• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pengujian Instrumen Penelitian

2. Pengujian Reliabilitas

Pengujian reliabilitas memberikan hasil berupa data yang ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Tabel IV. 15 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha Interprestasi

Keefektifan SIA 0,8372 Baik

Partisipasi manajer 0,7927 Baik

Pengetahuan SIA 0,8267 Baik

Pengetahuan akuntansi 0,8626 Baik Keefektifan konsultan 0,9727 Baik

Keefektifan vendor 0,9836 Baik

Keefektifan akuntan luar 0,9864 Baik Keefektifan lembaga pemerintah 0,9836 Baik Sumber: print out SPSS

Dari data yang dihasilkan oleh uji reliabilitas dapat disimpulkan bahwa variabel keefektifan SIA, partisipasi manajer, pengetahuan SIA, pengetahuan akuntansi, keefektifan konsultan, keefektifan vendor, keefektifan akuntan luar, dan keefektifan lembaga pemerintah dalam penelitian ini memiliki reliabilitas yang masuk dalam kategori “baik” karena nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,60.

C. Pengujian Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas untuk masing-masing regresi memberikan hasil berupa data yang ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Tabel IV.16 Hasil Uji Normalitas

Model K-SZ p Interpretasi

1 1,095 0,181 Berdistribusi normal a.Variabel independen: kecanggihan SIA, partisipasi manajer, pengetahuan

SIA, pengetahuan akuntansi, keefektifan konsultan, keefektifan vendor, keefektifan akuntan luar, keefektifan lembaga pemerintah.

b.Variabel dependen : keefektifan SIA. Sumber: print out SPSS

Dari hasil uji Kolmogorov Smirnov untuk keseluruhan variabel, yaitu variabel keefektifan SIA, partisipasi manajer, pengetahuan SIA, pengetahuan akuntansi, keefektifan konsultan, keefektifan vendor, keefektifan akuntan luar, dan keefektifan lembaga pemerintah menunjukkan nilai p sebesar 0,181 lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas

Pengujian multikolinearitas untuk masing-masing regresi memberikan hasil berupa data yang ditunjukkan dalam tabel sebagai berikut ini.

Tabel IV.17

Hasil Uji Multikolinearitas

Collinerity Statistics Variabel Tollerance VIF Interprestasi Keefektifan SIA - Kecanggihan SIA 0,819 1,220 Tidak terjadi multikolinearitas Keefektifan SIA – Partisipasi Manajer 0,827 1,209 Tidak terjadi multikolinearitas Keefektifan SIA - Pengetahuan SIA 0,559 1,790 Tidak terjadi multikolinearitas Keefektifan SIA – Pengetahuan Akuntansi 0,648 1,543 Tidak terjadi multikolinearitas Keefektifan SIA – Keefektifan Konsultan 0,640 1,563 Tidak terjadi multikolinearitas Keefektifan SIA – Keefektifan Vendor 0,473 2,113 Tidak terjadi multikolinearitas Keefektifan SIA – Akuntan Luar 0,360 2,778 Tidak terjadi multikolinearitas Keefektifan SIA – Keefektifan Lembaga Pemerintah 0,714 1,401 Tidak terjadi multikolinearitas Sumber: print out SPSS

Hasil pengujian multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai toleransi (tolerance) seluruh regresi lebih dari 0,1 dan nilai VIF (Variance

Inflation Factor) kurang dari 10, hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi

multikolinearitas dalam penelitian ini.

3. Uji Autokolerasi

Pengujian autokorelasi memberikan hasil berupa data yang ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Scatterplot

Dependent Variable: Efektivitas SIA

Regression Standardized Residual

3 2 1 0 -1 -2 -3 R e g re s s io n S ta n d a rd iz e d P re d ic te d V a lu e 3 2 1 0 -1 -2 -3 Tabel IV.18 Hasil Uji Autokorelasi Model R R Square Adj R Square Std Error of Estimate D-W Interprestasi 1 0,731 0,535 0,425 0,467 2,045 Tidak ada autokolerasi

a. Predictors: (Constant), kecanggihan SIA, partisipasi manajer,

pengetahuan SIA, pengetahuan akuntansi, keefektifan konsultan, keefektifan vendor, keefektifan akuntan luar, keefektifan lembaga pemerintah.

b. Variabel dependen: Keefektifan SIA. Sumber: print out SPSS

Hasil pengujian autokorelasi untuk regresi berganda di atas, menunjukkan bahwa angka Durbin Watson (D-W) sebesar 2,045. Hal ini berarti angka D-W lebih besar dari 1,958 sehingga tidak menunjukkan adanya autokorelasi.

4. Uji Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas untuk regresi berganda memberikan hasil berupa data yang ditunjukkan dalam gambar berikut ini.

Gambar IV.1

Uji Heteroskedastisitas dengan Metode Scatterplot

Gambar di atas menunjukkan penyebaran plot-plot yang berada di atas dan di bawah sumbu 0 serta plot-plot tersebut tidak membentuk suatu pola tertentu, sehingga dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas.

D. PENGUJIAN HIPOTESIS

Dalam penelitian ini, keseluruhan hipotesis (H1-H8) diuji dengan menggunakan Uji Regresi Berganda, untuk mengetahui pengaruh variabel independen, seperti: kecanggihan SIA, partisipasi manajer, pengetahuan SIA, pengetahuan akuntansi, keefektifan konsultan, keefektifan vendor, keefektifan akuntan luar, serta keefektifan lembaga pemerintah terhadap variabel dependen yaitu keefektifan SIA. Hasil analisis regresi berganda digambarkan pada tabel berikut :

Tabel IV.19

Hasil Analisis Regresi Berganda Variabel Koefisien Regresi t Sig X1 Kecanggihan SIA 0,000 0,012 0,991 X2 Partisipasi Manajer 0,436 3,138 0,004* X3 Pengetahuan SIA 0,031 0,160 0,874 X4 Pengetahuan Akuntansi 0,489 2,972 0,005* X5 Keefektifan Konsultan 0,035 0,591 0,558 X6 Keefektifan Vendor 0,048 0,563 0.577 X7 Keefektifan Akuntan Luar 0,175 2,108 0,042* X8 Keefektifan Lembaga Pemerintah 0,101 1,010 0,320

R=0,731 R2=0,535 Adj R2=0,425 F=4,888 Sumber: print out SPSS

** Signifikan pada level 0,01 * Signifikan pada level 0,05

Hasil pengujian pada tabel di atas menunjukkan bahwa variabel kecanggihan SIA (X1) tidak menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA sehingga H1 ditolak. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dihasilkan oleh Ismail (2009) dimana kecanggihan SIA tidak menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA. Hasil tidak signifikan ini memang tidak diharapkan (Sien 2001 dalam Ismail 2009).

Variabel partisipasi manajer (X2) menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA sehingga H2 diterima pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Jarvenpaa dan Ives (1991) dan Ismail (2009), dimana dalam penelitian mereka, partisipasi manajer tidak menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA.

Variabel pengetahuan SIA (X3) menunjukkan pengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H3 ditolak. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ismail (2009) dimana tingkat pengetahuan manajer tentang SIA tidak menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA.

Variabel pengetahuan akuntansi (X4), menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA, sehingga H4 diterima pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Ismail (2009), dimana dalam penelitiannya, pengetahuan akuntansi menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA.

Variabel keefektifan konsultan (X5) menunjukkan pengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H5 ditolak. Hasil penelitian ini

mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ismail (2009) dimana keefektifan konsultan tidak menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA.

Variabel keefektifan vendor (X6) menunjukkan pengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H6 ditolak. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ismail (2009) dimana dalam penelitiannya keefektifan vendor menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA.

Variabel keefektifan akuntan luar (X7) menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA sehingga H7 diterima pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ismail (2009) dimana keefektifan akuntan luar menunjukkan pengaruh positif terhadap keefektifan SIA. Hal tersebut berarti bahwa akuntan luar memiliki kemampuan lebih mengenai klien dan bisnis kliennya dan dapat membantu dalam pelaksanaan SIA yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.

Variabel keefektifan lembaga pemerintah (X8) menunjukkan pengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H8 ditolak. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ismail (2009) dimana dalam penelitiannya keefektifan lembaga pemerintah menunjukkan pengaruh negatif terhadap keefektifan SIA.

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penelitian ini mengambil objek pada perusahaan manufaktur di wilayah Surakarta. Berdasarkan hasil analisis data pada Bab IV, maka dapat disimpulkan sebagai berikut ini.

1. Pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa kecanggihan SIA berpengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H1 ditolak, yang berarti bahwa dengan aplikasi-aplikasi SIA yang digunakan oleh perusahaan tidak menjamin keefektifan SIA perusahaan.

2. Pengujian hipotesis ke dua menunjukkan bahwa partisipasi manajer berpengaruh positif terhadap keefektifan SIA sehingga H2 diterima, yang berarti bahwa partisipasi manajer mempunyai peran penting dalam pelaksanaan SIA demi tercapainya keefektifan SIA.

3. Pengujian hipotesis ke tiga menunjukkan bahwa pengetahuan SIA berpengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H3 ditolak, yang berarti bahwa manajer yang mengerti kebutuhan informasi perusahaan melalui SIA belum tentu dapat menjamin keefektifan SIA perusahaan tersebut.

4. Pengujian hipotesis ke empat menunjukkan bahwa pengetahuan akuntansi berpengaruh positif terhadap keefektifan SIA sehingga H4 diterima, yang berarti bahwa manajer dengan tingkat pengetahuan akuntansi yang lebih

baik dibanding jika tidak memiliki pengetahuan tersebut dapat membantu perusahaan dalam mencapai keefektifan SIA.

5. Pengujian hipotesis ke lima menunjukkan bahwa keefektifan konsultan berpengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H5 ditolak, yang berarti bahwa perusahaan yang menggunakan jasa konsultan belum dapat menjamin perusahaannya mencapai keefektifan SIA.

6. Pengujian hipotesis ke enam menunjukkan bahwa keefektifan vendor berpengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H6 ditolak, yang berarti bahwa perusahaan yang menggunakan jasa vendor sebagai penyedia sistem belum dapat menjamin perusahaannya mencapai keefektifan SIA.

7. Pengujian hipotesis ke tujuh menunjukkan bahwa keefektifan akuntan luar mempunyai pengaruh positif terhadap keefektifan SIA sehingga H7 diterima, yang berarti bahwa perusahaan yang menggunakan jasa akuntan luar dapat menyajikan laporan keuangan secara wajar, sehingga keefektifan SIA dapat tercapai.

8. Pengujian hipotesis ke delapan menunjukkan bahwa keefektifan lembaga pemerintah mempunyai pengaruh negatif terhadap keefektifan SIA sehingga H8 ditolak, yang berarti peran lembaga pemerintah belum dapat membantu perusahaan dalam mencapai keefektifan SIA.

B. KETERBATASAN DAN SARAN

Dokumen terkait