UPAYA KESEHATAN
4.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
4.2.1 Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Jaminan pemeliharaan kesehatan adalah upaya pembiayaan
kesehatan baik keanggotaannya secara sukarela maupun wajib yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah dan diselenggarakan dengan kendali biaya dan kendali mutu. Jaminan pemeliharan Kesehatan yang dimaksud disini yaitu JKN yang terdiri dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN, PBI APBD dan pekerja bukan penerima upah
Cakupan peserta jaminan pemeliharan kesehatan di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 yaitu 40.928 jiwa dengan persentase 68,47% naik
dibanding tahun 2014 adalah 35.208 jiwa dengan persentase 60,6%,
Selengkapnya dapat dilihat pada gambar 4.30 dibawah : Gambar. 4.30
Persentase Pesereta JKN Menurut jenis kepesertaan Kabupaten Buton Utara Tahun 2015
16,92%
6,10% 0,78% 0,73%
klien 5589 kali. Meningkatnya kegiatan promosi kesehatan di Kabupaten Buton Utara tidak terlepas dengan adanya BOK yang mengalokasikan dana untuk sasaran kegiatan Preventif dan Promotif.
4.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
4.2.1 Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Jaminan pemeliharaan kesehatan adalah upaya pembiayaan
kesehatan baik keanggotaannya secara sukarela maupun wajib yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah dan diselenggarakan dengan kendali biaya dan kendali mutu. Jaminan pemeliharan Kesehatan yang dimaksud disini yaitu JKN yang terdiri dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN, PBI APBD dan pekerja bukan penerima upah
Cakupan peserta jaminan pemeliharan kesehatan di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 yaitu 40.928 jiwa dengan persentase 68,47% naik
dibanding tahun 2014 adalah 35.208 jiwa dengan persentase 60,6%,
Selengkapnya dapat dilihat pada gambar 4.30 dibawah : Gambar. 4.30
Persentase Pesereta JKN Menurut jenis kepesertaan Kabupaten Buton Utara Tahun 2015
75,46% 6,10%
0,73%
Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN
Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD
Pekerja Penerima Upah (PPU) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/Mandiri
Bukan Pekerja (BP)
klien 5589 kali. Meningkatnya kegiatan promosi kesehatan di Kabupaten Buton Utara tidak terlepas dengan adanya BOK yang mengalokasikan dana untuk sasaran kegiatan Preventif dan Promotif.
4.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
4.2.1 Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Jaminan pemeliharaan kesehatan adalah upaya pembiayaan
kesehatan baik keanggotaannya secara sukarela maupun wajib yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah dan diselenggarakan dengan kendali biaya dan kendali mutu. Jaminan pemeliharan Kesehatan yang dimaksud disini yaitu JKN yang terdiri dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN, PBI APBD dan pekerja bukan penerima upah
Cakupan peserta jaminan pemeliharan kesehatan di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 yaitu 40.928 jiwa dengan persentase 68,47% naik
dibanding tahun 2014 adalah 35.208 jiwa dengan persentase 60,6%,
Selengkapnya dapat dilihat pada gambar 4.30 dibawah : Gambar. 4.30
Persentase Pesereta JKN Menurut jenis kepesertaan Kabupaten Buton Utara Tahun 2015
Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN
Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD
Pekerja Penerima Upah (PPU) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/Mandiri
4.2.2 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap di Sarana Pelayanan Kesehatan
Kunjungan rawat jalan adalah pelayanan keperawatan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang inap pada sarana kesehatan. Cakupan rawat rawat jalan adalah cakupan kunjungan rawat jalan baru di sarana kesehatan pemerintah dan swasta di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Cakupan rawat inap adalah cakupan kunjungan rawat inap baru di sarana kesehatan pemerintah dan swasta di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Persentase rawat jalan di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 yaitu 74,5%, nilai ini belum menunjukan jumlah kunjungan yang sebenarnya karena sebagian puskesmas melaporkan jumlah kunjungan belum memilah antara pasien baru dan pasien lama sehingga ada pasien yang tercatat lebih dari satu kali.
Persentase rawat inap di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 yaitu 0,8 %.
4.2.3 Jumlah Kunjungan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan
Kunjungan gangguan jiwa adalah kunjungan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, yang meliputi gangguan pada perasaan, proses pikir dan perilaku, yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya.
Jumlah kunjungan gangguan jiwa di sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 yaitu 26 orang.
4.2.4 Angka Kematian Pasien di Rumah Sakit
Gross Death Rate (GDR)adalah angka kematian umum di Rumah Sakit
untuk tiap-tiap 1.000 penderita keluar.
Angka kematian pasien atau Gross Death Rate (GDR) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara pada tahun 2012 adalah 11,2 per 1000 Pasien keluar, tahun 2013 yaitu 15,3 per 1000 Pasien keluar, tahun 2014 yaitu 10,2 per1000 pasien keluar, sedangkan tahun 2015 yaitu 42,6 per 1000 pasien keluar terjadi Peningkatan angka kematian pasien.
Net Death Rate (NDR) adalah angka kematian ≥ 48 jam setelah
dirawat di di Rumah Sakit untuk tiap-tiap 1.000 penderita keluar.
Angka kematian pasien ≥ 48 jam setelah dirawat di di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 yaitu 15,5 per 1000 pasien keluar.
4.2.5 Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit
Bed Occupancy Rate (BOR) adalah Persentase pemakaian tempat
tidur pada satu-satuan waktu tertentu.Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara tahun pada 2012 adalah 10,1%, tahun 2013 yaitu 5,98%, tahun 2014 1,2 % sedangkan tahun 2015 4,6%.
Bed Turn Over (BTO) adalah frekuensi pemakain tempat tidur pada
satu periode, beberapa kali tempat tidur di pakai dalam satu satuan waktu (biasanya dalam periode 1 tahun). Indikator ini memberikan tingkat efisiensi pada pemakaian tempat tidur. Bed Turn Over (BTO) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara tahun pada 2015 yaitu 6,61 kali.
Turn Over Interval (TOI) adalah rata-rata hari tempat tidur tidak
ditempati dan terisi ke saat terisi berikutnya.Turn Over Interval (TOI) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara tahun pada 2012 adalah 18,44 hari dan tahun 2013 yaitu 49,77 hari, tahun 2014 yaitu 184,1 hari, sedangkan pada tahun 2015 yaitu 52,65 hari
Average Length of Stay (ALOS) adalah rata-rata lama rawat (dalam
satuan hari) seorang pasien. Average Length of Stay (ALOS) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara tahun 2015 yaitu 2,6 hari.