Variabel Proses
D. Alat Bantu/Metode yang Cocok untuk Analisis dengan Menggali Ingatan
Masa Lalu
Penguatan evaluasi hasilguna program melalui reka-ulang data dasar (Bamberger, 2009) Menyadari kurangnya data sebelum proyek
merupakan masalah yang selalu ada dalam evaluasi dampak. Bamberger merangkum berbagai teknik kuantitatif, kualitatif dan gabungan metode sehingga evaluator dapat menggunakannya untuk ‘reka-ulang’ data sebelum proyek (data dasar). Pilihan mencakup penggunaan data sekunder seperti survei Kajian Pengukuran Taraf Hidup (LSMS) Bank Dunia (lihat tulisan pada Bagian II(B)), metode mengingat kembali, atau wawancara dengan narasumber utama atau kelompok fokus. Artikel ini juga menyajikan metode-metode reka- ulang data dasar bagi kelompok pembanding seperti: pemadanan nilai kecenderungan,
pemadanan berdasarkan pertimbangan evaluator, analisis kelompok pembanding yang segera dilaksanakan, kelompok pembanding internal dan angka intensitas, analisis rancangan proyek/ kelompok pembanding pascauji lintas-bagian dan analisis himpunan kelompok.
Bamberger, M. 2009 Penguatan evaluasi hasilguna program melalui reka-ulang data dasar. Journal of Development Efectiveness (Jurnal Hasilguna Pembangunan) 1(1): 37–59.
Perubahan paling nyata (Davies dan Dart 2005) Teknik ‘perubahan paling nyata’ merupakan metode kualitatif dan partisipatif yang mungkin cocok apabila sumber daya terbatas dan tanpa data sebelum proyek. Teknik ini mencakup pengumpulan ‘cerita tentang perubahan nyata’ melalui banyak metode: evaluator dapat menulis cerita yang telah mereka dengar tanpa memintanya dari responden, melakukan dan mendokumentasikan wawancara, menyelenggarakan dan mendokumentasikan diskusi kelompok dan/atau meminta responden menulis cerita mereka. Cerita ‘paling nyata’
kemudian dipilih menurut proses berikut. Pertama, kepada kelompoknya, responden membaca cerita
mereka. Kedua, kelompok tersebut membahas cerita mana yang perlu dipilih. Ketiga, kelompok tersebut menetapkan cerita mana yang ‘paling nyata’ (ini dapat dilakukan dengan pemungutan suara tertutup, pemberian angka atas cerita secara terbuka atau pemungutan suara berulang). Terakhir, alasan pemilihan oleh kelompok tersebut dicatat. Langkah-langkah partisipatif ini dilanjutkan dengan ‘pembuktian cerita, pengukuran (kuantiikasi), analisis sekunder dan pemantauan atas beberapa kelompok yang berbeda’.
Davies, R. dan Dart, J. 2005 Most signiicant change (MSC) technique: a guide to its use. http://mande. co.uk/docs/MSCGuide.pdf.
Rick Davies’ most signiicant change website: http:// mande.co.uk/special-issues/most-signiicant- change-msc/.
UNICEF India’s Most Signiicant Change website: http://www.mostsigniicantchange.org/.
Tahap-tahap kemajuan (Krishna 2005) Lihat Bagian 2.A.
Penilaian dampak partisipatif: pedoman bagi praktisi (Catley dkk. 2007)
Lihat Bagian 1.C.
3. Persepsi Mengenai Penggunaan Lahan dan Perubahan Penggunaan Lahan
Sumber daya dan Lembaga Kehutanan Internasional (IFRI)
Program penelitian Sumber daya dan
Lembaga Kehutanan Internasional (IFRI) telah mengumpulkan data tentang tata kelola dan kelembagaan hutan sejak 1992. Sumber daya yang terkumpul dapat dijadikan titik awal yang luar biasa untuk menyusun kuesioner yang dititikberatkan pada lembaga, kegiatan bersama dan keadaan hutan setempat. Protokol IFRI mencakup pedoman tentang cara menetapkan sampel petak hutan yang mewakili dan cara mengumpulkan data bioisik tentang keadaan hutan dan degradasi hutan. IFRI juga mencakup penilaian kualitatif atas deforestasi dan degradasi hutan oleh kelompok-kelompok pemangku kepentingan, mulai dari penduduk desa hingga petugas kehutanan.
Caviglia-Harris, J.L. dan Harris, D.W. 2005. Examining the reliability of survey data with remote sensing and geographic information systems to improve deforestation modeling. he Review of Regional Studies 35: 187–205.
Caviglia-Harris, J.L. dan Harris, D.W. 2008 Integrating survey and remote sensing data to analyze land use at a ine scale: insights from agricultural households in the Brazilian Amazon. International Regional Science Review 31: 115–137.
Kerr, J. dan Pender, J. 2005 Farmers’ perceptions of soil erosion and its consequences in India’s semiarid tropics. Land Degradation and Development 16: 257–271.
Ostrom, E. dan Wertime, M.B. 2000 International forestry resources and institutions research strategy. Dalam: Gibson, C., McKean, M. dan Ostrom, E. (ed.) People and forests: communities, institutions, and governance, 1–28. MIT Press, Cambridge, Massachusetts.
Participatory Mapping (International Centre for Development-oriented Research in Agriculture) http://www.icraedu.org/objects/anglolearn/ Maps_&_transects-Guidelines.pdf.
Potvin, C., Tschakert, P., Lebel, F., Kirby, K., Barrios, H., Bocariza, J., Caisamo, J., Caisamo, L., Cansari, C., Casamá, J., dkk. 2007 A participatory approach to the establishment of a baseline scenario for a reforestation Clean Development Mechanism project. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change 12: 1341–1362.
4. Penyebab Deforestasi dan Degradasi
Berbagai kekuatan ekonomi dan kelembagaan mendorong deforestasi dan degradasi hutan sangat rumit. Kekuatan yang mendorong perubahan penggunaan lahan beragam dari satu tempat ke tempat lain, berubah seiring waktu dan sering sulit dikenali. Karena itu pertanyaan tentang apa yang menyebabkan deforestasi dan degradasi telah mendorong penelitian penting dan juga perdebatan sengit. Memahami apa yang mendorong kehilangan hutan di suatu tempat tertentu diperlukan untuk merancang kegiatan konservasi yang tepat dan menyusun teori perubahan untuk proyek dan evaluasi dampak. Bagian ini menyediakan ulasan terkini tentang penyebab deforestasi dan degradasi
disertai beberapa kepustakaan terpilih tentang penyebab di sebagian daerah penting REDD+. A. Sintesis dan ulasan
Angelsen, A. dan Kaimowitz, D. 1999 Rethinking the causes of deforestation: lessons from economic models. he World Bank Research Observer 14(1): 73–98. World Bank, Washington, DC.
Barbier, E.B. 2001 he economics of tropical deforestation and land use: an introduction to the special issue. Land Economics 77(2): 155–171. Butler, R.A. dan Lawrence, W.F. 2008 New strategies
for conserving tropical forests. Trends in Ecology and Evolution 23(9): 469–472.
Chomitz, K., Balmford, A., Whitten, T., Richards. M. dan Berlin, A. 2007 At loggerheads?
Agricultural expansion, poverty reduction, and environment in tropical forests. World Bank Policy Research Report. World Bank, Washington, DC. http://go.worldbank.org/ TKGHE4IA30.
DeFries, R.S., Rudel, T., Uriarte, M. dan Hansen, M. 2010 Deforestation driven by urban population growth and agricultural trade in the twenty-irst century. Nature Geoscience 3: 178–181.
Geist, H.J. dan Lambin, D.F. 2002 Proximate causes and underlying driving forces of tropical deforestation. BioScience (52)2: 143–150. Kanninen, M., Murdiyarso, D., Seymour, F.,
Angelsen, A., Wunder, S. dan German, L. 2007 Do trees grow on money? he implications of deforestation research for policies to promote REDD. CIFOR, Bogor, Indonesia.
Lawlor, K. 2009 Addressing the causes of tropical deforestation: lessons learned and the implications for international forest carbon policy. Dalam: Olander, L.P., Boyd, W., Lawlor, K., Myers Madeira, E. dan Niles, J.O. (ed.) International forest carbon and the climate change challenge: issues and options, 43–53. Nicholas Institute for Environmental Policy Solutions, Duke University, Durham, North Carolina, AS.
B. Amazon
Araujo, C., Araujo Bonjean, C., Combes, J.-L., Combes Motel, P. dan Reis, E.J. 2009 Property rights and deforestation in the Brazilian Amazon. Ecological Economics 68: 2461–2468.
Asner, G.P., Knapp, D.E., Broadbent, E.N., Oliveira, P.J.C., Keller, M. dan Silva, J.N. 2005 Selective logging the Brazilian Amazon. Science 310: 480–482.
McAlpine, C.A., Etter, A., Fearnside, P.M.,
Seabrook, L. dan Laurance, W.F. 2009 Increasing world consumption of beef as a driver of regional and global change: A call for policy action based on evidence from Queensland (Australia), Colombia and Brazil. Global Environmental Change 19: 21–33.
Morton, D., DeFries, R.S., Shimabukuro, Y.E., Anderson, L.O., Arai, E., Bon Espirito-Santo, F., Freitas, R. dan Morisette, J. 2006 Cropland expansion changes deforestation dynamics in the southern Brazilian Amazon. Proceedings of the National Academy of Sciences USA 103(39): 14637–14641.
Pfaf, A. 1999 What drives deforestation in the Brazilian Amazon? Evidence from satellite and socioeconomic data. Journal of Environmental Economics and Management 37(1): 26–43. C. Amerika Tengah
Barbier, E.B. dan Burgess, J.C. 1996. Economic analysis of deforestation in Mexico. Environment and Development Economics 1: 203–239.
Kaimowitz, D. 1996 Livestock and deforestation in Central America in the 1980s and 1990s: a policy perspective. CIFOR, Bogor, Indonesia.