukan masalah-masalah sosial yang dihadapi di dalam kehidupan masyarakat. Salah satu golongan tertentu ialah masyarakat tenaga kerja atau karyawan pada perusahaan swasta maupun karyawan dalam lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tenaga kerja merupakan bagian dari masyarakat yang ikut dalam proses pembangunan, khususnya di lapangan pangan produksi. Kesejahteraan tenaga kerja berupa jaminan perlindungan sosial menjadi faktor penentu bagi maju mundurnya perusahaan dalam mencapai produktivitas yang maksimal. 57
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB PEMEGANG SAHAM TERHADAP KERUGIAN YANG DITIMBULKAN AKIBAT PENGHENTIAN OPERASIONAL PERUSAHAAN MENURUT HUKUM POSITIF INDONESIA JURNAL ILMIAH

TANGGUNG JAWAB PEMEGANG SAHAM TERHADAP KERUGIAN YANG DITIMBULKAN AKIBAT PENGHENTIAN OPERASIONAL PERUSAHAAN MENURUT HUKUM POSITIF INDONESIA JURNAL ILMIAH

Kemudian dapat diperkirakan ketidakpantasan pengurus dalam menjalankan tugasnya itu, maka pengurus harus ikut bertanggung jawab secara pribadi, artinya menjadi tanggung jawab atas sisa utang yang masih belum cukup terbayar dari harta kekayaan badan yang bersangkutan. Walaupun di dalam undang-undang 40 thn 2007 tentang perseroan terbatas yang menyebutkan tanggung jawab pemegang saham hanya terbatas pada berapa saham yang dimilikinya tetapi didalam perjalanannya pemegang saham terbukti melakukan perbuatan curang sehingga perusahaan sampai pailit yang sudah diterangkan di atas, maka di Dalam ilmu hukum dikenal “doktrin keterbatasan tanggung jawab” dari suatu badan hukum.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DASAR PENORMAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (CSR) DALAM PASAL 74 UNDANGUNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS

DASAR PENORMAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (CSR) DALAM PASAL 74 UNDANGUNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS

Besar harapan penulis agar hasil penulisan ini dapat berdaya guna dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi seputar pengetahuan perihal Dasar Penormaan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (CSR) Dalam Pasal 74 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

20 Baca lebih lajut

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

It is clear that a Director has a tremendous responsibility for a Company’s success in achieving its objectives. Therefore, in appointing a Director, the shareholders must carefully pay attention to the capability and integrity of the nominee Director. 111 (Adalah merupakan hal yang sangat jelas bahwa Direksi memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap keberhasilan sebuah Perseroan untuk mencapai maksud tujuannya. Oleh karenanya, dalam penunjukan seseorang sebagai anggota Direksi, para pemegang saham haruslah sangat berhati-hati dalam melakukan penilaian terhadap kemampuan dan integritas yang ada pada diri seorang calon Direktur.) Mengenai hal ini erat kaitannya dengan pemberlakuan terhadap ketentuan dari Pasal 1367 ayat 1 dan ayat 3 KUH Perdata 112 terhadap anggota direksi yang ditunjuk oleh para pemegang saham tersebut. Dalam hal demikian, para pemegang saham dapat saja dimintakan pertanggungjawaban atas tindakan atau perbuatan hukum yang dilakukan oleh Direktur (khususnya adalah Direktur Nominee) yang ditempatkannya dalam jajaran Dewan Direksi.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

Analisa Terhadap Batasan Tanggung Jawab Direktur Nominee Dalam Perseroan Terbatas

Rumokoy, “Pertanggungjawaban Perseroan selaku Badan Hukum dalam Kaitannya dengan Gugatan atas Perseroan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagai Acuan [r]

12 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Penerapan PP Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas (Studi Pada PTPN IV Unit Pasir Mandoge)

Analisis Yuridis Penerapan PP Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas (Studi Pada PTPN IV Unit Pasir Mandoge)

Peradaban modern yang kapitalistik telah mendorong manusia begitu serakah terhadap lingkungan hidup. Manusia modern terjangkiti oleh penyakit hedonisme yang tidak pernah puas dengan kebutuhan materi. Sebab yang mendasar timbulnya keserakahan terhadap lingkungan ini, karena manusia memahami bahwa sumber daya alam adalah materi yang mesti di eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan materinya yang konsumtif. 44 Sistem perekonomian kapitalistik ini memiliki tiga syarat dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ekonominya, yaitu akumulasi, ekspansi dan eksploitasi. Akumulasi adalah suatu prinsip tentang melipatkan gandakan modal usaha yang akan digunakan, artinya bahwa semakin besar jumlah modal yang di infestasikan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ekonominya maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Sehingga kepemilikan modal adalah salah satu syarat yang paling utama dalam ciri perekonomian seperti ini. Ekspansi adalah usaha untuk menguasai pasar-pasar di wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi yang besar dalam menjalankan kegiatan usahanya atau negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menguasai pasar demi kebutuhan untuk menjual
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Hak Derivatif Pemegang Saham Dalam Perseroan Terbatas

Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Hak Derivatif Pemegang Saham Dalam Perseroan Terbatas

Agus Budiarto, Kedudukan Hukum dan Tanggung Jawab Pendiri Perseroan Terbatas, Bogor : Ghalia Indonesia, 2009.. Agus Budiarto, Kedudukan Hukum Tanggung Jawab Pendiri Perseroan Terbatas, B[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...