• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI 1.Sistem Informasi

5. Pengetahuan SIA dan Akuntansi a. Pengetahuan

Menurut Nadler (1986), pengetahuan merupakan proses belajar manusia mengenai kebenaran atau jalan yang benar secara mudahnya mengetahui apa yang harus diketahui untuk dilakukan. Menurut Gordon (1994), pengetahuan merupakan struktur organisasi pengetahuan yang biasanya merupakan suatu fakta prosedur dimana jika dilakukan akan memenuhi kinerja yang mungkin. Sedangkan menurut Dana dkk (2005) dalam Hermana (2006), pengetahuan adalah integrasi dari informasi, gagasan, pengalaman, intuisi, keterampilan, dan pelajaran berharga yang menciptakan nilai tambah untuk perusahaan. Jika disimpulkan maka pengetahuan (knowledge) diartikan sebagai dasar kebenaran atau fakta yang harus diketahui dan diterapkan dalam pekerjaan.

Kraiger (1993), membagi pengetahuan menjadi dua bagian yang saling berhubungan, yaitu:

1) Teoritical Knowledge

Pengetahuan dasar yang dimiliki karyawan seperti prosedur bekerja, moto dan misi perusahaan serta tugas dan tanggung jawab, informasi-informasi lainnya yang diperlukan dan yang diperoleh baik secara formal (sekolah, universitas) maupun dari non formal (pengalaman-pengalaman).

2) Practical knowlwdge

Pengetahuan yang diberikan kepada karyawan dengan tujuan untuk memahami bagaimana dan kapan karyawan bersikap dan bertindak dalam menghadapi berbagai masalah dan penerapan prosedur kerja berdasarkan dari pengetahuan secara teori dari pengalaman-pengalaman yang terjadi.

b. Pengetahuan tentang SIA, seperti: 1) Database

Menurut Everest (2005), database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi. Menurut Date (2002) database adalah koleksi data operasional yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi. Data tersebut terdiri dari: data input yang berupa data yang masuk dari luar sistem, data output yang berupa data yang dihasilkan sistem, dan data operasional yang berupa data yang tersimpan pada sistem.

Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa database merupakan suatu data yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa adanya suatu kerangkapan data, sehingga mudah untuk digunakan kembali, dapat digunakan oleh suatu program aplikasi secara optimal. Data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan menggunakannya, data disimpan sedemikian rupa sehingga apabila ada penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.

2) Speadsheets

Spreadsheets adalah program perangkat lunak terpadu yang

dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah (Yusup, 2005). Program spreadsheets menggantikan cara pemecahan masalah yang semula dilakukan secara manual. Aplikasi program

spreadsheets dalam akuntansi meliputi pembuatan anggaran, daftar

depresiasi, daftar amortisasi, analisis hubungan Biaya-Volume dan Laba, dan anggaran aktiva tetap.

Program spreadsheets yang paling populer adalah Lotus 1-2-3, yaitu suatu elektronik spreadsheets dengan kemampuan membuat grafik dan data manajemen. Program Lotus 1-2-3 dapat dioperasikan dengan berbagai personal computer dan komputer

IBM compatible. Program spreadsheets lain yang dapat dijumpai

Planner dan Quattro. Keunggulan spreadsheets yang paling menonjol adalah kemampuannya untuk mengingat rumus-rumus dan perhitungan-perhitungan yang telah dimasukkan dalam

spreadsheets.

3) E-mail

Surat elektronik (disingkat ratel atau surel atau surat-e) atau pos elektronik (disingkat pos-el) atau nama umumnya dalam bahasa Inggris "e-mail" adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur internet. Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet.

Jenis e-mail ada dua macam, yaitu : a) E-mail berbasis web

Ciri-ciri e-mail berbasis web pada umumnya disediakan gratis oleh sebuah website, diakses melalui aplikasi web browser, membaca dan mengirim e-mail harus dalam keadaan online (terhubung internet) dengan membuka situs yang bersangkutan. b) E-mail berbasis POP3 (Post Office Protocol 3)

Ciri-ciri e-mail berbasis POP3 adalah dapat diperoleh dengan

cara gratis dan ada pula yang harus membayar. Membaca e-mail dapat dilakukan dalam keadaan offline (tidak terhubung

dengan internet), bisa diakses melalui aplikasi e-mail client seperti outlook express.

4) Internet

Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini digunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

Menurut Tjiptono dan Santoso (2001) dalam hal daya tarik komunikasi, internet menawarkan kemampuan berkomunikasi secara elektronik (via email dan chatting) yang relatif mudah dan murah selama 24 jam. Internet juga memberikan kemungkinan dan kemudahan untuk mengakses berbagai macam informasi, seperti keperluan penelitian atau pengambilan keputusan organisasi.

c. Pengetahuan Akuntansi

Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik (Suwardjono, 2005). Dari sudut pemakai, Jusup (2005), mendefinisikan akuntansi sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan keegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Sedangkan dari sudut proses kegiatan, akuntansi didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan,, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi.

Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan.

1) Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi.

2) Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut.

3) Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila

tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.

Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.

Dalam penelitian ini, tingkat pengetahuan manajer tentang akuntansi dapat dilihat dari segi:

1) Pengetahuan tentang Teknik Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan disusun terutama untuk menghasilkan informasi yang umumnya dalam bentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak-pihak luar perusahaan. Umumnya laporan keuangan yang dihasilkan terdiri dari :

a) Neraca, tujuan spesifiknya adalah untuk memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi, kewajiban, dan modal sendiri suatu entitas atau perusahaan.

b) Laporan Laba Rugi merupakan hasil dari kegiatan suatu perusahaan selama periode akuntansi tertentu. Laporan ini sering dipandang sebagai laporan akuntasi yang paling penting dalam laporan tahunan.

c) Laporan aliran kas bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu. Tujuan kedua laporan ini adalah untuk

memberikan informasi mengenai efek kas dari kegiatan investasi, pendanaan, dan operasi perusahaan selama periode tertentu.

Laporan-laporan ini merupakan ringkasan dari keadaan dan hasil kegiatannya yang ditujukan kepada pihak luar perusahaan yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan seperti langganan, pemegang saham, kreditur, bank, kantor pajak dan lain-lain. Oleh karena itu laporan ini ditujukan kepada pihak luar perusahaan cara penyajian dan isinya diatur oleh prinsip akuntansi yang lazim. Garrison (2006) menjelaskan bahwa akuntansi keuangan menyediakan informasi yang diperlukan untuk pemegang saham, kreditor dan pihak-pihak lain yang berada diluar organisasi. Teknik akuntansi keuangan, seperti:

a) Metode penilaian persediaan, meliputi:

(1) Metode First In First Out (FIFO) , yang menganggap bahwa barang yang lebih dahulu dibeli, akan dijual lebih dahulu. Dengan demikian harga perolehan barang yang lebih dulu dibeli, akan dianggap menjadi harga pokok penjualan. FIFO sering kali sejalan dengan aliran fisik barang dagangan, karena manajemen yang baik biasanya barang yang paling lama, dijual lebih dahulu. Pada metode FIFO, persediaan akhir ditentukan dengan mengambil harga perolehan per unit dari pembelian paling akhir dan

bergerak mundur sampai semua unit dalam persediaan mendapat harga perolehan.

(2) Metode Last In First Out (LIFO), yang menganggap bahwa barang yang dibeli lebih akhir akan dijual atau dikeluarkan lebih dahulu. Dengan demikian harga perolehan barang yang dibeli akan dialokasikan lebih dahulu sebagai harga pokok penjualan. Metode ini, biasanya tidak sejalan dengan aliran fisik barang. Pada metode ini, persediaan akhir ditentukan dengan mengambil harga perolehan per unit dari barang-barang yang dibeli paling awal dan kemudian bergerak maju, sampai semua unit yang ada dalam persediaan mendapatkan harga perolehan.

(3) Metode Average (Rata-rata), yang menggap bahwa barang tersedia untuk dijual adalah homogin. Pada metode ini pengalokasian harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual dilakukan atas dasar harga perolehan rata-rata tertimbang.

b) Metode penghitungan penyusutan, seperti: metode garis lurus, saldo menurun, jumlah angka tahun, dan satuan kegiatan. Penyusutan merupakan proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama sama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis (Jusup, 2005).

(1) Metode Garis Lurus

Dalam metode ini, beban depresiasi periodik sepanjang masa pemakaian aktiva adalah sama. Harga perolehan dikurangi dengan nilai residu.

(2) Metode Saldo Menurun

Dalam metode ini, biaya depresiasi dari tahun ke tahun semakin menurun. Hal ini terjadi karena perhitungan biaya depresiasi periodik didasarkan pada nilai buku (harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi) aktiva yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Biaya depresiasi pertahun dihitung dengan cara mengalikan nilai buku aktiva awal tahun dengan tarif depresiasi.

(3) Metode Jumlah Angka Tahun

Dalam metode ini, akan menghasilkan biaya depresiasi yang lebih tinggi pada tahun-tahun awal dan semakin kecil pada tahun-tahun akhir. Metode ini disebut jumlah angka-angka tahun karena tarif depresiasinya didasarkan pada suatu pecahan yang pembilangnya adlah tahun pemakaian aktiva yang masih tersisa sejak awal tahun dan penyebutnya adalah jumlah tahun-tahun sejak pertama hingga tahun pemakaian yang terakhir.

(4) Metode Satuan Hasil

Dalam metode ini, masa pemakaian aktiva tidak dinyatakan dengan jangka waktu, melainkan dengan jumlah satuan (unit) yang dapat dihasilkan oleh aktiva yang bersangkutan. Dalam metode ini yang perlu ditaksir adalah jumlah satuan hasil yang diperlukan dapat dihasilkan oleh aktiva. Taksiran satuan hasil ini dipakai untuk membagi harga perolehan didepresiasi, sehingga dapat ditentukan depresiasi per satuan hasil.

2) Pengetahuan tentang Teknik Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen disusun terutama untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh manajemen. Biasanya informasi yang digunakan oleh manajemen berkisar pada biaya, sehingga disebut juga sebagai akuntansi biaya. Selain data biaya untuk harga pokok akuntansi manajemen juga membutuhkan data untuk pengawasan dan analisa biaya yang dibuat dalam bentuk standard. Garrison (2006) menjelaskan bahwa akuntansi manajemen digunakan oleh perusahaan untuk menyediakan informasi untuk manajer (orang-orang yang ada dalam organisasi yang mengarahkan dan mengendalikan operasi organisasi). Teknik akuntansi manajemen, seperti:

a) Activity Based Costing (ABC)

Banyak perusahaan dapat memperbaiki perencanaan, penentuan harga pokok produk, pengendalian operasional dan pengendalian manajemen dengan menggunakan analisis aktivitas untuk mengembangkan gambaran rinci tentang aktivitas spesifik yang dilakukan dalam operasi perusahaan. ABC digunakan untuk meningkatkan akurasi analisis biaya dengan memperbaiki cara penelurusan biaya ke objek biaya. ABC digunakan untuk berbagai objek biaya yang berbeda-beda, yaitu: produk secara individual, kelompok produk yang saling berhubungan dan pelanggan secara individual.

b) Activity Based Management (ABM).

ABM menggunakan analisis aktivitas untuk meningkatkan pengendalian operasional dan pengendalian manajemen. ABM ini digunakan manajemen untuk mengevaluasi biaya dan nilai proses aktivitas untuk mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi. ABM mengkombinasikan ABC dan analisis bernilai tambah untuk membuat perbaikan proses yang dapat meningkatkan nilai pelanggan dan mengurangi sumber daya yang tidak berharga.

c) Balance Scorecard

Informasi strategik dengan menggunakan faktor-faktor keberhasilan kristis menyediakan peta bagi perusahaan yang

menunjukkan jalan ke aras keberhasilan kompetitif dan merupakan benchmark untuk keberhasilan kompetitif. Untuk menekankan pada pentingnya penggunaan informasi strategik, baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan, sekarang ini sering kali akuntansi melaporakan kinerja perusahaan berdasarkan faktor-faktor keberhasilan kristis (critical success

factors) dalam empat dimensi. Satu dimensi merupakan

dimensi keuangan, sedangkan tiga lainnya merupakan dimensi non keuangan.

(1) Kinerja keuangan

Mengukur profitabilitas dan market value diantara perusahaan-perusahaan lain, sebagai indikator seberapa baik perusahaan memuaskan pemilik dan pemegang saham. (2) Kepuasan pelanggan

Kepuasan mengukur kualitas, pelayanan, dan rendahnya biaya dibandingkan perusahaan lainnya sebagai indikator seberapa baik perusahaan memuaskan pelanggan.

(3) Proses bisnis internal

Mengukur efisiensi dan keefektifan perusahaan dalam memproduksi produk atau jasa.

(4) Inovasi dan pembelajaran

Mengukur kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya manusia sehingga tujuan

strategik perusahaan dapat tercapai untuk waktu sekarang dan masa yang akan datang.

d) Total Quality Management

Total Quality Management merupakan suatu sistem

manajemen yang berfokus kepada orang yang bertujuan untuk meningkatkan secara berkelanjutan kepuasan customers pada biaya yang sesungguhnya secara berkelanjutan terus menerus (Mulyadi, 1998). Keefektifan TQM didasarkan empat prinsip, kepuasan pelanggan, perbaikan berkelanjutan, menyatakan dengan fakta, dan menghargai karyawan. TQM meningkatkan keterlibatan organisasi dalam meningkatkan kualitas secara terus menerus. Bertanggung jawab untuk mendeteksi hal-hal yang tidak sesuai dengan pengendalian mutu, hal tersebut membuat pekerja lebih bertanggung jawab untuk pengendalian mutu dan untuk menghentikan produksi ketika ada suatu masalah dalam produksi.

Sim dan Killough (1998) dalam Mardiyah dan Listiyaningsih (2005) menjelaskan bahwa Total Quality

Management merupakan suatu filosofi yang menekankan

peningkatan proses pemanufakturan secara berkelanjutan dengan mengeliminasi pemborosan, meningkatkan kualitas, mengembangkan ketrampilan, dan mengurangi biaya produksi. Penelitian Banker et al. (1993) memberikan gambaran praktik

pemanufakturan TQM lebih menekankan karyawan dalam memecahkan masalah, bekerja secara team work, dan membangkitkan pendekatan inovatif untuk memperbaiki produksi. TQM merupakan suatu sistem yang dirancang sebagai kesatuan, yang memfokuskan pendekatan pelanggan dengan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.

Dokumen terkait