• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1 Sarana Kesehatan

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN KABUPATEN BUTON UTARA (Halaman 70-75)

UPAYA KESEHATAN

SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1 Sarana Kesehatan

5.1.1 Jumlah Rumah Sakit Umum

Kabupaten Buton Utara memiliki 1(satu) unit Rumah Sakit yang merupakan Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Daerah. Rumah Sakit ini adalah Rumah Sakit dengan kemampuan pelayanan gawat darurat (gadar) level 1 (satu).

5.1.2 Jumlah Puskesmas dan Jaringannya

Puskesmas di Kabupaten Buton Utara tahun 2015 terdiri dari 10 unit Puskesmas yang terbagi atas 4 (empat) unit Puskesmas Rawat Inap yaitu Puskesmas Kulisusu, Puskesmas Lambale, Puskesmas Wakorumba Utara, Puskesmas Kambowa dan 6 (enam) unit Puskesmas non-Rawat Inap yaitu Puskesmas Bone Rombo, Puskesmas Bonegunu, Puskesmas Kioko, Puskesmas Labaraga, Puskesmas Wa Ode Buri, dan Puskesmas Lakansai. Kesepuluh Puskesmas Yang tersebar di 6 (enam) Kecamatan ini memiliki jaringan berupa 35 Puskesmas Pembantu dan 6 Puskesmas Keliling yang tersebar di 6 Kecamatan di seluruh Wilayah Kabupaten Buton Utara.

5.1.3 Posyandu menurut Strata

Posyandu menurut strata di Kabupaten Buton Utara tahun 2015 secara keseluruhan berjumlah 104 Posyandu yang terdiri dari Posyandu Madya sebanyak 15 Posyandu atau 14,42%, Purnama sebanyak 74 Posyandu atau 71,15% dan Mandiri sebanyak 15 Posyandu atau 14,42%, dengan rasio 1,347 Posyandu Per Seratus Balita. Sedangkan Posyandu yang aktif sebanyak 89 Posyandu dengan persentase 85,58%. Posyandu aktif tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas yaitu di wilayah kerja Puskesmas

Bonegunu sebanyak 11 Posyandu, Puskesmas Kioko 9 Posyandu, Puskesmas Kambowa 4 Posyandu, Puskesmas Lambale 15 Posyandu, Puskesmas Kulisusu 16 Posyandu, Puskesmas Bone Rombo 8 Posyandu, Puskesmas Waode Buri 10 Posyandu, Lakansai 5 Posyandu, Wakorumba Utara 5 Posyandu, dan Puskesmas Labaraga 6 Posyandu.

5.1.4 Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)

Upaya kesehatan bersumber masyarakat di Kabupaten Buton Utara tahun 2015 terdiri dari Desa Siaga, Poskesdes, Polindes, dan Posbindu. Desa dan Kelurahan di Kabupaten Buton Utara secara keseluruhan berjumlah 91 Desa dan Kelurahan yang merupakan desa siaga dengan strata yang terdiri dari 48 Desa Siaga Pratama, 18 Desa Siaga Madya, 20 Desa Siaga Purnama dan 5 Desa Siaga Mandiri.

Kabupaten Buton Utara memiliki 14 Poskesdes, 4 Polindes dan 5 Posbindu yang tersebar di 10 wilayah kerja Puskesmas yaitu pada Puskesmas Bonegunu terdapat 1 Poskesdes dan 1 Posbindu, Puskesmas Kioko memiliki 1 Polindes, Puskesmas Kambowa memiliki 3 Poskesdes; Puskesmas Lambale 2 Poskesdes; Puskesmas Kulisusu 1 Posbindu; Puskesmas Bone Rombo 2 Poskesdes; Puskesmas Waode Buri memiliki 1 Polindes dan 1 Posbindu; Puskesmas Wakorumba Utara memiliki 2 Poskesdes, daan 2 Polindes; dan Puskesmas Labaraga memiliki 4 Poskesdes.

5.2 Tenaga Kesehatan

5.2.1 Jumlah dan Rasio Tenaga Medis (Dokter Umum, Spesialis, Dokter Gigi) di Sarana Kesehatan

Tenaga Medis Dokter di Kabupaten Buton Utara terdiri dari Dokter Umum dan Dokter Gigi. Jumlah dan rasio tenaga medis di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 terdiri dari Dokter Umum sebanyak 12 Dokter dengan

Lambale 1 Dokter, Puskesmas Kulisusu 1 Dokter, Puskesmas Waode Buri 1 Dokter, Puskesmas Lakansai 1 Dokter, Puskesmas Kambowa 1 Dokter, Puskesmas Wakorumba Utara 1 Orang, RSUD Kabupaten Buton Utara 4 Dokter dan Dinas Kesehatan 1 Dokter dengan rasio Dokter Spesialis + Umum 20,074 per-100.000 penduduk. Dokter Gigi sebanyak 8 Dokter dengan rincian wilyah kerja yaitu, Puskesmas Lakansai 1 Dokter, Puskesmas Wa Ode Buri 1 Dokter, Puskesmas Lambale 1 Dokter, Puskesmas Kulisusu 1 Dokter, Puskesmas Labaraga 1 Dokter, Puskesmas Wakorumba Utara 1 Dokter, RSUD Kabupaten Buton Utara 2 Dokter dengan rasio Dokter Gigi 13,38 per-100.000 penduduk.

5.2.2 Jumlah dan Rasio Bidan dan Perawat di Sarana Kesehatan

Jumlah dan rasio tenaga keperawatan di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 terdiri dari Bidan sebanyak 116 orang dengan rasio 389,75 per 100.000 penduduk dan Perawat sebanyak 183 orang dengan rasio 286,05 per 100.000 penduduk. Adapun penyebaran wilayah kerja tenaga Bidan dan Perawat yaitu, Puskesmas Bonegunu 13 Bidan dan 10 Perawat, Puskesmas Kioko 8 Bidan dan 11 Perawat, Puskesmas Kambowa 10 Bidan dan 10 Perawat, Puskesmas Lambale 21 Bidan dan 13 Perawat, Puskesmas Kulisusu 13 Bidan dan 32 Perawat, Puskesmas Bone Rombo 8 Bidan dan 12 Perawat, Puskesmas Waode Buri 8 Bidan dan 19 Perawat, Puskesmas Lakansai 7

Bidan dan 4 Perawat, Puskesmas Wakorumba Utara 10 Bidan dan 17

Perawat, Puskesmas Labaraga 8 Bidan dan 8 Perawat, RSUD Kabupaten Buton Utara 17 Bidan dan 35 Perawat.

5.2.3 Jumlah dan Rasio Tenaga Kefarmasian di Sarana Kesehatan

Jumlah dan rasio tenaga Kefarmasian di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 adalah 30.11 per 100.000 penduduk terdiri dari Apoteker

pembagian wilayah kerja yaitu, Puskesmas Bonegunu 1 Asisten Apoteker, Puskesmas Kioko 1 Asisten Apoteker, Puskesmas Lambale 1 Asisten Apoteker, Puskesmas Kulisusu 3 Asisten Apoteker, Puskemas Bone Rombo 1 Apoteker, Puskesmas Waode Buri 1 Asisten Apoteker, Puskesmas Lakansai 2 Asisten Apoteker, RSUD Kabupaten Buton Utara 5 Asisten Apoteker dan 1 Apoteker.

5.2.4 Jumlah dan Rasio Tenaga Kesehatan Masyarakat di Sarana Kesehatan

Jumlah dan rasio tenaga Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 adalah 81,96 per 100.000 penduduk yang terdiri dari Sarjana Kesehatan masyarakat sebanyak 49 orang, Sanitarian sebanyak 27 orang dengan rasio 45,16 per 100.000 penduduk. Penyebaran Tenaga Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Buton Utara yaitu, Puskesmas Kioko 2 Sarjana Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Kambowa 4 Sarjana Kesehatan

Masyarakat, Puskesmas Lambale 2 Sarjana Kesehatan Masyarakat,

Puskesmas Kulisusu 1 Sarjana Kesehatan Masyarakat ; Puskesmas Bone Rombo 1 Sarjana Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Waode Buri 2 Sarjana Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Lakansai 2 Sarjana Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Wakorumba Utara 2 Sarjana Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Labaraga 4 Sarjana Kesehatan Masyarakat.

5.2.5 Jumlah dan Rasio Tenaga Gizi di Fasilitas Kesehatan

Jumlah dan rasio tenaga Gizi di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 adalah 20 orang dengan rasio 33,45 per 100.000 penduduk. Penyebaran Tenaga Gizi di Kabupaten Buton Utara yaitu, Puskesmas Bone Gunu 1 orang, Puskesmas Kambowa 1 orang, Puskesmas Lambale 1 orang, Puskesmas Kulisusu 1 orang, Puskesmas Bone Rombo 2 orang, Puskesmas

Utara 2 orang, Puskesmas Labaraga 1 orang, RSUD 4 orang dan Dinas Kesehatan 5 orang.

5.2.6 Jumlah dan Rasio Tenaga Teknisi Medis dan Fisioterapis di Sarana Kesehatan

Jumlah dan rasio tenaga Teknisi Medis di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2015 adalah 27,16 per 100.000 penduduk yang terdiri dari Analisis Labaoratorium sebanyak 6 orang, Radiografer 5 orang, Teknisi Elektromedis sebanyak 1 orang, Tehnisi Gigi sebanyak 1 orang dan rekam medis dan informasi kesehatan sebanyak 3 orang, sedangkan jumlah dan rasio tenaga Fisioterapis 1,69 per 100.000 penduduk dengan jumlah 1 orang.

5.3 Pembiayaan Kesehatan

5.3.1 Persentase Anggaran Kesehatan dalam APBD Kabupaten

Total anggaran kesehatan di Kabupaten Buton Utara tahun 2015 adalah Rp 55.663.938.103.(Lima Puluh Lima Milyar Enam Ratus Enam Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu seratus Tiga Rupiah), Persentase APBD Kesehatan terhadap APBD Kabupaten adalah 7,20 persen.

5.3.2 Anggaran Kesehatan per Kapita

Total anggaran kesehatan di Kabupaten Buton Utara tahun 2015 Rp 55.663.938.103.(Lima Puluh Lima Milyar Enam Ratus Enam Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu seratus Tiga Rupiah), Anggaran kesehatan perkapita Rp.931.162,08 (Sembila Ratus Tiga Puluh Satu Ribu Seratus Enam Puluh Dua Rupiah Nol Delapan Sen).

BAB VI

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN KABUPATEN BUTON UTARA (Halaman 70-75)

Dokumen terkait