Top PDF UU nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan

UU nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan

UU nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan

nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat dan karakteristik arsitektur dan lingkungan yang telah ada, khususnya nilai-nilai kontekstual, tradisional, spesifik, dan bersejarah. Pengaturan dalam undang-undang ini juga memberikan ketentuan pertimbangan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah terus mendorong, memberdayakan dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk dapat memenuhi ketentuan dalam undang-undang ini secara bertahap sehingga jaminan keamanan, keselamatan, dan kesehatan masyarakat dalam menyelenggarakan bangunan gedung dan lingkungannya dapat dinikmati oleh semua pihak secara adil dan dijiwai semangat kemanusiaan, kebersamaan, dan saling membantu, serta dijiwai dengan pelaksanaan tata pemerintahan yang baik.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

warna wallpaper dinding RUANG kota  (6)

warna wallpaper dinding RUANG kota (6)

Bangunan gedung memiliki undang-undang, UU nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung yang mengatur segala hal tentang bangunan gedung dan persyaratan yang harus diperhatikan. Artinya peraturan tentang kepranataan untuk kegiatan konstruksi harus mengacu dari undang- undang tersebut. Ada paying hukum atas keputusan presiden berkitan tentang tata cara pengadaan barang dan jasa milik pemerintah.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERANAN KEPOLISIAN SEBAGAI APARAT PENEGAK HUKUM (Studi Perbandingan Antara UU Nomor 13 Tahun 1961, UU Nomor 28 Tahun 1997 Dan UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia).

PENDAHULUAN PERANAN KEPOLISIAN SEBAGAI APARAT PENEGAK HUKUM (Studi Perbandingan Antara UU Nomor 13 Tahun 1961, UU Nomor 28 Tahun 1997 Dan UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia).

profesional, handal penuh dedikasi dan memiliki integritas moral dan pribadi, sebagai pengayom, pelindung masyarakat dan diarahkan oleh pemerintah untuk pembaharuan jiwa dan semangat Undang-Undang tersebut, sesuai dengan tuntutan reformasi. Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia nanti harus disemangati tekat untuk membangun kepolisian sebagai ujung tombak penegakan hukum yang dapat melaksanakan tugas pokoknya secara mandiri dan profesional untuk merealisasikan prinsip-prinsip negara hukum yang demokrasi. Sebab kinerja kepolisian merupakan jendela untuk menatap wajah hukum kita. Hukum yang semula bersifat umum dan abstrak, di tangan Kepolisian kemudian memperoleh bentuknya yang nyata. Artinya apa yang dijanjikan oleh hukum, menjadi kongrit dirasakan oleh masyarakat sebagai suatu yang adil atau tidak adil. Baik buruknya citra hukum untuk sebagian ditentukan oleh kinerja Kepolisian disamping kinerja Jaksa, Hakim dan para Advocad. Dalam pelaksanaan tugas pokoknya Kepolisian selalu berpihak kepada hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran. Hukum merupakan dasar segala tindakan Kepolisian, demikian pula segala tindakan Kepolisian harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Hukum. Dan lahirlah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yang diharapkan dapat mewujutkan hal-hal diatas. Dan merupakan momentum terwujudnya Kepolisian lepas dari ABRI dan menjadi sipil.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

JURNAL HAN Budi Ispriyarso

JURNAL HAN Budi Ispriyarso

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa meskipun telah terdapat ketentuan yang merubah tentang kedudukan Pengadilan Pajak sebagai Pengadilan Khusus di lingkungan PTUN sebagaimana yang diatur dalam UU Kekuasaan Kehakiman, UU PTUN dan UU KUP, tetapi praktiknya sampai saat ini penyelesaian sengketa pajak masih diadasarkan ketentuan yang terdapat dalam UU Nomor 14 tahun 2002. Hal ini dikarenakan perubahan kedudukan Pengadilan Pajak sebagai Pengadilan Khusus tidak ditindak lanjuti peraturan pelaksanaanya. Upaya-upaya hukum dalam sengketa pajak yang dapat ditempuh wajib pajak meliputi upaya hukum keberatan, banding, gugatan atau Peninjauan Kembali.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN KESIAPAN SDM PADA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH DALAM PERCEPATAN PENERAPAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG DAERAH (STUDI KASUS : KOTA PEKALONGAN, KOTA SURAKARTA DAN KOTA SEMARANG).

KAJIAN KESIAPAN SDM PADA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH DALAM PERCEPATAN PENERAPAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG DAERAH (STUDI KASUS : KOTA PEKALONGAN, KOTA SURAKARTA DAN KOTA SEMARANG).

Bangunan gedung (milik negara, milik swasta atau perorangan) merupakan aset yang mempunyai nilai strategis sebagai tempat proses penyelenggaraan negara, pemerintah, pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan yang mempunyai nilai ekonomis dan sosial, sehingga perlu diatur secara efektif, efisien dan tertib. Hal ini secara hukum telah diamatkan dalam Undang- undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Juga diamatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2005 tentang Petunjuk Peraturan Pelaksanaan Undang- undang Nomor 28 tahun 2002, bahwa bangunan gedung harus selalu dalam kondisi Laik Fungsi yaitu memenuhi persyaratan administratif dan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung yang telah ditetapkan. Sebagai bukti legal bahwa bangunan gedung tersebut dalam kondisi laik fungsi Pemerintah/Pemerintah Daerah menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

UU Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi

UU Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi

Pada saat ini pengaturan mengenai grasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Permohonan Grasi. Undang-Undang tersebut dibentuk pada masa Republik Indonesia Serikat sehingga tidak sesuai lagi dengan sistem ketatanegaraan Indonesia yang berlaku pada saat ini dan substansinya sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat.

12 Baca lebih lajut

PERDA NO 9 TAHUN 2010 TENTANG KAWASAN TANPA ASAP ROKOK

PERDA NO 9 TAHUN 2010 TENTANG KAWASAN TANPA ASAP ROKOK

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247; Undang-Undang N[r]

15 Baca lebih lajut

KPK Partisipasi Masyarakat dalam mengkritisi LHKPN

KPK Partisipasi Masyarakat dalam mengkritisi LHKPN

Dasar Hukum LHKPN • UU RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme; • UU RI Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberan[r]

20 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Bangun Bagi (Studi Pada Pembangunan Rumah Toko Oleh Developer Perorangan Di Kecamatan Medan Selayang)

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Bangun Bagi (Studi Pada Pembangunan Rumah Toko Oleh Developer Perorangan Di Kecamatan Medan Selayang)

Undang-Undang tentang Bangunan Gedung Nomor 28 Tahun 2002 Undang-Undang tentang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 D.Lampiran Akta Perjanjian Pembangunan Rumah Dan Penentuan Bagian.[r]

11 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelayanan Jasa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pada Bank Tabungan Negara (Studi Pada Bank BTN Kantor Cabang Medan)

Efektivitas Pelayanan Jasa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pada Bank Tabungan Negara (Studi Pada Bank BTN Kantor Cabang Medan)

83 Peraturan Perundangan : Undang – undang Nomor 28 tahun 2002 pasal 7 ayat 1 tentang bangunan gedung yaitu : Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan pers[r]

3 Baca lebih lajut

Metode Konservasi di Indonesia Prosedur Pemugaran Bangunan Bersejarah.

Metode Konservasi di Indonesia Prosedur Pemugaran Bangunan Bersejarah.

Pengertian atau batasan tentang bangunan gedung dipetik dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 pada BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 yang isinya sebagai berikut :“Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus”. Bersejarah dimengerti sebagai memiliki nilai sejarah. Nilai dimaksud dapat bermakna dimensi yang mewakili kebudayaan sekaligus peradaban yang dibingkai oleh waktu, identitas bahan, teknologi, dan ilmu pengetahuan, serta dapat saja mengandung nilai estetika dan fungsional. Nilai-nilai tersebut galibnya dinyatakan setelah melampaui penelitian yang mendalam oleh para ahli.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

pp 36 2005 pelaksanaan uu 28 2002 bangunan gedung

pp 36 2005 pelaksanaan uu 28 2002 bangunan gedung

Pengaturan persyaratan teknis dalam Peraturan Pemerintah ini mengatur lebih lanjut persyaratan teknis tata bangunan dan keandalan bangunan gedung, agar masyarakat dalam mendirikan bangunan gedung mengetahui secara jelas persyaratan-persyaratan teknis yang harus dipenuhi sehingga bangunan gedungnya dapat menjamin keselamatan pengguna dan lingkungannya, dapat ditempati secara aman, sehat, nyaman, dan aksesibel, sehinggga secara keseluruhan dapat memberikan jaminan terwujudnya bangunan gedung yang fungsional, layak huni, berjati diri, dan produktif, serta serasi dan selaras dengan lingkungannya.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Peranan Dinas Tata Ruang Dan Tata Bangunan Kota Medan (Studi Tentang Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan Di Kecamatan Medan Johor)

Peranan Dinas Tata Ruang Dan Tata Bangunan Kota Medan (Studi Tentang Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan Di Kecamatan Medan Johor)

Sumber Undang- Undang : Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009 te[r]

2 Baca lebih lajut

PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2002

PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2002

Untuk bangunan gedung yang didirikan pada lokasi yang mempunyai tingkat kebisingan yang mengganggu, pengaturannya dimulai sejak tahap perencanaan teknis, baik melalui desain bangunan gedung maupun melalui penataan ruang kawasan dengan memperhatikan batas ambang bising, misalnya batas ambang bising untuk kawasan permukiman adalah sebesar 60 dB diukur sejauh 3 meter dari sumber suara. Arsitektur bangunan gedung dan/atau ruang-ruang dalam bangunan gedung, serta penggunaan peralatan dan/atau bahan untuk mewujudkan tingkat kenyamanan yang diinginkan dalam menanggulangi gangguan kebisingan, tetap mempertimbangkan pemenuhan terhadap persyaratan keselamatan, kesehatan, dan kemudahan sesuai dengan fungsi bangunan gedung yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

daftar pilun reskrim

daftar pilun reskrim

Undang –Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung 12 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undan[r]

2 Baca lebih lajut

UU RI nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.doc

UU RI nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.doc

Meskipun Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia telah mencantumkan tentang hak anak, pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara untuk memberikan perlindungan pada anak masih memerlukan suatu undang-undang mengenai perlindungan anak sebagai landasan yuridis bagi pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab tersebut. Dengan demikian, pembentukan undang-undang ini didasarkan pada pertimbangan bahwa perlindungan anak dalam segala aspeknya merupakan bagian dari kegiatan pembangunan nasional, khususnya dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung No: 124k  Tun 2013, Tentang Terbitnya Izin Mendirikan Bangunan Di Atas Tanah Yang Masih Dalam Sengketa Di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

Analisis Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung No: 124k Tun 2013, Tentang Terbitnya Izin Mendirikan Bangunan Di Atas Tanah Yang Masih Dalam Sengketa Di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

Republik Indonesia, Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung , diundangkan di Jakarta Tanggal 16 Desember 2002 Menteri Sekretaris Negara RI, Bambang Kesowo, ditulis dilembaran Negara RI Tahun 2002 Nomor 134.

6 Baca lebih lajut

Easybiz.id UU 28 2002 bangunan gedung

Easybiz.id UU 28 2002 bangunan gedung

Yang dimaksud dengan aksesibilitas pada bangunan gedung meliputi jalan masuk, jalan keluar, hubungan horizontal antarruang, hubungan vertikal dalam bangunan gedung dan sarana transportasi vertikal, serta penyediaan akses evakuasi bagi pengguna bangunan gedung, termasuk kemudahan mencari, menemukan, dan menggunakan alat pertolongan dalam keadaan darurat bagi penghuni dan terutama bagi para penyandang cacat, lanjut usia, dan wanita hamil, terutama untuk bangunan gedung pelayanan umum.

35 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...