TINJAUAN PUSTAKA
A. LANDASAN TEORI 1.Sistem Informasi
6. Ahli Luar
Thong et al. (1996) dalam De Guinea (2005), menyatakan bahwa dukungan manajerial dan ahli luar Sistem Informasi (SI) dapat mengatasi kekurangan sumber daya dan pengetahuan bagi usaha kecil dalam pelaksanaan SI dan, karenanya, dapat mempengaruhi keefektifan SI. Penelitian tersebut menggabungkan teori Attewell dengan teori berbasis sumber daya perusahaan (Wernerfelt, 1984, 1995). Alasan teori berbasis sumber daya dimana perusahaan telah digunakan untuk mempelajari dukungan manajerial dan ahli eksternal SI pada keberhasilan pelaksanaan (yaitu, Thong, 2001). Bisnis membutuhkan ahli luar seperti konsultan, vendor, dan akuntan luar untuk memberikan pengetahuan mengenai masalah teknis demi keefektivan SIA. Selain itu juga pengawasan dari lembaga pemerintah
a. Konsultan
Konsultan adalah seorang tenaga professional yang menyediakan jasa nasehat ahli dalam bidang keahliannya, misalnya
manajemen, sistem, akuntansi, IT, Keuangan, lingkungan, biologi, bisnis, hukum, dan lain-lain. Perbedaan antara seorang konsultan dengan ahli biasa adalah konsultan bukan merupakan karyawan di perusahaan sang klien, melainkan seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah firma konsultasi, serta berurusan dengan berbagai klien dalam satu waktu.
Seorang konsultan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan suatu solusi atau pemecahan masalah yang tidak biasanya dapat dilakukan oleh orang biasa, seperti dalam hal ini konsultan manajemen (management consultant), bukan hanya mengerti dan menguasai masalah teknis, namun dituntut lebih bahwa seorang konsultan harus memiliki “communication skill” dalam menyampaikan “knowledge” atau pengetahuan yang dimilikinya sebagai transfer “know how”-nya kepada tim work dan juga seorang konsultan harus bisa memotivasi tim work dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan sehingga bisa men-drive up sistem manajemen yang telah di atur sebelumnya.
b. Vendor
Vendor adalah orang-orang yang telah mengembangkan paket dari Enterprice Resources Planning (ERP). Menurut Gaspersz (2001) ERP merupakan sistem informasi berorientasi akuntansi
(accounting-oriented information system) untuk mengidentifikasi dan
dibutuhkan guna memenuhi pesanan-pesanan pelanggan (customer
orders). Sistem ERP merupakan sistem manajemen manufaktur
berorientasi pelanggan (customer oriented manufacturing management
system) (APICS, 1998; Dykstra dan Cornelison, 1998). ERP
mengelola operasi dan fungsi-fungsi pendukung dari industri manufaktur dengan harus memperhatikan sumber-sumber daya kritis dari perusahaan.
Vendor adalah orang-orang yang telah menginvestasikan banyak waktu dan usaha dalam penelitian terhadap solusi dari implementasi ERP. Peranan dari para vendoradalah:
1) Para vendor harus menyediakan produk dan dokumentasi sesegera mungkin setelah kontrak ditandatangani. Setelah software dikirim, perusahaan dapat mengembangkan pelatihan dan melakukan percobaan software serta membentuk tim implementasi. Vendor bertanggung jawab untuk memperbaiki masalah yang ditemukan oleh para tim implementasi, sehingga vendor harus memiliki perwakilan di perusahaan yang secara langsung berhubungan dengan tim implementasi tersebut.
2) Vendor menyedikan pelatihan kepada key user, orang yang akan memegang peranan dalam implementasi sistem. Key user ini adalah orang yang akan menegaskan, bagaimana software akan membatu perusahaan, atau dapat juga dikatakan sebagai orang
yang menjelaskan bagaimana cara kerja dari software dan
hardware ini.
Peranan vendor tidak berakhir dengan pelatihan, mereka juga berperan dalam sebuah proyek penting untuk mendukung fungsinya dan harus membuat bagaimana software dan hardware dapat diwujudkan menjadi sistem di perusahaan. Dengan demikian vendor mengerti benar perbedaan dari produk dan dapat membuat saran yang tepat, serta meningkatkan kinerja dari sistem sehingga berdampak pada kinerja perusahaan.
Implementasi yang sukses memberikan kepuasan kepada klien yang lain, karena adanya perbaikan terus menerus yakni penyesuaian kondisis nyata dengan kondisi sistem yang selalu didukung oleh
vendors. Mereka harus memastikan dan menjamin bahwa sistem yang
diaplikasikan semua secara global dan tim implementasi harus melakukan pengecekan terhadap keberhasilan implementasi. Manajemen harus yakin bahwa vendor akan selalu mendukung secara berkelanjutan. Indikator yang digunakan oleh peneliti adalah kecepatan respon vendor, memperbaiki kemauan dan penyerahan yang bagus dan lain-lain. Jadi penjual akan terus berpartisipasi di semua tahap dalam implementasi, kebanyakan dalam kemampuan dan partisipasi vendor saat implementasi (Bailey dan Pearson, 1993; Yusuf, et al., 2004).
c. Akuntan Luar
Akuntan adalah salah satu profesi yang terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan. Keterlibatan akuntan mencakup dua pihak, yaitu internal dan eksternal. Keterlibatan internal terjadi bila akuntan menjadi salah satu bagian dari manajemen untuk melaksanakan fungsi sebagai penyedia informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan. Keterlibatan eksternal akuntan adalah bila akuntan menjalankan profesinya sebagai auditor yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan atas kewajaran laporan keuangan.
Profesi auditor dari para akuntan memainkan peran yang penting karena mereka memverifikasi kewajaran informasi yang mendasari dilakukannya berbagai macam transaksi bisnis pemakai laporan keuangan. Tanpa kepercayaan terhadap kebenaran kondisi keuangan suatu perusahaan, para investor akan ragu untuk membeli saham suatu perusahaan terbuka dan pasar akan sulit tercipta (Tjager et al., 2003).
Informasi akuntansi berbasis komputer berpengaruh terhadap peran akuntan dalam SIA. Minimal seorang akuntan harus dapat mengoperasikan komputer, karena profesi akuntan memiliki hubungan yang sangat erat dalam SIA. Profesi akuntan sebagai akuntan publik terutama memberikan jasa dalam bidang pemeriksaan akuntan
(auditing). Pekerjaan akuntan secara teknis sudah digantikan oleh
manajemen dalam pengambilan keputusan. Akuntan dapat berkonsentrasi pada pengembangan dan pengendalian sistem yang sedang berjalan. Dan hampir sebagian besar akuntan di era globalisasi ini mempunyai akses pada komputer dan menjadi pengguna utama komputer. Hal ini terjadi karena akuntan selain menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan juga sekaligus sebagai pemakai informasi.
Dalam SIA berbasis komputer, ada 3 pendekatan yang dilakukan oleh akuntan dalam melakukan auditing (Robertson dan Fredrick, 1985) dalam Astutin (2008):
1) Auditing Around The Computer.
Pemeriksaan dilakukan hanya disekitar komputer. Pendekatan ini memperlakukan komputer dalam perusahaan sebagai black box. Asumsi yang digunakan adalah apabila sampel keluaran dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan.
2) Auditing With The Computer.
Komputer telah dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pemeriksaan, seperti melakukan penulisan, perhitungan, pembandingan dan sebagainya. Fasilitas program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien (Generalized Audit Softwarwe) juga digunakan dalam pendekatan ini.
3) Auditing Trough The Computer.
Akuntan memasukkan data kedalam komputer untuk diproses hasilnya, kemudian dianalisis untuk memeriksa keandalan dan kecermatan program komputer tersebut. Disini komputer tidak lagi diperlakukan sebagai black box.
Dari ketiga pendekatan di atas, akuntan dalam melakukan pemeriksaan akan lebih baik jika menggunakan auditing trough the
computer, karena dengan pendekatan ini akuntan tidak percaya
sepenuhnya terhadap sistem komputer perusahaan, tetapi juga melakukan pengujian mengenai kehandalan keefektifan SIA dalam perusahaan.
d. Lembaga Pemerintah
Peran lembaga pemerintah dalam keefektifan SIA juga tidak perlu diragukan lagi. Dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), pemerintah perlu mensosialisasikan penggunaan teknologi informasi demi kemajuan perusahaan. Dalam penelitian ini, perlu dilihat apakah lembaga pemerintah mempunyai pengaruh dalam bidang teknologi informasi khususnya dalam menunjang keefektifan Sistem Informasi Akuntansi bagi perusahaan.