URAIAN TEORITIS
B. Teknik Pengumpulan Data
6. Adegan Kunci keenam
YouTube - Buku harian baim _ Selasa_2-2-2010 # 1 a. Identifikasi Tanda Visual
visual
Dalam adegan ini secara visual memang kualitas gambar tidak terlalu baik karena pengambilan gambar diambil dari mobil yang meninggalkan Baim dalam adegan sinetron Buku Harian Baim. Namun adegan ini sudah pasti diambil saat malam hari dan diluar ruangan.
b. Makna Tataran Denotatif :
Adegan ini diambil pada malam hari, dengan posisi kamera dari dalam mobil sang kameramen dengan kreatif mengambil gambar baim dengan baik saat berlari mengejar mobil dimana ayahnya di bawa oleh polisi untuk diadili di kantor polisi. Dan ketika melihat ayahnya dibawa pergi oleh polisi Baim tidak rela dan berlari dengan kecepatan yang cukup cepat bagi seorang balita sepertinya kea rah mobil yang membawa pergi ayahnya.
Adegan ini diambil pada malam hari dan dalam kondisi diluar ruangan, namun pakaian yang Baim gunakan mungkin cukup untuk melindunginya dari dinginnya angin malam dalam potongan gambar diatas tampak Baim menggunakan kaos oblong warna kuning dan celana pendek bahan jins dan juga menggunakan sepatu yang tentu akan melindungi kakinya. Namun adegan yang Baim lakukan pada gambar diatas sangat berbagaya karena Baim berlari dengan sangat kencang di jalan berbahan aspal dan dengan menggunakan celana pendek dan apabila terjatuh pasti Baim akan mengalami luka. Pengambilan adegan sesulit itu yaitu berlarian dimalam hari dan diluar ruangan menurut saya sudah kurang etis karena pengambilan dengan berlari cukup menguras tenaga dan Baim pasti sangat kelelahan, apalagi pagi dan siangnya Baim pasti sudah melaksanakan serangkaian syuting untuk adegan lainnya.
Tataran Konotasi
Pengambilan gambar dari dalam mobil juga pasti sangat menyulitkan Baim menerima aba-aba dari sutradara dan tingkat kesulitan melakukan adegan berlari seperti dalam gambar
diatas pasti sangat menguras tenaga. Dan pada saat Baim pun berlari dia harus tetap berdialog dan memainkan ekspresinya baik raut wajah ataupun gerakan tubuhnya. Kerjakeras Baim pada adegan ini memang sangat di tuntut sekali, apalagi stamnanya pun sudah terkuras sebenarnya pada saat syuting dari pagi dan siang. Dan oleh karena itu adegan ini menurut saya sudah sangat memaksa Baim untuk melakukan adegan seperti diatas, kondisi hari yang sudah larut dan juga syuting dilakukan di luar ruangan sebenarnya sudah tidak layak lagi untuk dilakukan oleh artis seumuran Baim. Mungkin alasan yang dipertimbangkan oleh produser sinetron tersebut adalah dramatisasi keadaan kesedihan baim akan lebih dapat jika malam hari dan juga adegan penagkapan polisi jika dilakukan sianghari memang kurang menarik. Namun alasan keselamatan dan juga kesehatan Baim tidak kalah penting hak-hak dan juga keistimewaannya karena dia adalah pekerja dibawah umur harus di implementasikan.
Dari adegan yang dilakukan Baim dalam gambar tersebut sebenarnya sudah menyalahi aturan yang sebenarnya telah ditetapkan oleh undang-undang tenaga kerja salah satunya bahwa anak-anak dibawah umur tidak boleh bekerja pada malam hari. Hal ini sering terjadi karena pemerintah memang belu tegas dalam menindak lanjuti kasus-kasus seperti ini. Pemerintah masih sering memaklumi alasan-alasan yang di sampaikan pihak preoduser terkait atas kualitas gambar, cerita yang lebih berkualitas atau bahkan pemainnya yang tidak keberatan untuk melakukan adegan demikian itu merupakan alasan paling manjur yang sering disampaikan oleh pihak pembuat sinetron jika sudah mulai berhadapan dengan pertanyaan wartawan, LSM peduli anak, ataupun masyarakat yang peduli kepada nasip artis-artis cilik yang dinilai sudah di eksploitasi oleh pembuat sinetron dan juga orang tuanya.
YouTube - Buku harian baim _ Selasa-2-3-2010 # 4
a. Idetifikasi Tanda Visual Visual
Dalam potongan gambar ini terlihat keriangan dan juga sukacita yang terpancar dari ketiga pemain anak-anak tersebut, permainan mengendarai sepeda memang sangat menarik dan menyenagkan untuk dilakukan. Namun keselamatan dalam berakting saat menggunakan properti juga
harus sangat diperhatikan.
b. Makna Tataran Denotasi
Wajah penuh suka cita dan bahagia terpancar jelas dari wajah ketiga anak yang berperan dalam sinetrn Buku Harian Baim. Baim sebagai pemeran utama sinetron trsebut tang pada gambar diatas duduk du bagian depan mengemudikan sepeda dengan mengarahkan kendali laju sepeda mereka, sementara temannya yang bernama Nizan duduk di bangku penumpang dan memegang kendali laju sepeda karena kakinya yang sudah cukup panjang sudah bisa mengayuh sepeda yang meraka tumpangi. Wajah gembira juga di tampilkan oleh teman mereka yang satu-satunya perempuan meskipun dia tidak ikut mengendarai sepeda itu namun dengan membuntuti laju sepeda mereka dan terkdang ikut tertawa ketika sepeda yang di kenderai Baim dan Nizam oleng kekanan ataupun ke kiri.
Tampak dari gambar jika gadis kecil itupun baru selesai menarik tangannya setelah memberikan bantuan kecil lewat sorongan dari tangna kecilnya untuk membantu laji gerak sepeda yang di kenderai Baim tersebu.
Lokasi syuting ketiga artis ini bertempat di luar ruangan dan jalanan yang digunakan juga jalan berbahan aspal yang tentu berbahaya jika terjatuh dari sepeda yang di tumpangi tersebut. Perhatian namun keamanan dan kenyamanan untuk keselamatan pemain sinetronya ternyata telah diantisipasi oleh rumah produksi tersebut, hal itu bisa terlihat dari penggunaan roda tambahan untuk ban belakang, jadi kemungkinan untuk terjatuh kesamping sangat sedikit ditambah lagi Nizam yang memang sudah cukup tinggi untuk mengayuh sepeda jadi kemungkinan untuk terjatuh memang sudah semakin sedikit.
Meskipun demikian posisi Baim sebagai pengendara yang menggantungkan kakinya dan sebalikknya Nissam sebagai orang yang dibonceng malah bertugas mendayung sepeda dengan sekuat tenaga merupakan adegan yang cukup berbahaya jika dilakukan tanpa pengawasan, keseimbangan kedua anak ini dalam memngendalikan setang sepeda dan cepat lambatnya kayuhan harus seiring. Jadi walaupun property yangdisediakan cukup aman masih harus diawasi oleh orang dewasa agar tidak terjatuh karena tidak seimbang.
Tataran Konotasi
Adegan penuh keceriaan dalam potongan gambar dari sinetron Buku Harian Baim diatas sangat menarik untuk di saksikan, terlihat sekali ada kekompakan diantara mereka bertiga yang sangat terasa jika kita perhatikan. Baim sebagai pemeran utama terlihat masih belajar mengemudikan sepeda karena masih harus dibantu oleh temannya Nizam untuk mengendalikan laju sepeda bahkan juga untuk mengayuh pedal sepeda tersebut, walaupun sebenarnya sepeda tersebut tiidak mudah terjatuh karena masih dilengkapi dengan 2 ruda tambahan agar tegaknya sepeda saat dikenderai masih seimbang.
Tampak kerja sama mereka bertiga sangat baik, karena meskipun gadis kecil tersebut tidak ikut menaiki sepeda itu membantu menyorong kedepan agar laju sepeda lebih ringan untuk dikayuh oleh Nisam dan dikendalikan oleh Baim. Kerja keras mereka untuk menikmati acting mereka juga sangat terasa karena meskipun kondisi lokasi syuting cukup terik karena di luar ruangan dan tentu juga posisi duduk mereka di sepeda cukup sulit dan juga berbahaya, oleh karena itu harus ada orang dewasa yang mengawasi jalannya syuting tersebut karena kondisi Baim yang baru belajar dan terlalu senagnya mereka bermain sepeda bisa membuat mereka kehilangan keseimbangan laju sepeda yang mereka kenderai.
Dalam adegan ini sang sutradara juga saya nilai agak terlalu memaksakan kehendak terhadap artisnya untuk melakukan adegan yang cukup berbahaya ini bahkan juga berpotensi untuk ditiru oleh anak-anak dirumah ini. Selain dapat membahayakan keselamatan Baim dan juga Nizam karena kemungkinan kecelakaan yang terjadi adegan yang juga banyak ditonton oleh anak-anak ini bisa saja ditiru oleh penonton dirumah yang juga anak-anak. Sedangkan mengenderai dengan posisi Baim dan Nizam tersebut sangat susah dan berbahaya danharus ada pengawasan orang dewasa saat melakukannya, apalagi di lakukan di jalanan umum, potensi untuk terjatuh bahkan kecelakaan cukup besar. Jadi menurut saya Baim disini kurang dilindungi hak dan kewajibannya dalam berakting. Tugas manager bahkan juga kesadaran produser film harus ada untuk menyikapi hal-hal ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.