• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPK: Affirmative Action Bagi Perempuan

laki-laki.

O l e h k a r e n a i t u , u n t u k m e n g h u b u n g k a n k o n s e p perempuan dan kemiskinan secara k o n k r e t , d i n y a t a k a n b a h w a p e r e m p u a n m i s k i n a d a l a h kelompok yang paling rentan karena subordinasi yang terjadi a k i b a t p o s i s i n y a s e b a g a i perempuan dan sebagai kelompok miskin. Padahal, investasi pada perempuan, misalnya, dianggap sebagai cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga (Bank Dunia, 1994).

Dalam beberapa tahun terakhir, isu-isu pemberdayaan dan otonomi masuk pada perdebatan mengenai p e n a n g g u l a n g a n k e m i s k i n a n melalui berbagai cara dan agency. D i m u l a i d a r i u p a y a - u p a y a pendampingan perempuan melalui kegiatan ekonomi sampai pada upaya-upaya di tingkat yang lebih l u a s u n t u k m e n i n g k a t k a n keterwakilan perempuan di dalam berbagai aspek pengambilan keputusan publik. Seiring dengan semakin meluasnya gerakan good g o v e r n a n c e , s t r a t e g i pembangunan yang dianggap paling tepat untuk penanggulangan

kemiskinan adalah pembukaan ruang-ruang publik, saluran-saluran, dan mekanisme yang mampu menyalurkan aspirasi atau kebutuhan kelompok-kelompok tertinggal -- termasuk di dalamnya kelompok perempuan miskin, di d a l a m s e t i a p p e n g a m b i l a n keputusan yang penting bagi k e h i d u p a n m e r e k a . N a m u n , bagaimana sebenarnya gerakan ini t e r k a i t d e n g a n p a r t i s i p a s i perempuan di tingkat komunitas?

Bank Dunia telah memasukkan partisipasi sebagai strategi yang dianggap penting di dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Upaya mendorong partisipasi ini menjadi lebih jelas dan eksplisit sekitar 1998, seperti dikutip dari pidato Presiden Bank Dunia dalam r a p a t t a h u n a n 1 9 9 8 b a h w a “participation matters -- not only a s a m e a n s o f i m p r o v i n g development effectiveness, as we know from our recent studies but a s t h e k e y t o l o n g t e r m sustainability and leverage” (Francis dalam Kothari, 2001: 72). Artinya, partisipasi dipandang t i d a k l a g i d i g u n a k a n u n t u k meningkatkan efisiensi proyek, tetapi lebih jauh lagi upaya yang l e b i h m a m p u m e n j a n g k a u kelompok miskin.

Di dalam konteks inilah, Bank

“Subordinasi” adalah frasa yang digunakan untuk menjelaskan situasi secara umum yaitu bahwa laki-laki lebih banyak memiliki kekuasaan politik, ekonomi, dan sosial dibandingkan perempuan.

2

2

PPK:Affirmative Action Bagi

Perempuan

Dunia sebagai inisiator utama Good G o v e r n a n c e m e l u n c u r k a n program yang diberi nama Program Pengembangan Kecamatan (PPK). T a r g e t p r o g r a m i n i a d a l a h kecamatan-kecamatan termiskin di I n d o n e s i a . P r o g r a m P P K menyediakan dana berbentuk block grants sekitar US$43,000 sampai US$125,000 per tahun secara langsung untuk setiap kecamatan miskin yang pada prinsipnya dapat digunakan untuk mengajukan kegiatan berbentuk (1) prasarana fisik yang bersifat grantatau hibah dan (2) ekonomi bersifat pinjaman atau kredit bergulir.

PPK yang dimulai pada tahun 1998 kemudian berkembang menjadi p r o g r a m n a s i o n a l y a n g berkembang dengan cepat. Pada tahap pertama, PPK menjangkau 501 kecamatan yang kemudian ditambah menjadi 271 kecamatan p a d a t a h a p k e d u a , d a n penambahan kembali sekitar 257 kecamatan pada tahap ketiga. Dalam tempo tiga tahun terdapat dua kali lipat (97%) penambahan j u m l a h k e c a m a t a n s e h i n g g a s e m u a n y a m e n j a n g k a u 9 8 4 kecamatan di 20 provinsi atau sekitar 25% dari 4028 kecamatan

yang ada di Indonesia. Dana yang digunakan dalam PPK adalah dana pinjaman yang berasal dari Bank Dunia (IBRD Loan) sebesar US$225 juta dan US$1 juta untuk tahap persiapan. Sejak KDP pertama tahun 1998--2002, proyek ini sudah membiayai 50.000 k e g i a t a n p e m b a n g u n a n d a n peningkatan prasarana fisik. Proyek ini juga sudah diklaim memberikan manfaat bagi 35 juta rakyat miskin di dalam 2,8 juta desa. PPK tahap ketiga juga akan segera dimulai dan diperkirakan akan menelan biaya US$204 juta.

PPK sendiri ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dengan cara meningkatkan kemampuan pemerintah di tingkat kecamatan di dalam menyusun proposal rencana p e n g e m b a n g a n k o m u n i t a s . Sebetulnya PPK tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan dengan program-program bantuan dalam bentuk pinjaman atau hibah lain. Perbedaannya terletak pada proses p e n y u s u n a n p r o p o s a l d a n pengambilan keputusan yang dilakukan secara partisipatif, melalui serangkaian diskusi dalam forum warga mulai dari tingkat d u s u n , y a n g k e m u d i a n

Good Governance sendiri telah banyak dikritik karena •gbentukan baru•h ini dibuat oleh Bank Dunia untuk melakukan intervensi lebih jauh, yaitu masuk dalam proses pengambilan keputusan (sistem politik) di dalam pemerintahan untuk kemudian membuat Bank Dunia mampu mengatur alokasi sumber daya ekonomi bagi kepentingan kapitalisasi (Leftwich, 1993 dan Gibson, 1993).

Tahapan penentuan kecamatan; (1) Pertama, kecamatan penerima dana PPK terpilih berdasarkan tingkat kemiskinan yang ditentukan dari data Pedes dan Susenas, (2) data tersebut diberikan kepada konsultan di tingkat provinsi dan kabupaten untuk dikonfirmasi di lapangan, dan dihasilkan daftar kedua yang lebih pendek, dan (3) daftar ini diserahkan lagi kepada Bappenas untuk diolah dan hasilnya diberikan kepada Bank Dunia.

3

3

4

4

dikompetisikan antara berbagai desa dalam satu kecamatan. Seluruh proses ini dilakukan dengan prinsip partisipasi dan akuntabilitas.

Tahapan proses pelaksanaan PPK adalah :

Musbangdus dan kemudian diajukan di tingkat desa. Di tingkat desa prioritas usulan disusun yang kemudian diajukan dan dikompetisikan di tingkat k e c a m a t a n ( U n i t D a e r a h K o o r d i n a s i Pembangunan/UDKP).

Persiapan proposal. Setiap desa b i s a m e n g a j u k a n u s u l a n maksimal untuk dua kegiatan yang mencakup prasarana dan/atau ekonomi di tahapan UDKP, dengan syarat minumum s a t u u s u l a n b e r a s a l d a r i kelompok perempuan. Setiap desa dapat mengajukan proposal m a k s i m a l R p . 3 0 0 j u t a (US$33,300). Usulan dalam dua bidang itu terbuka untuk apa pun, kecuali untuk kebutuhan yang bersifat “negatif” atau prasarana ibadah. Hal ini memungkinkan masyarakat desa untuk mengajukan usulan sesuai keinginan mereka dan proposal tersebut dapat merupakan kombinasi antara kegiatan prasarana dan ekonomi.

V e r i f i k a s i . T a h a p a n i n i sebetulnya lebih merupakan tahapan untuk meninjau kembali usulan di tingkat desa. Verifikasi ini dilakukan sebelum masuk ke UDKP. Tim verifikasi biasanya terdiri atas tokoh masyarakat, FK, dan tenaga teknis dari k o n s u l t a n m a n a j e m e n kabupaten.

Keputusan Pembiayaan: tahapan seleksi proyek. Setiap proposal dari desa dibawa, didiskusikan, dan diputuskan dalam proses UDKP. Forum UDKP dihadiri Diseminasi informasi. Proses ini

dilakukan melalui workshop

yang mengikutsertakan berbagai aktor, seperti tokoh masyarakat, kelompok birokrasi di tingkat lokal, media lokal, akademisi, dan perwakilan Ornop. Di t i n g k a t d e s a , d i s e m i n a s i informasi dilakukan pula melalui pertemuan di tingkat desa dan institusi-institusi informal lainnya. Di tingkat desa ini pula dilakukan pemilihan Fasilitator Desa (FD) yang terdiri atas satu orang FD laki-laki dan satu orang FD perempuan.

P e r e n c a n a a n . R a p a t - r a p a t perencanaan ada di tingkat kecamatan dan desa. Fasilitator Kecamatan (FK) dan Fasilitator Desa (FD) mendiseminasikan prosedur pengajuan usulan dan k e m u d i a n m e n d o r o n g m a s y a r a k a t d e s a u n t u k mengajukan usulan-usulan tersebut. Pertemuan kelompok p e r e m p u a n s e c a r a k h u s u s dilangsungkan di luar pertemuan d u s u n ( M u s y a w a r a h P e m b a n g u n a n Dusun/Musbangdus) atau desa (Musyawarah Pembangunan D e s a / M u s b a n g d e s ) . Perencanaan usulan dilakukan dalam beberapa tahapan, diawali dari tingkat dusun melalui

oleh perwakilan desa yang terdiri atas FD, kepala desa, dan 3 tokoh desa, yang terdiri atas satu orang perempuan dan dua orang laki-l a k i . F o r u m i n i b i a s a n y a membicarakan secara langsung setiap usulan yang masuk dari tingkat desa untuk kemudian disusun urutan prioritasnya. Implementasi. Pengambilan keputusan mengenai usulan yang disepakati akan dibiayai dilakukan di dalam UDKP. S e t e l a h i t u , d i d a l a m Musbangdes dipilih Tim Teknis Desa (TTD) untuk melaksanakan usulan kegiatan prasarana dan TPK (Tim Pengelola Keuangan) untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. TTD biasanya terdiri atas lima orang yang kemudian menjadi pelaksana proyek tersebut. Dalam tahapan ini pula, swadaya desa dimobilisasi baik berupa materil (uang atau barang) maupun tenaga kerja.

pertemuan dusun atau desa dan disebut dengan istilah Musbangdes perempuan. Keistimewaan kedua a d a l a h k e h a r u s a n a d a n y a perwakilan perempuan di tahapan proses pelaksanaan PPK, antara lain menjadi FD dan keharusan bahwa perempuan menjadi wakil dusun dan desa.

Secara geografis, Desa Pamanukan Sebrang adalah bagian dari K e c a m a t a n P a m a n u k a n (Kabupaten Subang, Jawa Barat) yang berada di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Desa Pamanukan Sebrang diuntungkan oleh jalur Pantura yang banyak dilalui oleh kendaraan yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Cirebon dan Jawa Tengah. Karena posisinya yang strategis, di sepanjang jalur pantura terdapat banyak hotel, usaha-usaha perdagangan, hotel, warung, rumah makan, dan pedagang asongan; baik informal maupun formal.

Asumsi dasar di dalam konsep partisipasi adalah menganggap kelompok komunitas sebagai

knowing and active subject.

Artinya, komunitas dianggap memiliki pengetahuan mengenai siapa saja yang dianggap sebagai o r a n g m i s k i n . P e n g e t a h u a n mengenai kondisi kemiskinan dan siapa saja yang dianggap miskin Berdasarkan tahapan-tahapan

t e r s e b u t , P P K m e m b e r i k a n keistimewaan tersendiri bagi perempuan. Tindakan afirmatif, y a n g d i c a n t u m k a n s e b a g a i persyaratan di dalam proses, mengharuskan perempuan terlibat di dalam proses perencanaan. Keistimewaan pertama adalah proposal perempuan tidak perlu dikompetisikan lagi di tingkat desa. Setiap desa bisa mengajukan dua proposal, dengan syarat satu proposal berasal dari kelompok perempuan. Pertemuan untuk m e n g a j u k a n u s u l a n - u s u l a n t e r s e b u t d i a d a k a n d i l u a r